• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENJASORKES KLS 1\SILABUS penjas 07

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENJASORKES KLS 1\SILABUS penjas 07"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Sekolah : MA. Al-Azhar

Mata Pelajaan : Penjaskes

Kelas/Semester : X/1

Standar Kompetensi : 1. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Keterkaitan denganIMTAQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 1.1Mempraktikkan

keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**)

 Tekni

k menendang bola

menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar

1.*Agar kegiatan mendapatkan ridho dari Allah, disuruh berdo’a dan memulai dengan membaca Basmalah. dan setiap selesai kegiatan siswa diharuskan

mengucapkan Alhamdulillah 2.Didalam permainan

sepak bola ada unsur lari jalan menendang dan peraturan.Unsur – unsur ini di dalam islam dituntut juga ada yaitu kegiatan sa’i haji , berfikir dan ada aturan-aturan yang mengikat dalam semua kegiatan

3.Keberhasilan kegiatan (sepak bola) di dalam islam menyarankan agar tekun,sabar, teliti dan mau mendengarkan nasehat guru.

4. Keberhasilan suatu kegiatan sepak bola

 Agar kegiatan mendapatkan ridho dari Allah, sebelumnya memulai siswa disuruh berdo’a dam memulai dengan membaca Basmalah. Dan ke setiap kegiatan disusun pola yang menarik sehingga siswa termotifasi untuk melakukan latihan secara teratur, tabah,sabar, teliti sehingga dapat dirasakan dengan baik dan memuaskan, dan setiap selesai kegiatan siswa diharuskan

mengucapkan Alhamdulillah Menendang bola

menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar secara

berpasangan.

 Me

nendang bola menggunakan kaki bagian dalam dengan teknik yang benar.

Tugas individu Tes

perbuatan

14 X 45 Buku sumber Latihan Sepak Bola Metode Baru

(Pertahanan) , Eric C. Batty, Pionir Jaya, Bandung

 Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar secara

berkelompok.

 Me

nendang bola menggunakan punggung kaki dengan teknik yang benar

(2)

tidak semata-mata keberhasilan manusia, sebab manusia mempunyai keterbetasan

 Menendang bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar melalui permainan kucing-kucingan (1 : 3 =satu kucing dan tiga pemainan dengan satu kali menyentuh bola)

 Me

nendang bola menggunakan kaki bagian luar dengan teknik yang benar

 Tekni

k mengontrol/ menghentikan bola

menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar

 mengontrol/mengh entikan bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar secara berpasangan.

 Me

ngontrol atau menghentikan bola

menggunakan kaki bagian dalam dengan teknik yang benar.

 Mengontrol/mengh

entikan bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar secara berkelompok.

 Me

ngontrol atau menghentikan bola

(3)

1. Keberhasilan latihan teknik bermain bola voli dan basket bergantung pada disiplin latihan, kesabaran,

kesungguhan, ketelitian kecakapan,keterampila n dan kemampuan mengendalikan diri , ini adalah sifat-sifat yang dituntut oleh agama.

2. Dapat saja terjadi lepas kendali, ssalah paham, ribut tidak percaya teman, benturan atau cidra dalam setiap pelaksanaan, hal ini yang tidak diharapkan oleh agama

 Mengontrol/mengh

entikan bola menggunakan kaki bagian dalam, punggung kaki dan kaki bagian luar dengan teknik yang benar melalui permainan kucing-kucingan (1 : 3 =satu kucing dan tiga pemainan dengan dua kali menyentuh bola)

 Me

ngontrol/ menghentikan bola

menggunakan kaki bagian luar dengan teknik yang benar

Bol Voli

 Passi

ng bawah

 Melakukan latihan teknik passing bawah tanpa bola secara klasikal

 Melakukan teknik passing bawah secara berpasangan.

 Melakukan teknik passing bawah secara berkelompok

 Me

lakukan pasising bawah dengan teknik yang benar.

Tugas Toto Subroto, (2001), Penedekatan keterampilan taktits dalam Pembelajaran Bola Voli, Jakarta  Melakukan teknik

passing atas ke tembok secara individu

 Melakukan teknik passing atas dari sikap jongkok secara berpasangan.  Melakukan teknik

passing atas secara berkelompok

 Melakuk

an pasising atas dengan teknik yang benar

Dirjen. DIKDASMEN, Dirjen. OLAHRAGA.

 Melakukan

gerakan servis bawah tanpa bola secara klasikal

 Melakukan

gerakan servis bawah menggunakan bola secara

 Me

lakukan servis bawah dengan teknik yang baik

(4)

berpasangan.

 Melakukan servis bawah melewati net.

Bola Basket

 Opera

n dada

 Opera

n pantul

 Opera

n atas

 Opera

n samping

3. Biasakan mematuhi peraturan dan ketentuan agar memiliki sikap mental yang jujur, disipli dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku

 Melakukan teknik operan dada berpasangan secara diam dan sambil bergerak

 Melakukan teknik operan dada berkelompok dengan pola segi tiga dan segi empat secara diam dan sambil bergerak.

 Me

lakukan teknik operan dan menangkap bola setinggi dada dengan benar.

Tugas Individu Tes perbuatan

Buku sumber Neumann, Hannes, (1985), Bola basket Pendidikan Dasar dan Latihan, Jakarta, PT. Gramedia. Pendidikan Penjaskes dan Kesehatan untuk Kelas X

 Melakukan teknik operan pantul berpasangan secara diam dan sambil bergerak

 Melakukan teknik operan pantul berkelompok dengan pola segi tiga dan segi empat secara diam dan sambil bergerak.

 Melakuk

an teknik operan dan menangkap bola pantul dengan benar

Alat : bola basket, puit, lapangan bola basket, stop watch.

 Melakukan teknik operan atas berpasangan secara diam dan sambil bergerak

 Melakukan teknik operan atas berkelompok dengan pola segi tiga dan segi empat secara diam dan sambil bergerak.

 Me

(5)

 Melakukan teknik operan samping berpasangan secara diam dan sambil bergerak

 Melakukan teknik operan samping berkelompok dengan pola segi tiga dan segi empat secara diam dan sambil bergerak.

 Me

lakukan teknik operan dan menangkap dari samping dengan benar

 Melakukan teknik memantul bola dengan tangan kiri dan kanan ditempat secara individu.

 Melakukan teknik menggiring bola bergerak maju dan mundur

menggunggunakan tangan dan atau tangan kiri.  Melakukan teknik

menggiring bola bergerak ke kiri dan ke kanan

menggunggunakan tangan dan atau tangan kiri.

 Me

lakukan teknik menggiring bola

menggunakan tangan kanan dan kiri

 Melakukan

permainan bola basket hanya menggunakan passing secara berkelompok..

 Ber

main bola basket dengan peraturan dimodifikasi 1.2 Mempraktikkan

keterampilan salah satu permainan olahraga beregu bola kecil dengan menggunakan alat

Permainan Softball/baseball  Teknik

melempar  Teknik

menangkap

 Melambungkan

bola menggunakan satu tangan ke sasaran yang ditempelkan

 Melambungkan

bola menggunakan satu tangan ke pasangan

 Me

lakukan teknik melambungkan bola

Tugas Individu Tes perbuatan

(6)

dan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat dan percaya diri**) Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**)

 Teknik memukul bola

Lapangan softball/basebal l bola,

pemukul, tiang penyangga bola, sarung tangan, stop watch, pluit, pelontar bola

 Setelah

pemanasan siswa secara berpasangan melakukan latihan memegang bola dilanjutkan melempar (atas, samping dan bawah) dan menangkap bola dari arah gulir tanah, melambung dan datar lurus.

 Me

lakukan teknik melempar bola dengan benar.

