• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III 2014"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU

TRIWULAN III 2014

No. 79/11/21/Th.IX, 5 November 2014

PDRB KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III 2014

TUMBUH 6,15 PERSEN

(c to c)

 PDRB Kepulauan Riau kumulatif triwulan III 2014 dibandingkan kumulatif triwulan III 2013 (c to c) mengalami pertumbuhan sebesar 6,15 persen

 PDRB Kepulauan Riau pada triwulan III 2014 dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q to q) tumbuh sebesar 2,28 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua sektor, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 4,25 persen.  PDRB Kepulauan Riau pada triwulan III 2014 dibandingkan triwulan yang sama 2013 (y on y)

mengalami pertumbuhan sebesar 6,89 persen.

 Perekonomian Kepulauan Riau yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2014 mencapai Rp28.247.550,81 juta, sedangkan besaran PDRB triwulan III 2014 atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp13.345.002,77 juta.

 Di sisi penggunaan secara riil, pada triwulan III 2014 tumbuh sebesar 2,28 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q). Seluruh komponen penggunaan mengalami pertumbuhan kecuali ekspor barang dan jasa yang turun 3,26 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q). Komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yakni sebesar 3,92 persen. Secara keseluruhan kumulatif (c to c) dan pertumbuhan (y on y),

triwulan III 2014 tumbuh sebesar 6,15 persen dan 6,89 persen.

 Dibandingkan dengan triwulan III 2013 (y-on-y), perekonomian Kepulauan Riau tumbuh 6,89 persen didukung oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 9,13 persen, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba tumbuh 17,83 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh 6,41 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 10,57 persen, dan Impor sebagai komponen pengurang tumbuh 2,83 persen. Namun di sisi lain, Komponen Ekspor tumbuh -4,10 persen.

(2)

A.

PDRB PROVINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT SEKTOR EKONOMI

I.

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN III 2014

Kinerja perekonomian Kepulauan Riau pada triwulan III 2014 bila dibandingkan dengan

triwulan sebelumnya (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan tumbuh sebesar

2,28 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua sektor, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 4,25 persen.

PDRB triwulan III 2014 dibandingkan dengan triwulan III 2013 (y-on-y), tumbuh sebesar 6,89

persen. Sektor yang menjadi pendorong (driving force) pertumbuhan adalah sektor perdagangan, hotel,

dan restoran dan sektor konstruksi yang masing-masing tumbuh sebesar 11,72 persen dan 9,87 persen.

Secara kumulatif PDRB triwulan III 2014 tumbuh sebesar 6,15 persen (c-to-c).

PDRB tanpa migas secara berantai (q-to-q) triwulan III 2014 dibandingkan triwulan II 2014 tumbuh sebesar 2,34 persen. Sedangkan triwulan III 2014 dibanding triwulan yang sama tahun

sebelumnya (y-on-y) tumbuh sebesar 7,10 persen, dan pertumbuhan kumulatif tanpa migas tumbuh

sebesar 6,35 persen (c-to-c).

TABEL 1. LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA

(%) SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA Trw III 2014** Terhadap Trw II 2014* (q-to-q) Trw III 2014** Terhadap Trw III 2013* (y-on-y) Kumulatif Trw III 2014** Terhadap Kumulatif Trw III 2013* (c-to-c) Sumber Pertumbu han Trw III 2014 (q-to q) Sumber Pertumbu han Trw III 2014 (y-on-y) Sumber Pertumbu han Trw III 2014 (c-to-c) (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan

dan Perikanan 2,86 7,13 4,78 0,11 0,28 0,19 2. Pertambangan dan Penggalian 0,75 1,77 1,46 0,03 0,08 0,07 3. Industri Pengolahan 1,51 5,17 4,99 0,75 2,59 2,50 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 2,63 4,51 3,39 0,01 0,02 0,02 5. Konstruksi 1,72 9,87 12,71 0,09 0,52 0,66 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 4,25 11,72 9,45 1,05 2,83 2,27 7. Pengangkutan dan Komunikasi 3,28 7,12 5,11 0,15 0,32 0,23 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa

