• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. PENGERTIAN. Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "E. PENGERTIAN. Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini 3"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. LALATATAR R BEBELALAKAKANGNG Per

Percecepapatatan n dadan n peperlrluauasasan n akakses ses laylayananan an PenPendidididikakan n AnAnak ak UsUsia ia DiDinini ((PAPAUDUD) ) memerurupapakakan n sasalalah h sasattu u kekebbijijakakaan n ststrarattegegis is yayang ng ddigiguulilirkrkanan Ke

Kemementnterierian an PenPendidididikan kan NaNasiosionanal. l. SeSejajalalan n dendengagan n kebkebijaijakakan n tetersrsebuebut,t, pen

penambambahaahan n dan dan penpeningingkatkatan an kompkompetenetensi si dan dan kapakapasitasitas s penpendiddidik ik PAUPAUDD me

menjnjadadi i tutuntntututan an yayang ng titidadak k dadapapat t didiababaiaikakan. n. BeBerbrbagagai ai prprogograramm di

dikemkembabangngkakan n dadalalam m rarangngka ka memenununjnjanang g kebkebijijakakan an tetersrsebuebut t , , mimisasalnylnyaa p

pelelatatihihanan, , mamagagangng, , pepenndadampmpiningagan n dadan n sesebabagagaininyaya. . KetKetererbabatatasasann pe

pememeririntntah ah dadalalam m memembmbererikikan an pepelalatitihahan n dadan n pependndamampipingngan an yayangng berjenjang dan berkelanjutan menjadi salah satu kendala pemerataan dan berjenjang dan berkelanjutan menjadi salah satu kendala pemerataan dan peningkatan kompetensi pendidik PAUD . Karenanya harus diseimbangkan peningkatan kompetensi pendidik PAUD . Karenanya harus diseimbangkan dengan du

dengan dukungan kungan aktif masyarakat aktif masyarakat dan pemeritah dan pemeritah daerah.daerah.

Sa

Salalah h sasatu tu ststraratetegi gi pepeniningngkakatatan n mumutu tu pependndididik ik PAPAUD UD yayang ng tetelalahh di

dibeberlarlakukukan kan seselamlama a inini i adadalalah ah melmelalalui ui penpengemgembabangngan an GuGugugus. s. UpUpayayaa penin

peningkatan mutu gkatan mutu pendidpendidik ik sepertseperti i dipersydipersyaratkaaratkan n dalam Undang-unddalam Undang-undangang No

Nomomor. r. 14 14 tatahuhun n 202005 05 tetentntanang g DoDosesen n dadan n PePendndididik, ik, memenjanjadidikakan n GuGuguguss sebagai pintu masuk pertama (starting gate) yang strategis. Hal ini didasari sebagai pintu masuk pertama (starting gate) yang strategis. Hal ini didasari oleh dua

oleh dua pemikirpemikiran, pertama ; an, pertama ; Gugus merupakan wadah berkumpuGugus merupakan wadah berkumpulnya paralnya para pendi

pendidik pada level dik pada level bawah dan pbawah dan paling memualing memungkinkngkinkan bagi para pan bagi para pendidikendidik untuk dapat berinteraksi dan berdiskusi secara cepat dalam mencari solusi untuk dapat berinteraksi dan berdiskusi secara cepat dalam mencari solusi ter

terhadhadap ap perpermasmasalaalahan han keskesehareharian ian yanyang g dihdihadaadapi pi disdisekoekolahnlahnya. ya. KedKedua ua ;;

Gugus dapat ditingkatkan peran dan fungsinya sebagai wahana pembinaan Gugus dapat ditingkatkan peran dan fungsinya sebagai wahana pembinaan profesi bagi pendidik dan pengelola/kepala lembaga PAUD oleh unsur dan profesi bagi pendidik dan pengelola/kepala lembaga PAUD oleh unsur dan instansi terkait.

instansi terkait.