 Me

lakukan teknik menangkap bola dengan benar

 Memukul bola

yang dilambungkan sendiri dengan tongkat ke berbagai arah

 Memukul bola

yang dilambungkan teman dengan tongkat ke berbagai arah

 Me

lakukan teknik memukul bola dengan benar.

 Menerapakan

teknik dasar dalam permainan dengan peraturan dimodifikasi

 Ber

main

softball/basebal l dengan peraturan dimodifikasi 1.3 Mempraktikkan

keterampilan atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri**)

Lari Jarak Pendek

 Teknik

dasar start jongkok

 Teknik

berlari.

 Teknik

memasuki garis finis

1.*Agar kegiatan mendapatkan ridho dari Allah, disuruh berdo’a dan memulai dengan membaca Basmalah. dan setiap selesai kegiatan siswa diharuskan

mengucapkan Alhamdulillah

 Melakukan latihan start jongkok pendek (short start)

 Melakukan latihan start jongkok menengah (medium start)

 Melakukan latihan start jongkok panjang (long start)

 Menerapkan

aba-aba : ”bersedia, siap, yaa”

 Me

lakukan teknik start jongkok dengan benar

Tugas Individu Tes perbuatan

(7)

2.Keberhasilan kegiatan lari teknik start, lari dan cara memasuki finish di dalam islam menyarankan agar tekun,sabar, teliti, keuletan jkebesaran jiwa, dan kecakapan kelincahan serta keterampilan, hal ini merupak anugerah dari Allah

3. Dalam praktikkannya dapat terjadi

penyimpangan yang tidak diharapkan, keselio, patah tulang, malas, melanggar peraturanhal-hal yang demikian karena akibat keterbatasan manusia. 1. Keberhasilan latihan

teknik bermain bola voli dan basket bergantung pada disiplin latihan, kesabaran,

kesungguhan, ketelitian kecakapan,keterampila n dan kemampuan mengendalikan diri , ini adalah sifat-sifat yang

(8)

dituntut oleh agama.

2. Dapat saja terjadi lepas kendali, ssalah paham, ribut tidak percaya teman, benturan atau cidra dalam setiap pelaksanaan, hal ini yang tidak diharapkan oleh agama

 Berlari dengan langkah pendek dengan frekuensi lambat dan cepat.  Berlari dengan

langkah panjang dengan frekuensi lambat dan cepat  Berlari dengan

memeperhatikan ayunan lengan dan koordinasi langkah kaki.

 Me

lakukan teknik berlari

 Berlari melewati garis finish tanpa merubah kecepatan dan posisi tubuh  Memasuki garis

finish dengan membusungkan dada.

 Memasuki garis finish dengan menundukkan kepala ke depan.

 Me

(9)

1.4 Mempraktikkan keterampilan salah satu cabang olahraga bela diri serta nilai kejujuran, menghargai orang lain, kerja keras dan percaya diri**)

Bela diri (Pencak Silat)

 Sikap

pasang tertutup

 Sikap

pasang terbuka.

 Sikap

pasang dengan kombinasi kuda-kuda depan sejajar

Kuda-kuda badan berputar.

Kuda-kuda serong depan

Kuda-kuda tengah

1.Agar dapat ridho dari Allah sebelum kegiatan di awali siswa berdo’a bersama sesuai dengan agamanya. Dan

mengucapkan Basmalah dan di akhir kegiatan di akhiri dengan Ucapan Alhamdulillah.

2.Keberhasilan melakukan kegiatan beladiri bergantung kepada ketekunan, kesabaran, ketelitian keberanian dan disiplin ini adalah unsur-unsur yang diajarkan agama

3.Dalam pelaksanaan dapat terjadi emosional, keselio,marah,tidak disiplin, takut , marah adalah hal-hal berkaitan dengan kelemahan manusia.

 Setelah melakukan pemanasan siswa

melakukanlatihan berbagai macam sikap pasang tertutup dan sikap pasang terbuka secara kalsikal.

 Secara klasikal melakukan latihan kuda-kuda dilanjutkan dengan latihan pukulan bayangan

 Secara klasikal melakukan latihan kuda-kuda dilanjutkan dengan latihan pukulan dan tendangan menggunakan target.

 Melaku

kan sikap pasang dengan benar

 Melaku

kan berbagai teknik pukulan dengan baik dalam bela diri

 Melaku

kan berbagai teknik tendangan dalam bela diri

Tes

perbuatan Buku sumber:Petunjuk Olahraga Pencak Silat ”Kategori Tanding” Dinas Pemuda dan Olahraga, DKI Jakarta, 1996 Pluit, stop watch, target pukulan dan tendangan

(10)

2.1

Mempraktikk an latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kebugaran Penjaskes dalam bentuk sederhana serta nilai tanggungjawa b, disiplin, dan percaya diri

Latihan Kebugaran Penjaskes

 Latiha

n kekuatan

1.Kekuatan ,kelincahan, kecepatan ,

kelenturan,keseimbangan dan daya tahan dari masing-masing manusia berbeda beda. Untuk ini maka kegiatan di sesuaikan dengan kondisi/kemanpuan orang yang melakukan.

2.Dan apabila kegiatan dilakukan dengan berlebih-lebihan maka akan berdampak bahaya hal ini dilarang oleh agama.

3. Apabila memperoleh kesegaran Penjaskes yang prima maka akan

konsentrasi dan semangat kerja akan diperolehnya . Hal ini perlu ditanamkan bahwa kesadaran manusia itu terbatas

kemampuannya.

 Melakukan berbagai bentuklatihan: dari: push up, sit up, pull up..

 Melakukan berbagai bentuk latihan kekuatan untuk

mengembangkan kebugaran Penjaskes

Tes perbuatan Tes Kesegaran Penjaskes Indonesia (TKJI)

6 X 45’ Buku sumber: Pendidikan Penjaskes dan Kesehatan kelas 2, Muhajir, Jakarta, Erlangga, 1997

 Latiha

n kelenturan

 Melakukan berbagai bentuk latihan kelenturan secara bergantian dalam kelompoknya: gerakan cium lutut dengan posisi duduk maupun berdiri, sikap kayang, mengangkat badan dalam posisi telungkup kedua tangan berada pada leher belakang dan berbagai macam latihan peregangan mulai dari leher sampai dengan pergelangan kaki

 Melakukan berbagai bentuk latihan kelenturan untuk

mengembangkan kebugaran Penjaskes

Stop watch, pluit, matras senam, tiang pull up, meteran, penggaris

Latihan keseimbangan

 Melakukan berbagai bentuk latihan keseimbangan secara bergantian dalam kelompoknya antara lain terdiri dari: sikap kapal terbang, sikap berdiri tegak mata dipejamkan kaki posisi jinjit dan kedua lengan dijulurkan ke depan pertahankan posisi tersebut dalam beberapa menit.

 Melakukan berbagai bentuk latihan

keseimbangan untuk

(11)

2.2

Mempraktikk an tes kebugaran Penjaskes serta nilai tanggungjawa b, disiplin, dan percaya diri

 Tes

kebugaran Penjaskes

2. Tingkat kesegaran Penjaskes tiap orang berbeda,latihan harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tiap orang ( sesuai dengan ajaran agama )

2. Latihan kesegran Penjaskes di dapat dari berbagai usaha

 Secara berkelompok mengadakan tes pengukuran komponen kebugaran Penjaskes yaitu: aspek kecepatan, kekuatan otot perut, kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu. Dilakukan secara bergantian ada yang menjadi tester dan testi.  Lari 60 meter untuk

mengukur kecepatan dengan membandingkan hasil waktu waktu yang ada di tabel  Sit up 60 detik untuk

mengukur kekuatan otot perut  Gantung sikut tekuk

(wanita) untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu, yang diukur berapa lama mempertahankan posisi tersebut

 Gantung angkat tubuh (pria) untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan bahu, lakukan 60 detik dihitung jumlah angkat dagunya.  Mencatat hasil

pengukuran kebugaran pada lembar pengamatan

 Melakukan tes pengukuran kebugaran Penjaskes

 Menerapkan ketelitian,

kesabaran, keuletan dan kecermatan dalam pengolahan data.

