1
BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Menyentuh era digital menunjukkan terjadinya kemajuan teknologi yang semakin meningkat, termasuk dalam hal penggunaan internet. Menurut data We Are Social 2020,1 bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sebesar 64% dari penduduk Indonesia, yaitu sebanyak 175,4 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 17% atau 25 juta pengguna dari tahun sebelumnya yang hanya 150 juta jiwa. Menurut Fathiyyah & Rina (2019), internet di era digital menjadi kebutuhan pokok masyarakat karena manfaatnya yaitu menjadi media untuk memperoleh dan mencari informasi baik secara lisan maupun tertulis. Internet merupakan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun melalui jurnal, website, artikel, media sosial dan sebagainya (Dewantoro & Lathifah 2016).
Menurut Kotler & Keller (2012), media sosial adalah wadah atau fasilitas bagi pengguna untuk berbagi informasi berupa teks, audio, visual, atau audio visual satu dengan yang lain. Informasi dari media sosial dapat diakses melalui beberapa perangkat, seperti smartphone, komputer, dan laptop. Berikut data pengguna dan perkembangan pengguna media sosial di Indonesia :
1 https://wearesocial.com/digital-2020 (Diunduh tanggal 03 Desember 2020, pukul 06.48 WIB)
2
Gambar 1.1 Infografis INDONESIA-The Essential Headline Data You Need To Understand The State Of Mobile, Internet, And Social
Media Use.
Sumber : https://datareportal.com/reports/digital-2020-indonesia
Gambar 1.2 Infografis Digital Growth Indicators – Changes In Key Indicators Of Digital Adoption.
Sumber : https://datareportal.com/reports/digital-2020-indonesia Berdasarkan Gambar 1.1 menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 160 Juta dan Gambar 1.2 menunjukkan adanya kenaikan sebesar 8,1 % dari tahun 2019. Dikutip dari Kumparan.com, Rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia selama 3 jam 26 menit per harinya dan
3
angka tersebut melampaui rata-rata penggunaan global selama 2 jam 24 menit per hari.2
Mencari informasi dan berkomunikasi adalah salah satu dari manfaat hadirnya media sosial (Setiadi, 2016). Selain itu, perkembangan media sosial menciptakan demokratisasi informasi yaitu mengubah orang menjadi penerbit konten atau saat ini disebut sebagai content creator, sehingga adanya perkembangan siaran menjadi model banyak orang dan menghubungkan informasi secara kolaboratif (Evans, 2008). Media sosial yang saat ini naik daun digunakan oleh pengguna internet salah satunya yaitu Instagram.
Menurut data dari We Are Social 2020, Instagram menjadi urutan ke empat the most – used social media platforms di Indonesia yaitu sebanyak 79%.
Instagram adalah sebuah platform yang menyediakan fitur untuk berbagi foto dan video. Saat ini, instagram telah bertransformasi yang semula hanya platform untuk membagikan foto dan video dari aktivitas pengguna, kemudian menjadi sarana untuk memudahkan pengguna mendapatkan dan menyebarkan informasi dari pengguna yang lain (Zahra & Rina, 2018). Hal ini dikarenakan, Instagram memiliki fiture yang memudahkan untuk mengakses informasi yaitu pengguna tidak perlu lagi membuka website atau portal berita karena semua informasi sudah tersedia di dalam satu platform ini sesuai dengan yang diinginkan. Meskipun Instagram berada posisi ke empat media sosial terbanyak digunakan di Indonesia, tetapi berdasarkan data yang dikutip dari CNN Indonesia,3 bahwa Instagram merupakan media sosial yang tingkat penyebaran berita bohong atau hoax sangat kecil yaitu Kominfo hanya mendapat 10 isu hoax dan hanya 3 dihapus. Apabila dikomparasikan dengan media sosial lainnya seperti Facebook sebanyak 759 berita hoax dan
2 https://kumparan.com/kumparantech/riset-64-penduduk-indonesia-sudah-pakai-internet- 1ssUCDbKILp (Diunduh tanggal 08 Desember 2020, pukul 09.38 WIB)
3 https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200408155307-185-491726/kominfo-catat-1096- hoaks-di-medsos-terbanyak-facebook. (Diunduh tanggal 10 Desember 2020, pukul 08.38 WIB)
4
303 berita yang dihapus, sementara Twitter sebanyak 321 kasus berita hoax dan 53 berita dihapus.
