• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUBLIKASI ILMIAH Perancangan Marina Central Place Di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis Dan Wisata Berbasis Mixed Use Area).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PUBLIKASI ILMIAH Perancangan Marina Central Place Di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis Dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PUBLIKASI ILMIAH

PERANCANGAN MARINA CENTRAL PLACE DI JAKARTA UTARA (SEBAGAI LOKASI SENTRAL BISNIS DAN WISATA

BERBASIS MIXED USE AREA)

Disusun sebagai Pemenuhan dan Pelengkap Syarat Guna Mencapai

Gelar Sarjana Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh :

ONGKY HARJA WINATA D 300 080 024

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

Bismillahirrahmanirrohim,

Yang bertanda tangan dibawah ini, Saya

Nama : Ongky Harja Winata

NIM : D 300 080 024

Fakultas/Jurusan : Teknik/Arsitektur

Jenis : SKRIPSI

Judul : Perancangan Marina Central Place Di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis Dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)

Dengan ini menyatakan bahwa Saya menyetujui untuk :

1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan UMS atas penulisan

karya ilmiah Saya, demi pengembangan ilmu pengetahuan.

2. Memberikan hak menyimpan, mengalih meniadakan/mengalih formatkan,

mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikan, serta menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis kepada Perpustakaan UMS, tanpa perlu meminta izin dari Saya selama

tetap mencantumkan nama Saya sebagai penulis/pencipta.

3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa

melibatkan pihak Perpustakaan UMS, dari semua bentuk tuntutan hukum

yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini.

Demikian pernyataan ini Saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat

digunakan sebagaimana semestinya.

Surakarta, 23 Oktober 2012

Yang Menyatakan,

(4)

SURAT PERNYATAAN ORIGINALITAS

Bismillahirrahmanirrohim,

Dengan ini, Saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya

yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan

tinggi di sepanjang pengetahuan Saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat

yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali yang secara tertulis dalam

naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila ternyata kelak kemudian hari terbukti ada ketidak benaran dalam

pernyataan Saya diatas, maka Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya.

Surakarta, 23 Oktober 2012

Yang Menyatakan,

(5)

1 PERANCANGAN MARINA CENTRAL PLACE DI JAKARTA UTARA

(Sebagai Lokasi Sentral Bisnis dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)

Ongky Harja Winata D 300 080 024

Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRAKSI

Berkembangnya kegiatan perekonomian yang ada di Indonesia dilatar belakangi oleh segala aspek aspek kehidupan yang saling mendukung. Salah satu kompleksitas pendukung kegiatan perekonomian terletak pada point tempat atau site yang komersial. Berlangsungnya aktifitas atau kegiatan di suatu tempat yang dinilai baik akan meningkatkan perolehan pendapatan. Pendapatan yang didapat pun bisa diperoleh dari pihak pengelola dan masyarakat sekitar.

Pokok dari inti sebuah peradaban di Indonesia masih belum banyak melihat dan menjawab pertanyaan “dimana?” atau “where”. Tentu saja cakupan dari isi jawaban ini sangat banyak dan sangat menyangkut beberapa aspek baik sosial, ekonomi, maupun psikologi. Dari sisi arsitektur, sebagai inovator yang bekerja dalam membangun sebuah space atau ruang dimana itu bisa dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan dan aktifitas, adalah merupakan hal terpenting yang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang arsitek.

Namun, pada penerapannya dari segala aspek yang dituangkan dalam sebuah peradaban tersebut mendapatkan permasalahan ketika banyak terdapat lahan yang tidak berfungsi sebagai mestinya.

(6)

2

sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan dan aktifitas bisnis dan perekonomian. Dimana pada kawasan itu terdapat beberapa fasilitas yang kompleks dan lengkap.

Kebutuhan akan sebuah Marina berbasis Mixed Use Building sangat diperlukan karena dari data statistik kependudukan Kota DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara, diperoleh angka 42% penempatan ruang kerja dan bisnis masih teracak pada tipologi ruko dan rukan. Yang menyebabkan tidak meratanya dan tidak memusat nya penyebaran aktifitas bisnis yang ada di Jakarta Utara. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada penataan kawasan di Jakarta Utara.