Tes perbuatan Tes Kesegaran Penjaskes Indonesia (TKJI)

Buku sumber Pendidikan Penjaskes, Kelas 1 , Agus Mukholid, Surakarta, Yudhistira, 2004 Stop watch, pluit, matras senam

2.3 Mempraktik kan perawatan tubuh agar tetap segar

 Peraw

atan tubuh agar tetap bugar

Hidup sehat merupakan dambaan dan manusia karena sehat adalah anugerah dari tuhan. Kalau kita sehat dapat melakssanakan amal ibadah dengan baik sedangkan kalu sakit amal ibadah kita akan

 Secara perorangan siswa diberikan tugas untuk membuat rencana aktivitas Penjaskes yang memungkin dilakukan secara mandiri di rumah

 Membiasaka n melakukan aktivitas Penjaskes secara rutin untuk memelihara kebugaran

 Menunjukka Tes

(12)

terganggu. Maka dari itu kita harus merawat tubuh dengan mengetahui faktor-faktor yang dapat merugikan kesehatan pribadi kita ( belajar dan berusaha dianjurkan agama )

n perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari

Gambar jenis makanan dan minuman yang sehat serta bergizi

Standar Kompetensi: 3. Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Keterkaitan dengan IMTQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 3.1

Mempraktikk an rangkaian senam lantai dengan menggunaka n bantuan serta nilai percaya diri,

 Senam lantai Berguling ke depan menggunakan bantuan peti lompat

1. Keberhasilan latihan senam lat dengan latihan teknik berguling ke depan dan diatas peti lompat, tergantung koordinasi, keterampilan dan kecakapan(anugerah Tuhan) keberanian, ketabahan, ketelitian, disiplin, ketepatan

 Setelah melakukan peregangan secara klasikal siswa berlatih gerakan senam lantai tanpa alat seperti berguling ke depan dan belakang sebagai pemanasan.  Secara bergantian siswa

melakukan awalan dengan keatas peti lompat.

 Lakukan berguling ke depan diatas peti lompat dibantu dengan

 Melakukan rangkaian gerak senam

menggunakan bantuan alat

Tes perbuatan

(13)

kerjasama, tanggungjaw ab dan menghargai teman

bertindak( Sifat-sifat yang di anjurkan agama)

2. Dalam pelaksanaan dapat terjadi hal-hal diluar dugaan dan tidak diharapkan seperti kecelakaan, patah tulang, keseleo, jatuh (berkaitan dengan keterbatasan manusia)untuk

menghindari hal tersebut, latihan harus dilakukan berhati-hati dan penuh perhitungan ( hal-hal yang di anjurkan oleh agama)

awalan lompat.

 Secara perorangan melakukan gerakan berguling ke depan diatas peti dilanjutkan dengan latihan lecutan kedua kaki untuk mendarat di matras, dengan cara berdiri di depan peti, naik ke atas peti dengan tolakan kedua tangan saat posisi condong depan, masukkan kepala diantara kedua lengan untuk berguling ke depan, saat kaki akan menyentuh matras tolakan kedua kaki, lalu

lemparkan kedua kaki ke depan untuk mendarat.

Matras senam lantai, peti lompat

3.2

Mempraktikk an rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama dan tanggung jawab

Senam lantai

 Berg

uling ke depan diawali sikap berdiri kaki rapat, dilanjutkan kedua telapak tangan menyentuh matras, kepala ditekuk ke dalam, lalu lakukan berguling ke depan dengan

1. Keberhasilan latihan senam lat dengan latihan teknik berguling ke depan dan diatas peti lompat, tergantung koordinasi, keterampilan dan kecakapan(anugerah Tuhan) keberanian, ketabahan, ketelitian, disiplin, ketepatan bertindak( Sifat-sifat yang di anjurkan agama) 2. Dalam pelaksanaan dapat

terjadi hal-hal diluar dugaan dan tidak diharapkan seperti kecelakaan, patah tulang, keseleo, jatuh (berkaitan dengan keterbatasan

 Setelah melakukan pemanasan dan peregangan, siswa

melakukan latihan berguling ke depan dan belakang secara bergantian di atas matras. Di antara siswa ada yang membantu mendorong punggung teman sebagai latihan awal agar gerakan lebih ringan dilakukan.

 Setelah berlatih berguling dilanjutkan guling

 Secara berpasangan siswa berlatih berdiri dengan kepala dan berdiri dengan kedua tangan, satu siswa melakukan gerakan temannya membantu.

 Melakukan gerakan guling lenting

 Melakukan gerakan kayang  Melakukan

sikap lilin

 Melakukan gerakan guling lenting (neckspring)  Melakukan

sikap berdiri dengan kepala

 Melakukan sikap berdiri dengan

Tes

perbuatan Buku paket Pendidikan Penjaskes, Agus Mukholid, untuk kelas X, Surakarta, Yudhistira, 2004

(14)

tumpuan pada tengkuk kedua kaki rapat dan di akhiri dengan kembali berdiri tegak.

manusia)untuk

menghindari hal tersebut, latihan harus dilakukan berhati-hati dan penuh perhitungan ( hal-hal yang di anjurkan oleh agama)

kedua telapak tangan

Standar Kompetensi: 4. Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Keterkaitan dengan IMTQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 4.1

Mempraktikk an

keterampilan gerak dasar langkah dan

Gerak Ritmik

 Rangk

aian gerak dasar langkah

1.Keberhasilan sasaran senam ritmik seperti pembentukan tubuh ,

kelenturan,kesegaran Penjaskes bergantung pada kesungguhan latihan, kesabaran, ketekunan,

 Secara klasikal berlatih gerak dasar langkah di tempat, melangkah kanan ke kiri, maju mundur, melangkah silang depan pada senam irama dengan mengikuti contoh yang diberikan.

 Melakukan gerak dasar langkah pada aktivitas ritmik tanpa alat  Melakukan

Tes perbuatan

(15)

lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat serta nilai

kedisiplinan, konsentrasi dan keluwesan

 Rangk

aian gerak dasar melompat

percaya diri, semangat maupun tanggung jawab ...

2.Dapat saja terjadi pada pada pelaksanaan menjadi malas hilang semangat, tidak bergairah, pesimis, bosan,jengkel lebih dominan ( Sifat-sifat yang tidak dikendaki agama islam)

 Secara berkelompok siswa memodifikasi hasil latihan gerak dasar lompat untuk

menghasilkan rangkaian langkah senam irama

 Secara klasikal berlatih gerak dasar melompat pada senam irama dengan mengikuti contoh yang diberikan.

 Secara berkelompok siswa memodifikasi hasil latihan gerak dasar lompat untuk

menghasilkan rangkaian langkah senam irama

gerak dasar lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat  Melakukan

rangkaian gerak dasar langkah dan lompat pada aktivitas ritmik tanpa alat

Jakarta, 2000

4.2

Mempraktikk an

keterampilan dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang benar serta nilai disiplin, toleransi dan estetika

Gerak Ritmik

 Rangk

aian gerak dasar ayunan lengan pada senam ritmik menggunaka n pita atau tali

 Secara klasikal berlatih gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik dengan

menggunakan tali atau pita, diawali dengan cara memegang tali, ayunan dimulai dari bahu kemudian ke pergelangan, kedua kaki lurus melompat ke atas, gerakan harus ringan, tanpa suara saat mendarat (mengeper). Lompatan jangan terlalu tinggi agar tidak mudah terganggu oleh tali atau pita.