Instagram sebagai salah satu alternatif utama pengguna internet (internet user) untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Hal ini dikarenakan penyebaran informasi melalui media sosial khususnya Instagram sangat cepat dan dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun (Ayun, 2015).
Platform ini memberikan informasi politik, sosial-budaya, ekonomi dan lain- lain. Menurut Teru Kuwayama, Manager Community Of Instagram menyatakan bahwa dengan mengakses platform instagram, memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi yang sedang trend dari berbagai belahan dunia dengan minat yang sama.4 Pengguna Instagram akan memperoleh informasi-informasi yang mereka sukai dan butuhkan sesuai dengan akun-akun yang mereka ikuti (follow). Oleh sebab itu, platform Instagram dianggap oleh para pengguna adalah media yang paling efektif untuk mereka gunakan dalam memperoleh informasi.
Sekarang ini berlimpah akun instagram berbasis informasi salah satunya akun @infotoraja. Akun Instagram @infotoraja merupakan sebuah akun instagram yang menyajikan informasi seputar kuliner, wisata, potensi perkembangan daerah, kebijakan pemerintah, serta peristiwa yang sedang terjadi di Toraja. Akun ini juga memberikan edukasi mengenai program pemerintah daerah Toraja. Informasi yang disediakan biasanya berupa infografis, video singkat, dan video IGTV. Akun @infotoraja pertama kali bergabung di media sosial Instagram pada tanggal 27 mei 2015. Hingga saat ini, akun instagram @infotoraja memiliki jumlah followers sebanyak 66.200 dengan jumlah kiriman 2.166 (Per tanggal 10 Desember 2020). Data mengenai akun Instagram @infotoraja dapat dilihat pada Gambar 1.3 dan Gambar 1.4.
4http://www.esquire.co.id/article/2015/4/1822-Terukuwaya;nma-Manager-Community-Instagram- Lebarkan-Sayap-Melalui-Instameet . (Diunduh tanggal 1 Desember 2020, pukul 09.38 WIB).
5
Gambar 1.3 Profil dan Followers Akun Instagram @infotoraja (Sumber : Doc Penulis, 2020)
Gambar 1.4 Postingan Akun Instagram @infotoraja (Sumber : Dok Penulis , 2020)
Pengguna instagram mempunyai otoritas untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dan dapat membagikan informasi secara langsung kepada pengguna yang lain (followers) melalui fitur canggih instagram yaitu tag dan
6
share pada feed maupun instasotry.5 Ketika pengguna ingin mengetahui suatu informasi mengenai kota tertentu, maka pengguna dapat mengikuti (follow) akun Instagram yang menyediakan informasi tentang kota tersebut. Seperti halnya dengan pengguna Instagram yang mengikuti atau mem-follow akun
@infotoraja untuk mendapatkan informasi seputar daerah Toraja. Beberapa akun resmi pemerintah yang berisi dan bertujuan untuk menyediakan informasi seputar Toraja seperti berikut :
Tabel 1.1
Perbandingan Followers Empat Akun Instagram Pemerintah dan Akun Instagram @infotoraja
Nama Akun Instagram Jumlah Followers
Keterangan
@diskominfotanatoraja 517 Dinas Kominfo Kab. Tana Toraja
@dispartanatoraja 1.205 Dinas Pariwisata Kab. Tana Toraja
@visittorajautara 1.089 Dinas Pariwisata Kab. Toraja Utara
@pemkabtorajautara 1.937 Pemkab Toraja Utara
@infotoraja 66.200 Akun @infotoraja (Non Pemerintah) ( Sumber : Dok Penulis, 10 Desember 2020 )
Tabel 1.1 diatas menunjukkan bahwa akun @infotoraja memiliki jumlah followers yang lebih tinggi dibandingkan akun media sosial milik pemerintah yang juga menyediakan informasi seperti akun @infotoraja.
Dengan adanya akun-akun instagram yang ada di atas sangat memudahkan khalayak mencari informasi seputar wilayah Toraja. Banyaknya followers menjadi acuan bagi followers lainnya untuk mempercayai akun tersebut.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, akun @infotoraja memiliki followers yang lebih tinggi daripada akun pemerintah dikarenakan akun
@infotoraja memberikan info terkini baik hard news maupun soft news.
