Ditcrbitkan oleh : DEPARTEMEN AGAMA
DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM
MOTIVASI
Dlterbltk•n oleh : DEPARTEMEN AGAMA
DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM DAN URUSAN HAJ1
DIREKTORAT URUSAN A.GAMA ISLAM 199411995
KATA PENGANTAR
Asalamualaikum wr wb.
Pcngamalan ajaran dan kctcntuan agama di bidang harta ialah zakat/shadaqah scbagai upaya pcngamalan Pancasila dalam ncgara Rcpublik Indonesia pcrlu dikcmbangkan terus.
Dalam zakal ada kckuatan iman, kctakwaan kcpada Tuhan Yang Maha Esa, budi pckcrli luhur, hubungan ant.ar manusia dan hubungan antara manusia dcngan hananya. Dalam zakat ada pcnyucian manusia, pcmbcrsihan harLa dan pcnciptaan stabilit.as sosial.
Zakat, infaq dan shadaqah mcrupakan salah satu potcnsi umat Islam yang dapal disumbangkan dalam pcmbangunan nasional, guna mcningkal.kan taraf hidup dan kesejahtcraan masyarakal scrta scbagai salah satu altematif pcmbcrantasan kcmiskinan. Sclama ini pcngumpulan dan pcndayagunaan zakat, infaq dan shadaqah masih belum banyak dirasakan gunanya, karcna bclum dikclola dengan baik.
Salah salu kcndala pelaksanaan pengumpulan dan pcndayagunaan zakaL, infuq dan shadaqah adalah kurang- nya informasi yang Lepat dan baik. Unluk itu, buku "Motivasi Zakat" ini dicctak ulang dcngan pcrbaikan urutan dan rumusan bab, pcrbaikan rcdaksi dan pcnambahan materi scrta pcnambahan Jampiran scbagai pedoman bagi motivator zakaL dan unsur lain yang terkaiL, agar dapat mendorong masyarakal Islam lcbih bergairah melaksanakan kewajiban zakat dan gemar mengcluarkan infaq dan shadaqah, untuk mcnsucikan diri, mcmbersihkan hartanya dan meningkat- kan hubungan antar sesama manusia dan meningkalkan budi pckcrti masyarakat.
Buku ini dicctak dcngan dana DI K Diljen Bi mas Islam dan Urusan Haji tahun anggaran 1994/1995 dcngan harapan
scmoga buku ini bcrmanfaat adanya
DAFTAR ISi
KATA PENG ANT AR··· I l l I PEND A ~I UL U AN .... ... .... ... .. ... .. ... .. .. ... .. ...•.• I
II TUJ UAN 1\1 OTIV ASI ...
3
1 Pcngcrtian zakat ...•...•. 3
2 Aprcsiasi zakat tcrorganisasi ... 4
3 Mcngundang partisipasi ... 4
4 Men um buh kan kcgai rah an ... .. ... ... ... 4
III HAMBATAN PELAKSANAAN ZAKAT ... 6
1 Terbatasnya pcngctahuan masyarakat Islam.... 6
2 Konscpsi zakat ... 7
3 Sifatmanusia ... 8
4 Perbcnturan kcpcntingan ... 8
5 Kepcrcayaan muzakki ... 9
IV SASARAN KELOMPOK •...• 11
I Masyarakal umum ... 11
2 Pemimpin Islam dan para Ulama ... I I 3 Kelom pok terpc fa jar... 11
4 Kelompok pelajar dan mahasiswa .... ... 12
5 Kelompok umara (pejabat) ... ....•.. 12
6 Kelompok konglomerat. ... ... 12
V PEMBENTUKAN MOTIVASI ZAKAT ... 13
1 Motivasi tatap muka ... 13
2 Motivasi percontohan ...•. 14
3 Pcmbinaan pcran scrta ... 15
4 Pendayagunaan media masa dan seni budaya 16 5 Pemasukan dalam kurikulum sekolah ... 18
VI MANAJEM EN •....•...•... 20
1 Pcrencanaan ... ... ... ... ... .... ... ... ... 20
2 Pengorganisa.sian ... 20
:3 Pel'1.ksa.Ilc.i'111 ···~··· 2()
4 Peng a wasan .. ... ... .. .. ... .. ... .. ... ... 21
VII EVALUASI ... 22
LAMPI RAN
. .
1 AYAT-AYAT AL-QUR'AN DAN SUNNAH RASUL TENTANG ZAKAT .•.. 232 TABEL JENIS HARTA DAN KETEN - TUAN W AJIB ZAKA T .•.•••.•...•.•.•... 31
I PENDAHULUAN
Pemoangunan nasional Indonesia, - demikian GBHN - bukan sckedar pcmbangunan unluk kescjahleraan malCrial atau jasmani, lClapi pcmbangunan juga unluk kesejahleraan rohani dan pengcmbangan mental spirilual.
Hakikal pembangunan yang berdasarkan Pancasila, dirumuskan sebagai pcmbangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pcmbangunan masyarakat Indonesia Arlinya mcmbangun scgala kebutuhan manusia, baik yang bersifaL aspek fisik, maupun aspck keagamaan dan kerohanian.
Schingga agama bukan saja menjadi jiwa di dalam seluruh aspek pcmbangunan • letapi sckaligus juga ciri dalam pcmbangunan yang bcrdasarkan Pancasila.
Zakal dalam agarna Islam adalah kewajiban individual atau fardlu'ain bagi sctiap umatnya (dengan syaral tencntu) Kewajiban ini sebagaimanajuga kewajiban-kewajiban lainnya scpcrti shalal, puasa dan ibadah haji harus ditunaikan olch umat Islam.
Berbcda dari kewajiban-kewajiban lainnya, kewajiban zakat juga bcrarti perwujudan konkrit dari hubungan kcmanusiaan yang positif. Dana yang dikeluarkan dari zakat sama sckali bukan untuk Allah, namun dana tersebutdikelola dan didayagunakan semata-mata untuk kepcntingan manusia, scpcrti : pcngcntasan kcmiskinan, bea siswa, modal kerja produktif, pcningkatan kualitas ·hidup, pcmbangunan sarana kcbuluhan umum, scpcrti : mesjid, pcsantren, yayasan pcndidikan, rumah sakit, panti asuhan dan lain-lain.
