• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH DALAM SEPAKBOLA MELALUI PENERAPAN MODEL BELAJAR

TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS VIII.B SMP VETERAN 1 MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

SKRIPSI Oleh :

KHARISMA PUTRA X4610133

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA NOVEMBER 2012

i

(2)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Kharisma Putra

NIM : X4610133

Jurusan/ Program Studi : JPOK/ Penjaskesrek

Menyatakan bahwa skripsi saya dengan judul : PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH DALAM SEPAKBOLA

MELALUI PENERAPAN MODEL BELAJAR TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS VIII.B SMP VETERAN 1 MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ini benar – benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, Oktober 2012 Yang membuat pernyataan

Kharisma Putra

ii

(3)

commit to user

PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR TENDANGAN JARAK JAUH DALAM SEPAKBOLA MELALUI PENERAPAN MODEL BELAJAR

TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS VIII.B SMP VETERAN 1 MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Oleh :

KHARISMA PUTRA X4610133

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar

Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA NOVEMBER 2012

iii

(4)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

iv

(5)

commit to user

v

(6)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

ABSTRAK

Kharisma Putra, PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR

TENDANGAN JARAK JAUH DALAM SEPAKBOLA MELALUI

PENERAPAN MODEL BELAJAR TEAM GAMES TOURNAMENT PADA SISWA KELAS VIII.B SMP VETERAN 1 MANYARAN KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dalam permainan sepakbola melalui penerapan model belajar team games tournament pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013

Dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa putra dan 8 siswa putri. Pada setiap siklus terdiri dari empat langkah, yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan, dimana teknik yang digunakan untuk pengumpulan data diperoleh melalui tahapan observasi, tes, dan dokumentasi palaksanaan kegiatan yang berupa foto kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui penerapan model belajar team games tournament dalam pembelajaran, dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dalam sepakbola pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri. Dari hasil yang telah dianalisis diperoleh peningkatan hasil belajar yang signifikan dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus prosentase ketuntasan hasil belajar siswa hanya mencapai 33,33 % dan pada siklus I prosentase ketuntasan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh mencapai 61,11 % dengan jumlah siswa yang masuk dalam kategori tuntas adalah sebanyak 12 siswa, sementara itu pada siklus II diperoleh prosentase ketuntasan 83,33 % dengan jumlah siswa yang dikategorikan tuntas sebanyak 15 siswa dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 18 siswa.

Kata Kunci : Model belajar team games tournament, Hasil belajar, Teknik dasar tendangan jarak jauh dalam sepakbola.

vi

(7)

commit to user MOTTO

Dzikrullah ( Subhanallah Wa Alhamdulillah Wa Laillahaillah Allahu Akbar)

Mancapai semua cita-cita dengan kekurangan dan kelemahan yang kita miliki, jangan pernah menyerah.

(Kharisma Putra)

Meski kita lelah dan sering terjatuh dalam keterpurukan, tapi hadapi semua dengan senyuman dan tetap berusaha.

(Kharisma Putra)

Dalam segala hal keberhasilan tergantung pada persiapan yang matang, dan tanpa persiapan yang demikian kegagalan pasti dialami

(Confucious)

vii

(8)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

PERSEMBAHAN

Dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT dan mengucap

Alhamdulillah, kupersembahkan karyaku ini untuk orang-orang terkasih yang selalu mendukungku.

Karya ini kupersembahkan kepada : Ayah Ibu dan Kakakku terkasih

Chalista Yunindar Tercinta Almamater

viii

(9)

commit to user KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan segala karunia Nya sehingga Penyusunan skripsi ini dapat selesai dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang ada guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas hingga penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

2. Dr. Agus Kristiyanto, M.Pd dan Drs. Wahyu Sulistyo, M. Kes, sebagai dosen pembimbing dalam setiap langkah penyusunan skripsi ini yang telah memberikan bimbingan dan arahan.

3. Waluyo, S.pd, M.Or. Selaku ketua Program Studi S1 Transfer Penjaskesrek FKIP UNS.

4. Drs. H. Sunardi, M. Kes. Selaku Pembimbing Akademik yang dengan sabar memberikan arahan dan bimbingan selama menjadi mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta.

5. Jarot Puspita, S. Kom, selaku guru mitra dalam pelaksanaan kegiatan penelitian

6. Ibuku, ayahku, dan kakakku yang selalu mendukung setiap langkahku dan selalu siap dalam mencukupi bayaran kuliahku walaupun sabet sana sabet sini. Insya Allah kuliahku sudah selesai dengan hasil memuaskan, AMIN YA ALLAH.

7. Buat de’Chalista Yunindar pacarku, “ tunggu aku sampai selesai kuliah dulu ya, nanti baru saya lamar “, Amin.

8. Teman – teman kuliahku, kita berjuang bersama meraih gelar S. Pd.

9. Semua pihak yang membantu dan tidak membantu dalam kelancaran kegiatan ini, terima kasih semua.

ix

(10)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini yang sebenarnya tidak dikehendaki. Oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan dapat membangun dan membantu menyempurnakan skripsi ini.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca yang budiman. Semoga bermanfaat, Amin.

Surakarta, Oktober 2012

Kharisma Putra

x

(11)

commit to user

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

HALAMAN ABSTRAK ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

A. Tinjauan Pustaka ... 6

1. Teknik Dasar Bermain Sepakbola ... 6

2. Tendangan Jarak Jauh Permainan Sepakbola ... 6

3. Pembelajaran ... 11

a. Pengertian Belajar dan Pembelajaran ... 11

b. Tujuan Pembelajaran ... 14

xi

(12)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

4. Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Games

Tournament ... 15

5. Penerapan Model Belajar Kooperatif Team Games Tournament Dalam Pembelajaran Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh……….. 16

