• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK KORELASI ANTARA TEKANAN VENA SENTRAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK KORELASI ANTARA TEKANAN VENA SENTRAL"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

i

ABSTRAK

KORELASI ANTARA TEKANAN VENA SENTRAL DENGAN

COLLAPSIBILITY INDEX VENA KAVA INFERIOR PADA

PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANG TERAPI INTENSIF

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH

DENPASAR

Latar belakang: Status volume di dalam pembuluh darah adalah parameter penting dalam memonitor pasien yang dirawat di RTI, sehingga akurasi pengawasan ketat terhadap volume cairan tubuh menjadi salah satu hal yang mendukung kesehatan pasien. Volume cairan tubuh dapat dimonitor antara lain dengan cara pengukuran: tekanan vena sentral atau collapsibility index dengan cara mengukur diameter vena kava inferior. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior pada pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar.

Metode: sebanyak 70 pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah yang sudah terpasang CVC sesuai indikasinya, kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan vena sentral dan dilanjutkan dengan pengukuran diameter vena kava inferior maksimal dan minimal untuk menghitung collapsibility index. Koefisien korelasi Spearman digunakan untuk menilai korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior.

Hasil: dari 70 pasien, ditemukan korelasi negatif sangat kuat dan signifikan antara tekanan vena sentral dan collapsibility index vena kava inferior (Spearman’s rho = - 0,854; p < 0,001).

Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi negatif yang sangat kuat antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior. Temuan ini menandakan bahwa collapsibility index vena kava inferior dapat menggantikan tekanan vena sentral dalam menentukan status volume didalam pembuluh darah.

Kata kunci: status volume, tekanan vena sentral, diamater vena kava inferior,

(2)

ii

ABSTRACT

CORRELATION BETWEEN CENTRAL VENOUS PRESSURE

WITH INFERIOR VENA CAVA COLLAPSIBILITY INDEX IN

PATIENTS TREATED IN INTENSIVE CARE UNIT HOSPITAL

GENERAL SANGLAH DENPASAR

Background: Intravascular volume status is an important parameter in monitoring

the patients treated at intensive care unit (ICU), so accuracy and strict monitoring of fluid volume is one factor that influence patient’s health status. Amongst others, two ways to monitor body fluid volume status is central venous pressure (CVP) and collapsibility index of inferior vena cava (IVC) diameter. The purpose of this study is to determine the correlation between CVP with the IVC collapsibility index in patients treated in ICU Sanglah Hospital in Denpasar.

Method: Seventy patients treated at Sanglah Hospital ICU with already inserted CVC

for appropriate indication, were measured for CVP, then followed by examination the diameter of IVC with ultrasound to measure the maximum and minimum collapsibility index. Spearman’s correlation coefficients was used to assess the correlation between CVP and collapsibility index of the IVC.

Results: In 70 patients, we found a very strong negative correlation between CVP and IVC’s collapsibility index (Spearman's rho = -0.854; p <0.001).

Conclusion: This study found that there is a very strong negative correlation between

CVP and collapsibility index of IVC. This finding indicates that the collapsibility index of the IVC may substitute CVP in determining the status of the intravascular volume.

Keywords: volume status, central venous pressure, inferior vena cava diameter,

(3)

iii

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN... iii

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

ABSTRAK ... xii

ABSTRACT ... xiii

DAFTAR ISI ... xiv

DAFTAR TABEL ... xviii

DAFTAR GAMBAR ... …….xix

DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG... xx

DAFTAR LAMPIRAN ... xxii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Mafaat Penelitian ... 3 1.4.1 Manfaat Ilmiah ... 3 1.4.2 Manfaat Praktis ... 3

(4)

iv

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 4

2.1 Keseimbangan Cairan ... 4

2.2 Kateter Vena Sentral ... 5

2.2.1 Definisi ... 5

2.2.2 Indikasi ... 5

2.2.3 Kontraindikasi ... 6

2.2.4 Komplikasi... 6

2.3 Tekanan Vena sentral ... 9

2.3.1 Definisi ... 9

2.3.2 Indikasi pengukuran tekanan vena sentral ... 10

2.3.3 Interpretasi pengukuran tekanan vena sentral ... 10

2.3.4 Faktor yang mempengaruhi pengukuran ... 11

2.4 Vena Kava Inferior ... 12

2.4.1 Definisi ... 12

2.4.2 Pengukuran diameter vena kava inferior ... 15

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS ... 18

3.1 Kerangka Berpikir ... 18

3.2 Kerangka Konsep ... 19

(5)

v

BAB IV METODE PENELITIAN ... 20

4.1 Rancangan Penelitian ... 20

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 21

4.3 Ruang Lingkup Penelitian ... 21

4.4 Penentuan Sumber Data... 21

4.4.1 Populasi Penelitian ... 21

4.4.2 Sampel Penelitian ... 21

4.4.3 Kriteria Eligibilitas ... 22

4.4.4 Perhitungan besar sampel... 22

4.4.5 Teknik pengambilan sampel ... 23

4.5 Variabel Penelitian ... 23

4.5.1 Identifikasi variabel ... . 23

4.5.2 Defenisi Operasional Variabel ... 24

4.6 Bahan dan Instrumen Penelitian... 26

4.7 Prosedur Penelitian... 27

4.7.1 Cara kerja... . 27

4.8 Analisis Statistik ... 28

BAB V HASIL PENELITIAN ... 29

5.1 Rancangan Penelitian ... 29

5.2 Uji Normalitas Data ... 30

5.3 Korelasi Nilai CVP dengan Skor diameter Vena Kava Inferior 31 5.4 Korelasi Nilai CVP dengan Collapsibility index ... 32

