• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS HUKUM MALANG 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS HUKUM MALANG 2021"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

TERHADAP DANA NASABAH YANG DIGELAPKAN OLEH PEGAWAI KOPERASI

(Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg)

SKRIPSI

Oleh :

Zulkiflia Ainur Rosida 21801021012

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS HUKUM

MALANG

2021

(2)

ii

EFEKTIVITAS PENERAPAN ASAS VICARIOUS LIABILITY TERHADAP DANA NASABAH YANG DIGELAPKAN OLEH

PEGAWAI KOPERASI

(Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg)

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Oleh :

Zulkiflia Ainur Rosida 21801021012

UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS HUKUM

MALANG

2021

(3)

x

EFEKTIVITAS PENERAPAN ASAS VICARIOUS LIABILITY TERHADAP DANA NASABAH YANG DIGELAPKAN OLEH PEGAWAI KOPERASI

(Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg)

Zulkiflia Ainur Rosida

Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Pada skripsi ini, penulis mengangkat permasalahan Efektivitas Penerapan Asas Vicarious Liability Terhadap Dana Nasabah yang Digelapkan oleh Pegawai Koperasi (Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg). Berdasarkan latar belakang tersebut, penulisan tugas akhir skripsi ini mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan asas vicarious liability terhadap perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg? 2.

Bagaimana tanggungjawab manager koperasi swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai koperasi?

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis,dan menggunakan jenis data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan wawancara dan observasi. Analisis data yang dilakukan secara deksriptif kualitatif.

Hasil penelitian dari penulisan skripsi ini adalah 1). Penerapan asas vicarious liability terhadap perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg adalah bisa dilakukan dan dikaitkan dengan perkara ini. Karena pertanggungjawaban pengganti bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak melakukan kesalahan tetapi bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya dengan keterikatan pekerjaan atau dalam satu lingkup pekerjaan. 2).

Tanggungjawab manager koperasi swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai koperasi ini adalah tanggungjawab atas kerugian yang disebabkan oleh pegawai koperasi tersebut berakibat managernya yang harus bertanggungjawab untuk mengganti kerugiannya dengan cara tanggung renteng bersama tergugat II yaitu PT. Bank Bukopin, Tbk, Cabang Malang. Untuk ganti rugi yang harus dilakukan adalah bunga dan simpanan berjangka sebesar Rp. 275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan pembebanan biaya perkara sebesar Rp. 1.121.000,00 (satu juta seratus dua puluh satu ribu rupiah).

Kata Kunci : Efektivitas, Asas Vicarious Liability, Dana Nasabah

(4)

xi

SUMMARY

THE EFFECTIVENESS OF APPLICATION OF THE VICARIOUS LIABILITY PRINCIPLE ON CUSTOMER FUNDS EMBROIDERED BY COOPERATIVE

EMPLOYEES

(Case Study Case No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg) Zulkiflia Ainur Rosida

Faculty of Law, Islamic University of Malang

In this thesis, the author raises the issue of the Effectiveness of the Application of the Vicarious Liability Principle on Customer Funds Embezzled by Cooperative Employees (Case Study No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg). Based on this background, the writing of this final project raises the formulation of the problem as follows: 1. How is the application of the principle of vicarious liability to case No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg? 2. What is the responsibility of the Swamitra cooperative manager regarding customer funds being embezzled by cooperative employees?

In this study, the authors used empirical juridical research methods using a sociological juridical approach, and used primary and secondary data types, while the data collection techniques were interviews and observations. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner.

The research results from writing this thesis are 1). Application of the principle of vicarious liability to case No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg is possible and related to this case.

