• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KOMITE GOOD GOVERNANCE BPJS KETENAGAKERJAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KOMITE GOOD GOVERNANCE BPJS KETENAGAKERJAAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KOMITE GOOD GOVERNANCE

BPJS KETENAGAKERJAAN

TRIWULAN III 2016

(2)

EXECUTIVE SUMMARY

1. Penyelesaian Program Kerja Komite Good Governance Triwulan III Tahun 2016

Penyelesaian Program Kerja Komite Good Governance sampai dengan Triwulan III Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

2. Uji Pemahaman Good Governance

Pelaksanaan Internal Governance Award (IGA) tahun 2016 mengalami beberapa perubahan parameter, diantaranya adalah penambahan parameter uji pemahaman good governance yang merupakan bagian dari parameter pelaksanaan sosialisasi good governance. Uji Pemahaman good governance ini diikuti oleh seluruh unit kerja, baik kantor cabang, kantor wilayah dan divisi (kantor pusat) yang dilakukan serentak pada tanggal 22 September 2016. Parameter ini yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman atas sosialisasi good governance. Uji pemahaman dilakukan dengan melibatkan 2 (dua) responden pada masing-masing unit kerja yang ditentukan secara acak oleh Komite Good Governance. Responden melakukan uji pemahaman pada aplikasi Learning Management System dengan jumlah peserta sebanya 312 orang di seluruh unit kerja. Uji pemahaman terdiri dari 2 (dua) tipe soal yang berbeda, yaitu 30 soal multiple choice dan 1 soal essay dengan durasi pengerjaan selama 35 menit.

No KETERANGAN REAL %

1 Pelaksanaan assessment GG 100%

2 Penyusunan gap analysis, monitoring dan evaluasi sesuai road map GG

0%

3 Penyempurnan infrastruktur GG serta peraturan internal

80%

4 Penyusunan materi sosialisasi GG 100%

5 Sosialisasi GG 80%

6 Workshop 100%

7 Penyusunan parameter Internal Governance Award 100%

8 Pelaksanaan Internal Governance Award 50%

9 Penyusunan laporan triwulanan Komite GG 50%

10 Pembuatan materi e-learning GG 0%

11 Penyusunan subsidiaries governance 0%

12 Self assessment 85 butir ISSA Guideline 40%

13 Update content website 50%

14 Expo Festival Anti Korupsi (KPK) 0%

Average Penyelesaian Program Kerja 54%

(3)

LAPORAN

KOMITE GOOD GOVERNANCE BPJS KETENAGAKERJAAN TRIWULAN II TAHUN 2016

1. DASAR PELAKSANAAN

Pelaksanaan Good Governance di BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan atas:

a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

b. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

c. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

d. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

e. Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik f. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

g. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial h. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksananaan Undang-Undang

Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

i. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2013 tentang Modal Awal untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

j. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja

k. Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2013 tentang Tata Cara Hubungan Antar Lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

l. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif kepada Pemberi Kerja selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial

m. Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Adminstratif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

n. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

o. Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2013 tentang Bentuk dan Isi Laporan Pengelolaan Program Jaminan Sosial

p. Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2013 tentang Gaji atau Upah dan Manfaat Tambahan Lainnya serta Insentif bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

q. Keputusan Presiden Nomor 25/P Tahun 2016 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan Masa Jabatan 2016 – 2021

r. Surat Perintah Direksi Nomor: SPRIN/27/012016 tentang Pembentukan Komite Good Governance BPJS Ketenagakerjaan.

s. Surat Perintah Direksi Nomor: SPRIN/173/032016 tentang Pembentukan Komite Good Governance BPJS Ketenagakerjaan.

t. Surat Perintah Direksi Nomor: SPRIN/437/082016 tentang Penunjukan Wakil Ketua Komite Good Governance BPJS Ketenagakerjaan.

(4)

2. KOMITE GOOD GOVERNANCE BPJS KETENAGAKERJAAN

Berdasarkan Surat Perintah Direksi BPJS Ketenagakerjaan Nomor: SPRIN/437/082016 tentang Pembentukan Komite Good Governance BPJS Ketenagakerjaan, maka susunan anggota Komite GG BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

NO NAMA JABATAN UNIT KERJA JABATAN DALAM

KOMITE 1 Dedy Pramiadi Kepala Divisi Sekretaris Badan Ketua

2 Rizani Usman Kepala Divisi Manajemen Risiko Wakil Ketua

3 I Made Gede Yagustana

Kaur Tata Kelola dan Audit Khusus

Satuan Pengawas Internal

Koordinator Bidang Pengendalian Internal, Kepatuhan dan Manajemen Risiko 4 Indrajid

