Bagus Rahmad Wijaya
1, Andika Adinanda Siswoyo
2, Ade Cyntia Pritasari
31 2 3
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Trunojoyo Madura
Jalan Raya Telang, Kamal, Bangkalan, Indonesia.
Email: [email protected]
1Abstrak
Menyelenggarakan pendidikan yang inovatif dan bermutu dalam rangka menghasilkan lulusan calon pendidik sekolah dasar yang profesional dan kompetitif merupakan visi program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Trunojoyo Madura. Salah satu bentuk inovasi pendidikan adalah dengan mengembangkan media pembelajaran yang mendukung perkuliahan. Media pembelajaran merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran. Kehadiran media pembelajaran mampu menjembatani ketidakjelasan materi yang disajikan. Salah satu materi yang penyampaiannya memerlukan media adalah metamorphosis hewan. Karakteristik materi metamorphosis hewan adalah sulit untuk dihadirkan di kelas secara nyata dan dalam waktu yang singkat. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk: (1) menghasilkan media pembelajaran animal metamorphosis dan multimedia interaktif pada mata kuliah IPA SD; serta (2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran animal metamorphosis dan multimedia interaktif pada mata kuliah IPA SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah 4D. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester tiga pada mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SD. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media animal metamorphosis dan multimedia interaktif layak digunakan dengan kategori sangat baik dari aspek media dan materi.
Kata Kunci: animal metamorphosis, IPA SD, media pembelajaran, multimedia interaktif
Abstract
Organizing innovative and quality education in order to produce professional and competitive primary school educators is the vision of the elementary school teacher education program in Trunojoyo Madura University. One form of educational innovation is to develop learning media that supports educators. Learning media is important in the learning process. The presence of learning media is able to bridge the obscurity of the material presented. One of the materials needed for its delivery is animal metamorphosis. Characteristics of animal metamorphosis material are difficult to present in class and in a short amount of time. The objectives of the research carried out are to: (1) produce learning media for metamorphosis of animals and interactive multimedia in elementary science subjects; and (2) learning the feasibility level of learning media for animal metamorphosis and interactive multimedia in elementary science subjects. This research uses research and development methods. The development model used is 4D. The research subjects were third semester students in the Natural Sciences elementary school. The instruments of data collection used consisted of questionnaire sheets. The results showed that the metamorphosis of animal media and interactive multimedia was appropriate to be used with very good categories in terms of media and material aspects.
Keywords: elementary science, learning media, interactive multimedia, metamorphosis of animal Article Info
Received date:10 June 2020 Revised date: 28 June 2020 Accepted date: 6 July 2020
PENDAHULUAN
Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan manusia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Akbarini et al., 2018).
Guru sebagai pendidik memegang amanah dan tugas pokok dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut. Oleh karena itu, penting membekali mahasiswa calon guru keterampilan dan pengetahuan dalam mempersiapkan diri sebagai guru kelak dikemudian hari.
Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator, mediator, dan pembimbing.
Jadi, guru hanya dapat membantu proses perubahan pengetahuan di kepala siswa melalui perannya dalam menyiapkan scaffolding dan guilding, sehingga siswa dapat mencapai tingkat pemahaman yang lebih sempurna dibandingkan dengan pengetahuan sebelumnya. Guru menyiapkan tangga yang efektif, tetapi siswa sendiri yang memanjat melalui tangga tersebut untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam (Annisa & -, 2017) Oleh karena itu mahasiswa calon guru perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang matang untuk mampu terjun sebagai pendidik.(Satyaprakasha & Sudhanshu, 2014)
Hakikatnya guru sekolah dasar wajib menguasai multidisiplin ilmu sesuai karakteristik pembelajaran di sekolah dasar yang terdiri dari beberapa muatan pelajaran dan dibelajarkan secara tematik. Salah satu disiplin ilmu yang ada di sekolah dasar adalah ilmu pengetahuan alam (IPA). IPA menjadi muatan pelajaran yang sangat penting untuk dibelajarkan sejak sekolah dasar. IPA yang diajarkan sesuai dengan hakikatnya, yaitu sebagai proses, produk, sikap, dan teknologi akan menjadi sarana untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan keterampilan proses sains melalui rentetan pembelajaran di bangku sekolah (Satyaprakasha
& Sudhanshu, 2014)
Ilmu pengetahuan alam (IPA) SD merupakan salah satu mata kuliah wajib yang ditempuh mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar di Universitas Trunojoyo Madura. Mata kuliah IPA SD bertujuan untuk membekali mahasiswa tentang konsep dan teori dasar IPA serta mampu menganalisis pemecahan masalah yang berhubungan dengan konsep bahasan IPA.