Because substitute responsibility can be carried out by someone who has not made a mistake but is responsible for mistakes made by his subordinates with work attachments or within one scope of work. 2). The responsibility of the manager of the Swamitra cooperative regarding customer funds that were embezzled by the employees of this cooperative is the responsibility for the losses caused by the employees of the cooperative resulting in the manager who must be responsible for compensating for the losses by joint and multiple responsibility with Defendant II, namely PT. Bank Bukopin, Tbk, Malang Branch. For compensation that must be done is interest and time deposits of Rp. 275,000,000 (two hundred and seventy five million rupiahs) and charges

Keywords: Effectiveness, Vicarious Liability Principle, Customer Funds

(5)
(6)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara hukum, yang dimana segala sesuatu yang dilakukan oleh masyarakat diatur oleh hukum. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat pasti akan dikenai sanksi serta akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan. Di dalam hukum pidana ada suatu asas yang bernama vicarious liability atau dapat diartikan pertanggungjawaban. Tetapi ternyata tidak hanya bisa dilakukan didalam hukum pidana saja, asas vicarious liability dalam hukum perdata juga dapat dijadikan penerapan menyelesaikan suatu masalah. Asas vicarious liability menurut Barda Nawawi Arief adalah suatu konsep pertanggungjawaban seseorang atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, seperti tindakan yang dilakukan masih dalam ruang lingkup kerja atau dalam satu lingkup pekerjaannya.1 Vicarious Liability merupakan ajaran yang berasal dari hukum perdata dalam Common Law System, yaitu doctrine of respondeat superior dalam pengertiannya hubungan karyawan atau pegawai dengan majikan atau atasan atau antara pemberi kuasa dengan penerima kuasa berlaku bahwa seseorang yang berbuat lewat orang lain maka dianggap sebagai perbuatan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Dapat disimpulkan

1 Barda Nawawi Arief, (2006), Sari Kuliah Perbandingan Hukum Pidana, (Jakarta: PT.

Rajagrafindo Persada), Hal. 151

(7)

dalam hal ini atasan bertanggungjawab atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya selama kesalahan itu dilakukan dalam konteks atau dalam ruang lingkup pekerjaannya.2

Berbicara tentang pertanggungjawaban, pertanggungjawaban sangat dibutuhkan dalam segala bentuk aspek, mulai dari badan hukum atau badan usaha. Contohnya adalah koperasi. Koperasi berasal dari kata corporation yang berarti kerjasama, sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan koperasi adalah suatu kumpulan yang dibentuk oleh para anggota atau peserta yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya dengan harga yang relatif rendah dan bertujuan untuk memajukan taraf hidup bersama.3Koperasi adalah sebuah badan usaha yang memiliki badan hukum dan lingkup geraknya lebih besar daripada Perseroan Terbatas, yaitu selain menjadi badan usaha yang melakukan perdagangan atau jasa namun koperasi juga memiliki kegiatan simpan pinjam yang sama dengan perbankan , akan tetapi koperasi memiliki batasan pelayanan yakni hanya anggotanya saja yang dilayani. Sebagai badan usaha, koperasi juga memiliki badan hukum. Dalam artian koperasi bisa dikatakan mempunyai badan hukum jika ada sebuah pengesahan yang diterbitkan untuk mengesahkan berdirinya sebuah koperasi tersebut dengan tercatatnya koperasi di akta notaris dan sudah disahkan oleh Kementerian Koperasi. Menurut UU No.17 Tahun 2012, koperasi adalah sebuah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan

2 Sutan Rehmi Sjahdeini, (2006), Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, (Jakarta: Grafiti Press).

Hal. 84

3 Hendi Suhendi,(2002), Fiqh Muamalah, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada).Hal.289

(8)

3

atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal dalam menjalankan usahanya. Yang bertujuan memenuhi aspirasi dan kebutuhan dibidang ekonomi, sosial dan budaya yang sesuai dengan prinsip dan nilai dalam Koperasi. Sedangkan berdasarkan Undang- Undang Perkoperasian No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian memiliki arti bahwa koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang ataupun badan hukum yang berlandasan bahwa setiap kegiatannya didasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan.4

Adapun tujuan dari koperasi menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 bahwa koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan para anggotanya secara khusus dan pada masyarakat secara umum serta ikut membangun tahanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju adail makmur dan sejahtera berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sedagkan menurut Undang-Undang No.

25 Tahun 1992 koperasi mempunyai fungsi yaitu:

a. Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi para anggota dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekeonomi dan sosial.

b. Berperan secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan dan bermasyarakat.

