7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Ergonomi
Salah satu faktor periling yang menunjukkan karakteristik niasyarakat industri yang liidup di negara maju adalah banyaknya orang yang hidup dalam lingkungan fisik yang merupakan hasil budi daya manusia {man-made). Hal ini akan kontras sekali dengan kehidupan masa lampau di saat kebanyakan dari mereka masih hidup dalam lingkungan alam yang asli (natural environment). Hasil-hasfl fisik buatan manusia ini meliputi banyak hal, seperti : bangunan gedung, mesin, peralatan kerja, kendaraan, jalan raya, dan Iain-lain.
Perubahan waktu, walaupun secara perlahan-lahan telah merubah manusia keadaan primitii atau tradisional menjadi manusia berbudaya atau modem. Disini manusia berusaha unluk mengadaptasikan dirinya menurut situasi dan kondisi lingkungannya. Hal ini (erlihat pada perubahan rancangan peralatan (teknologi) yang dipergunakan manusia untuk meriaklukkan alam lingkungannya. Banyak bukti yang menunjukkan perbuaUn manusia unluk menyesuaikan diri mereka dengan kondisi alam yang pada dasamya hal ini akan menunjukkan tingkat kebudayaan mereka yang berkembang dari saat ke saat. Tujuan pokok manusia unluk sclalu mengadakan perubahan rancangan peralatan-peralatan yang dipakai adalah untuk memudahkan operasi penggunaannya. Disiplin keilmuan lahir dan berkembang sekirar pertcngahan abad 20 ini, yang bcrkaitan dengan perancangan peralatan dan fasilitas kerja yang memperharikan aspek manusia sebagai pemakainya dikenal dengan natna KRGONOMI. Istilah untuk ilmu ini bcrbeda dengan negara lain, seperti
8
Bioteknologi di negara-negara Skandinavia, Human Engineering, Human Factor Engineering di negara Amerika bjgian Utara. Perbedaan nania di alas hendaknya
tidak dijadikan masalah karena secara praktis istilah-istilah tadi menunjukkan maksud yang saina.
Ergonomi berasal dari kala Ergo yang berarti kerja dan Nomos yang bcraru hukum alani. Dengan demikian Ergonomi ditnaksudkan sebagai disiplin keilmuan yang mcmpelajari manusia dan keterkaitannya dengan pekerjaannya. Sedangkan menurut seorang ilmuwan yang bernama DR.Roger W.Pease Jr (Sanders &
Cormick,1987) merekomendasikan definisi dari Ergonomi adalah sebagai berikut:
"Ergonomi adalah suatu aplikasi dari ilmu pengetahuan yang memperhatikan karaktcristik manusia yang perlu dipcrtimbangkan dalam perancangan penataan sesuatu yang digunakan, sehingga anatara manusia dan benda yang digunakan tersebut terjadi interaksi yang lebih efektif dan nyaman."
Detinisi ini berangkat dari kenyataan bahwa manusia memiliki batas- batas kemampuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang pada saat berhadapan dengan keadaaii lingkungan sistem kerjanya yang berupa perangkat kcras atau hardware (mesin, pcralatan kerja, dan Iain-lain) dan atau perangkat lunak alau software (metodc kerja, sistem, proscdur, dan Iain-lain). Dengan demikian tcrlihat jelas bahwa Ergonomi adalah suatu keilmuan yang multi disiplin, karena disini akan mcmpelajari pengetaliuan-pengctalvuan dari ilmu kehayatan (kedokteran, biologi), ilmu kejiwaan (psikologi), dan kemasyarakatan (sosiologi).
Maksud dan tujuan disiplin Ergonomi adalah unluk mendapatkan suatu pengctaliuan yang utuh tentang permasalahan-pcrmasalahan interaksi manusia
V
V
9
dengan teknologj dan produk-produknya, sehingga ditnungkuikan adanya suatu rancangan sistem manusia-mesin yang optimal.
2.2. Antropomctri
2.2.1. Definisi Antropomctri
Istilah Antropomctri bcrasal dari kata Antra yang bcrarli manusia dan Metri yang berarti ukuran. Secara definitif antropomteri dapat dinyatakan sebagai
studi yang bcrkailan dengan dimensi tubuh manusia baik secara linier maupun anguler.
