• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Batam, November 2011 Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam. Drs. JEFRIDIN, M.Pd Pembina, Nip

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Batam, November 2011 Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam. Drs. JEFRIDIN, M.Pd Pembina, Nip"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendapatan Kota Batam Tahun 2011-2016 dapat terselesaikan.

Rencana Strategis (RENSTRA) merupakan rencana lima tahun ke depan yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai keadaan dan tetap mengacu RPJMD Kota Batam 2011-2016, terutama menyangkut keunggulan, peluang, kendala dan tantangan instansi pelaksana. RENSTRA diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dan arahan dalam upaya mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

Renstra ini tak banyak artinya tanpa ditindaklanjuti dengan pelaksanaan yang tuntas, komitmen dan motivasi bisa timbul dari keberhasilan mengaktualisasikan diri dalam setiap kegiatan. Harapan kami, RENSTRA ini dapat dijadikan skenario pembelajaran jangka panjang dan sekaligus sebagai acuan rencana kerja tahunan bagi Dinas Pendapatan Kota Batam.

Rencana Strategis ini merupakan suatu keharusan bagi SKPD untuk mengarahkan pelayanan SKPD khususnya dan Pembangunan Daerah pada umumnya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan serta harus mampu menjawab 3 (tiga) pertanyaan mendasar yaitu :

1. Apa yang hendak dicapai oleh SKPD dalam 5 (lima) tahun kedepan ? 2. Bagaimana cara mencapainya ?

3. Langkah-langkah strategi apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan ?

Kami menyadari Renstra ini masih banyak kekurangannya, meskipun demikian kami berharap dengan Renstra ini semua kebijakan, program dan kegiatan yang telah susun mengarah kepada tujuan dan sasaran yang telah disepakati dan dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaannya untuk mendukung pencapaian Visi Pemerintah Kota Batam dan Visi Dinas Pendapatan Kota Batam khususnya. Demikian Rencana Strategis ini disusun, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia-Nya untuk kelancaran serta keberhasilan Dinas Pendapatan Kota Batam dalam berupaya mewujudkan visinya.

Batam, November 2011

Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam

Drs. JEFRIDIN, M.Pd

(2)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam ii

DAFTAR ISI Halaman KA TA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Landasan Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan yang lain.... 8

1.5 Sistimatika Penulisan ... 11

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 13

2.2 Sumber Daya ... 28

2.3 Kinerja Pelayanan ... 30

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ... 37

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD... 39

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 44

3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi ... 48

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 48

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis 54 BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi SKPD ... 63

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ... 65

4.3 Strategi dan Kebijakan ... 67

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Program ... 74

5.2 Program Kegiatan ... 77

5.3 Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif ... 79

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 89 PENUTUP ... 94

(3)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam iii

DAFTAR TABEL

Halaman

1 Tabel 2.1 Jumlah PNS Dispenda Kota Batam Berdasarkan Jabatan 28 2 Tabel 2.2 Jumlah PNS/THL Dispenda Kota Batam Berdasarkan Pangkat dan Golongan ... 29

3 Tabel 2.3 Jumlah PNS/THL Dispenda Kota Batam Berdasarkan Pendidikan ... 30

4 Tabel 2.4 Perkembangan Pendapatan Daerah Tahun 2006-2010 ... 33

5 Tabel 2.5 Perkembangan Target dan Realisasi PAD terhadap RPJMD Tahun 2006-2010 ... 33

6 Tabel 2.6 Perkembangan Target PAD Tahun 2006-2010 ... 33

7 Tabel 2.7 Perkembangan Realisasi PAD Tahun 2006-2010 ... 34

8 Tabel 2.8 Persentase Realisasi PAD Tahun 2006-2010 ... 34

9 Tabel 2.9 Target Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2006-2010 ... 34

10 Tabel 2.10 Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2006-2010 ... 35

11 Tabel 2.11 Persentase Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2006-2010 ... 35

12 Tabel 2.12 Komposisi Target Pajak Daerah Tahun 2006-2010 ... 35

13 Tabel 2.13 Komposisi Realisasi Pajak Daerah Tahun 2006-2010 ... 36

14 Tabel 2.14 Perkembangan Jumlah Wajib Pajak Tahun 2006-2010 36 15 Tabel 3.1 Penerimaan Pemerintah Kota Batam Tahun 2007-2011 ... 52

16 Tabel 3.2 Estimasi Pendapatan Pemerintah Kota Batam Tahun 2011-2016 ... 53

17 Tabel 3.3 Estimasi Pendapatan Dinas Pendapatan Kota Batam Tahun 2011-2016 ... 53

18 Tabel 4.1 Hubungan antara Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan ... 69

19 Tabel 4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah... 71

20 Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif ... 80

21 Tabel 6.1 Indikator Kinerja Dinas Pendapatan Kota Batam Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD ... 91

(4)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam iv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1 Gambar 1.1 Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan

Lainnya ... 10 2 Gambar 2.1 Struktur Organisasi ... 27

3 Gambar 3.1 Perkembangan Jumlah dan Laju Pertumbuhan

Penduduk Kota Batam Tahun 2000-2011 ... 50

4 Gambar 3.2 Jumlah Penduduk Kota Batam Per Kecamatan s/d Juni

2011 ... 51

5 Gambar 5.1 Hubungan Umpan Balik RPJMD dengan Renstra Dinas

Pendapatan Kota Batam ... 75 6 Gambar 6.1 Bagan Informasi Kinerja ... 89

(5)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dengan ditetapkannya Batam oleh Pemerintah sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2007, Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2007 serta Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2008, maka Batam secara keseluruhan mempunyai peranan dalam perkembangan dunia usaha yang tidak terlepas dan menjadi salah satu bagian yang terlibat didalamnya. AFTA dan globalisasi memacu pertumbuhan Kota Batam semakin pesat, karena posisi Pulau Batam berada pada jalur perdagangan Internasional, yaitu sekitar 20 km sebelah tenggara Singapura, diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Oleh karena itu, munculnya kawasan baru untuk perkembangan tersebut menjadi hal yang signifikan dan diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta “Multiplier Effects” pada perekonomian lokal maupun internasional.

Kerjasama dalam hal pengawasan pelaksanaan program kerja antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam merealisasikan rencana yang telah diprogramkan, perlu dukungan yang melibatkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tentang indikasi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sebagai pemberi amanah dapat terpantau sehingga prinsip-prinsip kepemerintahan

(Good Governance) dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan

melalui tiga pilar utamanya yaitu adanya transparansi, partisipasi dan akuntabilitas berjalan dengan baik.