Adapun konsep dan teori yang harus dikuasai
mahasiswa meliputi ciri-ciri dan keanekaragaman makhluk hidup, makhluk hidup dan lingkungannya, adaptasi dan perkembangbiakan makhluk hidup, anatomi dan fisiologi tubuh manusia, besaran, satuan, kinematika, thermodinamika, getaran dan gelombang, optik, listrik dan magnet, serta bumi dan alam semesta.(Sari et al., 2018)
Observasi awal yang dilakukan terhadap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan IPA SD menunjukkan bahwa mahasiswa kurang menguasai konsep IPA sehingga menganggap mata kuliah IPA sulit. Input mahasiswa PGSD berasal dari berbagai jurusan, seperti IPA, IPS, Bahasa, dan Kejuruan. Salah satu kendala atau permasalahan yang sering dijumpai selama proses perkuliahan adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang sains. Menurut Imran dan Widodo (2018) latar belakang mahasiswa yang berasal dari rumpun selain sains seringkali menjadi alasan utama tidak maksimalnya hasil mata kuliah IPA SD. Hal ini merupakan tantangan besar sebab pengetahuan awal yang dimiliki oleh setiap mahasiswa sangat beragam. Mahasiswa yang berasal dari jurusan selain IPA akan kesulitan membayangkan materi-materi IPA, sehingga dibutuhkan inovasi pembelajaran yang dapat mempermudah penyampaian materi dan meningkatkan kualitas perkuliahan IPA SD.(De Santis, 2011)
Menyelenggarakan pendidikan yang inovatif dan bermutu dalam rangka menghasilkan lulusan calon pendidik sekolah dasar yang professional dan kompetitif merupakan visi program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Trunojoyo Madura. Pendidik haruslah inovatif, bermutu, melek informasi dan teknologi, serta selalu mengikuti perkembangan jaman. Hal tersebut penting karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut manusia untuk lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menggunakannya. Manusia juga harus memiliki sifat terbuka dan rasa ingin tahu yang tinggi supaya dapat mengikuti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan.
Untuk mempersiapkan generasi yang siap mengikuti perkembangan zaman maka perlu dipersiapkan sejak dini, yaitu sejak berada pada tingkat pendidikan dasar. Oleh karena itu, sekolah dasar sebagai salah satu institusi formal seyogyanya memiliki tenaga pendidik yang mumpuni dalam mempersiapkan peserta didik
menghadapi perkembangan yang ada (Mukti &
Nurcahyo, 2017)
Salah satu bentuk inovasi dalam pendidikan adalah dengan mengembangkan media pembelajaran untuk digunakan selama perkuliahan. Media pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting dalam pembelajaran.
Media memainkan peran penting dalam proses pembelajaran, hal tersebut karena kehadiran media mampu menjembatani ketidakjelasan materi yang disajikan (Ramadhani et al., 2019) Selain itu, media pembelajaran dapat sebagai perantara penyampaian informasi secara menarik dan reliabel, memudahkan interpretasi data, serta menyajikan informasi secara utuh sehingga mampu meningkatkan pemahaman (Hartini et al., 2017)
Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut memotivasi, mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru (Desstya, 2014) Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan minat, motivasi dan menstimulus proses belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis (Arsyad, 2014). Media pembelajaran dapat digunakan sebagai alternative sumber belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik akan sangat membantu memahami materi (Nurul Nuradilah, 2018)
Pengembangan media dalam pembelajaran perlu diintegrasikan dengan teknologi untuk menyesuaikan perkembangan jaman. Eady dan Lockyer (2013) menyatakan bahwa teknologi menjadi bagian yang tidak terpisah dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar bagi kemajuan dunia pendidikan (Sari & Setiawan, 2018). Perkembangan teknologi yang pesat telah memungkinkan integrasi teknologi ke dalam proses belajar mengajar dalam bentuk multimedia. Multimedia menyediakan lingkungan belajar konstruktif, kolaboratif, dan partisipatif (Akbarini, Murtini, & Rahmanto, 2018). Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran komputer, laptop, maupun handphone.