Perancangan Marina Central Place ini diharapkan mampu mewadahi keperluan akan sebuah Marina di Jakarta Utara sebagai perwujudan Kota Jakarta sebagai International Waterfront City. Dimana Marina ini bisa menampung berbagai ragam aktifitas secara kompleks dengan adanya rancangan bangunan Rental Office (Businnes), Mall and Cinema (Entertainment), Big Tenant (Shopping), Apartment and Hotel (Live and Stay).

Kata Kunci : Marina; Central; Place; Bisnis; Wisata

A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Berkembangnya kegiatan perekonomian yang ada di

Indonesia dilatar belakangi oleh segala aspek – aspek kehidupan

yang saling mendukung. Salah satu kompleksitas pendukung

kegiatan perekonomian terletak pada point tempat atau site yang

komersial. Berlangsungnya aktifitas atau kegiatan di suatu tempat

yang dinilai baik akan meningkatkan perolehan pendapatan.

Pendapatan yang didapat pun bisa diperoleh dari pihak pengelola

(7)

3 Pokok dari inti sebuah peradaban di Indonesia masih belum banyak melihat dan menjawab pertanyaan “dimana?” atau

“where”. Tentu saja cakupan dari isi jawaban ini sangat banyak

dan sangat menyangkut beberapa aspek baik sosial, ekonomi,

maupun psikologi. Dari sisi arsitektur, sebagai inovator yang

bekerja dalam membangun sebuah space atau ruang dimana itu

bisa dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai

macam kegiatan dan aktifitas, adalah merupakan hal terpenting

yang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang arsitek.

Namun, pada penerapannya dari segala aspek yang

dituangkan dalam sebuah peradaban tersebut mendapatkan

permasalahan ketika banyak terdapat lahan yang tidak berfungsi

sebagai mestinya.

Apa yang mendasari ketika sebuah kawasan tepi laut

menjadi kurang diminati untuk dijadikan sebuah tempat dimana

tempat itu tidak hanya dijadikan sebagai tempat untuk berwisata

saja namun dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan

kegiatan dan aktifitas bisnis dan perekonomian. Dimana pada

kawasan itu terdapat beberapa fasilitas yang kompleks dan

lengkap.

Kebutuhan akan sebuah Marina berbasis Mixed Use

Building sangat diperlukan karena dari data statistik

kependudukan Kota DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara,

diperoleh angka 42% penempatan ruang kerja dan bisnis masih

teracak pada tipologi ruko dan rukan. Yang menyebabkan tidak

meratanya dan tidak memusat nya penyebaran aktifitas bisnis

yang ada di Jakarta Utara. Hal ini menyebabkan terjadinya

penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada penataan

(8)

4 2. Tujuan

a. Merancang sebuah Marina di Jakarta Utara yang berbasis

Mixed Use Area.

b. Merancang sebuah Marina di Jakarta Utara yang mampu mewadahi segala bentuk aktifitas bisnis, tempat tinggal dan

wisata.

c. Merancang sebuah Marina di Jakarta Utara yang memiliki teknologi bangunan yang kuat dan tahan terhadap beban

(angin, gempa, abrasi air laut) dan mampu berdiri dan tahan

sampai 50 tahun.

d. Merancang sebuah Marina di Jakarta Utara dengan tata massa bangunan berupa block plan yang terdiri dari beberapa masa bangunan sesuai dengan fungsi bangunan

masing-masing yang saling terkait satu sama lain.

B. LANDASAN TEORI service are available”(Webster Reference Dictionary of English

Language, 1983, hal. 54)

Yang memiliki artian sebagai sebuah dermaga kecil untuk

menambatkan kapal, mesngisi bahan bakar, dan juga utuk

memperbaiki kapal).

“A modern waterfront facility for the recreational boats”

(Marinas, Donald W. Adie, 1977, hal. 39)

Yang artinya fasilitas modern di tepi air untuk perahu –

perahu rekreasi.