Selain itu, informasi juga dikemas dengan desain template infografis yang
5 https://tekno.kompas.com/read/2020/11/19/08030017/semua-pengguna-Instagram-kini-bisa- akses-fitur-guides. Diunduh pada tanggal 14 Desember 2020, pukul 13.46 WIB
7
kreatif, penggunaan warna yang membuat mata nyaman ketika melihat gambar atau video dan juga tidak membuat tipografi menjadi kurang jelas, serta jika dilihat dari love dan komentar pada feed, dapat dikatakan admin cukup interaktif dalam membangun interaksi dengan followers akun instagram @infotoraja. Selain itu, akun @infotoraja memiliki jumlah followers yang tidak kalah tinggi dengan akun media sosial Instagram yang juga menyediakan informasi yang terkait dengan informasi Toraja seperti,
@cerita.toraja, @torajatriadadventure, @torajasikamali.id, dan lain-lain.6 Dari penjelasan tersebut, akun @infotoraja menjadi top of mind dan menjadi akun terpercaya dalam memberikan informasi daerah Toraja.
Fenomena di atas secara jelas dapat dijelaskan melalui teori milik Blumer dan Katz (1974) yaitu teori uses and gratification yang menjelaskan pengguna media atau khalayak berperan aktif dalam memilih media yang digunakan. Dalam hal ini juga, pengguna media akan berusaha untuk mencari dan memilah sumber berita atau bank berita yang paling baik dan tepat dalam usahanya memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, teori uses and gratification mengasumsikan bahwa pengguna aktif memiliki pilihan untuk memuaskan dan memenuhi kebutuhannya (Nurudin, 2011). Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Whiting & Williams (2013) bahwa sepuluh dari kegunaan dan kepuasaan yang ditemukan, pada urutan kedua tertinggi yaitu pencarian informasi sebanyak 80 persen. Jika dikaitkan dengan penelitian ini, followers telah memilih akun instagram @infotoraja sebagai media untuk mendapatkan informasi seputar wilayah Toraja untuk pemenuhan kebutuhan informasinya.
Akun Instagram @infotoraja sebagai wadah untuk menyebarkan informasi atau berita mengenai Toraja dan sejauh mana akan menghasilkan keluaran yang diharapkan yaitu dalam pemenuhan kebutuhan informasi followers. Berdasarkan hasil penelitian “Pengaruh Online Shop Pada Media
6 https://bainetoraya.com/ini-akun-akun-Instagram-tentang-toraja-yang-konten-kontennya-sangat- mengedukasi/. (Diunduh pada tanggal 14 Desember 2020, pukul 13.49 WIB
8
Sosial Instagram Terhadap Perilaku Konsumtif” bahwa semakin lama dan semakin sering seseorang terkena terpaan iklan dari media, maka kemungkinan seseorang untuk mendapatkan pengaruh iklan akan semakin jelas (Islamy, 2015). Dalam penelitian ini, konten atau isi dari akun
@infotoraja dalam memberikan informasi kepada followersnya diasumsikan sebagai iklan. Ketika followers menggunakan instagram, khususnya mengakses akun instagram @infotoraja diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan informasinya.
Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas, peneliti ingin mengetahui mengenai pengaruh penggunaan akun Instagram @infotoraja terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers.
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Seberapa besar pengaruh penggunaan akun instagram
@infotoraja terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers”.
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengukur seberapa besar pengaruh penggunaan akun instagram
@infotoraja terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers.
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Praktis
Mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan akun instagram @infotoraja terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers dan menjadi referensi bagi pihak akun @infotoraja dalam mengembangkan akun sesuai dengan kebutuhan followers. Serta, dapat meningkatkan kemampuan literasi digital Masyarakat Toraja khususnya followers akun instagram @infotoraja.
9 1.4.2 Manfaat Teoritis
Menambah literatur, pengetahuan, dan pemahaman yang bermanfaat sebagai dasar pemikiran dalam penelitian yang saling berkesinambungan dimasa yang akan datang, khususnya dalam bidang ilmu komunikasi.
1.5 Definisi Konseptual, Definisi Operasional dan Batasan Penelitian 1.5.1 Definisi Konseptual
Penelitan berjudul “Pengaruh Penggunaan Akun Instagram
@infotoraja Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers”
memanfaatkan beberapa definisi konsep sebagai referensi sebagai berikut :
1. Instagram adalah platform media sosial yang selain digunakan untuk membagikan foto dan video pengguna Instagram, sekarang juga digunakan sebagai platform yang digunakan untuk mendapatkan dan menyebarkan informasi. Peneliti memilih Instagram sebagai media sosial terbanyak ke empat digunakan oleh pengguna internet di Indonesia yaitu sebanyak 79%.