Nurmukti

Pjs. Kaur

Komunikasi Internal Divisi Komunikasi

Koordinator Bidang Komunikasi dan TJSL

5 Dian Agung

Senoaji Pjs. Kaur Tata Kelola Divisi Sekretaris Badan

Koordinator Bidang Edukasi dan

Pengembangan 6 Ariani Arinamse Kaur Analisa Pasar

Uang & Reksadana

Divisi Analisa Portofolio

Koordinator Bidang Investasi, TI dan SDM 7 Andri Bayumi

Kaur Kebijakan dan Laporan Manajemen Risiko

Divisi Manajemen

Risiko Anggota

8 Harri Kuswanda Kaur Hubungan Industrial

Divisi Human

Capital Anggota

9 Suirwan Pjs. Kaur Kepatuhan Divisi Kepatuhan

dan Hukum Anggota

10 Yusuf Kaur TJSL Divisi Komunikasi Anggota

11 Dadang

Komarudin Kaur User Services Divisi Operasional

TI Anggota

12 Edi Bawono Maedi

Penata Utama Tata Kelola

Divisi Sekretaris

Badan Anggota

13 Andrey Marzukin

Penata Madya Tata Kelola

Divisi Sekretaris

Badan Anggota

14 Ridho Marcell Penata Madya Tata Kelola

Divisi Sekretaris

Badan Anggota

15 Delvi Gusvianti

Penata Senior Kebijakan

Manajemen Risiko

Divisi Manajemen Risiko

Anggota

16 Tania Rastasari Auditor 3 Satuan Pengawas

Internal Anggota

17 Anindya Naomi Penata Utama Kepatuhan Internal

Divisi Kepatuhan

dan Hukum Anggota

(5)

NO NAMA JABATAN UNIT KERJA JABATAN DALAM KOMITE 18 Fajar Akhmadi Penata Utama TJSL Divisi Komunikasi Anggota 19 Eral Veda

Azhari

Penata Madya Helpdesk

Divisi Operasional

TI Anggota

20 Amrizal

Penata Utama Analisa Pasar Utang dan Reksadana

Divisi Analisa

Portofolio Anggota 21 Ariyanto Penata Muda

Dokumentasi Divisi Komunikasi Anggota 22 Aditya Nugroho Auditor 1 Satuan Pengawas

Internal Anggota

23 Legi Handoko MT Pasaribu

Penata Utama Kemitraan Strategis Jaminan Sosial

Divisi Perencanaan

Srategis Anggota

24 Den Iman Dwi P Penata Utama TJSL Divisi Komunikasi Anggota 25

Honggy Dwinanda Hariawan

Auditor 1 Satuan Pengawas

Internal Anggota

26 Rico Octoliano

Penata Madya Pembinaan Karyawan

Divisi Human

Capital Anggota

(6)

STRUKTUR KOMITE GOOD GOVERNANCE BPJS KETENAGAKERAAN TAHUN 2016

Anggota

1. Yusuf

2. Fajar Akhmadi 3. Den Iman Dwi P 4. Ariyanto 5. Rico Octoliano

1. Suirwan 2. Andri Bayumi 3. Tania Rastasari 4. Anindya Naomi 5. Delvi Gusfianti 6. Honggy D.H

1. Edi Bawono M 2. Andrey Marzukin 3. Ridho Marcell 4. Legi MT Pasaribu Anggota

1. Harri Kuswanda 2. Dadang Komarudin 3. Eral Veda Azhari 4. Aditya Nugroho 5. Amrizal

Indrajid Nurmukti Koordinator Bidang Komunikasi dan TJSL

I Made Gede Y Yagustana Koordinator Bidang Pengendalian Internal,

Kepatuhan dan ManajemenRisiko Koordinator Bidang TI,

Investasi dan SDM

Ariani Arinamse

Koordinator Bidang Edukasi dan Pengembangan

Dian Agung Senoaji Ketua

Dedy Pramiadi Naufal Mahfudz

Wakil Ketua Rizani Usman Direktur Umum dan SDM Selaku Penanggungjawab GG

Anggota Anggota

(7)

3. PROGRAM KERJA KOMITE GOOD GOVERNANCE

a. Program Kerja Komite Good Governance BPJS Ketenagakerjaan tahun 2016, adalah sebagai berikut:

No Program Kerja DIC Action Plan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pelaksanaan assessment GG SPI

2 Penyusunan gap analysis, monitoring dan evaluasi sesuai road

map GG SBD

3 Penyempurnaan infrastruktur GG serta peraturan internal Komite GG

4 Penyusunan materi sosialisasi GG Komite GG

5 Sosialisasi GG SBD

6 Workshop/pelatihan GG SBD

7 Penyusunan parameter Internal Governance Award SBD

8 Pelaksanaan Internal Governance Award Komite GG

9 Penyusunan laporan triwulan Komite GG SBD

10 Pembuatan materi e-Learning GG Komite GG

11 Penyusunan subsidiaries governance SBD

12 Self assessment 85 butir ISSA Guideline SBD

13 Update content website SBD

14 Expo Festival Anti Korupsi Komite GG

(8)

b. Program Kerja Urusan GG BPJS Ketenagakerjaan Triwulan III tahun 2016, adalah sebagai berikut:

No Program Kerja Juli Agustus September

1 Sosialisasi Edukasi GG

1.1

Sosialisasi Good Governance

dan asistensi Internal Governance Award (IGA) tahun 2016 dilakukan di Kantor Cabang Padang

15 Agustus 2016

1.2

Sosialisasi Good Governance dan Internal Governance Award 2016 pada Rakornis Bidang Umum & SDM dan Pelayanan Kanwil

Sumbagsel

23-24 September

2016

1.3

Sosialisasi Good Governance dan Internal Governance Award 2016 Pada Rakorda Kanwil Banuspa

29-30 September

2016

c. Pelaksanaan Program Kerja Komite GG BPJS Ketenagakerjaan:

NO PROGRAM KERJA PIC PROGRESS %

1. Pelaksanaan Assessment GG Satuan Pengawas Internal

Telah dilaksanakan Assessment GG di bulan Februari 2016

100%

2. Penyusunan gap analysis, Monitoring dan evaluasi sesuai Road Map GG

Divisi Sekretaris Badan

- 0%

3. Penyempurnaan infrastruktur GG serta peraturan internal

Komite GG Telah dilakukan harmonisasi PERDIR/01/042014 dengan UU BPJS dan produk hukum turunan

