I
I
I
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT INTERN
PANITIA KHUSUS RUU TENTANG BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RABU, 22 FEBRUARI 2006
Tahun Sidang Masa Persidangan Jenis Rapat HarifT anggal Waktu Tempat Acara Ketua Rapat Sekretaris Rapat Rapatke
Hadir
2005-2006 Ill (TIGA) Rapat Intern
Rabu, 22 Februari 2006 10.00 WIB s.d 10.45 WIB
Ruang Rapat BALEG, Gd Nusantara I Lt. I Pendalaman materi RUU tentang BPK H. Asep Ruchimat Sudjana
K. Johnson R., SH., MH.
35 Anggota dari 50 orang 1. ANGGOTA PANSUS RUU BPK:
1. H. Asep Ruchimat Sudjana 2. IR. lsma Yatun 3. H. Suharso Monoarfa 4. Musfihin Dahlan 5. IR. Achmad Hafiz Zawawi, MSc 6. DR. H. Harry Azhar Azis, MA 7. Dewi Asmara, SH 8. DRS. T.M. Nurlif 9. ORA. Hj. Faridah Effendy 10. Hamka Yandhu YR, SE 11. NY. Hj Nurhayati Yasin Limpo 12. Agus Condro Prayitno 13. DRS. Dharmono K Lawi, MSi 14. DRS. Cyprianus Anoer 15. DRS. H. Razak Porosi 16. H. Habil Marati, SE 17. Musa lchwanshah 18. DRS. H. Ahmad Kurdi Moekri 19. DRS. Saidi Butar-Butar 20. H. Dasrul Djabar, SH 21. Anita Yacoba Gah 22. DRS. Wayan Sugiana 23. Prof. Mirrian S Arief, MEc 24. ORA. Mardiana lndraswati 25. IR. lchwan Ishak, MSi 26. Hj. Nidalia Djohansyah Makki 27. DRS. H. Amin Said Husni 28. DR. Moh. Mahfud MD 29. Dr. H.L. Misbah Hidayat 30. DRS. Almuzamil Yusuf 31. Ma'mur Hasanuddin, MA 32. Nursanita Nasution, SE, ME 33. H. Ardy Muhammad, MBA 34. Anton A Mashur, SE 35. Walman Siahaan, SH, SE, MM, MBA
2. JALANNYA RAPAT:
KETUA RAPAT (H. ASEP RUCHIMAT SUDJANA):
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Intern Pansus RUU BPK pada hari ini tanggal 22 Februari 2006 denngan ini kami buka.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.00 WIS)
I
I
I
I
Kemudian Asosiasi Pemerintah Daerah dan DPRD, kemudian Bank Mandiri, Pertamina, lkatan Akuntan Indonesia, lkatan Komite Auditor Indonesia, BPKP dan FORBES APIP.
Maka pada hari ini kita akan mendapatkan masukan, namun demikian rapat ini mohon perhatian ada surat yang ingin kami bacakan yang datang dari dua Fraksi menyampaikan surat pada kita. Yang pertama adalah surat dari Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, surat ini ditujukan kepada Pimpinan Pansus RUU tentang BPK DPR RI.
Assalamua/aikum Warrohmatullahi Wabarokatuh.
Berkaitan dengan susunan Pimpinan Pansus RUU tentang BPK dimana Anggota Pansus dari Fraksi Kebangkitan Bangsa yaitu Sdr. Anna Mu'awanah, SE Anggota Nomor 230 menjadi salah satu dari Pimpinan Pansus tersebut diatas yang mewakili unsur dari Fraksi Kebangkitan Bangsa. Dikarenakan Sdr. Anna Mu'awanah, SE Anggota Nomor 230 selain menjadi Pimpinan Pansus RUU tentang BPK juga sebagai Pimpinan Pansus RUU tentang Cukai, dengan ini kami bermaksud mengganti Pimpinan Pansus RUU tentang BPK yaitu Sdr. Anna Mu'awanah, SE Nomor Anggota A-230 digantikan oleh Sdr. Dr. lshartanto, SE., MMA Nomor Anggota A-198. Demikian atas perhatiannya dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Wallahulmuaq Illa Aqwamutoriq Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh. Ditanda-tangani oleh Pimpinan Fraksi Kebangkitan Bangsa, Sekretari Ir. H.
A. Helmi Faishal Djaeni, Pejabat Sementara Ketua Ora. Ida Fauziah. Jadi sekarang yang menjadi Pimpinan salah satunya adalah Dr. lshartanto, SE Nomor Anggota A-198.
