• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

Tamara Juliana Siswanto, Deni Agus Setyono, Abdul Wahid Hasyim Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Jalan Mayjen Haryono 167 Malang 65145 -Telp (0341)567886 Email: [email protected]

ABSTRAK

Kota Malang merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur yang memiliki fungsi sebagai pusat pendidikan, perdagangan jasa, perkantoran dan pariwisata perkotaan (RTRW Kota Malang 2010 – 2030) yang sedang berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau yang berpengaruh pada tingkat kebisingan perumahan dan kadar CO. Taman yang menjadi lokasi wilayah studi peneliti meliputi taman yang tersebar di Wilayah Utara Kota Malang khususnya Kecamatan Lowokwaru meliputi taman perumahan Graha Mulia, De Green Pavilion, Bumi Tunggulwulung Indah, Griya Shanta RW 19, dan Permata Jingga. Peneliti ingin mengkaji dan menganalisa tentang Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Lingkungan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan pada kualitas lingkungan pemukiman akibat adanya RTH Taman Pemukiman tersebut. Pengukuran pengaruh dilakukan dengan melakukan analisis deskriptif berdasarkan perspektif penghuni perumahan dan AHP (Analytical Hirarchy Process) untuk menstrukturkan tujuan, kriteria, hingga alternatif berdasarkan survei terhadap para ahli pertamanan.

Berdasarkan hasil analisis AHP pada Pengaruh RTH terhadap kualitas lingkungan, diperoleh bahwa keputusan alternatif yang dilakukan adalah perbaikan kualitas RTH untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Sebagian besar responden dari penguin perumahan pada wilayah studi menyatakan bahwa kualitas RTH berpengaruh terhadap kualitas lingkungan perumahan. Keberadaan taman di wilayah studi berpengaruh terhadap kualitas lingkungan karena taman di wilayah studi menjadi sarana Ruang Terbuka Hijau dengan berbagai aspek yang dapat meningkatkan nilai biologis, sosial, dan ekonomi bagi penghuni perumahan.

Kata Kunci : Ruang-Terbuka Hijau, Kualitas Taman-Perumahan, AHP.

ABSTRACT

Malang City is the second largest city in East Java which has a function as a center for education, trade in services, offices and urban tourism (RTRW Malang City 2010 – 2030). Malang is trying to balance development and quality of green open space which affects the noise level of housing and CO levels. The park which is the study area that scattered in the Northern Region of Malang City, especially Lowokwaru District, including the Graha Mulia, De Green Pavilion, Bumi Tunggulwulung Indah, Griya Shanta RW 19, and Permata Jingga housing park. Therefore, the researcher wants to study and analyze the Effect of Green Open Space on Environmental which is conducted to determine how much influence it has on the quality of the residential environment due to the existence of Residential Park (open space). Measurement of influence is carried out by conducting descriptive analysis based on the perspective of residential residents and AHP (Analytical Hierarchy Process) to structure objectives, criteria and alternatives based on surveys of experts. Based on the results of AHP analysis on the effect of green open space on environmental quality, it was found that the alternative decision made was to improve the quality of green open space to improve environmental quality. Most respondents from residential penguins in the study area stated that the quality of green open space had an effect on the quality of the housing environment. The existence of parks in the study area has an effect on environmental quality because the parks in the study area are used as facilities for green open spaces with various aspects that can increase the biological, social and economic value of residential residents.

Keywords: Open Space, Housing-Park Quality, AHP.

PENDAHULUAN

Kota Malang merupakan kota kedua terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya yang memiliki fungsi sebagai pusat Pendidikan, perdagangan jasa, perkantoran dan pariwisata perkotaan (RTRW Kota Malang 2010 – 2030).

Kota Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau. Kondisi beberapa tahun terakhir mengindikasikan bahwa Kota Malang mengalami perubahan kawasan perkotaan yang sangat pesat

(2)

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

82 Planning for Urban Region and Environment Volume 10, Nomor 3, Juli 2021

sebagai akibat adanya perkembangan ekonomi dan letak yang cukup strategis, yang berimplikasi pada pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk kota (Syamdermawan dkk, 2012). Kebutuhan ruang di daerah perkotaan termasuk ruang publik memiliki daya tarik yang berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi taman lingkungan publik.