Untuk mengukur kinerja instansi pemerintah melaksanakan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (Good Governance), Pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah sebagai upaya pertanggungjawaban instansi pemerintah baik di pusat dan daerah agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif dan efisien.

(6)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 2 Berdasarkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang AKIP tersebut, setiap instansi pemerintah diwajibkan menyusun suatu perencanaan stratejik untuk 5 (lima) tahun ke depan. Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang merupakan instrumen pertanggung jawaban, perencanaan stratejik merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah.

Perencanaan stratejik instansi pemerintah merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan stratejik, nasional, dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional.

Memperhatikan hal tersebut, Dinas Pendapatan Kota Batam secara organisatoris telah merumuskan Rencana Strategi (Renstra) untuk lima tahun kedepan, yaitu tahun 2011-2016 yang sangat relevan dengan upaya pengembangan paradigma pembangunan, pengelolaan kebijakan publik dan perumusan manajemen stratejik untuk meningkatkan pelayanan publik dan sebagai pedoman dalam melaksanakan visi dan misi yang telah ditetapkan. Renstra merupakan target kwalitatif organisasi, sehingga pencapaian target tersebut merupakan ukuran keberhasilan atau kegagalan organisasi. Dengan tersusunnya Renstra maka jelas bagi organisasi arah yang akan dituju.

1.2 LANDASAN HUKUM

Pelaksanaan Pemerintah Daerah menghendaki arah dan tujuan kebijakan pembangunan daerah yang lebih banyak diletakkan pada wewenang dan tanggungjawab pemerintah daerah beserta masyarakatnya. Landasan hukum yang menjadi dasar adalah :

1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

(7)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 3 3. Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten

Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3902) sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, san Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4880);

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4053 Tahun 2007 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4775);

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002, Nomor 111 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4237);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor. 47, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor. 4286);

7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

(8)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 4 Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

10. Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak-Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 130);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 135 Tahun 2000 tentang Tata cara Penyitaan Dalam Rangka Penagihan Pajak dengan Surat Paksa. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 247, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4049);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 136 Tahun 2000 tentang Tata cara Penjualan Barang Sitaan yang dikecualikan dari Penjualan secara lelang dalam rangka Penagihan Pajak dengan surat paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 248, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4050);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemeritahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan

dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

(9)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 5 20. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

22. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

23. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5195);

24. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

25. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014;

26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

27. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 6 Tahun 2007 tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 15 tahun 2001 tentang Pajak-Pajak Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2001 Nomor 15).

28. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah No.12, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 51);

29. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2009 tentang Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 58);

30. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 5 Tahun 2009 tentang Retribusi Penggunaan Tanah dan / atau Bangunan yang dikuasai Pemerintah Daerah untuk Pemasangan Reklame (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 61);

(10)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 6 31. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 6 Tahun 2009 tentang Menara

Telekomunikasi di Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 62);

32. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 8 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 64); 33. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penataan dan

Pembinaan Pasar di Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 10, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 65);

34. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 12 Tahun 2009 tentang Retribusi Izin Usaha di Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 66);

35. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2010 tentang Urusan Pemerintah yang menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 67);

36. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2011 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 71);

37. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 72);

38. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rumah Susun (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2011 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 73);

39. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 4 Tahun 2011 tentang Retribusi IMB (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2011 Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 74);

40. Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Kota Batam (Lembaran Daerah Kota Batam Tahun 2011 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Kota Batam Nomor 75)

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud penyusunan Renstra Dinas Pendapatan Kota Batam, tahun 2012-2016 adalah sebagai dokumen perencanaan pendapatan dari PAD, Dana Perimbangan, dan Pendapatan lain-lain yang sah dengan perencaan pengelolaan belanja langsung ataupun belanja tidak langsung selama kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan. Dengan demikian Renstra Dinas Pendapatan Kota Batam merupakan ’guiden line’ dalam membuat priorintas pembangunan yang akan dibiayai APBD

(11)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 7 Kota Batam dari tahun 2012-2016. Dari maksud tersebut dapat disimpulkan bahwa maksud disusunnya Renstra SKPD adalah :

1. Sebagai pedoman dalam melaksanakan Visi dan Misi yang telah ditetapkan. 2. Merupakan alat ukur keberhasilan atau kegagalan organisasi.

Tujuan penyusunan Renstra Dinas Pendapatan Kota Batam tahun 2012-2016 adalah untuk memberikan arah yang jelas dalam menentukan PPAS, PPA demi lancarnya pelaksanaan program yang ditetapkan dalam KUA, RKPD, RENJA Kota Batam dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan potensi yang tersedia, dengan tujuan antara lain :

1. Sebagai dokumen dasar / acuan penyusunan kebijakan 5 (lima) tahunan Dinas Pendapatan Kota Batam untuk mengakomodir Visi, Misi, Program dan Sasaran Walikota Batam yang telah ditetapkan yang disinergikan dengan Visi dan Misi Organisasi.

2. Sebagai pedoman dan alat pengendali kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2012 – 2016.

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) haruslah mengacu pada isu strategis yang mendukung Visi dan Misi Walikota yang diterjemahkan dalam Visi dan Misi SKPD memuat strategi dan kebijakan, tujuan dan sasaran, program dan menggambarkan indikasi kegiatan dengan mengantisipasi perkembangan masa depan sesuai dengan tugas dan fungsi kerja perangkat daerah yang disusun dengan berpedoman pada rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan bersifat Indikatif, sehingga pada akhirnya akan bermanfaat bagi masyarakat.

Penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra-SKPD) adalah Rencana Kerja (Renja-SKPD) yang harus mempunyai keselarasan rumusan substansi yang ditekankan pada Rencana Kereja Pemerintah Daerah (RKPD) dan untuk dapat melihat konsistensi antara Renstra-SKPD dan Renja-SKPD, maka dokumen Renja-SKPD haruslah mempunyai keterkaitan pokok-pokok isi dari Renstra-SKPD tersebut seperti isu strategis, Visi, Misi, strategi dan kebijakan, maupun tujuan dan sasarannya sedangkan program SKPD haruslah mempedomani rumusan program

(12)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 8 RPJMD. Kegiatan yang direncanakan pada Renja-SKPD harus juga berpedoman pada indikasi kegiatan pada Renstra-SKPD dan mempunyai keselarasan rumusan substansi yang ditekankan pada RKPD.