Selanjutnya kami sampaikan surat dari Fraksi Partai Golongan Karya. Menunjuk surat kami Nomor SJ sekian-sekian, perihal penyampaian nama-nama Anggota Pansus dari F PG DPR RI dengan ini kami sampaikan bahwa berhubung ada tugas-tugas lain maka perlu dilakukan perubahan nama Anggota Pansus RUU tentang BPK dari Fraksi Partai Golongan Karya yaitu semula Drs. H. Paskah Suzetta, MBA No. A-452, dua Victor Bungtilu Laiskodat, SH No. A-515, diganti oleh Yth. Sofyan Mile, SH No. A-527, kemudian yang Kedua adalah Yth. Ora. Hj. Faridah Effendy No. A-489, demikian untuk menjadi perhatian Saudara. Pimpinan Fraksi Partai Golongan Karya DPR RI, Sekretaris Yahya Zaeni, SH. Dengan disampaikannya surat ini maka secara resmi dilakukan penggantian Pimpinan dan Anggota Pansus BPK.
(KETOK PALU 1X) lbu·ibu dan Bapak·bapak,
Maka berbagai masukan ini disampaikan berkaitan dengan penyempumaan RUU tentang BPK dan terkait dengan ketentuan UUD 1945, disamping itu juga banyak masukan yang terkait dengan substansi RUU, selanjutnya RUU ini juga perlu diselaraskan dengan Peraturan Perundangan lainnya misalnya dengan UU N0.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Kemudian UU No. 71 Tahun 2003 tentang BUMN, serta penyelarasan tukas pemeriksaan dan tukas pengawasan yang dilakukan oleh BPKP dan lnspektorat, serta pengawasan dan pemeriksaan lainnya, Bawasda dan lain sebagainya.
Berdasarkan masukan tersebut Pansus ini perlu memiliki persepsi yang sama diantara kita, diantara Anggota. Pertama adalah Pansus melakukan penyempurnaan terhadap RUU atau Pansus memandang masukan-masukan tersebut dianggap telah cukup dan selanjutnya Pansus mengirim surat kepada Pimpinan DPR RI agar Pimpinan DPR RI mengirimkan surat dan menyampaikan RUU kepada Presiden untuk menunjuk Menteri yang mewakili Presiden membahas RUU dengan Pansus, untuk mitra kerja kita. Yang ketiga, kendati poin Kedua kita setujui RUU nantinya sangat memungkinkan dan harus adanya perubahan ketika dibahas oleh Pansus bersama dengan Pemerintah, jadi DIM-nya nanti dibahas pada saat kita bicarakan dengan partner kita setelah ada persetujuan siapa partner kita ini, apakah Menteri Kehakiman, apakah Menteri Keuangan. Kita sudah
I
I
I
I
mendapatkan masukan-masukan yang kalau sementara ini kita anggap cukup maka kita akan segera mengajukan surat kepada Presiden melalui Pimpinan Dewan untuk segera ditunjuk siapa yang menjadi mitra kerja kita dalam penyusunan UU ini. jadi kita maksudnya tidak usah merubah terlebih dahulu yang ada perubahan berjalan waktu kita melakukan rapat-rapat dengan Pemerintah.
ANTON A MASHUR, SE (F·BPD) : lnterupsi Pimpinan.
Saya ingin agar supaya Pimpinan mempertimbangkan bahwa Departemen Keuangan tidak menjadi mitra kerja kita dan Departemen Kehakiman, karena ada potensi konflik kepentingan karena BPK itu memeriksa Departemen Keuangan dan sampai sekarang masih ada masalah karena ada wilayah-wilayah yang belum diperkenankan untuk diperiksa, dengan prioritas dari Departemen Keuangan barangkali terancam.
KETUA RAPAT:
Terima kasih, masukan yang sangat berharga sekali dan ini menjadi pertimbangan kita untuk nanti kita bicarakan dengan Pimpinan Dewan, karena akan membuat surat kepada Pimpinan Dewan mungkin akan dikonsultasikan dengan Presiden. sementara itu polanya rapat pada rapat hari ini kami minta masukan bagaimana dengan kondisi Pansus kita ini, apakah kita akan segera mengirim surat kemudian kita mulai membicarakan materi dari RUU setelah masukan-masukan yang ada.
Kami persilahkan dari F PPP.
H. HABIL MARA Tl, SE (F·PPP):
Pimpinan Sidang, jadi saya kira memang bahwa selama ini kita telah mengundang beberapa asosiasi dalam rangka untuk menerima masukan dalam memperkuat atau kita melakukan masukan-masukan oleh counterpart kita khususnya di apa yang kita lakukan selama ini, saya kira materi-materi yang telah kita gali dari beberapa nara sumber kita sudah bisa kita jadikan masukan dalam hal untuk kita melangkah pembahasan materi UU ini karena bagaimana pun juga pembahasan UU BPK ini memang harus segera diselesaikan karena mengingat bahwa temyata apa yang dialami sekarang ini dengan BPK itu memang banyak memberikan pendapat positif ataupun negatif tentunya artinya dengan kita membahas secepat mungkin UU ini maka tentunya akan memberikan implikasi yang bagus kedepan oleh karena itu Pimpinan Sidang dari inventarisasi yang kita lakukan selama ini saya kira cukup banyak kita lakukan, kita sudah mengundang Pertamina, Bank Mandiri, Asosiasi maupun lkatan Akuntan Indonesia, mungkin pasar modal yang belum kita undang, ini juga penting karena bagaimana pun juga bahwa pasar modal memiliki kepentingan yang sangat strategis terhadap hasil audit, karena pasar modal sendiri tidak mengacu pada hasil audit BPK tetapi mengacu kepada independen auditor, oleh karena itu saya kira pasar modal ini kita undang, itu yang pertama.
