PEMAHAMAN KONTEKS DAN TEKS
Kitab Yesaya merupakan kitab yang terbagi menjadi 3 bagian berdasarkan pada sejarah kehidupan bangsa Israel. Bagian Pertama berisi tentang kehidupan bangsa Israel ketika belum mengalami pembuangan sehingga berisi peringatan tentang pelanggaran-pelanggaran mereka. Sedangkan Bagian kedua yang dikenal dengan Deutro Yesaya berisi tentang kehidupan bangsa Israel ketika di tanah Pembuangan karenanya bagian ini berisi pengharapan akan pembebasan dari Babel. Dan yang ketiga dikenal dengan Trito Yesaya, yang berisi tentang Pemulihan hidup bagi bangsa Israel dimana Allah memerintahkan untuk membangun kembali ibadah di Bait ALLAH.
Yesaya 48 : 14 – 19 merupakan teks yang menjadi bagian kedua dari Kitab Yesaya, dimana umat pada saat itu sedang berada di dalam Pembuangan Babel. Hidup di Pembuangan bukan hal yang mudah, umat benar-benar merasakan penderita karena mereka menjadi minoritas dan tidak bebas untuk melakukan berbagai hal. Dalam situasi tertekan ini, Allah mengutus Nabi Yesaya hadir ke tengah kehidupan bangsa Israel untuk memberitakan tentang berita pemulihan yaitu pembebasan yang akan dilakukan oleh ALLAH. Karya Pembebasan Allah akan dilakukan melalui seseorang yang dipilih-Nya untuk membebaskan umat dari Pembuangan yaitu seorang Mesias yang adalah sosok pembebas bagi bangsa Israel, yang berkaitan dengan keturunan Raja Daud (ayat 14-15).
Melalui janji Allah tentang akan datang-Nya seorang Penyelamat, sebenarnya ALLAH ingin membuktikan penyertaan-Nya pada kehidupan semua umat-Nya. Tetapi tidak hanya itu, dalam teks ini Allah juga mengingatkan Karya Pemulihan Allah dapat kita rasakan jika kita mendekat kepada Allah. Bahkan bukan hanya Karya Pemulihan tetapi Damai Sejahtera Allah juga mampu kita rasakan di dalam kehidupan kita jika kita senantiasa hidup setia menjalankan perintah-Nya (ayat 16 – 19).
Dalam bacaan kita diungkapkan bahwa orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah akan senantiasa merasakan damai sejahtera, kebahagiaan akan datang dan keturunan mereka akan ada terus menerus dan tidak akan dimusnahkan oleh ALLAH. Dan semua itulah yang akan diberikan jika bangsa Yehuda mau melakukan perintah-perintah ALLAH. Kata
Minggu V Sesudah Paskah
19
Hari Minggu, 06 Mei 2018
Judul Pelajaran
MAKNA DAMAI
Bacaan Alkitab
Yesaya 48 : 14 - 19
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS EKA
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS DWI
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Menjelaskan Makna Damai Sejahtera
Allah dalam teks bacaan;
2. Menyadari
bahwa
dirinya
harus
melakukan perintah Allah jika mau
merasakan Damai Sejahtera Allah;
3. Menyebutkan kesulitan yang dialami
untuk melakukan perintah Allah.
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Memahami
Makna
Damai
Sejahtera
Allah
dalam
teks
bacaan ;
2. Menyakini bahwa dirinya harus
berjuang
melakukan
perintah
Allah agar Damai Sejahtera Allah
mampu ia rasakan;
3. Menyatakan
komitmen
untuk
setia melakukan perintah Allah.
damai sejahtera dalam bahasa Ibrani di teks kita ini adalah syalom artinya damai, perdamaian, selamat, sukses, sejahtera, dan ketenangan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Damai memiliki arti tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, aman, tenteram, tenang, keadaan tidak bermusuhan dan rukun.
Sehingga melalui teks ini kita semua diingatkan kembali bahwa bahwa damai sejahtera itu bersumber dari Allah Sang Pemilik kehidupan kita. Tetapi Damai Sejahtera itu akan datang jika manusia mengikuti dan menaati perintah ALLAH. Damai Sejahtera akan datang dan mengalir seperti sungai. Aliran itu akan lancar jika tidak tersumbat oleh perilaku jahat kita yang suka memberontak kepada Allah. Sehingga kita diajak memahami bahwa Syalom mampu kita alami dan rasakan jika kita hidup taat melakukan perintah Allah, ingatlah bahwa Damai Sejahtera itu berasal dari Allah. Tetapi bisa kita rasakan kehadirannya dalam hidup kita, jika kita berusaha untuk melakukan kehendak ALLAH.