B Kerangka Berpikir ... 20

C. Hipotesis Tindakan ... 22

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

B. Metode Penelitian ... 24

C. Subjek Penelitian ... 24

D. Variabel Penelitian ... 25

E. Sumber Data ... 25

F. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ... 25

G. Validitas Data ... 26

H. Analisis Data ... 27

I. Indikator Kerja ... 28

J. Prosedur Penelitian ... 29

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 32

A. Deskripsi Data Awal ... 32

B. Analisis Data dan Pembahasan ... 34

1. Siklus I ... 34

a. Pertemuan 1 ... 34

1. Perencanaan Tindakan ... 34

2. Pelaksanaan Tindakan ... 34

3. Kegiatan Observasi ... 38

4. Analisis dan Refleksi Kegiatan Pembelajaran ... 39

xii

(13)

commit to user

b. Pertemuan 2 ... 40

1. Perencanaan Tindakan ... 40

2. Pelaksanaan Tindakan ... 41

3. Kegiatan Observasi ... 44

4. Analisis dan Refleksi Kegiatan Pembelajaran ... 44

2. Siklus II ... 46

a. Pertemuan 1 ... 46

1. Perencanaan Tindakan ... 46

2. Pelaksanaan Tindakan ... 47

3. Kegiatan Observasi ... 50

4. Analisis dan Refleksi Kegiatan Pembelajaran ... 51

b. Pertemuan 2 ... 52

1. Perencanaan Tindakan ... 52

2. Pelaksanaan Tindakan ... 52

3. Kegiatan Observasi ... 55

4. Analisis dan Refleksi Kegiatan Pembelajaran ... 55

C. Perbandingan Hasil Akhir Antar Siklus ... 58

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 61

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 63

LAMPIRAN ... 65

xiii

(14)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Rincian Kegiatan, Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian ... 23 Tabel 2. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Penelitian ... 26 Tabel 3. Indikator Target Pencapaian Hasil Belajar Siswa ... 29 Tabel 4.Data Awal Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh

pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 33 Tabel 5.Analisis Siklus I Rata-rata Nilai Hasil Belajar Teknik Dasar

Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 44 Tabel 6. Data Akhir Siklus I Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan Jarak

Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 45 Tabel 7.Analisis Siklus II Rata-rata Nilai Hasil Belajar Teknik Dasar

Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 56 Tabel 8. Data Akhir Siklus II Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan

Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 57 Tabel 9. Perbandingan Analisis Akhir Rata-rata Nilai Hasil Belajar

Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B

SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 58 Tabel 10. Data Perbandingan Prosentase Ketuntasan Antar Siklus Hasil

Belajar Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri Tahun

Pelajaran 2012/2013 ... 59

xiv

(15)

commit to user

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Bagian Kaki yang Digunakan untuk Menendang ... 8

Gambar 2. Letak Kaki Tumpu Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam ... 9

Gambar 3. Kaki yang Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam 10 Gambar 4. Sikap Badan Saat Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam ... 11

Gambar 5. Bagian Bola yang Ditendang... 11

Gambar 6. Permainan Tendang Tangkap Bola ... 17

Gambar 7. Permainan Tendang Sasaran ... 18

Gambar 8. Permainan Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong ... 19

Gambar 9. Alur Kerangka Pemikiran... 21

Gambar 10. Proses Analisis Interaktif Model Milles dan Huberman ... 28

xv

(16)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. RPP Siklus I ... 66 Lampiran 2. RPP Siklus II ... 94 Lampiran 3 Data Awal Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan Jarak jauh

pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 122 Lampiran 4. Data Akhir Siklus I Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan

Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 123 Lampiran 5. Data Akhir Siklus II Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan

Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 124 Lampiran 6.Rekapitulasi Data Awal Hasil Belajar Teknik Dasar

Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 125 Lampiran 7. Rekapitulasi Data Akhir Siklus I Hasil Belajar Teknik Dasar

Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 126 Lampiran 8. Rekapitulasi Data Akhir Siklus II Hasil Belajar Teknik Dasar

Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013 ... 127 Lampiran 9. Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan Penelitian ... 129

xvi

(17)

commit to user 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Permainan sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia sampai saat ini. Sepakbola telah banyak mengalami perubahan dan perkembangan dari bentuk sederhana dan primitif sampai menjadi permainan sepakbola modern yang sangat digemari banyak orang, tua, muda, anak-anak bahkan wanita. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat pesat pada akhir-akhir ini banyak mempengaruhi perkembangan sepakbola.

Seiring dengan perkembangan zaman maka sepakbola juga mengalami perubahan terutama terlihat sekali pada peraturan pertandingan, perlengkapan lapangan, kelengkapan pemain, perwasitan, dan organisasi sepakbola.

Kesemuanya itu bertujuan agar sepakbola lebih bisa dinikmati, digemari dan menjadi suatu suguhan. Bagi pemain sendiri, di lapangan pemain lebih aman dan terlindungi dalam mengekspresikan kemampuannya dalam memainkan bola.

Sepakbola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri dari sebelas orang pemain, yang lazim disebut dengan kesebelasan. Masing-masing regu atau kesebelasan berusaha memasukkan bola sebanyak-banyaknya kedalam gawang lawan dan mempertahankan gawangnya sendiri agar tidak kemasukan (Sarumpaet, 1992 : 7). Kesebelasan dapat dikatakan kuat apabila mampu melakukan permainan tim yang kompak artinya mempunyai kerjasama tim yang baik. Oleh karena itu diperlukan pemain-pemain yang mempunyai ketrampilan teknik-teknik dasar sepakbola yang baik sehingga dapat memainkan bola dengan efektif dan efisien, artinya memainkan bola dengan tidak membuang-buang waktu dan energi.

“Goallll……!” teriakan ini sungguh identik dengan sepakbola, siapapun yang berteriak “goal” dapat dipastikan akan mengangkat tangan, berdiri, wajah mendongak, mulut terbuka lebar, mata berbinar-binar, hati berbunga-bunga dan diakhiri dengan tengok kanan, tengok kiri sambil mengulurkan tangan dan suara gemuruh. Hal ini sungguh kontra dengan sebagian orang yang berada di tempat

(18)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

yang sama yang tidak bisa berteriak” goal”. Mereka duduk terdiam, kaget, gelisah, kecewa, dengan tangan di depan mulut, sambil menggigit jari dengan muka yang pucat. Sebagian lain berteriak jengkel, mengutuki, menyumpahi, protes keras.

Pemandangan seperti ini selalu ada di dalam permainan sepak bola, baik di kampung, halaman rumah, sekolah , lapangan kecil atau di stadion yang megah.

Sepak bola merupakan olah raga yang sederhana dan murah. Bahkan hampir tidak memerlukan biaya. Namun bila pertandingan yang profesional, olah raga ini biayanya bisa terbesar dari aneka cabang olahraga lainnya. Untuk mengelola dan menghidupi sebuah klub sepak bola bisa memakan biaya milyaran rupiah. Di satu pihak sepak bola dikatakan hampir tidak memerlukan biaya, karena alat dan sarana yang dibutuhkan hanya satu benda bulat dan tanah lapang.

Benda bulat yang disebut bola itu bisa bola yang mahal (bola karet), bola plastik, jeruk bali (keprok) atau jerami, kertas, serabut kelapa, yang pengelola harus mengadakan studi banding, harus tanggap akan anak asuhnya, mau belajar dari pengalaman pahit, sekaligus berusaha membuktikan pengelolaan yang lebih profesional.

Sebagai anggota kesebelasan tiap pemain membawa peranan rangkap.

