• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Kondisi Awal 4.1.1 Kondisi Awal

1. Rendahnya hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil prapenelitian menulis karangan pada siswa kelas V di SD Kayuapu Kecamatan Bae Kabupaten Kudus pada tahun pelajaran 2012/2013 ini, menunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kinerja belajar siswa dan kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran yang berkualitas.

Hasil yang diperoleh masih jauh dari harapan atau kurang memuaskan.

Tingkat keberhasilan baru 39% dengan rata-rata nilai 60,43 dari (KKM) 65. Hal ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran menulis karangan pada prapenelitian yang meliputi 3 aspek penilaian (aspek ketepatan bentuk, aspek ketepatan isi, dan aspek kreativitas)

Teori tentang TTW (think, talk and write) yang bisa sebagai solusi.

Berdasarkan pengamatan peneliti nilai siswa kelas V SD Kayuapu pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih rendah terutama pada pokok bahasan menulis karangan berdasarkan pengalaman. Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai ulangan akhir semester, nilai kenaikan kelas dan nilai ujian nasional dari tahun ke tahun yang selalu rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Dengan menerapkan metode TTW (think, talk and write) pada pembelajaran bahasa Indonesia peneliti berharap dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia tentang mengarang berdasarkan pengalaman.

Pada pembelajaran prasiklus, prestasi belajar siswa SD Kayuapu pada pelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis karangan masih rendah, disebabkan guru dalam memberikan pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas, sehingga siswa merasa jenuh dan cepat bosan bahkan ada beberapa siswa yang

20

(2)

mengantuk. Hal tersebut menyebabkan siswa tidak paham akan materi yang disampaikan guru.

2. Setelah menerapkan metode TTW (Think – Talk – Write) prestasi belajar siswa meningkat. Guru dalam mengajar sudah menerapkan suana belajar yang sedemikian rupa sehingga siswa tidak merasa bosan dalam belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Dengan demikian melalui metode TTW (think, talk and write) yang dibangun melalui berfikir, berbicara dan menulis dengan melibatkan siswa dalam berfikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Suasana seperti ini lebih efektif jika diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan. Dalam kelompok ini siswa diminta membaca, membuat catatan kecil, menjelaskan, mendengar, dan membagi ide bersama teman, kemudian mengungkapkannya melalui tulisan.

Berdasarkan pengamatan peneliti bahwa saat ini SD Kayuapu prestasi belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia pada pokok bahasan menulis karangan rendah karena guru belum menguasai metode TTW (think, talk and write) dan guru lebih senang mengajar secara konvensional atau hanya memberikan ceramah dan tugas tanpa melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Hal tersebut disebabkan guru merasa repot melakukan kegiatan diskusi kelompok, takut siswa akan ramai dan materi tidak tersampaikan semua dan guru belum menguasai alur pembelajaran dengan teknik TTW (think, talk and write).

Melihat kenyataan ini peneliti akan mengadakan perubahan pada metode pembelajaran yang semula menggunakan metode pembelajaran secara konvensional yaitu menerapkan model pembelajaran ceramah, pembelajaran di dalam kelas, pemberian tugas dan mengerjakan lembar kerja dengan menggunakan metode TTW (think, talk and write) serta

(3)

melibatkan siswa dalam berfikir kemudian menyampaikan ide yang diperoleh pada tahap think kepada teman-teman diskusi kelompoknya yaitu membahas hal-hal yang diketahuinya dan tidak diketahuinya dilanjutkan dengan tahap write (menulis) yaitu menulis hasil diskusi pada lembar kerja (LKS) dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Tabel 4.1

Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal

Kriteria Nilai Jumlah Siswa Prosentase

Tuntas ≥ 65 9 39%

Tidak Tuntas < 65 14 61%

Grafik 1

Diagram Batang Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal

4.1.2 Siklus I

1. Perencanaan Tindakan

a. Perencanaaan Appersepsi

1). Kegiatan diawali dengan berdoa secara bersama-sama menurut agama dan kepercayaan masing-masing; 2). Guru melakukan

3 3

8 8

1

0 0

0 1 2 3 4 5 6 7 8

JML SISWA

40 50 60 70 80 90 100

NILAI

(4)

presensi terhadap kehadiran siswa; 3). Siswa diajak bercerita tentang pengalaman yang mengesankan. 4). Guru

mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penjelasan menulis karangan; 5) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.

b. Perencanaan Kegiatan Inti

1. Informasi : a) Siswa diajak membaca sebuah teks yang disiapkan guru (teks 1); b) Siswa diajak membuat catatan kecil dari apa yang telah dibaca pada teks 1.