2. Akun Instagram @infotoraja merupakan media sosial yang menyediakan informasi-informasi tentang daerah Toraja. Akun ini mempunyai jumlah pengikut 66.200 per tanggal 10 Desember 2020. Dalam penelitian ini, peneliti memilih akun
@infotoraja sebagai akun dengan pengikut terbanyak dalam memberikan informasi-informasi daerah Toraja mengalahkan akun instansi pemerintah.
3. Teori Intensitas Penggunaan Media oleh Del Bario (dalam Yanica, 2014) yang terdiri dari empat aspek yaitu Attention (Perhatian), Comprehension (Penghayatan), Duration (Durasi)
10
dan Frequency (Frekuensi) (Yanica, 2014). Keempat aspek tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu aspek kualitas terdiri dari Attention dan Comprehension, sedangkan aspek kuantitas terdiri dari Duration dan Frequency.
4. Kebutuhan Informasi merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat saat ini seiring berkembangnya teknologi informasi (Suharni, 2012). Menurut Guha (1978) dalam (Puspitadewi et al., 2016) ada empat jenis pendekatan kebutuhan informasi yaitu Current Need Approach, Everyday Need Approach, Exhaustive Need Approach, dan Catching-up Need Approach.
1.5.2 Definisi Operasional
Definisi Operasional sangat dibutuhkan guna untuk menentukan jenis dan indikator dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini. Selain itu, definisi operasional juga bertujuan untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel, sehingga dalam pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu dapat dilakukan dengan tepat.
1. Penggunaan Media Sosial
Penggunaan Media Sosial dapat dilihat dari intensitas seseorang menggunakan media sosial. Teori Intensitas Penggunaan Media Sosial dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan konsep dari Del Bario dalam Yanica (2014) yang terdiri dari dua aspek yaitu sebagai berikut :
a) Aspek Kuantitas
1. Attention (Perhatian) terlihat ketika interes followers lebih besar terhadap aktivitas yang sesuai dengan
11
minat daripada aktivitas yang dilakukan diluar dari minat. Interes yang besar tersebut dikarenakan followers menikmati aktivitasnya dalam mengakses akun instagram @infotoraja, membangun hubungan dengan orang lain, serta memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia dalam instagram.
2. Comprehension (Penghayatan) yaitu usaha yang dilakukan followers untuk memahami, menyerap, menikmati informasi atau pesan yang dilakukan secara mendalam pada saat mengakses akun
@infotoraja dan dijadikan sebagai pengalaman untuk menjadi sebuah pengetahuan dalam memenuhi kebutuhan informasi.
b) Aspek Kualitas
1. Duration (Durasi) yaitu lamanya waktu yang dihabiskan followers dalam mengakses akun instagram @infotoraja setiap kalinya.
2. Frequency(Frekuensi) yaitu jumlah penggunaan atau pengulangan aktivitas followers mengakses akun instagram @infotoraja dalam waktu tertentu.
2. Kebutuhan Informasi.
Menurut Guha (1978) dalam (Puspitadewi et al., 2016), ada empat jenis kebutuhan informasi yaitu Current Need Approach, Everyday Need Approach, Exhaustive Need Approach, dan Catching-Up Need Approach yang kemudian dapat diukur dengan indikator sebagai berikut:
12
1) Current need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mutakhir), kebutuhan akan informasi akun @infotoraja yang selalu baru (update), dan terjadinya interaksi antara akun @infotoraja dengan followers.
2) Everyday Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Setiap Hari), kebutuhan akan informasi akun @infotoraja cepat dan jelas, serta informasi akun @infotoraja secara rutin diterima oleh followers.
3) Exhaustive Need Approach (Kebutuhan Informasi Mendalam), kebutuhan akan informasi akun
@infotoraja spesifik, relevan, dan lengkap. Pada informasi yang mendalam ini dapat mengakibatkan ketergantungan yang tinggi pada followers.
4) Catching-Up Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas), kebutuhan akan informasi akun @infotoraja ringkas namun jelas dan tetap dapat dimengerti.
1.5.3 Batasan Penelitian
Batasan penelitian ini diperlukan digunakan untuk menghindari lingkup penelitian yang terlalu luas dan tetap fokus. Dalam penelitian ini masalah yang akan dibahas adalah “Pengaruh Penggunaan Akun Instagram @infotoraja Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Followers”. Adapun subjek penelitian yang akan diteliti yaitu followers akun instagram @infotoraja yang merupakan masyarakat asli Toraja (Toraja Utara dan Tana Toraja) baik yang berdomisli di Toraja maupun diluar Toraja.