• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakterisasi Bubur Bayi Instan Berbahan Dasar Tepung Millet (Panicum SP) Dan Tepung Beras Hitam (Oryza Sativa L. Japonica) Dengan Flavor Alami Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Karakterisasi Bubur Bayi Instan Berbahan Dasar Tepung Millet (Panicum SP) Dan Tepung Beras Hitam (Oryza Sativa L. Japonica) Dengan Flavor Alami Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Skor Kualitas Sensoris Bubur Bayi
Tabel  1  menunjukkan  bahwa  tekstur  bubur  bayi  instan  formula  F1,  F2,  dan  F3  tidak  berbeda  nyata  dengan  bubur  bayi  kontrol
Tabel 3. Hasil Analisa Kelarutan, Daya Serap Air, dan Bulk Density Bubur Bayi Instan
Gambar  1.  Bubur  Bayi  Instan  Berbahan  Dasar  Tepung  Millet  Kuning  dan  Tepung  Beras  Hitam  Berbagai  Formula

Referensi

Dokumen terkait

Keong emas merupakan hewan yang mampu memakan segala jenis tanaman apapun, dengan melakukan penelitian ini di harapkan keong emas Pomacea canaliculata mampu

Segala puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Tugas Akhir yang berjudul:

Universitas kuliner ini memiliki fasilitas yang lengkap dan kompak sehingga di site yang besar jumlah fasilitas yang ideal dapat tercapai, memiliki sistem ME ( mekanikal elektrikal

a) Administrator melihat data user. b) Memilih tombol tambah untuk menambah data user. c) Sistem menampilkan form data user. d) Meng input data user baru dan memilih

Usaha bank merupakan financial intermediary (lembaga perantara keuangan). Namun kegiatan usaha bank tidak sama anatara bank yang satu dengan bank yang lainnya. Hal ini

Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa energi roll spectrum yang terjadi pada model kapal cepat adalah lebih besar saat terkena gelombang dengan arah

Sebagai informan adalah mahasiswa peserta dan dosen pengampu perkuliahan Biologi Umum yang telah belajar menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Konservasi pada

Peran serta serta secara pasif, masyarakat dalam tingkatan ini menyetujui dan menerima apa yang di putuskan pihak sekolah (komite sekolah), misalnya komite