Ruang dengan segala macam fasilitas dan daya tarik taman yang dapat dilihat secara bebas tanpa hambatan dapat meningkatkan nilai visual dari taman tersebut (Sasongko, 2017).

Keberadaan taman sebagai ruang terbuka hijau tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan yang menjelaskan bahwa proporsi ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan minimal 30% dari luas wilayah kota. Proporsi 30% ini terdiri dari 20%

ruang terbuka hijau publik dan 10% ruang terbuka hijau privat. Adanya ruang terbuka hijau dalam suatu lingkungan dapat berpengaruh terhadap kondisi psikis pengguna di dalamnya. Dengan demikian, terjalin komunikasi dan interaksi sosial antar warga untuk saling mengenal dan dapat menciptakan karakteristik lingkungan masyarakat yang berbeda.

Kota Malang adalah salah satu kota besar dengan berbagai bentuk pemukiman sedang yang berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau.5 Taman yang menjadi lokasi wilayah studi peneliti meliputi taman yang tersebar di Wilayah Utara Kota Malang khususnya Kecamatan Lowokwaru diantaranya meliputi taman perumahan Graha Mulia, De Green Pavilion, Bumi Tunggulwulung Indah, Griya Shanta RW 19, Permata Jingga. Peneliti ingin mengkaji dan menganalisa tentang “Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Lingkungan (Studi pada Taman Pemukiman di Kota Malang)” yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan pada kualitas lingkungan pemukiman akibat adanya RTH Taman Pemukiman tersebut.

Ruang lingkup wilayah studi ini hanya melingkup pada beberapa taman yang berada pada perumahan developer di wilayah utara Kota Malang (Kecamatan Lowokwaru). Ruang lingkup wilayah mencakup taman pada beberapa perumahan berikut.

1. Taman Perumahan Permata Jingga, Jl.

Raya Permata Jingga, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.

2. Taman Perumahan Graha Mulia, Jl Kiyai Yusuf, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru.

3. Taman Perumahan De Green Pavilion, Jl.

Akordion, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.

4. Taman Perumahan Bumi Tunggulwulung Indang 3, Jl. Akordion, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru.

5. Taman Perumahan Griya Shanta RW 19, Jl.

Candi Panggung, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru.

Gambar 1. Peta Lokasi Wilayah Studi METODE PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data Data Primer

Survei primer yang akan dilakukan dalam penelitian ini berupa observasi lapangan dan memberikan kuisioner kepada respoden yang menjadi pengunjung taman pemukiman tersebut.

Selain itu, data primer juga diperoleh dari wawancara kepada para ahli pertamanan untuk menentukan alternatif keputusan penanganan.

Data Sekunder

Data sekunder dapat berupa data dari instansi terkait, maupun literatur dan pustaka yang berkaitan dengan data kualitas lingkungan pemukiman yang dirasakan masyarakat setempat

(3)

dan pengunjung taman kemudian. Data-data tersebut diolah sebagai input pada penelitian ini.

Tabel 1. Data Sekunder

Instansi Kebutuhan Data Dinas Pertamanan Kota Malang

Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Malang BARENLITBANG Kota Malang

- Data Taman Perumahan di Kecamatan Lowokwaru - Data Perumahan di

Kecamatan Lowokwaru - RT dan RW setempat - Data Jumlah Pengunjung

Populasi dan Sampel Populasi

Populasi dalam penelitian ini merupakan jumlah penduduk perumahan, hal tersebut dikarenakan pengunjung taman sebuah lingkungan pada umumnya merupakan penduduk di dalam perumahan tersebut. Berikut merupakan Tabel 2 yang menjelaskan populasi penduduk di perumahan yang menjadi wilayah studi.