Di alam pcmbangunan dcwasa ini, yang oleh pcmerintah diharapkan supaya semua potcnsi masyarakat ikut dikerah- kan guna mcnsukscskannya, maka zakat seharusnya dikumpulkan, dikclola dan didayagunakan sebaik mungkin.
Zak.at hendaknya bukan saja scbagai uraian yang ada di kitab-kitab fiqih atau sekcdar bahan ceramah, tctapi zakat hcndaknya merupakan pcngeluaran hart.a untuk mcnsucikan harta clan untuk kcpcntingan menolong sesama manusia bangkit dari kebodohan dan kemiskinan.
Kalau pada akhir tahun 1993 pcnduduk Indonesia bcrjumlah lebih kurang 190 juta, yang bcragama Islam lebih kurang 166 juta (88%), dan yang miskin ada 27 ,2 juta, maka muslim yang miskin adalah lcbih kurang 23,6 ju ta dan yang tidak miskin adalah 142juta. Dari 142juta muslim yang tidak miskin, dapat dikumpulkan zakat fiLrah lcbih kurang 350 ju ta kg beras dan zakat harta sebesar 333,7 ton cmas; kcdua zakat bcmilai lcbih kurang 8 trilyun ; bclum dari infaq dan amaJan ibadah sosial lain. Satu jumlah yang cukup potensial.
Diantara bcrbagai hambatan tcrlaksananya zakat dcngan baik adalah discbabkan masih bclum sampainya informasi yang tepat tentang zakat. Karena itu pcmbinaan motivasi pengembangannya menjadi kewajiban yang pcrtama dan utama.
Motivasi scbagai upaya untuk mcngajak umat Islam memahami, menghayati dan mclaksanakan ibadah zakat yang terorganisir wajib kita kembangkan. Motivasi agar umat Islam merasakan menanggung dosa bila tidak mcngerjakan , perlu ditumbuhkan.
Atas dasar hal-hal scperti inilah, buku kecil ini ditulis untuk memberi bahan kcpada para pejabat dan mereka yang terpanggil mengembangkan zakat di tanah air kita.
II TUJUAN MOTIVASI
Dcngan memahami hal-hal di atas, tcntunya semakin jclas sasaran-sasaran yang ingin dicapai atau tujuan dari upaya motivasi ini . SeLiap pejabat atau siapa saja yang mcngadakan motivasi (dalam bentuk apapun) harus mcmpunyai tujuan yang jclas, untuk maksud apa ia berbuat.
Scorang da'i atau pctugas motivasi yang tidak Lahu pasti sasaran akhir dari kegiatannya, sudah dapat diramalkan bahwa pckerjaannya lidak akan banyak membawa hasil.
Tujuan scsuatu yang dihayati oleh seseorang akan memberikan bimbingan kcpada Iangkah-langkah pclaksanaan tugas yang bersangku tan.
Dari pcmahaman akan hambatan-hambatan serta tugas yang scbcnarnya dari kewajiban zakat, maka secara umum tujuan motivasi zakat dapal dirumuskan antara Iain
1 Pengertian zakat
Zakat sebagai kewajiban agama yang bersifat kemasyarakatan harus benar-benar difahami. Artinya zakat Lidak asal ditunaikan, melainkan harus dengan mcnggunakan pengetahuan tentang lingkungan di sekitamya. Zakat harus marr1pu memberantas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran. Zakat juga mampu menjcmbatani hubungan persaudaraan si kaya clan si miskin. Zakat harus mampu merubah kehidupan umat yang tadinya penerima zakat menjadi pemberi zakat (muzakki). Dcngan begitu cara-cara zakat yang tradisional, peJaksanaan yang diam-diam atau bersifat langsung, tidak akan membantu mencapai tujuan. Zaka1 hendaknya dikumpulkan dan didayagunakan dengan
mcmpcrhatikan kondisi sipcncrima zakat. agar tidak bcrkcpanjangan hidup dalam kcmiskinan.
2 Apresiasi zakat terorganisasi
Zakat yang tcrorganisasi akan bcrdaya guna dan bcrhasilguna, manakala diadakan pcngorganisasian yang baik clan cfcktif dalam pcngumpulan dan pcmanfaatannya.
Bahkan manajcmcn Zakat juga mcmcrlukan pcngawasan dan evaluasi dalam pelaksanaanya. Pcngorganisasian zakat memcrlukan bcrbagai tcnaga ahli kcuangan, ahli pcrcncanaan. ahli pcngawasan, ahli manajcmcn dan lain- lain.
Sikap mcnghargai akan manfaaL organisasi juga mcnghcndaki tumbuhnya sikap kcrjasama. partisipasi dan kcsabaran di dalam pcngclolaannya, pcrlu dikembangkan.
3 Mengundang partisipasi
Partisipasi masyarakat dipcrlukan bukan hanya untuk mcngcmbangkan/mcmpcrbcsar sumbcr-sumbcr zakat. tctapi juga untuk mcngcmbangakan kcrjasama dalam mcncapai kcadaan harmonis dan kcbcrhasilan bagi umat.
Masyarakat Islam bukan sckedarobyck untuk dibina, dibimbing dan diarahkan. namun masyarakat Islam juga sebagai subyck yang harus dihargai,diajak clan dilibalkan di dalamnya.
Pcngorganisasian zakat mcmerlukan kcrjasama dan partisipasi masyarakat. Di dalamnya tcrkandung fungsi motivas~. pcmbinaan, pcngumpulan, pcrcn- canaan, pengawasan dan pendistribusian, yang memerlukan keikutsertaan scmua tokoh baik dari ulama/
cendikiawan muslimin , pcrorangan maupun scsama organisasi Islam.
4 J\1enumbuhkan kegairahan
Kcgairahan yang tcrwujud "rasa scnang dan ikut mc1nbanlu" harus ditumbuhkan di dalam masyarakaL
Kcgairahan bcrzakat yang bcrinLi mcnsucikan diri dan hart.anya, sckaligus dibarcngi dcngan kcscnagan, kcihklasan dan kcridlaan mcmbanlu orang lain.
III HAMBATAN PELAKSANAAN ZAK-AT Terdapat sejumlah hambatan yang menyebabkan kewajiban zakat bclum meluas tcrtunaikan dalam masyarakat.
