• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam ilmu matematika, khususnya dalam bidang analisis dikenal berbagai macam ruang, di antaranya ruang Hilbert. Banyak hal yang dapat dikaji di dalam ruang Hilbert. Salah satu konsep penting dalam ruang Hilbert adalah basis Schauder (atau disingkat basis). Jika{xn}∞n=1 basis untuk ruang HilbertH, maka untuk se-barangxdi ruang Hilbert, terdapat dengan tunggal barisan skalar{cn}∞

n=1sehingga

x=

X

n=1

cnxn. Namun, seringkali para peneliti mengalami kendala/kesulitan untuk

mendapatkan basis {xn}∞n=1, yakni dalam hal menunjukkan ketunggalan barisan skalar {cn}∞

n=1 sehingga x =

X

n=1

cnxn, untuk setiap x di ruang Hilbert H. Oleh karena itu, para peneliti mencoba mencari alat yang lebih efisien dari basis. Salah satunya, yaitu frame. Frame merupakan generalisasi dari basis Schauder di ruang Hilbert. Pada frame{xn}∞n=1, barisan skalar{cn}∞n=1sehinggax=

X

n=1

cnxn, untuk

setiapx di ruang HilbertH, tidak harus tunggal. Oleh karena itu, sifat-sifat yang berlaku pada basis berlaku pula pada frame, tetapi sebaliknya belum tentu.

Frame pertama kali dikenalkan oleh Duffin dan Schaeffer (1952) untuk me-neliti beberapa masalah pada deret Fourier non harmonik. Seiring berjalannya wak-tu, selain digunakan pada deret Fourier non harmonik, frame juga dapat digunakan padasignal processing, teori sampling, kompresi data, dan bidang matematika lain-nya. Seiring dengan perkembangan teori frame, beberapa macam generalisasi frame dikemukakan oleh beberapa peneliti, seperti proyektor quasi terbatas, pseudo frame, frame fusi dan lain-lain. Selanjutnya, Sun (2006) memberikan generalisasi baru dari frame yang disebut frame-g merupakan generalisasi dasar frame yang mencakup semua generalisasi-generalisasi frame yang sudah ada seperti telah disebutkan se-belumnya. Pada paper tersebut diberikan hubungan frame-g dengan frame di ruang

(2)

Hilbert. Selain frame-g, juga diberikan generalisasi dari basis Riesz yang sebelum-nya telah diteliti oleh Young (1980) yang disebut basis Riesz tergeneralisasi, dising-kat basis Riesz-g. Telah dikaji pula bahwa frame-g dan basis Riesz-g hampir mem-punyai sifat-sifat yang sama dengan frame dan basis Riesz, tetapi tidak semua sifat pada frame dan basis Riesz berlaku pada frame-g dan basis Riesz-g (Sun,2006). Sebagai contohnya, frame-g eksak tidak ekuivalen dengan basis Riesz-g, padahal menurut Christensen (2003) frame eksak ekuivalen dengan basis Riesz. Sun (2006) memberikan karakterisasi frame-g dengan menggunakan frame di ruang Hilbert. Selanjutnya Ding dan Zhu (2010) membuktikan karakterisasi tersebut belum tentu berlaku apabila frame-g diganti frame Besselian-g dan frame diganti dengan frame Besselian. Dengan menambahkan beberapa syarat, karakterisasi yang dibuktikan Sun (2006) juga berlaku untuk frame Besselian-g.

Berdasarkan uraian di atas, pada tesis ini penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang frame Besselian-G di ruang Hilbert dan hubungan antara frame Besselian-g dengan frame Besselian di ruang Hilbert yang telah dipaparkan oleh Ding dan Zhu (2010) dalam papernya yang berjudulg-Besselian Frames in Hilbert Spaces.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, diberikan perumusan masalah sebagai berikut.

1. Mengkaji sifat-sifat frame Besselian-g di ruang Hilbert.

2. Mengkaji karakterisasi frame Besselian-g dengan menggunakan frame Besselian di ruang Hilbert.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari dan mengkaji tentang frame Besselian-g di ruang Hilbert, terutama sifat-sifat frame Besselian-g di ruang Hilbert dan hubungan frame Besselian-g dengan frame Besselian di ruang Hilbert.

(3)

Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk pengem-bangan ilmu seperti pada analisa Fourier, teori sampling, kompresi data dan sig-nal processing, serta bidang matematika lainnya. Lebih lanjut, secara umum hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk perkembangan matematika, sains, dan teknologi.

1.4. Tinjauan Pustaka

Gagasan mengenai frame pertama kali dikenalkan oleh Duffin dan Schae-ffer (1952) untuk meneliti beberapa masalah pada deret Fourier non harmonik. Seiring berjalannya waktu, Casazza dan Christensen (1998) membahas frame di ruang Hilbert dan hubungan frame dengan basis Schauder di ruang Hilbert. Se-mentara itu, Young(1980) memberikan definisi basis Riesz di ruang Hilbert dan sifat-sifatnya, salah satunya basis Riesz ekuivalen dengan basis ortonormal. Oleh karena itu, Christensen (2003) memberikan hubungan frame dengan basis Riesz di ruang Hilbert dan diperoleh basis Riesz ekuivalen dengan frame eksak di ru-ang Hilbert. Sementara itu, Holub (1994) membahas lebih dalam mengenai frame Besselian, basis Riesz dannear-basis Riesz serta hubungan ketiganya dan diperoleh frame Besselian ekuivalen dengannear-basis Riesz di ruang Hilbert.