Tabel 2. Populasi Penduduk di Perumahan Terpilih

No. Lokasi Taman Jumlah Bangunan

(unit)

Jumlah Populasi

(jiwa)

1 Permata Jingga 706 unit 2.824

2 Graha Mulia 331 unit 1.324

3 De Green Pavilion 106 unit 424

4 Bumi Tunggulwulung

Indah 62 unit 248

5 Griya Shanta RW 19 134 unit 268

Jumlah 1.339 (unit) 5.088

Sumber: Digital Citra Satelit, 2019

Sampel

Metode penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Simple random sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi dengan cara sedemikian rupa sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel. Simple random sampling biasa digunakan jika populasi bersifat homogen. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Krejcie dan Morgan. Berikut merupakan persamaan dalam Krejcie dan Morgan.

n = 𝜆!. 𝑁. 𝑃 (1 − 𝑃) 𝑑!(𝑁 − 1) + 𝜆!. 𝑃 (1 − 𝑃) Keterangan:

n= Ukuran sampel N= Ukuran populasi P= Proporsi dalam populasi d2= Ketelitian (error)

λ^2= harga table chi kuadrat untuk ∞ tertentu (5%=

3,841)

n = (3,841 x 5088 x 0,5 (1-0,5)) : (0,052 (5088 - 1) + 3,841 x 0,5 (1 - 0,5))

n = 357,40 = 357 responden

Tabel 3. Jumlah Sampel di Perumahan Terpilih

No. Lokasi Taman Jumlah Penduduk

(jiwa)

Proporsi Sampel

(%)

Jumlah Sampel (jiwa)

1 Permata Jingga 2.824 55,50 198

2 Graha Mulia 1.324 26,02 93

3 De Green

Pavilion 424 8,33 30

4 Bumi Tunggulwulung

Indah 248 4,87 17

5 Griya Shanta RW

19 268 5,27 19

Jumlah 5.088 100 357

Variabel Penelitian

Variabel penelitian diperoleh dari PPS (Plant Protection Station) terdiri dari 4 variabel yaitu: Kenyamanan dan Kesan (Comfort and Image), Aspek Penggunaan dan Aktivitas (Uses and Activities), Aspek Keramahan (Sociability), Aspek Akses dan Linkage (Access and Linkage).

Berikut Tabel 4 menjelaskan variabel yang digunakan dalam penelitian.

Tabel 4. Variabel Penelitian

Variabel Sub Variabel

Kenyamanan dan Kesan

(Comfort and Image) (X1) 1. Keamanan dan keselamatan 2. Kebersihan

3. Penghijauan 4. Kualitas tempat duduk 5. Kondisi lingkungan 6. Daya tampung ruang publik 7. Memiliki suatu daya

tarik/pesona dan atau menarik

Aspek Penggunaan dan Aktivitas (Uses and Activities)

8. Kebebasan di dalam ruang 9. Ruang dapat digunakan

untuk berbagai aktivitas (bazar, posyandu)

10. Ruang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga 11. Ruang dapat digunakan

untuk menyelenggarakan kegiatan perayaan dan keramaian

12. Ruang dapat digunakan untuk mencirikan keadaan asli para pengguna 13. Ruangan ini penting bagi

warga

14. Kepedulian masyarakat menciptakan rasa memiliki

15. Ruang dapat

mengakomodasi kebutuhan semua golongan umur Aspek Keramahan

(Sociability)

16. Memberikan perasaan betah dan senang

17. Menimbulkan kebanggaan

(4)

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

84 Planning for Urban Region and Environment Volume 10, Nomor 3, Juli 2021

Variabel Sub Variabel

18. Masyarakat dengan senang hati memikirkan keadaan ruang

19. Ruangan menimbulkan kesan akrab diantara warga 20. Ruangan ini digunakan oleh

berbagai tingkat usia Aspek Akses dan Linkage

(Access and Linkage)

21. Kelancaran 22. Kedekatan 23. Koneksi

24. Kemudahan akses menuju ruang publik

25. Akses di dalam ruang publik 26. Perparkiran

Sumber: PPS (Plant Protection Station), diakses Februari 2020

Metode Analisis 1. Analisis Deskriptif

Deskriptif Kualitatif didukung dengan analisis Statistik Deskriptif yaitu dengan cara distribusi frekuensi dan persen. Adapun analisis yang dilakukan dalam mengkaji kenyamanan hidup masyarakat di Pemukiman antara lain, menganalisis persepsi masyarakat terhadap kondisi lingkungan di permukiman sekitar taman. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kondisi kualitas lingkungan pemukiman terhadap keberadaan taman lingkungan.