Hambatan-hambatan ini ada yang bcrsifat intcrcn di dalam tubuh umat Islam sendiri dan ada yang bcrsifat eksteren (pengaruh dari luar).
Sedikitnya ada 5 macam hambatan yang perlu diketahui.
untuk selanjutnya cliupayakan pemecahannya. yaitu 1 Terbatasnya pengetahuan masyarakat
Pengetahuan umat akan kewajiban yang harus clitunaikan pada umumnya tcrbatasdi dalam ibadah shalat.
puasa dan haji. Shalat dan puasa mcrupakan pclajaran inti bagi setiap yang belajar agama pada pcrmulaan sekali. Bahkan bukan hanya itu. kcdua macam ibadah ini juga dipraktckkan sejak dini sckali, bahkan bagi mercka yang belum baliqh. yakni anak-anak baJita (di bawah umur lima tahun) dan remaja.
lbadah haji juga cukup populer dan menjadi idaman setiap umat Islam. Selain karena publikasi yang luas setiap tahun. tctapi ibadah juga mempunyai daya tarik sendiri, karena mem beri kan pengaruh dan peningkatan status sosial di masyarakat.
Sebaliknya dari hal-hal di atas. ibadah zakat hanya diajarkan sepintas saja diwaktu pcrmulaan belajar aga- ma. Demikian juga tidak sering muballigh atau khalib membicarakan dalam khutbah atau tabligh. Dan yang Iebih penting lagi tidak ada lati han praktek zakat sebagaimana latihan praktek shalat dan puasa. Keadaan ini menjadikan ajaran kewajiban zakat kurang dihayati dengan baik.
2 Konsepsi zakat
Ilmu hukum zakat (fiqih zakat) yang ada, pada umumnya hasil pcrumusan atau ijtihad para ulama bcbcrapa ratus tahun yang lalu. Fiqih ini ditulis di dalam kit.ab-kit.ab bcrbahasa Arab yang difahami para kyai tlan ulama. kcmudian diajarkan di pcsantrcn dan disampaikan kepada masyarakat ki ta.
Di dalam fiqih lama ini yang wajib clizakati masih amat terbatas yaitu emas, pcrak, pcrdagangan, temak unta, kambing dan sapi, pertanian makanan yang mengenyangkan, barang temuan serta barang tambang.
Begitu juga pclaksanaannya masih sederhana, cukup dibagikan scndiri kepada lingkungannya atau bahkan kepada orang/kyai yang disenangi.
Dcngan bcgitu, maka di zaman modem sekarang ini terasa bahwa fiqih zakat seperti ini tidak memadai lagi.
Banyak orang cukup mampu tctapi tidak mempunyai harta terscbut di atas. Atau ada yang bcrL.akat, tetapi pelaksanaannya dilakukan bersifat langsung, maka tujuan zakat untuk menolong masyarakat miskin mcn- jadi tida.k. tercapai. Pelaksanaan zakat tidak membcbas- kan kemiskinan tetapi bahkan memelihara kemisk.inan.
Hal ini karena cara penyerahan langsung, cenderung membuat orang tcrgantung dan tiap tahun akan menanti atau meminta zakat.
Perlu dikembangkan fiqih di Indonesia yang sesuai dengan pcrtumbuhan ekonomi modem dan tetap berswn- bcr pada al-qur'an dan sunnah Rasul. Zakat yang lebih mendekati maksudnya, tentu harus mampu membebaskan kemiskinan dan kebodohan, dengan cara mendayagunakan secara produktif dan si penerima dibina keahliannya agar mampu menp;elola modal yang memadai.
3 Sifat manusia
Bukan rahasia lagi bahwa salah salu sifat manusia adalah watak kikir yang mclckat pada dirinya. lni juga disinyalir dalam al-qur'an bahwa mcmang bcgitulah sifat umum manusia. Ia cendcrung mcnghitung dan menumpuk kekayaannya bahkan ia bcrfikir bahwa kekayaan itu akan bersifat kckal dalam dirinya.
Orang yang dcmikian barang kali karena mcrasa betapa sulitnya mcncari dan mcngumpulka11 hart.a kekayaan dan kemudian tiba-tiba scbagian harus dikcluarkan orang lain, yang bahkan bukan familinya.
Ia kurang mcnyadari bahwa kckayaan itu pada hakikatnya dari Allah SWT. Kckayaan itu ia pcrolch dengan kcsehatan jasmaninya, dcngan kccerdasan otaknya, dengan ketrampilan tangannya. Otak, tangan, kaki, dan anggota jasmani lainnya, adalah karunia Allah semata-mata. Ia juga lupa bahwa hart.a yang bakal menolong dirinya di sisi Allah adalah hart.a yang dibelanjakan di jalan Allah dan bukan harta yang melimpah ruah yang dinikmali scndiri. Ia tidak tahu atau tidak yak.in, bahwa harta yang dikcluarkan zakat dan infaknya, akan dibcrkati olch Allah SWT dan akan dipcrlipatgandakan olchnya.
Agama Islam memang mclindungi kckayaan pribadi, tetapi sampai bat.as tertcntu dibcbani kcwajiban untuk sebagian dikeluarkan kepada lingkungan yang sangat membutuhkan.
4 Perbenturan kepentingan
Masih ada hambatan lain, terutama bila zakat ingin diorganisasi dengan teratur. Ada kelompok masyarakat atau scbagian organisasi umat Islam yang tidak ikut senang berpartisipasi. Bahkan mungkin menghalangi.
Soalnya, terletak pada kckuatiran dirinya.
ScJama ini yang bcrsangkut.an mcncrima 7~kal dari muridnya, anak buahnya, dari anggotanya atau sanuinya.
Baik untuk kepctingan pribadi maupun orang lain. Ia kuaLir manakala zakal diorganisasi mcnjadi satu, maka yang bcrsangkuLan atau organisasinya tidak akan mcndapat bagian. Tcntu hal. ini tidak bcralasan. Schab pcngorganisasian zakal diharapkan mcmbawa kcbcrhasi Jan dan kcscjahtcraan bagi scluruh umat Islam dalam lingkungan tcrscbuL; bahkan pcrorangan maupun organisasi Islam untuk mcmbiayai kcgiatannya.
