38 BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development. Metode Penelitian dan Pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016: 407). R&D bertujuan untuk menghasilkan produk dalam berbagai aspek pembelajaran dan pendidikan, yang biasanya produk tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Selanjutnya Sugiyono (2016: 30) menyatakan bahwa strategi penelitian dan pengembangan ini banyak digunakan untuk mengembangkan model-model desain atau perencanaan pembelajaran, proses atau pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan model-model program pembelajaran. Pada penelitian ini Peneliti akan mengembangkan media pembelajaran komik.
3.2 Model Pengembangan dan Prosedur Penelitian 3.2.1 Model Pengembangan
Model pengembangan media pembelajaran komik ini dikembangkan dengan menggunakan model Plomp. Model pengembangan yang akan dterapkan adalah mengacu kepada pengembangan Plomp (2010) yang dimodifikasi oleh Havis (2012). Desain penembangan plomp memiliki empat tahap atau fase, yaitu (1) tahap penelitian awal (preliminary research)', (2) tahap prototipe (prototyping stage)’, (3) tahap penilaian (assesment stage) dan (4) tahap refleksi dan dokumentasi secara sistematis (systematic reflection and documentation).
Model Plomp dipilih peneliti karena Model Plomp dipandang lebih luwes dan fleksibel dikarenakan pada setiap langkahnya memuat kegiatan pengembangan yang dapat sisesuaikan dengan karakteristik penelitiannya.
Misalnya dalam langkah investigasi awal (preleminary investigation) dapat
39
memuat penelitian pendahuluan. Penelitian pendahulan ini juga dapat berupa penelitian awal yang hasilnya digunakan untuk pijakan dalam pengembangan selanjutnya. Dengan adanya tahap pendahuluan mempermudah penelitian untuk mencari informasi terkait dengan masalah yang terjadi (Rochmad, 2012). Pada tahap pendahuluan peneliti dapat menganalisis kebutuhan yaitu, menganalisis kurikulum, dan menganalisis materi dan melihat karakteristik peserta didik dan dengan kondisi yang ada maka diharapkan, dengan model ini dapat dikembangkan media komik yang bermanfaat dalam proses pembelajaran di sekolah. Selain itu model Plomp dipilih oleh Peneliti dikarenakan model Plomp merupakan desain yang runut, serta adanya tahap validasi dan uji coba yang menjadikan produk pengembangan menjadi lebih sempurna. Media pembelajaran komik ini dikembangkan untuk materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan yang layak untuk kelas XI SMA/MA.
3.2.2 Prosedur Penelitian
Pada penelitian ini Peneliti mengembangkan media pembelajaran yang menggunakan komik pada materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan untuk Kelas XI SMA/MA. Proses pengembangan media ini menggunakan model Plomp sebagai sebuah desain yang sesuai untuk pengembangan media pembelajaran Biologi kelas XI SMA/MA tersebut, dimana model Plomp ini memiliki empat tahap yaitu (1) tahap penelitian awal (preliminary research)', (2) tahap prototipe (prototyping stage)’, (3) tahap penilaian (assesment stage) dan (4) tahap refleksi dan dokumentasi secara sistematis (systematic reflection and documentation). Dalam penelitian ini Peneliti hanya menggunakan 2 tahap, yaitu (1) tahap penelitian awal (preliminary research)', (2) tahap prototipe (prototyping stage)’ dikarenakan keterbatasan Peneliti dalam hal waktu dan biaya.
Menurut Plomp (2010: 25-26), penjelasan tentang desain penelitian pengembangan adalah:
1. Tahap penelitian awal (Preliminary research), peneliti melakukan analisis
40 mendalam tentang materi dan masalah yang dikaitkan dengan kerangka kerja berdasarkan ulasan literatur.
2. Tahap prototip (Prototyping stage), peneliti mendesain kerangka acuan awal dan menyusun prototip. Kegiatan ini bersifat siklis, dan dibedakan kedalam tiga bentuk yaitu perancangan, evaluasi formatif dan revisi.