Persahaan 0,11 2,06 2,39 0,01 0,10 0,11 9. Jasa-jasa 3,32 6,61 4,62 0,07 0,15 0,10 PDRB 2,28 6,89 6,15 2,28 6,89 6,15 PDRB TANPA MIGAS 2,34 7,10 6,35 - - - *) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara

(3)

on-y) dengan kontribusi masing-masing sebesar 2,83 persen dan 2,59 persen. Secara q-to-q, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri pengolahan juga memberikan sumbangan terbesar terhadap total pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan III 2014 dengan kontribusi masing-masing sebesar 1,05 persen dan 0,75 persen. Sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran hingga triwulan III-2014 menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 2,50 persen dan 2,27 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.

II.

NILAI PDRB ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN III

2014

Pada triwulan II 2014 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp27.194.870,28 juta, kemudian pada triwulan III 2014 meningkat menjadi Rp28.247.550,81 juta. Atas harga konstan 2000, PDRB triwulan II 2014 adalah sebesar Rp13.047.281,69 juta dan pada triwulan III 2014 meningkat menjadi Rp13.345.002,77 juta.

Atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar

pada triwulan III 2014 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp13.229.155,55 juta, kemudian

sektor perdagangan, hotel, dan restoran Rp6.007.351,84 juta, disusul oleh sektor konstruksi sebesar Rp2.482.834,13 juta, sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp1.842.774,28 juta, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar Rp1.303.380,01 juta rupiah, selanjutnya sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp1.263.642,07 juta dan terakhir sektor pertanian sebesar Rp1.239.303,01 juta. Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto dibawah 1 triliun rupiah. Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto paling besar berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp6.560.928,79 juta, sektor perdagangan, hotel, dan restoran Rp3.368.398,92 juta dan sektor konstruksi Rp729.104,33 juta.

TABEL 2. PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000

(Juta Rupiah)

SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA

Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Trw II 2014** Trw III 2014** Trw II 2014** Trw III 2014**

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan 1.159.700,43 1.239.303,01 506.735,65 521.239,79

2. Pertambangan dan Penggalian 1.824.583,09 1.842.774,28 589.033,68 593.456,63

3. Industri Pengolahan 12.847.349,49 13.229.155,55 6.463.267,92 6.560.928,79

4. Listrik, Gas dan Air Bersih 157.186,04 163.562,69 69.956,85 71.797,47

5. Konstruksi 2.409.601,69 2.482.834,13 716.750,10 729.104,33

6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 5.627.535,17 6.007.351,84 3.231.077,36 3.368.398,92

7. Pengangkutan dan Komunikasi 1.202.643,36 1.263.642,07 588.198,42 607.488,34

8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 1.279.389,82 1.303.380,01 591.665,17 592.333,72

9. Jasa-jasa 686.881,19 715.547,23 290.596,53 300.254,79

PDRB DENGAN MIGAS 27.194.870,28 28.247.550,81 13.047.281,69 13.345.002,77

PDRB TANPA MIGAS 25.641.698,03 26.677.801,33 12.570.587,17 12.864.129,91

*) Angka Sementara

(4)

III.

STRUKTUR PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA 2012-2013,

TRIWULAN III TAHUN 2013- 2014

TABEL 3. STRUKTUR PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA 2012-2013 DAN TRIWULAN III 2013-2014

(%)

SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA 2012 2013* Triwulan III

2013* 2014**

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan

Perikanan 4,40 4,28 4,29 4,39 2. Pertambangan dan Penggalian 7,37 7,09 7,03 6,52 3. Industri Pengolahan 47,89 47,70 47,57 46,83 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,59 0,58 0,58 0,58 5. Konstruksi 7,90 8,35 8,48 8,79 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 19,82 20,09 20,18 21,27 7. Pengangkutan dan Komunikasi 4,45 4,46 4,47 4,47 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 4,92 4,85 4,82 4,61 9. Jasa-jasa 2,66 2,60 2,58 2,53

PDRB DENGAN MIGAS 100,00 100,00 100,00 100,00

PDRB TANPA MIGAS 93,70 93,95 94,01 94,44

*) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara

Pada triwulan III 2014, sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 46,83 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 21,27 persen serta sektor konstruksi 8,79 persen. Secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 76,89 persen dalam PDRB;

(5)

B.

