• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 3 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 3 Universitas Kristen Petra"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1 Order Fulfillment

Order fulfillment adalah pengertian yang paling umum yang diawali dari pemesanan awal sampai pengiriman produk konsumen. Kadang-kadang pemenuhan permintaan tersebut digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengambil tindakan yang harus dilakukan dalam menanggapi pesanan pelanggan.

Terdapat beberapa strategi pemenuhan permintaan konsumen yaitu, make to stock, asssemble to order, make to order, design to order, dan make to demand (Gaspersz, 2001).

Perhitungan Order fulfillment di PT. X dihitung dengan menggunakan dua metode yaitu, Line item Fill Rate dan On time with Balance. Penentuan keterlambatan dengan menggunakan Line Item Fill Rate memperhatikan tanggal terakhir pengiriman permintaan dari PT.”X”, sedangkan untuk perhitungan On time with balance memperhatikan tanggal pertama pengiriman permintaan.

Penentuan keterlambatan berdasarkan Line Item Fill Rate terlihat lebih ketat dibandingkan dengan On time with balance. Penentuan keterlambatan berdasarkan Line Item Fill Rate yaitu misalkan dalam 100 permintaan sepeda, semua permintaan tersebut harus sudah dikirim atau setidaknya sudah dikirim waktu tanggal jatuh tempo pengirimannya. Penentuan keterlambatan berdasarkan On time with balance yaitu misalkan dalam 100 permintaan sepeda hanya ada 10 sepeda saja yang dikirim sebelum tanggal jatuh tempo pengiriman maka pemenuhan permintaannya dianggap tidak terlambat.

2.2 Sistem Kanban

Kanban di dalam bahasa Jepang terdiri dari dua huruf, yaitu “Kan” yang mempunyai arti dapat dilihat dan “Ban” yang mempunyai arti kartu atau papan.

Kanban adalah suatu kartu yang biasanya ditempatkan di dalam amplop plastik empat persegi panjang. Sistem Kanban digunakan untuk memanajemeni metode produksi Just in Time (JIT). Kanban ini berfungsi sebagai pembawa informasi secara vertical dan horizontal di dalam pabrik Toyota. Informasi yang disampaikan lewat Kanban ada berbagai macam, yaitu jumlah produksi, waktu,

(2)

metode, urutan atau jumlah pemindahan, waktu pemindahan, tujuan, tempat penyimpanan, perlengkapan pemindahan, dan seterusnya. Salah satu dari peraturan Kanban adalah melarang pengiriman produk cacat ke proses berikutnya.

Oleh karena itu, jika proses sebelumnya menghasilkan produk cacat maka produk cacat tersebut harus segera ditangani yaitu dengan mengembalikan produk tersebut ke proses sebelumnya (Ohno, 1995).

Penggunaan Autonomasi kerap kali juga diperlukan dalam perusahaan manufaktur. Penggunaan tersebut ditujukan untuk mengurangi jumlah produk cacat yang terjadi di lini produksi. Autonomasi berarti membuat suatu mekanisme untuk mencegah diproduksinya barang cacat secara massal pada mesin atau lini produk. Kata Autonomasi bukan berarti otomasi, tetapi pengecekan secara otonom adanya hal-hal abnormal dalam suatu proses. Dalam pelaksanaan Autonomasi, berbagai pengendalian visual diadakan untuk memantau keadaan lini dan aliran produksi. Contohnya adalah Andon dan lampu pemanggil. Andon adalah sebutan untuk papan petunjuk yang memberi tanda bila ada kelainan pada proses. Lampu pemanggil digunakan untuk memanggil pekerja yang bertanggung jawab atas proses tersebut. Biasanya lampu ini memiliki beberapa warna, yang masing- masing digunakan untuk memanggil jenis bantuan yang berbeda-beda. Adanya Andon dan lampu pemanggil ini dapat mempercepat penanganan kelainan pada mesin dan mempercepat juga penanganan produk cacat yang dihasilkan di suatu lini produksi (Monden, 1995).

2.3 Statistika Deskriptif

Statistika merupakan bagian dari metoda dan teknik penelitian ilmiah.

Statistika sering diterapkan dalam penelitian ilmiah di bidang ilmu-ilmu sosial untuk pembuatan rencana penelitian (research design) dan untuk menganalisa data. Statistika dapat dibedakan menjadi dua bidang masalah pokok, yaitu:

statistika deskriptif dan statistika induktif. Pada penelitian ini, penulis sering menggunakan statistika deskriptif untuk menganalisa data-data yang ada (Bhattacharya, 1940).

Statistika deskriptif yaitu bidang ilmu pengetahuan statistika yang mempelajari tata cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan dalam

(3)

suatu penelitian. Setelah data selesai diolah, data-data tersebut akan disajikan dalam bentuk chart. Ada beberapa chart yang dipakai dalam Tugas Akhir ini.

Pertama adalah pie chart yang menunjukkan keseluruhan data sebagai sebuah lingkaran. Lingkaran tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, dimana ukurannya proposional dengan jumlah data yang ada pada setiap kategori. Yang kedua adalah timeplot chart yang menyajikan data yang berubah seiring dengan waktu. Nilai tersebut dihubungkan dengan garis untuk menunjukkan tren (De Veaux, 2005).

2.4 Kapasitas

Kapasitas adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu. Kapasitas dari suatu perusahaan harus direncanakan dengan sebaik mungkin, karena masalah kapasitas dapat berakibat pada kinerja dari perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses perencanaan kapasitas (Buffa, 1991).