Untuk dapat melaksanakan kegiatan seperti yang tertuang dalam Renja-SKPD, maka disusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-SKPD) yaitu Dokumen Perencanaan dan Penganggaran yang berisikan program dan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya.

Adapun manfaat Renstra yaitu :

1. Untuk merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks. 2. Untuk pengelolaan keberhasilan, dimana Perencanaan strategik akan

menuntun diagnosa organisasi terhadap pencapaian hasil yang diinginkan secara obyektif.

3. Perencanaan Strategik memungkinkan organisasi untuk memberikan komitman pada aktivitas dan kegiatan dimasa mendatang (berorientasi pada masa depan).

4. Perencanaan Strategik yang fleksibel dengan pendekatan jangka panjang dapat untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

5. Untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat, karena pola-pola pelayanan yang perlu diselenggarakan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

6. Untuk meningkatkan komunikasi baik vertikal maupun horizontal antar unit kerja sehingga mendorong proses pengambilan keputusan dalarn pencapaian tujuan organisasi.

1.4 HUBUNGAN

RENSTRA

DENGAN

DOKUMEN

PERENCANAAN YANG LAIN

Berkaitan dengan sistem perencanaan pembangunan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU No.25 tahun 2004, maka keberadaan RPJM Daerah Kota Batam Tahun 2011-2016 merupakan satu bagian yang utuh dari manajemen kerja

(13)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 9 di lingkungan Pemerintah Kota Batam khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah tertuang baik dalam RPJP Daerah Kota Batam maupun RTRW Kota Batam, serta dari keberadaannya akan dijadikan pedoman bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk penyusunan Renstra SKPD.

Arah masa depan daerah disebut sebagai Visi Pembangunan daerah, yang setidaknya terdiri dari : visi, misi dan agenda pembangunan yang terdiri dari 5 (lima) tahunan, rumusan visi harus tertuang dalam dokumen :

1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

3. Rencana Strategis Satuan Kerja Pengangkat Daerah (Renstra SKPD) Yang masing-masing memiliki fungsi dan makna yakni :

Visi RPJPD : Sebagai kompas untuk menggerakan perekonomian daerah

agar daerah tumbuh berkembang.

Visi RPJMD : Memberikan arah yang nyata untuk 5 (lima) tahun kedepan

sebagai konsekuensi dari sasaran 5 (lima) tahunan yang telah ditetapkan pada dokumen RPJPD.

Visi Renstra SKPD : Merupakan rumusan visi yang berorientasi untuk mencapai target yang tertuang dalam RPJMD.

Terkait tupoksi SKPD dari penjelasan diatas dapat disampaikan bahwa RPJPD harus mempunyai keterkaitan nyata dengan dokumen RPJMD yakni harus ada indikator sasaran 5 (lima) tahun dari tiap misi atau penjabaran dari misi RPJPD. Selanjutnya dalam rangka pelaksanaan RPJPD yang berorientasi mengatasi target program yang tertuang dalam RPJMD, SKPD yang bertanggungjawab terhadap misi pembangunan menindaklanjuti dengan menyusun renstra dan rencana kerja tahunan SKPD.

Kendati terjadi beberapa perubahan, baik sistematika maupun nama didalam dokumen perencanaan hingga terbitnya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, esensi utama tidak berubah yaitu dokumen perencanaan harus disusun secara

(14)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 10 partisipatif dalam rangka mengoptimalkan pelayanan masyarakat yang menuntut adanya efisiensi dan efektifitas termasuk dibidang pengelolaan pendapatan daerah. Perbedaan mendasar sistematika dan hierarki dokumen perencanaan sebelum dan setelah Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 adalah adanya Rencana Kerja Tahunan Satuan Kerja Perangkat Dinas (Renja SKPD) yang menjadi pertimbangan penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Artinya sebelum Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 dilahirkan, Dinas hanya fokus pada perencanaan strategis (Renstrada) untuk periode 5 tahun sementara sekarang dokumen tersebut harus diterjemahkan setiap tahun dalam bentuk Renja SKPD.

Gambaran tentang hubungan antara RPJM Daerah Kota Batam Tahun 2007-2011 dengan dokumen perencanaan lainnya baik dalam kaitan dengan sistem perencanaan pembangunan maupun dengan sistem keuangan adalah sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Gambar. 1

Hubungan Renstra dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

PE M E R IN T A H PU S A T APBN RENJA K/L RKA K/L RINCIAN APBN RAPBN RKP RPJMD NASIONAL RPJP NASIONAL RENSTRA K/L PE M E R IN T A H D A E R A H RINCIAN APBD RKPD RAPBD APBD RKA SKPD RENJA SKPD RENSTRA SKPD RPJP DAERAH RPJMD DAERAH UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Pedoman Pedoman Dijabarkan Pedoman Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui musrenbang

P edoman P edoman Dia cu Dia cu

(15)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 11

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Rencana strategis yang dibuat untuk rentang waktu pelaksanaan lima tahunan ini memuat 7 (tujuh) komponen utama seperti yang diamanatkan di UU No 25 Tahun 2004, yakni: visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan serta program-program dan kegiatan indikatif yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan akhir organisasi. Ketujuh komponen ini dilaksanakan dan diwujudkan secara partisipatif, sinergi dan berkelanjutan oleh seluruh komponen stakeholders Kota Batam.

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra-SKPD) Dinas Pendapatan Kota Batam Tahun 2011 s.d 2016 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan mengenai: Latar Belakang, Landasan Hukum Maksud dan Tujuan, Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen lainnya serta Sistematika Penulisan.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN

Menjabarkan tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Pendapatan Kota Batam dibagi berdasarkan bagiannya, sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan SKPD.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Menjelaskan sejauhmana tingkat pelayanan SKPD, terkait dengan tupoksi, telaahan visi, misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang terpilih, telaahan Renstra, telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta penentuan isu-isu strategis.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Bab ini menjabarkan visi dan misi Dinas Pendapatan Kota Batam serta sasaran dan target yang ingin dicapai dalam waktu lima tahun ke depan. Bab ini juga menjabarkan beberapa tujuan strategis dan kebijakan, target yang berkorelasi dengan tujuan strategis dengan upaya pencapaian visi dan misi organisasi.

(16)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 12

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR

KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN

INDIKATIF

Bab ini diuraikan dalam bentuk tabel tentang rencana program dan kegiatan serta pendanaan indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Bab ini memuat indikator yang akan dicapai melalui sejumlah program yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan.