 Secara berkelompok siswa memodifikasi hasil latihan gerak dasar ayunan lengan untuk menghasilkan rangkaian langkah senam irama

 Melakukan gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat

 Melakukan rangkaian gerak dasar ayunan lengan pada aktivitas ritmik tanpa alat

Tes

(16)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Keterkaitan dengan IMTQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ Me

Renang gaya bebas

 Tekni

k bernafas

 Tekni

k dasar meluncur

 Tekni

k dasar gerakan kaki

Keberhasilan melakukan latihan renang gaya bebas bergantung kepada ketekunan, kesabaran, kecakapan keterampilan dan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang berlaku ( ini unsur-unsur ajaran islam

 Mengapung sambil berpegangan di pinggir kolam melakukan latihan bernafas secara perorangan.

 Secara klasikal masuk ke kolam berlatih teknik pernafasan dalam renang.  Melakukan gerakan

meluncur dengan menumpukan kaki ke pinggir kolam renang.  Melakukan gerakan

meluncur dengan menggerak ke dua tungkai.

 Melakukan gerakan tungkai secara bergantian renang gaya bebas sambil berpegangan dipinggir kolam.

 Melakukan teknik bernapas renang gaya bebas  Melakukan

teknik meluncur  Melakukan

teknik gerakan tungkai renang gaya bebas

Tes perbuatan Tentatif Buku paket Pendidikan Penjaskes untuk kelas X Stop watch, pluit, pelampung, kaca matar renang

Renang gaya bebas  Teknik

dasar gerakan lengan  Gerakan

kombinasi tangan dan kedua kaki.  Gerakan kombinasi lengan kaki dan bernafas

Berenang dengan aurat terbuka dilarang agama

 Menarik dan mengeluarkan napas samping kiri/kanan sambil berpegangan di kolam renang.  Melakukan latihan pernafasan

secara berpasangan. Satu orang memegangi kedua tangan temannya yang sedang dalam posisi telungkup, kedua kakinya melakukan gerakan renang gaya bebas, sesekali mengambil nafas ketika posisi kepala diputar ke samping dan mengeluarkan udara di atas air dan di dalam air.

 Melakukan renang gaya bebas

(17)

ggu ng jaw ab, dan kerj a ker as 5.2

Mempraktik kan keterampila n teknik dasar loncat indah dari samping kolam dengan teknik serta nilai disiplin, keberanian, tanggung jawab, dan kerja keras

Loncah Indah

 Tekni

k dasar loncat indah

 Secara bergantian berlatih loncat dari pinggir kolam dengan posisi jongkok,

dilanjutkan loncat ke dalam air  Untuk tahap berikutnya

secara bergantian berlatih loncat dari pinggir kolam dari posisi berdiri dengan badan agak dibungkukkan, dilanjutkan loncat ke dalam kolam dengan kepala terlebih dahulu.

 Melakukan teknik dasar loncat indah dari posisi jongkok dipinggir kolam  Melakukan

teknik dasar loncat indah dari posisi berdiri dipinggir kolam

Tes perbuatan Tentatif Buku sumber Belajar Renang (you can swim), David Haller, Bandung, Pionir Jaya, 1982

(18)

Kompetensi Dasar

Materi

Pembelajaran Keterkaitan dengan IMTQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian

Alokasi dasar-dasar kegiatan menjelajah pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, melaksanaka n keputusan kelompok

Penjelajahan pantai

 Keter

ampilan dasar penjelajahan pantai.

 Prinsi

p-prinsip penjelajahan pantai : menarik dan menantang, aman, sehat

 Siswa dibagi dalam beberapa kelompok yang setiap kelompok 4 – 5 orang, sepekan sebelumnya mereka diberikan tugas untuk melakukan pengamatan terhadap pantai yang akan dijelajah.

 Mengidentifikasikan kebutuhan peralatan selama melakukan penjelajahan pantai, dilanjutkan latihan packing perlengkapan.  Dengan dipandu guru

pembimbing atau volunter siswa melakukan penjelajahan pantai selama dua hari dengan menerapkan prinsip-prinsip yang benar.

 Memilih

lokasi yang aman dan nyaman

 Menggun

akan

peralatan/perleng kapan yang sesuai dengan kebutuhan

 Menelusu

ri pantai

 Menerapk

an prinsip dasar menjelajah di pantai

Tes perbuatan Tentatif Buku Sumber: Pendidikan Penjaskes, Kelas 1 MAN PAMEKAS AN, Agus Mukholid, Bandung, Yudhistira, 2004 Stop watch, pluit, ransel, tenda, bambu, perlengkapa n makan dan masak 6.2 n kegiatan penjelajahan di pantai serta nilai tanggung jawab, kerjasama,

 Keter

ampilan dasar penyelamata n pada jelajah pantai:

 Prose

dur:

menyelamatk an korban, meringankan penderitaan korban,

 Setelah dibagi dalam beberapa kelompok, siswa berlatih penyelamatan di pantai dengan pembagian tugas ada yang menjadi SRU , dan ada yang korban dengan langkah – langkah

penyelamatan kecelakaan di pantai terdiri dari .

o Briefing pencarian. o Pemberangkatan SRU

(Search and rescue unit) menuju area pencarian. o Pelaksanaan pencarian.

 Melakuka

n langkah -langkah awal penyelamatan

 Mematuhi

prinsip dan peraturan penyelamatan

 Menerapk

an pengetahuan tentang penyelamatan kecelakaan di pantai

(19)

toleransi, tolong menolong, keputusan dalam kelompok

mempertahan kan daya tahan korban.

 Prinsi

p-prinsip: bersikap tenang, perhatikan pernafasan korban, hentikan tanda-tanda shock, jangan meminddahk an korban dengan terburu-buru

o Saat menemukan sasaran. o Saat pergantian SRU. o Penarikan SRU ke

pangkalan o Briefing SRU.

 Mempera

gakan keterampilan penyelamatan kecelakaan di pantai

(20)

Kompetensi Dasar

Materi

Pembelajaran Keterkaitan dengan IMTQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber/ Bahan/Alat 7.1

Menganalis is bahaya penyalahgu naan Narkoba

Narkoba

 Bahay

a

penyalahguna an Narkoba.

Jenis-jenis narkotika

Menggunakan obat-obatan terlarang akan merugikan diri sendiri dapat merusak fisik dan mental ( dilarang oleh agama)

 Secara kelompok siswa mencari informasi tentang bahaya

penyalahgunaan Narkoba melalui majalah, koran, televisi, internet

 Membuat laporan hasil kerja mereka yang terdiri klasifikasi jenis Narkoba, misalnya ganja, morphin, opium, kokain. Jenis-jenis obat terlarang; obat perangsang syaraf; LSD, mekalin, peyete, obat depresan (penekan syaraf) madarax, rohipnol, BK, antivan, valium mudah terpengaruh dan bahaya yang diakibatkan dari penyalahgunaan Narkoba

 Mengklasi fikasikan jenis-jenis Narkoba yang sering disalahgunakan

 Mengident

ifikasikan perilaku yang mudah terpengaruh untuk melakukan tindakan penyalahgunaan Narkoba

Laporan

kegiatan 4 X 45’ VCD presentasi Narkoba dari BNN

Dampak penyalahguna an Narkoba

Memahami,menghayati dan menghindari pola hidup yang salah dan menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri seperti penggunaan obat-obatan terlarang adalah perbuatan yang baik ( dianjurkan oleh agama)

 Mempresentasikan hasil kerja kelompok  Menyimak

klarifikasi informasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba,misalnya

ketagihan, berteriak-teriak, merintih, kerusakan pada organ tubuh, jiwa tertekan, sakit jiwa, kebingungan, dan pada akhirnya kematian.