Selanjutnya, penelitian terkait frame terus berkembang hingga diperoleh frame tergeneralisasi, disingkat frame-g. Selain frame-g, juga dikembangkan basis Riesz yang disebut basis Riesz tergeneralisasi, disingkat basis Riesz-g. Selanjutnya, dibahas sifat-sifat g dan basis Riesz-g di ruang Hilbert dan hubungan frame-g denframe-gan basis Riesz-frame-g di ruanframe-g Hilbert, serta hubunframe-gan frame-frame-g dan basis Riesz-frame-g dengan frame dan basis Riesz di ruang Hilbert (Sun,2006). Selanjutnya, Ding dan Zhu (2010) menjelaskan frame Besselian-g di ruang Hilbert. Dalam paper tersebut dibahas definisi frame g di ruang Hilbert, dan sifat-sifat frame Besselian-g di ruanBesselian-g Hilbert. Selanjutnya diberikan pula hubunBesselian-gan frame Besselian-Besselian-g denBesselian-gan frame Besselian di ruang Hilbert.

(4)

konsep-konsep dasar di ruang Hilbert. Di antaranya, kekonvergenan, barisan dan basis, serta operator-operator di ruang bernorma dan ruang Hilbert. Konsep-konsep tersebut dapat dipelajari di Kreyzig (1978) dan Berberian (1961). Selain itu, konsep lebih dalam terkait operator di ruang Hilbert, yaitu operator linear, operator adjoint dan proyeksi ortogonal di ruang Hilbert juga telah dikaji oleh Weidmann (1980), dan Debnath dan Mikusinski (2005). Sedangkan konsep lebih dalam mengenai ope-rator invertibel dipaparkan oleh Rynne dan Youngson (2008). Lebih lanjut, konsep operator positif di ruang Hilbert dapat dikaji lebih dalam di Heuser (1982).

1.5. Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah studi literatur (ka-jian teori) dengan literatur utama paper dengan judulg-Besselian Frames in Hilbert Spaces. Dalam hal ini, penulis menguraikan secara rinci pembuktian dari teorema-teorema yang ada pada paper di atas. Pembahasan pada penelitian ini diawali de-ngan mempelajari konsep frame di ruang Hilbert. Di antaranya mengenai definisi frame, basis Riesz dan frame Besselian di ruang Hilbert. Selanjutnya, dikaji sifat-sifat frame, basis Riesz dan frame Besselian di ruang Hilbert. Lebih lanjut, dikaji hubungan frame dengan basis Riesz dan hubungan frame Besselian dengan basis Riesz di ruang Hilbert.

Selanjutnya, juga akan dipelajari mengenai frame-g di ruang Hilbert. Dimu-lai dengan definisi frame-g dan basis Riesz-g yang kemudian dilanjutkan dengan hubungan antara frame-g dan basis Riesz-g dengan frame dan basis Riesz di ruang Hilbert. Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah dikaji frame Besselian-g di ruanBesselian-g Hilbert. Diawali denBesselian-gan dipelajari definisi frame Besselian-Besselian-g di ruanBesselian-g Hilbert, kemudian dikaji sifat-sifat frame Besselian-g di ruang Hilbert. Selanjutnya, dikaji hubungan frame Besselian-g dengan frame Besselian di ruang Hilbert pada paper Ding dan Zhu (2010).

(5)

1.6. Sistematika Penulisan

Dalam tesis ini, hasil penelitian akan dibagi ke dalam lima bab. Di dalam BAB I, yaitu pendahuluan, dibahas mengenai latar belakang dan permasalahan, tu-juan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian, serta sistematika penulisan tesis yang akan dilakukan dalam penyusunan tesis ini. Dilanjutkan ke BAB II, yaitu dasar teori. Dalam bab ini, dibahas mengenai landasan teori yang di-gunakan dalam pembahasan selanjutnya, di antaranya meliputi konsep-konsep pa-da ruang bernorma pa-dan ruang Hilbert termasuk konsep operator di ruang Hilbert. Kemudian dilanjutkan ke dalam BAB III, yaitu pembahasan dari hasil penelitian. Dalam BAB III, difokuskan untuk membahas mengenai frame Besselian-g di ru-ang Hilbert serta sifat-sifatnya. Dalam bab terakhir, yaitu BAB IV kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk pengem-bangan lebih lanjut.

Referensi

Dokumen terkait

Kalimat pertama menjelaskan bahwa menggunakan handphone saat dalam pengisian daya sangat berbahaya terutama digunakan dalam ruangan yang mempunyai suhu tinggi.. Pilihan jawaban

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dan penelitian Cahyono (2012) menunjukkan bahwa gaya

Dengan uraian dan latar belakang di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai peranan Adolf Hitler terhadap perkembangan dan kontribusi

17) Eurasian Spelling: Congratulations Aina Alyssa Sazali; F5 won Silver Award in Eurasian Spelling Bee Lexical Skills Competition, Bee Lexical Skills Competition 18)

Selan- jutnya dengan menggunakan paired smple t-test dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan rata- rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti mengenai pelaksanaan perjanjian kerja antara pengusaha dengan karyawan pada Hotel

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas penulis tertarik untuk mengkaji dan menganalisa lebih lanjut terkait beberapa persoalan dari kasus

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan SVLK yang berdampak pada volume ekspor CV Kayu Manis, serta untuk