4 Sonny Sumarsono, (2003), Manajemen Koperasi, (Yogyakarta:Graha Ilmu), Hal.1

(9)

c. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional secara bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

d. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi.

Dalam koperasi tentunya ada yang dinamakan nasabah, karena mereka saling keterkaitan satu sama lain. Nasabah menurut Kamus Perbankan yaitu orang atau badan yang mempunyai rekening simpan pinjam pada bank.5 Adapun pengertian dari nasabah debitur adalah nasabah yang memperoleh fasilitas kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang disamakan dengan berdasarkan perjanjian bank dan nasabah yang bersangkutan (Pasal 1 Angka 18 Undang-Undang Nomor.

10 Tahun 1998)6

Berdasarkan penelitian yang diteliti saat ini, penulis mendapatkan suatu permasalahan yang didapatkan dari Studi Kasus Perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg dimana koperasi USP Swamitra tidak bertanggungjawab atas dana nasabah yang dibawa kabur oleh pegawainya sehingga menyebabkan kerugian yang jumlahnya sangat besar untuk nasabah USP Swamitra. Penulis ingin mengetahui bagaimana pertanggungjawaban yang akan dilakukan oleh koperasi untuk mengganti rugi kerugian yang dialami oleh nasabah tersebut.

Maka, dengan latar belakang diatas penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam dan ingin melakukan penelitian dengan mengambil judul

5 Saladin Djaslim, (2002), Manajemen Pemasaran, (Bandung: PT. Linda Karya), Hal. 7

6 Thy Widiyono,(2006), Aspek Hukum Operasional Transaksi Produk Perbankan Di Indonesia, (Bogor: Ghalia Indonesia), Hal.30

(10)

5

“EFEKTIVITAS PENERAPAN ASAS VICARIOUS LIABILITY TERHADAP DANA NASABAH YANG DIGELAPKAN OLEH PEGAWAI KOPERASI (Studi Kasus Perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg)”

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana penerapan asas vicarious liability terhadap perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg?

2. Bagaimana tanggung jawab manager koperasi Swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai koperasi?

C. Tujuan Penelitian

Dengan dicantumkan uraian rumusan permasalahan diatas, maka penulis memiliki tujuan dalam penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui penerapan asas vicarious liability terhadap Perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg.

2. Untuk mengetahui tanggung jawab manager koperasi Swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai koperasi.

D. Manfaat Penelitian 1. Secara teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk:

a. Bagi Mahasiswa

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan terkait dengan Efektivitas Penerapan Asas Vicarious Liability Terhadap Dana Nasabah Yang Digelapkan Oleh Pegawai Koperasi (Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg).

(11)

b. Bagi Fakultas

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi untuk fakultas guna pengembangan ilmu pengetahuan.

c. Bagi Peneliti Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan dan menjadi rujukan bagi peneliti berikutnya pada masa yang akan datang.

2. Secara praktis a. Bagi Masyarakat

Untuk mengetahui cara penyelesaian yang ada didalam masyarakat apabila terjadi permasalahan yang sama seperti permasalahan yang diangkat oleh penulis yaitu pertanggungjawaban koperasi terhadap nasabah yang uangnya digelapkan oleh pegawai koperasi serta dicairkan tidak berdasarkan prosedur yang ada.

b. Bagi Koperasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan penyelesaikan masalah kepada koperasi apabila terjadi peristiwa atau permasalahan yang sama dengan pembahasan yang terkait dengan judul ini.

c. Bagi Pemerintah

(12)

7

Serta diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah jika ada permasalahan yang terkait dengan penulisan dan dapat diharapkan perkembangan ilmu hukum khususnya dalam bidang hukum perdata.