2. Pelaksanaan Diskusi : a) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (tiap kelompok terdiri dari 3 – 5 orang yang heterogen); b) Siswa bersama teman dalam kelompoknya membahas hal-hal yang ketahui maupun yang belum diketahuinya; c) Bersama kelompoknya siswa berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya; d) Siswa menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja yang telah disediakan; e) Setiap anggota kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas; f) Kelompok yang lain dapat memberikan kritikan, saran atau sanggahan terhadap hasil diskusi temannya; i) Guru menilai hasil diskusi siswa dan memberikan pengarahan kalau masih ada kekurangan dari hasil diskusi kelompok; j) Guru memberi penguatan

c. Perencanaan Penutup : 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan di lanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum jelas; 2) Siswa menyelesaikan tugas portofolio dan tindak lanjut untuk memberi tugas / PR

2. Pelaksanaan Tindakan a. Pelaksanaan Appersepsi

(5)

1). Kegiatan diawali dengan berdoa secara bersama-sama menurut agama dan kepercayaan masing-masing; 2). Guru melakukan presensi terhadap kehadiran siswa; 3). Siswa diajak bercerita tentang pengalaman yang mengesankan. 4). Guru

mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penjelasan menulis karangan; 5) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.

b. Pelaksanaan Kegiatan Inti

1. Informasi : a) Siswa diajak membaca sebuah teks yang disiapkan guru (teks 1); b) Siswa diajak membuat catatan kecil dari apa yang telah dibaca pada teks 1.

2. Pelaksanaan Diskusi : a) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (tiap kelompok terdiri dari 3 – 5 orang yang heterogen); b) Siswa bersama teman dalam kelompoknya membahas hal-hal yang ketahui maupun yang belum diketahuinya; c) Bersama kelompoknya siswa berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya; d) Siswa menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja yang telah disediakan; e) Setiap anggota kelompok membacakan hasil diskusinya di depan kelas; f) Kelompok yang lain dapat memberikan kritikan, saran atau sanggahan terhadap hasil diskusi temannya; i) Guru menilai hasil diskusi siswa dan memberikan pengarahan kalau masih ada kekurangan tentang hasil diskusi kelompok; j) Guru memberi penguatan

c. Perencanaan Penutup : 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan di lanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum jelas; 2) Siswa menyelesaikan tugas portofolio dan tindak lanjut untuk memberi tugas / PR

(6)

Dari kegiatan pembelajaran pada siklus I peneliti mengamati bahwa sebagian siswa sudah berani bertanya dan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya, terlihat tidak ada lagi siswa yang mengantuk maupun ngobrol dengan temannya. Guru sudah dapat menarik perhatian siswa dengan mengajak siswa terlibat dalam proses pembelajaran, dengan mengajak mereka berdiskusi untuk memecahkan masalah dalam teks secara bersama-sama dengan mengajak siswa aktif dalam pembelajaran siswa tidak akan cepat merasa bosan dan pembelajaran akan lebih bermakna.

Pada proses pembelajaran ini prestasi siswa mengalami peningkatan, dengan dilihat dari data yang diperoleh nilai dari 23 siswa ada 13 anak yang mencapai ketuntasan dalam belajar (57%) sedangkan 10 siswa (43%) masih di bawah ketuntasan. Melihat data tersebut peneliti akan mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus 2 dengan menekan pada kemampuan siswa untuk berfikir, kemampuan berkomunikasi siswa dalam diskusi dengan temannya dan menulis hasil diskusi.

