1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perekonomian di suatu negara harus berjalan dengan stabil sebagai suatu proses menuju ekonomi yang maju dan sejahtera, tumpuan aktifitas ekonomi harus terfokus dan jelas. Lembaga keuangan merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai andil besar untuk mempengaruhi stabilitas perekonomian terutama di suatu negara (Qadariyah and Permata 2017). Seiring dengan berjalan nya zaman persaingan antar lembaga keuangan dalam menyediakan pendanaan bagi berbagai jenis usaha dan masyarakat semakin ketat. Hal ini dilihat dari cukup banyaknya jumlah lembaga keuangan serta semakin beragamnya produk yang ditawarkan oleh masing-masing lembaga keuangan tersebut kepada masyarakat (Rahardian 2011). Lembaga keuangan dapat di kelompokkan dalam 2 bentuk yaitu bank dan bukan bank, dimana perbedaan utama antara kedua lembaga tersebut adalah pada penghimpunan dana. Dalam penghimpunan dana menyebutkan bahwa Lembaga keuangan bank dapat menghimpun dana baik secara langsung maupun tidak langsung dari masyarakat, sedangkan lembaga keuangan non bank hanya dapat menghimpun dana secara tidak langsung dari masyarakat (Wiwoho 2011).
Dalam sehari-hari bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Hal ini diperkuat dengan Undang- undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1988. Indonesia sendiri dalam perbankan menganut dalam ketentuan Pasal 2 UndangUndang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang mengemukakan bahwa: “Perbankan Indonesia dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian”, yang dimaksud dengan demokrasi ekonomi ialah demokrasi ekonomi berdasarkan pedoman Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip kehati-hatian ialah bank dan orang-orang yang terlibat di dalamnya ketika harus membuat kebijakan dalam menjalankan kegiatan usahanya wajib menjalankan tugas dan wewenangnya masing-masing secara cermat, teliti, dan profesional sehingga memperoleh kepercayaan dari masyarakat.
2
Perbankan di Indonesia bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan perekonomian dan meningkatkan situasi yang kondusif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pernyataan tersebut sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan (Simatupang 2019). Bank tidak hanya menjalankan kegiatannya dalam menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, tetapi juga mempunyai tujuan yang jelas demi kepentingan pembangunan nasional. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kestabilitas ekonomi masyrakat juga merupakan sasaran perbankan dalam melakukan kegiatan sebagaimana fungsinya sebagai menghimpun dana dan penyalur dana masyarakat.
Menurut Sunarsip (2003), di negara berkembang seperti Indonesia, keberadaan industri perbankan menjadi semakin penting. Ini mengingat, tipikal negara berkembang adalah adanya saving-investment gap yang tidak bisa ditutupi oleh budget pemerintah.
Keterlibatan perbankan dalam mengumpulkan dan menyalurkan kembali dana-dana masyarakat akan sangat membantu proses pembangunan ekonomi. Sehingga tidak mengherankan jika peranan perbankan dalam perekonomian negara berkembang lebih mendominasi dibandingkan dengan perbankan di negara-negara maju.
Setiap lembaga keuangan perbankan yang berjalan di Indonesia mempunyai keunggulan yang ditonjolkan disetiap perusahaan, baik itu dalam bentuk tabungan maupun pinjaman seperti KUR (kredit usaha rakyat). Keunggulan tersebut mendasari akan fungsi perbankan dan lembanga keuangan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 yaitu fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat. Bahwa bank dapat berfungsi sebagai penerima kredit, menyalurkan kredit, melakukan pembiayaan, investasi, menerima deposito, menciptakan uang dan jasa-jasa lainnya seperti tempat penyimpanan barang berharga.
Sebagaimana bank BRI yang mempunyai banyak keunggulan, mereka dengan senantiasa menjaga loyalitas nasabah dengan menghadirkan produk produk bank terbaru sesuai dengan tingkat kebutuhan dan keadaan sekarang, hal itu juga menjadikan perusahan melakukan strategi diversifikasi guna untuk menambah tingkat penjualan, profitailitas serta fleksibilitas perusahaan. Dengan melihat pesat nya perkembangan di
3
Indonesia, bank BRI sebagai Lembaga keuangan BUMN berusaha memenuhi kebutuhan dan minat masyarakat dalam menghimpun dana.