 Mengident

ifikasikan bahaya-bahaya dari

(21)

7.2Memahami berbagai peraturan perundangan tentang Narkoba

NARKOBA Perundangan Narkoba Penyalahgunaan NARKOBA bertentangan dengan UU RI No. 9 Tahun 1976 tentang pemanfaatan Narkoba untuk pengobatan dan ilmu

pengetahuan namun sebaliknya jika disalahgunakan akan

mengakibatkan ketagihan dan sangsi hukum yang tegas.

Setiap perbuatan akan mendapatkan hasil dan perlu dipertanggung jawabkan baik pada masyarakat /pemerintah maupun kepada Allah dikemudian kelak

 Secara kelompok siswa mencari informasi tentang perundangan Narkoba melalui majalah, koran, televisi, internet  Membuat laporan hasil

kerja mereka tentang perundangan Narkoba

 Mengkategorisasi kan peraturan perundangan tentang Narkoba

Laporan

kegiatan VCD presentasi

(22)

Nama Sekolah : MA. Al-Azhar

Mata Pelajaan : Pendidikan Penjaskes, Olahraga dan Kesehatan Kelas/Semester : X/2

Standar Kompetensi: 8. Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar

Materi

Pembelajaran Keterkaitan dengan IMTAQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian

Alokasi salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar dengan menggunak an

peraturan yang dimodifikas i serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai , semangat, percaya diri **)

 Permainan sepak bola dengan teknik menyundul.  Bermain sepak bola dengan pola penyerangan sederhana berdasarkan prinsip gerakan yang tersusun, operan langsung, dan mencari ruang kosong.

Keberhasilan latihan menyndul bola dan latihan bermain denga pola pertahanan dan pola penyerangan, bergantung pada keterampilan dan kecekatan ( anugerah tuhan ),

keuletan,ketelitian, kesabaran, kerja sama, ketepatan mengoper, percaya diri dan percaya teman tenggang rasa dan tanggung jawab ( sifat-sifat yang dianjurkan oleh agama) Dalam pelaksanaannya bisa terjadi emosinal, salah faham, marah, tidak disiplin tidak percaya teman, berkelahi ( hal-hal seperti ini dilarang oleh agama )

 Setelah pemanasan siswa bagi dalam kelompok, salah satu anggota kelompok tugasnya melambungkan bola, anggota lainnya melakukan gerakan menyundul (cara menyundul badan diayunkan ke belakang, tumit agak diangkat, leher ditegangkan sambil digerakkan ke depan, perkenaannya di dahi) setelah itu berlari kebelakang kelompoknya.

 Bermain sepak bola dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi berdasarkan nilai kerja sama, kejujuran dan semangat.

 Melakukan teknik meyundul

 Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi yang dilandasi nilai kerjasama, kejujuran, semangat dan percaya diri

(23)

Permainan bola voli  Gerakan

teknik Smash

Keberhasilan latihan voli dengan latihandasar teknik Smash bergantung kepada pada koordinsi keterampilan dan kecakapan melakukandan memerlukan kessabaran, keuletan, ketelitian, disiplin dan kecepatan bergerak serta kepercayaan diri ( sifat-sifat yang di anjurkan agama ) Dalam pelaksanaannya kita

sering menjumpai kecelakaan yang kita tidk anginkan seperti keseleo, patah, hal ini karena (keterbatasan manusia)

 Setelah melakukan pemanasan, secara klasikal melakukan latihan gerakan Smash tanpa bola

 Secara bergantian berlatih melakukan Smash dengan bola diumpan semi. Caranya dengan awalan 3- 5 langkah lari/jalan dengan irama yang teratur pada langkah ketiga ayunkan kedua lengan dengan siku lurus, dua langkah terakhir lebih lebar dan langkah terakhir merapatkan kaki belakang disamping kaki depan. Tolakan; jarak tolakan dengan bola sejangkauan tangan. Memukul bola ayunkan tangan pukul belakang bola, bungkukkan togok, tangan terbuka, suki lurus

 Bermain bola voli dengan peraturan yang dimodifikasi berdasarkan nilai kerja sama, kejujuran, semangat dan percaya diri

 Melakukan teknik Smash dan block  Bermain

bola voli dengan peraturan yang dimodifikasi yang dilandasi nilai kerjasama, kejujuran, semangat dan percaya diri

Tes perbuatan Buku sumber Pendidikan Penjaskes dan kesehatan untuk SMA, Erlangga, Jakarta, 1997 Lapangan Bola Voli, pluit, bola, net, kapur, stop watch.

Permainan bola basket :

Teknik lay up shot

Keberhasilan latihan lay up shot tergantung kemauan ,

keterampilan dan kecakapan, kerajinan, kesabaran, teliti taat peraturan. ( dianjurkan olaeh agama

 Secara klasikal berlatih langkah kaki lay up kanan dari sikap diam, jalan dan berlari  Secara bergantian dalam

kelompoknya siswa berlatih langkah lay up kanan dengan menggunakan bola mulai dari dribble di tempat dilanjutkan dengan dribble berjalan, caranya adalah melangkah

 Melak

bola basket dengan peraturan yang

(24)

melayang untuk mendekati basket. Ada dua macam lay up shot yaitu: lay up kanan dan kiri. Mekanisme geraknya pemain bergerak menangkap bola dalam keadaan melayang, selanjutnya langkahkan kaki ke depan, langkah pertama lebar kedua pendek, lompat setinggi mungkin, letakkan atau lempar bola mendekati basket, pandangan selalu ke depan  Secara bergantian siswa

berlatih langkah lay up kanan tanpa awalan ke arah ring  Secara bergantian siswa

berlatih langkah lay up kanan, diawali drible di tempat dilanjutkan lay up ke arah ring  Secara bergantian siswa

berlatih drible sambil berlari dilanjutkan lay up kanan ke arah ring

 Bermain bola basket 5 on 5 dengan peraturan yang dimodifikasi

dimodifikasi yang dilandasi nilai kerjasama, kejujuran, semangat dan percaya diri

basket, bola, corong

 Teknik free throw

 Dapat terjadi rasa malas, bosan, tidak disiplin, emosi awal, tidak percaya pada teman (yang dilaang oleh agama)

 Secara perorangan berlatih menembak di daerah free throw adalah keterampilan tertutup karena menuntut kematangan respon yang disebabkan stimulus tetap. Diawali sikap kaki sejajar lutut agak ditekuk, bola dipegang di depan atas kanan/kiri kepala tangan kiri untuk

penyeimbang, lepaskan bola

 Melak

ukan teknik menembak (shooting) bebas (free throw)

(25)

dengan dibantu lecutan pergelangan hingga telapak tangan menghadap kebawah, siku lurus, jalannya bola parabola menuju ring

 Bermain bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi, setelah bermain dselingi dengan latihan free throw sehingga

8.2.

Mempraktikan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan menggunakan dengan menggunakan peraturan dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai dan percaya diri **)

Bermain Softball/ Baseball  Teknik

memukul bola

Bisa saja terjadi keributan bahkan pengrusakan karena karena permainan tidak puas atau wasit tidak becus ( hal harus dihindari)

 Secara bersama-sama melakukan latihan memukul bola bayangan dengan menggunakan pemukul yang dimodifikasi, caranya yaitu memukul bola dengan ayunan penuh dan tanpa ayunan (bunting). Ada dua zone pukulan yaitu zone strike (antara lutut dan bahu pemukul) harus dipukul, zone ball (diluar zone strike) tidak perlu dipukul.