3. Hasil Tindakan

Selama perbaikan pembelajaran siklus I peneliti diamati oleh teman sejawat, adapun hal-hal yang diamati adalah jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa. Dari data yang diperoleh bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah menggunakan metode TTW (think, talk and write), sehingga siswa sudah tertarik dengan pembelajaran yang diberikan dan antusias dalam mengikuti pelajaran, terlihat dengan sudah tidak adanya siswa yang mengantuk ataupun mengobrol dengan temannya saat pembelajaran yang berlangsung. Hasil yang diperoleh dari pengamatan yaitu : 1). Alat peraga kurang memadai; 2). Metode yang kurang variasi; 3). Keaktifan siswa kurang.

Dengan adanya kekurangan tersebut, maka peneliti perlu melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II.

4. Data Hasil Belajar

Pada pembelajaran siklus I belum sepenuhnya berhasil menampilkan perilaku siswa sesuai dengan yang diharapkan sehingga kualitas pembelajaran ini akan

(7)

diperbaiki pada siklus berikutnya dengan menggunakan metode TTW (think, talk and write). (Data nilai siswa terlampir)

(8)

Tabel 4.2

Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus I

No. Nilai

Ketuntasan Siswa Pertemuan

I II III

T BT T BT T BT

1 100 - - - - - - -

2 90 1 T - 1 T - 1 T -

3 80 2 T - 4 T - 2 T -

4 70 6 T - 7 T - 10 T -

5 60 13 - BT 6 - BT 8 - BT

6 50 1 - BT 5 - BT 2 - BT

Rata-rata Nilai 65,22 65,65 66,52

Jumlah siswa Tuntas 9 39% 12 52% 13 57%

Jumlah siswa Belum Tuntas 14 61% 11 48% 10 43%

Dari tabel perolehan hasil evaluasi siklus I tersebut dapat juga dibuat grafik sebagai berikut.

Grafik 2

Grafik Hasil Perbaikan Siklus I

Berdasarkan daftar nilai, daftar tabel dan grafik di atas diperoleh nilai dari 23 siswa hanya 13 anak yang mencapai ketuntasan dalam pembelajaran.

2

8

10

2

1 0 0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JML SISWA

50 60 70 80 90 100

NILAI

(9)

5. Refleksi

Refleksi meningkatnya prestasi belajar Bahasa Indonesia tentang menulis karangan melalui metode TTW bagi siswa kelas V SD Kayuapu semester I tahun pelajaran 2012/2013 pada siklus I yaitu :

No. Kondisi Awal Siklus I Refleksi

1 Ulangan harian pada kondisi awal :

Nilai terendah : 40 Nilai tertinggi : 80 Dan nilai rerata : 60,43

Ulangan harian pada siklus I : Nilai terendah : 50 Nilai tertinggi : 90 Dan nilai rerata : 66,52

Hasil temuan dalam pengamatan proses perbaikan

pembelajaran siklus I adalah sebagai berikut :

Keberhasilan yang dicapai pada siklus I yaitu : 1).

Meningkatnya nilai rata-rata dari 60,43 menjadi 66,52;. 2).

Meningkatnya ketuntasan belajar dari 39% menjadi

57%; 3).

Meningkatnya siswa yang nilainya mencapai

ketuntasan dari 9 siswa menjadi 13 siswa.

Pada siklus I peneliti menitikberatkan pada pembelajaran dengan menggunakan metode TTW (think, talk and write). Ternyata hasil yang diperoleh

(10)

ada kenaikan yaitu dari rata-rata 60,43 menjadi 66,52 berarti ada kenaikan 6,09.

Selain itu peneliti juga menekankan kemampuan siswa untuk berfikir, memecahkan masalah untuk mencari solusi dan menulis. Namun kenaikan masih kurang karena masih ada 10 siswa yang nilainya di bawah ketuntasan, karena 10 siswa tersebut belum memahami keterangan saja.

Cara mengatasi diberi latihan soal secara berulang-ulang dan pekerjaan rumah, namun hasilnya masih kurang memuaskan. Dengan adanya masalah di atas, maka peneliti perlu mengadakan perbaikan pembelajaran siklus II.