Me

Merurujujuk k papada da PePeraratuturaran n PrPresesididen en NoNomomor r 24 24 TaTahuhun n 202010 10 tetentntanangg Ke

Kedudududukakan, n, TuTugagas, s, dadan n FuFungngsi si KeKemementntereriaian n NeNegagarara, , sesertrta a SuSususunanann Or

Orgaganinisasasisi, , TuTugagas, s, dadan n FuFungngsi si EsEselelon on I I KeKemementntereriaian n NeNegagarara, , didimamanana pembinaan PAUD Formal dan Nonformal ditangani oleh satu direktorat, maka pembinaan PAUD Formal dan Nonformal ditangani oleh satu direktorat, maka per

perlu lu adaadanya nya perperlualuasan san manmanajemajemen en GugGugus us TamTaman an KanKanak-kak-kanaanak k menmenjadjadii G

Gugugus us PAPAUDUD. . PePembmbininaaaan n teterhrhadadap ap GuGuggus us PAPAUD UD didihahararapkpkan an dadapapatt meningkatkan dan dan memperkuat mutu serta eksistensi pendidik PAUD meningkatkan dan dan memperkuat mutu serta eksistensi pendidik PAUD yang akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan layanan PAUD yang yang akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan layanan PAUD yang lebih baik.

lebih baik.

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini 

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini  11

▸ Baca selengkapnya: contoh program kerja gugus paud terbaru

(2)

B

B.. DDAASSAAR HR HUUKKUUMM 1.

1. UndUndangang-un-undandang g DasDasar ar 1941945 5 daldalam am PemPembukbukaan aan alialinea 4 nea 4 tententantang g TujTujuanuan Negara Indonesia.

Negara Indonesia.

2.

2. Undang-undang RI Undang-undang RI No. 20 Tahun No. 20 Tahun 2003 tentang 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Sistem Pendidikan Nasional.

3.

3. UndanUndang-undag-undang No. 1ng No. 14 Tahu4 Tahun 2009 n 2009 tentatentang Pendng Pendidik idik dan Dosdan Dosenen 4.

4. PePeraratuturaran n PePememeririntntah ah NoNo. . 17 17 tatahuhun n 202010 10 tetentntanang g PePengngelelololaaaan n dadann Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelenggaraan Pendidikan 5.

5. PeratuPeraturan Presiden Nomor 24 tahun 2010 yang disempurnaran Presiden Nomor 24 tahun 2010 yang disempurnakan Pearturakan Pearturann Pr

Presesididen en NoNomomor r 67 67 TaTahuhun n 202010 10 tetentntanang g PePerurubabahahan n AtAtas as PePeraratuturarann Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementrerian Negara serta Susunan Organisasi , Tugas, dan Fungsi Eselon Kementrerian Negara serta Susunan Organisasi , Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.

I Kementerian Negara.

6.

6. PerPeratuaturan Menetrran Menetri i PendPendidikidikan an NasNasionional al NomNomor or 58 58 TahTahun un 2002009 9 tententantangg Standar Pendidikan Anank Usia Dini.

Standar Pendidikan Anank Usia Dini.

7.

7. PerPermendmendikniknas as NomNomor or 36 36 TahTahun un 2012010 0 tententantang g OrgOrganianisassasi i dan Tata Kerjadan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan Nasional.

C.

C. TUTUJUJUAN PAN PEDEDOMOMAN GAN GUGUGUS PUS PAUAUDD Ped

Pedomaoman n GugGugus us PAUPAUD D dikdikembaembangkngkan an dendengan gan tujtujuan uan untuntuk uk membmemberierikankan acuan kepada pendidik/pengelola/penilik/pengawas PAUD dan pihak terkait acuan kepada pendidik/pengelola/penilik/pengawas PAUD dan pihak terkait lainnya dalam hal :

lainnya dalam hal : 1.

1. PemPembentbentukaukan n dan dan pembpembinainaan an GugGugus us PAUPAUD D daldalam am ranrangka gka penpeningingkatkatanan kualitas layanan PAUD.

kualitas layanan PAUD.

2.