Yang Kedua, menurut saya juga dari Dirjen Pajak ini juga perlu kita undang karena bagaimana pun juga bahwa User atau yang menggunakan hasil rekap kemudian Pajak juga bisa pakai, juga pasar modal juga bisa pakai, dan juga adalah tidak kalah pentingnya Pimpinan Sidang kita mengundang pihak perbankan asing, Pimpinan Sidang jadi yang selama ini kita undang hanya bank-bank Pemerintah yang berhubungan dengan BPK, tetapi kalau kita juga mau menerima masukan yang independen yang netral juga kita butuhkan perbankan asing yang selama ini mereka diperiksa oleh independen auditor, itu juga penting sebagai masukan, apa sih bedanya independen auditor dengan BPK ? ini usul saya tadi yaitu pajak kita undang kembali, pasar modal, dan salah satu perbankan asing misalnya Citybank atau HSBC atau Standardcharted itu saya kira atau Ducht Bank kita panggil, ini adalah dalam rangka untuk memberikan komparasi antara hasil audit BPK dengan independen auditor, terima kasih Pimpinan Sidang.
I
I
I
I
KETUA RAPAT:
Bagus sekali.
Silahkan mungkin Bapak.
DRS. CYPRIANUS AOER (F·PDIP):
Terima kasih Pimpinan.
Ada beberapa penawaran yang disampaikan oleh Pimpinan untuk diputuskan, memang ada beberapa hal yang mungkin pertama ini harus inisiatif DPR RI tentu karena itu kita perlu menyempumakannya.
Penyempurnaan ini tadi ada dua pemikiran, pada saat kita jalan atau pada saat DIM pembahasan, saya lebih cenderung pada saat pembahasan sampai kita menyempumakan DIM-nya sehingga dengan Pemerintah nanti kita saling menyempumakan, itu yang pertama.
Yang Kedua, karena dalam RUU disebutkan juga perwakilan Propinsi maka perlu juga kita dengar pemikiran-pemikiran dari Propinsi karena nanti juga perwakilan dari Propinsi karena itu perlu juga mendapat masukan dari Propinsi entah beberapa perwakilan dari Propinsi juga harus kita lakukan. Sedangkan tadi saya setuju dengan beberapa usul dari Pembicara sebelumnya kita juga harus mengundang mereka untuk melengkapi ini saja, lalu karena ini termasuk UU yang daftar Prolegnas maka juga kita perlu cepat menyelesaikannya supaya kita tidak menjadi beban, jadi soal beban berapa RUU ini akan juga menjadi beban karena itu secepatnya lebih bagus untuk kita selesaikan tugas itu, begitu saja Pimpinan.
KETUA RAPAT:
Barangkali masih ada?
DR. MOH. MAHFUD, MD (F·KB):
Saya setuju agak lebih cepat, jadi masukan-masukan itu secara umum dan masalah-masalah mendasar saya rasa sudah cukup, oleh karena itu masukan lain seperti diusulkan Pak Habil, Dirjen Pajak itu mungkin sudah masuk tim Pemerintah maka tidak perlu diundang untuk memperoleh masukan, dia langsung pada materinya. Pasar modal mungkin nanti sambil jalan, oleh sebab itu masukan-masukan yang ada sekarang ini di integrasikan dahulu ke dalam RUU yang ada agar semua tertampung, terakomodasi, sehingga kita sebelum mengajukan_ ke Pimpinan DPR RI untuk kemudian diteruskan ke proses yang antara lembaga, saya kira dibentuk dulu tim kecil disini untuk mengintegrasikan masukan-masukan dari berbagai alternatif yang sama maupun berbeda sehingga ketika masuk ke Pimpinan DPR RI sudah RUU dari Pansus ini yang sudah siap didiskusikan dan nanti masukan berikutnya sambil jalan.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Kemudian mungkin ada lagi ?
WALMAN SIAHAAN, SH., SE., MM., MBA (f·PDS):
Pimpinan.
lni ada bisikan dari teman disini bahwa kita ini katanya perlu studi banding seperti Pansus-Pansus lain itu, sebab kalau tidak ada studi banding kita tidak bisa membuat perbandingan antara yang lalu dan yang sekarang ini, apa sebetulnya masalah-masalah yang akan kita harus perbaiki ke depan.
Saya kira begitu, terima kasih.
