96 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Melalui pembahasan yang telah dipaparkan oleh penulis dalam penulisan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Akuntansi Penggajian pada Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah VII Banjarmasin ini, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem akuntansi penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin
a. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu fungsi kepegawaian, fungsi pencatatan waktu, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi penginputan data, fumgsi verifikasi data, fungsi operator surat perintah membayar (SPM), dan fungsi pengarsipan data.
b. Prosedur penggajian dalam sistem akuntansi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, prosedur verifikasi data, prosedur perintah pengeluaran dana, dan prosedur pembayaran gaji PNS.
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu dokumen pendukung perubahan gaji, daftar hadir PNS (DHP), daftar gaji pegawai (DGP), rekapitulasi gaji induk (RGI), surat setoran pajak (SSP), surat daftar perubahan pegawai (DPPP), surat permintaan pembayaran (SPP), surat perintah membayar (SPM), dan surat perintah pencairan dana (SP2D).
d. Catatan akuntansi yang digunakan akan terinput melalui aplikasi SAS ke laporan bulanan Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin.
e. Sistem pengendalian internal dalam sistem akuntansi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu:
1) Organisasi
Fungsi pencatatan waktu terpisah dengan fungsi kepegawaian.
Fungsi pembuat daftar gaji terpisah dengan penginputan data.
2) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu Daftar hadir diverifikasi oleh Bagian Kepegawaian, Daftar gaji diotorisasi oleh fungsi kepegawaian di Bagian PPABP, Seluruh dokumen penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin beserta lampiran diserahkan dan diverifikasi oleh KPPN, Sebagian dokumen penggajian PNS Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin beserta lampiran yang sudah diverifikasi oleh KPPN dikembalikan dan arsip oleh bagian-bagian terkait di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin.
3) Prosedur pencatatan
Prosedur pencatatan dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin adalah:
a) Penginputan dokumen SKKGB ke dalam aplikasi GPP oleh fungsi penginputan data di Bagian Bendahara Pengeluaran.
b) Penginputan dokumen RGI dan DGP ke komputer untuk diserahkan ke KPPN dalam bentuk softcopy yang disimpan di dalam flashdisk.
4) Praktik yang sehat
Praktik yang sehat dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin adalah: Absensi PNS dengan menggunakan mesin daftar hadir fingerprint diawasi oleh fungsi pencatatan waktu, perhitungan pajak penghasilan direkonsiliasi dengan jumlah gaji yang diterima oleh PNS, dokumen beserta lampiran-lampiran penggajian PNS di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin diserahkan ke KPPN dan sebagian dikembalikan dan diarsip di
Bagian Bendahara Pengeluaran setelah selesai diverifikasi oleh bagian yang berwenang.
2. Sistem akuntansi penggajian Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin
a. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu fungsi kepegawaian, fungsi pencatatan waktu, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi penginputan data, fumgsi verifikasi data, fungsi operator surat perintah membayar (SPM), dan fungsi pengarsipan data.
b. Prosedur penggajian dalam sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, prosedur verifikasi data, prosedur perintah pengeluaran dana, dan prosedur pembayaran gaji PPNPN.
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu dokumen pendukung perubahan gaji, Daftar Hadir Pegawai (DHP), surat permintaan pembayaran (SPP), surat perintah membayar (SPM), dan surat perintah pencairan dana (SP2D).
d. Catatan akuntansi yang digunakan akan terinput melalui aplikasi SAS ke laporan bulanan Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin.
e. Sistem pengendalian internal dalam sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu:
1) Organisasi
Fungsi pencatatan waktu terpisah dengan fungsi kepegawaian.
Fungsi pembuat daftar gaji terpisah dengan penginputan data.
2) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu setiap PPNPN yang namanya tercantum dalam DPPP memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga kerja kontrak PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yang diotorisasi oleh Kepala Balai, Daftar hadir
diverifikasi oleh Bagian Kepegawaian, Daftar pembayaran penghasilan untuk PPNPN diverifikasi oleh bagian Bendahara Pengeluaran, SPP dan SPM untuk penggajian PPNPN diverifikasi oleh bagian PPK dan PPSPM, SPP dan SPM yang sudah diverifikasi akan diarsip oleh KPPN.
3) Prosedur pencatatan
Prosedur pencatatan dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu, penginputan dokumen DPPP dan SKPTK ke aplikasi SAIBA oleh fungsi penginputan data di bagian Bendahara Pengeluaran.
4) Praktik yang sehat
Praktik yang sehat dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian PPNPN di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin sama dengan praktik yang sehat pada penggajian PNS dari daftar hadir dan lampiran-lampiran yang diserahkan ke KPPN, kecuali perhitungan pajak tidak ada pada penggajian PPNPN.
3. Sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin
a. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu fungsi kepegawaian, fungsi pencatatan waktu, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi penginputan data, fungsi verifikasi data, fungsi operator surat perintah membayar (SPM), dan fungsi pengarsipan data.
b. Prosedur penggajian dalam sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, prosedur verifikasi data, prosedur perintah pengeluaran dana, dan prosedur pembayaran gaji Konsultan Individu.
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu dokumen
daftar hadir pegawai (DHP), surat perintah pembayaran (SPP), surat perintah membayar (SPM), dan surat perintah pencairan dana (SP2D).
d. Sistem pengendalian internal dalam sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu:
1) Organisasi
Fungsi pencatatan waktu terpisah dengan fungsi kepegawaian.
Fungsi pembuat daftar gaji terpisah dengan penginputan data.
2) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu, setiap Konsultan Individu yang namanya tercantum dalam data kontrak memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga kontrak Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yang diotorisasi oleh Kepala Balai, daftar hadir diverifikasi oleh bagian Kepegawaian, daftar nota untuk Konsultan Individu diverifikasi oleh Bendahara Pengeluaran, SPP dan SPM untuk penggajian Konsultan Individu diverifikasi oleh bagian PPK dan PPSPM, SPP dan SPM yang sudah diverifikasi akan diarsip oleh KPPN.
3) Praktik yang sehat
Praktik yang sehat dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin sebagai berikut: absensi Konsultan Individu menggunakan buku absen dan diisi secara manual akan diawasi oleh fungsi pencatatan waktu. SPP dan SPM penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin diserahkan ke KPPN kemudian diarsip setelah diverifikasi oleh KPPN.
4. Sistem akuntansi penggajian Office Boy (OB) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin
a. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi penggajian Office Boy (OB) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu fungsi kepegawaian, fungsi pencatatan waktu, fungsi pembuat daftar gaji, fungsi penginputan data, fungsi verifikasi data, fungsi operator surat perintah membayar (SPM), dan fungsi pengarsipan data.
b. Prosedur penggajian dalam sistem akuntansi penggajian Office Boy (OB) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur pembuatan daftar gaji, prosedur verifikasi data, prosedur perintah pengeluaran dana, dan prosedur pembayaran gaji Office Boy (OB).
c. Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian Office Boy (OB) di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu dokumen daftar hadir pegawai (DHP), surat perintah pembayaran (SPP), surat perintah membayar (SPM), surat perintah pencairan dana (SP2D), realisasi kontrak (RK), kartu pengawasan kontrak (KK), surat setoran pajak pertambahan nilai (SSP PPn), surat setoran pajak penghasilan (SSP PPh), faktur pajak (FP).
d. Catatan akuntansi yang digunakan akan terinput melalui aplikasi SAS ke laporan bulanan Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin.
e. Sistem pengendalian internal dalam sistem akuntansi penggajian Officeboy di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu:
1) Organisasi
Fungsi pencatatan waktu terpisah dengan fungsi kepegawaian.
Fungsi pembuat daftar gaji terpisah dengan penginputan data.
2) Sistem otorisasi
Sistem otorisasi penggajian Konsultan Individu di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin yaitu, setiap Office Boy yang namanya tercantum dalam data kontrak memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga kontrak Office Boy di Balai Diklat
PUPR Wilayah VII Banjarmasin melalui pihak ketiga yang diotorisasi oleh Kepala Balai, daftar hadir diverifikasi oleh Bagian Kepegawaian, SPP dan SPM untuk penggajian Office Boy diverifikasi oleh bagian PPK dan PPSPM, SPP dan SPM yang sudah diverifikasi akan diarsip oleh KPPN.
3) Praktik yang sehat
Praktik yang sehat dalam unsur pengendalian internal sistem akuntansi penggajian Office Boy di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin sebagai berikut: absensi Office Boy menggunakan buku absen dan diisi secara manual akan diawasi oleh fungsi pencatatan waktu, SPP dan SPM penggajian Office Boy di Balai Diklat PUPR Wilayah VII Banjarmasin diserahkan ke KPPN kemudian diarsip setelah diverifikasi oleh KPPN.
B. Saran-saran
Berdasarkan hasil penelitian Tugas Akhir penulis yang berjudul Sistem Akuntansi Penggajian pada Balai Diklat Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Wilayah VII Banjarmasin, penulis memberi saran sebagai berikut:
1. Daftar hadir PNS, PPNPN, Konsultan Individu, dan Officeboy sebaiknya dibuatkan rekapitulasi kehadirannya, kemudian hasil rekapitulasi kehadiran tersebut dilaporkan ke Kepala Balai secara periodik.
2. Peneliti selanjutnya dapat mengangkat topik mengenai sistem akuntansi penggajian di instansi pemerintahan lainnya, seperti Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan, Badan Usaha Milik Negara dan instansi lain.