• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengembangan Fisik Modul 3 dan 4 Universitas Terbuka

N/A
N/A
eva santy

Academic year: 2022

Membagikan "Metode Pengembangan Fisik Modul 3 dan 4 Universitas Terbuka"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Mampu memahami tahap

perkembangan anak dalam:

Tu juan Modul 3

Membangun balok Meronce

Menggunting

Menggambar & melukis Menulis

Bermain plastisin.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

(2)

A.Bermain Balok B.Meronce

C.Menggunting

Tahap Perkembangan Anak dalam:

(3)

A. Tahap Membangun Balok

Biasa dilakukan anak usia dibawah 3 tahun

Tidak digunakan untuk disusun.

Membawa balok berkeliling.

1.

menyusun balok secara

horisontal atau juga vertikal di lantai.

Anak mulai menghubungkan 2 balok dengan jarak

diantaranya, dan

menambahkan balok lain diatasnya sehingga

berbentuk terowongan.

2. Membuat barisan

balok. 3. Membuat

jembatan

(Coughlin,dkk, 1994)

(4)

A. Tahap Membangun Balok

anak meletakan balok dengan membuat

ruangan tertutup seperti membuat

tempat untuk hewan.

4. Membuat ruang tertutup

anak akan mulai

bereksplorasi dalam menggunakan balok dengan membuat

pola-pola hiasan dan berbentuk simetris.

Anak mulai membuat

bangunan sesuai fungsi bangunan tersebut.

5. Membuat pola

hiasan 6. Memberi nama pada bangunan yang disusun

(Coughlin,dkk, 1994)

Bangunan yang dibuat melambangkan

bangunan yang

sebenarnya. bisa dari ciptaanya sendiri

ataupun imitasi dari bangunan terkenal.

6. Memberi nama dan

kegunaannya untuk bermain

(5)

Anak baru pertama bermain dengan balok dan berkeliling ruangan.

pada tahap ini anak

tertarik untuk mengenali balok lebih detail.

Merupakan transisi

antara menumpuk balok dan membuat

bangunan.

anak juga biasanya

mulai pandai membuat bangunan secara kreatif

Anak masih berusaha mengenali sifat-sifat balok leboh detail

meletakan balok dilantai dan membuat susunan secara hoizontal dan vertikal.

Anak mulai belajar membangun struktur bangunan ke atas,

kesamping, atau diatas penghalang.

struktur lebih kompleks dari kreattivitasnya

sendiri.

MEMBAWA BALOK

1. 2. MENUMPUK

BALOK DILANTAI

3. menghubungkan balok untuk

membentuk bangunan

4. MEMBUAT BANGUNAN YAG JELAS TERLIHAT

Ada juga pendapat lain yang membagi menjadi

4 tahapan.

(6)

Tanpa Bangunan

1. 2. Susunan garis lurus

ke atas 3. susunan garis lurus kesamping

4. susunan daerah

lurus keatas 5. Ruang

tertutup keatas

Menurut

Guenella FM

& Reifel S

5. Susunan

daerah mendatar

(7)

7. Ruang tertutup mendatar 8. menggunakan balok untuk membangun 3

dimensi yang padat.

9. Ruang tertutup 3 dimensi.

10. menggabungkan beberapa bentuk

bangunan

12. satu bangunan, satu nama

Menurut

Guenella FM

& Reifel S

11. anak mulai memberi nama

(8)

13.Bentuk-bentuk balok diberi nama

14. Memberi nama

objek-objek terpisah 15.Mempresentasikan ruang dalam

16.objek-objek didalam ditempatkan diluar

18. Bangunan

dibuat sesuai skala

Menurut

Guenella FM

& Reifel S

17.Representasi

ruang dalam & ruang luar secara tepat

19. Bangunan

terdiri dari banyak bagian

(9)

Bagaimana peran Guru dalam kegiatan anak

bermain balok

Peran yang utama tentu

menyiapkan tempat bermain agar balok dapat dipakai dan menarik

bagi anak-anak.

(10)

Bagaimana peran Guru dalam kegiatan anak

bermain balok

Mengamati tingkat kesertaan anak-anak.

Mendorong semua anak agar lebih banyak

menghabiskan waktunya pada kegiatan bermain balok.

Memberikan komentar positif

Memberikan pertanyaan untuk membangun rasa penasaran pada anak.