2. Analisis Pembobotan AHP (Analytical Hierarchy Process)

AHP (Analytic Hierarchy Process) adalah suatu teori umum tentang pengukuran yang digunakan untuk menemukan skala rasio, baik dari perbandingan berpasangan yang diskrit maupun kontinyu. AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hierarki. Hierarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hierarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hierarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis.

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Wilayah Studi

Ruang Terbuka Hijau berupa taman perumahan yang menjadi objek penelitian ini adalah perumahan Permata Jingga, Graha Mulia, De Green Pavilion, Bumi Tunggulwulung Indah,

dan Griya Shanta RW 19 yang menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Lowokwaru. Perumahan sebagai objek penelitian dipilih secara acak di Kecamatan Lowokwaru sebagai kecamatan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan perumahan developer paling tinggi di Kota Malang. 5 (lima) taman perumahan sebagai objek penelitian tersebar pada Kelurahan Mojolangu, Tunggulwulung, dan Tasikmadu.

Tabel 5. Lokasi Penelitian Perumahan di Kecamatan Lowokwaru

No. Nama Perumahan Keluarahan

1. Permata Jingga Tunggulwulung

2. Graha Mulia Tasikmadu

3. De Green Pavilion Tunggulwulung 4. Bumi Tunggulwulung Indah Tunggulwulung 5. Griya Shanta RW 19 Mojolangu

Pengaruh Variabel Kualitas RTH terhadap Kualitas Lingkungan Menurut Ahli

Pengukuran variabel kualitas RTH terhadap kualitas lingkungan di deskripsikan secara hierarki. Penggunaan hierarki dalam menjabarkan variabel yang digunakan dikarenakan variabel Kualitas RTH dengan karakteristik bertingkat atau kompleks. Teknik analisis yang digunakan untuk memperoleh prioritas variabel Kualitas RTH yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan adalah Analytic Hierarchy Process (AHP).

Analisis AHP dalam penelitian menggunakan 4 (empat) variabel utama dengan 26 (dua puluh enam) sub variabel. Analisis AHP adalah analisis yang digunakan dalam pengambilan keputusan dengan teknik perbandingan berpasangan yang berdasarkan pendapat dari para responden yang dianggap sebagai ahli yang dapat terdiri atas pengambil keputusan maupun kebijakan, para pakar dan orang yang terlibat serta memahami permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian, permasalahan yang diangkat adalah pengaruh RTH dalam meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Malang.

Gambar 2 merupakan struktur AHP yang mendeskripsikan penjabaran dari tingkatan level variabel yang digunakan pada penelitian. Struktur AHP terdiri dari 4 (empat) level yang terdiri dari level I (tujuan yang akan diperoleh), level II (kriteria/variabel yang digunakan), level III (sub kriteria/sub variabel yang digunakan), dan lebel IV (alternatif sebagai rekomendasi yang menjawab tujuan di wilayah studi). Struktur AHP dideskripsikan lebih jelas sebagai berikut.

(5)

Gambar 2. Struktur AHP Tabel 6. Tabel Hasil Penjumlahan dari Bobot Relatif Seluruh Ahli

Kri Variabel Kualitas RTH terhadap Kualitas Lingkungan Ahli I Ahli II Ahli III Jumlah