Adanya media pembelajaran merupakan perantara penyampaian informasi/ materi yang sulit dipahami, bersifat abstrak atau tidak bisa dihadirkan di kelas. Salah satu ruang lingkup yang dipelajari dalam mata kuliah IPA SD adalah mengenai perkembangan dan perkembangbiakan
makhluk hidup, di mana didalamnya termuat materi metamorphosis hewan. Karakteristik materi metamorphosis hewan adalah sulit untuk dihadirkan di kelas secara nyata dan dalam waktu yang singkat. Setiap tahapan metamorphosis memiliki interval waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu perlu adanya media yang dapat mewakili penyampaian muatan konsep tersebut kepada mahasiswa. Banyak mahasiswa yang belum pernah melihat tahapan daur hidup hewan dengan metamorfosis secara lengkap. Sedangkan bila dilakukan pengamatan langsung maka memerlukan waktu yang sangat lama. Alternatif dari solusi permasalahan tersebut adalah dikembangkannya media yang dapat memuat cakupan materi metamorphosis hewan.
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran animal metamorphosis (anime) dan multimedia interaktif serta untuk mengetahui kelayakan dari media yang dikembangkan.(Elliot et al., 2014)
METODE
Penelitian dilakukan di Fakultas Ilmu Pendidikan Univesritas Trunojoyo Madura dengan subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar yang memprogram mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SD semester ganjil 2019/2020. Penelitian yang dilakukan termasuk dalam penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk. Dalam penelitian pengembangan ini, produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran animal metamorphosis dan multimedia interaktif. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model 4D oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (1974). Model pengembangan 4D meliputi empat tahap yaitu define, design, develop, dan disseminate. (Learning to Teach in the Primary School - Google Books, n.d.)
Tahap define adalah tahap pendefinisian.
Dalam tahap ini, dianalisis kebutuhan mahasiswa, konsep, serta tujuan perkuliahan yang harus dicapai. Tahap design adalah tahap perencanaan di mana prototype pengembangan media dibuat. Tahap develop adalah tahap pengembangan. Tahap ini meliputi validasi media oleh ahli diikuti dengan revisi, serta uji coba media kepada mahasiswa. Tahap disseminate merupakan tahap penyebarluasan media. Dalam penelitian ini, disseminate tidak
dilakukan mengingat adanya keterbatasan waktu dan SDM.
Instrumen yang digunakan dalam dalam pengumpulan data pada penelitian ini berupa lembar angket. Lembar angket digunakan untuk mengukur kelayakan media. Lembar angket diberikan kepada ahli media dan materi, di mana aspek penilaiannya meliputi materi pembelajaran, aspek tampilan media, serta interaksi mahasiswa dengan media.(Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa | Studia Didaktika, n.d.)
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data secara deskriptif.
Teknik analisis ini digunakan untuk menganalisis dan mengolah data hasil penilaian dari ahli media dan materi. Jenis data yang diperoleh berupa skor, kemudian dikonversikan menjadi data nilai yang berkategori. Adapun kategori penilaiannya mengacu Widoyoko (2017) yang disajikan dalam Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Kategori Penilaian Produk
Interval rata-rata skor Kategori 3.25 < X ≤ 4.00 Sangat baik 2.50 < X ≤ 3.25 Baik 1.75 < X ≤ 2.50 Kurang baik 1.00 ≤ X ≤ 1.75 Sangat kurang baik
HASIL DAN PEMBAHASAN
Produk yang dihasilkan dalam proses pengembangan ini adalah media pembelajaran animal metamorphosis dan multimedia interaktif untuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Trunojoyo Madura.
Media dikembangkan untuk menunjang proses perkuliahan IPA SD pada ruang lingkup perkembangan dan perkembangbiakan hewan dan tumbuhan. Pokok bahasan yang dikaji dalam media spesifik pada proses metamorphosis hewan.
