3. Analisa Industri
3.1. Harapan dan Potensi Pertumbuhan Pasar
Air mempunyai peran vital dalam berbagai aktivitas. Rumah tangga di perkotaan biasanya mendapatkan kebutuhan air minum dari dua sumber, yairu dari PDAM atau air sumur. Namun, di kota besar seperti Surabaya, beberapa wilayah yang memiliki garis pantai, air berasal dari sumur sudah tidak direkomendasikan lagi untuk keperluan rumah tangga, terutama untuk aktivitas memasak karena adanya abrasi laut dan bentuk pencemaran lainnya. Jadi, praktis pasokan air minum untuk golongan masyarakat/wilayah yang kondisinya seperti ini amat bergantung pada perusahaan daerah air minum (PDAM).
Ketergantungan masyarakat akan pasokan air bersih, tidak diimbangi dengan pengelolaan PDAM yang profesional. Akibarnya, PDAM sebagai institusi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan, belum bisa memberi pelayanan yang baik. Baik itu menyangkut kualitas maupun kuantitas air yang disalurkan, yang notabene dijual kepada khalayak. Pragmatisme bisnis yang menggiurkan terkesan melatarbelakangi maraknya bisnis air minum dalam kemasan (Kompas, 29 November 2001).
Selain itu faktor lain yang ikut menunjang tumbuhnya kenaikan pasar air minum dalam kemasan ini adalah kemudahan masyarakat untuk mendapatkan informasi khususnya kesehatan di berbagai media massa. Dengan adanya informasi khususnya kesehatan masyarakat menjadi semakin kritis dan peduli terhadap kualitas dan kebersihan air yang setiap hari dikonsumsi.
5
6
Tahun
1998
1999
2000
2001
(Sumber
label 3.1 Kabupaten /
Kota
Pasuruan Sidoarjo Surabaya
Pasuruan Sidoarjo Surabaya
Pasuruan Sidoarjo Surabaya
Pasuruan Sidoarjo Surabaya BPS, Jatim, Ti
Rumah Tangga Jumlah RumahTangga
349.776 370.112 700.400
358.048 386.944 720.578
363.492 415.828 718.098
375.182 440.352 736.898 ihun 1998-2001
dan Sumber Air Minum Sumber Air Minum Air
Kemasan 987 4.372 45.013
2.371 13.578 48.940
1.771 9.759 38.576
2.664 22.722 62.194 ,diolah)
Leding
30.392 121.998 635.223
20.581 186.718 621.218
42.003 174.181 654.412
46.410 176.229 651.197
Sumur
175.001 173.552 8.860
156.225 148.754 9.758
164.055 166.438 6.732
158.439 168.479 10.758
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah rumah tangga pemakai air minum dalam kemasan mengalami peningkatan. Pada tahun 2000-2001 pertumbuhan pemakaian air minum dalam kemasan mengalami peningkatan untuk kabupaten Pasuruan sebesar 50,42 %, kabupaten Sidoarjo sebesar 132,83 % dan kota Surabaya sebesar 61,23 %.
3.2. Pertumbuhan Pemakaian Air Kemasan sebagai Sumber Air Minum
250
200
£ 150 c
as
Pertumbuh o o
n
-50
Pertumbuhan Pemakaian Air Kemasan Sebagai Sumber Air Minum
r 210.57
\
\ 1 4 0Y2 y 132.83
\ \ /
\ \ / v-61.23
\ \ / yy~
5042Pasuruan Surabaya Sidoarjo
•^872 ^ -28 YJ^1^
J^rwr^5^
1999 2000 2001 Tahun
(Sumber : BPS, Jatim, Tahun 1998-2001, diolab)
Peluang tersebut dapat ditangkap dengan baik oleh produsen air minum dalam kemasan. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah produsen air minum dalam kemasan dan juga munculnya usaha baru yaitu depot air minum isi ulang. Kebanyakan dari produsen air minum dalam kemasan dan depot air minum isi ulang ini tidak memproduksi sendiri gelas, gallon, botol, maupun tutupnya.
Perusahaan AMDK. pada umumnya membeli dari perusahaan pembuat kemasan plastik yang menjual gelas, gallon, botol, gelas dan tutupnya.Hal ini menyebabkan perusahaan pembuat kemasan air mineral menjadi usaha yang memiliki potensi untuk berkembang pesat.