Sebagai salah satu badan usaha perbankan milik pemerintah dengan asset terbesar yang ada di Indonesia menurut Direktur Bisnis Mikro BRI, Bank Rakyat Indonesia mempunyai banyak sekali produk tabungan yang masing – masing mempunyai keunggulan sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Diantaranya KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan pinjaman hingga 100 juta dengan bunga ringan 3% hingga produk tabungan Britama Muda yang saat ini digunakan lebih dari 5000 nasabah di BRI KCP Galunggung Malang. Jumlah nasabah tersebut dapat membuktikan bahwa Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu Lembaga keuangan yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Bank ini didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja tanggal 16 Desember 1895. Bank ini sudah lebih dari 20 tahun menjadi kepercayaan masyarakat di Indonesia dalam hal penghimpun dana bank. Moto dari Bank Rakyat Indonesia ini adalah “Melayani Sepenuh Hati” yang dimaksud dari moto tersebut ialah perusahaan mengutamakan kenyamanan dan keamanan nasabah, maka dari itu perusahaan dengan senantiasa melayani dengan ikhlas, tulus dan bertanggung jawab. Hal itu berkesinambungan dengan arti warna Bank Rakyat Indonesia, yang bewarna putih dan biru. Warna putih dalam logo Bank Rakyat Indonesia berartikan suci, bersih, dan tulus, itulah mengapa warna itu menjadi pilihan bank untuk menjadi logo. Sementara warna biru berarti bertanggung jawab, yang artinya pihak bank berani bertanggung jawab atas segala hal yang telah dilakukan.
Dunia perbankan di Indonesia diwarnai dengan persaingan yang begitu ketat, untuk menghadapi tantangan tersebut sebuah perusahaan bank atau Lembaga keuangan harus cerdas dalam membaca pasar, dengan melihat keadaan apa yang saat ini sedang terjadi hingga peluang apa yang dapat dilakukan untuk menambah jumlah nasabah. Beberapa perusahaan bank menggunakan strategi diversifikasi produk untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan segmentasi pasar dan meningkatkan jumlah penjualan(Harmadi et al. 2018).
Terutama pada era zaman sekarang, banyak kemajuan dalam perkembangan cara berpikir manusia, di era yang semakin modern ini kebutuhan hidup pun semakin hari semakin banyak. Masyarakat harus selalu memenuhi kebutuhan di masa sekarang dan masa yang akan datang, terutama anak muda yang gaya hidup nya sekarang semakin maju
4
dan bervariasi. Begitu pesatnya jaman perusahaan Lembaga keuangan bank maupun non bank harus dapat mengimbangi keadaan tersebut agar dapat berjalan selaras sesuai dengan kebutuhan, keadaan, serta minat masyarakat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat, sampai dengan Maret 2022, nilai penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) telah mencapai Rp 66,9 triliun dengan jumlah debitur mencapai 1,8 juta nasabah atau lebih dari sekitar 70 persen dari total penduduk di Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun. (sumber : https://money.kompas.com).
Produk – produk yang ada dalam perusahaan perbankan beberapa dibuat berdasarkan segmen pasar, dengan membaca segmen pasar perusahaan perbankan dapat dengan mudah mengeluarkan produk perbankan sesuai dengan target dan pasar mereka.
Terlebih lagi di jaman sekarang penduduk di Indonesia yang beragam mayoritas di penuhi oleh anak muda, dimana mereka semua sedang ada pada proses dimana mereka mulai melepas masa main – mainnya dan mulai untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Pada jaman sekarang anak muda sudah mampu bermain dengan uang, mulai dari investasi yang dapat mereka lakukan hingga pekerjaan dengan menghasilkan uang yang cepat namun mereka dapat melakukannya dimana saja bahkan dilakukan dirumah. Dilihat dari segala sesuatu yang serba instant, hal ini membuat anak muda juga ingin sesuatu yang mudah dan cepat, maka dari itu Bank Rakyat Indonesia diversifikasi produk tabungan dengan mengeluarkan produk yang nantinya diperuntukkan untuk anak muda yaitu produk tabungan BRITama Muda.
Tabungan BRITama Muda merupakan tabungan produk tabungan dari Bank BRI yang diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan anak muda melalui 3 desain kartu debit ATM yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam transaksi finansial.
Sementara itu, tabungan Britama Muda juga didukung oleh fasilitas e-banking dan dilengkapi dengan sistem real time online yang nantinya bisa digunakan nasabah untuk memudahkan transaksi tanpa batas, dimanapun dan kapanpun. Hampir sama dengan fasilitas dan kegunaan yang dimiliki oleh produk tabungan SImpedes pada Bank BRI, tabungan Britama Muda merupakan hasil diversifikasi dari produk Simpedes dan produk ini masuk kedalam produk tabungan britama, hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah penjualan dan juga pasar yang baru. Terutama pada era zaman sekarang, banyak kemajuan dalam perkembangan cara berpikir manusia, di era yang semakin modern ini kebutuhan hidup pun semakin hari semakin banyak. Masyarakat harus selalu memenuhi kebutuhan di
5
masa sekarang dan masa yang akan datang, terutama anak muda yang gaya hidup nya sekarang semakin maju dan terus bertambah maju.