ORA. HJ. FARIDAH EFFENDY (F·PG):
Pim pi nan.
I
I
I
I
Tadi setelah saya mendengarkan paparan dari beberapa Anggota menyebutkan beberapa Asosiasi juga, apa sebaiknya juga Deperindag diundang karena asosiasi itu juga banyak dibawah naungannya, bekerjanya dengan Deperindag, terima kasih Pimpinan.
KETUA RAPAT:
Ada masukan lagi ?
IR. ICHWAN ISHAK, M.SI (F·PAN):
Terima kasih Pimpinan.
Yang pertama, saya mengusulkan sekarang ini saya belum terima atau sudah dibuat atau belum persandingan antara RUU ini dengan UU BPK-nya sendiri karena seperti di Pansus PT kebetulan saya ikut juga disana itu persandingannya ada, jadi agak jelas dimana yang kita inginkan, saya tidak jelas sudah dibuat atau belum.
Kemudian yang Kedua, waktu kita dengan Asosiasi Pemerintahan Daerah saya tidak tahu katanya tanggal 9 kita mau bertemu lagi dengan Gubemur-gubernur, rencananya bagaimana itu karena sudah tanggal berapa ini dan apakah itu masih akan kita selenggarakan?
Jadi dua itu saja pertanyaan saya, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Barangkali masih ada?
ANTON A. MASHUR, SE (F·BPD):
Saya ingin mendukung gagasan untuk studi banding khususnya menyangkut satu masalah yang barangkali cukup krusial, masalah itu adalah sebagai auditor internal dan independen mencakupi seluruh kekayaan negara baik itu yang bersifat APBN maupun yang bersifat kekayaan atau asset yang sudah terpisahkan seperti BUMN ini masalah sangat krusial, ini yang saya rasa perlu kita klarifikasikan baik-baik dari sisi satu Pimpinan bahwa ini adalah cenderung konsentrasi kekuasaan apakah semangatnya itu benar?
apakah kita tidak menuju kepada dekonsentrasi.
Yang Kedua, sentralisasi ini juga barangkali bertentangan dengan prinsip-prinsip desentralisasi yang sudah berjalan.
Yang ketiga Pimpinan, barangkali lebih penting juga masalah konsentrasi atau pemberdayaan, kita adalah lembaga-lembaga yang tidak kalah bagusnya dengan BPK tetapi dengan demikian kalau kita salah-salah lantas tidak diberdayakan apakah ini kita mau masuk Pimpinan ?
Yang keempat Pimpinan, yang berkaitan dengan semangat demokrasi itu sendiri, bahwa demokrasi itu keterbukaan tidak konsentrasi, jadi menurut pemikiran saya Pimpinan perlu sekali kita mengadakan studi banding, kalau dari pihak saya mungkin dari teman- teman ada tambahan khusus menyangkut peranan yang sifatnya pemeriksaan ekstemal independen non APBN, terima kasih Pimpinan.
DRS. WAYAN SUGIANA (F·PD):
Terima kasih Pimpinan.
Bapak dan lbu yang saya hormati.
Prinsipnya saya setuju untuk studi banding tetapi saya usulkan itu agak dibatasi jumlahnya agar kita tidak menjadi sorotan jadi umpamanya dari sekian Anggota itu berapa kira-kira apakah pilihannya per Fraksi umpamanya satu orang dan kemana tujuan kita nanti, kita harus jelas.
Yang Kedua, saya umpamanya mungkin tidak kita sudah mengadakan sinkronisasi sambif jalan, jadi masukan itu yang sudah begitu banyak ini ada tim sinkronisasi untuk menselaraskan dengan RUU yang sudah ada, demikian Pak terima kasih.
I
I
I
I
DRS. ALMUZAMIL YUSUF (F·PKS):
Assalamua/aikum Warrohmatullahi Wabarokatuh.
Saran dari saya untuk masukan Pimpinan, karena pertanyaan saya kemarin dijawab deng_an penolakan ketika saya menyampaikan peluang memanggil auditor lapangan ke DPR RI untuk mengantisipasi penyimpangan yang sudah menjadi gejala um um di BPK maupun di BPKP. Teman saya ada yang keluar dari BPKP cerita sama itu sudah menjadi persoalan BPKP mengaudit di dalam mereka terjadi jual-beli bahan audit, di BPK juga sama dan bahwa pengakuan dari BPK bahkan pada saat wawancara di Kompas bahwa jual-beli dari auditor lapangan temuan sekian banyak sampai angka silang itu sudah menjadi persoalan yang lumrah dalam BPK dan BPKP, jadi perlu menu rut saya kita mengambil gaya auditor yang berbeda dengan Indonesia, yang saya sampaikan kemarin gaya lnggris dan Amerika, saya tidak menyarankan untuk studi banding ke lnggris dan Amerika paling tidak orang kedutaan mereka, saya kira mungkin mereka bisa bercerita atau akademisi yang bisa menceritakan bagaimana gaya auditor di lnggris dan Amerika yang dalam kasus-kasus tertentu dia tidak berhadapan dengan laporan BPK, dia bisa langsung akses auditor lapangannya, apa yang anda temukan sebenarnya di lapangan itu, ini bisa terbongkar laporan tertulis yang kita terima dengan fakta lapangan yang diperiksa, sejauh kita tidak bisa masuk ke auditor lapangan permainan kita hanya lembar kertas yang ada di BPK dan di BPKP, ini yang sudah kita ketahui tradisi di lembaga itu, mohon maaf jual-beli perkara itu, jadi saya kira kita perlu ada informasi lain dari gaya lnggris dan Amerika itu yang kita dengar, apakah orang kedutaan ataukah akademisi yang bisa mewakili itu.