Dari kedua arti yang telah dikemukakan diatas, hal ini

(9)

5 Industri Mesin Perahu / Kapal Amerika Serikat. Yang pada

kelanjutannya, asosiasi ini melukiskan bahwa suatu marina

sekarang ini merupakan suatu fasilitas rekreasi pada daerah pantai

yang telah berkembang lebih jauh lagi dimana terdapat mooring

atau tempat bertambatnya perahu dan disana terdapat hotel, toko

(mall), hotel, restoran, dan fasilitas rekreasi lainnya.

Dalam Bahasa Inggris, pengertian “marina” tidak sama dengan “marine”. Kata marine berhubungan dengan angkatan laut, perkapalan, perairan (maritim) secara luas. Sedangkan sesuai

definisi diatas, marina hanyalah sebuah dermaga untuk kapal

layar atau motor.

Sebaliknya, di Indonesia istilah “marina” memiliki

persepsi yang sama dengan daerah pantai atau tepi laut, hanya

saja berkonotasi lebih baik dan merupakan daerah wisata,

misalnya Marina Jaya Ancol Jakarta, Pantai Marina Semarang.

2. Fasilitas Marina a. Olah Raga

Olah raga air cocok bila terletak di dalam komplek

marina. Water Sky, renang, memancing, kano, menyelam,

termasuk olah raga air yang dapat digabungkan dalam marina

dengan penempatan sesuai lokasi. Olah raga yang tidak

berhubungan dengan air dapat pula digabungkan didalam

kompleks marina sebagai alternatif bila kondisi cuaca yang

tidak memungkinkan. Untuk melakukan olah raga air yang

umumnya terletak di ruang terbuka dengan syarat jenis olah

raga tersebut tidak membutukhan banyak tempat besar.

b. Pusat Perkumpulan

Perkumpulan olah raga air akan cocok bila berlokasi di

marina karena markas perkumpulan dan tempat berlatih

dalam satu lokasi akan mempermudah kegiatan perkumpulan

(10)

6 c. Pusat Komunitas

Club House di marina dapat berfungsi sebagai tempat

berkumpul suatu komunitas walaupun kegiatannya tidak

berhubungan dengan olah raga atau aktifitas yang

berhubungan dengan air.

d. Gedung Rapat, , Insentif dan Pertemuan (Meeting, Insentive,

Convention)

Kegiatan rapat, insentif, dan pertemuan yang dilakukan

di tepi pantai sudah mulai populer dilakukan di beberapa

negara yang ada di benua barat seperti Eropa, Amerika,

Australia. Negara - negara di benua timur seperti Asia baru

beberapa negara kepulauan dan negara yang memiliki tepi

pantai saja yang menerapkan kegiatan ini dilakukan di tepi

pantai. Sehingga peserta pertemuan dapat melakukan rekreasi

di waktu senggang sekedar melepas lelah sehingga memiliki

manfaat ganda dibandingkan gedung pertemuan pada

umumnya.

e. Gedung Pameran (Exhibition)

Kegiatan pameran juga dapat dilakukan di kompleks

marina. subjek yang berhubungan dengan kapal ataupun

pameran lain yang diselenggarakan oleh suatu pihak

penyelenggara,

f. Hotel

Usaha perhotelan merupakan fasilitas pendukung yang

dapat digabungkan denan Club House maupun kegiatan

MICE.

g. Perumahan

Perumahan pada kawasan marina memiliki nilai lebih

dibandingkan dengan jenis rumah pada umumnya.

(11)

7 Perumahan ini dapat berupa villa, rumah deret, apartment,

cottage, dll.

h. Museum

Subjek yang berhubungan dengan marina seperti sarana

transportasi air, daerah pelabuhan yang bersejarah maupun

oceanologi dapat berlokasi di marina.

i. Perkantoran

Perkantoran dapat berlokasi di marina sebagai fasilitas

tambahan dengan penempatan sesuai zoning dan peraturan

daerah yang berlaku.

j. Restoran

Restoran merupakan fasilitas pendukung yang cocok

didalam kompleks marina. pemandangan hamparan air laut

merupakan nilai tambah bagi usaha restoran baik siang

maupun malam hari. Pemilihan jenis masakan bebas tetapi

masakan sea food dapat dijadikan alternatif.