4.1.3 Siklus II

1. Perencanaan Tindakan

a. Perencanaaan Appersepsi

1). Kegiatan diawali dengan berdoa secara bersama-sama menurut agama dan kepercayaan masing-masing; 2). Guru melakukan presensi terhadap kehadiran siswa; 3). Siswa diajak bercerita tentang pengalaman yang mengesankan. 4). Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penjelasan menulis karangan; 5) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.

b. Perencanaan Kegiatan Inti

1. Informasi : a) Siswa diajak membaca sebuah teks yang disiapkan guru (teks 1); b) Siswa diajak membuat catatan kecil dari apa yang telah dibaca pada teks 2.

2. Pelaksanaan Diskusi : a) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (tiap kelompok terdiri dari 3 – 5 orang yang heterogen); b) Siswa bersama teman dalam kelompoknya membahas hal-hal yang ketahui maupun yang belum diketahuinya; c) Bersama kelompoknya siswa berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya; d) Siswa menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja yang telah disediakan; e) Siswa mengerjakan

(11)

lembar kegiatan siswa secara kelompok dengan bimbingan guru secara klasikal; f) Setiap anggota kelompok membacakan hasil karangannya di depan kelas; f) Kelompok yang lain dapat memberikan kritikan, saran atau sanggahan terhadap hasil karangan temannya; i) Guru menilai hasil karangan siswa dan memberikan pengarahan kalau masih ada kekurangan tentang hasil karangan; j) Guru memberi penguatan

c. Perencanaan Penutup : 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan di lanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum jelas; 2) Siswa menyelesaikan tugas portofolio dan tindak lanjut untuk memberi tugas / PR

2. Pelaksanaan Tindakan a. Pelaksanaan Appersepsi

1). Kegiatan diawali dengan berdoa secara bersama-sama menurut agama dan kepercayaan masing-masing; 2). Guru melakukan presensi terhadap kehadiran siswa; 3). Siswa diajak bercerita tentang pengalaman yang mengesankan. 4). Guru

mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang penjelasan menulis karangan; 5) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai; 6) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari.

b. Pelaksanaan Kegiatan Inti

1. Informasi : a) Siswa diajak membaca sebuah teks yang disiapkan guru (teks 1); b) Siswa diajak membuat catatan kecil dari apa yang telah dibaca pada teks 2.

2. Pelaksanaan Diskusi : a) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (tiap kelompok terdiri dari 3 – 5 orang yang heterogen); b) Siswa bersama teman dalam kelompoknya membahas hal-hal yang ketahui maupun yang belum diketahuinya; c) Bersama kelompoknya siswa

(12)

berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya; d) Siswa menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja yang telah disediakan; e) Siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa secara kelompok dengan bimbingan guru secara klasikal; f) Setiap anggota kelompok membacakan hasil karangannya di depan kelas; f) Kelompok yang lain dapat memberikan kritikan, saran atau sanggahan terhadap hasil karangan temannya; i) Guru menilai hasil diskusi siswa dan memberikan pengarahan kalau masih ada kekurangan tentang hasil karangan; j) Guru memberi penguatan

c. Perencanaan Penutup : 1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan di lanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum jelas; 2) Siswa menyelesaikan tugas portofolio dan tindak lanjut untuk memberi tugas / PR.

Berdasarkan pengamatan peneliti pada perbaikan pembelajaran siklus II, semua siswa sudah berani bertanya dan maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya, terlihat siswa dengan antusias mengikuti jalannya pembelajaran, tidak ada lagi siswa yang mengantuk maupun ngobrol dengan temannya. Guru sudah dapat menarik perhatian siswa dengan mengajak siswa terlibat dalam proses pembelajaran, dengan mengajak mereka berdiskusi untuk memecahkan masalah dalam teks secara bersama-sama dengan mengajak siswa aktif dalam pembelajaran. Dengan pelaksanaan diskusi siswa merasa tertantang untuk mengerjakan tugas sebaik-baiknya dan mereka merasa senang dalam mengikuti pembelajaran.

Pada proses pembelajaran ini prestasi siswa mengalami peningkatan, dengan dilihat dari data yang diperoleh nilai dari 23 siswa ada 21 anak yang mencapai ketuntasan dalam belajar (91%) sedangkan 2 siswa (9%) masih di bawah ketuntasan.