Demikian ketua, terima kasih.
DRS. SAIDI BUTAR·BUT AR (F·PD):
Terima kasih Pimpinan.
Menyambung pembicaraan teman kita dari sebelah, selalu saya lihat kami dalam membuat pertanyaan selalu sama, saya memang puluhan tahun di Pemeriksa auditor, saya langsung memeriksa dulu, jadi begini pengalaman ini memang sama seperti yang disampaikan teman tadi apalagi itu sifatnya internal karena mereka lihat dulu dari internal kalau internal ini memang terus terang saja walaupun bagaimana masalah yang dapat atau katakanlah atau nilai material yang bagaimana pun itu masalah diselesaikan dalam ...
mereka, tapi kalau dikatakan tadi temuan itu kalau saya lihat temuan BPK semuanya Pak Pimpinan laporan BPK yang ada pada kita sekarang, saya heran, herannya karena contohnya pernah saya memeriksa 1,2,3,4 saya lihat disitu aman-aman saja semua padahal saya sendiri tahu apa yang terjadi di dalam. Jadi pertanyaan saya kemarin bagaimana mengawasi BPK, bagaimana mengawasi pekerjaan mereka, dan siapa yang melihat mereka bekerja yang benar, artinya bahwa temuan mereka itu hasil audit daripada mereka itu disampaikan kepada Pimpinan atau ditulis sesuai dengan hasil temuan dilapangan seperti teman tadi, itu tidak terjadi kalau saya lihat hasil BPK itu pak, kalau kita lihat tidak ada masalah mereka padahal banyak masalah, itu kekecewaan kita, salah satu contoh kepada diri saya bahwa perusahaan itu dulu sering saya periksa banyak masalah, ternyata setelah saya di Komisi XI DPR RI kita lihat semua buku kuning itu, semua baik- baik saja, jadi ternyatan kelihatannya masih lebih matrial hasil audit internal daripada hasil BPK yang kita lihat langsung di hasil buku kuning yang besar itu. jadi pertanyaan saya bagaimana sebetulnya ini, bagaimana pengawasan kepada mereka sehingga bentuk daripada auditor atau hasil auditor yang cukup matrial tadi bisa terlihat dan bisa kita periksa.
ltu Pak Pimpinan, terima kasih.
PROF. DR. MIRIAN S. ARIEF, MEc (F·PD):
Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh.
Terima kasih Pimpinan, Dan
I
I
I
I
T eman-teman se-Pansus yang saya cintai.
Apa pertanyaan dari bapak tadi jgua menjadi pertanyaan saya, sekarang masukan- masukan itu sudah banyak yang dari teman-teman, ada yang tidak usah studi ke lnggris Pak tapi saya ingat itu Pak bahwa lrjen itu keluar dari Departemen kata bapak, sekarang apa yang harus kita lakukan, kita ini membuat menyempurnakan Rancangan Undang- undang, apakah sudah bisa ini ? yang menjadi masalah inti disini, bagaimana mengamankan BPK itu yang paling dahsyat, supaya tidak terjadi kolusi antara yang diawasi dengan yang mengawasi, itu yang paling berat di BPK ini, apakah BPKP juga begitu, pengawasan eksternal-internal sama saja ada kolusi, sekarang disini ada secercah usul daripada FORBES katanya dibentuk Komisi Pengawasan BPK, jadi jawaban atas pertanyaan saya dan jawaban atas pertanyaan bapak Butar-butar itu sama, jadi ini suatu secercah usul, jadi kalau ada Mahkamah Agung ada KPK-nya begitu, jadi KPK-nya BPK ini, jadi disebutnya disini Komisi Pengawas BPK, dalam RUU yang kita terima itu belum ada, yang ada hanya Polisi, Polisi ini juga kolusi, jadi tidak mungkin Polisi ini mengawasi BPK, menangkap nanti lepas lagi, inilah mungkin yang akan kita masukan dalam RUU, salah satu begitu pasal mungkin adalah pengawas BPK, kalau bisa. lni usul kita, jadi kita tidak usah panjang-panjang karena ini harus cepat selesai.