 Secara bergantian berlatih memukul dengan bantun penyangga bola yang dimodifikasi.

 Siswa dibagi beberapa kelompok, salah satu anggota kelompok bertugas melempar bola, dan yang lain memukul, pemukul lari berlari untuk ambil bola, kemudian berbaris dibelakang kelompoknya.

 Mem

ukul bola dengan teknik yang benar

(26)

 Cara mematikan lawan.  Taktik

pertahanan soft ball

 Dapat terjadi rasa malas, bosan, tidak disiplin, emosi awal, tidak percaya pada teman (yang dilaang oleh agama)

 Secara berkelompok siswa melakukan latihan beberapa taktik mematikan lawan melalui pitcher, caranya ada tiga yaitu melalui pitcher (pelempar bola), penjaga base pertama dan short stop (pemain lapangan tengah, kiri dan kanan)

 Berlatih menerapkan dasar dan taktik pertandingan terutama pertahanan dalam permainan soft ball. Caranya penjaga selalu ingat out, strike, dan ball, mengetahui tipe permainan lawan serta selalu siap dalam posisi yang tepat penuh konsentrasi.

 Bermain softball/baseball dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi

 Mela

kukan beberapa taktik mematikan lawan

 Mene

rapkan dasar-dasar taktik dan strategi pertandingan

 Mene

rapkan nilai kompetisi, pantang menyerah dan fair play dalam permainan

Tes perbuatan Buku sumber Pendidikan Penjaskes untuk kelas X, SMA, Agus Mukholid, Surakarta, Yudhistira, 2004 Petunjuk permainan Soft ball, Dinas Olahraga DKI Jakarta, 1996 Stop watch, pluit, pemukul, bola, penyangga bola, lapangan soft ball/base ball

8.3.

Memprakti kan keterampila n atletik dengan menggunak an

Ateltik

 Nomor lari jarak menengah 800 meter dan 1500 meter

 Setelah pemanasan secara berkelompok berlatih lari jarak menengah dengan interval training 5-8 kali untuk jarak 100M

 Secara bergantian siswa berlatih lari jarak menengah dengan fartlek training (lari perlahan diselingi sprint, lari

 Melak

ukan teknik dalam nomor lari jarak menengah

(27)

peraturan yang dimodifikas i serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai , semangat dan percaya diri **)

naik turun tangga) nomor lari,

Dinas Olahraga DKI Jakarta, 1996

Stop watch, pluit

 Lompat jauh gaya menggantun g (Hang Style)

 Kebrhasilan latihan teknik awalan, tolakan, sikap menggantung, dan sikap mendarat bergantung pada disiplin, taat latihan ketabahan, ketelitian, kesabaran ,

pengendalian diri, kepatuhan pada peraturan dan

keterampilan (ini adalah sift-sifat yang dituntun oleh agama)

 Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian secara bergantian melakukan gerakan lari A,B dan C yaitu lari pembentukan yang terdiri dari: Lari mengangkat paha setinggi panggul, dari lari di tempat dilanjutkan bergerak ke depan kemudian gerakan lari dengan menyentuhkan tumit ke pantat dari di tempat dilanjutkan bergerak ke depan dan gerakan menendang posisi lutut lurus, dari ditempat dilanjutkan bergerak ke depan.  Secara bergantian siswa

melakukan latihan tolakan tanpa awalan, 1, 3, 5, 7, 9 dan 11 langkah awalan.

Secara bergantian siswa berlatih sikap badan diudara dengan melompat dibantu papan tolak agak tinggi permukaan, caranya: sikap badan atas pasif dan melenting kebelakang, kedua lengan diayunkan dari belakang ke depan bersamaan dengan ayunan kaki ke depan

 Melak

ukan teknik nomor lompat jauh gaya menggantun g (Hang Style)

(28)

persiapan mendarat. Kaki ayun diangkat bersamaan dengan diturunkan panggul dibawah ke depan.

8.4

Memprakti kkan keterampila n gerak olahraga bela diri serta nilai kejujuran, toleransi, kerja keras dan percaya diri**)

Bela diri pencak silat

 Gerakan pukulan ada tiga unsur; tangan/ lengan untuk memukul, kuda-kuda, dan sikap tubuh.semua unsur ini adalah karunia Allah semata (anugerah Tuhan)

 Setelah melakukan pemanasan siswa melakukan latihan berbagai macam elakan atau tangkisan secara

perorangan baik bayangan  Berlatih secara berpasangan

melakukan pukulan dan elakan/tangkisan

 Melak

ukan berbagai teknik elakan/tangki san dalam bela diri

 Mener

apkan peraturan yang berlaku

(29)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Keterkaitan dengan IMTAQ Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 9.1Mempraktikkan

berbagai bentuk kebugaran Penjaskes sesuai dengan kebutuhan serta nilai kejujuran, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri

Latihan Kebugaran  Latihan daya

tahan kerja jantung

 Secara klasikal siswa berlatih lari dengan jarak menengah atau lari 10 menit

 Secara berkelompok siswa berlatih lari mengggunakan metode interval training dengan jarak diatas 2400 meter

 Secara berpasangan siswa berlatih skiping dengan waktu antara 5 – 10 menit

 Melak

ukan latihan untuk meningkatk an daya tahan kerja jantung

Tes perbuatan Tes cooper atau tes balke, atau Blep Test

(30)

9.2

Mempraktikkan tes kebugaran dan interpretasi hasil tes dalam menentukan derajat kebugaran serta nilai kejujuran, semangat, tanggungjawab, disiplin, dan percaya diri

 Klasifikasi hasil tes daya tahan kerja jantung berdasarkan tes cooper lari 12 menit

Hasil KM 12Menit

TK PA Hasil KM 12Menit

TK PI

 Secara berkelompok melakukan tes cooper / lari 12 menit yang dilakukan bergantian

 Membuat laporan kelompok tentang hasil tes kerja jantung berdasarkan tabel yang berlaku.

 Mengklasifi kasikan hasil tes kebugaran untuk menentuka n derajat kebugaran  Membuat

laporan hasil tes kebugaran Penjaskes

Tes perbuatan Tes cooper atau tes balke, atau Blep Test

Stop watch, pluit, skiping

Standar Kompetensi: 10. Mempraktikkan keterampilan rangkaian senam lantai dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar

Materi

Pembelajaran Keterkaitan dengan IMTAG Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian

Alokasi n rangkaian

Senam Lantai  Rangkaian

senam lantai dengan alat :

Keberhasilan latihan senam lantai dengan alat tergantung pada keberanian, ketelitian, ketekunan, kesabaran dan ketabahan (hal-hal yang dituntun oleh

 Melakukan peregangan secara klasikal

 Secara bergantian siswa berlatih tolakan kaki dilanjutkan tumpuan tangan, caranya: angkat

 Melakukan keterampilan lompat kangkang diatas peti lompat

(31)

senam lantai dengan menggunak an alat serta nilai percaya diri, kerjasama, tanggungja wab dan menghargai teman

lompat

kangkang agama)

Kecakapan dan

keterampilan melakukan teknik gerak kangkang adalah ini anugerah Allah

panggul tinggi-tinggi, pada saat tangan menyentuh peti lompat panggul ditekuku kaki dibuka lebar, tolakan tangan angkat dada dan tangan keatas, setelah kaki melewati peti luruskan badan rapatkan kaki sebelum mendarat.  Secara bergantian siswa

berlatih melewati peti lompat dilanjutkan gerakan mendarat dengan kedua kaki rapat.

 Secara bergantian melakukan lompat kangkang di atas peti lompat dari awalan sampai dengan mendarat.