(17)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 13

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007, kedudukan Dinas Pendapatan Kota Batam merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah, urusan pemerintahan bidang pendapatan dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggujawab kepada Walikota melalui Sekretariat Daerah.

Tugas Pokok

Dinas Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang pendapatan daerah serta tugas lainnya yang diberkan oleh Walikota.

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Pendapatan Kota Batam mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Penyusunan program dan kegiatan dinas dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang;

2. Penyelenggaraan urusan tata usaha perkantoran yang meliputi urusan umum, keuangan dan urusan kepegawaian;

3. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan;

4. Penyelenggaraan kegiatan teknis operasional yang meliputi bidang pendataan dan penetapan, bidang penagihan dan bidang retribusi dan pendapatan lain-lain;

5. Penyelenggaraan administrasi dan pelayanan umum kepada masyarakat dalam lingkup tugasnya;

6. Pembinaan terhadap unit pelaksana teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; 7. Pelaksanaan koordinasi dengan unsur terkait lainnya dalam setiap

penyelenggaraan kegiatan dinas;

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

(18)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 14 Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Dinas Pendapatan membawahi : 1. Sekretaris,

2. Bidang Program,

3. Bidang Pendataan dan Penetapan, 4. Bidang Penagihan,

5. Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-lain.

2.1.1 Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugas membantu Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota dalam melaksanakan pelayanan penunjang teknis dan administrasi, koordinasi dan pembinaan, pengendalian dalam urusan ketatausahaan, organisasi, kepegawaian, keuangan, umum, perlengkapan, hukum serta kehumasan, kerumahtanggaan dan perpustakaan kepada seluruh satuan organisasi di Dinas Pendapatan.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan rencana dan program ketatausahaan, keuangan dan kepegawaian dinas;

b. Pengkoordinasian pelaksanaan pembinaan organisasi dan tata laksana; c. Pengkoordinasian pengelolaan administrasi kepegawaian;

d. Pengkoordinasian pengelolaan administrasi, surat-menyurat, kearsipan, inventarisasi dan rumah tangga dinas;

e. Penyiapan data, informasi, humas, protokol, hukum dan penyelenggaraan penyusunan dokumentasi dan perpustakaan;

f. Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan;

g. Pengelolaan administrasi latihan pegawai dan kesejahteraan pegawai;

h. Penyiapan bahan perlengkapan rumah tangga, pengadaan dan pemeliharaan, serta penginventarisir sarana dan prasarana dinas;

i. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam.

(19)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 15 Dalam pelaksanaan tugas, Sekretaris membawahi :

1. Sub Bagian Umum; 2. Sub Bagian Keuangan; 3. Sub Bagian Kepegawaian.

2.1.1.1 Sub Bagian Umum

Mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan urusan tata persuratan, Kehumasan, Hukum, Protokol, dan Dokumentasi, informasi kesehatan serta mengelola inventarisasi, perlengkapan, penggandaan, pengadaan, pendistribusian barang, penghapusan, penyimpanan, dan pemeliharaan serta pengawasan barang.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyelenggaraan dan pelaksanaan pencatatan surat masuk dan keluar, pengarsipan, pendistribusian, ekspedisi dan tata laksana kepustakaan;

b. Penyelenggaraan dan pelaksanaan pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan penyediaan akomodasi dan fasilitas kantor;

c. Penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan protokol, kehumasan dan dokumentasi;

d. Penyelenggaraan dan pelaksanaan keamanan kantor;

e. Penyelenggaraan dan pelaksanaan koordinasi inventarisasi barang,

penggandaan surat dan naskah dinas;

f. Penyelenggaraan dan pelaksanaan koordinasi, perencanaan, pengadaan dan penyimpanan barang kebutuhan kantor;

g. Penyelanggaraan dan pelaksanaan koordinasi penyimpanan dan pencatatan barang;

h. Penyelenggaraan dan pelaksanaan koordinasi pendistribusian, penghapusan, pemeliharaan dan pengawasan barang;

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(20)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 16

2.1.1.2 Sub Bagian Keuangan

Mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi dalam hal pengelolaan keuangan dan perbendaharaan serta menyusun rencana anggaran belanja tidak langsung (BTL) dan belanja langsung (BL).

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan rencana dan tatalaksana belanja tidak langsung; b. Penyelenggaraan dan Pelaksanaan administrasi gaji pegawai;

c. Penyelenggaraan dan pelaksanaan penyusunan dan pelaporan keuangan; d. Penyelenggaraan dan pelaksanaan pembukuan, pertanggungan jawaban,

verifikasi, laporan dan pembinaan bendaharawan;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.1.3 Sub Bagian Kepegawaian

Mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan koordinasi dalam hal

administrasi kepegawaian, pengelolaan pendidikan dan pelatihan,

penyelenggaraan kesejahteraan pegawai dan merencanakan kebutuhan formasi pegawai.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyelenggaraan dan pelaksanaan koordinasi dalam hal administrasi kepegawaian seperti penyusunan rencana kebutuhan pegawai, daftar urut kepangkatan, kenaikan pangkat, kenaikan gaji, pemindahan, pemberhentian, pensiun, cuti, ujian dinas serta sumpah pegawai negeri sipil dan pembinaan pegawai;

b. Penyelanggaraan dan pelaksanaan prosedur pendidikan dan pelatihan pegawai; c. Penyelenggaraan dan pelaksanaan dokumentasi kepegawaian;

d. Penghimpunan dan penyusunan inventarisasi data kepegawaian;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(21)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 17

2.1.2 Bidang Program

Bidang Program mempunyai tugas membantu Dinas dalam menghimpun, mensistematisasikan, mengintegrasikan, menyusun rencana, membuat program dan kegiatan kerja, melakukan pemantauan dan evaluasi atas program serta melakukan penelitian dan analisis dan kegiatan kerja yang telah ditetapkan oleh Dinas.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penghimpunan, pensistematisasian dan pengintegrasian penelitian dan analisis semua data dan informasi dalam pembuatan dan perumusan rencana kegiatan dan program dari unit kerja terkait dalam lingkungan dinas;

b. Pembuatan dan perumusan rencana kegiatan dan program kerja tahunan dinas; c. Pembuatan dan perumusan rencana kegiatan dan program kerja lima tahunan

dinas;

d. Pemantauan dan evaluasi terhadap rencana program dan kegiatan baik tahunan maupun lima tahunan yang telah ditetapkan oleh dinas;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas Pendapatan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Program terdiri dari : 1. Seksi Data dan Informasi.