80%

4. Penyusunan materi sosialisasi GG

Komite GG Telah disusun materi sosialisasi gabungan pilar GG BPJS Ketenagakerjaan

100%

5. Sosialisasi GG

a. Sosialisasi dan edukasi GG di Kantor Wilayah Sulama dan Kantor Cabang Makassar

b. Sosialisasi dan edukasi GG di Rakorda Sulama

Dedy Pramiadi (Divisi

Sekretaris Badan)

Dedy Pramiadi, Dian Agung Senoaji dan Andrey Marzukin (SBD)

Tanggal 29 & 30 Januari 2016

Tanggal 19 Februari 2016

100%

100%

(9)

NO PROGRAM KERJA PIC PROGRESS % c. Sosialisasi dan edukasi GG di

Kantor Wilayah Jawa Timur dan Kantor Cabang Malang

d. Sosialisasi dan Edukasi GG di Kantor Wilayah Sumbagut dan Kantor Cabang Banda Aceh

e. Sosialisasi dan Edukasi GG di Kantor Wilayah Banuspa dan Kantor Cabang Bali Gianyar f. Sosialisasi dan Edukasi GG di

Kantor Wilayah Jateng DIY dan Kantor Cabang Ungaran

g. Sosialisasi dan Edukasi GG di Kantor Wilayah Kalimantan dan Kantor Cabang

Pontianak

h. Sosialisasi GG dan Internal Governance Award di Rakorda Sumbarriau

i. Sosialisasi Good Governance dan Internal Governance Award 2016 di Divisi Sekretaris Badan

j. Sosialisasi GG dan Internal Governance Award di Rakorda Jawa Barat

k. Sosialisasi Good Governance dan Internal Governance Award 2016 di Divisi Perencanaan Strategis

Dian Agung Senoaji, Ridho Marcell (Divisi Sekretaris Badan)

Edi Bawono M (Divisi Sekretaris Badan)

Moonika Desianti (Divisi Sekretaris Badan)

Dian Agung Senoaji, Ridho Marcell (Divisi Sekretaris Badan)

Andrey Marzukin (Divisi Sekretaris Badan)

Dedy Pramiadi, Dian Agung Senoaji, Ridho Marcell (Divisi Sekretaris Badan) Andrey M,

Moonika Desianti

Dedy Pramiadi, Dian AS, Andrey M (Divisi

Sekretaris Badan)

Edi Bawono M

Tanggal 3 & 4 Februari 2016

Tanggal 4 & 5 Februari 2016

Tanggal 4 & 5 Februari 2016

Tanggal 9 & 10 Februari 2016

Tanggal 10 & 11 Februari 2016

Tanggal 27 -29 April 2016

Tanggal 10 Mei 2016

Tanggal 19 & 20 Mei 2016

Tanggal 27 Mei 2016

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

(10)

l. Sosialisasi GG dan Internal Governance Award di Rakorda Jateng & DIY

m. Sosialiasai GG dan Internal Governance Award di Kantor Cabang Padang

n. Sosialisasi GG dan Internal Governance Award di Sumbagsel

o. Sosialisasi GG dan Internal Governance Award di Banuspa

Dedy Pramiadi, Dian AS, Andrey M, Ridho M (Divisi SBD) Dedy Pramiadi, Dian AS, Andrey M, Edi Bawono Maedi (Divisi SBD)

Edi Bawono M Ridho Marcell (Divisi SBD) Dedy Pramiadi, Dian AS, Andrey M (Divisi SBD)

Tanggal 26 & 27 Mei 2016

Tanggal 15 Agustus 2016

23-24 September 2016

29 – 30 September 2016

100%

100%

100%

100%

Rata-rata sosialisasi 82%

6. Workshop/pelatihan GG

GG in Action Lesson to Learn from Public Sector and Corporation

Dian Agung Senoaji dan Andrey Marzukin (Divisi SBD)

Workshop dilakukan dengan mengirim perwakilan dari urusan GG ke Seminar GG in action (KNKG)

100%

7. Penyusunan Parameter Internal Governance Award 2016

Komite GG 9 Parameter IGA 2016 telah ditetapkan dan disampaikan kepada unit kerja per 28 April 2016

100%

8. Pelaksanaan Internal Governance Award (IGA) Tahun 2016

Divisi Sekretaris Badan

Dalam proses asistensi ke seluruh unit kerja

50%

9. Penyusunan Laporan Triwulanan Komite GG

Komite GG Telah dilaksanakan pembuatan laporan Triwulan III Komite GG

75%

10. Pembuatan Materi E-Learning GG Komite GG - 0%

11. Penyusunan Subsidiaries Governance

Divisi Sekretaris Badan

- 0%

12. Self Assessment 85 butir ISSA Guideline

Divisi Sekretaris Badan

Harmonisasi ISSA Guideline dengan UU BPJS serta produk hukum turunan confirm hingga guideline 34 dari 85.