Pertama adalah memperkirakan permintaan di masa depan, termasuk dampak dari teknologi, persaingan, dan lainnya. Memperkirakan besarnya permintaan di masa depan tidaklah mudah karena selalu ada hal yang tidak terduga yang dapat berakibat fatal. Contohnya, resesi ekonomi, perang, penemuan bidang teknologi baru dan bencana alam. Oleh karena itu, memperkirakan permintaan juga harus memperhatikan hal-hal yang tak terduga tersebut. Tetapi tetap saja, setiap penanganan berbeda-beda dari hal-hal yang tak terduga tersebut.

Setelah mengetahui perkiraan jangka panjang apa saja yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan kapasitas. Kadangkala kebutuhan kapasitas tidak merata dalam seluruh sistem produksi. Contohnya, bagian penerimaan, pengiriman, dan gudang hanya dapat melayani peningkatan output sebanyak 50 persen, tetapi bagian perakitan mungkin harus bekerja dengan kapasitas penuh sampai hampir mengurangi waktu istirahat yang dibutuhkan.

Senjang kapasitas tersebut dapat digunakan untuk perhitungan kebutuhan kapasitas di masa depan.

Sangat diharapkan bahwa perkiraan kebutuhan kapasitas ini dapat memberikan masukan dalam menyusun pilihan rencana kapasitas yang

(4)

berhubungan dengan kebutuhan itu. Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan di masa depan tersebut, dapat dengan sigap memenuhi dan merencanakan tindakan apa yang diperlukan. Misalnya, dengan menyediakan kapasitas yang dibutuhkan, atau sebagian dengan menggunakan sumber lain. Penambahan sedikit demi sedikit sesuai dengan yang dibutuhkan, membangun pabrik di lokasi baru untuk menampung peningkatan kapasitas dapat dilakukan untuk menyediakan kapasitas yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Selanjutnya adalah meninjau risiko dan pengaruh strategi pada pilihan rencana agar dapat mengantisipasi risiko apa saja yang terjadi akibat penambahan kapasitas tersebut. Yang terakhir adalah memutuskan rencana pelaksanaan proyek agar dapat diimplementasikan di lantai produksi.

2.5 Fault Tree Analysis (FTA)

Definisi dari Fault Tree Analysis adalah alat analitis yang secara grafis membuat kombinasi dari kesalahan yang mengakibatkan kegagalan sistem. Alat teknis ini dapat digunakan untuk menggambarkan dan menilai kejadian di dalam sistem. Fault Tree Analysis adalah sebuah model kualitatif dan juga dapat dievaluasi secara kuantitatif. FTA mudah dimengerti dan mudah dalam pembacaannya karena data ditampilkan dalam simbol-simbol. Fault Tree Analysis menggunakan dua simbol yang utama yang dinamakan events dan gates. Terdapat tiga tipe dari events, yaitu primary event, intermediate event, dan expanded event.

Berikut ini adalah simbol-simbol yang dipakai dalam pembuatan Fault Tree Analysis.

Simbol Nama Definisi

Desription box Deskripisi dari sebuah output dari logic simbol atau sebuah event

AND-gate Event dapat terjadi bila seluruh kondisi yang lebih rendah berikutnya adalah benar

OR- gate Event dapat terjadi bila ada salah satu atau lebih kondisi yang lebih rendah berikutnya adalah benar

(5)

Basic event Event yang bersifat internal ke sistem analisis, tidak memerlukan pengembangan lebih lanjut

Tabel 2.1. Keterangan simbol dalam Fault Tree Analysis

Dalam menyusun FTA, ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu yang pertama harus mengenali sistem terlebih dahulu. Setelah mengenali sistem, baru dilakukan pendefinisian event yang tidak diinginkan dari sistem beserta dengan event penyebab. Setiap event yang tidak dinginkan tersebut dikembangkan dengan menggunakan Fault Tree Analysis. Metode ini juga dapat membantu untuk mendapatkan kemungkinan dari setiap event. Kemudian langkah selanjutnya adalah mengevaluasi Fault Tree Analysis yang telah dibuat dan menganalisa hasil dan mengajukan perbaikan sistem. Langkah yang terakhir adalah melakukan analisa untuk kejadian yang terburuk (Thomas Foster, 2001).

Gambar

Tabel 2.1. Keterangan simbol dalam Fault Tree Analysis

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperoleh hasil yang optimal, maka dalam melakukan pengukuran waktu kerja harus mempertimbangkan banyak faktor, dengan demikian akan diperoleh suatu waktu standard

Waktu tempuh ideal adalah waktu tempuh yang dibutuhkan oleh tower crane yang didapat dengan membagi jarak tempuh dengan kecepatan ideal tower crane yang didapat dari

Satuan kuantitas yang digunakan dalam membuat jadwal LSM untuk pekerjaan saluran dapat menggunakan satuan meter panjang (m) untuk setiap aktivitas sehingga konversi

Kontraktor akan menerima dokumen tender dari pemilik yang berisi dokumen-dokumen tender, antara lain: latar belakang proyek; keterangan mengenai pemilik, konsultan perencana,

Penelitian yang akan dilakukan adalah mengenai perancangan aplikasi game Sudoku berbasis android menggunakan algoritma genetika.. Adapun penelitian yang terkait

Biaya ini akan sulit diprediksi karena terdapat beberapa jenis roda yang digunakan dengan jenis pekerjaan dilapangan yang berbeda-beda, selain itu keahliaan

Carbon footprint primer adalah jumlah dari emisi karbon dioksida langsung pembakaran bahan bakar fosil, seperti konsumsi domestik energi dengan tungku dan pemanas air,

Sebagai contoh pada lembar dimensi, sub pekerjaan dari kolom baja adalah perhitungan berat dari profil WF 300.150.6,5.9 yang diperlukan maka dilakukan perkalian antar angka yang