Terima kasih.
Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikummussalam.
Silahkan.
DRS. H. ACHMAD KURDI MOEKRI (F·PPP):
Saya ingin menambahkan, saya ingin memperkuat usul Pak Mahfud tadi tanpa mengenyampingkan usulan dari teman-teman yang lain, jadi yang sudah ada ini sudah cukup banyak, bagaimana kalau itu diinventarisir dulu, dipilih-pilah mana yang prioritas yang prinsip yang mungkin perlu dirumuskan ke perbaikan materi RUU-nya dari masukan- masukan itu dan tadi ada masukan dibentuk tim kecil atau juga memanfaatkan staf ahli kita terserahlah itu, atau mau Pimpinan saja juga boleh, mana yang akan menjadi kesepakatan bersama, mana yang mungkin masih perlu diperdebatkan.
Terima Kasih Pak Asep.
KETUA RAPAT:
Baik, bapak-bapak dan ibu-ibu, banyak masukan dan saya pikir ini sangat berharga semua dan memang betul dalam rangka penyempurnaan RUU ini, pertama adalah kita sepakati dulu bahwa kita akan melakukan penyisiran terhadap materi ini sambil jalan ketika sudah disetujui partner kerja kita dan diawali dengan melakukan sinkronisasi atau istilah Pak Mahfud tadi diintegrasikan dulu materi-materi yang akan masuk kedalam RUU, barangkali kita setujui itu ? jadi ada tim kecil nanti yang merumuskan, mengintegrasikan materi yang telah kita dapatkan dengan masukan-masukan yang ada kita akan berlanjut nanti dengan menyempurnakannya ... Presiden dan Pimpinan Dewan, setuju ? begitu materi pembicaraan tadi pada umumnya setuju.
Yang Kedua, adapun masukan-masukan juga sambil jalan yang nanti tadi dikatakan ada pasar modal, kemudian dari perbankan asing, sambil kita jalan, setuju ?
(KETOK PALU 1X)
Kemudian ada catatan yang bahan sandingan pak barangkali semua sudah di dapat dari Sekretariat tolong diberikan pada bapak-bapak.
Kemudian satu lagi.
I
I
I
I
lain.
IR. ICHWAN ISHAK, M.Si (F·PAN):
Pak Asep temyata belum terima saya eek semua ini.
KETUA RAPAT:
Sudah ada pak.
Temyata sudah ada pak.
Kemudian ada beberapa catatan dari kita sebelum kita sampaikan pada yang lain-
DRS. ALMUZAMIL YUSUF (F·PKS):
Pimpinan lnterupsi sebentar, ini kelihatannya banyak yang belum terima bahan sandingan, jadi yang sudah biariah sudah tetapi yang belum tolong dihargai belum.
KETUA RAPAT:
Betul ini akan dibagikan pak.
Saya sangat menghargai walaupun bapak belum meminta.
Baik kita bisa teruskan ?
Kemudian mengenai pemikiran bahwa masalah-masalah yang menyangkut materi dari RUU itu yang perlu masukan ataupun pemikiran yang secara integrated masalah sistem lnggris dan sistem lainnya mungkin kita tidak usah ke lnggris atau Amerika ataupun ke Timur Leste bisa jadi disana ada juga BPK. Pak Habil juga periu memperdalam Timur Leste ? Pak Habil ini kreatif sekali, maka kita mungkin perlu dengan stat ahli kedutaan besar yang mengerti atau mungkin akademisi, itu catatan kita.
Kemudian mengenai mengamankan BPK, ini juga barangkali perlu pemikiran bagaimana kita mengamankan BPK supaya tindak-tanduknya bukan menjadi penjahat, apakah ini perlu DPR RI yang mengawasi, persoalannya lagi siapa yang mengawasi DPR RI, itu akan terus, bagaimana merumuskannya Pak Mahfud ? Pak Mahfud ini ahlinya.
Kemudian perlu mengintegrasikan materi ini seperti dikatakan Pak Mahfud kita coba rumuskan sama-sama dan siapa yang akan mengintegrasikan ini, tim-nya dan lain sebagainya.