k. Industri

Industri tertentu sebagai pembuatan kapal dan perbaikan

kapal dapat berlokasi di marina. keberadaan industri ini dapat

berdiri sendiri, berfungsi untuk melayani marina atau

penggabungan kedua fungsi tersebut.

l. Pusat Pertokoaan dan Belanja

Pusat pertokoan selain untuk memenuhi kebutuhan

keluarga juga dapat berfungsi sebagai alternatif bagi anggota

keluarga yang tidak menyenangi kegiatan olah raga.

m. Pusat Perdagangan dan Niaga

Penempatan pusat perdagangan di lokasi marina sangat

memungkinkan apalagi bila berdekatan dengan pelabuhan

(12)

8 3. Mixed Use Building

Mixed Use Building adalah penggabungan dua masa

bangunan atau lebih ke dalam satu wadah dengan cara yang

terkoordinasi dan saling terkait satu sama lain seperti: kantor,

tempat perbelanjaan, hotel, atau pemmahan. (Sumber : R.

Michael Hampton,"One Dozen Apartments & Townhomes: A

Cost Analysis", NAHB Builder's Show 1997)

Tujuanya untuk mengurangi mang-mang yang tidak

berfungsi, menjadikan penggunaan lahan lebih efektif dan efisien,

membuat pelayanan kebutuhan lebih mudab, dan lingkungan

menjadi lebih nyaman dihuni. Penyatuan berbagai fungsi

dan aktivitas ini dalam satu bangunan atau kompleks

bangunan biasanya diwadahi dalam bangunan atau

kompleks bangunan besar sehingga sering disebut sebagai

superblok.

Mixed Use dapat dilakukan dalam skala kawasan,

kompleks (laban), blok bangunan maupun di dalam bangunan itu

sendiri. Polanya bisa horisontal maupun vertikal sesuai jenis

fungsi yang dicampurkan. Penerapan atau pemilihan jenis-jenis

Mixed Use ini tergantung pada luas dan bentuk lahan,

posisi/lokasi terhadap jaringan jalan disekitarnya serta aspek

bisnis properti yang diterapkan pengembang. Kondisinya dapat

berlainan satu dengan yang lainnya meskipun dalam satu area

kawasan yang sama. Persyaratan ketentuan tata kota menjadi

acuan utama yang menjadi dasar pengembangan selanjutnya.

Berdasarkan pengertian secara umum di atas tersebut

maka dapat di definisikan pengertian Mixed Use Building

adalah bangunan multi fungsi yang terdiri dari satu atau

beberapa massa bangunan yang terpadu dan saling

berhubungan secara langsung dengan peruntukan yang berbeda,

(13)

9 fasilitas bisnis, fasilitas rekreasi, dan biasanya dimiliki oleh satu

pengembang.

C. METODE

1. Data – Data Yang Diperlukan a. Data fisik

Lokasi site perancangan, meliputi batas-batas sekitar site

perancangan.

2) Sirkulasi dan pencapaian

3) Keamanan

4) Kebutuhan ruang

5) Hal-hal yang berhubungan dengan interior-interior

bangunan yang disesuaikan dengan cabang ilmu

pengetahuan

6) Hal-hal yang berhubungan dengan pusat ilmu

pengetahuan

2. Metode Pengumpulan Data a. Survey lapangan

Ialah dengan mengadakan pengamatan langsung

terhadap obyek di lapangan.

b. Wawancara

Ialah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi

melalui kegiatan interaksi sosial antara penulis dengan orang

yang jauh lebih mengetahui mengenai kondisi dan keadaan

(14)

10 itu penulis berusaha mengungkapkan gejala yang sedang

diteliti melalui kegiatan tanya jawab.

c. Studi Literatur

Ialah dengan mengambil beberapa referensi dan

data-data yang penting untuk bahan pelengkapan dalam

pengamatan dan sebagai landasan teori yang memuat tentang

: Marina dan Teknologi Bangunan pada bangunan tepi

pantai.

3. Metode Analisis

Dengan mengidentifikasi masalah yang ada,

mengelompokkan dan mengaitkan antara masalah sesuai dengan

komponen-komponennya dalam tahapan-tahapan, kemudian

menganalisa masalah tersebut dan mengambil suatu kesimpulan

yang dapat ditransformasikan dalam konsep perencanaan dan

perancangan (metode deskriptif).