53%

(11)

4. LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN )

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Umum dan SDM Nomor: SE/03/022014 tanggal 26 Februari 2014 tentang Kewajiban Melaporkan LHKPN bagi Penyelenggara Negara di Lingkungan BPJS Ketenagakerjaan, maka mulai tahun 2014 penyampaian laporan LHKPN diterapkan untuk Pejabat di BPJS Ketenagakerjaan dari Pejabat Level I sampai dengan Pejabat Level III dan Direktur PT. Bijak. Posisi update LHKPN yang masuk ke Divisi SDM sampai dengan Tanggal 07 September 2016 adalah sebagai berikut:

JML % JML %

1 Level 1 & 2 277 230 83,03% 47 16,97%

2 Level 3 704 614 87,22% 90 12,78%

TOTAL 981 844 86,03% 137 13,97%

NO PEJABAT WAJIB

LAPOR JML

LHKPN s.d September 2016

SUDAH BELUM

LHKPN Dewan Pengawas dan Direksi telah disampaikan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 30 Maret 2016.

5. Uji Pemahaman Good Governance

Dalam rangka pelaksanaan Internal Governance Award (IGA) tahun 2016, Komite Good Governance melakukan beberapa perubahan parameter penilaian. Perubahan parameter bertujuan untuk dapat terus memotivasi insan BPJS Ketenagakerjaan dalam penerapan good governance di seluruh unit kerja. Uji pemahaman Good Governance merupakan salah satu parameter baru untuk mengukur tingkat pemahaman atas sosialisasi good governance. Uji pemahaman ini diselengarakan secara online dengan menggunakan aplikasi Learning Management System bekerjasama dengan Learning Office. Pelaksanaan Uji Pemahaman Good Governance telah dilaksanakan pada tanggal 22 September 2016, yang diikuti oleh 1 orang pejabat struktural dan 1 orang staff di masing-masing unit kerja (Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang). Uji pemahaman terdiri dari 30 soal multiple choice dan 1 soal essay dengan durasi pengerjaan 35 menit. Dengan mengedepankan prinsip independency dan obyektivitas, maka proses penilaian uji pemahaman (penilaian essay) melibatkan pihak expert good governance.

13. Update content website Divisi Sekretaris Badan

- 50%

14. Expo Festival Anti Korupsi Komite GG - 0%

15. Board Update Komite GG Workshop dilakukan

dalam rangka orientasi Direksi dan Dewan Pengawas baru mengenai materi good governance dan risk management

100%

Total Average 59%

(12)

6. Konsinyering Penyusunan Board Manual

Penyusunan Board Manual BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan di Hotel Shangril-La Jakarta pada tanggal 25-27 Agustus 2016, dengan melibatkan konsultan good governance, Divisi Kepatuhan dan Hukum dan Divisi Perencanaan Strategis. Dewan Pengawas dan Direksi mempunyai peran yang sangat krusial dan strategis dalam Pengawasan dan mengelola jalannya Institusi, sehingga diperlukan suatu Pedoman Kerja (Board Manual) sebagai pedoman bagi Dewan Pengawas dan Direksi dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya untuk memenuhi kepentingan pemangku kepentingan. Dengan adanya Board Manual ini, diharapkan Dewan Pengawas dan Direksi dalam melaksanakan tugasnya setiap saat akan bertindak dan bersikap berdasarkan prinsip-prinsip good governance (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Predictability, Participation dan Dynamism) secara konsisten, sesuai dengan standar etika dan nilai-nilai yang berlaku di BPJS Ketenagakerjaan, serta selalu mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Pakta Integritas Dewan Pengawas dan Direksi a. Pakta Integritas Dewas Pengawas

Sebagai bukti komitmen Dewan Pengawas dan Organ Pendukung Dewan Pengawas sesuai dengan PER-03/DEWAS/092015 Tentang Pedoman Benturan Kepentingan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Dewan Pengawas menandatangani pernyataan komitmen dalam bentuk Pakta Integritas dengan maksud dan tujuan untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan atau potensi benturan kepentingan yang dapat merugikan BPJS Ketenagakerjaan.

b. Pakta Integritas Direksi

Sebagai bukti komitmen dalam penerapan kode etik BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan PERDIR/103/092015 tentang Kode Etik BPJS Ketenagakerjaan, Direksi BPJS Ketenagakerjaan menandatangani pernyataan komitmen dalam bentuk Pakta Integritas.

Pernyataan komitmen kedua organ BPJS Ketenagakerjaan ini diupload dalam website BPJS Ketenagakerjaan. Pelaksanaan pakta integritas bersifat mengikat, oleh karena itu Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan berkewajiban menandatangani dan melaksanakan Piagam Pakta Integritas.

Pakta Integritas Dewan Pengawas dan Direksi

(13)

8. Kegiatan Lain

a. Sosialisasi good governance pada Diklat Orientasi Persiapan Kerja (OPK) gelombang I dan IV BPJS Ketenagakerjaan tanggal 06 - 28 September 2016 di Learning Office Bogor.

Diklat Orientasi Persiapan Kerja (OPK) gelombang II

Diklat Orientasi Persiapan Kerja (OPK) gelombang III

Diklat Orientasi Persiapan Kerja (OPK) gelombang IV

(14)

b. Sosialisasi Good Governance pada karyawan/ti perusahaan afiliasi, yaitu PT. Bina Jasa Abadi Karya (BIJAK) tanggal 08 September 2016 di Gedung Menara Jamsostek.

c. Sosialiasasi Good Governance pada Divisi Investasi Langsung tanggal 21 September 2016 di ruang rapat kantor pusat lantai 12.

