• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis korelasi karbon monoksida (CO) dan particullate metter (PM10) dengan kendaraan bermotor dan faktor yang berhubungan (studi kasus pasar induk tradisional Bojonegoro

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis korelasi karbon monoksida (CO) dan particullate metter (PM10) dengan kendaraan bermotor dan faktor yang berhubungan (studi kasus pasar induk tradisional Bojonegoro"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Point Source
Gambar 2.2 Line Source
Tabel 2.2 Frekuensi Sampling Kualitas Udara
Tabel 2.3 Baku Mutu Udara Ambien menurut PP.No.41 Tahun 1999
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitiannya tentang realisasi alat ukur konsentrasi karbon monoksida (CO) pada gas buang kendaraan bermotor berbasis sensor gas TGS-2201 dan Mikrokontroler

konsentrasi CO dapat ditunjukan pada gambar 3. Semakin tinggi jumlah kendaraan maka konsentrasi CO juga semakin meningkat. Fakta ini sejalan dengan buku ekologi

Sumber : Analisis Pribadi, 2013 AG2 BG1 CG1 1.. Hubungan jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO ditunjukkan pada 3 hari berturut-turut pukul 16.00-17.00. Jumlah kendaraan

Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat di Kota Semarang tentunya akan mendukung meningkatnya polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan di ruas-ruas

Untuk pengukuran di luar kawasan pasar tradisonal (titik 1), hubungan tertinggi antara konsentrasi CO dengan jumlah total kendaraan terdapat pada kawasan Pasar Lubuk

Konsentrasi udara ambien merupakan polutan dari sumber pencemar yang terdiri dari partikel-partikel dan gas-gas kemudian di atmosfer mendapat pengaruh dari antara lain

Berdasarkan hasil traffic counting , total jumlah kendaraan maksimal di jalan S.Parman terjadi pada hari selasa yaitu 17.098 kendaraan. Konsentrasi CO dan SO 2

Pada perencanaan ini, didapatkan kesimpulan yaitu jumlah dan jenis vegetasi yang ada di jalan Ahmad Yani pada tahun 2014 belum mampu menyerap emisi CO akibat