Untuk mengembangkan dan menambah penjualan terhadap pasar baru, maka pihak bank harus pintar – pintar dalam mengatur strategi dan melihat peluang. Hal tersebut mendorong suatu perusahaan bank untuk melakukan strategi yang terbaik dalam menawarkan produk jasa bank untuk menarik daya minat dan loyalitas nasabahnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Kantor Cabang Pembantu BRI Galunggung Malang yang mempunyai dua produk tabungan andalan, yaitu Simpedes dan Britama. Kedua produk tabungan tersebut merupakan salah satu produk yang ada di Bank Rakyat Indonesia, dengan kemudahan dan keringanan segala biaya yang ada di dalamnya serta keuntungan yang didapat dalam menabung membuat masyarakat sangat cocok dengan kedua tabungan ini. Dari produk tabungan britama maka diversifikasi menjadi produk tabungan Britama Muda yang dipasarkan kepada anak muda. Namun, pada Kantor Cabang Pembantu BRI Galunggung Malang produk tabungan Britama Muda menjadi produk yang lebih difokuskan kan oleh perusahaan tersebut, maka dari itu penulis ingin menguraikan kedalam Tugas Akhir dengan judul “DIVERSIFIKASI PRODUK TABUNGAN BRITAMA MUDA DAN SIMPEDES DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG PEMBANTU GALUNGGUNG MALANG”.
1.2. Rumusan Masalah
a. Mengapa produk tabungan Britama Muda lebih difokuskan penjualan nya dibandingkan dengan produk tabungan Simpedes di PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Kantor Cabang Pembantu Galunggung Malang?
b. Apa saja fasilitas unggulan yang terdapat pada produk tabungan Britama Muda di PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Kantor Cabang Pembantu Galunggung Malang?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulis membuat tulisan ini ialah :
a. Untuk melihat hal apa saja yang menjadikan Produk Tabungan Britama Muda lebih di fokuskan dalam penjualannya dibanding dengan penjualan yang terdapat pada
6
Produk Tabungan Simpedes di PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Kantor Cabang Pembantu Malang Galunggung
b. Untuk melihat fasilitas keunggulan yang terdapat pada Produk Tabungan Britama Muda di PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Kantor Cabang Pembantu Malang Galunggung
1.4 Manfaat Penulisan
Berdasarkan dengan tujuan penulisan diatas, maka manfaat yang diberikan diantaranya :
a. Manfaat bagi pihak Bank Rakyat Indonesia
Penelitian ini dapat dijadikan perusahaan bank untuk mengembangkan dan meningkatkan penjualan serta layanan yang ada pada produk Tabungan Britama Muda guna meningkatkan jumlah nasabah pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Cabang Malang Galunggung
b. Manfaat bagi peneliti lain
Memberikan informasi bagi peniliti lain tentang diversifikasi produk tabungan Britama yang terdapat pada Kantor PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Cabang Galunggung Malang serta dapat menyampaikan infomasi produk tabungan dengan baik agar nanti tulisan ini dapat bermanfaat bagi konsumen yang ingin membeli produk untuk lebih teliti dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
1.5 Definisi Istilah 1.5.1 Diversifikasi
Sebuah perusahaan pasti menginginkan produk nya dikenal oleh masyarakat, agar nanti saat mereka mengeluarkan sebuah produk, produk itu akan terjual dan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dalam mengenalkan atau memasarkan sebuah produk, perusahaan harus membuat produk lain agar nantinya dapat menjangkau dan mengenal pasar baru. Diversifikasi merupakan salah satu strategi ampuh yang ada di perusahaan, diversifikasi adalah memproduksi beberapa barang lain dengan unsur intrinstik yang mirip, namun memiliki perbedaan dari segi lain misalnya bentuk, ukuran, fasilitas, keunggulan dan lain sebagainya. Menurut Tjiptono (2008 : 132), pengertian diversifikasi adalah sebagai upaya untuk mencari dan
7
mengembangkan produk atau pasar baru, guna mengejar pertumbuhan, peningkatan penjualan, profitabilitas, dan fleksibilitas(Hermawan 2015). Cara inilah yang biasanya digunakan oleh perusahaan besar agar dapat memperoleh keuntungan membuat bisnis nya terus berkembang.