Pemain sepakbola harus memenuhi syarat baik sebagai individu maupun sebagai anggota kesebelasan artinya sebagai individu seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dasar sepakbola dengan baik dan sebagai anggota kesebelasan dengan kemampuan dan kemahirannya pemain harus dapat bermain bersama-sama membentuk suatu kesebelasan. Balajar bermain sepakbola seyogyanya dilakukan sejak masih anak-anak yaitu sejak anak dapat menendang bola dan tahu cara bemain sepakbola.

Macam-macam teknik-teknik dasar sepakbola terdiri dari teknik tanpa bola dan teknik dengan bola. Teknik tanpa bola yaitu gerakan-gerakan yang dilakukan tanpa menggunakan bola, yang terdiri dari :

a. Lari cepat dan mengubah arah b. Melompat atau meloncat

c. Gerakan tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan d. Gerakan gerakan khusus untuk menjaga gawang

(19)

commit to user

Teknik dengan bola yaitu semua gerakan dengan menggunakan bola, yang terdiri dari menendang bola, menerima bola (menghentikan dan mengkontrol bola), menggiring bola, menyundul bola, melempar bola, gerak tipu dengan bola, merampas / merebut bola , teknik-teknik khusus penjaga gawang mengamankan bola .

Menendang adalah teknik dasar yang paling dominan dalam permainan sepakbola dari beberapa teknik dasar yang ada, dikarenakan kemampuan menendang bola dengan baik dan benar dapat kita gunakan untuk tujuan :

“memberi operan kepada teman, menembak bola kearah mulut gawang lawan, untuk membuat gol kemenangan, menyapu bola di daerah pertahanan (belakang) langsung kedepan (biasa dilakukan oleh para pemain belakang untuk mematahkan serangan lawan), dan untuk melakukan macam-macam tendangan hukuman atau pinalti“ (Sukatamsi, http://khairulanwar24.blogspot.com/2011/05/artikel-bola.html).

SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri adalah salah satu SMP swasta yang tepatnya berada di Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bersama kolaborator pada pra penelitian di SMP Veteran 1 Manyaran, menunjukkan bahwa siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran secara umum memiliki hasil belajar yang rendah dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh.

Model pembelajaran yang digunakan guru penjasorkes di SMP Veteran 1 Manyaran belum mampu membangkitkan semangat siswa dalam melakukan pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh. Salah satu model yang dapat digunakan dalam hal ini adalah dengan model belajar Team Games Tournament yaitu suatu model belajar dengan cara melakukan permainan yang bersifat kompetisi yang dapat membantu siswa dalam upaya peningkatan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dalam permainan sepakbola.

Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Team Games

(20)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai : “Peningkatan Hasil Balajar Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh Dalam Sepakbola Melalui Penerapan Model Belajar Team Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2012/2013”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka permasalahan yang menjadi pokok penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :

“Bagaimanakah penerapan model belajar Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri ?”

C.Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah disampaikan di atas, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah :

Untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh melalui penerapan model belajar Team Games Tournament (TGT) pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian tersebut diatas, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi Guru Penjasorkes di SMP Veteran 1 Manyaran

a. Sebagai sumbangan bagi guru pendidikan jasmani dan olahraga dalam menerapkan model belajar yang efektif untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran sepakbola.

(21)

commit to user

b. Memberikan gambaran bagi guru sebagai sumber informasi tentang model belajar Team Games Tournament (TGT) dalam kaitannya dengan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh, sehingga dapat digunakan dalam pertimbangan untuk pembinaan dan pembelajaran selanjutnya.

c. Untuk meningkatkan kinerja guru dalam menjalankan tugasnya secara profesional.

2. Bagi Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran

a. Menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan dapat meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

b. Meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dan meningkatkan peran aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran sepakbola.

(22)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 6 BAB II

LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka

1. Teknik Dasar Permainan Sepakbola

Macam-macam teknik dasar sepakbola menurut Sukatamsi, dalam (http://khairulanwar24.blogspot.com/2011/05/artikel-bola.html) terdiri dari teknik tanpa bola dan teknik dengan bola. Teknik tanpa bola yaitu gerakan-gerakan yang dilakukan tanpa menggunakan bola, yang terdiri dari :

1) Lari cepat dan mengubah arah 2) Melompat atau meloncat

3) Gerakan tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan 4) Gerakan-gerakan khusus untuk menjaga gawang.

Sedangkan teknik dengan bola yaitu semua gerakan-gerakan dengan menggunakan bola, yang terdiri dari :

1) Menendang bola

2) Menerima bola (menghentikan dan mengkontrol bola) 3) Menggiring bola

4) Menyundul bola 5) Melempar bola

6) Gerak tipu dengan bola 7) Merampas / merebut bola

8) Teknik-teknik khusus penjaga gawang mengamankan bola 2. Tendangan Jarak Jauh dalam Permainan Sepakbola

Seorang pemain sepakbola agar dapat bermain dengan baik dan benar dia

harus bisa menendang dengan baik dan benar pula, menurut Sucipto dkk ( 2000, 17 ) menjelaskan bahwa tendangan merupakan usaha untuk memindahkan

bola. Menendang bola adalah salah satu karakteristik permainan sepakbola yang paling dominan. Tujuan menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), menembak ke gawang ( shooting at the goal ), dan menggagalkan serangan lawan ( sweeping ).

(23)

commit to user

Tendangan dalam hal ini adalah menyepak bola dengan teknik yang benar sehingga bola berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cara melambungkan bola sejauh-jauhnya. Untuk lebih jelasnya teknik tendangan jarak jauh dimulai dari mencondongkan badan dan mengayunkan kaki yang akan digunakan untuk menendang bola dengan ayunan tinggi kebelakang, kaki tumpu diletakkan sedikit condong kebelakang selama melakukan tendangan untuk memberikan angkatan kepada hasil tendangan diusahakan perkenaan bola tepat pada posisi separuh dari bawah dan dan gunakan lengan sebagai keseimbangan.

Perpanjang tendangan dengan gerak lanjut yang kuat untuk menambah jarak hasil tendangan (Mielke Danny, 2007 : 115).

Menendang bola merupakan teknik dengan bola yang paling banyak dilakukan dalam permainan sepakbola. Maka teknik menendang bola merupakan dasar di dalam bermain sepakbola. Seorang pemain yang tidak menguasai teknik menendang bola dengan baik, maka tidak akan mungkin menjadi pemain yang baik. Kesebelasan yang baik adalah suatu kesebelasan yang semua pemainnya telah menguasai teknik menendang bola dengan baik, dengan cepat, cermat, dan tepat pada sasaran.

Untuk lebih jelasnya dibawah ini akan di jelaskan macam-macam tendangan dalam permainan sepakbola yang harus diketahui dan dikuasai oleh seorang pemain sepakbola menurut Sukatamsi dalam (http://khairulanwar24.

blogspot.com/ 2011/05/ artikel-bola.html) antara lain :

a. Atas dasar bagian mana dari kaki yang digunakan untuk menendang bola.