1 Keamanan dan keselamatan 0.1116 0.1005 0.0808 0.2930

2 Kebersihan 0.1005 0.0902 0.0902 0.2810

3 Penghijauan 0.0144 0.1116 0.0724 0.1984

4 Kualitas tempat duduk 0.0162 0.0411 0.0114 0.0688

5 Kondisi lingkungan 0.0327 0.0231 0.0647 0.1205

6 Daya tampung ruang publik 0.0128 0.0367 0.0327 0.0822

7 Memiliki suatu daya tarik/pesona dan atau menarik 0.0182 0.0182 0.1005 0.1370

8 Kebebasan di dalam ruang 0.0411 0.0578 0.0102 0.1092

9 Ruang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas (bazar, posyandu) 0.0367 0.0114 0.0291 0.0772 10 Ruang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga 0.0102 0.0516 0.0092 0.0710 11 Ruang dapat digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan perayaan dan keramaian 0.0114 0.0102 0.0144 0.0360 12 Ruang dapat digunakan untuk mencirikan keadaan asli para pengguna 0.0291 0.0092 0.0231 0.0613

13 Ruangan ini penting bagi warga 0.0724 0.0808 0.0578 0.2110

14 Kepedulian masyarakat menciptakan rasa memiliki 0.0461 0.0075 0.0128 0.0664 15 Ruang dapat mengakomodasi kebutuhan semua golongan umur 0.0516 0.0162 0.0259 0.0938

16 Memberikan perasaan betah dan senang 0.0647 0.0724 0.0516 0.1887

17 Menimbulkan kebanggaan 0.0259 0.0144 0.0083 0.0486

18 Masyarakat dengan senang hati memikirkan keadaan ruang 0.0231 0.0068 0.0075 0.0374 19 Ruangan menimbulkan kesan akrab diantara warga 0.0205 0.0259 0.0205 0.0669 20 Ruangan ini digunakan oleh berbagai tingkat usia 0.0578 0.0647 0.0461 0.1686

21 Kelancaran 0.0092 0.0128 0.0068 0.0288

22 Kedekatan 0.0083 0.0327 0.0411 0.0821

23 Koneksi 0.0075 0.0291 0.0182 0.0548

24 Kemudahan akses menuju ruang publik 0.0902 0.0083 0.1116 0.2101

25 Akses di dalam ruang publik 0.0808 0.0205 0.0367 0.1380

26 Perparkiran 0.0068 0.0461 0.0162 0.0692

Struktur AHP dapat dilihat pada Gambar 2.

bahwa dari tujuan yang ingin dicapai, ditentukan variabel dan subvariabel untuk menentukan keputusan alternatif yang dibutuhkan dalam penelitian Pengaruh Kualitas RTH terhadap Kualitas Lingkungan. Alternatif yang diperoleh adalah perbaikan kualitas RTH untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan.

Responden ahli yang berjumlah 3 (tiga) responden yang dianggap ahli dalam menilai kualitas RTH terhadap kualitas lingkungan perumahan di Kota Malang. Responden ahli berasal terdiri dari arsitek, dosen Jurusan

Perencanaan Wilayah dan Kota, serta instansi dinas DPUPRPKP Kota Malang. Beberapa responden dalam analisis AHP antara lain adalah sebagai berikut:

Tabel 7. Daftar Nama dan Jabatan Responden AHP

No. Nama Jabatan/Instansi

1. Abdillah Aji Arsitek Lanskap/Arsitek Lanskap Independen 2. Wirawan Bahari Penata Ruang Muda/

DPUPRPKP Kota Malang 3. Eddi Basuki

Kurniawan, ST., MT. Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

(6)

