• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI A. Penerimaan Diri 1. Pengertian Penerimaan Diri - BAB II AZHAR ABDUL HAKIM PSIKOLOGI'18

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II KAJIAN TEORI A. Penerimaan Diri 1. Pengertian Penerimaan Diri - BAB II AZHAR ABDUL HAKIM PSIKOLOGI'18"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Referensi

Dokumen terkait

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Marni dan Yuniawati (2015) mengatakan bahwa lansia yang menerima diri terjadi karena adanya dukungan dari orang lain

Hal ini menunjukkan bahwa para pegawai yang memiliki penerimaan diri yang baik akan mampu menerima segala hal yang ada pada diri sendiri baik kekurangan maupun kelebihan

Selanjutnya Ellis (dalam Bernard et al., 2013), merumuskan penerimaan diri dengan lebih spesifik yaitu 1) individu sepenuhnya dan tak bersyarat menerima diri baik

Menurut Ryff (1989), psychological well-being merupakan realisasi dan pencapaian penuh dari potensi individu dimana individu dapat menerima segala kekurangan dan

memungkinkan untuk merasa benci pada orang lain. Terciptanya hubungan timbal balik antara penerimaan diri dan penerimaan orang lain adalah individu yang memiliki penerimaan

Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri adalah sikap individu yang memiliki penghargaan dan menerima segala aspek yang ada pada

orang lain. 3) Mampu merasa bangga dengan diri sendiri. 4) Memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan. dapat menerima konsekuensi atas

Karakter orang yang telah aktualisasi diri adalah dapat menerima kelebihan dan kekurangan baik orang lain maupun dirinya sendiri sehingga akan melahirkan suatu