Mcmang harus dipikirkan hcndaknya pcngorganisasian pclaksanaan zakat olch BAZIS, juga dipcrhatikan nasib para kyai. ustadz dan ustadzah scrta da'i/muballigh unluk dapat hidup layak dan mampu mcmbiayai pcndidikan anak dan keluarganya.
S Kepercayaan muzakki
Walaupun tidak mcrata semua tcmpat, di bcbcrapa lingkungan tcrdapat kckurang pcrcayaan tcrhadap pcngclolaan zakat olch organisasi. Kckuatirannya mungkin karcna uang zakal iLu tidak sampai kcpada yang bcrhak, atau hanya digunakan olch amil/panitianya.
Curiga karena yang diharapkan wujudnya mungkin tidak kunjung mcnjadi kcnyaLaan atau mungkin karcna tidak pcrnah ada laporan yang bisa disaksikan sccara open
managcment(tcrbuka).
Pcngorganisasian zak~L yang bcnar harus mampu mcnghilangkan kekuatiran dan ketidak pcrcayaan scmacam itu.
Dcmikianlah bcbcrapa hambal.an yang pcrlu disadari di dalam mcngusahakan motivasi untuk melaksanakan zakat sccara tcrpadu, tcrorganisasi, terarah dan menuju kcpada asas daya guna dan hasil guna, yang scbesar-
besamya. Masih ada hambatart lain misalnya takut kekayaannya diketahui olch orang lain. Ketakutan ini mungkin discbabkan bcrbagai hal. baik karena scbab- scbab posilif maup~n sebab ncgatif. Dcmikian juga ada hambalan lain di beberapa lcmpal, hanya mau menycrahkan zakal kcpada kyai lertenlu.
Ini sikap tradisional. karcna yang demikian sudah berlangsung dari Lahun ke Lahun scjak dahulu. Na1nun lidak disadari bahwa dunia sudah bcrubah ccpal dan cara pengaluran zakat harus disesuaikan dengan pcrkembangan keadaan ; lctapi tidak bertentangan dcngan kaidah syara.
IV SASARAN KELOMPOK
Pelaksanaan motivasi zakat hcndaknya ditetapkan kcpada kclompok-kclompok mana ditujukannya. Dcngan pcnenluan kclompok sasaran ini, sclain mcnjamin efisiensi pclaksana, juga bcrpcngaruh dalam pcnentuan mctode atau bcntuk-bcntuk motivasi.
Kelompok-kelompok yang pcrlu dibedakan antara lain:
1 Masyarakat Umum
Kelompok masyarakat umum ialah jamaah umat Islam biasa, pria atau wanita. Mercka terdiri atas para pctani, pengusaha, pcgawai ncgcri atau swasta. Terhadap mcrcka lcbih banyak didckati secara tatap muka, baik dcngan ceramah, uraian populer atau percontohan yang bisa dilihaLnya.
2 Pemimpin Islam dan para Ulama
Pemimpin Islam ialah mereka yang memimpin atau mcnjadi pengurusorganisasi Islam atauorganisasi da'wah pada um umnya. Sedangkan para Ulama atau kyai ialah mcreka yang dianggap berkeahlian dalam ilmu agama dan sckaligus memimpin jamaah.
Pendekatan terhadap kelompok ini lebih banyak.
dengan silaturrahmi, ta tap m uka, diskusi a tau mudzakarah.
3 Ke lorn pok Terpelajar
Kelompok terpelajar atau cendikiawan ialah para sarjana muslim di dalam berbagai keahlian terutama di lingkungan perguruan tinggi. Mereka perlu dilibatkan untuk ikut serta bersama-sama menangani pengelolaan
zakat terpadu yang diharapkan. Keahlian mereka yang bermacam-macam sangat diperlukan di dalam pclaksanaan zakat terarah ini.
Pendekatan yang bakal lebih bcrhasil· apabila dilakukan sccara berdiskusi. untuk diajak mengadakan pcmccahan bersama dalam bentuk pcngorganisasian zakat terpadu. Naskah-naskah tertulis. juga sangat bcrmanfaat sehingga mereka bcrkesempatan penelaahan terlebih dahulu.
4 Kelompok Pelajar dan Mahasis\va
Kelompok ini ialah mereka yang tengah menuntut ilmu baik di sekolah. madrasah. atau pcrguruan tinggi.
Mercka adalah leader pelanjul bangsa. Mereka yang kelak akan mengisi jabac.an-jabatan dan kehidupan negara kita. Untuk itu terhadap calon-calon pengusaha.
pejabat. karyawan. dan lain-lain ini perlu diberikan bckal pengetahuan agama yang tepat, khususnya perihal pclaksanaan zakat yang benar.
Cara pendekatan ialah melalui guru dalam bentuk pcmasukannya dalam kurilCulum sekolah.
5 Kelompok Umara (pejabat)
Untuk pejabat negara. pendckatan pembentukan motivasi dapatdilakukan dengan persuasif dengan melalui pengajian eksekutif. hari besar Islam dan lain-lain.
Diharapkan para pejabat dapat menjadi contoh amalan zakat bagi masyarakaL
6 Ke lorn pok konglomerat
Kelompok ini dihimbau untuk mengembangkan amalan agama dengan hartanya. Kelompok konglomerat perlu dihimbau untuk ikut berpartisipasi sosial dalam memberantas kemiskinan.
V PEMBENTUKAN MOTIVASI ZAKAT
Terdapat beberapa sistem atau bentuk untuk mclaksanakan motivasi zakat. Bcntuk-bentuk ini bersifat pilihan yang berbeda bagi berbagai kelompok yang berbeda.
Pilihan mana yang diambil, pada umumnya bergantung kepada siapa motivasi ini ditujukan. Kelompok sasaran mana yang dituju. Diantara cara motivasi yang dapat dilakukan ialah :
1 Motivasi tatap muka
Motivasi tatap muka berarti motivasi langsung berhubungan dan berhadapan dengan kelompok yang kita tuju.
Motivasi ini menguntung~an. karcna kita bisa berhadapan langsung dan bisa menjelaskan langsung mengenai masalahnya. Motivator juga akan langsung melihat, apakah motivasi yang dilaksanakan berhasil atau gagal. Reaksi kelompok sasaran, bahkan mimik muka yang diperlihatkan, sudah dapat dibaca tentang sampai atau tidakny~ misi yang dibawakannya.