E. Orisinalitas Penelitian

Berdasarkan dengan skripsi yang sedang dikerjakan oleh penulis yang berjudul Efektivitas Penerapan Asas Vicarious Liability Terhadap Dana Nasabah yang Digelapkan oleh Pegawai Koperasi (Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg) dan dengan penulusuran penulis belum pernah diteliti atau dibuat skripsi oleh peneliti sebelumnya, tetapi terdapat judul yang berkaitan dengan pertanggungjawaban koperasi dana nasabah yang digelapkan. Dari persamaan, perbedaan yang ada pada skripsi terdahulu yaitu:

PROFIL JUDUL

MUSA KEVIN PUTRATAMA BANJARNAHOR SKRIPSI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

PERTANGGUNGJAWABAN

PENGURUS KOPERASI YANG

DIDUGA MENGGELAPKAN DANA ANGGOTA KOPERASI SEHINGGA KOPERASI PAILIT (STUDI PUTUSAN NOMOR18/Pdt.Sus-

Pailit/2019/PN.NIAGA.Sby) ISU HUKUM

1. Bagaimana Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Koperasi Menurut Undang-undang Koperasi?

2. Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Kepailitan Koperasi?

3. Bagaimana Bentuk Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Yang Diduga Menggelapkan Dana Anggota Koperasi Sehingga Koperasi Pailit Pasca Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Nomor 18/Pdt.Sus- Pailit/PN.NIAGA.Sby?

HASIL PENELITIAN

1. Tugas serta tanggungjawab pengurus koperasi menurut UU Koperasi dapat dilihat dalam Pasal 30 ayat (1) dijelaskan tentang tugas dari pengurus koperasi ialah yang pertama mengelola koeprasi dan usahanya, kedua mengajukan rancangan kerja serta rancangan

(13)

anggaran pendapatan dan belanja koperasi, ketiga yaitu mengadakan rapat anggota, keempat mengajukan laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, yang kelima adalah mengadakan pembukuan keuangan serta inventaris secara tertib dan mememlihara buku anggota dan pengurus.

2. Pertanggungjawaban pengurus koperasi serba usaha Mitra Perkasa terhadap anggota koperasi sebagai pemohon pailit pasca dinyatakan pailit olrh pengadilan niaga yaitu harus bertanggungjawab mengembalikan dana atau melunasi hutang kepada anggota koperasi dengan besaran yang sesuai dengan tulisan yang teretra dalam putusan. Apabila kekayaan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi hutang atau mengembalikan uang yang digelapkan maka pengurus maka harus mengembalikan atau melunasi menggunakan kekayaan pribadi pengurus.

PERSAMAAN Mempunyai Persamaan Objek Yang Dikaji Yaitu pertanggungjawaban koperasi terhadap dana yang menyebabkan kerugian untuk pihak lain.

PERBEDAAN Fokus penelitian ini berada pada kepailitan yang dihasilkan karena adanya penggelapan dana oleh koperasi.

KONTRIBUSI Berguna sebagai bahan kajian mengenai bagaimana putusan tentang penggelapan yang dilakukan pengurus/pegawai koperasi yang menyebabkan kerugian untuk pihak lain ditinjau dari hukum perdata.

Sedangkan penelitian yang dikerjakan oleh penulis ialah:

PROFIL JUDUL

ZULKIFLIA AINUR ROSIDA SKRIPSI UNIVERSITAS ISLAM

MALANG

EFEKTIVITAS PENERAPAN ASAS

VICARIOUS LIABILITY TERHADAP DANA NASABAH YANG DIGELAPKAN OLEH PEGAWAI KOPERASI (Studi Kasus Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg)

ISU HUKUM

1. Bagaimana penerapan asas vicarious liability terhadap perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg?

2. Bagaimana tanggung jawab manager koperasi Swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai koperasi?

NILAI KEBARUAN

1. Mengetahui apakah asas vicarious liability efektif diterapkan dalam pertanggungjawaban dana koperasi yang digelapkan oleh pegawai koperasi.

(14)

9

2. Mengetahui objek yang bertanggungjawab jika ada pegawai koperasi yang menggelapkan dana nasabah yang tidak sesuai prosedur.

F. Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah jenis penelitian yuridis empiris. Adapun penelitian yuridis empiris merupakan penelitian yang ditujukan dan dilakukan dengan mengakaji peraturan perundang-undangan dan bahan hukum tertulis lainnya yang digunakan dalam penulisan skripsi ini7. Penelitian empiris merupakan istilah dari lain yang digunakan dalam penelitian hukum sosiologis dan dapat disebut sebagai penelitian lapangan. Penelitian ini bertitik tolak dengan data primer.8 Selanjutnya untuk pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan yuridis sosiologis.