PEMAHAMAN TEOLOGI
1. Allah yang kita kenal dan sembah adalah Allah yang Maha Pengampun dan senantiasa memberikan pemulihan hidup bagi setiap umat-Nya yang sungguh bertobat;
2. Allah menghendaki setiap umat-Nya hidup dengan mentaati setiap perintah-Nya;
3. Dampak dari mentaati perintah Allah adalah merasakan Damai Sehtera Allah, merasakan kebahagiaan dan keturunan mereka aka nada terus menerus karena tidak akan dimusnahkan oleh Allah;
4. Damai Sejahtera itu berasal dari Allah, tetapi Damai Sejahtera itu hanya bisa dirasakan kehadiran-Nya dalam hidup manusia jika kita berusaha untuk selalu hidup taat melakukan segala perintah-Nya.
APLIKASI
1. Damai Sejahtera merupakan perasaan yang dirindukan oleh semua orang dalam kehidupannya. Dan Damai Sejahtera itu merupakan sesuatu yang mengalir dalam kehidupan manusia dari Allah. Hanya saja seringkali aliran itu tersumbat hanya karena manusia belum mau hidup melakukan perintah Allah. Manusia masih cenderung hidup dengan berfokus pada dirinya sendiri sehingga Damai Sejahtera tidak bisa mengalir karena tersumbat oleh segala perilaku buruk kita terhadap sesama terlebih Allah. Allah itu Sumber Damai Sejahtera, tetapi untuk merasakan Damai Sejahtera itu butuh perjuangan dengan belajar mengarahkan hidup hanya pada Allah. Disinilah anak teruna harus berjuang menjalankan hidup dengan hanya mengarahkan diri pada kehendak Allah.
2. Disisi lain ketika Damai Sejahtera Allah sudah mengalir dalam hidup kita sehingga mampu kita rasakan, kita juga dipanggil untuk mampu meneruskan aliran Damai Sejahtera itu kepada semua orang disekitar kita melalui perilaku nyata yang setia melakukan perintah Allah kepada semua orang disekitar kita dengan berlandaskan pada Kasih Allah. Teruna dipanggil untuk tidak hanya merasakan damai sejahtera tetapi juga harus mampu mengalirkan damai sejahtera itu kepada semua orang-orang disekitarnya. LANGKAH PENYAJIAN MATERI
A. KELAS EKA
1. Kakak layan mengajak teruna berdoa.
2. Kakak layan meminta teruna mengisi lembar “Apakah Damai Sejahtera menurutmu melalui sebuah gambar?” (artinya ajak teruna untuk menggambarkan damai sejahtera itu dalam simbol gambar sesuai dengan pengalaman iman mereka, seperti di ayat 18 disimbolkan Damai Sejahtera Allah seperti sungai yang mengalir).
3. Berikan kesempatan setiap anak teruna menjelaskan Apa alasan mereka menggambar gambar tersebut.
5. Kakak layan memberikan pengajaran sesuai dengan teks, konteks dan Pemahaman teologi.
6. Tugaskan anak teruna untuk menuliskan kesulitan untuk melakukan perintah Allah.
B. KELAS DWI
1. Kakak layan mengajak anak teruna berdoa dan membaca Alkitab
2. Kakak layan membagi anak teruna menjadi beberapa kelompok, dan tugaskan masing-masing kelompok untuk mendiskusikan :
a. Pembelajaran Apa yang mereka dapat dari Yesaya 48 : 14 – 19? b. Apa yang mereka pahami tentang Damai Sejahtera Allah?
c. Menurut kalian, sebenarnya Damai Sejahtera Allah itu sudah ada belum di hidup kalian? Kalau sudah ada kenapa sebagai anak teruna masih ada yang belum bisa merasakan kehadiran Damai Sejahtera Allah itu?
d. Selama ini apa yang telah mereka lakukan sebagai usaha untuk merasakan Damai Sejahtera Allah?
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
4. Mengajak anak teruna untuk berkomitmen agar melakukan perintah Allah agar Damai Sejahtera yang telah dianugerahkan Allah dalam hidup mereka dapat dirasakan kehadirannya.