Tendangan jarak jauh dalam sepak bola atas dasar bagian mana dari kaki yang digunakan untuk menendang bola pada penelitian ini adalah menggunakan kura-kura kaki bagian dalam.

(24)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

Gambar 1

Bagian Kaki yang Digunakan Untuk Menendang (Sukatamsi, 1984:47)

b. Atas dasar kegunaan atau fungsi dari tendangan

Tendangan jarak jauh dalam sepak bola atas dasar kegunaan atau fungsi dari tendangan antara lain:

a) Untuk memberikan operan kepada teman

b) Untuk menembakkan bola ke arah mulut gawang lawan

c) Untuk mengamankan atau menyapu bola dari daerah pertahanan, biasa dilakukan oleh pemain belakang untuk mematahkan serangan lawan d) Untuk melakukan bermacam-macam tendangan khusus yaitu tendangan

bebas, tendangan sudut, tendangan pinalti.

c. Atas dasar tinggi rendahnya lambungan bola

Tendangan jarak jauh dalam sepak bola atas dasar tinggi rendahnya lambungan bola antara lain:

1. Tendangan bola rendah, bola bergulir datar diatas diatas permukaan tanah sampai setinggi lutut

2. Tendangan melambung lurus atau melambung sedang, bola melambung paling rendah setinggi lutut dan paling tinggi setinggi kepala

3. Tendangan bola melambung tinggi, bola melambung paling rendah setinggi kepala.

(25)

commit to user d. Atas dasar putaran dan jalannya bola

Tendangan jarak jauh dalam sepak bola atas dasar putarannya dan jalannya bola antara lain:

a) Tendangan lurus (langsung), bola setelah ditendang tidak berputar, sehingga bola melanbung lurus dan laju bola kencang

b) Tendangan melengkung (slince), bola setelah ditendang akan berputar berlawanan dengan arah tendangan dan arah bola, bila bola dilambungkan setelah mencapai puncaknya akan turun vertikal.

Teknik-Teknik Tendangan Kura-kura Kaki Bagian Dalam

Untuk melakukan tendangan jarak jauh, perkenaan kaki pada bola saat di tendang hendaknya menggunakan kura-kura kaki bagian dalam agar mendapatkan hasil yang optimal. Adapun teknik menendang dengan kura-kura kaki bagian dalam akan di uraikan sebagai berikut:

Teknik-teknik tendangan kura-kura kaki bagian dalam menurut Sukatamsi, dalam (http://khairulanwar24.blogspot.com/2011/05/artikel-bola.html) yaitu :

1. Letak kaki tumpu

a) Kaki tumpu diletakkan di belakang samping bola, ±25 cm – 30 cm.

b) Arah kaki tumpu membuat sudut ± 40º dengan garis lurus arah bola (garis dibelakang bola).

Gambar 2

Letak Kaki Tumpu Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam (Sukatamsi, 1984 : 118)

(26)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

2. Kaki yang menendang

a) Kaki yang menendang diangkat kebelakang, kemudian diayunkan kedepan ke arah sasaran.

b) Hingga kura-kura kaki bagian dalam tepat mengenai tengah-tengah dibawah bola.

c) Gerak kaki yang menendang dilanjutkan kedepan ( gerak lanjut kedepan)

Gambar 3

Kaki yang Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam (Sukatamsi, 1984 : 118)

3. Sikap badan

a) Pada waktu kaki yang menendang bola diayunkan kebelakang, badan condong kedepan

b) Pada waktu menendang bola karena kaki tumpu berada disamping belakang bola, sikap badan condong ke belakang

c) Kedua lengan terbuka kesamping badan untuk menjaga keseimbangan

(27)

commit to user Gambar 4

Sikap Badan Saat Menendang dengan Kura-kura Kaki Bagian Dalam (Sukatamsi, 1984 : 118)

d) Pandangan mata pada waktu menendang bola mata melihat pada bola dan ke arah sasaran.

4. Bagian bola yang ditendang tepat ditengah bagian bawah bola, bola akan melambung tinggi.

Gambar 5

Bagian Bola yang Ditendang (Sukatamsi, 1984 : 118)

3. Pembelajaran a. Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsiran tentang “belajar”. Seringkali pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan tentang belajar menurut Suyahman (2006 :1, 2, 3) belajar adalah modifikasi atau

(28)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing).

Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, merupakan perubahan kelakuan.

Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan, dan seterusnya.

Sejalan dengan perumusan di atas, ada pula tafsiran lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.

Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi inilah terjadi serangkaian pengalaman belajar.

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1) Situasi belajar harus bertujuan, dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh

masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari situasi belajar.

2) Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri.

3) Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemukan kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan.

4) Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.

5) Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belajar dipersatukan dan dihubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar

6) Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan.

7) Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya.

8) Siswa dibantu dan diarahkan oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu.

(29)

commit to user

9) Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain, baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar. (Suyahman, 2006 : 2, 3)

Sedangkan pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memfasilitasi dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri peserta didik. Oleh karena pembelajaran merupakan upaya sistematis dan sistemik untuk memfasilitasi dan meningkatkan proses belajar maka kegiatan pembelajaran berkaitan erat dengan jenis hakikat dan jenis belajar serta hasil belajar tersebut.

Pembelajaran harus menghasilkan belajar, tetapi tidak semua proses belajar terjadi karena pembelajaran. Proses belajar terjadi juga dalam konteks interaksi social- kultural dalam lingkungan masyarakat. (Udin S Winaputra, dkk, 2004 : 1.18)

Menurut Suyahman (2006 : 39, 40, 41, 42) ada tiga aliran psikologi yang memberikan batasan tentang pembelajaran, yaitu :

1. Psikologi Behavioristik

Menurut aliran ini pembelajaran adalah selalu memberi stimulus kepada siswa agar menimbulkan respon yang tepat seperti yang kita inginkan.

2. Psikologi Kognitif

Pembelajaran menurut psikologi kognitif yaitu dengan mengaktifkan indera siswa agar memperoleh pemahaman, sedangkan pengaktifan indera dapat dilaksanakan dengan jalan menggunakan alat bantu belajar/ media, misalnya media cetak, media elektronik, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan.

3. Psikologi Humanistik

Pembelajaran menurut psikologi humanistik yaitu guru sebagai pembimbing, memberi pengarahan agar siswa dapat mengaktualisasi dirinya sesuai dengan potensi-potensi yang ada. Hal ini disebabkan karena siswa memiliki kemampuan unsur belajar secara alami. Untuk itu, agar siswa dapat belajar secara efektif, maka meteri/ bahan pelajaran diusahakan sesuai dengan maksud atau kehandak siswa, karena siswa akan menolaknya bila mendorong perubahan dalam persepsi siswa. Bimbingan dan pengarahan guru diperlukan sekali oleh siswa, agar siswa tidak merasa terancam oleh perubahan persepsi yang datang dari luar. Dengan demikian siswa memperoleh pengalaman dengan berbagai cara, sehingga proses belajar terjadi.