9. Agenda Rapat

Rapat dan agenda yang telah dibahas s/d Triwulan II Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

NO TANGGAL RAPAT AGENDA

1 21 Juli 2016 Pembahasan Board Manual

2 25 – 27 Agustus 2016 Pembahasan Board Manual melibatkan pihak konsultan good governance, Divisi Kepatuhan dan Hukum dan Divisi Perencanaan dan Strategis.

3 08 September 2016 Rapat Pembuatan Uji Pemahaman Good Governance 4 27 September 2016 Rapat Penilaian Uji Pemahaman Good Governance

(15)

a. Rapat Komite BPJS Ketenagakerjaan

Tingkat kehadiran rapat Komite GG BPJS Ketenagakerjaan selama 3 Triwulan Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

NO NAMA UNDANGAN RAPAT KEHADIRAN %

1 Dedy Pramiadi 6 6 100,00

2 Rizani Usman 0 0 -

3 I Made Gede Yagustana 3 3 100,00

4 Indrajid N 3 3 100,00

5 Dian Agung Senoaji 7 7 100,00

6 Ariani Arinamse 3 2 66,67

7 Andri Bayumi 3 2 66,67

8 Harri Kuswanda 3 2 66,67

9 Suirwan 5 3 60,00

10 Yusuf 3 2 66,67

11 Dadang Komarudin 3 1 33,33

12 Edi Bawono Maedi 7 7 100,00

13 Andrey Marzukin 7 7 100,00

14 Ridho Marcell 7 7 100,00

15 Delvi Gusfianti 3 1 33,33

16 Tania Rastasari 3 2 66,67

17 Anindya Naomi 3 2 66,67

18 Fajar Akhmadi 3 2 66,67

19 Eral Veda Azhari 3 3 100,00

20 Amrizal 3 2 66,67

21 Ariyanto 3 2 66,67

22 Aditya Nugroho 3 3 100,00

23 Legi Handoko MT Pasaribu 4 4 100,00

24 Den Iman Dwi 3 0 -

25 Honggy D. Hariawan 3 3 100,00

26 Rico Octoliano 0 0 -

(16)

10. Monitoring Dan Evaluasi Sesuai Road Map 2016 (Trusted)

Sesuai dengan road map GG tahun 2016, dimana lembaga memperoleh kepercayaan publik atas infrastruktur tata kelola khususnya aspek Transparansi, Akuntabilitas, dan independensi, Lembaga melakukan beberapa aktivitas yang mendukung pencapaian sebagai most trusted institution antara lain adalah:

1. Review Kelengkapan content GG website;

2. Assessment GG oleh lembaga Independen;

3. Membuat Master Plan CSR (citizenship);

4. Review kematangan Risk Management;

5. Sosialisasi GG;

6. Internal Governance Award;

7. Mengikuti lomba Laporan Tahunan (ARA);

8. Mengikuti lomba Sustainability Reporting.

NO MAIN INDIKATOR AKTIVITAS HASIL

1 Governance Infrastructure

Melakukan Harmonisasi PERDIR/01/042014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Fungsi, Tugas dan Wewenang Direksi Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

 Draft PERDIR/KEPDIR telah dikirim Divisi Kepatuhan dan Hukum dan sedang dilakukan review

2 Transparency &

Disclosure

Pengungkapan informasi dan update Good Governance

 Update info GG pada website

3 Internal Stakeholder Engagement

Membangun

awareness karyawan dengan presentasi dalam rangka Pengembangan individu

 Telah dilakukannya sosialisasi dan edukasi di 2 Divisi, 9 Kantor Wilayah dan 7 Kantor Cabang

 Telah dilakukannya sosialisasi dan edukasi di Entitas/perusahaan afiliasi PT. Bijak

 Workshop seminar Implementasi Good Governance di Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan

4 Internal Governance Award & Initiative

Asistensi ke seluruh unit kerja terkait parameter IGA 2016

 Telah dilakukan kunjungan dan sosialisasi di Kanwil Sumbarriau, Jabar, Jateng

& DIY, Sumbagsel, Banuspa dan Kacab Padang.

 Komunikasi via telepon, email dan grup WA masing- masing Kanwil terkait

(17)

parameter IGA 2016 5 Governance

Assessment

Telah dilakukannya Governance

Assessment BPJS Ketenagakerjaan oleh Assessor eksternal

 Berdasarkan hasil

assessment penerapan Good Governance tahun 2015, BPJS Ketenagakerjaan memperoleh skor sebesar 95,49 (SANGAT BAIK)

6 Master Plan CSR Kegiatan dijalankan berdasarkan program kerja sebagaimana RKAT 2016 dan pedoman program TJSL

 Masih dilakukan review oleh Direksi

11. Kegiatan Lain

a. Manajemen Risiko

Dibawah ini adalah kegiatan-kegiatan di Divisi Manajemen Risiko yang diselenggarakan dalam rangka peningkatan pemahaman kualitas penerapan manajemen risiko bagi insan BPJS Ketenagakerjaan:

No Tanggal Tempat Kegiatan

1. 29 – 30 September 2016

Serang Pembekalan Manajemen Risiko bagi Risk Agent Kanwil Banten. Memberikan pembekalan Manajemen Risiko kepada risk agent Kanwil Banten untuk meningkatkan pengelolaan risiko di unit kerja masing-masing.

2. 28 - 30 September 2016

Denpasar Menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema cara mudah menentukan KRI. Tujuan workshop adalah untuk mempelajari dan melatih cara menyusun indikator-indikator kunci (KRI) dari risiko yang sedang atau akan dihadapi guna mengetahui lebih awal kemungkinan terjadinya risiko dalam mencapai sasaran Badan.