Pelaksanaan dalam molivasi tatap muka bisa berbentuk:
a Ceramah, pidato
b Tabligh, ceramah khusus agama pada kesempatan pengaJ1an.
c Khutbah, baik khutbah Jum'at atau khutbah Harl Raya
d Dalam bentuk pclajaran di muka kelas.
e Diskusi. Diskusi tcnu.ama ditujukan kcpada kclom- pok terpelajar. Dalam diskusi bukan inrormasi satu arah, tetapi komunikasi dua arah, di mana peserta dianggap sctarap. Motivator sebagai moderator atau pimpinan diskusi hendaknya cukup pandai memba- wakan diskusi agar sampai kepada tujuannya.
f Mudzakarah. Hampir sama dcngan diskusi, tetapi diadakan untuk kelompok sasaran para kyai dan ulama. Intinya sama ialah untuk menumbuhkan bcr- bagai tujuan yang ingin kita capai.
g Kursus atau penataran, ditujukan kepada kelompok tertentu yang kita harapkan menjadi kader yang akan mengembangkan lcbih lanjut. Dengan kursus, maka uraian dapatdiharapkan tuntas tidak sepotong- sepotong.
Dalam motivasi tatap muka ini, maka diperlukan kesatuan bahan dan bahkan pcrsiapan bahan yang memadai, sehingga materi yang disampaikan benar-benar sampai kepada sasaran yang dituju untuk motivasi tersebut.
Motivasi tatap muka secara individual dimanfaalkan untuk pendekatan kepada kelompok pejabat (umara') dan konglomerat.
2 Motivasi percontohan
Motivasi percontohan dimaksudkan untuk terlebih dahulu memberi contoh, bagaimana zakat terpadu dilaksanakan.
Acapkali tidak mudah untuk mengubah pandangan atau sikap masyarakat. Motivasi dengan tatap muka sering dikatakan sebagai "verbal" hanya teoritis. U ntuk itu baik sebagai pelengkap atau sebagai bahan studi atau sebagai cara yang lebih meyakinkan, maka dalam suatu lingkungan tertentu diadakan percontohan pelaksanaan zakat terpadu dan terorganisasi ini.
Sudah barang tcntu dipcrlukan scjumlah pcscrta yang sama-sama meyakini atau dapat dibina kcyakinannya. Misalnya di dalam suatu kantor, di lingkungan suatu masjid atau daerah tertentu.
Dalam motivasi percontohan ini sudah dipraktckan sistem adm inistrasi pemungutan dan pcncatatan yang baik, penyimpanan, perencanaan, pendayagunaan, pengorganisasian dan pemanfaatan untuk berbagai asnaf.
Para muzakki dibcri laporan periodik tenLang uang (amanat) zakat yang diserahkan kepadanya, sehingga kepercayaan tcrus tumbuh. Dan lebih dari itu, pendayagunaannya dapat dilihat clan dirasakan scbagai bermanfaaL dan mcmberi hasil guna.
Dalam hal pendayagunaan misalnya menjadi bcasiswa bagi anak yang tak mampu, menjadi modal untuk usaha kecil yang terns menerus dibimbing, modal koperasi yang terns dibantu penyelenggaraannya dan seterusnya.
3 Pem binaan peran serta
Seperti dikemukakan di depan, dalam motivasi zakat hendaknya tercapai bukan sekedar pengenian dan penghayatan, mclainkan juga keikut scrtaan masyarakat_
terutama para tokoh-tokohnya. Masyarakat daJam lingkungan manapun, mempunyai tokoh yang disegani sebagai "bapak". Tokoh ini mungkin ulama , mungkin sescpuh atau pemimpin formal, yang kita sebut "tokoh kunci".
Tokoh-tokoh kunci ini perlu didckati dan diajak bersama-sama untllk mengcmbangkan ide zakat yang terpadu dan terorganisasi. Kepadanya perlu dikemukakan pengalaman-pengalaman pclaksanaan zakat yang kurang berhasil. sedangkan banyak proyek umat Islam yang memerlukan dana seperti pembangunan mesjid, penyantunan orang miskin , pengadaan sekolah,
pembinaan para remaja clan lain-lain.
Cara pendekatan dilakukan dengan kunjungan.
silaturrahmi a tau rapat bersama untuk mem bicarakan bentuk pengorganisasian zakat. sebagai pembinaan potensi umat Islam sendiri. dan para tokoh masyarakat tadi dilibatkan sebagai penasehat atau salah seorang pimpinan didalam pengorganisasian. Dengan dcmikian maka program bukan lagi hanya tanggungjawab sebagai pengambil inisiatif. melainkan tanggungjawab bersama.
4 Pendayagunaan media masa dan seni budaya
Motivasi ini dapat dikatakan sebagai motivasi tidak langsung • yakni menemui sasaran bukan dengan cara berhadapan tetapi dengan cara menggunakan media yang ada. Dengan mediamasa ini kita masukkan madia cetak, radio. televisi dan film.
Sedangkan seni budaya yang dimaksud di sini ialah motivasi zakat dengan menggunakan kelompok sarana seni budaya baik lawakan, sandiwara. langcn suara dan lain-lain.
Penggunaan media masa termasuk media cetak terutama untuk memperoleh sasaran yang luas dan massal.
Pendekatan tatap muka bagaimanapun hanya mampu mencapaijumlah terbatas. Mungkin puluhan atau ratusan.
Dan hanya dengan jumlah motivator yang banyak. baru akan mencapai ribuan sasaran.
Sebaiknya dcngan menggunakan media cetak, ra- dio, televisi serta film. maka sasaran hampir tak terbatas jangkauan dapat sampai kepada ratusan ribu a tau jutaan, termasuk mereka yang berada di pelosok-pelosok yang jauh.
Berapa karakteristik dan cara hendaknya diperhatikan. Mulai dari kcahlian, pcrsiapan dan pelak- sananya yang sungguh-sungguh. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa karakteristik sebagai berikut :
a Media cetak seperti majalah ,surat kabar. brosur atau buku. Media ini mampu mencapai sasaran luas.