2. PemPembinabinaan an kompkompeteetensi nsi dan dan karikarier er bagbagi i penpendiddidik ik dan dan penpengelgelolaola/kep/kepalaala lembaga PAUD

lembaga PAUD 3.

3. PenumbPenumbuhan partisiuhan partisipasi setempat sehinggpasi setempat sehingga dapat memanfaatka dapat memanfaatkan sumber-an sumber- sumber pembelajaran setempat.

sumber pembelajaran setempat.

D.

D. RUARUANG NG LINLINGKUGKUP P PENPENULIULISANSAN Pen

Penuliulisan san PedoPedoman man GugGugus us PAUD PAUD secsecara ara besbesaraarannya nnya di di bagbagi i daldalam am enamenam pemba

pembabakan. Pembabakan bakan. Pembabakan penulipenulisan san didasardidasarkan kan atas atas pendekapendekatan tan prosesproses..

Bab

Bab perpertamtama a sebasebagai gai penpendahdahuluuluan an menmeneraerangkangkan n latlatar ar belbelakaakang ng perperlunlunyaya dibentuk Gugus PAUD, kondisi secara umum pendidik PAUD, dasar hukum dibentuk Gugus PAUD, kondisi secara umum pendidik PAUD, dasar hukum

(3)

yang melandasi pembentukan Gugus PAUD, serta peristilahan yang digunakan dalam pedoman ini.

Bab Kedua memaparkan tentang perencanaan manajerial Gugus PAUD , yang dimulai dari tujuan pembentukan Gugus PAUD, pengorganisasian Gugus, mekanisme kerja Gugus PAUD, hingga penyusunanRencana Anngaran dan Pendapatan Belanja GugusPAUD.

Bab Ketiga memaparkan pelaksanaan program kerja Gugus PAUD yang memuat pengelolaan manajemen Gugus, penilaian program kerja, hingga pembiayaan Gugus PAUD. Bagian keempat ditekankan pada peningkatan peran serta masyarakat dalam menunjang program kerja Gugus PAUD melalui optimalisasi potensi sumber lokal dan potensi masyarakat.

Bab Lima memaparkan pola pembinaan Gugus, termasuk pemantauan, penilaian, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pembinaan. Pemaparan pedoman ditutup dengan rujukan.

E. PENGERTIAN

1. Gugus PAUD merupakan kumpulan dari 3 – 8 lembaga PAUD yang berdomisili dalam area terdekat. Pembagian area menjadi sangat relatif, tergantung pada letak geografisnya.

2. Kelompok Kerja Guru (KKG) PAUD merupakan program kerja Gugus sebagai bengkel kerja guru-guru anggota Gugus.

3. Kelompok Kerja Kepala/Pengelola (KKK/P) merupakan program kerja Gugus sebagai wahana bengkel kerja Kepala/Pengelola PAUD yang menjadi anggota Gugus.

4. Pusat Kerja Gugus (PKG) PAUD kecamatan merupakan kumpulan gugus yang ada di wilayah kecamatan tersebut.

5. Kelompok Kerja Taman Kanak-Kanak (KKTK) kecamatan, merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program  Taman Kanak-Kanak.

6. Kelompok Kerja Kelompok Bermain (KKKB) kecamatan, merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Kelompok Bermain.

7. Kelompok Kerja Taman Penitipan Anak (KKTPA) kecamatan, merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program  Taman Penitipan Anak.

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini  3

(4)

8. Kelompok Kerja Satuan PAUD Sejenis (KKSPS) kecamatan, merupakan program kerja PKG sebagai bengkel kerja yang membidangi program Satuan PAUD Sejenis .

9. PAUD Inti adalah Lembaga PAUD yang tercatat sebagai anggota gugus yang dipilih dan disepakati untuk mengkoordinasikan kegiatan gugus pada kurun waktu tertentu.

10.PAUD imbas adalah lembaga-lembaga PAUD anggota gugus.

11.Penilik PAUD adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian, dan pembinaan pada satuan pendidikan nonformal, khususnya program PAUD.