(13)

3. Hasil Tindakan

Selama perbaikan pembelajaran siklus II peneliti diamati oleh teman sejawat, adapun hal-hal yang diamati adalah jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa. Dari data yang diperoleh bahwa guru dalam melaksanakan pembelajaran sudah menggunakan metode TTW (think, talk and write), sehingga siswa sudah tertarik dengan pembelajaran yang diberikan dan antusias dalam mengikuti pelajaran, terlihat dengan sudah tidak adanya siswa yang mengantuk ataupun mengobrol dengan temannya saat pembelajaran yang berlangsung.

4. Data Hasil Belajar

Pada pembelajaran siklus II prestasi siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan yaitu dengan menggunakan metode TTW (think, talk and write) prestasi belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan pokok bahasan menulis karangan meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai hasil perbaikan pembelajaran pada siklus II. (Data nilai siswa terlampir)

Tabel 4.3

Hasil Perbaikan Pembelajaran Siklus II

No. Nilai

Ketuntasan Siswa Pertemuan

I II III

T BT T BT T BT

1 100 2 T - 2 T - 2 T -

2 90 5 T - 5 T - 5 T -

3 80 4 T - 4 T - 4 T -

4 70 7 T - 8 T - 10 T -

5 60 5 - BT 4 - BT 2 - BT

6 50 - - BT - - BT - - BT

Rata-rata Nilai 76,52 76,96 77,83

Jumlah siswa Tuntas 18 78% 19 83% 21 91%

Jumlah siswa Belum Tuntas 5 22% 4 17% 2 9%

(14)

Dari tabel perolehan hasil evaluasi siklus II tersebut dapat juga dibuat grafik sebagai berikut.

Grafik 3

Grafik Hasil Perbaikan Siklus II 5. Refleksi

Refleksi meningkatnya prestasi belajar Bahasa Indonesia tentang menulis karangan melalui metode TTW (think, talk and write) bagi siswa kelas V SD Kayuapu semester I tahun pelajaran 2012/2013 pada siklus II yaitu :

No. Siklus I Siklus II Refleksi

1 Ulangan harian pada siklus I :

Nilai terendah : 50 Nilai tertinggi : 90 Dan nilai rerata : 66,52

Ulangan harian pada siklus I :

Nilai terendah : 60 Nilai tertinggi : 100 Dan nilai rerata : 77,83

Hasil temuan dalam pengamatan proses perbaikan

pembelajaran siklus II adalah sebagai berikut :

Keberhasilan yang dicapai pada siklus II yaitu : 1).

Meningkatnya nilai

0 0 0 0 0

2 10

4 5

2

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

JML SISWA

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 NILAI

(15)

No. Siklus I Siklus II Refleksi

rata-rata dari 66,52 menjadi 77,83;. 2).

Meningkatnya ketuntasan belajar dari 57% menjadi

91%; 3).

Meningkatnya siswa yang nilainya mencapai

ketuntasan dari 13 siswa menjadi 21 siswa.

Pada siklus II peneliti menitikberatkan pada pembelajaran dengan menggunakan metode TTW (think, talk and write). Ternyata hasil yang diperoleh ada kenaikan yaitu dari rata-rata 66,52 menjadi 77,83 berarti ada kenaikan 11,30. Selain itu peneliti juga menekankan kemampuan siswa untuk berfikir, memecahkan masalah untuk mencari solusi dan menulis. Hasilnya cukup memuaskan, dari 23 siswa yang mencapai ketuntasan 21 siswa, 2 siswa yang belum mencapai ketuntasan memang siswa tersebut perlu bimbingan khusus.

Pada akhirnya perbaikan pembelajaran siklus II masih ada 2 siswa yang belum tuntas, karena siswa tersebut perlu mendapatkan perhatian dan pembelajaran yang lebih sehingga bisa mengikuti teman-temannya yang lain.