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

Planning for Urban Region and Environment Volume 10, Nomor 3, Juli 2021 86

Tabel 6. Urutan Ranking Variabel Kualitas RTH terhadap Kualitas Lingkungan

Kri Variabel Kualitas RTH terhadap Kualitas Lingkungan Jumlah Ranking

1 Keamanan dan keselamatan 0.2930 1

2 Kebersihan 0.2810 2

13 Ruangan ini penting bagi warga 0.2110 3

24 Kemudahan akses menuju ruang publik 0.2101 4

3 Penghijauan 0.1984 5

16 Memberikan perasaan betah dan senang 0.1887 6

20 Ruangan ini digunakan oleh berbagai tingkat usia 0.1686 7

25 Akses di dalam ruang publik 0.1380 8

7 Memiliki suatu daya tarik/pesona dan atau menarik 0.1370 9

5 Kondisi lingkungan 0.1205 10

8 Kebebasan di dalam ruang 0.1092 11

15 Ruang dapat mengakomodasi kebutuhan semua golongan umur 0.0938 12

6 Daya tampung ruang publik 0.0822 13

22 Kedekatan 0.0821 14

9 Ruang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas (bazar, posyandu) 0.0772 15

10 Ruang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga 0.0710 16

26 Perparkiran 0.0692 17

4 Kualitas tempat duduk 0.0688 18

19 Ruangan menimbulkan kesan akrab diantara warga 0.0669 19

14 Kepedulian masyarakat menciptakan rasa memiliki 0.0664 20

12 Ruang dapat digunakan untuk mencirikan keadaan asli para pengguna 0.0613 21

23 Koneksi 0.0548 22

17 Menimbulkan kebanggaan 0.0486 23

18 Masyarakat dengan senang hati memikirkan keadaan ruang 0.0374 24

11 Ruang dapat digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan perayaan dan keramaian 0.0360 25

21 Kelancaran 0.0288 26

Perolehan bobot relatif dari setiap ahli kemudian dijumlahkan dan nilai tertinggi akan ditentukan variabel kualitas RTH yang paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan menurut ahli. Tabel 6 merupakan hasil penjumlahan dari bobot relatif Ahli I, Ahli II, dan Ahli III. Berdasarkan tabel 6, Hasil Penjumlahan Bobot Relatif dari Seluruh Ahli, variabel kualitas RTH yang dianggap paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan adalah variabel Keamanan dan Keselamatan. Jumlah bobot relatif dari

variabel Keamanan dan Keselamatan yaitu sebesar 0,293, kemudian disusul dengan variabel Kebersihan dengan jumlah bobot relatif 0,281, dan variabel Pentingnya Ruangan bagi Warga dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,211.

Sedangkan variabel yang berada pada urutan terakhur adalah Ruang untuk Kegiatan Perayaan dan Keramaian dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,036 serta variabel Kelancaran dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,0288.

Berdasarkan hasil analisis AHP pada Pengaruh RTH terhadap kualitas lingkungan, diperoleh bahwa keputusan alternatif yang dilakukan adalah perbaikan kualitas RTH untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Urutan

perbaikan kualitas RTH yang paling diutamakan adalah keamanan dan keselamatan, kebersihan, pentingnya ruang untuk warga, serta kemudahan akses untuk menuju ruang publik lalu seterusnya sesuai dengan urutan pada Tabel 8.

Pengaruh Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Lingkungan

Pengaruh RTH terhadap kualitas lingkungan yang diuji pada 5 (lima) perumahan di Kecamatan Lowokwaru diukur berdasarkan persepsi penghuni dan diolah menggunakan analisis statistik deskriptif. Setiap variabel diukur berdasarkan skala likert dari STB (Sangat Tidak Setuju) sampai SB (Sangat Setuju). Responden berjumlah 357 orang sebagai penghuni dari 5 perumahan di Kecamatan Lowokwaru, yaitu Perumahan Permata Jingga, Graha Mulia, De Green Pavilion, Bumi Tunggulwulung Indah, dan Griya Shanta RW 19.

Hasil dari pengaruh kualitas RTH terhadap kualitas menunjukkan pengaruh tiap variabel dalam meningkatkan kualitas lingkungan berdasarkan persepsi penghuni di wilayah studi.

Secara keseluruhan, rata – rata pengaruh kualitas taman lingkungan mereka tinggal dalam meningkatkan kualitas lingkungan berdasarkan persepsi penghuni perumahan yaitu dari 357 responden, 84 responden menjawab sangat setuju, 105 responden menjawab setuju, 106 responden menjawab cukup setuju, 12 responden menjawab tidak setuju, dan 3 responden menjawab sangat tidak setuju.