Menambahkan bahan-bahan apabila diperlukan.

Mencari resources sebagai tambahan pengetahuan.

(11)

Bagaimana peran Guru dalam kegiatan anak

bermain balok

Membuat perencanaan aktifitas luar ruangan.

Menulis tanda atau nama dari bangunan yang anak-anak bangun.

Mempertahankan hasil karya bermain dengan balok oleh anak hingga esok hari jika anak

menginginkannya.

(12)

B. Tahap Meronce

Mengosongkan &

mengisi wadah 1.

2.Merangkai untuk bermain peran

3.Merangkai terus menerus

Retno Soendari & Wismiarti.

4.merangkai sesuai

kesamaan warna 5.Merangkai

berdasarkan bentuk

(13)

B. Tahap Meronce

7.berdasarkan

warna,bentuk & ukuran

8.membuat pola

sendiri 9.merangkai dengan

tingkat kesulitan berbeda.

Retno Soendari & Wismiarti.

6.Merangkai berdasarkan bentuk & warna

(14)

C. Tahapan Menggunting

Kegiatan memotong dengan menggunakan alat yaitu gunting yang memiliki 2 buah mata pisau bergagang bulat dan jika disatukan

pada satu titik tumpu sedemikian rupa. jika keduanya digerakan dan saling menekan maka dapat memotong benda atau kertas.

Pengertian aktifitas

Bagi anak-anak kegiatan menggunting dapat menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan karena dapat menciptakan suatu kreasi.

(15)

Melatih Konsentrasi dan kesabaran Menguatkan otot-otot jari tangan tangan

Meningkatkan kordinasi mata dan tangan Meningkatkan kordinasi Bilateral

Manfaat Aktifitas Menggunting

Melatih percaya diri

Mengembangkan kreativitas

(16)

Memungut objek kecil menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Bermain jari

Meremas kertas atau daun

Merobek menggunakan semua jari.

merobek dengan menjepit kertas dengan dua jari dan kedua tangan.

Kegiatan awal

(17)

Menggunting seputar tepi kertas dengan

ujung gunting 1.

Kegiatan Lanjutan

2.Menggunting seputar tepi kertas dengan

keseluruhan gunting.

3.Menggunting

diantara 2 garis lurus.

(18)

4. Menggunting Bentuk

Kegiatan Lanjutan

5.Menggunting bentuk sesuai garis dengan

kontrol yang semakin baik.

6. Menggunting sesuai pola & bentuk.

(19)

Ada ketertarikan pada gunting

Melakukan gerakan menggunting

Menggunting kertas dengan 1x atau 2x membuka & menutup

Menggunting garis lurus Menggunting lengkung Menggunting pola

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tahapan lain kegiatan menggunting

(20)

Memilih Gunting & bahan yang sesuai.

Gunting

Yang digunakan adalah gunting khusus untuk anak dengan

ketajaman cukup dan ujungnya bulat/tidak runcing.

Bahan

Berbahan dasar kertas,yang berwarna dan bergambar.

ketebalan kertas harus diperhatikan.

(21)

Memberikan penjelasan mengenai fungsi dan cara menggunakan gunting

memberikan teknik atua aktifitas menggunting dari yang paling mendasar dan mudah untuk anak dan bertahap tingkat kesulitannya.

teknik menggunting lurus ditingkatkan menjadi menggunting pola zigzag

lalu mengenalkan pada pola lain seperti lengkung, lingkaran dan lain- lain

Anak diberikan kesempatan untuk menggunting bentuk dasar geometri.

1.

2.

3.

4.

5.

Urutan pelaksanaan yang perlu

diperhatikan

(22)

A.Melukis & Menggambar B.Menulis

C.Bermain Plastisin

Tahap Perkembangan Anak dalam:

(23)

A. Tahap Melukis & Menggambar

Coretan acak

1. 2. Coretan terarah 3. penambahan pada

bentuk lonjong

(Khotijah & Wismiarti,2010)

Bercak warna warni acak

1. 2. Pemisahan warna 3. bercak warna bergabung

dengan yang lainnya

Ga mb ar

L u

k i

s

(24)

A. Tahap Melukis & Menggambar

4.Mulai muncul

gambar kepala besar 5.Gambar kepala besar dengan kaki.