Prosedur pengembangan Plomp (2010) diadaptasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Bentuk kegiatan yang dilakukan setelah diadaptasi sesuai dengan kebutuhan penelitian ditampilkan pada tabel berikut:
Tabel 1. Prosedur Pengembangan Plomp (2010) Adaptasi dari Havis (2012) No Tahap
Pengembangan
Kegiatan Bentuk Kegiatan Yang Dilakukan pada penelitian 1 Penelitian
pendahuluan preliminary
Research)
Analisis Kebutuhan
(neeeds And Context Analysis)
Menganalisis karakteristik peserta didik
Menganalisis instruksional Ulasan Literatur
(Review of literature)
Menganalisis teori dan konsep terkait dengan penelitian
2 Tahap prototipe (Prototyping Stage)
Mendesain Prototipe (Desain Prototipe)
Mendesain media pembelajaran Melakukan Evaluasi
(Formative Evaluation)
Melakukan uji validitas terhadap prototipe
Melakukan Revisi (Revision)
Melakukan revisi terhadap prototipe berdasarkan hasil Formative Evaluation Sumber: Modifikasi Peneliti yang Diadaptasi Tjeerd Plomp, 2010 (Havis, 2012: 93)
41
Gambar 10. Diagram Alur Fase Pengembangan Plomp
Sumber: Modifikasi Peneliti yang Diadaptasi dari Khabibah (Rahayu, 2012) Keterangan:
= Kegiatan = Pertanyaan
= Fase Pengembangan = Urutan
= Proses Kegiatan = Siklus Jika diperlukan
= Hasil
Pendahuluan:
Analisis kebutuhan Ulasan literatur
Fase 1 Penelitian awal
Desain Prototipe
Evaluasi Formatif Revisi
Desain instrument meliputi:
Lembar validasi media dan materi Lembar validasi praktisi/guru
Lembar angket respon siswa Lembar wawancara guru dan siswa Desain
awal media
Prototipe 1
validasi
Hasil
Iya Tidak
Tidak Iya
Tidak
Revisi besar Perlu
Prototipe 1,1 ≥
Fase 2 Tahap prototipe Revisi kecil
Prototipe 1,1 ≥
Media Analisis
Uji coba
Prototipe final Pendahuluan:
Analisis kebutuhan Ulasan literatur
Desain instrument meliputi:
Lembar validasi media dan materi Lembar validasi praktisi/guru
Lembar angket respon siswa Lembar wawancara guru dan siswa
42 1. Tahap Penelitian Pendahuluan
Tahap Preliminary Research (penelitian pendahuluan) bertujuan untuk menganalisis masalah utama yang mendasari pentingnya pengembangan media komik. Tahap ini juga bertujuan untuk mempersiapkan kerangka konseptual yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan studi selanjutnya. Tahap ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu (A) analisis kebutuhan dan konteks (needs and context analysis); dan (B) ulasan literatur (review of literature) .
A. Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan penelitian ini didasari atas analisis karakteristik peserta didik dan analisis instruksional. Langkah-langkah yang dilakukan untuk kedua tahap tersebut adalah:
1. Analisis Karakteristik Peserta Didik
Analisis ini dilakukan telaah tentang karakteristik siswa dengan cara mencari informasi melalui wawancara dan mendata dengan angket terbatas terhadap siswa SMA di Pekanbaru. Dalam menganalisis peserta didik, Smaldino, Lowther dan Russell dalam Yaumi (2013: 121) terdapat tiga faktor kunci yang menentukan keberhasilan yang mencakup karakteristik umum (general characteristics), kemampuan awal khusus (specific entry competencies), dan gaya belajar (learning styles). Kemudian Yaumi (2013: 121) memisahkan gaya belajar dengan kecerdasan jamak sehingga menambahkan satu faktor kunci lainnya, yaitu kecerdasan jamak (multiple intelligences).