1.5.2 Keunggulan
Keunggulan dalam suatu hal dapat memberikan kesan baik terhadap hal tersebut, keunggulan juga dapat menarik minat seseorang dikarenakan menurut mereka keunggulan dapat memberikan manfaat yang besar baginya. Keunggulan Produk Menurut Henard dan Szimanski merupakan superioritas atau pembedaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tawaran competitor (SARI 2020). Unsur-unsur yang dapat disebut sebagai keunggulan produk, misalnya keunikan suatu produk tersebut, nilai dan keuntungan yang ditawarkan perusahaan juga harus dilihat dari perspektif yang didasarkan pada pemahaman atas kebutuhan dan keinginan pelanggan dan juga dari faktor subjektif mereka. Menurut Tjiptono indikator dalam keunggulan suatu produk dapat meliputi :
1. Features (fitur) merupakan spesifik produk yang dirancang untuk melengkapi fungsi produk atau menambah ketertarikan nasabah pada sebuah produk.
2. Reliability (Kehandalan) adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja secara memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu.
3. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari suatu produk.
4. Perceived quaility (Kesan kualitas) yaitu hasil terhadap pemakaian secara tidak langsung dilakukan, yang disebabkan oleh kurang paham ataupun kekurangan informasi pada barang yang dihasilkan.
Hal ini dapat dijelaskan bahwa poin – poin penting diatas merupakan suatu hal yang penting dalam mempengaruhi sukses atau tidaknya suatu produk yang berdampak pada kinerja pemasaran. Menurut Song dan Parry (1997), hal lain yang mendukung keunggulan produk ialah produk yang mampu melakukan suatu deferensiasi produk yang nantinya produk tersebut harus inovatif dibandingkan produk lain yang sudah ada, produk tersebut harus mempunyai kualitas yang tinggi dan dapat membedakan diri dari kualitas produk yang lainnya (Kusumawati and Syakur 2016). Maka dari itu Bank
8
Rakyat Indonesia membuat tabungan inovasi baru bernama BRITAma Muda, yang pastinya memiliki keunggulan yang lebih guna memelihara loyalitas nasabah.
1.5.2 Produk
Produk yang dihasilkan oleh dunia usaha pada umumnya berbentuk dua macam yaitu produk yang berwujud dan produk tidak berwujud. Masing-masing produk untuk dapat dapat dikatakan berwujud atau tidak berwujud memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Produk yang berwujud berupa barang yang dapat dilihat, dipegang, dan dirasa sekarang sebelum dibeli, sedangkan produk yang tidak berwujud berupa jasa di mana tidak dapat dilihat atau dirasa sebelum dibeli. Satu hal lagi perbedaan kedua jenis produk ini adalah produk yang berwujud biasanya tahan lama, sedangkan untuk tidak berwujud tidak tahan lama. Secara umum definisi tentang produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sedangkan pengertian menurut Philip Kotler adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari pengertian dapat disimpulkan bahwa produk adalah sesuatu yang dapat memberikan manfaat baik dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari atau sesuatu yang ingin dimiliki oleh konsumen. Produk biasanya digunakan untuk dikonsumsi baik untuk kebutuhan rohani maupun jasmani. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan akan produk maka konsumen harus mengorbankan sesuatu sebagai balas jasanya dengan cara pembelian. Hal ini nantinya nasabah atau pelanggan akan mendapatkan benefit atau keuntungan dari fasilitas pelayanan atau jasa dari suatu produk.
1.5.3 Produk Penghimpun Dana
Produk penghimpun dana adalah suatu produk dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk menghimpun dana, atau lebih mudah nya yang biasa kita kenal yaitu tempat masyarakat dapat menyimpan dananya. Sebenarnya bentuk-bentuk produk penghimpunan dana yang ada pada bank konvensional maupun bank syariah sama. Bank konvensional maupun bank syariah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan, dan deposito. “Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan”(RINI FATRIANI 2018).
9
Produk giro pada bank syariah diatur di dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. : 01/DSN-MUI/IV/2000 tentang Giro. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan / atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Produk tabungan pada bank syariah diatur di dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. : 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan. Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Produk deposito pada bank syariah diatur di dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. : 03/DSNMUI/IV/2000 tentang Deposito.