Materi yang diberikan lebih awet dapat dipelajari berulang-ulang. Berbeda dari pendckatan lisan yang tidak memiliki sifat-sifat tersebut. Han ya saja pelaksanaanya memerlukan keahlian menulis.
Juga pembiayaan yang lebih besar untuk penerbitannya. Pendekatan tertulis sangat berguna untuk motivasi para pcjabat. mereka yang sibuk dalam bertugas. Dengan bahan tertulis yang diterimanya. akan dilanjutkan oleh para motivator dengan pcndekatan langsung.
b Media Radio
Radio di tanah air kita cukup luasbaik RRI, Radio Pemerintah Daerah atau Radio Non Pemerintah/
swasta. Mereka dengan senang hati memasukan siaran agama termasuk siaran tentang zakat .Dalam hal ini diperlukan persiapan baik dalam penyusunan naskah siaran, kemampuan menyampaikan yang cukup baik dan menarik. Syarat penting harus dipenuhi ialah bahwa berbicara di radio tidak dapal berpanjang-panjang. Menurut pencl itian konsentrasi pendengar terhadap uraian di radio hanya 7-10 menit saja. Demikian juga suara yang baik atau yang disebut mike voice, artinya bukan asal suara c Media televisi
Siaran televisi dewasa ini sudah mencapai hampir seluruh masyarakat Indonesia. Stasiun pemancar tidak hanya ada di Ibu Kata Jakarta, tet.api juga ada di kota-kota besar di seluruh Indonesia dan juga adanya televisi-televisi swasta;
seperti TPI, RCTI, SCTV danJain-lain. Dibanding
dcngan media radio siaran tclcvisi lebih bcrkesan.
karcna pcnonton tidak hanya mcndcngar tctapi juga mclihat ..
Pcrsyaratan yang dibutuhkan mclebihi dcngan tambahan harus mampu tampil dcngan mcnarik. Pcnampilan yang kurang baik karcna pakaian. make up dan lain-lain akan bcrpcngaruh bcsar. Mcmbawa kcgagalun awu kctidak bcrhasilan siaran.
Media ini jclas sudah mcluas di Lanah air kita.
Dan sesuai dcngan sinyalcmcn di dcpan. bctapa sclama ini zakat bclum mcmasyarakat bahkan bclum dipahami • maka pcnggunaan media-media ini bersifat mutlak. Hanya saja jangan dilupakan mcngadakan pcrsiapan yang seksama dcngan pcrcncanaan yang matang.
d Media Seni Budaya
Scni budaya yang bcrancka rupa bcntuknya tentunya tidak scmua dapat dititipi pcsan siaran zakat. Hanya dalam bcntuk sandiwara. fragmcn, pcmbacaan puisi. atau lawakan dapat dilakukan.
Dalam hal ini pcrlu diingal pcrsyaratan untuk tidak Lcrlalu membcbani jenis seni budaya tersebul sccara berlebihan. Bila Lidak masyarakat akan segera meninggalkannya dan menganggap sebagai propaganda.
Berikan seniman sifat otonomi dan bahan-bahan ditetapkan sesuai estetika dan rasa seni yang memerlukan keindahan dan sifal harmonisnva.
S Pemasukan dalam Kurikulum Sekolah/Madrasah Pendekatan No. l s/d 4 di atas. pada umumnya berlak.u untuk kelompok sasaran orang dewasa, dan
mercka yang langsung bcrkepcnlingan dengan pelaksanaan zakat. Baik scbagai muzakki, da'i maupun penerima zakat. Tctapi moLivasi ini, juga tidak hanya bcrhcnti di situ.
Untuk jangka lama. kita harus mcncapai sasaran para "kadcr" bangsa, ialah para siswa dan mahasis\va.
Pcngalaman masa lalu di mana para pclajar kurang di- bcri pcngetahuan praktis tenLang zakat hcndaknya tidak tcrulang . Untuk iLu pclajaran tentang zakal di sckolah atau madrasah bahkan di perguruan tinggi hcndaknya tidak lagi semata-mata bcrisi fiqih model lama, tetapi sudah harus diganti dengan fiqih zakat baru, yang disu- sun olch ulama Indonesia dan bcrisi kctentuan baru dalam hal pcngorganisasian, pengumpulan, pendayagunaan hart.a zakat dan lain-lain. Demikian , manakala para siswa ini terjun kc masyarakat sudah tcrscdia bckal pcnget.ahuan yang scsuai dengan yang dibutuhkan.
Untuk mcncapai pclaksanaan ini dipcrlukan ada- nya pcndckatan, ialah pendckatan kcpada :
a Madrasah dan instansi yang bcrsangkutan scpcrti Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam, Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Urn um dan Dircktorat Perguruan Tinggi Agama Islam pada Ditjcn Pembinaan Kelernbagaan Agama Islam.Dari instansi tesebut diharapkan instruk-si untuk maksud tcrsebut di atas.
b Para guru./kyai yang mcngajar dalam ma ta pelajaran fiqih, baik tingkaL ibtidaiyah, tsanawiyah atau aliyah.
Termasukjuga para doscn fiqih di perguruan tinggi.
c Sekolah-sekolah umum dan instansi Dcpartemen Pcndidikan dan Kebudayaan yang tcrkait
VI MANAJEMEN
Manajemen motivasi zakat memerlukan tahap-tahap yang terarah dan berencana. Agar tujuan motivasi zakat dicapai sesuai dengan target, perlu langkah-langkah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi.
1 Perencanaan
Ke dalam perencanaan dimaksudkan ialah perumu- san dari tujuan, cara, langkah, waktu, tempat maupun sasaran yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Semua hal di atas hendaknya ditetapkan lebih dahulu dan secara tertulis.
2 Pengorganisasian
Setelah rencana tersusun mantap, disusun organi- sasi, kcdalam organisasi termasuk misalnya: bagaimana struktumya, bidang-bidang atau scksi apa yangdiper- lukan, berapa ketua, sekertaris, bendahara dan lain-lain.
Luasnya organisasi ditetapkan berdasarkan luasnya rencana I sasaran yang ingin dicapai dan bukan sebalik- nya. Dalam pengorganisas1an termasuk juga penetapan personil yang tepat dalam bidangnya.