Antropomctri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan- pcrtimbangan ergonomis didalam proses perancangan produk maupun sistem kerja yang mcmerlukan interaksi manusia. Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikiusikan secara luas antara lain dalam hal :
- Perancangan peralatan kerja seperti mesin, handling equipment, perkakas, dan Iain-lain.
- Perancangan area kerja seperti stasiun kerja, interior mobil, dan Iain-lain.
- Perancangan produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja, dan Iain-lain.
- Perancangan lingkungan kerja fisik
Dengan demikian dapal disimpulkan bahwa data antropomclri akan menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat berkaitan dengan produk yang dirancang.
Dimana manusia yang akan mengoperasikan dan menggunakan hasil rancangan lersebut. Dalam kaitan ini maka perancangan produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populast terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangan tersebut. Rancangan produk yang dapat diatur secara
10
tkksibel jelas inemberikan kcmungkinan lebih besar bahwa produk tersebut akan mampu dioperasikan oleh sctiap orang mcskipun ukuran tubuli incrcka berbeda- bcda. Keinampuan penyesuaian atau adjustability suatu produk merupakan satu persyaralan yang sangat pcnting dalam proses peranoangan terutama untuk produk-prodnk yung beroricntasi pasar.
2.2.2. Sumber Variabilitas Dalam Antropometri
Sctiap mamusia pada umumnya memiliki ciri yang berbcda-bcda dalam ha!
bentuk dan dimensi (ukuran) tubuhnya. Ada beberapa faktor yang akan mempengariihi ukuran tubuh manusia, sehingga dalam peranoangan suatu produk harus memperhatikan faktor-faktor tersebut yang meliputi antara lain :
a. Random atau Acak
Dalam peranoangan suatu produk maupun merancang suatu lingkungan kerja sebaiknya memperhatikan faktor-faktor random dari populasi yang ada, seperti misalnya : keacakan jenis kelamin, usia, pekcrjaan, dan Iain-lain.
b. Pertimbangan Suku
Latar belakang suku bangsa akan memberikan karakteristik yang berbeda satu dengan laiimya, aiitara lain cara berpikir, perbedaan adat-istiadat, cara bertindak, dan cara menggunakan suatu produk atau melakukan pekerjaan tertcntu.
c. Pertimbangan Jenis Kelamin
Jenis kelamin sangat penting sebagai bahan pertimbangan peranoangan, mengingat ukuran tubuh jenis kelamin laki-laki secara fisik pada umumnya lebih besar daripada wanita.
II
d. Perumbangan Usia
Terdapat lima klasifikasi usia pada manusia : - usia bayi
- usia anak-anak - usia rcmaja - usia dcwasa
V
- usia lanjut
Secara umum dimcnsi tubuh manusia akan tumbuh dan bertambah besar sampai batas usia dewasa, namun setelah itu tinggi badan akan cenderung menuran yakni antara lain disebabkan berkurangnya elastisitas tulang belakang (intervertebral disc). Selain itu dinamika gerakan tangan dan kaki juga akan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia.
e. Pertimbangan Pekerjaan
Pekerjaan dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam rancangan, mengingat setiap jeius pekerjaan memiliki tingkat klasilikasi dan tingkat kerumitan scrta tingkat intensilas pekerjaan tertentu. Dalam hal ini juga diperlukan sualu rancangan yang dapat mengakomodasi segala kesulitan dan hambalan yang membuat pekerjaan tersebut tidak terselesaikan dengan baik.
f. Pertimbangan Keteibatasan Fisik
Seiring dengan perkctnbangan crgonomi, maka rancang bangun fasilitas akomodasi untuk para pendente cacat tubuh secara fisik diberi prioritas schingga mereka dapat ikut serta merasakan kesamaan dalam penggunaan jasa dari ilmu ergonimi di dalam masyarakat luas. Masalah yang sering
timbul seperti : keterbatasan jarak jangkau, dibutuhkan ruang kaki (knee
12
space) untuk rancang bangun meja kerja, disediakan jalur / lorong khusus kursi
roda, dan Iain-lain, g. Pertimbangan Pakaian
Tubal lipis pakaian yang dipakai karena laktor iklim yang berbeda akan mcmbcri variasi yang berbeda-bcda pula dalani rancangan.
h. Kehamilan
Kondisi semacatn ini jclas akan berpengaruh pada bentuk ukuran tubuh (khusus perempuan) sehingga memerlukan perhalian khusus terhadap produk-produk j'ang dirancang.