AKTIVITAS
a. Lembar Aktivitas Kelas Eka
_________________________________________________________
___________
RVCTHMinggu VI Sesudah Paskah
20
Hari Minggu, 13 Mei 2018
Judul Pelajaran
TERUNA SEBAGAI PELAKU
DAMAI
Bacaan Alkitab
Roma 5 : 1 - 5
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS EKA
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS DWI
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Menjelaskan bahwa mereka adalah
orang-orang yang telah diperdamaikan
dengan Allah melalui Yesus Kristus;
2. Menyebutkan 3 hal yang akan dilakukan
sebagai pendamai;
3. Berkomitmen
selalu
menghadirkan
damai dimanapun mereka berada.
Pada
Akhir
Ibadah
Minggu,
Teruna mampu :
1. Menjelaskan
bahwa
Yesus
mendamaikan manusia dengan
Allah dan sesamanya;
2. Menyebutkan 3 cara mengasihi
teman
yang
sangat
menjengkelkan mereka;
3. Berjanji untuk selalu menjadi
teruna-teruna yang bersedia
mengampuni kesalahan orang
lain karena kita sudah diampuni.
PEMAHAMAN KONTEKS DAN TEKSRoma 5 : 1 – 5 merupakan salah satu teks yang ditulis oleh Rasul Paulus. Rasul Paulus menulis surat ini saat ia sedang berada di Kota Korintus (Roma 15:32), ia tinggal dirumah Gayus rekan sepelayanannya (Roma 16:23), Ia menulis surat ini melalui asistennya, Tertius (Roma 16:22), agaknya surat ini ditulis pada akhir perjalanan penginjilannya yang ketiga (Roma 15:25), menjelang awal musim pelayaran di wilayah Laut Tengah, yaitu pada akhir musim dingin ( + Februari – Maret thn. 57 M).
Rasul Paulus mengirimkan suratnya kepada jemaat di kota Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non Yahudi. Suasana di jemaat kota Roma tidak begitu kondusif, masing-masing saling mengunggulkan kelebihan diri dan mencari kelemahan orang lain yang berbeda dengan mereka. Menurut orang Yahudi, keselamatan itu diperoleh hanya jika seseorang melakukan Hukum Taurat, seperti melakukan sunat dan puasa. Sedangkan bagi orang non Yahudi atau orang Yunani, mereka lebih mengandalkan filsafat atau segala sesuatu yang didasarkan pada logika manusia. Sedangkan menurut Rasul Paulus keselamatan itu bukan diperoleh karena melakukan Hukum Taurat atau perbuatan-perbuatan saleh lainnya, melainkan jika seseorang bersedia beriman kepada Yesus Kristus dan melakukan kehendak-Nya.
Surat Roma pasal 5 dibuka dengan kata, "sebab itu", yang menunjukkan bahwa ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya (Rom 4:25 = yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita) ayat ini mengandung makna bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. Anugerah itu yang kemudian mendatangkan damai sejahtera antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.
Pembenaran karena iman kepada Tuhan Yesus Kristus menghadirkan berkat dalam kehidupan orang yang mengasihi-Nya: Pertama, kita diperdamaikan dengan Allah (ayat 1) sehingga orang percaya bisa menikmati damai sejahtera dengan Tuhan Allah. Kedua, orang yang percaya kepada-Nya akan beroleh jalan masuk kepada Allah (ayat 2a). Ketiga, memiliki pengharapan akan kemuliaan (ayat 2b). Ini berlawanan dengan dosa yang membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Keempat, memampukan orang percaya untuk bersukacita dalam penderitaan (ayat 3-4). Kristus memakai penderitaan untuk menghasilkan
karakter yang tahan uji (band. 23:10). Roh Kudus yang berdiam di dalam hidup orang percaya memampukan orang percaya untuk teguh bertahan. Ada keistimewaan yang diajarkan Paulus di sini, bahwa secara jelas ia menerjemahkan ajaran Yesus dalam Mat 5:10 = Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Kelima, diselamatkan dari murka Allah yang akan datang (ayat 9).
Dibenarkan karena Iman sebagai tema hari minggu ini, bukanlah suatu kesimpulan akhir, melainkan suatu awal bagi proses dalam kehidupan kita sebagai Murid Tuhan Yesus. Karena kita sudah dibenarkan oleh Iman, maka kita harus senantiasa berusaha untuk hidup dengan memelihara kekudusan serta senantiasa bersyukur dan berbuah kasih. Apapun keadaannya, sengsara dan derita sekalipun, berbuahlah bagi Kemuliaan Tuhan.