3 Pelaksanaan
Pelaksanaan bcrarti bekerjanya rencana yang me-- nyangkut waktu, cara, tempat, sasaran arah yang dituju, pembiayaan dan lain-lain, Dalam pelaksanaan ini lang- kah-langkah kesatu, kedua seterusnya diharapkan ber- jalan secara lancar dan ten.ib.
Pelaksanaan motivasi zakat harus selalu berpe- doman kepada Keputusan Bersama Menteri Dalam
Negeri dan Menteri Agama No. 29/47 tahun 1991 clan Instruksi Menteri Agama No. 5 tahun 1991 dan pera- turan perundangan lainnya. Sebagai lembaga agama.
dalam evaluasi zakat harus merujuk kepada norma- norma hukum zakat sebagi hukum yang hidup dan ditaati oleh umat Islam Indonesia karena diperintahkan oleh
Al Qur'an clan sunnah Rassul.
4 Pengawasan
Pengawasan pclaksanaan molivasi 7.3.kat harus dilak- sanakan oleh pejabat atasan panitia zakat (BAZIS).
Oleh BAZIS sendiri. oleh Inspektorat Jendcral Depar- temen Agama dan masyarakat (sosial control).
VII EVALUASI
Evaluasi bcrarti penilaian alaS langkah-langkah yang dilaksanakan dengan rencana yang dipersiapkan. Evaluasi sangat JX!nting untuk dikctahui kckcliruan, kekurangan atau scbab-scbab kctidak berhasilan, agar tidak terulang untuk masa bcrikutnya.
Evaluasi juga ditujukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan rencana sesuai dengan target yang diharapkan.
Dalam hal motivasi zakat kepada masyarakat umum misalnya, apakah sudah berubah tanggapan-tanggapan nc- gatif atau keliru tentang zakat dan scbagainya.
Pclaksanaan evaluasi dilakukan dcngan cara diskusi khusus dengan thema evaluasi, pengisian daftar perlanyaan tentang zakat dan scbagainya.
Waktu evaluasi diadakan sccara pcriodik atau sctidak- nya diadakan setclah pelaksanaan suatu program molivasi.
LAMPIRAN I
"Arnbillah sedekah dari sebagian harta mereka. dengan sedekah itu kamu membcrsihkan dan mensucikan mereka, sesungguhnya do'a kamu iLu ( menjadi ) keLcnteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui "
( Surah At-Taubah ayat 103 )
~,.,,, "-~ •• • • /
/
~ ~ • •j" / / ...
\ ~ =". ~ \ ... ~~·. ..,.,, •,
"/ -- , -~ ~~ \/
~A
_,..
I '1J ~ .,, £r-...
~ AL ~ ..•
rt a:..._\) '-' •_,,, -
~ I . . _ ,.- '.J • • •
, / ~ / ,. ..,, , ""/-{' JI :., ., / '1 •
(r' t. ~ _;4''). ' '--' \ ~l
• )t-- ~~ 4lU \ ~~"::' ~
• ~ ~ _ , , , , • , J ~ , ; , ..J _.,,. • ~
__
- • _,,,-
...,,"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka ( bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pcdih n
( Surah At-Taubah ayat 34.)
"Katakanlah : "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan .Jcepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah padajalan yang lurus menuju kepada -NY A. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekulukan (NY A). (Yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan kafi..r akan adanya (kehidupan ) akhirat."
(Surat Fushilat ayat 6 clan 7 )
A ' ( ,,,_/
~
/-<./~~ \~,.,,, /.:/ /"' /!., \~/\\7J,(' -./pl/.\
f,,,1'.J - - -
'
/---C:..~~ -
..,.,,,. .
-~~&.&~ u ~l-, ...
?.. /
~ ~.,., ~·,,,,.,.,,()·t ~_;Jt)
~.... "-~~...,_t\~u"
~ ~- J
" Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah )sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik clan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.
Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafKahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya"
( Surah Al Baqarah 267)
/ ,~ ~ ,~,-~. ~~ ,.., /~. { 9""' \----::&1-/
• • • '5 :_, ...
_.. ::r:-:; / :...,,-_...,
~~~ A f ,.1, ~ ~.JV'- ... •
.~•
(. 4\Y ai.Y''-''.J ~
"Kamu sckali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna ) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai" ( Surah Ali Imran ayal 92)
-<'·f~ ~;'~;.:_,~\~~.:/.\/
~:Qa-.t -~// ~ '\·1 '
• '-o--0~·· ·~AJ~~..,~~~\
-_..., • _, / , .>- .... ...,, .:, ...,,
/ ,
., .
'-v -"-"..J -
~)• • •
- " " - / A. ~"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-NY A clan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya"
( Surah Al Hadid ayat 7 )
"Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang mcnumbuhkan tujuh butir. pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) 'bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-NY A) lagi Maha
Mengetahui"
( Surah Al Baqarah ayat 261 )
"Dan dirikanlah shalat. tunaikanlah zakat dan bcrikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik"
( Surah Al-Muzzamil ayat 20 )
"Padahal mercka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memumikan keta'atan kepada- NYA dalam (menjalankan) agama yang lurus (menjauhkan syirik dan kesesatan ) clan supaya mereka mcndirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus"
( S urah Al Bayyinah ayat 5 )
"Barang siapa yang membayarkan zakat hartanya. bcrarti hilanglah kejelekannya" ( Hadits riwayat Thabrani dari Jabir r.a.)
"Barang siapa yang sanggup diantara kamu menjaga dirinya dari api neraka. hendaklah ia bersedekah walaupun hanya dengan sebelah kurma clan barang siapa yang tidak punya, maka hendaklah mengucapkan perkataan baik ...
( Hadits riwayat Ahmad clan Muslim )
" Anda keluarkan zakat dari harta yang anda miliki, karena itu (harta yang dizakatkan) itu merupakan pencuci yang akan membersihkan anda, anda hubungkan silaturahim dengan kaum keluarga clan anda akui hak simiskin, tetangga clan peminta"
( Hadits riwayat Ahmad dari Anas r.a)
"Zakat itu dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka dan diserahkan kepada orang-orang miskin"
~jci. 4.:jl§ 14·:~~, .... 64-1-_;;~~
~
tt / • ./ / / / / / ,,,,,,,
_:;,~_,:-
~\":
..,,,~ 6,JJJ:.l&-.. .. . . ~"~D /:.Jl't/~ ~'
...;,/- '
~/...,.,~~:;/',,..,,,~/" i.-1.u1~ Li.:..:~<r..~~ .... ,,
• -..JA.S-
i
I ,.,,,,,..