12.Pengawas adalah pejabat yang bertugas melakukan pemantauan, penilaian dan pembinaan pada satuan pendidikan formal anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

13.Pengelola PAUD adalah pengelola satuan pendidikan yang mengelola satuan pendidikan pada PAUD formal atau informal.

BAB II

STRUKTUR, MEKANISME, DAN PROGRAM KERJA GUGUS PAUD

A. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Secara umum Gugus PAUD bertujuan untuk meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mengelola program PAUD secara profesional yang efektif dan efisien.

2. Tujuan Khusus

Menjadi wahana pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dalam hal :

a. Pengembangan dan inovasi pembelajaran PAUD.

b. Peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka peningkatan mutu layanan anak usia dini sesuai dengan tahap perkembangannya.

c. Optimalisasi sumber belajar, sarana/prasarana, dan potensi linhgkungan untuk peningkatan, pengembangan dan eksistensi anggota Gugus PAUD.

(5)

d. Peningkatan komunikasi yang efisien dan efektif antar anggota komunitas Gugus PAUD, gugus dengan orang tua dan masyarakat.

e. Faslitasi terhadap akses fasilitas sumber-sumber pembelajaran dari lingkungan dan pemerintah.

B. FUNGSI

Gugus PAUD berfungsi :

1. Wadah pembinaan profesional dalam rangka meningkatkan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD yang terencana dan sistematis.

2. Saran untuk saling tukar informasi dan saling membelajarkan antar anggota dan anggota dengan lingkunganmasyarakat.

3. Sebagai bengkel kerja dalam penyediaan dan pengembangan kreasi dan inovasi dibidang pembelajaran PAUD

4. Sarana pembinaan kelembagaan PAUD secara efektif dan efisien.

C. PEMBENTUKAN GUGUS

Pembentukan Gugus PAUD didasarkan pada kedekatan wilayah dalam lingkup kerja Dinas Pendidikan Tingkat Kecamatan.

Pembentukan gugus difasilitasi oleh Penilik/Pengawas PAUD dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Pembentukan Gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kecamatan /Kabupaten/Kota.

Ketentuan yang harus diperhatikan dalam pembentukan gugus PAUD adalah :

1. Jarak lembaga PAUD dalam satu gugus relatif saling berdekatan, sehingga memudahkan dalam koordinasi dan komunikasi.

2. Satu Gugus PAUD terdiri dari 3 sampai 8 lembaga PAUD, baik yang menyelenggarakan program TK, KB, TPA maupun SPS dan berada dalam wilayah kecamatan yang sama. Khusus di wilayah sulit, perbatasan, atau yang memiliki jumlah lembaga PAUD terbatas, keanggotaan gugus disesuaikan dengan jumlah lembaga yang sudah terbentuk di kecamatan tersebut.

3. Setiap gugus memiliki satu PAUD Inti dan lainnya sebagai PAUD Imbas.

4. PAUD INTI dipilih berdasarkan kesepakatan dengan memperhatikan persyaratan berikut :

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini  5

(6)

a. Letaknya mudah dijangkau oleh pendidik/kepala/pengelola PAUD Imbas.

b. Lokasi lingkungan memungkinkan untuk dikembangkan sebagai tempat berbagai kegiatan.

c. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Standar PAUD.

d. Memiliki inovasi dalam bidang tertentu dan terbuka terhadap perkembangan keilmuan PAUD.

e. Memiliki fasilitas dan sumber belajar yang memadai.

f. Memiliki manajemen PAUD yang baik.

Penentuan jangka waktu menjadi PAUD inti ditentukan oleh daerah, selanjutnya PAUD Inti dapat dipilih kembali atau bergulir.

5. Setiap Gugus PAUD menyusun kepengurusan,membuat visi, misi, dan program kerja gugus, serta terdaftar secara aktif di Kelompok Kerja Gugus PAUD Kecamatan.