PEMAHAMAN TEOLOGI
1. Anugerah Keselamatan Tuhan Yesus yang telah ada di dalam hidup kita, harus senantiasa membawa kita pada usaha untuk tetap hidup kudus, karena kita sedang menyandang dan memancarkan kemuliaan Allah di dalam Kristus. Anugerah keselamatan yang kita terima harus kita pertanggungjawabkan terhadap Allah yaitu dengan cara menjadi pembawa damai.
2. Dalam keadaan apapun sebagai pengikut Yesus kita dipanggil untuk tetap dapat berbuah. Perspektif bahwa kalau kita sudah menjadi orang percaya, maka kita akan terlepas dari penderitaan, itu harus diluruskan dengan prinsip bahwa dalam penderitaan sekalipun, murid-murid Yesus tetap akan berbuah dan disertai-Nya. Ketekunan, tahan uji dan pengharapan, adalah suatu proses dalam kesengsaraan yang boleh kita megahkan dalam nama Yesus Kristus. Menjadi orang Kristen atau murid Yesus bukan seketika menjadikan kita kebal dan bebas dari derita dan sengsara, melainkan menjadikan kita berbuah, bahkan dalam kesengsaraan sekalipun.
3. Pengharapan kita kepada Tuhan Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu dan berpaling kepada dunia. APLIKASI
Anugerah Keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus telah nyata dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Namun, Anugerah Keselamatan itu harus dipahami bukan hanya sebagai Karya Penebusan dosa dari Allah. Tetapi juga dibalik Karya Keselamatan itu ada pemberian tugas untuk meneruskan dan membagikan Karya Keselamatan itu kepada semua orang. Pemahaman inilah yang harus dimiliki oleh setiap anak teruna agar mereka bersedia mensyukuri anugerah keselamatan itu dengan bersedia menjadi pembawa damai dalam kehidupan kita. Menjadi pembawa damai bukan sesuatu yang mudah, tetapi jika kita terus bertekun, setia dan berharap pada Tuhan Yesus maka kita akan dimampukan.
LANGKAH PENYAJIAN MATERI A. KELAS EKA
1. Kakak layan mengajak anak teruna berdoa dan membaca Alkitab.
2. Kakak layan mengumpulkan alat peraga yang biasa dijadikan simbol perang, pertengkaran atau sebaliknya simbol damai sejahtera, hidup rukun, yang dapat dijadikan simbol untuk menolong orang lain. Misalnya: pistol, parang, (dalam gambar),bunga, gambar hati, dll, minta anak2 untuk memilih satu dari sekian banyak bahan tadi, kalau ia diutus untuk menjadi pembawa damai buat sesama, mereka akan memilih yang mana? Dan minta penjelasan dari mereka.
3. Kakak layan menceritakan bagaimana situasi kehidupan jemaat di Kota Roma saat itu, dimana masing-masing kelompok saling merasa diri paling benar, namun Rasul Paulus meluruskan pemahaman mereka. (lihat dipemahaman Teologi)
4. Menjelaskan bahwa kita sebagai orang yang telah diperdamaikan dengan Allah oleh Yesus Kristus maka kita juga harus mau menjadi pembawa damai bagi siapapun di sekitar kita dalam kondisi apa pun kita harus mau bertumbuh dan berbuah (lihat Gal.5:22 dst.).
5. Mengajak anak teruna menuliskan beberapa hal praktis yang akan mereka upayakan sebagai agen-agen pembawa damai.
B. KELAS DWI
1. Kakak layan mengajak anak teruna berdoa dan membaca Alkitab
2. Kakak layan menjelaskan situasi dan kondisi jemaat di Roma saat Paulus menulis suratnya.
3. Menegaskan bahwa Tuhan Yesus telah datang guna mendamaikan kita manusia dengan Allah.
4. Mengajak anak teruna untuk melakukan perintah Tuhan yakni hidup berdamai dengan siapapun dan dimanapun, dan menuliskan beberapa tindakan yang mencerminkan keinginan berdamai.
AKTIVITAS
Metode pengajaran yang dipakai adalah mengajak anak untuk memilih sesuatu bahan alat peraga yang telah disiapkan, jika mereka akan menjadi duta pembawa damai Kristus. Setelah itu meminta anak teruna menuangkan komitmennya sebagai pembawa dan pelaku damai dimanapun ia diutus dan berada.