' ~ ~· -... ~_,,~ ~j.~(_~J.,~~1'~~\0~..J) -
"Dari A'isyah rodhiallaahuu anhaa bcrkata, tclah bcrsabda Rasulullah saw : " Mungkin ada hartamu yang wajib dizakat- kan, tetapi tidak dikeluarkan, maka harta haram itu akan merusak yang halal".
( Hadits riwayal ASy-Syaafi'i,Bukhari dan Humaidi)
" Sedekah kepada orang miskin itu akan mendapatkan pahala zakat, sedangkan kepada kaum kerabat akan mendapalkan pahala silahturrahim clan pahala zakat".
(Hadits riwayat Ahmad, Nasaa'i dan Tirmidzi )
"Barang siapa yang tidak menyantuni manusia, maka tidak akan disantuni oleh Allah"
"Sesungguhnya sedekah itu memadamkan kemurkaan Tuhan dan menolak akibat jelek".
( Hadits riwayat Turmudzi )
"Sedekah seorang muslim itu akan menambah panjang umur, menolak akibat jelek clan dilenyapkan Allah dengannya sifat ta.kabbur dan angkuh"
LAMPIRAN II
No.
1 I
w -
TABEL JENIS HARTA
DANKETENTUAN WAJIB
ZAKATSESUAI KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI DALAM NEGERI RI DAN MENTERI AGAMA RI NOMOR: 29/47 TAHUN 1991
Jenis Harta Ketentuan Wajib Zakat
Keterangan
Nishab Kadar Waktu
2
3
4s 6
Tumbuh-tumbuhan
1 Pa di 750 kg beras/ 5%-10% Tiap panen
5~'ojika air-
2 Biji-bijian; jagung, 1350 kg gabah nya susah
kacang kedelai dan senilai nishab 5%-10% Tiap pancn 10% jika air
scbagainya pacli nya mudah
3 Tanaman hias, senilai nishab 5%-10% Tiap panen anggrck dan segala pacli
jenis bunga-bungaan
tN N
1 2
4 Rumput-rumputan, rumput hias, tebu bambu dsb.
5 Buah-buahan, mangga,jeruk, pisang.
kelapa, rambutan,
durian. dsb.6
Sayur-sayuran, bawang, wortel, cabe, dsb.
7 Segala jenis tumbuh- tumbuhan yang
bemilai ekonomis
I
3 4 5 6
senilai nishab 5% • lOo/o Tiap panen pa di
senilai nishab 5%- 10% Tiap panen pa di
senilai nishab 5% - 10% Tiap panen pa di
senilai nishab 5% - 10% Tiap panen
padi
I
II
2
Emas dan Perak
I Emas Mumi
2 Perhiasan wanita, perabotan/
perlengkapan rumah tangga dari emas.
3 Perak
3
94 gram emas murn1 .
senilai 94 gram emas murru .
672 gram pcrak murru .
-' s 6
2 112 o/o Satu tahun H a r
ta s1mpanan (untuk perhiasan 2 In% Satu tahun seha ri ·ha ri
t
i d a k diwajibkan zakat)
2112 % Satu tahun
~ l 2 3 4 5 6
4 Perhiasan wanita, pe- Senilai 672 gram 2 1/2 % Satu tahun rabotan/perlengkapan
perakrnumi
rurnah tangga dari
pcrak5
Logam mulia, selain Senilai 94 gram
2 1/2%Satu tahun pcrak seperti platina .
cmas murru dsb.
6
Batu permata, scperti Senilai 94 gram 2112
~~Satu tahun intan berlian dsb. emas murru
Ill
Perusahaan Perdagangan, Pendapatan dan jasa.
1 lndustri seperti semen, Senilai 94 gram 2 112 % Satu tahun Seluruh
pupuk, tekstil dsb. emas murru kckayaan
setclah
I 2
34 s 6
kewajiban·
kcwajiban yang harus dibayar scpcrti pajak dll.
(harta kckayaan bcrsih).
2 Usaha pcrhotclan, Senilai 94 gram 2 1/2 % Satu tahun hiburan, rcstoran dsb.
3 Perdagangan, export/ Senilai
9~gram 2 112% Satu tahun import, kontraktor, .
cmas mum1 real estate, percetakan/
penerbitan, swa!ayan/
supermarket dsb.
4 J asa, Konsultan, Senilai
9~gram 21/2 °/o Satu tahun
Notaris, Komissioner, .
emas murm
u.>
°' 1
5
6
7
2
Travel Biro, Salon, Transportasi, Per- gudangan, Pcrbeng- kelan, Akuntansi, Dokter, dsb.
Pendapatan, Gaji, Honorarium, Jasa
Produks~
Lembur dsb.
Usaha Pcrkebunan, Pcrikanan dan Petemakan.
Uang Simpanan, Deposito, Tabanas, Taska, Simpcdes, Simaskot, Tahapan,
3 4
56
Senilai 94 gram 2 1/2 % Satu tahun cmas mum1
Senilai 94 gram 2 1/2% Satu tahun emas murru
Scnilai 94 gram 21/2 % Satu tahun
cmas murru
1 IV
2
Binatang Ternak
l Kambing, Biri-biri, Domba
2 Sapi
3
40 s/d 120 ekor 121 s/d 200 ckor 30 ckor
40 clcor
4
s
61 ekor Satu tahun Sctiap tam·
2 ekor bahan 100 ckor kadar zak1tnya 1 ckor Satu tahun
1 ckcx-umur Sctiaptambahan
l tahun 30 dcor kadar
zakartnya 1 ckor umm I tahun
1 ckor Satu tahun umur
2 tahun
Vo>
00 I
v
2
3 Kerbau dan Kuda
Penghasilan Tetap
3
60 ekor
70 ekor
Nishabnya sama dcngan sapi
Senilai 94 gram emas murru
4
5 6
2 ekor Satu tahun Setiap tambah·
umur
an 40 ekor,ka·
I tahun
darzakatnya 1
ekor umur 2