Akhirnya sekalipun segmentasi dari populasi yang ingin dituju dari rancangan suatu produk selalu berhasil diidentifikasikan sebaik-baiknya berdasarkan iaktor-laktor seperti yang telah diuraikan, namun adanya variasi ukuran bukan tidak mitngkin tetap dijumpai.
2.2.3. Cara Pengukuran Dimeasi Tubuh
Pada umunya pengukuran dimensi tubuh ini dibagi mcnjadi dua yaitu diinensi siruklural dan dimensi fungsional.
a. Dimensi Struktural
Dimensi struktural diambil atau diukur dari tubuh dalam posisi statis. Pada keadaan statis ini dapat diambil berbagi ukuran dari posisi yang berbeda.
b. Dimensi Fungsional
Dimensi fungsional diukur dari posisi tubuh yang dihasilkan dari gerakan.
Meskipun dimeasi struktural tubuh berguna untuk tujuan desain tertentu,
13
dimeusi fungsiotuu tubuh numgkin lebih berguna dalam memecahkan masalah desain. Hal ini mcngingat kcbanyakan dalam kchidupan orang tidak dalam keadaan diam dan lagi dalam siluasi bekerja maupun lidak bekerja, manusia sering bergerak.
Ukuran tubuh yang dipcrlukan pada hakekatnya tidak sulit untuk diperoleh dari pengukuran secara individual, seperti halnya dijumpai untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan. Situasi menjadi berubah manakala lebih banyak lagi produk standar yang haras dibuat untuk dioperasikan oleh banyak orang. Permasalahan yang timbul disini adalah ukuran siapa yang nantinya dipilih sebagai acuan untuk mewakili populasi yang ada.
Mcngingat ukuran individu akan bervariasi satu dengan lainnya, maka perlu penetapan data antropometri yang sesuai dengan populasi yang menjadi target sasaran produk tersebut.
2.2.4. Persentil
Persentil adalah suatu nilai yang menyatakan persentasi tertentu daii sekelompok orang yang dimcnsinya sama atau lebih rendah dari nilai tersebut.
Antropometri 95 persentil menyatakan 95% populasi berada pada atau dibawah ukuran tersebut, scdangkan 5 persentil akan menunjukkan 5% populasi bcrada pada atau dibawah ukuran itu. Sebagai contoh, 95 persentil tinggi dari suatu populasi adalah 165 cm, hal ini berarti terdapat 95% dari populasi mempunyai tinggi badan sama atau kurang dari 165 cm atau 5% dari populasi mempunyai tinggi lebih tinggi dari 165 cm. 95 persentil menunjukkan tubuh berukuran besar scdangkan 5 persentil menunjukkan tubuh berukuran kecil.
M
Persenlil dari antropornetri dapat diliitung dengan mengikuti pola distribusi normal, yaitu seperli gambar dibawah ini:
95%
2,5Percentile x 97.5-th Percentile
Gambar 2.1
Dtstribust Normal dengan Data Antropornetri 95 -th Percentile
Pemakaian nilai-nilai persentil yang umum diaplikasikan dalam perhitungaan data antropornetri dapat dilihat pada label 2.1 :
label 2.1. Perhilungan Nilai Persentil
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Persentil 1 2.5 5 10 50 90 95 97.5
99
Pertiltungan x-2.325ox x-1.960ox x-1.645ox x-1.260ox
X x+1.280ox X+1.645ox x+1.960ax x+2.325ax
Aplikasi Antropomctri Dalam Perancangan
Sebelum mclakukan perancangan, agar dihasilkan produk yang sesuai dengan ulcuian tubuli manusia yang mcngoperasikannya, maka harus dipcrhatikan prinsip- prinsip dalam aplikasi data anuopomctri yailu :
a. Prinsip Perancangan Produk Bagi Individu dengan ukuran Ekstrim
Pcrancangan produk dibuat agar dapat memenuhi dua sasaran produk yaitu : - Bisa scsuai untuk ukuran tubuh manusia dengan klasiltkasi ekstrim
(tcrlalu b'vS'ar atau kecil).