(6)

vi

BAB VI PEMBAHASAN ... 34

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 39

7.1 Simpulan ... 39

7.2 Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 40

(7)

vii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Status volume di dalam pembuluh darah merupakan parameter penting dalam memonitor pasien yang dirawat di ruang terapi intensif (RTI), sehingga akurasi dan monitoring ketat terhadap volume cairan tubuh menjadi salah satu hal yang mendukung kesehatan pasien, terutama pasien yang dirawat di RTI.

Status volume cairan tubuh dapat dimonitor melalui pemeriksaan fisik atau dengan cara pengukuran: diameter vena kava inferior, tekanan vena sentral, tekanan

pulmonary arteri occlusion, left ventrikel end diastolic area, transpilmonary thermodilution index (Preisman, 2006). Tekanan vena sentral digunakan secara luas dan digemari untuk menilai estimasi cairan di dalam pembuluh darah pada pasien, terutama pasien sakit kritis (Jones, 2009). Kerugian dari pemasangan kateter vena sentral adalah resiko mekanik, infeksi, trombosis, ujung kateter tidak pada tempat yang diinginkan (Pepe, 2006; Karapinar, 2007). Tekanan vena sentral mempunyai keterbatasan dalam pemasangan kateter vena sentral dan memonitor volume cairan yaitu kesulitan pemasangan saat urgent resuscitation, pasien tidak kooperatif, operator yang tidak ahli, kelainan katup jantung, tekanan tinggi pada rongga paru atau abdomen (Marik, 2008). Memonitor kecukupan volume pembuluh darah juga dapat dilakukan dengan menentukan diameter vena kava inferior dengan menggunakan

(8)

viii

ultrasonografi (USG), alat ini bersifat non invasive portable dan akurat dalam menilai struktur di dalam tubuh terutama pembuluh darah (Maecken, 2007).

Penelitian mengenai korelasi antara diameter vena kava inferior dan tekanan vena sentral untuk memonitor cairan pasien yang di rawat di ruang RTI rumah sakit militer Rawalpindi Pakistan pada tahun 2013, didapatkan korelasi yang kuat antara diameter vena kava inferior dan tekanan vena sentral (Amir, 2015). Penelitian mengenai korelasi diameter dan collapsibility index dengan tekanan vena sentral untuk evaluasi status volume intravaskular pada pasien kritis di rumah sakit Rajavithi Bangkok, Thailand juga mendapatkan hasil korelasi yang kuat (Prasert, 2013).

Prediksi cairan intravaskuler di RTI Rumah sakit umum pusat (RSUP) Sanglah sering dimonitor dengan menilai tekanan vena sentral dibanding pengukuran

collapsibility index dengan mengukur diameter maksimal dan minimal vena kava inferior. Mengacu pada uraian di atas, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior untuk memprediksi volume cairan intravaskuler pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar, bila terbukti berkorelasi kuat maka memonitor volume intravaskuler dengan menilai diameter vena kava inferior dapat menjadi pengukuran yang menggantikan tekanan vena sentral dalam memprediksi volume intravaskuler.

(9)

ix

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Apakah terdapat korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior untuk mem prediksi volume intravascular pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior untuk memprediksi volume intravaskular pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat ilmiah

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti mengenai korelasi antara tekanan vena sentral dengan collapsibility index vena kava inferior untuk memprediksi volume intravaskular pasien yang dirawat di RTI RSUP Sanglah Denpasar sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk penelitian selanjutnya. 1.4.2 Manfaat praktis

Penelitian ini jika terbukti, pengukuran collapsibility index vena kava inferior dapat memberikan pilihan dalam memprediksi volume intravaskular.

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan antara tekanan darah terhadap kecemasan pada pasien hipertensi.. Disarankan

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap tekanan darah mahasiswa dan mahasiswi di kampus III

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pekerja pabrik dengan sistem rotasi shift.. Penelitian ini

Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-panggul terhadap tekanan darah pada diabetes melitus tipe 2 di RSUD

Untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dan tekanan darah arteri mahasiswa keperawatan maka dilakukan analisis bivariat dengan uji korelasi

Setelah pengumpulan data lalu dianalisis menggunakan uji korelasi untuk melihat korelasi pengukuran antropometri dengan kadar AGT plasma dan tekanan darah subyek

Untuk mengetahui apa saja tekanan yang dihadapi oleh Indonesia yang diberikan Australia atas penundaan hukuman mati warga Negara Australia dalam kasus Bali Nine..

Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui korelasi ketebalan korteks ginjal dan resistive index ginjal berdasarkan pemeriksaan USG pada pasien