(30)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

Dalam pembelajaran ini, siswa perlu melakukan berdasar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadinya secara utuh (perasaan maupun intelektual) dalam proses belajar, agar dapat memperoleh hasil. Selain itu, yang penting guru berusaha untuk membimbing atau memberi pengarahan untuk menimbulkan kepercayaan diri sehingga kreativitas siswa dapat muncul.

b. Tujuan Pembelajaran

Yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa, mata ajaran, dan guru itu sendiri. Berdasarkan kebutuhan siswa dapat ditetapkan apa yang hendak dicapai, dikembangkan, dan diapresiasikan. Berdasarkan mata ajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapt ditentukan hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Guru sendiri adalah sumber utama tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan- tujuan pendidikan yang bermakna dan terukur.

Menurut Suyahman (2006 : 44), suatu tujuan pembelajaran hendaknya memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misalnya dalam situasi bermain peran

2. Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati.

3. Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dikehendaki.

Tujuan merupakan dasar untuk mengukur hasil pembelajaran, dan juga menjadi landasan untuk menentukan isi pelajaran dan metode mengajar.

Berdasarkan isi dan metode itu selanjutnya ditentukan kondisi-kondisi kegiatan pembelajaran yang terkait dengan tujuan tingkah laku tersebut, yang disebut dengan kondisi internal. Kegiatan-kegiatan yang tidak terkait dengan tujuan tingkah laku disebut kondisi luar (eksternal). Berdasarkan pemikiran ini maka perlu menentukan kondisi-kondisi eksternal yang berguna untuk meyakinkan bahwa perilaku yang diperoleh benar-benar disebabkan oleh kegiatan belajar, bukan karena sebab-sebab lainnya.

(31)

commit to user

Tujuan merupakan tolak ukur terhadap keberhasilan pembelajaran. Karena itu perlu disusun suatu deskripsi tentang cara mengukur tingkah laku. Deskripsi ini disusun dalam bentuk deskripsi tingkah laku yang dapat diukur atau tingkah laku yang tidak dapat diamati secara langsung.

4. Metode Pembelajaran Kooperatif Model Team Games Tournament (TGT) Ismail (2002:12) dalam (http://bio-sanjaya.blogspot.com/2012/03/skripsi- ptk-model-kooperatif-tipe-teams.html#ixzz1rogGj0M3) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran mengutamakan adanya kerja sama, yakni kerja sama antara siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran dan berdiskusi untuk memecahkan masalah (tugas).

TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok, siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing-masing. Tugas yang diberikan dikerjakan bersama-sama dengan anggota kelompoknya. Apabila ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya, sebelum mengajukan pertanyaan tersebut kepada guru.

Untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran, maka seluruh siswa akan diberikan permainan. Dalam permainan siswa akan dibagi menjadi dua kelompok, dimana kelompok satu akan berkompetisi dengan kelompok lainnya dalam permainan yang disajikan oleh guru. Siswa akan berkompetisi untuk mendapatkan nilai tertinggi untuk memenangkan permainan.

Beberapa kajian telah mengemukakan bahwa ketika para siswa bekerja bersama-sama untuk meraih sebuah tujuan kelompok, membuat mereka mengekspresikan norma-norma yang baik dalam melakukan apa pun yang diperlukan untuk keberhasilan kelompok, selain itu juga ada lima komponen utama dalam TGT, yaitu:

(32)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

1. Penyajian kelas 2. Kelompok (team) 3. Permainan (Game) 4. Pertandingan (Turnamen)

5. Penghargaan kelompok (team recognise)

5. Penerapan Model Belajar Kooperatif Team Games Tournament Dalam Pembelajaran Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh

Langkah-langkah dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh dengan penerapan model TGT adalah sebagai berikut:

1. Siswa dibagi menjadi dua kelompok dan anggota-anggota kelompok dibuat heterogen.

2. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan presentasi guru dalam menjelaskan teknik-teknik dasar tendangan jarak jauh dan permainan kompetisi yang akan digunakan dalam pembelajaran. Tujuan peresentasi adalah untuk mengenalkan konsep dan mendorong rasa ingin tahu siswa.

3. Dalam penerapan team games tournament dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh, permainan yang dilakukan adalah tendang tangkap bola, tendang sasaran serta menendang dan berlari ke tempat kosong.

a. Tendang Tangkap Bola

Dalam permainan ini siswa dibagi menjadi dua kelompok.

Kemudian dua kelompok ini saling berhadapan dengan jarak yang ditentukan, yaitu pada tendangan pertama berjarak 10 meter, tendangan kedua berjarak 20 meter. Tiap kelompok mempunyai kesempatan dua kali menendang bola dan menangkap bola. Salah satu kelompok yang menendang bola berada di belakang pembatas (count) dengan sebuah bola di depannya. Kemudian bola ditendang ke kelompok lawan yang bertugas menangkap bola dengan jarak yang telah ditentukan di atas.

Kelompok penendang harus berusaha bolanya dapat melewati garis batas, yaitu 10 m, dan 20 m. Kelompok penangkap bola yang barada di

(33)

commit to user

belakang garis batas tendangan bersiap untuk menangkap bola dari kelompok penendang. Apabila bola dapat ditangkap maka diberikan nilai satu untuk regu penangkap. Sedangkan regu penendang mendapat nilai apabila bola yang ditendang melewati garis batas tendangan.

Tendangan dilakukan secara bergantian setelah ada aba-aba dari guru.

Kegiatan ini dilakukan secara bergantian yaitu regu penangkap menjadi regu penendang dan sebaliknya. Regu yang dapat mengumpulkan nilai terbanyak akan menjadi regu yang memenangkan pertandingan ini.

Kelompok penangkap

---

Jarak garis batas tendangan dan penangkap 10 m dan 20 m

---

Kelompok penendang

Gambar 6. Permainan Tendang Tangkap Bola (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 105) b. Tendang Sasaran

Setiap kelompok melakukan tendangan jarak jauh dengan suatu sasaran yaitu lingkaran yang berjarak 10 m dan pada tendangan kedua berjarak 20 m. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian antar

kelompok. Regu yang dapat melakukan tendangan dengan arah bola tepat pada sasaran akan memperoleh nilai satu. Tendangan ini dapat dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam ataupun kura-kura kaki bagian dalam. Tendangan dilakukan secara bergantian sesuai dengan aba-aba guru. Regu yang memperoleh nilai terbanyak maka akan menjadi pemenang dalam permainan ini.