______________________________________________________________________________________________________________ _____WK
Minggu PENTAKOSTA
21
Hari Minggu, 20 Mei 2018
Judul Pelajaran
KARAKTER HIDUP PEMBAWA
DAMAI
Bacaan Alkitab
Nehemia 1 : 1 - 6
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS EKA
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS DWI
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Menjelaskan bahwa Nehemia adalah
contoh pembawa damai di tengah
bangsanya;
2. Menyebutkan karakter pembawa damai
yang ada dalam dirinya sendiri;
3. Mendoakan sebagai salah satu cara
teruna mewujudkan karakter pendamai.
Pada
Akhir
Ibadah
Minggu,
Teruna mampu :
1. Menceritakan bahwa Nehemia
merupakan
pribadi
yang
membawa damai di tengah
bangsanya;
2. Menyebutkan 3 contoh yang
dilakukan
Nehemia
sebagai
pembawa damai;
3.
Berkomitmen menjadi teruna
yang
selalu
menghadirkan
damai
dengan
bersedia
mengampuni orang lain.
PEMAHAMAN KONTEKS DAN TEKSDalam sejarah Perjanjian Lama di akhiri dengan kitab Nehemia, ketika orang Israel diizinkan kembali ke negeri mereka setelah pembuangan di Babel dan Persia. Kitab ini mencatat sejarah dari tiga rombongan yang kembali ke Yerusalem. Nehemia mencatat aneka peristiwa selama kembalinya rombongan ketiga (444 SM). Fokus kitab Nehemia adalah pembangunan kembali tembok Yerusalem. Kitab ini menekankan pentingnya pemulihan rohani dan komitmen kepada Allah dan Firman-Nya.
Kedudukan penting di Kerajaan Persia (1, 11b) tidak melunturkan kecintaan dan kebanggaan Nehemia terhadap bangsanya sendiri, Israel. Oleh sebab itu, berita tentang terpuruknya kota Yerusalem dan umat yang ada di dalam kota tersebut membuat Nehemia bersedih (4). Kita atau siapa pun dalam situasi serupa akan berespons sama dengan Nehemia. Namun kesedihan tidak membuat Nehemia frustrasi atau berhenti pada situasi meratap saja, dan tidak melakukan apa-apa.
Nehemia tahu kemana dia harus mencari pertolongan. Nehemia menempuh langkah-langkah spiritual yang sangat mendasar untuk memohonkan pendamaian. Pertama, berpuasa dan berdoa kepada Tuhan Allah semesta langit (4b). Nehemia tahu persis bahwa inilah langkah tepat pertama dan utama yang harus dilakukannya demi keselamatan bangsanya. Kedua, dia juga mengidentifikasikan dirinya dengan bangsanya yang telah melakukan dosa dan pelanggaran. Dalam doanya, Nehemia mengakui dosa-dosa yang dibuat oleh bangsanya dan dosa-dosanya sendiri (6-7). Ketiga, Nehemia mengingat akan kebesaran dan kesetiaan Tuhan (5-6).
Reaksi Nehemia ini memperlihatkan kepeduliannya yang mendalam terhadap keadaan negara dan bangsanya. Ia menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa. Nehemia, yang hidup sezaman dengan Ezra, saat itu melayani sebagai juru minuman Artahsasta I (raja Persia) ketika ia menerima kabar bahwa orang buangan yang kembali ke Yehuda dari Babel dan Persia sedang dalam kesulitan, dimana tembok Yerusalem masih berupa puing. Nehemia yang saat itu berprofesi sebagai juru minum raja sangat rindu dapat membantu umat Israel yang baru saja pulang dari pembuangan di Babel. Nehemia mendengar bahwa
tembok-tembok dan gerbang-gerbang di Yerusalem masih berupa puing-puing, dengan sangat sedih dia berdoa dan mengakui dosa-dosa orang Israel seraya memohon kelepasan bagi mereka. Selama empat bulan (2:1), Nehemia berdoa kepada Allah "siang dan malam" (1:6) atas nama umat-Nya. Tuhan mendengar doa Nehemia, Ia memberi jalan keluar sehingga Nehemia dapat diperbolehkan pulang ke negerinya dan menjadi seorang pemimpin yang sangat menginspirasi banyak orang dalam menyelesaikan seluruh bangunan tembok kota dalam waktu yang singkat.