- I'etap bisa digunakan untuk memenuhi nkuran hibuh mayoritas dari populasi yang a da
Agar dapat memenuhi sasaran lersebut maka ukuran yang diaplikasikan ditetapkan dengan cara :
- Untuk dimensi minimum didasarkan pada nilai persentil yang tcrbesar seperti 90, 95, alau 99 persentil. Conloh penggunaannya sepei ti di dalam pembuatan pinlu, kursi, dan Iain-lain.
Untuk dimensi maksimum didasarkan pada nilai persentil tcrkeeil seperti 1, 5, atau 10 persentil. Contohnya dalam perancangan alat kontrol yang dijangkau olch lengan.
b. Mnsip Perancangan Produk Yang Htsa j Moperasikan Wantara Rentang Ukuran Tettentu
Rancangan bisa diubah-ubah ukurannya sehingga cukup fleksibel dioperasikan oleh berbagai populasi yang memiliki ukuran dimensi tubuh yang berbeda.
16
c. Prinsip Pcrancangan Produk Dcngan Ukuran Rata-rata
Umunmya juslru stdikit sckali populasi yang berada dalain ukuran rata-rata sehingga produk dirancang dan dibuat untuk mercka yang berukuran rata-rata, scdangkan bagi mercka yang mcmiliki ukuran ekstrim akan dibuatkan rancangan tersendiri.
Berkaitan dcngan aplikasi data antropometri yang diperlukan dalam proses perancangan produk atnupun fasilitas kerja, maka ada bebcrapa saran yang bisa diberikan scsuai dengan langkah-langkah scperti berikut:
1. Perrama kali terlebih dahulu hams ditetapkan anggota tubuh yang mana yang nantinya akan difungsikan untuk mengoperasikan rancangan tersebut.
2. Tentukan dimensi tubuh yang penting dalam proses perancangan tersebut.
3. Sclanjulnya tentukan populasi tcrbcsai yang harus dianlisipasi, diakomodasikan dan menjadi target utama pemakai rancangan produk tersebut. Hal ini lebih dikcnal scbagai market segmentation.
4. Tctapkan prinsip ukuran yang harus diikuti seniisal apakah rancangan tersebut untuk ukuran individual yang ekstrim, rentang ukuran yang fleksibcL ataukah ukuran rata-rata.
5. Pilih prosentasc populasi yang harus diikuti.
6. Untuk sctiap dimcnsi tubuh yang telah diidentifikasikan sclanjutnya tctapkan nilai ukurannya dari tabel data antropometri yang sesuai. Aplikasi kan data tersebut dan tambahkan faktor kelonggaran bila diperlukan.
17
2.3. Biomekanik
2.3.1. Definisi Biomekanik
Ada beberapa definisi tentang biomekanik yang dikemukakan oleh para ahli:
-Menurut Winter (1979) Biomekanik dari gerakan manusia adalah bidang ilmu yang mcnyelidiki, mcnggambarkan, dan mcnganalisa gerakan-gerakan manusia -Menurut Contini dan Drillis (1996) Biomekanik adalah ilmu yang merryelidiki
pengaruh gaya-gaya internal dan eksternal pada tubuh manusia baik dalam keadaan diam maupun bergerak.
- Menurut Frankel dan Nordin (1980) Biomekanik adalah disiplin ilmu yang menggunakan hukum-hukum fisika dan koasep-konsep rekayasa untuk menggambarkan gerakan pada segmen mbuh manusia dengan menganalisa gaya yang lerjadi pada segmen tubuh tersebut.
2.3.2. TubuJi Sebagai Sistem I'engungkit
Didalam mclakukan analisa biomekanik, tubuh manusia dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri dari link dan joint. Tiap link akan mewakili segmen lubuli terleulu dan tiap joint menggambaikan sendi yang ada.
Menurut Chaffin dan Anderson (1984) tubuh manusia terdiri dari enam link, yaitu :
1. L/«£lengan bawah dibatasiyo/«/ tangan dan siku 2. Link lengan atas dibatasi joint siku dan bahu 3. Link punggung dibz\a$>i joint bahu dan pinggul 4. Link palia dibatasi joint pinggul dan lulut
IK
5. Link beds dibatasi/tw«/ lulul dati mala kaki 6. Link kaki dibatasi joint mata kaki dan kaki
Keenam link lersebut dapal dililiat pada ganibar 2.2.