Media yang dikembangkan merupakan media tiga dimensi non proyeksi dan multimedia interaktif. Media tiga dimensi dikembangkan untuk menunjukkan tahapan metamorphosis secara lebih jelas kepada mahasiswa. Untuk melengkapi penjelasan, ilustrasi proses, dan contoh proses metamorphosis pada banyak hewan maka dikembangkan pula multimedia interaktif sebagai pelengkap media.
Pengembangan multimedia juga sebagai bentuk integrasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Media anime dikemas dalam kotak berukuran 60 x 60 cm dan menampilkan 4 ruangan yang disekat dengan triplek. Media dikemas dalam kotak yang terbuat dari bahan acrylic. Model daur hidup kumbang badak dan model daur hidup belalang terbuat dari tanah liat serta memiliki bentuk menyerupai aslinya. Model pohon terbuat dari batang pohon sehingga menampilkan kesan nyata. Bagian bawah kotak diberikan kayu yang dapat berputar sesuai dengan tahapan yang dijelaskan melalui audio.
Bagian bawah media dilengkapi dengan empat tombol, di mana tombol tersebut berfungsi untuk mengaktifkan audio yang berisi penjelasan tahapan metamorphosis dan juga untuk menggerakkan hewan. Audio terletak di dalam media. Audio yang digunakan berupa speaker yang digunakan untuk menjelaskan setiap tahapan daur hidup hewan. Model daur hidup kumbang badak dan belalang dapat digerakkan dengan menekan tombol yang terdapat depan sisi tahapan masing-masing daur hidup hewan.
Media dibuat dalam bentuk kubus di mana di dalamnya terdapat empat ruang. Masing- masing ruang berisi satu tahapan metamorphosis, baik metamorphosis pada kumbang badak maupun belalang. Ruang pertama disajikan pada Gambar 1 berisi tahapan/ stadium telur.
Gambar 1. Ruang Pertama: Stadium Telur pada Media Anime
Ruang kedua merupakan tahapan atau stadium larva. Pada ruang kedua hanya terdapat tahapan metamorphosis kumbang badak, karena belalang tidak mengalami stadium larva. Ruang kedua disajikan pada Gambar 2. Ruang ketiga berisi tahapan atau stadium pupa pada kumbang badak dan stadium nimfa pada belalang. Ruang ketiga disajikan pada Gambar 3. Ruang keempat
berisi tahapan terakhir pada masing-masing proses metamorphosis. Ruang keempat berisi tahapan dewasa pada kumbang badak dan belalang. Ruang keempat disajikan pada Gambar 4.
Gambar 2. Ruang Kedua: Stadium Larva Kumbang Badak pada Media Anime
Gambar 3. Ruang Ketiga: Stadium Pupa Kumbang Badak dan Stadium Nimfa pada
Belalang
Gambar 4. Ruang Keempat: Stadium Dewasa Kumbang Badak dan Belalang
Media pembelajaran anime (animal metamorphosis) didesain dan dilengkapi dengan penggunaan warna yang sesuai dengan objek secara nyata sehingga dapat menarik minat mahasiswa untuk belajar. Cara kerja media yang dikembangkan oleh peneliti yaitu dengan cara menekan tombol sehingga objek pada media dapat bergerak. Media juga dilengkapi dengan penjelasan menggunakan speaker. Mahasiswa diminta untuk mengamati dan menyimak setiap penjelasan yang didengar. Setelah mendengarkan dan mengamati mahasiswa akan diminta untuk membandingkan antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
Media pembelajaran yang dikategorikan layak memiliki karakteristik yang dapat dilihat dari kemampuan media pembelajaran dalam memberikan ketertarikan belajar, pemahaman terhadap suatu konsep, serta kesesuaiannya dengan materi pembelajaran. Karakteristik tersebut juga berlaku pada media anime (animal metamorphosis) yang termasuk media visual non proyeksi jenis model. Media ini memiliki karakteristik sesuai dengan pengembangan karakteristik media pembelajaran anime (animal metamorphosis) yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
1. Termasuk pada jenis media visual non proyeksi jenis model yang dikemas dalam kotak transparan dan terbagi menjadi empat bagian.
2. Memiliki sistem kerja yang sederhana yaitu media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan sistem kerja menekan tombol dan memutar bagian bawah untuk menerangkan setiap proses metamorfosis.