2. Seksi Penyusunan Program. 3. Seksi Evaluasi dan Pelaporan.

2.1.2.1 Seksi Data dan Informasi

Mempunyai tugas menyiapkan data dan informasi yang berkenaan dengan program kerja Dinas Pendapatan yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penghimpunan, penelitian dan analisis data-data dari masing-masing bidang. b. Penyusunan bahan informasi yang berkenaan dengan kebijakan dinas.

c. Pengkoordinasian data-data dari masing-masing bidang untuk perumusan pedoman dan petunjuk teknis.

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Program sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(22)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 18

2.1.2.2 Seksi Penyusunan Program

Mempunyai tugas menyiapkan serta menyusun rencana program dan kegiatan di bidang Pendapatan yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penghimpunan dan pengkajian peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis, serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan tugas-tugas bidang penyusunan program;

b. Penyusunan perencanaan umum program tahunan (RKP, RKT), program jangka menengah (RPJM) dan program jangka panjang dinas (RPJP);

c. Penginventarisasian, pengkajian, dan penginputan semua data dalam rangka penyusunan program dinas; penyiapan bahan bersama unit kerja terkait dalam rangka penyusunan Renstra, Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) dan target kinerja dinas;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Program sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.2.3 Seksi Evaluasi dan Pelaporan

Mempunyai tugas melaksanakan evaluasi, pemantauan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan di bidang pendapatan yang telah ditetapkan Kepala Dinas.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Pelaksanaan monitoring, pengawasan dan evaluasi terhadap perkembangan dan pelaksanaan kegiatan dinas;

b. Pembuatan pelaporan berkala terhadap hasil monitoring, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan;

c. Penyiapan bahan untuk pelaksanaan koordinasi dan evaluasi program;

d. Penyusunan pelaporan pelaksanaan tugas dan kegiatan yang menjadi kewenangan dinas;

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Program sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(23)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 19

2.1.3 Bidang Pendataan dan Penetapan

Bidang Pendataan dan Penetapan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang pendataan dan penetapan dengan menyelenggarakan teknis pengelolaan dan pemungutan pajak daerah yang meliputi pendataan, pendaftaran, pengolahan data dan informasi perpajakan daerah, pemeriksaan dan penetapan pajak daerah.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang pendataan dan penetapan pendapatan daerah;

b. Pelaksanaan pendataan dan pendaftaran wajib pajak daerah; c. Pelaksanaan pengelolaan data dan informasi perpajakan daerah; d. Pelaksanaan pemeriksaan pajak daerah;

e. Pelaksanaan penetapan pajak daerah;

f. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program kerja bidang pendataan dan penetapan;

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas Pendapatan kota Batam sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Pendataan dan Penetapan terdiri dari :

1. Seksi Pendataan. 2. Seksi Penetapan. 3. Seksi Pemeriksaan.

2.1.3.1 Seksi Pendataan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pendataan dan Penetepan dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang pendataan yang meliputi penyusunan kegiatan pendataan terhadap subjek wajib

(24)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 20 pajak, menatausahakan serta mengawasi penertiban atas subjek dan objek pajak dan membuat laporan secara periodik.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan rencana kegiatan pendataan; b. Pendataan terhadap subjek wajib pajak daerah;

c. Penerbitan surat pengukuhan dan penunjukan sebagai wajib pajak daerah serta kartu pengenal wajib pajak daerah;

d. Penatausahaan terhadap hasil pendataan;

e. Pengawasan dan pengendalian serta penertiban atas subjek dan objek pajak; f. Pelaksanaan evaluasi dan menyusun laporan kinerja Seksi secara periodik; g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Pendataan sesuai

dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.3.2 Seksi Penetapan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang penetapan yang meliputi membuat nota, menerima permohonan serta menerbitkan Surat Ketetapan Pajak dan membuat laporan secara periodik.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang penetapan pendapatan;

b. Pembuatan nota perhitungan pajak daerah berdasarkan hasil nota pemeriksaan dan atau laporan perhitungan pajak daerah terhutang lainnya.

c. Penerimaan permohonan penyelenggaraan reklame, meneliti kelengkapan permohonan dan menerbitkan izin penyelenggaraan reklame sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

d. Pembuatan dan penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah; e. Penerimaan karcis/bill/tanda masuk untuk diperforasi/dilegalisir; f. Pelaksanaan evaluasi dan menyusun laporan secara periodik;

(25)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 21 g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Pendataan dan

Penetapan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.3.3 Seksi Pemeriksaan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang pemeriksaan meliputi menyusun rencana pemeriksaan, menerbitkan SPT, menyiapkan kelengkapan dokumen sebagai bahan pemeriksaan serta koordinasi dengan instansi terkait dan melakukan pemeriksaan/penertiban terhadap subjek dan objek pajak serta membuat laporan secara periodik.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan rencana pemeriksaan baik verifikasi dan lengkap;

b. Penyiapan dan pengaturan serta penerbitan Surat Perintah Tugas Pemeriksaan; c. Penyiapan kelengkapan dokumen sebagai bahan pemeriksaan penyidikan, penertiban dan atau penyegelan terhadap pelanggaran peraturan perundang undangan pajak dan retribusi daerah;

d. Koordinasi dengan instansi terkait di bidang pemeriksaan, pengawasan dan pengendalian, pengusutan dan atau penyidikan terhadap subjek dan objek pajak dan retribusi daerah;

e. Pemeriksaan pajak terhadap subjek dan objek pajak sesuai dengan prosedur dan metode pemeriksaan yang baik;

f. Pelaksanaan penertiban dan penyidikan terhadap subjek dan objek pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

g. Pembuatan laporan kegiatan Seksi secara periodik;

h. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(26)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 22 Bidang Penagihan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas Pendapatan dalam melaksanakan pembukuan penerimaan pajak daerah, penatausahaan piutang pajak daerah, penerbitan surat-surat fiskal, upaya penagihan, penghitungan piutang pajak daerah dan pemrosesan permohonan banding/keberatan.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang penagihan pendapatan;

b. Penyelenggaraan pembukuan penerimaan pajak daerah;

c. Penyiapan pelaporan realisasi penerimaan dan tunggakan pajak daerah; d. Pelaksanaan rekonsiliasi dan verifikasi penerimaan pajak daerah;

e. Pelaksanaan penagihan pajak daerah yang telah melampaui batas jatuh tempo; f. Penerbitan Surat Tagihan Pajak Daerah, Surat Perjanjian Pencicilan