Erlangga, Bandung, 1996 Stop watch, pluit,

matras, peti lompat

 Rangkaian senam lantai tanpa alat: back extention

 Dalam latihan bissa saja terjadi hal-hal yang di luar dugaan/ tidak diharapkan (hal ini merupak

keterbatasan manusia)  Ceroboh ragu-ragu , tidak

disiplin ( sifat yang harus dihindari oleh manusia)

 Melakukan peregangan secara klasikal

 Berlatih lompat harimau dengan rintangan rendah

 Berlatih lompat harimau dengan rintangan peti lompat dilanjutkan gerakan berguling kedepan

 Melakukan gerakan back extention, caranya: jongkok sikut

dibengkokkan, kedua telapak tangan menghadap keatas, gulingkan badan ke belakang hingga

 Memperagakan senam lantai tanpa alat berguling ke belakang (back extention) atau stut

Tes perbuatan Buku sumber Pendidikan Penjaskesdan Kesehatan untuk SMU kelas 1, Muhajir, Erlangga, Bandung, 1996 Stop watch, pluit,

(32)

telapak tangan ke matras, dorong kaki keatas dengan meluruskan tungkai rapat, sehingga membuat sikap handstand

Standar Kompetensi: 11. Mempraktikkan aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi yang baik dan nilai nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 11.1 Mempraktikkan

kombinasi keterampilan langkah kaki dan ayunan lengan pada aktivitas ritmik berirama tanpa alat serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan dan estetika

Aktivitas ritmik  Rangkaian gerakan

ayunan lengan

 Sebelum melakukan kegiatan siswa berdo’a dan dilanjutkan setiap memulai kegiatan membaca ”Basmalah”  Setelah melakukan pemanasan

siswa secara klasikal melakukan latihan gerakan tangan dilanjutkan koordinasi kaki senam alat yang tanpa menggunakan alat.

 Melakukan rangkaian ayunan lengan dengan kombinasi gerak lompat dan anggota tubuh lainnya, caranya: ayunan lengan kanan dan kiri ke arah dagu secara

bergantian, kedua lengan lurus di depan paha setengah kepal kemudian putar ke arah dalam, langkah kaki jalan di temapt, maju mundur, samping kanan dan kiri, silang kanan dan kiri, lompat kanan kiri bergantian, dengan dua kaki.

 Melakukan rangkaian ayunan lengan dengan kombinasi gerak langkah kaki dan anggota tubuh lainnya  Melakukan rangkaian ayunan lengan dengan kombinasi gerak lompat dan anggota tubuh lainnya.  Mematuhi prosedur

dan prinsip-prinsip dalam senam irama

Tes perbuatan 6 X 45’ Buku sumber Petunjuk pelaksanaan Senam Kesegaran Penjaskes 2000, Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, 2000

(33)

 Dalm pelaksanaan latihan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hal tersebut merupakan keterbatasan kemampuan manusia, sehingga memerlukan kesabaran dan keuletan  Koordinasi gerak

senam irama antara ayunan lengan dengan langkah kaki, ayunan lengan dengan lompat, langkah dengan lompat.

 Setelah melakukan pemanasan siswa secara klasikal

melakukan latihan gerakan tangan dilanjutkan koordinasi kaki senam alat yang

menggunakan pita

 Melakukan rangkaian senam irama tanpa dengan koordinasi antara ayunan lengan, langkah kaki dan lompat

(34)

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 12.1 Mempraktikkan

kombinasi teknik renang gaya dada, gaya bebas dan salah satu gaya lain serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab

Renang gaya dada  Teknik meluncur  Koordinasi gerak

tangan dan kaki

Sebelum melakukan kegiatan siswa berdo’a dan dilanjutkan setiap memulai kegiatan membaca ”Basmalah

Setelah melakukan pemanasan siswa dibagi dalam beberapa Kelompok, untuk melakukan gerakan meluncur secara bergantian.

 Berenang lurus

gaya dada jarak 25 meter.

 Melakukan teknik meluncur renang gaya dada

 Melakukan gerakan kaki, renang gaya dada dan

dikombinasikan dengan kedua lengan lurus kedepan

Tes perbuatan Tentatif Buku sumber Pendidikan Penjaskes dan Kesehatan untuk SMU kelas 2, Muhajir, Erlangga, Bandung, 1997 Stop watch, pluit, kolam renang, pelampung, kaca mata renang

 Teknik

pernapasan renang gaya dada

 Melakukan latihan pernafasan secara berpasangan. Satu orang memegangi kedua tangan temannya yang sedang dalam posisi telungkup, kedua kakinya melakukan gerakan renang gaya dada, sesekali mengambil nafas diatas permukaan air dan mengeluarkan udara di dalam air.

 Setelah melakukan kegiatan hendaknya siswas ditanamkan mengucap ”Alhamdulillah’  Ditanamkan rasa optimis dan

percaya diri sesuai ayat alqur’an memberikan petunjuk jika berusaha pasti berhasil

 Melakukan gerakan kedua lengan renang gaya dada kombinasi gerakan kaki renang gaya bebas

 Melakukan renang gaya dada kombinasi lengan, kaki dan pernafasan

(35)

12.2 Mempraktikkan keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air dengan sistim Resusitasi Jantung dan Paru (RJP) serta nilai disiplin, kerja keras keberanian dan tanggung jawab

 Penyelamatan kecelakaan di air.

 Setelah melakukan pemanasan dengan berenang gaya dada sejauh 400 meter, dilanjutkan berlatih

membawa korban dengan satu tangan sejauh 10 meter. Cara memegang korban dapat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan, berusaha dari belakang korban dan yang paling penting harus

menghindar dari cengkeraman korban yang panik dan meronta-ronta karena ketakutan.

 Berlatih secara kelompok tentang teknik pertolongan pada kecelakaan di air dengan sistem RJP.

 Setelah melakukan kegiatan hendaknya siswas ditanamkan mengucap ”Alhamdulillah’  Ditanamkan rasa optimis dan

percaya diri sesuai ayat alqur’an memberkan petunjuk jika berusaha pasti berhasil

 Melakukan penyelamatan kecelakaan di air  Melakukan teknik

P3K di air dengan sistem RJP sesuai prosedur yang benar.

(36)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 13.1 Mempraktikkan

keterampilan dasar-dasar kegiatan menjelajah gunung serta nilai tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong-menolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok

Pendakian gunung

Sebelum melakukan kegiatan siswa berdo’a dan dilanjutkan setiap memulai kegiatan membaca ”Basmalah

 Sebulan sebelum pendakian secara kelompok sudah diberikan tugas untuk memilih lokasi yang aman untuk pendakian gunung: dengan

memahami perjalanan dengan pertanyaan 5W + 1H, (who= dengan siapa kita pergi, what= tujuannya apa, why= alasan untuk pergi, when= kapan pergi, where= dimana lokasinya, how= bagaimana perlengkapan) kedua : perlengkapan (pribadi, kelompok, teknis) dan packing,  Mengiventarisasi kebutuhan perlengkapan yang

dibutuhkan dalam pendakian gunung

 Berlatih fisik terutama otot tungkai dan bahu untuk persiapan pendakian

 Melakukan simulasi pendakian gunung dengan berlatih naik turun tangga tanpa beban atau dengan beban

 Ditanamkan rasa optimis dan percaya diri sesuai ayat alqur’an memberkan petunjuk jika berusaha pasti berhasil

 Setelah melakukan kegiatan hendaknya siswas ditanamkan mengucap ”Alhamdulillah’

 Memilih lokasi yang aman dan nyaman  Menggunakan

peralatan / perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan  Beberapa latihan

fisik untuk mendukung pendakian

Laporan

perjalanan Tentatif Panduan pendakian gunung, peta gunung, ransel, perlengkapan makan dan minum, logistik, tali, matras, sleeping bag,

13.2Mempraktikkan keterampilan dasar

penyelamatan penjelajahan di pegunungan serta nilai

Penyelamatan kecelakaan di gunung

 Keterampilan penyelamatan kecelakaan di gunung

Sebelum melakukan kegiatan siswa berdo’a dan dilanjutkan setiap memulai kegiatan membaca ”Basmalah

 Secara berkelompok mencari informasi tentang kecelakaan yang sering terjadi melalui media cetak, internet atau media elektronik

 Membuat laporan hasil pencarian informasi.