3. Media pembelajaran yang dikembangkan yaiu media Animal Metamorphosis (Anime) yang terbuat dari tanah liat dan kayu pada setiap objek metamorfosis kumbang badak dan belalang. Replika pohon terbuat dari kayu pohon untuk menunjukkan kesan lebih nyata. Dedaunan yang digunakan terbuat dari plastic.
Media ini berupa media tiga dimensi, sehingga mahasiswa dapat mengamati karakteristik morfologi dari setiap fase metamorphosis. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengenal istilah-istilah penting dari setiap tahapnya. Media anime akan mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran. Melalui media tersebut mahasiswa dapat membangun pemahamannya sendiri. Mahasiswa juga dapat mengadaptasi media sejenis ketika sudah menjadi guru. Pengembangan ini tidak hanya dapat meningkatkan hasil belajarnya tetapi juga untuk melatih kreatifitas mahasiswa dalam inovasi pembelajaran saat menjadi guru kelak.
Selain pengembangan media tiga dimensi, dikembangkan juga multimedia. Multimedia interaktif yang dikembangkan menggabungkan teks, grafik, video, animasi dan suara. Untuk menyampaikan suatu pesan dan informasi, multimedia dapat digunakan melalui media elektronik seperti computer, laptop, handphone. Multimedia yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah multimedia interaktif yang memuat materi, video, game, dan kuis.
Tampilan multimedia interaktif anime seperti pada Gambar 5 berikut.
Gambar 5. Tampilan Menu pada Multimedia Interaktif
Menu pada multimedia interaktif juga dilengkapi dengan tombol untuk keluar, tombol kembali, tombol lanjut, dan tombol kembali ke menu awal. Contoh tampilan multimedia interaktif disajikan dalam Gambar 6, 7, dan 8 berikut.
Gambar 6. Contoh Tampilan Materi pada Multimedia Interaktif
Gambar 7. Contoh Tampilan Video pada Multimedia Interaktif
Gambar 8. Contoh Tampilan Kuis pada Multimedia Interaktif
Kelayakan media yang dikembangkan diperoleh dari penilaian oleh ahli. Penilaian ahli menggunakan lembar angket. Penilaian ahli media terhadap media animal metamorphosis disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Hasil Penilaian Ahli Media terhadap Media Pembelajaran Animal Metamorphosis Aspek Indikator Skor Kategori Efektifitas Kesesuaian
media dengan materi
3.93 Sangat baik Kesesuaian
dengan tujuan perkuliahan
4.00 Sangat baik Kejelasan narasi/
audio
3.86 Sangat baik
Kejelasan tampilan/visual miniature hewan
3.86 Sangat baik Kesesuaia
penataan media dengan tahapan metamorphosis
3.93 Sangat baik
Efisiensi Kemudahan penggunaan media
3.71 Sangat baik Kepraktisan
penggunaan media
3.71 Sangat baik Efisiensi waktu
dalam penggunaan media
3.86 Sangat baik
Ketepatan ukuran media
3.93 Sangat baik Daya tarik Menciptakan
pembelajaran yang
menyenangkan
3.86 Sangat baik
Menciptakan pembelajaran yang bermakna
3.86 Sangat baik Memberikan
motivasi kepada mahasiswa
3.93 Sangat baik Menampilkan
gambaran kondisi yang sesuai/mendekati aslinya
3.93 Sangat baik
Menampilkan warna yang sesuai dengan keaadaan asli
3.93 Sangat baik
Rata-rata 3.88 Sangat baik
Hasil penilaian ahli materi terhadap media pembelajaran animal metamorphosis disajikan pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Hasil Penilaian Ahli Materi terhadap Media Pembelajaran Animal Metamorphosis Aspek Indikator Skor Kategori Relevansi Materi sesuai
dengan ruang lingkup yang dipelajari
3.86 Sangat baik
Materi sesuai dengan
kompetensi
3.86 Sangat baik
yang harus dicapai
mahasiswa Keakuratan Konsep yang
disajikan tepat
3.93 Sangat baik Materi disajikan
sistematis
3.86 Sangat baik Bahasa Ejaan yang
digunakan sesuai dengan EYD
4.00 Sangat baik
Kalimat komunikatif
4.00 Sangat baik Struktur kalimat
tepat
3.93 Sangat baik Rata-rata 3.92 Sangat
baik
Adapun penilaian terhadap multimedia interaktif baik dari ahli media maupun ahli materi disajikan dalam Tabel 4 dan Tabel 5.