Pendekatan yuridis sosiologis adalah pendekatan yang melihat kenyataan yang ada dalam masyarakat. Pendekatan sosiologis merupakan pendekatan yang digunakan untuk melihat aspek hukum dan interaksi sosial didalam masyarakat dan sebagai penunjang untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi temuan bahan non hukum untuk keperluan penelitian.9

2. Lokasi Penelitian

7 Soerjono Soekanto,(1986), Pengantar Penelitian Hukum, (Jakarta : UI-Press), Hal. 20

8 Suratman, Philips Dillah, (2015), Metode Penelitian Hukum, (Bandung: CV. Alfabeta). Hal.53

9 Amiruddin, (2006), Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), Hal. 30

(15)

Pemilihan lokasi penelitian ini dilaksanakan pada Pengadilan Negeri Kota Malang beralamat pada Jl. A. Yani No. 198, Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang. Alasan penulis memilih lokasi ini adalah karena kasus yang diteliti diperkarakan dan diputuskan dalam Pengadilan Negeri Kota Malang dengan Perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg.

3. Jenis Data Penelitian

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan sekunder, adapaun penjelasan jenis data primer dan sekunder adalah sebagai berikut:

a. Data Primer

Data primer adalah data yang didapat langsung dari masyarakat sebagai sumber pertama dengan melalui penelitian lapangan. Perolehan data primer dapat dilakukan melalui pengamatan(observasi), wawancara ataupun penyebaran kuesioner.10

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku sebagai data pelengkap data primer. Sumber data sekunder penelitian ini adalah data yang diperoleh dengan melakukan kajian pustaka seperti buku-buku ilmiah, hasil penelitian dan sebagainya.11

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data secara wawancara,observasi secara langsung, dan

10 Suratman, op,.cit. Hal. 67

11 Amiruddin, op,.cit.Hal. 30-31

(16)

11

studi dokumen Penjelasan dari teknik pengumpulan data tersebut sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh informasi dengan cara bertanya secara langsung dan bertatap muka dengan narasumber. Penulis melakukan wawancara dengan Pengacara yang berkantor pada Enigma Law Firm dengan alamat berada pada Perumahan Villa Gunung Buring Jalan Kemayoran VI AG 23 C , Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

b. Observasi

Observasi adalah mendeksripsikan peristiwa yang terjadi, atau orang yang terkait dengan peristiwa itu, waktu dan kegiatan yang diberikan oleh para pelaku yang diamati dalam peristiwa yang bersangkutan.12 Dapat dijelaskan juga bahwa observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap peristiwa yang ada pada lapangan. Pada penelitian ini penulis mengikuti jalannya sidang atas Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg.

c. Studi Dokumen

Studi Dokumen adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dokumen untuk mendapatkan data atau informasi penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

12 Burhan Ahofa, (2004), Metode Penelitian Hukum, (Jakarta:Rineka Cipta), Hal. 58

(17)

Penulis melakukan studi dokumen berupa hasil putusan perkara dari Pengadilan Negeri Malang.

5. Analisis Data

Setelah data berhasil dikumpulkan baik data primer maupun data sekunder selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif. Artinya, mendeskripsikan atau menjelaskan ketentuan- ketentuan perundang-undangan dan konsep-konsep hukum serta para pendapat-pendapat hukum lalu dikaitkan dengan yang terjadi di masyarakat, selanjutnya ditarik kesimpulan.

G. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis membanginya menjadi 4 (empat) bab, selanjutnya dalam keempat bab tersebut dirinci lagi dalam beberapa sub agar pembaca mudah memahami. Adapun perinciannya sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bab ini dikemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, orisinalitas penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan

BAB II TINJUAN PUSTAKA. Dalam bab ini membahas tentang Koperasi, Asas Vicarious Liability, Penggelapan, dan Perbuatan Melawan Hukum

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini membahas tentang bagaimana penerapan Asas Vicarious Liability terhadap Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg, bagaimana tanggung jawab Manager

(18)

13

Koperasi Swamitra terkait dana nasabah yang digelapkan oleh pegawai Koperasi.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Dalam bab ini dikemukakan beberapa kesimpulan dan saran, sebagai sumbangan pemikiran dari penulis.