PDRB PROVINSI KEPULAUAN RIAU MENURUT PENGGUNAAN

I.

PERTUMBUHAN PDRB TRIWULANAN MENURUT PENGGUNAAN 2014

TABEL 4. LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT PENGGUNAAN TRIWULANAN

(%) SEKTOR Trw III 2014** Terhadap Trw II 2014** q-to-q Trw III 2014** Terhadap Trw III 2013* y-on-y 2014** (s/d Trw III) Terhadap 2013* (s/d Trw III) c-to-c Sumber Pertumbuhan Trw III 2014** y-on-y (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 3,92 9,13 7,35 4,61 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 1,23 17,83 15,35 0,15 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 3,45 6,41 5,51 0,28 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 3,81 10,57 10,13 3,99 5. Perubahan Stok

6. Ekspor Barang dan Jasa -3,26 - 4,10 - 3,68 -3,61 7. Impor Barang dan Jasa 3,69 2,83 - 1,58 1,72

PDRB 2,28 6,89 6,15 6,89

*) Angka Sementara

**) Angka Sangat Sementara

Tabel 4, terlihat bahwa pada triwulan III 2014 hampir semua komponen penggunaan

menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan II 2014 (q to q), kecuali komponen ekspor barang

dan jasa yang masih tumbuh negatif. Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan komponen PDRB penggunaan yang tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 3,92 persen. Hal ini sebagai

akibat dari meningkatnya konsumsi rumah tangga menyambut event Hari Raya Idul Fitri dan tahun

ajaran baru anak sekolah. Selain komponen pengeluaran konsumsi konsumsi rumah tangga, komponen pengeluaran lainnya yang tumbuh positif adalah pembentukan modal tetap bruto, pengeluaran konsumsi pemerintah, pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba serta impor barang dan jasa yakni masing-masing tumbuh sebesar 3,81 persen; 3,45 persen; 1,23 persen dan 3,69 persen. Komponen ekspor barang dan jasa mengalami penurunan sebesar -3,26 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan triwulan III 2014 terhadap triwulan III 2013 atau (y on y),

semua komponen penggunaan mengalami pertumbuhan positif kecuali ekspor barang dan jasa. Komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,83 persen, diikuti dengan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 10,57 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 9,13 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,41 persen, serta impor barang dan jasa sebesar 2,83 persen. Sedangkan

komponen ekspor turun sebesar 4,10 persen. Secara keseluruhan pertumbuhan (y on y) pada

triwulan III 2014 tumbuh sebesar 6,89 persen

Jika capaian pertumbuhan dilihat secara kumulatif mulai dari triwulan I 2014 sampai dengan triwulan III 2014, ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 6,15 persen. Pertumbuhan ini lebih

(6)

rendah dibandingkan dengan pertumbuhan (c to c) tahun sebelumnya yang mencapai 6,58 persen. Jika dicermati lebih jauh lagi, komponen yang tumbuh paling tinggi adalah Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba yang tumbuh sebesar 15,35 persen. Selanjutnya diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto yang tumbuh 10,13 persen.

II.