PAUD TERPADU IMBAS

PAUD IMBAS PAUD IMBAS

PAUD IMBAS PAUD IMBAS

LEMBAGA INTI GUGUS TERPADU MKG (KKG-PENGELOLA)

(7)

Catatan :

1. Untuk tahap awal pembentukan Gugus PAUD dapat mengoptimalkan TK  Pembina Tk. Propinsi/Kabupate/Kota/Kecamatan, dan PAUD Percontohan  Tk. Propinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan menjadi PAUD INTI di Gugus

PAUD .

2. Apabila jumlah lembaga PAUD ( TK, KB, TPA, SPS ) dalam satu kecamatan kurang dari 3 lembaga, maka lembaga PAUD tersebut dapat bergabung dengan Gugus PAUD terdekat dalam satu Kabupaten/kota.

D.VISI DAN MISI GUGUS PAUD

Untuk membangun kesamaan persepsi, tujuan dan komitmen antar anggota , maka setiap gugus harus memiliki Visi, Misi yang dirumuskan bersama dan disosialisasikan keseluruh pendidik dan anggota Gugus PAUD .

Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi Gugus PAUD sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan .

Kriteria visi yang baik dan efektif adalah : 1. Penuh tantangan, tapi dapat tercapai;

2.  Jelas, terhindar dari berbagai konflik interpretasi;

3. Mudah diingat , idealnya tidak lebih dari 20 – 25 kata;

4. Meliputi banyak hal, pernyataan tersebut memungkinkan dan mempunyai kekuatan untuk hal banyak;

5. Bernilai, mempunyai ikatan yang kuat dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat;

6. Visual, dapat digambarkan secara nyata ;

7. Mobilisasi, dapat merepon tuntutan perkembangan zaman; dan 8. Pedoman, dapat dijadikan pegangan dan dapat diukur.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Misi dirumuskan dan disosialisasikan pada anggota Gugus PAUD.

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini  7

Gambar 1. Bagan Gugus PAUD yang tediri dari TK,KB,TPA,SPS, Lembaga Inti dan PAUD Imbas

(8)

Contoh Visi :

‘Maju bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD terpadu”

Contoh Misi :

1. Melaksanakan manajemen gugus PAUD

2. Mengembangkan kegiatan pembelajaran PAUD yang inovatif 

3. Mengoptimalkan peran serta orang tua, masyarakat dan stake holder  dalam pendidikan

4. Menciptakan budaya belajar dan berprestasi untuk meningkatkan mutu PAUD

E. ORGANISASI GUGUS PAUD

Struktur organisasi gugus PAUD menunjukan hubungan wewenang dan tanggungjawab serta deskripsi pekerjaan yang harus dilakukan agar program peningkatan mutu pendidikan PAUD dalam satu gugus PAUD tercapai.

Struktur organisasi gugus PAUD terdiri dari Pembina Administrasi, Pembina  Teknis, Ketua Gugus, Sekretaris Gugus, Bendahara Gugus dan Anggota Gugus.

Struktur organisasi ini dapat ditambah koordinator apabila diperlukan, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Gugus PAUD.

STRUKTUR ORGANISASI GUGUS PAUD

Pembina Administratif ( Kepala UPTD)

Pembina Teknis (Pengawas/Penilik PAUD)

Gugus PAUD

lain Ketua Gugus /PAUD Inti Komite PAUD

Bendahara Gugus Sekretaris Gugus

Anggota Gugus PAUD IMBAS :

(9)

Tugas dan fungsi setiap unsur dalam struktur organisasi Gugus PAUD sebagai berikut :

1. Pembina Administrasi

Pembina Administrasi Gugus PAUD di tingkat kecamatan adalah Kepala UPTD/SKD Tingkat Kecamatan. Tugas dan wewenang Pembina Administrasi adalah sebagai berikut :

- Sebagai Tim Koordinasi pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran dan pembinaan bagi para pendidik PAUD di wilayahnya.

- Memberikan dukungan kebijakan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus PAUD di wilayahnya.

- Membantu kegiatan gugus.

2. Pembina Teknis

Pembina Teknis Gugus PAUD adalah Pengawas TK/Penilik KB,TPA,SPS yang berperan merumuskan kebijakan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di PAUD sesuai dengan Standar PAUD.