Tabel 4. Hasil Penilaian Ahli Media terhadap Multimedia Interaktif
Aspek Indikator Skor Kategori Efektifitas Kesesuaian
media dengan materi
3.93 Sangat baik Kesesuaian
dengan tujuan perkuliahan
3.93 Sangat baik Kejelasan narasi/
audio
3.50 Sangat baik Kejelasan
tampilan/visual (gambar, teks, video)
3.50 Sangat baik
Kesesuaian urutan penyajian
3.71 Sangat baik Efisiensi Kemudahan
penggunaan media
3.86 Sangat baik Kepraktisan
penggunaan media
3.86 Sangat baik Efisiensi waktu
dalam penggunaan media
3.93 Sangat baik
Pelengkap bahan ajar
3.93 Sangat baik Daya tarik Gambar,teks,
video, audio
3.93 Sangat baik
sesuai dengan materi
Menciptakan pembelajaran yang bermakna
3.86 Sangat baik Memberikan
motivasi kepada mahasiswa
3.93 Sangat baik Kualitas musik
pengiring (backsound)
3.86 Sangat baik Kualitas narasi 3.86 Sangat
baik Kualitas video 3.73 Sangat
baik Rata-rata 3.82 Sangat
baik
Tabel 5. Hasil Penilaian Ahli Materi terhadap Multimedia Interaktif
Aspek Indikator Skor Kategori Relevansi Materi sesuai
dengan ruang lingkup yang dipelajari
3.93 Sangat baik
Materi sesuai dengan
kompetensi yang harus dicapai
mahasiswa
3.86 Sangat baik
Keakuratan Konsep yang disajikan tepat
3.86 Sangat baik Materi disajikan
sistematis
3.93 Sangat baik Bahasa Ejaan yang
digunakan sesuai dengan EYD
4.00 Sangat baik
Kalimat komunikatif
4.00 Sangat baik Struktur kalimat
tepat
3.93 Sangat baik Rata-rata 3.93 Sangat
baik
Pengembangan media dan multimedia dinyatakan layak berdasarkan hasil penilaian oleh ahli, baik ahli media maupun materi.
Pengembangan media berdasarkan aspek efektifitas, efisiensi, dan daya tarik mendapat penilaian dengan kategori sangat layak. Begitu pula penilaian terhadap materi yang terdapat pada media, dari aspek relevansi, keakuratan, dan
bahasa juga mendapat penilaian dengan kategori sangat baik.
Mahasiswa dapat belajar lebih baik dalam lingkungan yang menggunakan media yang dirancang dengan baik. Hal tersebut karena mahasiswa belajar dengan baik menggunakan media yang didalamnya terdapat gambar dan kata (visual dan verbal), daripada hanya menggunakan kata (Elliot, et.al, 2014).
Multimedia adalah gabungan dari berbagai media seperti audio, video, grafik, animasi, dan teks.
Multimedia dapat digunakan untuk latihan dan praktek, untuk menguasai keterampilan dasar, mengembangkan keterampilan menulis.
Memecahkan masalah, memahami konsep sains yang abstrak, simulasi, dan lain-lain (Satyaprakasha & Behera, 2014).
Pengembangan media merupakan salah satu bentuk dari inovasi pembelajaran untuk memperbaiki proses yang kurang baik dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih baik. Penerapan media anime dan multimedia interaktif akan melibatkan mahasiswa secara penuh dalam menemukan konsep atau materi yang dipelajari dan mampu mengaitkan dengan situasi dalam kehidupan nyata.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa telah dikembangkan media dan multimedia interaktif animal metamorphosis untuk mata kuliah IPA SD. Kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media dan materi adalah sebagai berikut:
1. Kelayakan media animal metamorphosis dari ahli media diperoleh penilaian 3.88 dan termasuk kategori sangat baik
2. Kelayakan media animal metamorphosis dari ahli materi diperoleh penilaian 3.92 dan termasuk kategori sangat baik
3. Kelayakan multimedia interaktif animal metamorphosis dari ahli media diperoleh penilaian 3.82 dan termasuk kategori sangat baik
4. Kelayakan multimedia interaktif animal metamorphosis dari ahli materi diperoleh penilaian 3.93 dan termasuk kategori sangat baik
UCAPAN TERIMA KASIH
Penelitian ini terlaksana melalui Program Penghargaan Inovasi Akademik Universitas
Trunojoyo Madura tahun 2019 dalam skema Penghargaan Inovasi Pembelajaran berbasis program studi. Penulis mengucapkan terima kasih kepada LP3MP Universitas Trunojoyo Madura yang telah mendanai penelitian ini dan kepada wakil rektor 1 Universitas Trunojoyo
Madura Dr. Deni Setya Bagus Yuherawan, S.H., M.S., yang telah mendukung berjalannya kegiatan sehingga penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Akbarini, N. R., Murtini, W., & Rahmanto, A.