 Melakukan langkah-langkah awal

penyelamatan  Mematuhi prinsip

dan peraturan penyelamatan

Laporan

(37)

tanggung jawab, kerjasama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan kelompok

 Prinsip-prinsip penyelamatan kecelakaan di gunung

 Berlatih teknik identifikasi korban, dilanjutkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk evakuasi korban.

 Berlatih tindakan evakuasi korban dengan menggunakan peralatan dan bersikap tenang, perhatikan pernafasan korban, hentikan

pendarahan, perhatikan tanda-tanda shock, jangan memindahkan korban dengan terburu-buru.  Menyebutkan prosedur: menyelamatkan korban,

meringankan penderitaan korban, mempertahankan daya tahan korban.

 Ditanamkan pada siswa bahwa hanya Allah maha pemberi pertolongan (QS. Al Fatihah 1: 5)  Ditanamkan rasa optimis dan percaya diri sesuai

ayat alqur’an memberkan petunjuk jika berusaha pasti berhasil

 Setelah melakukan kegiatan hendaknya siswas ditanamkan mengucap ”Alhamdulillah’

 Menerapkan pengetahuan tentang penyelamatan kecelakaan di pegunungan  Memperagakan

keterampilan penyelamatan kecelakaan di pegunungan

tali, matras, sleeping bag, kain bidai, bambu/tongkat.

13.3 Mempraktikkan keterampilan penjagaan lingkungan yang sehat

Sanitasi lingkungan sehat yang sederhana

Sebelum melakukan kegiatan siswa berdo’a dan dilanjutkan setiap memulai kegiatan membaca ”Basmalah.

Secara berkala melakukan kerja bakti membersihkan kelas, lingkungan sekolah  Secara berkala mengadakan penanaman

pohon yang dilakukan secara berkelompok  Mengidentifikasi faktor-faktor yang

mempengaruhi kesehatan : penyebab penyakit, manusia sebagai tuan rumah, lingkungan hidup. Ruang lingkungan terdiri dari biologik, fisik, ekonomi dan mental sosial. Untuk program sanitasi lingkungan yang memungkinkan dilakukan siswa adalah sanitasi lingkungan sekolah umumnya dan khususnya ruang kelas yang digunakan untuk belajar setiap hari.

 Sabda Rasulullah yang berbunyi ” Orang yang beriman lagi kuat lebih baik dan lebih dicintai

 Menciptakan model sanitasi / pemeliharaan lingkungan secara sederhana

 Menjelaskan faktor yang dapat menyebabkan timbulnya suatu penyakit sebagai akibat sanitasi lingkungan yang tidak sehat.

Lembar pengamatan

(38)
(39)

Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian AlokasiWaktu Bahan/AlatSumber/ 14.1 Menganalisis

dampak seks bebas

 Dampak seks bebas menimbulkan PHS (penyakit hubungan kelamin)

 Mencari informasi tentang penyakit yang sering ditimbulkan akibat seks bebas melalui media cetak, internet dan media elektronik  Membuat laporan tentang penyakit dari

seks bebas

 Secara berkelompok mendiskusikan perilaku seks bebas dan faktor penyebab terjadinya seks bebas.

 Mendiskusikan akibat perilaku seks bebas, misalnya: Syphilis dengan gejala ruam-ruam dikulit, tumor / pembengkakan hebat, sakit kepala, hilang ingatan, nyeri pada punggung, borok besar sekitar kaki. Gonore atau kencing nanah, gejalanya kencing terasa panas, warna kekuning –kuningan, pengeluaran getah dari lubang kelamin menahun, radang di persendian.

 Mengidentifikasikan penyakit yang sering ditimbulkan akibat perilaku seks bebas

 Mengklasifikasikan perilaku seks bebas  Mengkategorisasikan

faktor-faktor penyebab seks bebas

Tes Tertulis Tentatif Buku sumber Pendidikan Penjaskes dan Kesehatan, untuk SMU Kelas 1, Muhajir, Erlangga, Bandung, 1996 Majalah atau buku yang relevan dengan seks bebas 14.2 Memahami

cara

menghindari seks bebas

 Cara menghindari seks bebas ditinjau dari sudut pandang pribadi, keluarga, dan pemerintah.

 Al Ustadz Khairuddin Al-Wanli ”Apabila engkau melihat hawa nafsumu memuncak dan ingin menyeretmu ke jeratan sahwat. Maka palingkanlah dengan banyak shalawat”

 Secara berkelompok mendiskusikan perilaku yang dapat menghindari dari seks bebas ditinjau sudut pandang pribadi; taat beragama, memilih teman yang tidak mengajak kearah seks bebas, tidak mendekati perbuatan zinah, jauhi nonton film atau membaca majalah porno.  Secara berkelompok mendiskusikan

perilaku yang dapat menghindari dari seks bebas ditinjau sudut pandang keluarga : mengawasi putra-putri dalam bergaul, mengawasi peredaran film dan majalah

 Mengidentifikasikan perilaku yang dapat

menghindari seks bebas dari sudut pandang pribadi

 Mengidentifikasikan perilaku yang dapat

menghindari seks bebas dari sudut pandang keluarga  Mengidentifikasikan

perilaku yang dapat

menghindari seks bebas dari sudut pandang masyarakat.

Lembar

(40)

porno.

 Secara berkelompok mendiskusikan perilaku yang dapat menghindari dari seks bebas ditinjau sudut pandang pemerintah: menetapkan RUU APP, tindak tegas yang mengumbar pornografi, basmi pelacuran, serius dalam membina remaja.

bebas

Pamekasan, 28 Juli 2015

Mengetahui,

Kepala MAN Pamekasan

Guru Mata Pelajaran

H. Abd. Aziz, S.Pd.I

Amirullah

Gambar

Gambar jenis

Referensi

Dokumen terkait

Diameter dari pulley pada poros kompresor tidak lebih besar dari 1 meter. sedangkan jarak antara puli yaitu

Produk pangan instan harus mudah larut dan terdispersi dalam media air. Beberapa kriteria tertentu supaya produk pangan bersifat instan dengan baik. adalah 1) bersifat hidrofilik

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan November 2012 ini ialah serangga pengunjung, dengan judul Serangga Pengunjung Bunga Betina dan Polen

3.2.2 Menunjukkan pola irama lagu bertanda birama tiga pada alat musik ritmis 4.7.1 Membuat lagu anak-anak sederhana dengan kata-kata sendiri yang bermakna 4.7.2 Menyanyikan

Sumber data sekunder diperoleh dari dokumen atau arsip, antara lain berupa dokumen-dokumen dan arsip yang ada kaitannya dengan langkah yang dilakukan berkenaan

Menurut Ghufron (2013:2), frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri dari atas dua kata atau lebih yang tidakmelapaui batas fungsi. Peneliti bahasa register transaksi yang

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN)/CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) KOMITMEN KONTIJENSI/OFF BALANCE SHEET. PT BANK DINAR

13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2010 tentang Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Laporan Bulanan Bank Umum serta Laporan tertentu yang di sampaikan ke Bank Indonesia.