3. Ketua

Ketua dipilih dari salah seorang kepala/pengelola PAUD dalam gugus atau kepala/pengelola lembaga inti. Ketua bersama dengan sekretaris dan bendahara menciptakan satu iklim kebersamaan antara sesama kepala/pengelola PAUD. Ketua menggerakan pertemuan-pertemuan berkala antara lembaga inti dan PAUD Imbas, menjabarkan dan menyusun program peningkatan mutu pendidikan PAUD . Dalam melaksanakan tugasnya, ketua bekerjasama dengan nara sumber menyusun program secara lebih teknis untuk keperluan pertemuan pendidik PAUD dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran.

4. Sekretaris

Pedoman Pembinaan Gugus Pendidikan Anak Usia Dini  9

Gambar 2. Struktur Organisasi Gugus PAUD

(10)

Sekretaris dipilih dari salah seorang pendidik PAUD dalam gugus tersebut atau dari pendidik PAUD Inti. Sekretaris membantu ketua gugus secara administrasi , yakni menyiapkan program kerja gugus untuk kebutuhan pendidik, menyusun jadwal gugus menghimpun permasalahan untuk dijadikan topik pembahasan dalam gugus, mendokumentasikan dan menyebarluaskan hasil-hasil pertemuan gugus sebagai pegangan pendidik serta menyusun laporan hasil gugus kepada pembina kecamatan.

5. Bendahara

Bendahara dipilih dari salah seorang pendidik/pengelola PAUD dalam Gugus PAUD atau pendidik PAUD Inti. Bendahara membantu ketua dalam menghimpun dana, mengelola, membukukan dan mempertanggungjawabkan keuangan Gugus PAUD kepada anggota.

6. Anggota

Anggota terdiri dari semua pendidik dan kepala/pengelola PAUD dari PAUD Inti dan Imbas.

7. Komite PAUD

 Tugas dan wewenang komite lembaga PAUD antara lain sebagai berikut : - Memberikan bantuan dan dukungan penyelenggaraan pendidikan

- Meningkatkan peran serta orang tua anak didik dalam penggalian sumber dana.

- Membantu mendatangkan narasumber luar untuk peningkatan mutu pendidikan di gugus PAUD.

F. MEKANISME KERJA GUGUS PAUD

Komponen yang ada dalam Gugus PAUD merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Oleh karena itu dalam Gugus PAUD harus ada mekanisme kerja agar manajemen Gugus PAUD berjalan dengan baik. Mekanisme kerja Gugus PAUD melibatkan :

1. PAUD Inti

Paud Inti dalam setiap Gugus PAUD berfungsi sebagai berikut :

- Pusat kegiatan dan pusat informasi bagi PAUD Imbas yang tergabung dalam Gugus PAUD

- Merupakan PAUD Percontohan bagi PAUD Imbas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sesuai standar PAUD.

Referensi

Dokumen terkait

Peserta akan dikenakan sanksi dad Pusbindiklatren jika dalam proses seleksi, penempatan, maupun selama mengikuti diklat diketemukan ketidaksesuaian data yang

Dari hasil analisis statistik yang telah diperoleh untuk uji kadar SGOT Dari hasil analisis statistik yang telah diperoleh untuk uji kadar SGOT menunujukkan efek ekstrak buah

 Guru menjelaskan tujuan mempelajari materi serta kompetensi yang akan dicapai  Guru menjelaskan langkah – langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan  Guru membentuk

Secara tidak langsung ternyata senyawa volatil yang dihasilkan dari minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal juga mampu menghambat pertumbuh- an jamur patogen, dimana

Dapat diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan terbukti bahwa kualitas produk, harga, dan lokasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen

Dengan adanya penelitian ini pembaca akan lebih mudah untuk memahami makna kata amana yang terdapat didalam Alquran secara terperinci, dan juga pembaca dapat mengetahui

Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak, atau

Kesesuaian ilustrasi (misalnya teks, gambar, simbol) dengan materi yang disajikan. Rangkuman dan