(19)
(20)

68 BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan dari uraian pembahasan diatas yang dapat diambil kesimpulannya yaitu:

1. Penerapan Asas Vicarious Liability terhadap Perkara No.

45/Pdt.G/2021/PN.Mlg dari hasil Putusan pada Pengadilan Negeri Kota Malang adalah penerapan asas tersebut bisa diterapkan dalam putusan perkara tersebut. Manager USP Swamitra yang bukan merupakan pelaku dari adanya penggelapan atau pencairan dana nasabah tersebut diharuskan atau diwajibkan bertanggungjawab memberi ganti rugi simpanan berjangka dan bunganya secara tunai dengan jumlah Rp.

275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan ganti rugi biaya perkara sebanyak Rp. 1.121.000,00 (satu juta seratus dua puluh satu rupiah) meskipun Manager tersebut bukanlah orang yang meneggelapkan dana tersebut.

2. Tanggungjawab Manager Koperasi Swamitra terkait Dana Nasabah yang Digelapkan oleh Pegawai Koperasi adalah Tergugat I (Manager) dalam Putusan Perkara No. 45/Pdt.G/2021 memutuskan Tergugat I atau Manager dan Tergugat II melakukan pertanggungjawaban atas kerugian yang disebabkan oleh pegawai dari Tergugat I dengan cara tanggung renteng atas segala kerugian bunga dan simpanan berjangka dan biaya perkara peradilan yang disebabkan atas perkara ini.

(21)

B. Saran

Berdasarkan dari uraian pada hasil dan pembahasan diatas maka dari itu penulis memberi saran sebagai berikut:

1. Sebagai sebuah lembaga yang berbadan hukum (recht person) maka sudah seyogyanya USP Swamitra dan Bank Bukopin cabang Malang harus melindungi dan menjamin deposito nasabah, karena nasabah terikat pada perjanjian antara nasabah dengan badan hukum tersebut.

2. USP Swamitra dan Bank Bukopin haruslah mengganti uang nasabah sebagai tanggung jawab USP Swamitra dan Bank Bukopin dan bukan hanya melimpahkan kewajiban mengembalikan uang yang digelapkan kepada Pegawai yang melakukan penggelapan atas dana nasabah tersebut, karena Perikatan yang terjadi terletak kepada USP Swamitra dan Bank Bukopin dengan nasabah.

(22)

70

DAFTAR PUSTAKA Buku

Amiruddin,2006, Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada) Ari Yusuf Amir,2020, Doktrin-Doktrin Pidana Korporasi, Jogjakarta:Arruzz Media.

Barda Nawawi Arief, 1998, Perbandingan Hukum Pidana (Semarang: Badan Penyedia Bahan Kuliah FH Undip).

,2006, Sari Kuliah Perbandingan Hukum Pidana, (Jakarta: PT.

Rajagrafindo Persada)

Burhan Ahofa, 2004, Metode Penelitian Hukum, (Jakarta:Rineka Cipta)

Bryan A. Garner, 2014, Black’s Law Dictionary. Thent Edition, St. Paul, Minn: West Publishing Co.

Departemen Pendidikan Nasional, 2012, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa (Edisi Keempat), PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Eva Novianty,2011, Analisa Ekonomi, FH UI, Jakarta

Hendi Suhendi, 2002, Fiqh Muamalah, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada).

Muladi, Dwidja Prayitno, 2011, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group)

Mustafa Abdullah, Soerjono Soekanto,1982, Sosiologi Hukum Dalam Masyarakat, Jakarta, CV. Rajawali.

Munir Fuady, 2002, Perbuatan Melawan Hukum, (PT. Citra Aditya Bakti).