Pembayaran Piutang pajak daerah;

g. Pelaksanaan penerimaan permohonan banding keberatan pajak daerah;

h. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program kerja bidang penagihan;

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Penagihan terdiri dari : 1. Seksi Pembukuan dan Verifikasi;

2. Seksi Penagihan dan Perhitungan; 3. Seksi Pertimbangan dan Keberatan.

2.1.4.1 Seksi Pembukuan dan Verifikasi

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penagihan dalam melaksanakan pembukuan dan verifikasi.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penatausahaan penerimaan pajak daerah;

(27)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 23 c. Pembuatan perhitungan hasil bersih penetapan pajak daerah secara berkala; d. Pembuatan daftar piutang pajak daerah;

e. Penyiapan laporan periodik mengenai realisasi penerimaan pajak daerah; f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Penagihan sesuai

dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.4.2 Seksi Penagihan dan Perhitungan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang penagihan dalam melaksanakan penagihan dan perhitungan pendapatan.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Pelaksanaan upaya-upaya penagihan aktif dan pasif;

b. Pelaksanaan monitoring pembayaran piutang/tunggakan pajak daerah;

c. Penerbitan surat persetujuan untuk pengangsuran tunggakan, surat peringatan I, surat peringatan II, surat peringatan III, surat teguran, surat usulan untuk disita dan surat usulan untuk pelelangan;

d. Penerbitan surat keterangan pembayaran pajak (fiskal); e. Pembuatan laporan kegiatan secara periodik;

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Penagihan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.4.3 Seksi Pertimbangan dan keberatan

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Penagihan dalam melaksanakan pertimbangan dan keberatan pajak daerah.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :

a. Penerimaan dan penelitian permohonan pertimbangan dan keberatan pajak daerah;

b. Pengumpulan bukti, penganalisaan, pengkajian dan membuat laporan pertimbangan dan keberatan pajak daerah;

c. Penerbitan Surat Keputusan Keberatan dan Pertimbangan Pajak daerah; d. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Seksi secara periodik;

(28)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 24 e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Penagihan sesuai

lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.5 Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain

Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain mempunyai tugas membantu Kepala Dinas Pendapatan dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang retribusi dan pendapatan lain-lain yang meliputi merencanakan dan mengembangkan objek pajak dan subjek retribusi daerah, koordinasi pemungutan dan penerimaan retribusi, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan retribusi daerah dan penerimaan lain-lain serta tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Dinas Pendapatan.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penyusunan dan pelaksanaan rencana program kerja bidang retribusi dan pendapatan lain-lain;

b. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait untuk penyusunan perencanaan dan pengembangan objek dan subjek retribusi daerah dan penerimaan lain-lain;

c. Pelaksanaan penatausahaan dan pelaporan penerimaan retribusi dan penerimaan pendapatan lain-lain;

d. Pelaksanaan koordinasi pemungutan dan penerimaan retribusi dan penerimaan lain-lain;

e. Pembinaan dan pemantauan pelaksanaan retribusi, kontribusi bagian laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan badan usaha daerah lainnya;

f. Pengelolaan dan pengendalian benda-benda berharga yang merupakan penerimaan pendapatan lain-lain daerah;

g. Pelaksanaan evaluasi dan penyyusunan pelaporan pelaksanaan program kerja bidang retribusi dan pendapatan lain-lain;

h. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Dinas Pendapatan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

(29)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 25 Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain terdiri dari :

1. Seksi Penerimaan Retribusi dan Pendapatan PAD Lain-Lain yang sah; 2. Seksi Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan yang sah;

3. Seksi Legalisasi dan Pembukuan Surat-Surat Berharga.

2.1.5.1 Seksi Penerimaan Retribusi dan Pendapatan PAD Lain-Lain yang sah

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-lain dalam melakukan penerimaan retribusi, membuat laporan realisasi penerimaan retribusi serta pendapatan lain-lain dan membuat laporan kegiatan Seksi secara periodik.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Pembukuan penerimaan retribusi, kontribusi bagian laba Badan Usaha Milik Daerah dan penerimaan pendapatan lain-lain sesuai ketentuan yang berlaku; b. Pelaksanaan verifikasi penerimaan retribusi, kontribusi bagian laba Badan

Usaha Milik Daerah dan penerimaan pendapatan lain-lain;

c. Pembuatan pelaporan realisasi penerimaan retribusi, kontribusi bagian laba Badan Usaha Milik Daerah dan penerimaan pendapatan lain-lain daerah; d. Pelaksanaan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan Seksi secara periodik; e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Retribusi dan

Pendapatan Lain-lain sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.5.2 Seksi Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan yang sah

Mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-lain dalam melaksanakan penyusun dan pelaksanaan rencana program kerja bidang dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah meliputi pembukuan hasil pajak, mempelajari peraturan perundang-undangan tentang hasil pajak dan pembinaan pelaksanaan hasil pendapatan serta membuat laporan kegiatan secara periodik.

(30)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 26

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Pembukuan penerimaan bagi hasil pajak dan bukan hasil pajak dan membuat laporan secara periodik;

b. Pengkajian peraturan perundang-undangan tentang pajak bagi hasil pajak dan bukan pajak;

c. Penghimpunan data dan pelaksanaan koordinasi, monitoring serta verifikasi penerimaan bagi hasil pendapatan;

d. Pembinaan dan pemantauan pelaksanaan bagi hasil pendapatan daerah; e. Pelaksanaan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan secara periodik;

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

2.1.5.3 Seksi Legalisasi dan Pembukuan Surat-surat Berharga

Mempunyai tugas membantu Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-lain dalam menghimpun, melakukan, mengolah surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan menganalisa kebutuhan benda-benda berharga dan membuat laporan kegiatan secara periodik.