(34)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

O O O O O O O O O

(sasaran)

Jarak garis tendangan dengan sasaran :10 dan 20 m

x x x x x x x x x kelompok penendang

Gambar 7. Permainan Tendang Sasaran (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 104) c. Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong

Permainan ini dilakukan dengan cara menendang bola tepat kearah teman yang masing-masing berjarak 15 m, kemudian segera si

penendang lari ketempat lingkaran yang kosong. Penerima tendangan menghentikan bola dan segera mengoper bola ke teman yang lain dan segera pula lari ketempat lingkaran yang kosong. Latihan ini dilakukan secara bergantian, regu yang salah operan atau salah lari diganti oleh temannya seregu yang lain. Regu yang lebih cepat selesai mendapat nilai satu poin. Regu yang mengumpulkan nilai terbanyak akan menjadi pemenang dalam permainan ini.

(35)

commit to user

Kelompok 1 O O

O O

O O

O O

O O

O O Jarak tendangan 15 m x x x x x x x x x x x x

Kelompok 2 O O

O O

O O

O O

O O

O O Jarak tendangan 15 m x x x x x x x x x x x x

Gambar 8.Permainan Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 103)

4. Siswa memainkan permainan yang bersifat kompetisi dan dilakukan dengan peraturan-peraturan yang telah dibuat sebelumnya dan telah disepakati.

5. Hasil pertandingan selanjutnya dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya dan poin akan diberikan berdasarkan tingkat keberhasilan siswa mencapai atau melebihi kinerja sebelumnya. Poin ini selanjutnya dijumlahkan untuk membentuk skor kelompok.

6. Setelah itu guru memberikan pernghargaan kepada kelompok yang terbaik prestasinya atau yang telah memenuhi kriteria tertentu. Penghargaan disini dapat berupa kesempatan pada kelompok yang menang dengan memberikan hukuman bagi kelompok yang kalah seperti menyanyi atau menggendong kelompok yang menang.

(36)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

B. Kerangka Berpikir

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahn diatas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.

Sedangkan belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dan perubahan ini akan terjadi apabila adanya interaksi antara siswa dan lingkungannya. Tingkah laku itu mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tingkah laku dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang dapat diamati dan yang tidak dapat diamati. Tingkah laku yang dapat diamati disebut behavioral performance, sedangkan yang tidak dapat diamati disebut behavioral tendency.

Agar tujuan dari pembelajaran bisa tercapai Cowell dan Hozeltn dalam (http://bio- sanjaya.blogspot.com/2012/03/skripsi-ptk-model-kooperatif-tipe-teams.html#

ixzz1rofCeLii) mengatakan bahwa, untuk membawa anak kepada cita-cita pendidikan, maka perlu adanya usaha peningkatan keadaan jasmani, sosial, mental, dan moral anak yang optimal. Agar memperoleh peningkatan tersebut, anak dapat dibantu dengan permainan, karena anak dapat menampilkan dan memperbaiki keterampilan jasmani, rasa sosial, percaya diri, peningkatan moral dan spiritual

Senada dengan pendapat di atas menurut Saco (2006) dalam (http://www.scribd.com/doc/54667141/Makalah-TGT) mengemukakan: “Dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing.”

Pemilihan model pembelajaran yang diberikan guru sangat penting agar siswa dapat termotivasi untuk mengikuti proses pembelajarn. Dengan model pembelajaran TGT yang banyak melakukan game-game dan bertanding antar

(37)

commit to user

kelompok yang telah dibentuk dengan begitu akan menumbuhkan rasa motivasi, khususnya motivasi ekstrinsik siswa untuk bersaing dengan teman-temannya secara fair play.

Dengan penerapan model belajar TGT pada pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh, maka akan membantu guru untuk menjelaskan teknik-teknik dasar dalam melakukan tendangan jarak jauh pada siswa. Sehingga dengan model TGT guru akan dapat lebih mudah memberi penjelasan tentang teknik dalam melakukan tendangan jarak jauh, disamping siswa tidak merasa jenuh pada saat pembelajaran berlangsung.

Secara sederhana kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 9. Alur Kerangka Pemikiran (Agus Kristiyanto, 2010 : 134) Kondisi

awal

Tindakan

Kondisi akhir

Guru belum tepat dalam pemilihan model belajar untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh

Melakukan pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh dengan

menerapkan model belajar Team Games Tournament (TGT)

Melalui penerapan model belajar Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa siswa dalam kegiatan pembelajaran

a. Siswa kurang memahami teknik dasar melakukan tendangan jarak jauh b. Hasil belajar teknik dasar

tendangan jarak jauh yang masih rendah

Siklus I : Guru dan kolaborator menentukan model pembelajaran yang digunakan untuk

meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh yaitu melalui penerapan model belajar Team Games Tournament (TGT)

Siklus II : upaya perbaikan dari siklus I sehingga meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh melalui penerapan model belajar Team Games Tournament

(38)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

C. Hipotesis Tindakan

Berdasar kajian pada landasan teori dan kerangka berfikir yang telah disusun maka dapat dirumuskan hipotesis terhadap penelitian adalah:

“Penerapan model belajar Team Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013”

(39)

commit to user 23 BAB III

METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Veteran 1 Manyaran yang terletak di Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

2. Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dari bulan Juli 2012 sampai dengan selesai.

Tabel 1. Rincian Kegiatan, Waktu, dan Jenis Kegiatan Penelitian

No Rencana Kegiatan Tahun 2012

Juli Agust Sept Okt Nov

1

Persiapan

a. Observasi V

b. Identifikasi Masalah V c. Penentuan Tindakan V d. Pengajuan Judul V

e. Penyusunan Proposal V V

2

Pelaksanaan

a. Seminar Proposal V

b. Pengumpulan Data

Penelitian V V

3

Penyusunan Laporan

a. Penulisan Laporan V V

b. Ujian Skripsi V

(40)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

B. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suharsimi Arikunto (2006:96) menyatakan bahwa: “penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran”. Adapun tahapan siklus pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan (Planning) adalah tahap dimana dijelaskannya apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana penelitian itu dilakukan.

2. Penerapan Tindakan (Action) adalah tahap implementasi atau pelaksanaan rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan sebelumnya.

3. Observasi dan Evaluasi Tindakan (Observation and Evaluation) adalah tahap pengamatan dan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan selama penelitian berlangsung.

4. Refleksi (Reflection) adalah tahap pengungkapan kembali hasil observasi dan evaluasi dalam penerapan tindakan dalam diskusi, sehingga dapat digunakan untuk merancang program penelitian pada siklus berikutnya

Keempat tahap yang telah dipaparkan di atas tersebut merupakan rancangan tindakan dalam satu siklus penelitian, pada siklus berikutnya rancangan program penelitian yang digunakan berpedoman pada hasil refleksi yang dihasilkan pada siklus sebelumnya, begitu seterusnya hingga target penelitian tercapai.