(7)

Gambar 3. Grafik Pengaruh RTH dalam meningkatkan Kualitas Lingkungan berdasarkan Persepsi Penghuni

Grafik diatas menunjukkan pengaruh RTH dalam meningkatkan kualitas lingkungan 27%

sangat setuju, 34% setuju, dan 34% cukup setuju.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kualitas RTH di Kecamatan Lowokwaru berpengaruh dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Aspek RTH yang paling berpengaruh adalah keberadaan taman itu sendiri, ruang pasif untuk meningkatkan kualitas udara dan nilai lingkungan hidup, fasilitas dan kelompok pengaman, serta perilaku pengunjung taman dalam menjaga kebersihan taman.

Hasil Skoring Antara Bobot Taman dengan Bobot Hasil AHP

Hasil skoring antara bobot taman dengan hasil AHP menunjukkan perkalian antara bobot taman hasil dari wawancara persepsi penghuni dengan bobot hasil AHP. Pembobotan tiap taman dilakukan secara terpisah lalu masing masing taman di-input ke klasifikasi kualitas taman.

Skoring klasifikasi taman diperoleh dengan menghitung median dari total nilai taman pada 5 (lima) kelurahan sebagai wilayah studi dan dibagi dalam 3 klasifikasi yaitu kualitas taman Baik, Cukup Baik, dan Buruk. Lalu setiap taman di kelompokkan ke dalam klasifikasi yang telah dibuat sebagai berikut.

Tabel 7. Klasifikasi Total Nilai Taman

No. Klasifikasi Range Total Nilai Taman

1. Baik 11,54 - 12,91

2. Cukup Baik 10,17 – 11,54

3. Buruk 8,80 – 10,17

Klasifikasi Total Nilai taman dibagi berdasarkan 3 range total nilai taman yaitu baik dengan rentang nilai 11,54 – 12,91, cukup baik

dengan rentang nilai 10,17 – 11,54, dan buruk dengan rentang nilai 8,80 – 10,16=7. Penilaian tiap taman yang diperoleh kemudian dimasukkan kedalam klasifikasi yang sesuai seperti berikut.

Tabel 8. Skoring Kualitas Perumahan

No. Perumahan Total Nilai

Taman Klasifikasi

1. Permata Jingga 11.77 Baik

2. Graha Mulia 11.15 Cukup Baik

3. De Green Pavilion 8.80 Buruk

4. Bumi Tunggulwulung

Indah 10.99 Cukup Baik

5. Griya Shanta RW 19 12.91 Baik

Berdasarkan tabel Skoring Kualitas Perumahan diperoleh bahwa Kualitas Permukiman berdasarkan Kualitas RTH untuk Perumahan Permata Jingga dan Griya Shanta RW 19 bernilai Baik, Perumahan Graha Mulia dan Bumi Tunggulwulung Indah bernilai Cukup Baik, dan Perumahan De Green Pavilion bernilai Buruk.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian mengenai Pengaruh Ruang Terbuka Hijau terhadap Kualitas lingkungan yang telah dilakukan, menghasilkan beberapa kesimpulan. Kesimpulan diperoleh pada penelitian adalah sebagai berikut.

1. Berdasarkan Hasil Penjumlahan Bobot Relatif dari Analisis AHP, variabel kualitas RTH yang dianggap paling berpengaruh terhadap kualitas lingkungan adalah variabel Keamanan dan Keselamatan.

Jumlah bobot relatif dari variabel Keamanan dan Keselamatan yaitu sebesar 0,293, kemudian disusul dengan variabel Kebersihan dengan jumlah bobot relatif

Sangat Setuju 27%

Setuju 34%

Cukup Setuju 34%

Tidak Setuju

4% Sangat Tidak Setuju

1%

(8)

PENGARUH RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN (STUDI PADA TAMAN PEMUKIMAN DI KOTA MALANG)

88 Planning for Urban Region and Environment Volume 10, Nomor 3, Juli 2021

0,281, dan variabel Pentingnya Ruangan bagi Warga dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,211. Sedangkan variabel yang berada pada urutan terakhur adalah Ruang untuk Kegiatan Perayaan dan Keramaian dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,036 serta variabel Kelancaran dengan jumlah bobot relatif sebesar 0,0288.