Mengenai panjang tiap link dapal diukur berdasar pcrscntase lertenlu dari tinggi badan, scdangkan beratnya berdasarkan persentase dari berat badan.
Sclain ilu pencniuanlctak pusat massa dari tiap link juga bcrdasarkan persentase standarl yang ada.
Ganibar 2.2
Tubuh Sebagai Sistem Enarn Link (Siunber: Ayoub & Mital, 1989)
19
2.3.3. Analisa Mekanik
Menurut Winter (1979), ada tiga tipc gaya yang bekerja di dalam lubuh manusia, yaitu :
- Gaya Gravitasi
Yailu gaya yang niclalui pusat niasa dari liap segm.cn lubuh nianusia dengan arah kc bawah, gaya ini besarnya adalah :
Masa x Pcrccpatan gravitasi - Gaya Otot
Yaitu gaya yang terjadi pada bagian sendi, misalnya akibat gesekan sendi ataupun akibat gaya otot yang melekat pada sendi. Gaya ini menggambarkan besarnya momcn otot
- Gaya Reaksi
Yaitu gava yang terjadi akibat beban pada segmen lubuli dan berat segmen lubuli itu sendirL
Dengan incndeiitiLsikan jcnLs pekeijaan dan postui lubuli di dalam melakukan pekcrjaan terscbut, dapat dilutung besaniya gaya dan momcn yang Icrjadi pada sctiap linl dan sendi niclalui analisa mekanik baik pada lubuli dalam posisi diam (biostatik) maupun pada saat bergerak (biodinamik).
Dalam analisa terscbut didasarkan pada hukum Newton tentang kesetimbangan. Hukum kesetimbangan gaya menyatakan bahwa penjumlalian aljabar dari semua gaya yang bckerja pada suatu benda dalam keadaan kesetimbangan statis adalah sama dengan nol atau 2F=0.
20
Untuk mendapatkan kesetinibangan gaya secara lengkap, maka gaya-gaya yang dibedakan sedikitnya dalam dua arah yaitu vertikal dan horisonlal. Schingga rumus untuk kesetimbangan gaya didapalkan sebagai berikut:
£Fx 0; untuk arah horizontal ZFy^O; untuk arah vertikal
Selain itu diketahui pula hukum kesetimbangan momen yang mengatakan balivva penjumlalian aljabar momen-mumen dari semua gaya yang bekeija pada suatu benda dalam keadaan kesetimbangan stalls adalah soma dengan nol atau
£ M 0.
Selanjulnya dengan mcngaplikasikan prinsip-prinsip dasar mekanika diatas, dapat dilakukan analisa biumekanik pada berbagai segmen tubuli manusia. Dengan memandang lubuh sebagai mulli link, maka hasil perhitungan gaya dan momen suatu link akan dipengaruhi link sebelumnya, dan akan mempengarulii link sclanjulnya. Olch sebab itu link terakhir (link kaki) akan menahan beban yang bcrasal dari beral seluruh link sebelumnya, beban ekstcrnal, maupun beban link itu sendiri.
Pcrubahan posisi tubuh akan menyebabkan perubahan sudut antara segmen tubuh dengan garis horisontal. Perhitungan gaya tidak akan berpengaruh akibat peruhahan sudut tersebut, tetapi nilai momen akan berubah-ubah. Gaya dan momen itu akan menimbulkan tekanan baik pada sistem otot maupun sistem tulang.
2!
2.4. Beberapa Prinsip Umuni Dalam Merancang Kursi
Memang metancang kursi yang nyaman adalah sulit mengingat perbedaan perscpsi trap orang tenlang keuyamanau. kesulitan lain adalah dikaicnakan ukuran lubuh uunusia tidak ada yang sania. Olch karena ilu (idak ada rancangan kursi yang icrbaik.
Bcrikut ini adalah bcbcrapa piinsip dalam mcndcsain kursi.
a. Mcnycdiakan penyangga dacrah lumbar
Pada waktu kita bcrdiri tcgak, dacrah lumbar pada tulang belakang (dacrah kecil di punggung, tepat di atas pantat) berada dalam poslsi norma), yaitu mclengkung ke dalam atau concave dan biasa disebut dcngan lordosis. Lumbar lordosis dalam posisi normal meratakan atau meluruskan tulang belakang mendekati sumbu vertikal melewati paha dan panggul. Meskipun demikian, apabila seseorang duduk dcngan paha membentuk 90°, dacrah lumbar akan lurus dan dapat dikatakan melengkung ke luar atau convex, hal ini disebut fdfosis. Lumbar kifosis menyebabkan meningkatnya tekanan pada piringan
sendi yang terdapat diantara hilang belakang.