Karakteristik umum meliputi gambaran tentang umur, jenis kelamin (gender), tingkat, dan faktor-faktor budaya dan sosial-ekonomi. Kemampuan awal khusus merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki atau belum dimiliki peserta didik, seperti pengetahuan prasyarat, kemampuan yang ditargetkan, dan sikap. Adapun gaya belajar merujuk pada ciri-ciri psikologis yang memengaruhi bagaimana pandangan dan respons peserta didik pada berbagai stimulus yang diberikan. Ciri psikologis yang dimaksud adalah kekuatan memberi persepsi, kebiasaan memproses informasi, motivasi, dan berbagai aspek
43
psikologis lainnya (Yaumi, 2013: 121-122). Selanjutnya Yaumi (2013: 133) mengatakan karakteristik peserta didik, selain dilihat dari segi gaya belajar, juga dapat dipahami dari segi talenta, bakat, atau kecerdasan jamak (multiple intelligences). Jika merujuk pada pembagian yang dilakukan oleh Mc Kenzie dalam Yaumi (2013: 134), kecerdasan jamak dapat dikelompokkan ke dalam tiga wilayah atau domain, yakni interaktif, analitik, dan introspektif.
2. Analisis Karakteristik Intruksional
Analisis instruksional diawali dengan melakukan analisis tujuan pembelajaran. Hasil analisis akan memperlihatkan tujuan dan arah pengembangan pada mata pelajaran struktur ddan fungsi organ pada sistem pencernaan.
B. Ulasan Literatur
Ulasan teoritis (review of literature) dilakukan dengan menganalisis teoridan konsep terkait dengan penelitian. Teori dan konsep tersebut dipilih, diulas dan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
2. Tahap Prototipe
Tahap penelitian ini bertujuan menghasilkan prototipe yang valid. Tahap ini dibedakan menjadi tiga langkah kegiatan yaitu: (A) Mendesain prototype; (B) melakukan evaluasi; (C) revisi prototipe.
A. Mendesain Prototipe
Kegiatan pertama pada tahap prototipe adalah mendesain prototipe. Tahap ini dilakukan dengan mendesain Komik pada materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan Bahan Materi
Pengumpulan bahan yang dilakukan berupa pencarian sumber ajar materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan serta mencari gambar-gambar
44 tentang sistem pencernaan.
2. Membuat Rancangan Desain Komik
Desain komik dibuat dengan program Manga Studio 5.0. Rancangan Desain ini terdiri dari tampilan cover, tampilan petunjuk penggunaan, tampilan pengenalan tokoh, tampilan tujuan pembelajaran, tampilan materi (isi komik), dan tampilan rangkuman.
B. Melakukan Evaluasi
Kegiatan kedua pada tahap prototipe adalah melakukan evaluasi formatif.
Pada penelitian ini dilakukan pengujian validitas terhadap prototype media komik.
Pengujian validitas yang dilakukan adalah pengujian validitas konstruksi yaitu dengan menggunakan pendapat para ahli. Validator pada penelitian ini terdiri dari ahli media, ahli materi, dan guru Biologi kelas XI IPA SMA. Media pembelajaran yang telah divalidasi oleh validator dan guru akan mendapat kritik dan saran dari validator, selain itu juga untuk mendapatkan pernyataan tentang kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan. Berikut daftar nama validator yang menjadi memvalidasi media komik yang dikembangkan:
Tabel 2. Daftar Nama Validator
No. Nama Validator Bidang Ahli Keterangan
1. HS Ahli media Dosen Fikom UIR
2. DJ Ahli materi Dosen Kedokeran UNRI
3. ER Guru Biologi SMAN 10 PEKANBARU
4. JE Guru Biologi SMAN 9 PEKANBARU
5. NG Guru Biologi SMAN 7 PEKANBARU
Sumber: Data oleh Peneliti
C. Revisi Prototipe
Kegiatan ketiga adalah melakukan revisi. Hasil validasi dianalisis dan digunakan sebagai landasan untuk merevisi prototipe awal. Setelah prototipe hasil revisi dinilai telah valid oleh para ahli, kemudian prototipe tersebut diuji cobakan
45
pada siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sebagai bahan revisi prototipe media pembelajaran. Apabila tingkat keterlaksanaan dan respon siswa terhadap media dinilai sudah baik, maka prototipe media komik sudah layak digunakan.