Setelah mendoakan keadaan Yerusalem, Nehemia diberi kuasa oleh Raja Artahsasta untuk pergi ke Yerusalem sebagai gubernur dan membangun kembali tembok-tembok kota. Selaku pemimpin yang diberkati, ia mengerahkan orang-orang sebangsanya untuk membangun kembali seluruh tembok kota dalam 52 hari saja, sekalipun terjadi pertentangan yang gigih. Nehemia menjadi gubernur selama 12 tahun; setelah kembali beberapa waktu ke Persia, ia menjadi gubernur Yehuda untuk masa bakti kedua (bd. Neh 2:1; Neh 13:6-7). Dalam hal ini kita dapat melihat tindakan nyata nabi Nehemia sebagai pembawa damai yakni: ia berdoa dan puasa (ayat 4b), menghadap raja dan kembali ke Yerusalem dan menyelesaikan pembangunan dalam waktu yang singkat.
PEMAHAMAN TEOLOGI
1. Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi mereka dipanggil untuk senantiasa mendatangkan kebaikan hidup bagi setiap orang di sekitarnya. Seperti Nehemia bersedia hadir menjadi Pembawa damai di tengah kehidupan bangsa Israel. Kita juga harus hidup untuk menjadi Pembawa damai bagi sesama bukan hanya lewat perkataan tetapi juga lewat tindakan nyata.
2. Menjadi Pembawa damai bagi sesama dibutuhkan pengorbanan untuk merendahkan diri, seperti Nehemia ketika ia berusaha hadir untuk menjadi Pembawa Damai di tengah bangsanya; ia bersedia merendahkan diri di hadapan Allah untuk mengakui dosa-dosa bangsanya.
3. Pertolongan hanya dapat kita peroleh dari Allah Sang Sumber Pertolongan. Hal inilah yang dilakukan oleh Nehemia di tengah keterpurukan atau kesedihannya melihat Yerusalem yang tinggal puing-puing, Ia datang kepada Allah dengan kerendahan hati mengakui segala dosa umat. Karena itu Percayalah Allah yang kita kenal dan sembah tidak akan pernah membuat kita jatuh jika kita senantiasa setia datang kepada Allah dengan merendahkan diri (doa, pujian, puasa).
APLIKASI
Reaksi Nehemia yang memperlihatkan kepeduliannya yang begitu mendalam terhadap keadaan negara dan bangsanya ketika Ia menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa. Reaksi ini memberikan teladan bagi anak teruna juga dipanggil untuk sejak awal belajar memiliki kepedulian bagi sesama. Jaman sekarang kita tidak lagi harus bergumul membangun reruntuhan tembok Yerusalem seperti Nehemia, namun kita dapat mempunyai kepedulian bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Bukankah 1 Korintus 12 menyatakan bahwa gereja adalah tubuh Kristus dimana tiap-tiap anggota mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lain? Karena itu jika satu anggota sakit, yang lain pun akan menderita. Dalam keyakinan iman itulah teruna juga harus menyadari bahwa dirinya dipanggil untuk selalu mendatangkan kebaikan bagi orang-orang disekitarnya.
LANGKAH PENYAJIAN MATERI A. KELAS EKA
1. Kakak layan mengajak anak teruna berdoa dan membaca Alkitab
2. Kakak layan menjelaskan makna ayat yang telah dibaca dan aplikasinya
3. Meminta anak untuk mencatat beberapa tindakan yang akan mereka lakukan di saat mendengar sesama mengalami bencana alam. Minta mereka menceritakan mengapa mereka melakukan hal tersebut.
1. Kakak layan mengajak anak teruna berdoa dan membaca Alkitab
2. Kakak layan menjelaskan makna perikop yang telah dibaca dan aplikasinya dengan ilustrasi bila jari teriris pisau bagaimana rasanya? Apakah hanya jari yang merasakan? Tidak demikian juga Nehemia turut merasakan keprihatinan umat Israel pasca pembuangan mereka.
3. Membuat sebuah janji iman bahwa akan selalu menjalin hubungan yang karib dengan Tuhan Allah sebagai sumber kekuatan yang selalu akan memampukan kita menjadi pembawa damai.