4.2 Hasil Analisis Data 4.2.1 Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan dari kondisi awal, kemudian peneliti melakukan perbaikan pembelajaran siklus I dan siklus II hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(16)

Tabel 4.4

Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus III

Kriteria Kondisi Awal Siklus I Siklus II

Jml Siswa Prosentase Jml Siswa Prosentase Jml Siswa Prosentase

Tuntas 9 39% 13 57% 21 91%

Tidak Tuntas 14 61% 10 43% 2 9%

Hasil temuan dalam pengamatan proses perbaikan pembelajaran siklus I dan Siklus II adalah sebagai berikut : Keberhasilan yang dicapai pada siklus I yaitu : 1). Meningkatnya nilai rata-rata dari 60,43 menjadi 66,52;. 2). Meningkatnya ketuntasan belajar dari 39% menjadi 57% pada siklus I, pada siklus II menjadi 91%; 3). Meningkatnya siswa yang nilainya mencapai ketuntasan dari 9 siswa menjadi 13 siswa pada siklus I dan pada siklus II siswa yang tuntas menjadi 21 siswa, hal tersebut sudah sesuai yang diharapkan yaitu sudah lebih dari 80% siswa yang mengalami ketuntasan.

Pencapaian hasil belajar siswa pada kondisi awal, kemudian perbaikan pembelajaran siklus I dan siklus II lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini, bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia pada pokok bahasan menulis karangan dari siklus ke siklus berikutnya.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jumlah Siswa

40 50 60 70 80 90 100

Nilai

Kondisi Awal Siklus I Siklus II

(17)

Grafik 5

Grafik Pencapain Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kondisi Awal, Siklus I dan II

Berdasarkan daftar nilai, tabel dan grafik di atas diperoleh nilai dari 23 siswa yang mendapat ketuntasan belajar ada 21 siswa (91%) sedangkan 2 siswa (9 %) masih di bawah kriteria ketuntasan.

4.2.2 Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I dimana dari lembar observasi atau pengamatan yang peneliti lakukan, dari 23 siswa yang mempunyai kemampuan membaca, mau membuat catatan kecil, mau ikut berpartisipasi dalam kelompok kerjanya serta mempunyai kemampuan menulis hasil diskusi dengan kriteria sangat baik (SB) ada 8 siswa, kriteria baik (B) ada 7 siswa, kriteria cukup (C) ada 8 siswa dan untuk kriteria kurang (K) tidak ada, dari data tersebut menunjukkan bahwa hasil pembelajaran belum maksimal, dimana dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran pada siklus I, dari aspek yang diamati yaitu tentang kemampuan membaca, membuat catatan kecil, kemampuan berkomunikasi siswa dengan teman sekolompoknya dan kemampuan menulis hasil diskusi masih ada 8 siswa yang mencapai kriteria cukup. Data hasil pengamatan proses pembelajaran pada siklus I terlampir.

Dari data obervasi di atas, hal ini menandakan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia melalui metode TTW pada siklus I masih rendah, sehingga perlu adanya perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya.

Kemudian peneliti melakukan perbaikan pembelajaran siklus II dengan memperbaikan rencana perbaikan pembelajaran dengan mengkonsultasikan dengan dosen pembimbing. Peneliti pada siklus II menerapkan metode pembelajaran TTW dan diskusi kelompok, sedangkan aspek yang diamati yaitu kemampuan membaca, membuat catatan kecil, kemampuan berkomunikasi siswa dengan teman sekolompoknya dan kemampuan menulis hasil diskusi. Data hasil pengamatan proses pembelajaran pada siklus II dari 23 siswa yang mempunyai kemampuan membaca, mau membuat catatan

(18)

kecil, mau ikut berpartisipasi dalam kelompok kerjanya serta mempunyai kemampuan menulis hasil diskusi dengan kriteria sangat baik (SB) ada 15 siswa, kriteria baik (B) ada 8 siswa, kriteria cukup (C) ada 0 siswa dan untuk kriteriakurang (K) 0 (Data hasil observasi terlampir). Dari data tersebut, terlihat bahwa semua siswa sudah mampu membaca teks dengan baik, mau membuat catatan kecil, dapat berkomunikasi dengan teman dalam mencari solusi dalam pemecahan masalah dan dapat menulis hasil diskusi dengan baik dan pada akhirnya siswa mampu untuk menulis karangan dengan baik dan benar. Hal ini menandakan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia melalui metode TTW pada siklus II sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

4.3 Pembahasan

Pada kondisi awal guru dalam melaksanakan pembelajaran masih menggunakan metode konvensional, yaitu dengan memberikan ceramah, pemberian tugas dan pengerjaan lembar kerja, sehingga siswa dalam proses pembelajaran ada yang mengantuk, ngobrol dengan temannya. Pada perbaikan pembelajaran siklus I peneliti menerapkan metode pembelajara TTW (think, talk and write), tetapi hasilnya belum memuaskan dimana dari 23 siswa masih ada 10 siswa yang belum mencapai ketuntasan, kemudian peneliti melanjutkan pada perbaikan pembelajaran siklus II.