Ada beberapa catatan ternyata peminat studi banding cukup banyak, peminat dalam arti positif, ada studi banding yang positif ada jug a studi banding yang negatif. Jadi yang positif itu bahwa kita studi banding bukan mau jalan-jalan saja walaupun tidak boleh misalnlya kita masuk toko di tempat kita studi banding, tidak ada larangan sebetulnya kalau kita bawa duit, yang tidak boleh itu masuk toko tidak bawa duit, yang menjadi masalah buat kita adalah studi banding ini tentunya akan disesuaikan dengan dana yang ada, kita tadi sudah berbincang-bincang dengan teman sebelah saya dan teman sebelah kiri saya juga tadi sudah pulang, artinya bahwa ada keinginan kita membagi tim tapi seperti yang dikatakan Pak Wayan itu sebetulnya bagus itu pemikiran, jangan terlalu menonjol sehingga nanti, ini yang sulit pak. membagi orang tidak jalan semua di DPR RI ini yang paling sulit, itu sulit sekali pak. itu bisa menjadi justru yang tidak jalan, itu wawancara itu pak. saya masih berpikir sebagai pimpinan yang mudah-mudahan masih dapat dipercaya bagaimana bisa jalan semua walaupun mungkin tidak keluar negeri, pertama saya menarik tadi ada yang mengatakan bahwa kita dengan akademisi barangkali kita bisa melakukan seminar, seminar itu bisa diintegratedkan dengan seminar lbu Kata Propinsi dan ada akademisi disitu, sambil kita sekaligus saran Pak Anton tadi bagaimana kita mengetahui positioning dari objek-objek pemeriksaan di daerah baik itu DPRD-nya yang sekarang kalang-kabut karena banyak yang terjadi seperti Pak Kurdi di Jawa Barat, suka tidak suka divonis, dan bagaimana DPRD Tk. JI dan bagaimana Pemda-nya dan segala macam, barangkali kita setujui itu, studi banding kita ada makna, tidak hanya studi banding yang hanya kita melihat kantor, lihat kertas sambil kita mendengar, kita melakukan kegiatan ke daerah, barangkali
I
I
I
I
itu, kita sepakati itu, dan ini yang kita bicarakan selanjutnya dengan melihat dulu lnsya Allah hari ini kita sudah ada gambaran berapa dana yang bisa kita pakai, setuju serahkan pada Pimpinan untuk mengatur ini ?
(KETOK 1X) PROF. DR. MIRIAN S. ARIEF, MEC (F-PD):
Asal wanita ikut semua.
KETUA RAPAT:
Jangankan wanita, anak-anak pun bisa ikut tapi ongkos sendiri.
lnsya Allah ibu diusahakan pemerataan semua.
ltu catatan-catatan kita pada hari ini, barangkali yang lebih penting lagi pada hari ini sesuai saran dari bapak-bapak dan ibu-ibu kita bentuk saja tim kecil untuk mengintegrasikan materi yang ada dari masukan-masukan yang telah kita terima, kita bentuk, sekarang saya minta saran, tim kecil ini cukup Pimpinan dan staf ahli atau perlu dari masing-masing Fraksi ada dalam tim kecil ini ?
Silahkan Pak.
H. HABIL MARA Tl,SE (F·PPP) :
Pembentukan tim kecil ini dalam rangka untuk menkristalisasi masalah artinya tugas ini lebih kecil dan efisien dan efektif sehingga tepat waktu untuk menyelesaikannya, karena ini menyangkut banyak masukan-masukan dari beberapa kita punya counterpart sebelumnya, saya usul itu tim kecil ini jangan hanya begitu kecil tetapi tim kecil tetapi sesuai dengan masing-masing bidang misalnya tim kecil khusus untuk counterpart dengan Pemerintah misalnya dengan daerah-daerah.atau dengan asosiasi-asosiasi yang bersifat pemerintah dan itu mungkin 1 Tim Kecil. ltu dia efektif, setelah itu baru kita consider sendiri nanti dan mungkin khusus misalnya dengan Lembaga Auditor. Misalnya, 1 tim lagi.
Jadi, ini usul saya. Karena inikan dalam rangka untuk dan setelah itu baru kita menconsider semua masukan-masukan dari Tim Kecil itu.
Terima kasih Pimpinan Sidang.
KETUA RAPAT:
Baik, itu setelah terbentuk Tim Kecil baru kita bentuk seperti tadi kata Pak Habil.
Lebih efektif ya? Ya, setuju. Barangkali kita, silahkan Bu.
NURSANIT A NASUTION, SE, ME {F·PKS) : Terima kasih Pimpinan.
Kalau saya usul, tadi konteksnya adalah bagaimana kita menggabung semua masukan-masukan yang sudah diterima selama ini. Nah justru term ini yang harusnya bekerja untuk itu dulu. Kemudian usul saya di samping Pimpinan mungkin perlu ditambah utusan dari masing-masing fraksi agar bahan ini tidak mentah Pak, karena nanti ujungnya kan tetap ada masukan dari fraksi. Kalau dari awal ada suara fraksi, masing-masing fraksi terwakili disitu, saya kira akan lebih representatif.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Jadi, ada usul untuk masing-masing fraksi ada. Memang Tim ini maksudnya seperti lbu Nursanita. Silahkan.
H. HABIL MARA Tl, SE (F·PPP):
Berarti bukan Tim Kecil melainkan Tim Besar namanya kalau ada fraksi.
I
I
I
I
KETUA RAPAT:
lni ada 2 pendapat. Ada cukup Pimpinan dan cukup Staf Ahli, ada pendapat bahwa tiap-tiap fraksi. Fraksi ini ada berapa semuanya? 10, anggota ada 50 dan saya pikir tidak ada apa-apa ya? Kita setujui saja masing-masing fraksi ada 1.