C. Subjek Penelitian

Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa lakai-laki dan 8 siswa perempuan.

(41)

commit to user D. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas dan satu variabel terikat, yakni :

1. Variabel bebas (independent), yakni variabel yang mempengaruhi variabel lain, variabel bebas dalam penelitian tindakan kelas (PTK) juga disebut variabel tindakan, yaitu variabel yang memberikan alternatif untuk memperbaiki pembelajaran (mengobati) ini adalah model belajar Team Games Tournament.

2. Variabel terikat (dependent), yakni variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain dalam PTK juga disebut variabel masalah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013.

E. Sumber Data

Sumber data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah sebagai berikut :

1. Siswa, untuk mendapatkan data tentang hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dengan penerapan model belajar team games tornament pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013

2. Guru, sebagai kolabolator, untuk melihat tingkat keberhasilan penerapan model belajar Team Games Tournement untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2012/2013.

F. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang sesuai dengan penelitian yang dilaksanakan, diperlukan alat atau teknik yang tepat agar dapat mendapatkan data yang obyektif. Penetapan alat atau teknik tersebut harus didasarkan pada tujuan penelitian yang hendak dicapai dan kebutuhan terhadap data atau informasi

(42)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

tersebut. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini diantaranya melalui; Tes, Observasi, dan Dokumentasi. Secara terperinci teknik pengumpulan data pada penelitian dapat didiskripsikan dalam tabel berikut:

Tabel 2. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Penelitian No Sumber

Data Jenis Data Teknik

Pengumpulan Instrumen 1 Siswa Hasil Belajar

Siswa ( Afektif, Kognitif, Psikomotor)

Observasi Afektif

Skala sikap melalui Lembar observasi afektif (sesuai dengan pedoman penilaian aspek afektif dalam RPP)

Tes

Kemampuan kognitif

Pemahaman konsep teknik dasar tendangan jarak jauh melalui Tes Kemampuan kognitif (sesuai dengan pedoman penilaian aspek kognitif dalam RPP) Tes Unjuk

Kerja Praktik dan Observasi

Tes unjuk kerja praktik dan observasi yang meliputi kemampuan melakukan rangkaian gerakan teknik dasar tendangan jarak jauh melalui lembar tes

psikomotor (sesuai dengan pedoman penilaan aspek psikomotorik dalam RPP)

G. Validitas Data

Sebelum suatu informasi dijadikan informasi penelitian, informasi tersebut harus diuji validitasnya sehingga data yang diperoleh benar-benar dapat

(43)

commit to user

dipertanggungjawabkan dan dapat digunakan sebagai dasar yang kuat untuk mengambil kesimpulan. Teknik validitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik trianggulasi. Teknik trianggulasi merupakan teknik uji validitas dengan memanfaatkan sarana di luar data itu sebagai perbandingan terhadap data- data yang telah diperoleh. Teknik trianggulasi data yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Trianggulasi sumber yaitu mengkroscekkan data yang diperoleh dengan informan atau nara sumber yang lain baik dari siswa, guru lain atau pihak- pihak yang lain (Kepala Sekolah, rekan guru, orang tua/ wali murid)

b. Trianggulasi metode yaitu mengumpulkan data dengan metode yang berbeda agar hasilnya lebih mantap (metode observasi, tes) sehingga didapat hasil yang akurat mengenai subyek.

H. Analisis Data

Teknik analisis data mengacu pada model analisis dari Matthew B. Miles dan A. Michel Huberman yang dikutip oleh Sugiyono (2009: 337-345) dalam (http://www.Teknik Analisis Data PTK Mlati.info) yaitu :

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan proses mengumpulkan informasi atau data yang diperlukan dalam penelitian.

2. Reduksi Data

Reduksi data meliputi penyeleksian data melalui ringkasan atau uraian singkat dan penggolongan data.

3. Penyajian Data

Penyajian data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan data yang merupakan penyusunan informasi secara sistematis dari hasil reduksi data.

4. Penarikan Kesimpulan

(44)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

Penarikan kesimpulan merupakan upaya makna data, mencatat keteraturan, dan penggolongan data. Data yang terkumpul disajikan secara sistematis dan diberi makna.

Untuk lebih jelasnya proses analisis interaktif divisualisasikan pada gambar sebagai berikut:

Pengumpulan Data Penyajian Data

Reduksi Data Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi

Gambar 10. Proses Analisis Interaktif Model Milles dan Huberman (Sugiyono, 2009 : 345)

Dengan memperhatikan gambar skema di atas dapat dilihat proses pengumpulan data langkah pertama yang dilakukan adalah reduksi data yaitu menyusun rumusan pengertian secara singkat yang ditemukan dalam pembelajaran setelah itu penyusunan sajian data yang ditulis dan agar lebih jelas dapat dilengkapi dengan gambar, tabel, photo. Aktivitas itu dilakukan dalam bentuk pembelajaran yang suatu prosesnya terangkum dalam siklus, setelah pengumpulan data berakhir baru dilakukan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dibuat berdasarkan semua hal yang terdapat dalam reduksi data dan sajian data.

I. Indikator Kerja

Ukuran berhasil tidaknya peningkatan hasil belajar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran sebelum atau pun sesudah implementasi tindakan kelas adalah observasi. Indikator keberhasilan hasil belajar tendangan jarak jauh melalui penerapan model belajar Team Games Tournament adalah jika pada siklus I ada peningkatan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan hasil belajar sekurang- kurangnya 60% dan pada siklus II sekurang- kurangnya 80% dari jumlah siswa di kelas tersebut yaitu 18 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 10 orang dan siswa perempuan sebanyak 8orang dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75.

(45)

commit to user

Prosentase indikator pencapaian keberhasilan penelitian pada tabel berikut:

Tabel 3. Indikator Target Pencapaian Hasil Belajar Siswa

Aspek yang diukur

Prosentase target capaian

Cara Mengukur Pra-Siklus Siklus

I

Siklus II Ketuntasan hasil

belajar siswa

33,33 % 60% 80%

Diukur melalui hasil penjumlahan (aspek afektif, kognitif dan psikomotor)

J. Prosedur Penelitian

Dalam Prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas ini ditempuh secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi tahapan perencanaan, tahap pelaksanaan atau tindakan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Tahapan tersebut direncanakan dalam dua siklus dan dilaksanakan secara partisipatif atau kolaboratif antara (peneliti, guru dengan tim lainya) bekerjasama, mulai dari tahap orientasi hingga penyusunan rencana tindakan dalam siklus pertama, diskusi yang bersifat analitik, kemudian dilanjutkan dengan refleksi – evaluatif atas kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama, untuk kemudian mempersiapkan rencana modifikasi, koreksi, atau pembetulan, dan penyempurnaan pada siklus berikutnya.