PDRB MENURUT PENGGUNAAN ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA

KONSTAN 2000 TRIWULAN III 2014

Pada tabel 5, PDRB penggunaan triwulan III 2014 atas dasar harga berlaku menunjukkan komponen yang memberikan kontribusi terbesar adalah ekspor barang dan jasa sebesar Rp26.316.448,07 juta rupiah, diikuti dengan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar Rp24.763.824,09 juta rupiah, komponen impor barang dan jasa sebesar Rp22.063.436,35 juta rupiah dan komponen konsumsi rumah tangga sebesar Rp21.886.308,69 juta rupiah.

Sedangkan PDRB penggunaan triwulan III 2014 atas dasar harga konstan 2000, juga menunjukkan komponen ekspor barang dan jasa yang mempunyai kontribusi terbesar dengan nilai sebesar Rp10.552.780,53 juta rupiah, diikuti dengan komponen impor barang dan jasa sebesar Rp7.797.373,37 juta rupiah, komponen konsumsi rumah tangga sebesar Rp 6.885.098,17 juta rupiah dan komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar Rp 5.214.681,04 juta rupiah.

TABEL 5. PDRB MENURUT PENGGUNAAN

ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000 TRIWULAN II 2014 dan TRIWULAN III 2014

(Juta Rupiah)

SEKTOR Harga Berlaku Harga Konstan 2000

Trw II 2014** Trw III 2014** Trw II 2014** Trw III 2014**

(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 20.576.658,87 21.886.308,69 6.625.661,58 6.885.098,17 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Swasta Nirlaba 336.224,45 347.537,21 124.500,50 125.731,45 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1.925.911,14 2.011.631,31 559.680,00 579.016,32 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 23.485.388,36 24.763.824,09 5.023.122,15 5.214.681,04 5. Perubahan Stok

6. Ekspor Barang dan Jasa 27.095.491,11 26.316.448,07 10.908.806,99 10.552.780,53 7. Impor Barang dan Jasa 21.180.316,99 22.063.436,35 7.520.136,22 7.797.373,37

PDRB 27.194.870,28 28.247.550,81 13.047.281,69 13.345.002,77

Gambar

TABEL 1. LAJU PERTUMBUHAN PDRB   MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA
TABEL 2. PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA  ATAS DASAR HARGA BERLAKU DAN HARGA KONSTAN 2000
TABEL 3.  STRUKTUR PDRB MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA  2012-2013 DAN TRIWULAN III 2013-2014
TABEL 4.  LAJU PERTUMBUHAN PDRB   MENURUT PENGGUNAAN TRIWULANAN
+2

Referensi

Dokumen terkait

(1994), kegiatan Hasil pengukuran seismik dan magnetik dengan vulkanisme di Jawa ditunjukkan oleh keterdapatan lava lintasan berarah barat laut – tenggara yang memotong

Cara kerja robot dalam menyapu lantai adalah dengan memutar sapu yang terdapat di sisi depan bawah serta bagian tengah dari robot dan menggunakan vacuum cleaner untuk

Koefisien Determinasi (R²) ... PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN ... Gambaran Perekonomian di Indonesia ... Pembahasan Hasil Penelitian ... Distribusi Jumlah Kemiskinan, Produk

Pada sub bab metodelogi penelitian ini menjelaskan langkah-langkah yang akan dilalui untuk melakukan penelitian ini dalam penerapan pengenalan penerima surat formal dengan

WT Strategi: UKM Kerupuk Kulit dapat meningkatkan kualitas produk seperti merek, perijinan, BPOM pegemasan.Berdasarkan hasil obsevasi dan pengamatan produk kerupuk

syndrome di atas, menunjukkan bahwa penggunaan metode glenn doman efektif untuk meningkatkan pemahaman lambang bilangan anak down syndrome. Ini terlihat

Akuntan Publik yang menghilangkan data atau catatan pada kertas kerja dan tidak membuat kertas kerja yang berkaitan dengan jasa yang diberikan akan dipidana penjara paling lama

1) Proses APO08 - (Mengelola Hubungan) berada pada level 3, sedangkan target yang ingin dicapai yaitu level 5 yang artinya implementasi layanan m-banking untuk