2. Kemampuan untuk memberikan kenyamanan dan kesan yang baik terhadap pengunjungnya adalah kunci kesuksesan suatu ruang Malang. Kenyamanan dipengaruhi oleh impresi pengunjung tentang kebersihan, keamanan, dan ketersediaan tempat duduk. Keamanan dan keselamatan dengan item adanya petugas keamanan di sekitar ruang Malang, adanya pagar pembatas antara ruang Malang dengan lingkungan luar sebagai pengaman, letaknya jauh dari jalan besar yang berbahaya, aman dan nyaman ketika dikunjungi malam hari karena terdapat penerangan yang memadai menjadi aspek paling berpengaruh dari kualitas RTH terhadap kualitas lingkungan perumahan di Kota Malang.

3. Rata – rata pengaruh kualitas taman lingkungan tinggal dalam meningkatkan kualitas lingkungan berdasarkan persepsi penghuni perumahan yaitu dari 357 responden, 84 (27%) responden menjawab sangat berpengaruh, 105 (34%) responden menjawab berpengaruh, 106 (34%) responden menjawab cukup berpengaruh, 12 (4%) responden menjawab tidak berpengaruh, dan 3 (1%) responden menjawab sangat tidak berpengaruh.

Aspek RTH yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kualitas perumahan di wilayah studi adalah keberadaan taman itu

sendiri, ruang pasif untuk meningkatkan kualitas udara dan nilai lingkungan hidup, fasilitas dan kelompok pengaman, serta perilaku pengunjung taman dalam menjaga kebersihan taman.

4. Skoring Kualitas Perumahan menunjukkan bahwa Kualitas Permukiman berdasarkan Kualitas RTH untuk Perumahan Permata Jingga dan Griya Shanta RW 19 bernilai Baik, Perumahan Graha Mulia dan Bumi Tunggulwulung Indah bernilai Cukup Baik, dan Perumahan De Green Pavilion bernilai Buruk.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang Tahun 2010 – 2030.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Project for Public Space (PPS). www.pps.org.

Diakses pada 20 Februari 2020.

Syamdermawan, W., Surjono, & Eddi Basuki Kurniawan. 2012. Pengaruh Ruang Terbuka Hijau terhadap Kualitas Lingkungan pada Perumahan Menengah Atas. Teknologi dan Kejuruan, Vol. 35, No.1, Pebruari 2012: 81-92.

Sasongko, W., Kurniasanti, R., & Siregar, J. 2017.

The development concept of Taman Aloon-Aloon Tulungagung based on visual accessibility, diversity of activities and perception of users. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science.

Gambar

Gambar 1. Peta Lokasi Wilayah Studi  METODE PENELITIAN
Tabel 2. Populasi Penduduk di Perumahan  Terpilih
Tabel 5. Lokasi Penelitian Perumahan di  Kecamatan Lowokwaru
Gambar 2. Struktur AHP  Tabel 6. Tabel Hasil Penjumlahan dari Bobot Relatif Seluruh Ahli
+3

Referensi

Dokumen terkait

Riris Sarumpaet (via Trimansyah, 1999:21) membuat empat rumusan tentang sastra anak yang diistilahkannya sebagai bacaan anak-anak, yaitu: a) WUDGLVLRQDO , bacaan

Berdasarkan hasil penelitian aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II, hal ini membuktikan bahwa melalui

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Prioritas Nasional Tahun 2019- 2024, ditetapkan 6 (enam) Sasaran Strategik Kementerian Dalam Negeri. Adapun tujuan dan Sasaran

[r]

Taksonomi dari kelapa sawit ( Elaeis guineensis Jacq. Kelapa sawit berkembang biak dengan biji dan akan berkecambah untuk selanjutnya tumbuh menjadi tanaman. Susunan buah kelapa

Industri batik Sembung mampu memproduksi rata-rata 100 lembar kain batik per harinya, dengan banyaknya produksi yang dilakukan menghasilkan limbah cair yang

Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan dari pembahasan sebelumnya maka di kemukakan saran-saran sebagai berikut :. Pabrik-pabrik yang ada di KIW sebagai

Metode penelitian merupakan suatu cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan terhadap segala permasalahan.4 Dalam melakukan penelitian untuk penyusunan tesis dengan