s
Potensi pertumbuhan dari usaha pembuatan kemasan untuk air mineral dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
Tabel 3.3. Jumlah Produksi Mineral Water Bottle di Jawa Timur Tahun
1999 2000 2001
Jenis Produk
Mineral Water Bottle Mineral Water Bottle Mineral Water Bottle
Jumlah Produksi
20.981 31.441.000 40.628.345
Satuan Pasang Buah Buah
Nilai (000 Rp) 5.218.545 7.820.201 10.105.334 (Sumber : BPS Jatim, Tahun 1999-2001, diolah)
Dari data yang diperoleh disebutkan untuk memenuhi kebutuhan industri AMDK tahun 2002 dibutuhkan tidak kurang dari 6,129 miliar kemasan cup 220 ml. Kemudian, kemasan botol 600 ml sekitar 1,826 miliar. Di sisi lain, kapasitas produksi industri kemasan itu relatif terbatas.Terbukti hingga saat ini, belum seluruh kebutuhan kemasan industri AMDK bisa dipenuhi, terutama jenis galon yang belakangan ini permintaannya terus meningkat, contohnya kondisi pasar pada tahun 2001 permintaan akan kemasan galon sekitar 90 juta buah per bulan. Yang bisa dipenuhi oleh pabrik pembuat kemasan untuk air mineral yang ada saat ini hanya sekitar 70 juta per bulan (Suara Merdeka, 16 Januari 2002).Hal ini membuat usaha pembuatan kemasan air mineral menjadi bisnis yang menarik untuk digeluti.
3.2. Pasar dan Pelanggan.
3.2.1. Target Pasar
Pasar yang dituju oleh Star Plastic adalah pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) yang tidak memproduksi sendiri kemasan air mineral atau pabrik yang memproduksi kemasan sendiri tapi memiliki kekurangan kemasan untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu pasar lain yang dituju Star Plastic adalah Depot air minum isi ulang yang membutuhkan gallon dan tutup gallon
9
yang baru untuk menjual produknya. Berdasarkan hasil survei di 7 pabrik air minum dalam kemasan dan wawancara dengan Ibu Lisa Juliyani selaku pemilik U.D Bara Logam pada tanggal 14 Agustus 2003 diperoleh data jumlah pabrik air minum dalam kemasan yang tidak memproduksi sendiri kemasannya berjumlah
14 pabrik dari 17 pabrik yang menjadi objek survei dan wawancara.
3.2.2. Wilayah Pemasaran
Wilayah pemasaran dalam usaha pembuatan kemasan air mineral ini akan dipusatkan di Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan. Perusahaan Star Plastic memilih Surabaya karena di kota ini banyak terdapat depot air minum isi ulang.
Sedangkan Sidoarjo sebagai tempat berdirinya usaha dan di Pasuruan banyak terdapat pabrik air minum mineral. Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari Disperindag, jumlah pabrik air minum dalam kemasan di 3 daerah tersebut sampai tahun 2002 yang telah terdaftar berjumlah 38 pabrik sedangkan jumlah depot air minum isi ulang di daerah Surabaya berjumlah 150 depot (Kompas,8 November 2002).
3.2.3. Pangsa Pasar
Gambar 3.4. Pangsa Pasar AMDK di Surabaya,Sidoarjo,Pasuruan
Pangsa Pasar AMDK Di Surabaya,Sidoarjo,Pasuruan
•45% 1 V A \
4 3 %m W i \ m\ J
D2K3% i
BAqua
• Club
• Cheers
• Ades DJc
• Lairvlain
(Sumber data : Deperindag Jatim, Tahun 2000,diolah0
10
Produksi air minum dalam kemasan pada tahun 2000 di daerah Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo sebesar 586.461.800 liter. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa air minum dalam kemasan merk Aqua menguasai pangsa pasar sebesar 43 %.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan diperoleh data permintaan kemasan. Data-data tersebut yaitu :
Tabel 3.5. Jumlah Permintaan Minimum Kemasan Air Mineral Nama Produk
Asian Jc Aliyah
Gris Safe Ceria
Jumlah Permintaan Kemasan /Bulan Gallon 19 liter
3.000 5.000 1.000 1.000 1.000 1.000
Botol 600 ml 50.000 180.000
- -
7.500 5.000
Satuan
Buah Buah Buah Buah Buah Buah (S umber data : Observasi)
3.3. Pesaing dan persaingan
Tabel 3.6. Daftar Nama Pesaing Nama Perusahaan
C.V Aneka Jaya P.T BerlinaTbk P.T Abadi Abdi Mulia P.T Davindo
P.T ArtoToyo
P.T Bella Prima Perkasa U.D Tanjung
Alamat Perusahaan Jl. Ketegan 55
Jl. Raya Pandaan KM 43 Jl. Rungkut Industri 1/14 Jl. A.Yanill5
Jl. Rungkut Industri IV/28 Jl. Kayon 9 Surabaya Jl Bongkaran 21 Surabaya
Telepon 7878636 (0343)631902
8436745 8421168 8433760 5320322 3559192 (Sumber data : Observasi)
I I
3.4. Analisa SWOT
Analisa SWOT (Straight, Weakness, Opportunity, Threat) adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui posisi perusahaan Star Plastic di dalam industri pembuatan kemasan untuk air mineral dan juga sebagai dasar untuk menentukan strategi pemasaran yang harus digunakan oleh Star Plastic untuk mencapai tujuannya.