3.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan dalam mengumpulkan data sebagai suatu bagian penting dalam dalam penelitian (Mahmud dalam Supriyanta, 2015). Adapun instrument pengumpulan data penelitian meliputi:
3.3.1 Lembar Validasi
Lembar validasi dalam penelitian ini adalah lembaran yang digunakan untuk memvalidasi produk yang dikembangkan. Tujuan pengisian lembar validasi adalah untuk menguji kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Pada penelitian ini ada tiga orang yang bertindak sebagai validator yang terdiri dari dua orang dosen sebagai ahli materi dan ahli media dan tiga orang guru mata pelajaran Biologi sebagai validator yang paham akan materi Biologi. Validasi media oleh para ahli dinilai sesuai dengan aspek yang tersedia. Dengan skor, 1= kurang, 2=
cukup, 3= baik, 4= sangat baik. Aspek penilaian dan butir lembar validasi pengembangan media dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. Kisi-kisi Lembar Validasi Ahli Materi
No Aspek Jumlah Butir Lembar
Validasi Nomor Butir
1. Pembelajaran 5 1,2,3,4,5
2. Materi 4 6,7,8,9
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Barokah (2014) dan Rahmi (2016)
46 Tabel 4. Kisi-kisi Lembar Validasi Ahli Media
No Aspek Jumlah Butir
Lembar Validasi Nomor Butir
1. Kriteria produksi 3 1,2,3
2. Grafika 5 4,5,6,7,8
3. Penyajian 10 9,10,11,12,13,14,15,16,17,18
4. Kemanfaatan 5 19,20,21,22,23
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Barokah (2014) dan Supriyanta (2015)
Tabel 5. Kisi-kisi Lembar Validasi Pengembangan Media oleh Guru
No Aspek Jumlah Butir
Lembar Validasi Nomor Butir
1. Pembelajaran 5 1,2,3,4,5
2. Materi 4 6,7,8,9
3. Kriteria produksi 3 10,11,12
4. Penyajian 10 13,14,15,16,17,18,19,20,21,22
5. Kemanfaatan 5 23,24,25,26,27
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Rahmi (2016), Barokah (2014) dan Supriyanta (2015)
3.3.2 Angket Respon Siswa
Angket respon siswa adalah sebuah daftar pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh siswa yang akan dievaluasikan (responden) berupa angket respon terbatas siswa terhadap media pembelajaran. Angket respon siswa digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap media pembelajaran komik. Pengisian angket respon siswa dilakukan kepada siswa yang berjumlah 10 orang yang telah mempelajari materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan. Pengisian angket respon siswa ini juga digunakan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran komik yang dikembangkan. Kisi-kisi angket respon siswa disajikan pada tabel 8.
Tabel 6. Kisi-kisi Angket Respon Siswa
No Aspek Jumlah Butir Lembar
Validasi Nomor Butir
1. Penyajian materi 5 1,2,3,4,5
2. Penyajian media 8 6,7,8,9,10,11,12,13
Sumber: Modifikasi Peneliti dalam Supriyanta (2015)
47
3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili) (Sugiyono, 2013: 118). Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Pada penentuan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat teknik sampling yang akan digunakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti yaitu dengan menggunakan teknik Sampling Purposive. Menurut Sugiyono (2013: 124), Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini Peneliti mengambil sampel berdasarkan kriteria tertentu yaitu SMA di Pekanbaru.
Penentuan jumlah sampel yang dilakukan peneliti sesuai dengan pernyataan Brog dan Gall (1983) dalam Puslitjaknov (2008: 14), bahwa sampel yang diambil untuk uji coba lapangan utama , dilakukan terhadap 3-5 sekolah dengan sampel 30-80 sampel.
