PENYELESAIAN PERSELISIHAN DI PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Oleh Hono Sejati Fakultas Hukum UNDARIS Ungaran ABSTRAK
Teks penuh
Dokumen terkait
Sedangkan pada Pasal 1 angka 12 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial menyebutkan bahwa: “Mediator Hubungan Industrial yang
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Kelas I-A Padang (PHI pada PN. Kelas I-A Padang) telah menangani 105 perselisihan dalam kurun waktu 2006-2010,
Adapun penyusunan skripsi yang berjudul Kekuatan Hukum Akta Mediasi, Konsiliasi, Dan Putusan Arbitrase Pada Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (Perspektif
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan uang paksa (dwangsom) dalam perkara perselisihan hubungan industrial pada
Dalam prosesnya, penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui konsiliasi yang terjadi pada kasus di atas telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Undang-undang No.2
Dalam hal tercapai kesepakatan penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui mediasi, maka dibuat Perjanjian Bersama yang ditandatangani oleh para pihak dan
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui upaya mediasi di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Asas equality before the law juga berarti para pihak setara dalam hukum dan pemerintahan, hal ini terwujud dalam alternatif penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang disebutkan