3. 21 - 23 September 2016

Batam Pertemuan MRI dengan Group Head Manajemen Mutu & Risiko serta Penata Manajemen Risiko Wilayah. Evaluasi efektifitas pemantauan risiko prioritas dan pemantapan fungsi Kepala Bagian MMR Wilayah sebagai second line of defence serta strategi persiapan asesmen maturity level tahun 2016

4. 5 - 8 September 2016

Jakarta Sertifikasi CRMO (Certified Risk Management Officer) bagi personil MRI. Program sertifikasi manajemen risiko officer bertujuan untuk menghasilkan personil di Divisi Manajemen Risiko, rumpun manajemen risiko di Kantor wilayah ataupun unit kerja lain menguasai tehnik dan proses manajemen risiko secara utuh, rinci, aplikatif dan mandiri.

(18)

5. 22 - 23 Juli 2016

Yogjakarta dan Padang

Uji Dokumen BCP (Business Continuity Plan) di Kantor Cabang. Kegiatan Uji Dokumen BCP di Kantor Cabang bertujuan untuk mengetahui awarness unit kerja, mengetahui apakah dokumen BCP yang ada di unit kerja sudah terkinikan, meningkatkan pemahaman dan keterampilan, sebagai dasar pengembangan dokumen BC Plan.

6. 11 - 13 Agustus 2016

Lombok Sosialisasi dan pembinaan manajemen risiko kepada risk agent Kanwil Banuspa. Memberikan pembekalan manajemen risiko kepada risk agent Kanwil Banuspa untuk meningkatkan pengelolaan risiko di unit kerja masing-masing.

7. 7 - 9 September 2016

Padang Uji Dokumen BCP (Business Continuity Plan) di Kantor Cabang. Kegiatan Uji Dokumen BCP di Kantor Cabang bertujuan untuk mengetahui awarness unit kerja, mengetahui apakah dokumen BCP yang ada di unit kerja sudah terkinikan, meningkatkan pemahaman dan keterampilan, sebagai dasar pengembangan dokumen BC Plan.

8. 30 Agustus - 2 Sept 2016

Semarang Kunjungan evaluasi dan edukasi manajemen risiko Kanwil Jateng DIY.

Melakukan evaluasi atas penerapan manajemen risiko di Kanwil Jateng DIY dan memberikan konsultasi untuk peningkatan pengelolaan risiko pada periode berikutnya

9. 1 - 6 Agustus 2016

Jakarta Sertifikasi CRMP (Certified Risk Management Proffesional) bagi personil MRI & GH MMR Wilayah.

Merupakan Program sertifikasi ahli manajemen risiko terintegrasi bertujuan untuk menghasilkan personil di Divisi Manajemen Risiko, rumpun manajemen risiko di Kantor wilayah ataupun unit kerja lain menguasai tehnik dan proses manajemen risiko secara utuh, rinci, aplikatif dan mandiri.

b. Kepatuhan dan Hukum

1. Unit Pengendali Gratifikasi

Divisi Kepatuhan dan Hukum selaku Unit Pengendali Gratifikasi BPJS Ketenagakerjaan telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan Peraturan Direksi Nomor:

PERDIR/13/082015 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi BPJS Ketenagakerjaan : a) Pengiriman surat laporan gratifikasi dilingkungan BPJS Ketenagakerjaan ke KPK

atas laporan penerimaan dan penolakan gratifikasi di unit kerja hingga bulan Oktober 2016: sebanyak 450 pelapor dengan nilai estmasi sebesar Rp.

81.432.800,- (delapan puluh satu juta empat ratus tiga puluh dua ribu delapan ratus rupiah). Atas pelaporan tersebut beberapa pelapor sudah mendapatkan

(19)

Surat Keputusan Atas Penetapan Status Barang Gratifikasi dari KPK. Atas Surat Keputusan Atas Penetapan Status Barang Gratifikasi dari KPK dimaksud pelapor sudah mengembalikannya kepada KPK ataupun menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

b) Mengoptimalkan aplikasi Sistem Informasi Kepatuhan (SiPatuh) : sipatuh.bpjsketenagakerjaan.go.id dengan memasukan :

1) Materi gratifikasi kedalam questioners self-assessment yang bertujuan adanya early warning system dalam penerimaan gratifikasi di unit kerja.

2) UPG juga telah membuat modul pelaporan gratifikasi yang dapat di akses oleh setiap insan BPJS Ketenagakerjaan, modul ini bertujuan untuk mempermudah unit kerja dalam melaporkan gratifikasi kepada UPG secara online, sehingga UPG dapat langsung melaporkan ke KPK .

3) Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi maka dalam aplikasi SiPatuh dimasukan juga modul pelaporan benturan kepentingan, dan link menuju website Whistle Blowing System;

c) Memasukan parameter penilaian dalam acara IGA (Internal Governance Award) Tahun 2016 terkait :

1) Inisiatif pengendalian gratifikasi, suap dan korupsi di masing-masing unit kerja dan laporan penolakan atau penerimaan atas pemberian benda gratifikasi yang telah dikirim ke Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) dan/atau pelaporan melalui aplikasi SiPatuh.