6.Gambar kepala besar dengan kaki &

bagian lainnya

(Khotijah & Wismiarti,2010)

4.Warna ditumpuk

diatas warna 6.Bercak warna memiliki garis-garis

Ga mb ar

L u

k i

s

(25)

9.Rumah & objek sederhana

mengambang.

A. Tahap Melukis & Menggambar

(Khotijah & Wismiarti,2010)

Ga mb ar

L u k i s

7.Kepala & bagian

tubuh mengambang 8.Kepala,badan &

tubuh mengambang

(26)

A. Tahap Melukis & Menggambar

12.Garis dasar

sebagai batas langit

(Khotijah & Wismiarti,2010)

Ga mb ar

L u k i s

10.Bagian bawah kertas sebagai garis

dasar.

11.Ada garis dasar menopang objek

(27)

aktifitas motorik

menggunakan otot besar dari bahu

Penilaian lebih kecil

Menghubungkan nilai-nilai untuk mengetahui sesuatu.

Usia 2-4 Tahun

(Lowenfeld)

membentuk sesuatu dari bentuk geometri

penempatan ukuran pada objek yang berbeda

Objek gambar tidak berhubungan

Merupakan komunikasi dengan dirinya

mengetahu objek dari katalog meniru segi empat, segitiga dan segi lima

Usia 4-7 Tahun

(28)

B.Tahap Menulis

1.CORETAN

ACAK 2.CORETAN

TERARAH 3.GARIS/BENTUK

DIULANG-ULANG

(Soendari & wismiarti)

(29)

B.Tahap Menulis

4.HURUF ACAK

ATAU NAMA 5.MENULIS

NAMA 6.MENCONTOH KATA

DARI LINGKUNGAN

(Soendari & wismiarti)

(30)

B.Tahap Menulis

7.MENEMUKAN

EJAAN 8.EJAAN UMUM 9.TAHAP LEBIH

LANJUT

(Soendari & wismiarti)

(31)

1.WRITING VIA

DRAWING 2. WRITING VIA SCRIBBLING

(Morrow, 1993)

3.WRITING VIA MAKING LETTER-

LIKE FORM

4.WRITING VIA

REPRODUCING WELL- LEARNED UNIT OR

LETTER STINGS

5.WRITING VIA INVENTED

SPELLING

6. WRITING VIA CONVENCIAL

SPELLING

(32)

1.TAHAP

MENCORET/

MEMBUAT GORESAN

2. TAHAP

PENGULANGAN SECARA LINEAR

Menurut Versi Lainnya

3.TAHAP MENULIS

SECARA RANDOM 4.TAHAP MENULIS NAMA

(33)

C.Tahap Bermain Plastisin

(Khotijah & Wismiarti)

Medorong, Menarik & Menekan

Menepuk-nepuk atau menggulung Menekan dan membuat lempengan Meletakan bulatan-bulatan

Membuat bentuk mewakili sesuatu yang nyata

(34)

Peran Guru

pada aktifitas

bermain plastisin

Membawa benda seni ke dalam kelas

Membahas Seni dalam buku anak.

Menunjukan hasil karya pada anak di sekeliling ruangan

Mengumpulkan benda alami untuk proyek seni.

Menyediakan

Pengalaman sensori.

Meminta anak untuk

menggambar & melukis sambil mendengarkan musik.

Meminta artis atau mengundang orang seni.

(35)

DO's

Ruangan yang

cukup Variasi warna Berikan Pujian

Berikan komentar

yang jujur dan positif Ijinkan anak membawa pulang hasil karyanya

(36)

DONT's

Menekankan pada hasil bukan proses Memberikan contoh bentuk

Memberi tahu apa yang harus dibuat

Membatasi kreatifitas anak.

Menanyakan apa yang sedang dibuat anak.

(37)

Modul 4

Pengelolaan Kegiatan Pengembangan

Motorik Halus Pada Anak Usia Dini

(38)

Pengelolaan Motorik Halus Anak Usia Dini

Dalam buku Anak Prasekolah (2000), dikatakan bahwa masa 5 tahun pertama merupakan masa pesat bagi perkembangan motorik anak, baik motorik kasar maupun motorik halus.

Gerakan motorik halus merupakan gerakan yang hanya melibatkan bagian- bagian otot kecil sebagai penggerak tubuh, seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan pergelangan tangan.