Dari pengamatan peneliti pada siklus II diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yang sangat pesat dimana dari 23 siswa 21 siswa yang mencapai ketuntasan, ini berarti hanya ada 2 siswa yang nilainya di bawah KKM. Dari pengamatan peneliti bahwa 2 siswa ini memang perlu perhatian dan bimbingan pembelajaran yang lebih khusus.

Meningkatnya prestasi belajar Bahasa Indonesia tentang menulis karangan melalui metode TTW bagi siswa kelas V SD Kayuapu semester I tahun pelajaran 2012/2013, adalah sebagai berikut :

No. Kondisi Awal Siklus I Siklus II Refleksi

1 Ulangan harian pada kondisi awal :

Ulangan harian pada siklus I :

Ulangan harian pada siklus I :

Hasil temuan dalam

pengamatan

(19)

No. Kondisi Awal Siklus I Siklus II Refleksi Nilai terendah : 40

Nilai tertinggi : 80 Dan nilai rerata : 60,43

Nilai terendah : 50

Nilai tertinggi : 90

Dan nilai rerata : 66,52

Nilai terendah : 60

Nilai tertinggi : 100

Dan nilai rerata : 77,83

proses perbaikan pembelajaran siklus II adalah sebagai berikut : 1). Meningkat-nya nilai rata-rata dari 66,52 menjadi 77,83; 2).

Meningkatnya ketuntasan belajar dari 57% menjadi

91%; 3).

Meningkatnya ketuntasan belajar siswa dari 13 menjadi 21 adapun

kekurangannya adalah masih ada 2 siswa yang mendapat nilai kurang dari 65, artinya masih ada 2 siswa yang nilainya di bawah KKM yaitu 65

Melalui metode pembelajaran TTW dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia tentang menulis karangan bagi siswa kelas V SD Kayuapu semester I tahun pelajaran 2012/2013 dari kondisi awal dengan nilai rata-rata 60,43, rata-rata pada siklus I 66,52 dan pada siklus II rata-rata 77,83 hal tersebut berarti ada peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini disebabkan karena siswa sudah terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga lebih bermakna dan tidak mudah lupa dalam ingatan.

Referensi

Dokumen terkait

Saran yang dapat peneliti rekomendasikan adalah (1) siswa hendaknya memanfaatkan metode Think Talk Write ( TTW ) dalam pembelajaran secara lebih optimal dan tidak menutup

Dari pengamatan siklus I diperoleh temuan antara lain guru dalam melaksanakan penerapan “Metode pembelajaran SQ3R” diawali dengan tahap pemberian apersepsi terhadap materi

Setelah peneliti mengumpulkan hasil observasi dan hasil evaluasi, maka peneliti menyimpulkan bahwa pembelajaran yang telah dilakukan pada pembelajaran siklus I

Dalam siklus 2 ini peneliti berusaha mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan tetap melaksanakan penerapan metode diskusi whole group berbantuan media gambar mata

Pembelajaran pada siklus II ini dilakukan untuk memperbaiki tindakan dari siklus I. Sebelum pelaksanaan pada siklus II , berdasarkan pengamatan peneliti pada

Perhitungan angket respon siswa dan guru terhadap model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada materi perubahan lingkungan ialah dengan memakai analis statistik

Pada pelaksanaan siklus II pertemuan II ini, peneliti dibantu oleh Observer (guru olah raga kelas II-V) untuk mengamati jalannya kegiatan pembelajaran dengan

Hasil belajar peserta didik yang diperoleh setelah pembelajaran menggunakan metode Demonstrasi pada siklus II dari jumlah 27 peserta didik yang mencapai ketuntasan (