• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Parameter Fisika dan Kimia Perairan

Parameter fisika dan kimia yang diukur meliputi salinitas, TSS, TDS, arah arus, kecepatan arus dan kedamalan. Data hasil pengukuran kualitas perairan dapat dilihat pada Tabel 4.1

Tabel 4.1 Hail Pengukuran Kualitas Perairan Stasiun

Salinitas

(0 00 ) TSS TDS Arah Arus Kecepatan Arus (m/s)

Kedalaman (m)

1 30 0,13 47,78 322° / Barat

Laut

0,07 3

2 29 0,17 49,90 171° / Barat

Daya

0,1 3

3 29 0,2 43,79 179°/ Barat

Daya

0,1 3

4 30 0,19 45,76 231/ Barat

Daya

0,1 3

5 29 0,17 44,87 112° /

Tenggara

0,07 3

6 30 0,24 46,44 123° /

Tenggara

0,08 3

7 31 0,28 42,89 198° / Barat

Daya

0,07 3

8 31 0,27 27,86 122° /

Tenggara

0,1 3

9 30 0,19 24,56 174°/ Barat

Daya

0,08 3

10 27 0,17 22,76 188° / Barat

Daya

0,06 3

11. 26 0,15 21,65 178° / Barat Daya

0,1 3

Rata-rata 29,09

Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan bahwa salinitas berkisar antara 26-31 ppt, TSS 0,2-0,28, TDS 21,65-49,90, kecepatan arus 0,1-0,8, kedalaman 2-4 meter.

4.2 Analisis Sedimen

4.2.1 Analisis Ukuran Butir Sedimen

Analisis ukuran butiran sedimen di pesisir Dumai Selat Rupat dapat dilihat pada Tabel 4.2 berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di pesisir Dumai Selat Rupat dibagi atas 3 fraksi lumpur, kerikil, dan pasir. Fraksi sedimen yang dominan di temui adalah fraksi lumpur.

(2)

Tabel 4.2 Ukuran Butiran Sedimen

4.2.2 Analisis Tekstur Sedimen

Gambar 4.1 Stasiun 1 Gambar 4.1 Stasiun 2

Stasiun Fraksi Sedimen

Lumpur Kerikil Pasir

1 82,70 0,65 16,10

2 83,85 0,22 15,79

3 92,36 0,19 7,45

4 78,08 0,12 21,01

5 80,08 0,73 19,08

6 63,87 0,34 35,60

7 61,44 0,74 37,82

8 53,03 0,69 56,28

9 56,61 0,39 62,6

10 68,77 0,67 29,53

11 77,43 0,34 20,21

(3)

Gambar 4.3 Stasiun 3 Gambar 4.4 Stasiun 4

Gambar 4.5 Stasiun 5 Gambar 4.6 Stasiun 6

(4)

Gambar 4.7 Stasiun 7

Gambar 4.8 Stasiun 8

Gambar 4.9 Stasiun 9 Gambar 4.10 Stasiun 10

(5)

Gambar 4.11 Stasiun 11

Analisis segitiga shepard yang dapat dilihat pada Gambar 4.1 sampai Gambar 4.11, menjelaskan hasil analisis dari tekstur sedimen di stasiun 1 sampai stasiun 11 di pesisir Dumai Selat Rupat. Diagram segitiga shepard tediri dari 12 kelas tekstur sedimen yang dibedakan berdasarkan persentase dari masing-masing jenis tekstur sedimen. Hasil analisis yang tedapat pada gambar menjelaskan tekstur sedimen yang terdapat di pesisir Dumai Selat Rupat adalah dominan lumpur berpasir.

4.3 Parameter Statistika Sedimen

Gambaran lingkungan pengendapan dapat diperoleh berdasarkan nilai parameter statistika sedimen. Hasil parameter statistika sedimen dapat dilihat pada Tabel 4.3 sampai Tabel 4.6.