1.6 Unjuk Kerja
Unjuk Kerja atau biasa disebut dengan Kriteria unjuk kerja (KUK) berisi uraian tentang kriteria unjuk kerja yang menggambarkan kinerja yang harus dicapai pada setiap elemen kompetensi. KUK adalah pernyataan evaluatif yang terdiri dari keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja untuk menentukan apa yang akan dinilai dari capaian kinerja dalam suatu unit kompetensi. KUK juga merupakan sarana untuk menjelaskan kinerja yang diperlukan untuk menunjukkan pencapaian elemen kompetensi. Hal ini nantinya akan mengarah ke SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Negara Indonesia).
SKKNI merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan. SKKNI dikembangkan melalui konsultasi dengan industri terkait, untuk memastikan kesesuaian kebutuhan di tempat kerja. SKKNI digunakan terutama untuk merancang dan mengimplementasikan pelatihan kerja, melakukan asesmen (penilaian) keluaran pelatihan, serta asesmen tingkat keterampilan dan keahlian terkini yang dimiliki oleh seseorang. Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yang bersangkutan mampu :
a. Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan
b. Mampu mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
c. Apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula
d. Mampu menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.
10
Tujuan diberlakukan nya SKKNI ialah diharapkan mendapat gambaran mengenai kompetensi kerja di Perusahaan Perbankan Konvensional, Syariah maupun di Lembaga Keuangan lainnya, sehingga ketika seseorang ingin melamar atau bekerja di bidang yang terkait seseorang sudah mengetahui terkait Standar Kompeten nya. Sesuai dengan judul Tugas Akhir diatas, maka penulis menggunakan Unjuk Kerja dan SKKNI sebagai berikut :
KODE UNIT : K.641266.004.01
JUDUL UNIT : Memberikan Informasi Produk Dan Jasa Bank
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk melakukan memberikan Informasi Produk bank kepada nasabah/calon nasabah.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1 Menyiapkan penyampaian informasi Produk bank kepada nasabah/calon nasabah 1.1 Ruang lingkup, tugas dan tanggung jawab seorang customer service dijelaskan sesuai dengan Job Description yang ditetapkan bank.
1.2 Sistem dan prosedur customer service dijelaskan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh bank
1.3 Materi promosi, leaflet/brosur dan booklet serta bahan promosi lain yang terkait dengan produk dan layanan yang ditawarkan oleh bank disiapkan.
1.4 Suku bunga simpanan pihak ketiga, suku bunga berbagai jenis kredit, tarif jasa layanan, kurs valuta asing diperoleh dari sumber yang benar sesuai dengan kebijakan bank.
2. Menyampaikan informasi produk/ layanan bank .
2. 1 Informasi produk/layanan bank disampaikan kepada nasabah/ calon nasabah dengan metode sesuai dengan kebijakan bank (via telpon, tatap muka, pameran).
2. 2 Penambahan bahan informasi seperti leafle, brocure dan booklet serta materi lain yang terkait dengan produk/ layanan bank disampaikan kepada nasabah/calon nasabah untuk memperjelas produk/layanan bank.
11
2. 3 Respon dan pertanyaan dari nasabah/ calon nasabah atas produk/layanan bank ditanggapi dengan penjelasan yang tepat dan penuh empati untuk menumbuhkan ketertarikan yang bersangkutan kepada produk/layanan bank
2. 4 Minat atau ketertarikan atau belum tertarik dari calon nasabah kepada produk/layanan bank dipastikan kepada yang bersangkutan dengan cara yang sopan dan empati.
2. 5 Program tindak lanjut untuk memformalkan ketertarikan nasabah/ calon nasabah terhadap produk/ layanan bank dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan.
2. 6 Adminstrasi dan dokumentasi pelaksanaan penyampaian informasi produk/layanan bank dilakukan dengan menggunakan format dan prosedur yang ditetapkan oleh bank.
(Sumber: https://lspp.or.id/wp-content/uploads/2014/06/LAMPIRAN-SKKNI-Funding-Services.pdf)
SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Negara Indonesia) merupakan hal yang sangat diperlukan, terutama untuk mendalami suatu pekerjaan yang ingin dituju guna memenuhi standar kompetensi kerja yang ada pada perusahaan tersebut. Didalam setiap jenis SKKNI terdapat elemen kriteria untuk kerja yang akan dijalankan, hal tersebut nantinya menjelaskan tentang hal elemen apa saja yang dilakukan pada bagian kriteria kerja tersebut. Hal ini juga berisikan mengenai peraturan dan konteks variable yang ada di dalam nya, sehingga setelah adanya SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Negara Indonesia) yang ada di Indonesia ini dapat membantu calon pekerja atau pekerja yang ingin melaksanakan tugas nya sesuai dengan standar kompetensi kerja yang ada di Indonesia.