Andersson < 1979) menyalakan bahwa dengan memakai penyangga lumbar sekilar 2 inchi atau 5 cm akan menjaga lumbar lordosis dengan sudut sandaran punggung 90". Jika sudul sandaran punggung 110° dan memakai penyangga lumbar rriaka benluk dari lumbar adalali menyerupai benluk pada saat orang bcrdiri. Yang mcnarik adalali bahwa dari penyangga lumbar lidak perlu sccara tcpat Iclaknya pada lengkungan dalam dacrah punggung bavvali.
22
SLtr 1
• l mi m
Gambar 2.3
Posisi waktu berdiri dan duduk
(Sumber: Sanders & Mc Cormick, 1992)
b. Meminimumkan tekanan pada piringan sendi
Piringan sendi yang terletak di antara tulang belakang dapat rusak akibat tekanan yang keras. ICursi yang tidak dilengkapi dengan penyangga seperti sandaran punggung akan tnenyebabkaii bertambalmya tekanan bahkan tekanan terscbut lebih bcsar bila dibandingkan pada saat berdiri. Nachemson dan Elfstrom (1970) menvatakan baliwa duduk tanpa mcmakai penyangga akan tnenyebabkaii bertambalmya tekanan sampai 40% dibandingkan saat berdiri.
Duduk dengan posisi merosot ke depan akan menambah tekanan sebesar 90%
dibanding dengan saaC berdiri.
Andcrsson (1987) menyatakan beberapa faktor yang dapat mengurangi tekanan pada daerah piringan sendi. Dengan memakai sandaran punggung dengan sudut 100° sampai 110° dapat mengurangi tckanan tersebut. Pcmakaian penyangga lumbar dan sandaran tangan juga dapat mengurangi tekanan.
Kyphotic oulwafd
23
c. Meminimumkan beban slatis pada otot bagian belakang
Anderson menyatakan baliwa aktivitas otot yang diukur dengan electromyography (l£MG) adalah sama pada saat orang berdiri maupun sedang duduk. Pada kenyataannya aktivitas EMG akan menurun kctika kita sedang duduk merosot ke depan. Meskipun detnikian posisi ini akan meningkatkan tckanan pada piringan sendi. Olch karena ilu harius dicari jalan lain tanpa mengorbankan piringan sendi.
Andersson dan Ottengren menemukan bahwa aktivitas otot pada daerab punggung akan berkurang apabila memakai sandaran punggung yang membentuk sudul 110". Sudut di atas itu akan menyebabkan punggung dalam keadaan rilcks.
d. (Vfengurangi posisi van?* statis
Posisi tubnh yang statis menurut Grieco (1986) adalah suatu posisi duduk dimana hampir tidak ada penibahan atau gerakan tubuh unluk waktu yang cukup lania. Tubuh nuinusa tidak dapat bertahan dalam kondisi ini. Piringan sendi yang lerletak dianlara iulang belakang sangat tergantung pada perubahan tckanan untuk menerinia nutri&i don tncnimdalikan sisa buangan. Pada piringan sendi tidak terdapat supply daiah, cairan hanya dapat bertukar akibat tckanan. Duduk dengan satu posisi tidak peduli baiknya kursi tcrscbut akan mengakibatkan berkuxangnya pertukaran nutrisi. Posisi tubuh yang statis juga menambah beban statis pada punggung dan otol balm. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan dapat menyebabkan kejang. Posisi statis juga menyebabkan berkurangnya aliran darah pada kaki dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya bengkak serta ketidaknyamanan. ,;,erencanaan kvirsi yang baik haruslah dapat mengurangi posisi
21
tubuh yang statis dengan cara membiarkan para pemakainya untuk bergerak bebas dalam arti mudah untuk mcngubah posLsi duduknya. Iial ini dapat dicapai apabila kursi yang ada tidak tcrlalu sempit. Pertimbangan untuk menentukan berapa perscntil yang harus dipakai harus didasarkan pada keleluasaan orang untuk mcugubali posisi duduknya.