2) Ketepatan waktu dan partisipasi unit kerja dalam pengisian self compliance test pada aplikasi Sistem Informasi Kepatuhan (SiPatuh) setiap bulannya, dimana pengisian dilakukan oleh seluruh pejabat struktural di unit kerja setiap tanggal 10 s/d 15 setiap bulannya dan dilakukan approval oleh Kepala Unit Kerja. Hasil pengisian self compliance test pada aplikasi Sistem Informasi Kepatuhan (SiPatuh) akan mendapatkan nilai atau tingkat kepatuhan dari masing-masing unit kerja.

d) Menyusun strategi dalam meningkatkan partisipasi pelaporan gratifikasi dengan memberikan apresiasi baik berupa pernyataan dari UPG ataupun KPK atas kontribusi

(20)

atas pelaporan gratifikasi di unitkerjanya, maupun pemberian apresiasi cendramata

“tanda lapor gratifikasi” kepada seluruh Insan BPJS Ketenagakerjaan yang telah melaporkan gratifikasi kepada UPG BPJS Ketenagakerjaan.

e) Hingga bulan September 2016 telah dilaksanakannya internalisasi FCS dan gratifikasi pada 10 unit kerja baik Kanwil, Kacab maupun KCP dibawahnya (Kanwil DKI; Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek; Kantor Cabang Tangerang BSD, KCP Mandiri Ciputat dan KCP Mandiri Bintaro; Kanwil Sumbariau; Kantor Cabang Padang; KCP Pariaman, Kantor Cabang Tanjung Morawa, KCP Serdang Bedagai dan Kantor Cabang Ambon; Kantor Cabang Tasikmalaya, KCP Garut, Kantor Cabang Tasikmalaya, KCP Garut Kerkof, Kantor Cabang Jambi, KCP Tanjung Jabung Barat, Kantor Cabang Kudus, KCP Jepara).

f) Melakukan internalisasi pelaporan gratifikasi melalui whistle blowing system kepada security, office boy/office girl dan cleaning service. Bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi maka diperlukan pengawasan dari berbagai pihak, baik dari atasan, teman kerjanya ataupun dari pihak ekstenal. Dalam hal ini pihak terdekat dilingkungan BPJS Ketenagakerjaan adalah security, office boy/office girl dan cleaning service.

g) Bahwa untuk menunjukan bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan mitra strategis KPK yang berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan yang bebas dari segala kegiatan korupsi, maka Divisi Kepatuhan dan Hukum bersama Komite Good Governance mengadakan Kampanye Launching BPJS Ketenagakerjaan Anti Korupsi, dengan melakukan beberapa kegiatan :

1) Penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi antara Ketua KPK, Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan 2) Pendistribusian video motion graphic terkait antikorupsi BPJS Ketenagakerjaan

dan handbook anti gratifikasi ke seluruh unit kerja.

3) Workshop anti korupsi yang akan dihadiri oleh 170 peserta dari seluruh unit kerja Kapu/Kanwil/Kacab dengan mengundang narasumber dari KPK, BPKP dan LPSK.

(21)

h) Terkait dengan pelaksanaan Kampanye Launching BPJS Ketenagakerjaan Anti Korupsi diatas, maka pada hari Rabu tanggal 14 September 2016 di Hotel Royal Kuningan Jakarta, telah dilaksanakan penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi antara Ketua KPK, Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan yang disaksikan oleh 200 (dua ratus) stakeholder dan CEO dari mitra kerja di investasi dan Pengadaan.

i) Atas penandatanganan tersebut, maka UPG membuat surat edaran Nomor:

SE/15/092016 tentang Tindak lanjut Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi, dimana Direktur Utama meminta seluruh unit kerja terutama Kantor Cabang untuk melaksanakan kegiatan pencegahan korupsi terintegrasi.

j) Terkait pelaksanaan Kampanye Launching BPJS Ketenagakerjaan Anti Korupsi, untuk menciptakan kader antikorupsi maka dibentuklah Change Agent yang akan menjadi Tunas Integritas BPJS Ketenagakerjaan, sesuai Surat Perintah Nomor : SPRIN/476/092016 tanggal 6 September 2016 tentang peserta Tunas Integritas BPJS Ketenagakerjaan. Change Agent - Tunas Integritas BPJS Ketenagakerjaan ini bertujuan sebagai agent yang dapat memberikan informasi dan mengkoordinir pelaksanaan anti korupsi di masing-masing unit kerjanya. Berkaitan peningkatkan informasi mengenai pengendalian anti korupsi di unit kerjanya maka, UPG bersama Komite Good Governance akan mengadakan “Bimbingan Teknis Anti Korupsi: Peran Tunas Integritas Dalam Implementasi Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi” yang menghadirkan narasumber dari KPK, BPKP dan LPSK serta pemberian sertifikasi dari ASAHI (Asosiasi Auditor Hukum Indonesia).

(22)

2. Unit Pengendali Fraud

Divisi Kepatuhan dan Hukum selaku Unit Pengendali Fraud BPJS Ketenagakerjaan bersama semua penanggungjawab atribut Fraud Control System (FCS) sesuai dengan Peraturan Direksi nomor: PERDIR/31/092015 tentang Pedoman Pengendalian Kecurangan (Fraud Control System) :

1) Dalam pelaksanaan implementasi Pelaksanaan FCS di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan kegiatan FCS telah dilakukan oleh penanggungjawab atribut FCS dalam hal ini :

Unit Kerja Penanggung Jawab Pelaksanaan Atribut

a. Divisi Kepatuhan dan Hukum Unit Pengendali Fraud b. Divisi Manajemen Risiko Fraud Risk Assessment c. Divisi Human Capital Kepedulian Karyawan

d. Divisi Pelayanan dan Pengaduan Kepedulian Peserta dan Masyarakat e. Satuan Pengawas Internal Sistem Pelaporan Kejadian Fraud f. Divisi Kepatuhan dan Hukum Perlindungan kepada Pelapor

g. Satuan Pengawas Internal & Divisi Human Capital

Prosedur Investigasi

h. Divisi Human Capital & Divisi Kepatuhan dan Hukum

Penindakan dan Pengungkapan kepada Pihak Eksternal

i. Divisi Human Capital Standar Perilaku dan Disiplin Karyawan.