DRS. H. AMIN SAID HUSNI (F·KB):
Kalau boleh saya memberikan masukan, sebaiknya inikan sifatnya baru menginventarisasi masukan-masukan dan sedapat mungkin mengindegaskannya ke dalam pasal-pasal yang sudah pernah ada. Saya kira sebetulnya pekerjaan Tim Ahli Pak Ketua, cuman kan kita tidak mungkin menyerahkan hanya kepada Tim Ahli. Oleh karena itu, Pimpinan dan Tim Ahli. ltu saya kira sudah cukup, nanti setelah selesai sudah ada bentuk baru dari hasil masukan-masukan itu, baru dishare lagi kita. Mungkin dari situ, fraksi-fraksi bisa memberikan masukan dan penyempurnaan satu-satu sehingga lebih sistematik kerjanya. Terus terang kerja perumusan ini tidak bisa ramai-ramai Ketua. Kerja perumusan kalau ramai-ramai malah tidak jadi.
Terima kasih.
KETUA RAPAT:
Ya, ini masukan bagus juga. Jadi, Tim Kecil bekerja dulu dan nanti disosialisasikan kepada fraksi. T erus nanti kita seperti kata Pak Habil berlangsung di dalam pleno dan baru nanti kita bicarakan masalah materi itu, apa yang dikatakan Pak Habil "ini bidang ini bidang ini" ya Pak ya? Memang spesialisasi bukan hanya gelar saja {bukan di kedokteran) tetapi juga di dalam Tim juga ada spesialisasi. Luar biasa memang Pak Habil. Barangkali begitu ya? Setuju ya?
(KETOK PALU 1X) Baik, terima kasih.
PROF. DR. MIRRIAN· S ARIEF, MEc (F·PD):
Pimpinan.
Tunggu-tunggu, setuju-setuju, tetapi sebelum diketok saya ingin tahu berapa lama ini Pimpinan dengan Tim Ahli ini bekerja.
KETUA RAPAT:
Sesuai dengan pertanyaan Jbu "berapa lama Tim Kecil ini diberi waktu?" Seminggu ya? 2 minggu ya?
(KETOK PALU 1X) PROF. DR. MIRRIAN S ARIEF, MEc (F·PD):
ltukan hanya misalnya, siapa pengamat BPK masukan dalam pasal tersendiri. Kan begitu saja toh? Tidak, oh bukan begitu.
KETUA RAPAT:
Bapak dan lbu-ibu.
Apa yang dikatakan tadi, kita sepakati juga.
H. HABIL MARA Tl, SE (F·PPP):
Kok Bapak dan lbu-ibu, Bapaknya 1 kali dan lbunya 2 kali. Apa maksudnya ini?
I
I
I
I
KETUA RAPAT:
Maksudnya salah ucap saja. Pak Habil ini mengkritik saya sudah lama, karena Saudara saya ngomong begitu "saya tahu wataknya, katanya mengkritik dia sakit".
lbu·ibu dan Bapak·bapak,
Walaupun kita belum mendapatkan patner, apabila sudah jelas anggaran yang ada pada kita itu dan kita akan rencanakan secara bersama "kemana dan akan melakukan seminar, dimana dan dialog dengan siapa dan studi banding dengan siapa". Nanti saya jug a mohon masukan-masukan "akademisinya siapa dan lain sebagainya".
DR. MOH MAHFUD, MD (F·KB):
Minta maaf, karena kami jug a ada rapat Tim Ahli. Say a usu I pembicara yang disampaikan Pak Muzamil, kami bertiga sudah menyebut-nyebut yaitu kalau bisa nanti dipertimbangkan Prof. Zatibaridwan dari UGM, Prof. Masfud Mahfud dari UGM, Haz Faisal Basri dari UI dan yang lain silakan diusulkan, tetapi itu tadi masukan yang dianggap relevan dengan bidang ini.
KETUA RAPAT:
Baik, terima kasih.
Kemudian, bahwa kunjungan kita atau studi banding kita dihindarkan untuk benturan dengan masa reses. Kenapa? Apabila benturan samaan dengan masa reses maka dana kunjungan dari Pansus ini tidak bisa digunakan dan ini kita lakukan atas persetujuan Bapak-bapak kalau setuju tidak menunggu Pemerintah menurunkan siapa patner kita. Jadi, kita tidak menunggu lama.
Bapak dan lbu·ibu,
ltu masukan-masukan dan telah kita putuskan bersama. Barangkali, rapat kita tidak panjang kalau begini sementara hari ini. Jadi, boleh kita tutup? Baik, kami tutup.
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 10.45 WIB)
Jakarta, 22 Februari 2006 a.n. Pimpinan Rapat
Sekretari apat,