Uraian tugas sebagaimana dimaksud, meliputi :

a. Penghimpunan data berkenaan dengan surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Batam;

b. Pemantauan dan analisa kebutuhan benda-benda berharga;

c. Pengelolaan dan pendistribusian serta pengendalian kebutuhan benda-benda berharga;

d. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Seksi secara periodik; e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bidang Retribusi dan

(31)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 27

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam

SUB BAGIAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM

KEPALA DINAS

BIDANG

PENAGIHAN PENDAPATAN LAIN-LAIN BIDANG RETRIBUSI DAN

UPTD BIDANG PROGRAM

SEKSI PENERIMAAN RETRIBUSI & PENDAPATAN PAD YANG SAH SEKSI DATA DAN

INFORMASI

SEKSI DANA PERIMBANGAN DLL PENDAPATAN YANG SAH SEKSI PENAGIHAN

DAN PERHITUNGAN SEKSI PENETAPAN

SEKSI PERTIMBANGAN DAN KEBERATAN

SEKSI LEGALISASI PEMBUKUAN SURAT-SURAT BERHARGA SEKSI PEMERIKSAAN

SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN SEKRETARIS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENDATAAN DAN PENETAPAN SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM SEKSI PEMBUKUAN DAN VERIFIKASI SEKSI PENDATAAN DAN PENDAFTARAN SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN

(32)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 28 Struktur Organisasi diatas menunjukkan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada dalam menjalankan kegiatan operasional dan menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan hubungan aktivitas sesuai dengan tupoksi dan menunjukkan adanya spesialisasi kegiatan kerja, standardisasi kegiatan kerja, koordinasi kegiatan kerja dan besaran seluruh organisasi untuk mencapai tujuan.

2.2 SUMBER DAYA

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pemerintah dalam melaksanakan pembangunan diperlukan aparatur pegawai negeri sipil (PNS) yang profesional, bermoral, bersih, bertanggung jawab serta beretika. Profesionalisme sangat terkait dengan kompetensi PNS yang didalamnya terdapat tingkat penguasaan ilmu pengetahuan/keterampilan yang diperlukan oleh jabatan yang akan dan sedang didudukinya.

Mewujudkan profesionalisme dikalangan PNS memerlukan proses yang panjang diawali dengan proses rekrutmen yang benar, pengembangan PNS yang mengarah pada peningkatan kompetensi dan prestasi kerja, termasuk juga didalamnya pola pembinaan karier PNS, hal tersebut akan dapat dicapai secara efektif dan efisien apabila telah didukung oleh organisasi yang rasional serta disusun untuk mencapai Visidan Misi yang ditetapkan.

2.2.1 Jumlah Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Jabatan pada Dinas Pendapatan Kota Batam.

Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang pegawai negeri sipil dalam susunan suatu organisasi.

Tabel 2.1

Jumlah Pegawai Dispenda Kota Batam Berdasarkan Jabatan

NO ESELON FORMASI TERISI KURANG JENIS KELAMIN

LK PR

(33)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 29

2 III/a 1 1 0 1 0

3 III/b 4 4 0 3 1

4 IV/a 17 17 0 10 7

JUMLAH 23 23 0 15 8

2.2.2 Jumlah Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Pangkat dan Golongan dan Tenaga Harian Lepas pada Dinas Pendapatan Kota Batam.

Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendapatan Kota Batam berdasarkan pangkat dan golongan berjumlah 68 orang dan 2 orang tenaga harian lepas dengan uraian sebagai berikut :

Tabel 2.2

Jumlah Pegawai/THL Dispenda Kota Batam Berdasarkan Pangkat dan Golongan

NO PANGKAT / GOLONGAN JUMLAH JENIS KELAMIN

LK PR

1 Pembina Tk.I, IV/b 2 1 1

2 Pembina, IV/a 3 3 0

3 Penata Tk.I, III/d 10 5 5

4 Penata, III/c 5 4 1

5 Penata Muda Tk.I, III/b 10 4 6

6 Penata Muda, III/a 14 8 6

7 Pengatur Tk.I, II/d 2 1 1

8 Pengatur, II/c 9 6 3

9 Pengatur Muda Tk.I, II/b 10 8 2

10 Pengatur Muda, II/a 3 3 0

11 Tenaga Harian Lepas 2 2 0

JUMLAH 70 45 25

Dari jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada pada Dinas Pendapatan Kota Batam dengan jumlah 68 orang, 23 orang diantaranya menduduki jabatan eselon, maka jumlah staf non eselon 45 orang, ini dirasakan masih kekurangan dalam melaksanakan tugas khususnya adanya pelimpahan wewenang dari pusat ke

(34)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 30 daerah yaitu PBB menjadi pajak daerah yang diberlakukan mulai tahun 2013 dimana disetiap kelurahan diperlukan staf khusus untuk pendataan PBB.

2.2.3 Jumlah Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Harian Lepas pada Dinas Pendapatan Kota Batam berdasarkan Pendidikan

Tabel 2.3

Jumlah Pegawai/THL Dispenda Kota Batam Berdasarkan Pendidikan

NO PANGKAT /GOLONGAN PENDIDIKAN

SLTA D.II D.III S.1 S.2

1 Pembina Tk.I, IV/b - - - 1 1

2 Pembina, IV/a - - - 2 1

3 Penata Tk.I, III/d 1 - - 7 2

4 Penata, III/c - - 1 3 1

5 Penata Muda Tk.I, III/b - - - 10 -

6 Penata Muda, III/a - - - 14 -

7 Pengatur Tk.I, II/d - - 2 - -

8 Pengatur, II/c 2 - 7 - -

9 Pengatur Muda Tk.I, II/b 10 - - - -

10 Pengatur Muda, II/a 3 - - - -

11 Tenaga Harian Lepas 1 - - - -

JUMLAH 17 - 10 38 5

2.3 KINERJA PELAYANAN

Evaluasi kinerja pelayanan dalam pencapaian terget selama 5 (lima) tahun disampaikan untuk memberikan gambaran bahwa relisasi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun ke tahun dapat terealisasi dari target yang telah ditetapkan, hal tersebut telah menggambarkan tentang pencapaian misi Dinas Pendapatan Kota Batam tahun 2006-2010 yang telah dituangkan dalam Renstra yang meliputi :

(35)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 31 1. Menciptakan Masyarakat Taat Pajak dan Retribusi Daerah

2. Menciptakan Sistem dan Prosedur Administrasi Perpajakan yang Tertib Dengan adanya beberapa perubahan kondisi masyarakat dan tantangan yang dihadapi, maka Dinas Pendapatan Kota Batam, harus menyesuaikan visinya untuk tahun 2011-2016 yang lebih menantang, berorientasi pada kepentingan pembangunan, bersifat jangka panjang, memberikan kekuatan terhadap perubahan-perubahan dan masa depan yang diharapkan maka harus :

1. Mencerminkan apa yang ingin dicapai.

2. Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas.

3. Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan stratejik 4. Memiliki orientasi terhadap masa depan.