Tabel 4.3. Hasil Perhitungan Diameter Rata-Rata (Mz) Stasiun mean size Verbal Mean

1 2.410 Fine Sand

2 2.301 Fine Sand

3 1.325 Medium Sand

4 1.426 Medium Sand

5 2.589 Fine Sand

6 2.345 Fine Sand

7 2.485 Fine Sand

8 2.532 Fine Sand

9 1.875 Medium Sand

10 1.709 Medium Sand

11 2.870 Fine Sand

(6)

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Nilai Skewness Stasiun Skewness Verbal Skewness

1 0.354 Very fine skewed 2 0.333 Very fine Positive 3 0.308 Very fine Positive

4 0.275 Fine Skewes

5 0.241 Fine Skewes

6 0.390 Very fine Positive

7 0.259 Fine Skewes

8 0.316 Very fine Positive 9 0.340 Very fine Positive

10 0.277 Fine Skewes

11 0.311 Very fine Positive

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Nilai Sorting Stasiun Sorting Verbal Sorting

1 2.193.423 Very Poorly Sorted 2 1.025.681 Poorly Sorted 3 1.382.190 Poorly Sorted 4 2.724.199 Very Poorly Sorted 5 2.916.372 Very Poorly Sorted 6 0.8253618 Moderately Sorted 7 0.899671 Moderately Sorted 8 2.990.173 Very Poorly Sorted 9 2.261.739 Very Poorly Sorted 10 0.903462 Moderately Sorted 11 2.617.829 Very Poorly Sorted Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Nilai Kurtosis

Stasiun Kurtosis Verbal Kurtosis

1 1.088 Mesokurtic

2 1.126 Leptokurtic

3 0.737 Playkurtic

4 1.015 Mesokurtic

5 1.065 Mesokurtic

6 0.678 Playkurtic

7 0.795 Playkurtic

8 0.899 Playkurtic

9 1.422 Leptokurtic

10 1.268 Leptokurtic

11 0.862 Playkurtic

(7)

Hasil perhitungan diameter rata-rata (Mz) dapat dilihat padata Tabel 4.3.

Hasil yang didapat didaerah pesisir Dumai Selat Rupat secara keseluruhan diameter rata-rata sedimen (Mz) didominasi oleh butiran halus yang mencirikan pola arus dan kekuatan arus yang rendah sehingga mempengaruhi komposisi sedimen dasar yang lebih halus.Hal ini hampir di semua stasiun didominasi oleh substrat fine sand yakni pasir halus hampir di setiap stasiun. Sedangkan hanya beberapa stasiun terdapat substrat medium sand (pasir menengah). Sehingga dapat dilihat bahwa pada daerah pesisir Dumai Selat Rupat substrat yang terdapat pada daerah ini merupakan substrat pasir halus.

Analisa ukuran butir rata-rata sangat dipengaruhi oleh proses-proses oseanografi di sekitar lokasi sedimen ditemukan. Salah satu faktor oseanografi yang penting dalam distribusi sedimen di suatu perairan adalah arus. Kecenderungan peningkatan ukuran butiran rata-rata yang ditemukan pada daerah yang memiliki arus yang lebih tinggi. Sedangkan arus lemah didominasi oleh sedimen yang lebih halus. Hal ini dapat disebabkan oleh sifat arus yang menyeleksi ukuran butir yang dipindahkannya dalam proses sedimentasi (Vera, 2019).

4.3.2 Skweness

Nilai Skewnes (SK 1) adalah nilai yang mencirikan kearah mana yang dominan ukuran butiran sedimen dari suatu populasi tersebut, mungkin simetri, condong kearah sedimen berbutir kasar atau condong kearah berbutir halus (Latief, 2020). Skewnes digunakan untuk mengetahui dinamika sedimentasi. Nilai skewnes positif menunjukkan suatu populasi sedimen condong berbutir halus, sebaliknya negative menunjukkan sedimen condong berbutir kasar.

Hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.4 di peroleh nilai Skewnes hampir di semua stasiun termasuk dalam kategori very fine skewed yaitu memiliki sedimen condong berbutir sangat halus, sedangkan pada stasiun lainnya termasuk dalam kategpri fine skewed yaitu Dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran nilai skewnes pada pesisir Dumai Selat Rupat didominasi oleh subtrat very fine skewed yang mencirikan pada titik tersebut bentuk ukuran butiran sedimennya sangat halus.

(8)

4.3.3 Sorting

Perhitungan nilai sorting dilakukan yang pada Tabel 4.5 diatas diperoleh hasil nilai sorting koefisien pada satasiun 1, 4,5 8,9 dan 11 memiliki nilai sorting dengan rentang 1,0 - 2,0 yang merupakan dominan very poorly sorted (terpilah sangat buruk) diikarenakan pada lokasi penelitian telah terjadinya pendangkalan yang di akibatkan masuknya partikelpartikel sedimen dari sungai dan laut. Partikel sedimen terpilah sangat buruk (poorly sorted) dapat dikarenakan pada suatu kondisi waktu tertentu pada daerah muara sungai terjadi arus dengan kekuatan yang besar yang dibawa oleh sungai yang membawa partikel sedimen yang mengakibatkan pencampuran dengan partikel asal dari laut sehingga jenis partikel di lokasi tersebut lebih heterogen baik dari segi dmater butir maupun material pembentuknya. Selain itu di lokasi tersebut juga terdapat aktifitas pelayaran, industri dan pembukaan lahan yang berdampak pada hasil dari kegiatan tersebut akan menyebabkan aliran hujan membawa partikel pasir dari daerah tersebut ke badan perairan.

4.3.4 Kurtosis

Nilai Kurtosis (KG) adalah nilai yang mengukur puncak kurva sebaran sedimen dan berhubungan dengan penyebaran distribusi normal sebaran butiran sedimen. Bila kurva distribusi normal tidak terlalu runcing atau tidak terlalu datar disebut Mesokurtic, kurva yang runcing disebut Leptokurtic menandakan adanya ukuran sedimen tertentu yang mendominansi pada distribusi sedimen di daerah tersebut. Sedangkan untuk kurva yang datar disebut Platykurtic, artinya distribusi ukuran sedimen pada daerah tersebut sama (Ramli, 2017). Hasil pegukuran kurtosis sedimen pada penelitian ini didominasi oleh playkurtic dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Hal ini diduga karena masuknya sedimen dari hulu sungai.

(9)

9

Referensi

Dokumen terkait

Estrous Cycle Profile and Thyroxine Hormone (T4) Levels in Experimental Animal Models of Hyperthyroidism by Throglobulin Induction 12-13 September 2014, Malang 28 1 st

Upaya penyelesaian dalam perjanjian kerjasama jika terjadi sengketa dari penelitian yang telah dilakukan menerangkan bahwa dalam pasal 18 pada perjanjian tersebut telah diatur

a) Memberikan informasi tentang pengaruh jenis format dan genre game yang berbeda terhadap munculnya gejala cybersickness. b) Mendorong pengguna dan konsumen video game

Depo Farmasi Rawat Jalan melayani pasien poliklinik, jaminan kantor, asuransi perusahaan, juga resep pegawai yang obatnya tidak diberikan di Depo Farmasi Pegawai. Alur pelayanan

Perilaku tidak menggunakan kondom pada pria pelanggan pekerja seks lebih banyak pada pria tidak kawin, berumur ≥ 41 tahun, berpendidikan SD, bekerja sebagai buruh

Universitas Teuku Umar (UTU) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di provinsi Aceh dituntut untuk dapat meningkatkan kompetensi dosennya, dengan melihat pada peran

Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa beberapa responden masih memiliki motivasi yang kurang terhadap perawatan diabetes disebabkan oleh kurangnya pendidikan

Saya selalunya menyediakan latihan yang sama untuk setiap murid walaupun saya tahu ada yang pastinya tidak boleh melakukannya serta ada yang akan merasa bahawa latihan