Selain itu, motorik halus juga terdapat pada gerakan wajah, seperti mimik dan ekspresi wajah yang menunjukan emosi, suasana hati dan pikiran seseorang.

(39)

Anak usia 3 tahun 1.

Pada usia ini, anak sudah dapat menggambar dengan mengikui bentuk, dapat

menarik garis vertikal,

menjiplak bentuk lingkaran, membuka menutup kotak

dan sudah dapat menggunting kertas mengikuti pola garis

lurus.

Tahapan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini

2. Anak usia 4 tahun

Pada usia ini, anak sudah dapat menggambar sesuatu yang dia ingat, bukan hanya gambar yang dilihat, mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol gerakan tangannya menggunting zig zag dan melengkung, membentuk denga lilin dan dapat menyelesaikan puzzle empat keping.

3. Anak usia 5 tahun

Pada usia ini, anak sudah dapat melipat berbagai

media, menggunting sesuai pola, dapat menyusun mainan

konstruksi bangunan, mewarnai gambar lebih rapi serta sudah

dapat meniru tulisan.

(40)

RECAP 1 RECAP 2

RECAP 3

Tahapan Perkembangan Keterampilan Motorik Halus

Usia 1- 2 tahun

Mengambil benda kecil dengan ibu Membuka 2- 3 halaman buku secara bersamaan.

Menyusun menara dari balok.

Memindahkan air dengan gelas.

Belajar memkai kaus kaki sendiri.

Menylakan TV dengan remote.

Belajar mengupas pisang.

jari dan telunjuk.

Usia 2- 3 tahun

Mencoret- coret dengan satu tangan.

Meggambar garis tidak beraturan.

Memegang pensil.

Belajar menggunting.

Mengancingkan baju.

Memakai baju sendiri

( Nugroho JD, 2021 )

Usia 3- 4 tahun

Menggambar manusia.

Mencuci tangan sendiri.

Membentuk benda dari platisin.

Membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi.

Usia 4 - 5 tahun

Menggunting dengan cukup baik.

Melipat amplop.

Membawa gelas tanpa menumpakan Memasukan benang ke lubang besar.

air.

(41)

RECAP 2

RECAP 3

Menurut Hurlock ( 1996 ), keterampilan motorik halus pada anak usia dini dapat berkembang secara optimal jika memperhatikan tiga hal berikut ini :

Adanya kesempatan berlatih Rangsangan untuk belajar

Memberi contoh yang baik

Anak mampu memfungsikan otot-otot kecilnya

Anak mampu mengoordinasikan kecepatan tangan dan mata

Anak mampu mengendalikan emosi

Tujuan pengembangan motorik halus pada anak usia dini secara umum :

(42)

Metode Dalam Pengembangan Motorik Halus

Pemberian tugas Karyawisata

Metode demonstrasi

Metode percobaan atau eksperimen Praktik langsung

Metode bermain

Microplay atau

bermain manipulatif Bermain peran

Gerak dan lagu

(43)

THANK

YOU

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Rangkaian alat start engine akan menerima perintah dari perangkat smartphone android untuk menjalankan perintah menyalakan dan mematikan relay yang digunakan untuk

Penelitian ini selain bertujuan untuk mengenalkan komik Rama dan Sinta serta cerita mengenai pewayangan agar Siswa Kelas X SMA Bina Muda Cicalengka mengenal budayanya

Hasil analisis matriks IE menunjukkan bisnis buah semangka CV SA berada pada kuadran IV, yaitu berada pada posisi kemampuan internal kuat dan eksternal yang sedang.Perusahaan

Dan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, perilaku yang dimunculkan akan berbeda dalam menghadapi sesuatu, untuk melakukan kebutuhan secara riligius membutuhkan niat

Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan dengan menerapkan algoritma metode Fuzzy C-Means dan TOPSIS dalam untuk mengelompokkan siswa

Maksud dan tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi nanas bubuk dan madu yang tepat dalam pembuatan cokelat

mempengaruhi bagaimana mereka mempersepsikan mengenai model pembelajaran blended learning yang mereka jalankan, yang mana persepsi didefinisikan oleh Atkinson (2000)

• Setiap peserta harus memiliki kebugaran fisik yang cukup untuk mengatasi jalur dan jarak lomba yang telah dipilih dan dengan perbedaan ketinggian 500 meter dan jarak 5 kilometer