Atas pelaksanaan tersebut, sesuai pedoman FCS perlu dilakukan Evaluasi Fraud Control System (FCS) atas implementasi atribut Fraud Control System (FCS).

2) Terkait hal tersebut telah dilakukan joint meeting di Ruang Rapat Deputi Investigasi BPKP pada tanggal: 24 Februari 2016 terkait permintaan Bimbingan teknis dalam pelaksanaan Evaluasi Fraud Control System (FCS) di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan;

3) Berdasarkan Surat Divisi Kepatuhan dan Hukum kepada BPKP Nomor:

B/2028/022016 Perihal Pelaksanaan Evaluasi Fraud Control System (FCS) di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan, maka BPKP mengeluarkan Surat Tugas untuk Tim BPKP, dengan Nomor: S-208/D6/02/2016. Dimana BPKP akan melaksanakan evaluasi FCS selama 45 (empat puluh lima) hari kerja, terhitung mulai tanggal 22 Maret 2016;

4) Pembentukan Tim counterpart dalam pelaksanaan Evaluasi Implementasi Fraud Control System (FCS), dengan menerbitkan Surat Perintah Nomor:

SPRIN/185/032016, yang terdiri KHK, SPI, MRI, LDU, SDM dan SBD;

(23)

5) Dilaksanakannya diagnostic assessment untuk melakukan pemetaan atas kondisi organisasi yang rentan terhadap penyimpangan, dengan melakukan :

a. Pengumpulan data, baik Peraturan Internal, Rencana Strategis, Standar Operating Procedur, Struktur Organisasi dan Job desc BPJS Ketenagakerjaan, serta data-data pendukung lainnya

b. Pengisian kuesioner oleh Pejabat struktural dan staff di seluruh Unit Kerja Kantor Pusat, untuk mengetahui pemahaman atas implementasi FCS

c. Joint Meeting pemaparan bisnis proses dan produk BPJS Ketenagakerjaan, pada tanggal 6 April 2016 dengan menghadirkan : Divisi Pelayanan &

Pengaduan, Divisi Pengembangan Jaminan, Divisi Hubungan Antar Lembaga, Divisi Perluasan Kepesertaan, Divisi Pengelolaan Kepesertaan dan Divisi Renstra;

d. Joint Meeting pemaparan bisnis proses Investasi, pada tanggal 11 April 2016 dengan menghadirkan : Divisi PUPM, Divisi Analisa Portofolio dan Divisi Investasi Langsung;

e. Joint Meeting pemaparan peranan Manajemen Risiko, pada tanggal 13 April 2016 dengan menghadirkan : Divisi Manajemen Risiko;

f. Wawancara unit kerja atas implementasi FCS di Kantor Cabang Salemba, Depok, Tangerang Cikokol, Bogor Kota dan Bogor Kabupaten Cileungsi.

6) Pada tanggal 11 – 14 September 2016 di Hotel Sultan telah dilakukan konsolidasi pembahasan rekomendasi hasil evaluasi implementasi FCS antara Tim Counterpart BPJS Ketenagakerjaan dan Tim BPKP, dimana pada saat ini tim BPKP dalam proses pembuatan laporan hasil evaluasi implementasi FCS kepada Tim Counterpart BPJS Ketenagakerjaan.

Jakarta, 15 Oktober 2016

Dedy Pramiadi

Kepala Divisi Sekretaris Badan

selaku Ketua Komite Good Governance

Referensi

Dokumen terkait

Penanggung Jawab Penerapan Tata Kelola Yang Baik (Good Governance) di

Mereka menikmati segala yang diberikan Tuhan kepada mereka, dan Tuhan pun akan melindungi mereka dari azab neraka... Dikatakan kepada mereka, "Makanlah makanan yang lezat dan

yang membacakan kepada kalian ayat-ayat Allah yang menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah, untuk mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kesesatan

daerah dan/atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten, atau kota dan/atau desa, serta dari pemerintah kabupaten, atau kota kepada desa untuk melaksanakan tugas

Meskipun dalam karakteristik lahan tersebut di atas sudah ada unsur iklim yaitu curah hujan dan temperatur, tetapi belum menyertakan kejadian- kejadian iklim yang

8.406.000,00 JUMLAH (Rp) 24 Januari 2016 Pelaksana Kegiatan, SURI Telah Diverifikasi Mengesahkan, TAULADAN.. KEPALA DESA CONTOH SEKRETARIS

BPJS Ketenagakerjaan dipilih sebagai objek penelitian karena berdasarkan latarbelakang diatas, posisi BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan salah satu badan

Sehingga, pengabdi berkeinginan menyelenggarakan pembinaan Bahasa Inggris yang intensif bagi pengelola desa dan kelompok Karang Taruna desa Sambangan dengan menggunakan