Berdasarkan teknik sampling yang dipilih oleh peneliti, maka penentuan sampel yang diambil adalah tiga SMA di Pekanbaru. Adapun sekolah yang dipilih adalah SMA di Pekanbaru, yaitu: SMAN 7 Pekanbaru, SMAN 9 Pekanbaru, dan SMAN 10 Pekanbaru. Jumlah sampel yang dipilih adalah 30 sampel sehingga setiap sekolah diambil sampel sebanyak 10 orang siswa. Adapun karakteristik sampel yang dipilih oleh peneliti adalah sebagai berikut:
a) Siswa kelas XI SMA berakreditasi A b) Siswa laki-laki ataupun perempuan
b) Siswa yang telah mempelajari materi struktur dan fungsi organ pada sistem pencernaan.
48 3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket atau kuesioner, observasi, dan wawancara.
a. Angket (kuesioner)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya-jawab dengan responden) (Sukmadinata dalam Supriyanta, 2015). Instrumen angket berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab oleh responden.
Berdasarkan prosedurnya, angket dapat dibedakan menjadi angket langsung dan tidak langsung. Berdasarkan jenis penyusun itemnya, angket dapat dibedakan menjadi tipe isian dan tipe pilihan. Teknik angket yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket langsung dengan tipe pilihan. Responden diminta memilih pilihan jawaban yang telah disediakan. Angket yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan skala Likert dengan skor 1-4.
b. Observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung (Sukmadinata dalam Supriyanta, 2015). Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan dan nonpartisipan. Dari segi instrumentasi yang digunakan, observasi dapat dibagi menjadi observasi terstruktur dan tidak terstruktur.
Penelitian ini menggunakan teknik observasi nonpartisipan berdasarkan proses pelaksanaan pengumpulan datanya karena peneliti tidak terlibat langsung dalam aktivitas responden. Sedangkan berdasarkan instrumentasi yang digunakan, penelitian menggunakan teknik observasi tidak terstruktur ketika melakukan analisis kebutuhan dan teknik observasi terstruktur ketika melakukan uji coba produk.
49
c. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan dengan sumber data (Ali dalam Supriyanta, 2015). Wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Penelitian ini menggunakan wawancara terstruktur, yakni wawancara yang menggunakan pedoman yang tersusun secara lengkap dan sistematis.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran komik yang dikembangkan dengan menggunakan metode skala Likert.
Media yang telah dihasilkan akan divalidasi terlebih dahulu oleh Dosen ahli. Komponen media yang diamati meliputi aspek pembelajaran, materi, kriteria produksi, grafika, penyajian, dan kemanfaatan. Masing-masing kriteria penilaian memiliki beberapa poin dan pada setiap poin memiliki skala penilaian (skor) antara 1-4. Valid atau tidaknya media tersebut dapat diketahui dengan rerata skor yang diperoleh dari masing-masing validator.
Menurut Akbar (2013: 158) rumus untuk analisis tingkat validitas secara deskriptif sebagai berikut:
Vma = 𝑇𝑆𝑒
𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
Vme = 𝑇𝑆𝑒
𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
Vg = 𝑇𝑆𝑒
𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
Vs = 𝑇𝑆𝑒
𝑇𝑆ℎ 𝑥 100%
Keterangan :
Vma = Validasi kelayakan dari materi Vme = Validasi kelayakan dari media Vg = Validasi Guru
Vs = Validasi Siswa
50 TSh = Total skor maksimal yang diharapkan
TSe = Total skor empiris (hasil uji kelayakan dari validator)
Hasil validitas masing-masing (ahli dan guru) dan hasil analisis gabungan setelah diketahui, tingkat persentasenya dapat dicocokkan atau dikonfirmasikan dengan kriteria validitas sebagai berikut :
Tabel 7. Kriteria Validitas menurut Penilaian Validator
No. Kriteria Validitas Tingkat Validitas
1. 85,01% - 100% Sangat layak, atau dapat digunakan tanpa revisi
2. 70,01% - 85% Cukup layak, atau dapat digunakan namun perlu revisi kecil
3. 50,01% - 70% Kurang layak, disarankan tidak dipergunakan karena perlu revisi besar
4. 01,00% - 50% Tidak layak, atau tidak boleh dipergunakan Sumber : Akbar (2013: 158)