N. (2018). Design of Interactive Learning Multimedia Development in General Administration Subject. International Journal of Multicultural and
Multireligious Understanding, 5(4), 138.
https://doi.org/10.18415/ijmmu.v5i4.218 Annisa, M., & -, L. (2017). Pemahaman Aspek-
Aspek dalam Hakikat Sains (Nature of Science) oleh Guru Sekolah Dasar di Wilayah 4P (Pedalaman, Perbatasan, Perkotaan, dan Pesisir). Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 1(4), 241.
https://doi.org/10.23887/jisd.v1i4.12709 De Santis, A. (2011). Status and prospects for Lorentz and CPT violation tests at KLOE and KLOE-2. Proceedings of the 5th Meeting on CPT and Lorentz Symmetry, CPT 2010, 1028(1), 89–93.
https://doi.org/10.1088/1742-6596 Desstya, A. (2014). Kedudukan dan Aplikasi
Pendidikan Sains di Sekolah Dasar.
Universitas Muhammadiyah Surakarta.
http://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11 617/5214
Elliot, D., Wilson, D., & Boyle, S. (2014).
Science learning via multimedia portal resources: The Scottish case. British Journal of Educational Technology, 45(4), 571–580.
https://doi.org/10.1111/bjet.12085
Hartini, S., Misbah, Dewantara, D., Oktovian, R.
A., & Aisyah, N. (2017). Developing learning media using online prezi into materials about optical equipments. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 313–317.
https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.10102 Learning to Teach in the Primary School -
Google Books. (n.d.). Retrieved July 29, 2020, from
https://books.google.co.id/books?hl=en&lr
=&id=-
ugfAgAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA71&dq=
Eady,+M.+J.+%26+Lockyer,+L.+(2013).+
‘Tools+for+learning:+technology+and+tea ching+strategies’,+Learning+to+Teach+in +the+Primary+School,+Queensland+Univ ersity+of+Technology,+Australia.+pp.+71.
&ots=UGr9C3lGo0&sig=T6eU-
iF7l6abh2D44Fw_QSDcM_o&redir_esc=y
#v=onepage&q&f=false
Mukti, I. N. C., & Nurcahyo, H. (2017).
Pengembangan media pembelajaran biologi berbantuan komputer untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 3(2), 137.
https://doi.org/10.21831/jipi.v3i2.7644 Nurul Nuradilah, 14422035. (2018). STRATEGI
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK AUTIS DI SLB N 1 SLEMAN YOGYAKARTA. Universitas Islam Indonesia.
https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/
9876
Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa | Studia Didaktika. (n.d.). Retrieved July 29, 2020, from
http://www.jurnal.uinbanten.ac.id/index.ph p/studiadidaktika/article/view/515
Ramadhani, M., Gafari, M. O. F., & Marice, M.
(2019). Development of Interactive Learning Media on Material Writing Short Story Texts Based on Experience.
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 2(1), 91–102.
https://doi.org/10.33258/birle.v2i1.189 Sari, A., Sari, A., & Setiawan, A. (2018). The
Development of Internet-based Economic Learning Media using Moodle Approach.
International Journal of Active Learning, 3(2), 100–109.
Satyaprakasha, C. V, & Sudhanshu, Y. (2014).
Effect of Multi Media Teaching on Achievement in Biology. In International Journal of Education and Psychological Research (IJEPR) (Vol. 3, Issue 1).
PROFIL SINGKAT