4. Metode Sintesa

Pemecahan masalah berdasarkan persyaratan dan standar

yang berlaku untuk kemudian disimpulkan sebagai tolak ukur

pembuatan konsep perencanaan dan perancangan dalam bentuk

kerangka yang terarah dan terpadu berupa diskripsi konsep

(15)

11 D. HASIL

Haril dari studi perancangan ini dihasilkan sebuah massa bangunan

pada kawasan Marina yang terdiri dari : 1. Rental Office (Businnes)

2. Mall and Cinema (Entertainment

3. Big Tenant (Shopping)

4. Apartment and Hotel (Live and Stay).

E. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan

Perancangan Marina Central Place di Jakarta Utara ini menjadi sebuah upaya dalam peningkatan studi eskursi dalam

ruang arsitektur penulis. Perancangan yang telah dibuat ini

memiliki tolak ukur dalam pemberdayaan Sumber Daya Alam

(SDA) dan potensi daerah kawasan perancangan yang dalam hal

(16)

12 ruang publik bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang

ada sebagai sentral bisnis dan wisata berbasis Mixed Use Area.

2. Saran

Dalam sebuah perancangan kawasan dan bangunan yang

digunakan untuk sarana publik banyak memiliki point – point

penting yang harus diperhatikan. Mulai dari aspek sosial, pola

aktifitas pengguna, aksesbilitas, dan analisis – analisis desain

kawasan dan bangunan yang memiliki pengaruh terhadap kondisi

alam serta situasi yang ada si lokasi perancangan. Hal ini

merupakan upaya untuk menghasilkan desain kawasan dan

bangunan yang maksimal dan prima dalam segala hal.

F. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Kota DKI Jakarta Dalam Angka 2009. DKI Jakarta : BPS

Anonim. 2010. RUTRK Kotamadya Surakarta 2010-2030. Jakarta Utara: Bapeda

Broadbent Geoffrey , 1978. Marina in Architectural Concept. Deutcher, Germany

Duffy, Francis. 1976. Planning Office Space. London : Architectural Press

Egan, M David. 1983. Concepts in Architectural Lighting. USA : McGraw-Hill, Inc

Evans, Martin. 1980. Housing, Climate, and Comfort. London : The Architectural Press Limited

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 441/KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Jakarta : Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah

(17)

13 Website :

www.google.com

www.wikipedia.com

www.marinabaysands.com

www.dubaimarina.com

www.dkijakarta.go.id

Kutipan :

(Johannes Widodo-NUS, 2010)

(Geoffrey Broadbent, 1978)

Referensi

Dokumen terkait

Pokok pikiran dari pendekatan open ended adalah pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara siswa dan matematika, sehingga mereka mampu menjawab permasalahan

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi ektoparasit yang menginfestasi ikan air tawar yang dibudidayakan di beberapa kecamatan di Kota Banyuwangi

i. Pada saat Bank melakukan akseptasi atas wesel berjangka yang diterbitkan beneficiary, maka Bank pengaksep mengakui kewajiban kepada beneficiary sebesar nilai wesel

Dengan rumusan masalah tersebut, penulis ingin mengetahui pesan dakwah yang terdapat dalam cerpen Kalung karya Agus Noor.. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode

Mengingat komponen biaya kedelai pada skala usaha kecil, sedang, dan besar menduduki porsi paling tinggi yaitu rata-rata 74 % dari jumlah biaya tunai, maka

Teknologi nano banyak digunakan dalam mengembangkan piranti elektronik.Fabrikasi film tipis sebagai dasar pembuatan piranti elektronik juga menggunakan teknologi

Indikator keberhasilan sistem dilihat dari kesesuaian data perintah yang dikirimkan komputer dengan tanggapan mikrokontroler sebagai penggerak proses perekaman suara dan

Pamsimas Nagari Tanjung aro Sikabu kabu padang Panjang Jr Sikabu-kabu. Lima Puluh Kota, Luak, Tanjuang Aro