• Tidak ada hasil yang ditemukan

t mtk 0706726 chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "t mtk 0706726 chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

49 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya

adalah sebagai berikut:

1. Penaksiran parameter dari model GSTAR menggunakan metode kuadrat

terkecil, parameternya adalah

= ( ) ′

2. Uji kecocokan model GSTAR menggunakan

a. Uji Serentak dengan Uji F

Fhitung= = ,, =7,924149

Dengan taraf nyata α= 5%, dk pembilang= 9, dan dk penyebut= 258, dari tabel

distribusi F diperoleh F0,05;(9,258)=0,998. Karena 7,924149 > 0,998, maka H0

ditolak. Artinya parameter dalam model secara bersama-sama berarti.

b. Uji Individu dengan Uji-t

!"# = $%&' (()$

(%&'(())

Taksiran Parameter Model GSTAR(11) yang Signifikan

Parameter Nilai Taksiran !"# Kriteria

Pegujian

Kesimpulan

)( ) 0.7080651 6.528 H0 ditolak Signifikan

)( ) 0.4074540 3.376 H0 ditolak Signifikan

(2)

50

3. Penerapan model GSTAR dengan dua bobot lokasi, yaitu dilakukan terhadap

penjualan speedy di Bandung Barat dengan bobot seragam yaitu

+ ( ) = )( )+ ( − 1) + )( )/ +0( − 1)

*

01

+ 2 ( )

dan model GSTAR dengan bobot normalisasi korelasi silang yaitu

+ ( ) = )( )+ ( − 1) + )( )/ 30+0( − 1) *

01

+ 2 ( )

Hasil penaksiran parameternya dilakukan dengan bobot normalisasi korelasi

silang, diperoleh )( )= -0,06074069, )( ) = 0,5231092, )(*) = 0,658496,

4. Dengan menggunakan model GSTAR yang diperoleh melalui identifikasi dan

taksirannya, dilakukan peramalan penjualan speedy di tiga daerah di wilayah

Bandung Barat untuk 3 hari berikutnya dan diperoleh hasil bahwa penjualan

(3)

51

5.2 Saran

Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan:

1. Mengkaji lebih lanjut tentang kestasioneran dan fungsi autokorelasi serta

autokorelasi parsial model GSTAR

2. Mengembangkan penelitian untuk model GSTAR yang lainnya.

3. Berdasarkan hasil peramalan, diharapkan perusahaan melakukan

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA DAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA DI

Berdasarkan hasil penelitian bahwa adanya asosiasi yang signifikan antara kompetensi strategis dan kemandirian belajar di kelas M-APOS maka dapat dilaksanakan

Pembelajaran Matematika dengan Model CORE untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Koneksi Matematis Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan1. Universitas Pendidikan Indonesia

Pembelajaran Active Knowledge Sharing layak diterapkan di sekolah menengah pertama sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis dan membantu siswa

Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan knot yang lebih banyak, sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap pola perubahan nilai MSE dan

model inkuiri dengan melakukan lima langkah/ sintaks utama yaitu ; 1).. Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri yang dapat Meningkatkan Keterampilan Berpikir

pendekatan metacognitive guidance memberi peningkatan literasi matematis level 3 yang lebih baik bagi siswa pada kedua kelompok tersebut. Peningkatan literasi

dari setiap subinterval tersebut untuk mewakili nilai-nilai dari barisan. fungsi sederhana yang mendekati fungsi terukur