2.3.1 Jenis Pajak Daerah yang dikelola Dinas Pendapatan Kota Batam adalah :

1. Pajak Hotel 2. Pajak Restoran 3. Pajak Hiburan 4. Pajak Reklame

5. Pajak Penerangan Jalan

6. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan 7. Pajak Parkir

8. Pajak Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 9. Pajak Bumi dan Bangunan sektor Perkotaan (Terlaksana Thn 2013)

2.3.2 Jenis Retribusi yang pemungutannya dikelola oleh Dinas/Instansi Lain :

a. Retribusi Jasa Umum

1. Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP 2. Retribusi Penggantian Biaya Cetak KK

3. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Catatan Sipil 4. Retribusi SKTT dan SKTS

5. Retribusi Legalisir Dokumen Kependudukan 6. Retribusi Keterangan Pindah Datang

7. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan 8. Retribusi Pelayanan Parkir Ditepi Jalan 9. Retribusi Pelayanan Pasar

10. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor

11. Retribusi Penetapan Jenis dan Sifat Kendaraan Bermotor 12. Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi

(36)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 32

b. Retribusi Perizinan Tertentu

1. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan 2. Retribusi Izin Trayek

3. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol 4. Retribusi Izin Usaha Perikanan

5. Retribusi HO dan Pembuangan Limbah

Target Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun 2011 untuk pajak daerah bertambah dengan masuknya Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi pajak daerah, sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkotaan dan pedesaan (P2) menjadi pajak daerah yang efektif dilaksanakan tahun 2013. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Darah dan Retribusi Daerah terdapat beberapa jenis pungutan retribusi yang tidak dipungut lagi sehingga dapat berpengaruh langsung terhadap target PAD karena yang selama ini potensinya cukup besar seperti Izin Usaha Perdagangan, Izin Pariwisata, Izin Reklame, Izin Kesehatan, Izin Pasar, Izin Usaha Jasa Konstruksi, Penggunaan Tanah dan atau Bangunan yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah.

2.3.3 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terdiri dari :

Deviden Laba, Jasa Giro, Bunga Pinjaman, Penerimaan hasil penjualan tiket, Tarif Pelayanan Kesehatan RSUD dan Lain-lain yang Sah.

Walaupun ada kebijakan penyerahan tugas pemungutan beberapa jenis retribusi daerah kepada dinas atau instansi lain, Dinas Pendapatan tetap berkewajiban membina dan memonitor perkembangan terhadap segala usaha dibidang pendapatan atau penerimaan daerah, karena Dinas Pendapatan sebagai Koordinator Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam hal mengoptimalkan dan menghindari adanya penyimpangan/kebocoran dari Pajak dan Retribusi Daerah, dilakukan koordinasi dan mekanisme pengawasan sebagai berikut: Untuk pengelolaan dan pemungutan pendapatan daerah yang berasal dari pajak dilakukan sepenuhnya oleh Dinas Pendapatan Kota Batam, sedangkan pengelolaan dan pemungutan untuk retribusi daerah dilaksanakan sepenuhnya oleh Dinas Tekhnis penghasil terkait, yang kemudian disetorkan langsung ke rekening Kas Daerah melalui Bendaharawan Khusus

(37)

Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2011 – 2016

Dinas Pendapatan Kota Batam 33 Penerima dan Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD) pada Pemegang Kas Daerah Kota Batam atau bank yang ditunjuk. Selanjutnya Dinas Tekhnis penghasil melaporkan hasil penerimaannya kepada Walikota Batam melalui Dinas Pendapatan Kota Batam.

Untuk melihat perkembangan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 sebagai berikut:

Tabel 2.4

PERKEMBANGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TAHUN 2006-2010

TAHUN RPJM TARGET REALISASI

2006 82,137,079,000.00 82,137,786,480.00 95,247,197,177.72 2007 105,329,000,000.00 111,080,269,589.00 107,559,056,048.98 2008 115,861,900,000.00 134,613,286,397.00 142,394,626,077.26 2009 127,448,090,000.00 151,120,189,815.30 154,375,851,953.81 2010 261,662,660,000.00 175,044,493,202.00 156,496,283,695.95 Tabel 2.5

PERKEMBANGAN TARGET DAN REALISASI PAD TERHADAP RPJM TAHUN 2006-2010

TAHUN TARGET VS RPJM REALISASI VS RPJM REALISASI VS TARGET

2006 100.00 115.96 115.96 2007 105.46 102.12 96.83 2008 116.18 122.90 105.78 2009 118.57 121.13 102.15 2010 66.90 59.81 89.40 RATA-RATA 101.42 104.38 102.03

Dari tabel diatas terlihat bahwa realisasi pencapaian target PAD terhadap RPJM tahun 2006-2010 rata-rata 101.42% per tahun, pencapaian realisasi target terhadap RPJM tahun 2006-2010 rata-rata 104.38% per tahun serta pencapaian realisasi terhadap target PAD tahun 2006-2010 rata-rata 102.03% pertahun. Realisasi pencapaian target secara keseluruhan cukup memuaskan.

Tabel 2.6

PERKEMBANGAN TARGET PENDAPATAN ASLI DAERAH TAHUN 2006-2010

Tahun Pajak Daerah Retribusi Daerah Laba Perusahaan Lain-lain PAD yang

Referensi

Dokumen terkait

(2005) integrate building boundaries extracted from aerial images and roof planes derived from point clouds for reconstructing enhanced building edges with the

gejala kerusakan yang ditimbulkan oleh BDB tanaman. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah pisang dapat digunakan sebagai bahan uji patogenisitas

Berdasarkan hasil evaluasi administrasi, teknis, evaluasi harga serta evaluasi penilaian kualifikasi penawaran oleh Pokja ULP Pengadaan Barang/Jasa Bidang Bina Marga Dinas

Pada skenario alternatif menggunakan PLTN dengan kapasitas 1000 MW dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 8,5 juta ton per tahun mulai dari tahun 2020 atau sekitar 2,15% dari total

meal after detection of ovulation in the second oestrus after weaning. Ovulation was checked by transrectal ultrasonography. Blood was collected for the analyses of

Jika suatu pegas ditekan atau ditarik maka pegas itu akan memberikan gaya yang.. berlawanan dengan arah

Tujuan dibuatnya rancangan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh kombinasi s tretching dan myofascial release dengan s tretching dan deep friction untuk

pendidikan yang paling banyak mengalami penurunan daya ingat lansia adalah. tingkat pendidikan SD yaitu sebanyak 28