Romli Atmasasmita, 1998, Asas-asas Perbandingan Hukum Pidana (Jakarta: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia)

Sabian Usman, 2009, Dasar-Dasar Sosiologi, (Yogyakarta: Pustaka Belajar) Saladin Djaslim, 2002, Manajemen Pemasaran, (Bandung: PT. Linda Karya) Sattar, 2017, Buku Ajar Ekonomi Koperasi, (Yogyakarta:CV. Budi Utama)

Soerjono Soekanto, 2007, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada.

,1986, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta : UI-Press.

,1987, Sosiologi Hukum Dalam Masyarakat, Jakarta, Remadja Karya

(23)

Sony Sumarsono 2003, Manajemen Koperasi, (Yogyakarta:Graha Ilmu).

Suratman dan Philips Dillah, 2015, Metode Penelitian Hukum, (Bandung: CV. Alfabeta).

Sutan Rehmi Sjahdeini, 2006, Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, (Jakarta: Grafiti Press).

Thy Widiyono, 2006, Aspek Hukum Operasional Transaksi Produk Perbankan Di Indonesia, (Bogor: Ghalia Indonesia, ),

Wirjono Prodjodikoro,2003,Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia,(Refika Aditama)

, 1983, Perbuatan Melanggar Hukum Dipandang Dari Sudut Hukum Perdata, Bandung:Sumur.

Peraturan Peurundang-undangan

Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1995 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi

Undang-undang No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian

Jurnal

Anhar,2014, Tinjauan Yuridis terhadap Tindak Pidana Penggelapan dengan Pemberatan yang Dilakukan Secara Berlanjut, Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion, Edisi I, Volume 2

Dipta Kharisma, Tri Yuniningsih, Efektivitas Organisasi Dalam Penyelanggaraan Pelayanan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Universitas Diponegoro

Faisol, 2019, Pertanggungjawaban Pidana Pengurus Korporasi Terkait Tindak Pidana Perdagangan Online, Yurisprudensi Vol. 2 No. 2.

(24)

72

Made Rony Setiawan, A.A Sagung Laksmi, Ni Made Sukaryati, 2020, Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penggelapan dalam Situs Jual Beli Online, Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 1, No 1-Agustus

Salam, Syukron, 2018, Desember, Perkembangan Doktrin Perbuatan Melawan Hukum Penguasa, Nurani Hukum, Vol. 1 No. 1

Internet dan Artikel

https://sugalilawyer.com/gugatan-perdata-perbuatan-melawan-hukum/

https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt51d592cf9865d/adakah-ukuran- kelalaian-dalam-hukum-pidana/

https://www.reqnews.com/fokus/34106/pernah-dengar-istilah-vicarious-liability-ini- penerapannya-dalam-hukum-perdata

(25)

LAMPIRAN

1. Wawancara dengan Pengacara Para Tergugat Bapak Gilang Agung Prabowo, S.H. dengan Perkara No. 45/Pdt.G/2021/PN.Mlg

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul ANALISIS FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN SHALAT JUM’AT DAN JAMAAH UNTUK MENCEGAH PENULARAN WABAH COVID19

Pada proses penyelsaian skripsi ini, maupun dalam kehidupan selama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, penulis banyak mendapatkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji daging putih 20% adalah konsentrasi dengan masa simpan paling lama untuk penyimpanan filet patin pada suhu rendah

Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) ada hubungan antara faktor fungsional dengan persepsi mahasiswa UPI yaitu sebesar 5,76%, hal ini dapat disimpulkan bahwa hubungan antara

Untuk menjawab pemasalahan yang dihadapi mitra, direalisasikan dalam kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) isolasi khitosan dari kulit udang limbah seafood untuk

Kami menggunakan asam sitrat sebagai sumber karbon karena asam sitrat memiliki distribusi berat molekul yang seragam dan bersifat reaktif terhadap sumber boron dan sumber

Meskipun pemerintah terus mengalami kerugian dari aktivitas pembangunan PASTY, pedagang satwa, pedagang tanaman hias, pedagang makanan dan pengelola parkir mengalami

Hasil penelitian ini mendukung teori Saks (1994) seseorang yang memiliki self efficacy tinggi akan akan mengerjakan pekerjaan dengan mempertimbangkan konsekuensi kesalahan,