Tabel 3.7. Analisa SWOT Analisa
Strength
Weakness
Opportunity
Star Plastic
1. Harga kemasan yang ditawarkan murah Botol : Rp 550/biji Gallon : Rp 23,500/biji Tutup galon : Rp 125/biji 2 Desain kemasan yang
berbeda dibandingkan yang ada di pasar saat ini yaitu kemasan gallon dengan pegangan tangan di sisi gallon.
1. Star Plastic merupakan pemain baru dalam industri pembuatan kemasan untuk air mineral
2. Biaya investasi yang dikeluarkan mahal 1. Banyaknya pabrik air
minum dalam kemasan dan depot air minum isi ulang di Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan 2. Kualitas dan kebersihan
air PDAM dan air sumuryangjelek untuk dikonsumsi
3. Jumlah industri pembuat kemasan air
Aneka Jaya
1. Merupakan pemain lama dalam usaha pembuatan kemasan 2. Harga kemasan yang
ditawarkan murah Botol : Rp 550 /biji Gallon : Rp 23,000/biji Tutup : Rp 125/biji 3. Layanan pengiriman
kepada konsumen
1. Warna dari produk yang dihasilkan kurang menarik
1. Meningkatnya permintaan akan kemasan platik 2. Kualitas dan
kebersihan air PDAM dan air sumur yang jelek untuk dikonsumsi 3. Murahnya harga
kemasan plastik bekas.
Berlina
1. Merupakan pemain lama dalam usaha pembuatan kemasan.
2. Layanan
pengiriman kepada konsumen
1. Harga kemasan yang ditawarkan cukup mahal Gallon : 25,000/biji
Tutup: 150/biji
1. Memiliki pabrik moulding sendiri (Moulding Center) 2. Kualitas dan
kebersihan air PDAM dan air sumuryangjelek untuk dikonsumsi 3. Merupakan
perusahaan yang sudah go public
12
Threat
mineral yang masih sedikit jika
dibandingkan pabrik air minum dalam kemasan yang telah ada 4. Tidak menutup
kemungkinan untuk melakukan penjualan bagi pasar di daerah lain 1. Harga bahan baku yang fluktuatif setiap harinya 2. Star Plastic harus bersaing dengan industri pembuat kemasan untuk air mineral yang sudah ada
1. Persaingan dalam industri kemasan air mineral yang kompetilif
1 Harga bahan baku yang fluktuatif setiap harinya
2. Persaingan dalam industri kemasan air mineral yang kompetitif
(Sumber: Observasi)
3.4. Trend Nasional
Di tengah hantaman krisis dan lesunya aktivitas dunia bisnis, industri air minum dalam kemasan (AMDK) justru mampu meningkatkan kinerjanya. Bahkan pangsa pasar komoditas ini pada tahun 2001 melonjak, yakni dari 10 liter per kapita per tahun di tahun 1998 menjadi 26,2 liter per kapita per tahun. Bahkan pada tahun 2005,konsumsi AMDK di Indonesia diperkirakan mencapai 50 liter per kapita per tahun. Tingkat konsumsi sebesar 26,2 liter tahun 2001 memang masih relatif kecil dibandingkan beberapa negara di Asia. Uni Emirat Arab misalnya mencapai tingkat konsumsi tertinggi yaitu 113 liter per kapita per tahun.
Sementara itu, Thailand sebesar 73 liter per tahun per kapita. Konsumsi AMDK nasional baru mencapai skala ekonomis, jika mencapai 70 sampai 80 liter per kapita per tahun (Kompas,9 November 2001). Industri air minum dalam kemasan menangkap adanya peluang tersebut dengan baik. Hal ini dapat diketahui dari data yang diperoleh dimana setiap tahunnya jumlah produksi air minum dalam kemasan secara nasional setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan lebih dari 30 % per tahun (Kompas,9 November 2001).
n
Data jumlah produksi air minum dalam kemasan secara nasional dari tahun 1998 sampai tahun 2000, antara lain : (produksi dalam satuan liter)
Tabel 3.8. Jumlah Produksi Air Minum Dalam Kemasan Secara Nasional Jenis Produksi
AMDK AMDK AMDK
Tahun 1998 1999 2000
Jumlah Produksi 1.492.000 3.980.000 5.482.104
Satuan Liter Liter Liter (Sumber : http://ikah.dprin.go.id/iklirmisa.htrn)
Bahkan data terakhir menyebutkan bahwa total jumlah penjualan air minum dalam kemasan secara nasional pada tahun 2002 telah mencapai sebesar 7,1 milyar liter air (Kompas,29 Maret 2003). Dengan adanya kenaikan jumlah produksi air minum dalam kemasan secara nasional menyebabkan tumbuhnya jumlali permintaan akan kemasan air minum. Hal ini dikarenakan dua usaha ini memiliki keterkaitan yang erat. Dengan demikian perusahaan pembuatan kemasan air minum dapat dikatakan mempunyai harapan yang cerali di masa mendatang.