1. Rancangan Siklus I a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran, instrument yang digunakan dalam siklus PTK dan alat- alat pengajaran yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran dengan Metode TGT dan lembar observasi aktivitas siswa.

b. Tahap Pelaksanaan

(46)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan adalah melaksanakan proses pembelajaran di lapangan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menjelaskan tentang kegiatan belajar mengajar teknik dasar tendangan jarak

jauh pada siswa.

2. Melakukan pemanasan.

3. Siswa dibentuk menjadi dua kelompok dalam proses pembelajaran.

4. Melakukan pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh dengan kura- kura kaki bagian dalam melalui penerapan Team Games Tournament yang meliputi :

 Sikap badan saat melakukan tendangan jarak jauh

 Letak tumpu kaki saat melakukan tendangan jarak jauh

 Kaki yang menendang

 Perkenaan kaki dengan bola saat melakukan tendangan jarak jauh 5. Melakukan tes praktek teknik dasar tendangan jarak jauh.

6. Menarik kesimpulan.

7. Penilaian dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung.

8. Melakukan pendinginan.

c. Pengamatan Tindakan

Pada tahap ini, pengamatan dilakukan terhadap :

1. Hasil keterampilan melakukan teknik dasar tendangan jarak jauh.

2. Kemampuan siswa melakukan permainan dalam penerapan Team Games Tournament pada proses pembelajaran tendangan jarak jauh.

3. Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

d. Tahap Refleksi

Refleksi yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi. Refleksi dilakukan setelah berlangsungnya tindakan dan kemudian bersama-sama siswa mendiskusikan implementasi rancangan tindakan.

(47)

commit to user 2. Rancangan Siklus II

Apabila sudah diketahui letak keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilakukan pada siklus I, peneliti bersama kolabolator kemudian menentukan rancangan untuk siklus II. Pada siklus II, perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah dicapai pada siklus sebelumnya sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut. Pada siklus II, perwujudan tahap pelaksanaan sampai pada tahap refleksi juga mengacu pada siklus sebelumnya.

(48)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user 32 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data Awal

Sebelum proses penelitian dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan kegiatan observasi awal oleh peneliti untuk mengetahui keadaan siswa dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran teknik dasar tendangan jarak jauh dalam sepakbola. Dari kegiatan observasi awal tersebut diperoleh data sebagai berikut :

1. Proses pembelajaran materi teknik dasar tendangan jarak jauh dalam permainanan sepakbola yang diterapkan pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran dapat dikatakan kurang berhasil yang mengakibatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh masih rendah.

2. Siswa kurang semangat dan tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses belajar teknik dasar tendangan jarak jauh yang dikarenakan dalam proses pembelajaran guru belum menerapkan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang monoton mengakibatkan motivasi belajar siswa menurun, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.

3. Materi yang disampaikan oleh guru tentang teknik dasar tendangan jarak jauh dalam sepakbola masih sulit untuk dipahahami siswa. Hal ini dikarenakan contoh yang disampaikan oleh guru hanya melalui peragaan langsung melakukan tendangan jarak jauh kemudian menyuruh siswa untuk mengulangi, sehingga kurang dapat dipahami oleh siswa.

4. Dalam proses pembelajaran guru belum menerapkan model pembelajaran yang menarik untuk diikuti oleh siswa dan masih terkesan monoton. Dari kegiatan pembelajaran yang kurang menarik seperti itu, maka hasil belajar siswa belum dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan, dengan kata lain hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran masih sangat rendah.

(49)

commit to user

Kondisi awal hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012 / 2013 sebelum diberikan tindakan melalui penerapan model belajar Team Games Tournament dapat dilihat dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 4. Data Awal Hasil Belajar Teknik Dasar Tendangan Jarak Jauh pada Siswa Kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Tahun Pelajaran 2012/2013.

Jumlah

Siswa Prosentase Ketuntasan

Hasil Belajar Nilai Keterangan

- 0 % Tuntas ≥ 86 Baik Sekali

2 11,11 % Tuntas 81 – 85 Baik

4 22,22 % Tuntas 75 – 80 Cukup

7 38,89 % Tidak Tuntas 65 – 74 Kurang

5 27,78 % Tidak Tuntas ≤ 64 Kurang Sekali

18 100% JUMLAH

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa ketuntasan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri hanya mencapai 33,33 % atau 6 siswa dari jumlah keseluruhan siswa yaitu 18 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII.B masih rendah sebelum diberikan tindakan.

Data awal diatas sudah jelas menunjukkan bahwa hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh masih sangat kurang, sehingga disusun sebuah tindakan yaitu penerapan model belajar Team Games Tournament untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar tendangan jarak jauh dalam permainan sepakbola pada siswa kelas VIII.B SMP Veteran 1 Manyaran Kabupaten Wonogiri Tahun Pelajaran 2012 / 2013. Pelaksanaan tindakan direncanakan akan dilakukan sebanyak 2 siklus.

Gambar

Tabel 1. Rincian Kegiatan, Waktu dan Jenis Kegiatan Penelitian ..............   23  Tabel 2
Gambar 6. Permainan Tendang Tangkap Bola  (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 105)  b. Tendang Sasaran
Gambar 7. Permainan Tendang Sasaran  (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 104)  c. Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong
Gambar 8.Permainan Menendang dan Berlari ke Tempat Kosong  (Tom Fleck dan Ron Quinn, 2002: 103)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Level ini dibedakan berdasarkan asal budaya yaitu dari budaya sendiri (own culture- Tionghoa), meskipun kondisi pemerintahan menekan kebudayaan Tionghoa, namun mayoritas orang

[r]

M araknya konflik yang muncul antara Warga dengan Pengelola di banyak kawasan hunian Rusun/Rukan/ Kios/ Strata Title/dll semakin tidak terkendali, karena peraturan per UU

Pemenang akhir terdiri dari juara I, II dan III (penghargaan yang diberikan sesuai dengan ketentuan panitia). Penilaian akhir meliputi 60% karya dan 40%

students’ writing and their opinion (a case study at one vocational high school in. Bandung )” is completely my

Sintering (MMD-IS), proses pendeposisian serbuk pada mesin ini dilakukan diatas. piston built part yang bergerak turun menggunakan ulir daya yang

Tindakan nyata dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa terkait kebutuhan berkomunikasi Bahasa Inggris

ARIS SUSANTI: The Influence of the students’ resp onse of the Application of Total Physical Response Method on the Students’ Achievement in Learning Imperative