_________________________________________________________________________ _WK
PEMAHAMAN KONTEKS DAN TEKS
Tidak berbeda dengan surat 1 dan 2 Timotius, Titus adalah surat pribadi Paulus kepada salah seorang rekan sepelayanannya yang masih muda yang bernama Titus. Surat ini disebut "Surat Penggembalaan" karena membahas masalah yang berkaitan dengan peraturan gereja dan pelayanannya. Titus, seorang yang bertobat dan bukan orang Yahudi (Galatia 2:3). Paulus dan Titus bekerja bersama-sama dalam waktu singkat di Kreta (barat daya Asia Kecil di Laut Tengah) antara pemenjaraan Paulus yang pertama dengan yang kedua. Paulus menugaskan Titus untuk melanjutkan pelayanannya di antara orang Kreta (Titus 1:5), sedangkan dia sendiri melanjutkan perjalanan pelayanannya ke Makedonia (bnd. 1Timotius 1:3). Tidak lama sesudah peristiwa itu, Paulus menulis surat ini kepada Titus, meminta dia untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah mereka awali bersama. Nampaknya surat ini dititipkan kepada Zenas dan Apolos yang akan melewati Kreta (Titus 3:13).
Dalam surat ini Paulus meyampaikan rencananya untuk mengirim Artemas atau Tikhikus dengan segera untuk menggantikan Titus, karena setelah itu Titus harus ikut serta dengan Paulus di Nikopolis (Yunani), tempat yang direncanakan menjadi tempat tinggal Paulus selama musim dingin (Titus 3:12). Kita mengetahui bahwa rencana ini terlaksana (bd. 2 Timotius 4:10) karena Paulus kemudian menugaskan Titus di Dalmatia.
Tujuan Paulus menulis surat ini kepada Titus terutama untuk menugaskan Titus agar ia pertama: menata apa yang ditinggalkan Paulus di Kreta, termasuk penetapan penatua (Titus 1:5). Kedua, membantu jemaat bertumbuh dalam iman, pengetahuan akan kebenaran, dan kesalehan (Titus 1:1).Ketiga, membungkam guru-guru palsu (Titus 1:11); keempat, datang kepada Paulus setelah ia diganti oleh Artemas atau Tikhikus (Titus 3:12).
PEMAHAMAN TEOLOGI
1. Sebagai orang Percaya kita dipanggil dan diutus untuk menjadi Pembawa Damai bagi orang-orang disekitar kita untuk selalu menghadirkan Damai Sejahtera Allah dan menjaga kebersamaan khususnya di tengah Persekutuan.
2. Menjadi Pembawa Damai di tengah Persekutuan akan senantiasa memberikan dampak positif bagi persekutuan yang ada, karena setiap anggota Persekutuan akan terpacu
Minggu TRINITAS
22
Hari Minggu, 27 Mei 2018
Judul Pelajaran
DAMPAK HIDUP PEMBAWA
DAMAI BAGI PERSEKUTUAN
Bacaan Alkitab
Titus 1 : 1 - 3
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS EKA
Tujuan Pembelajaran Khusus
KELAS DWI
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Menjelaskan relasi yang dibangun
Paulus dengan Titus sebagai usaha
untuk mempertahankan persekutuan di
Kreta;
2. Membangun relasi yang baik dan damai
dengan teman-temannya;
3.
Menyebutkan
hal-hal
yang
telah
dilakukannya dalam mewujudkan relasi
yang baik dan damai khususnya di
persekutuan teruna.
Pada Akhir Ibadah Minggu, Teruna
mampu :
1. Menjelaskan bahwa Paulus dan
Titus
senantiasa
menjaga
persekutuan yang damai di Kreta;
2. Membangun
hubungan
damai
dengan teman-teman di Pelkat PT;
3. Memberikan
beberapa
contoh
sikap yang telah dilakukan dalam
menjaga
kebersamaan
di
untuk saling berlomba menjadi Pembawa Damai bagi sesama anggota Persekutuan yang lainnya.
APLIKASI
Kebersamaan dalam persekutuan di jemaat haruslah terus dijaga dengan baik melalui sikap hidup yang senantiasa menjadi Pembawa Damai bagi sesamanya seperti Titus dan Paulus. Karena itu anak teruna juga dapat meneladani bagaimana pentingnya menjalin kerja sama yang baik demi terwujudnya damai sejahtera di dalam sebuah persekutuan. Jika kita lihat disana harus ada kesediaan untuk mendengar, saling berkomunikasi, dan kesediaan untuk menghargai apa yang baik yang telah terbangun dan mau meneruskanya. Dengan satu tujuan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan yang mereka layani. Anak teruna dapat belajar bertanggung jawab terhadap apa yang dipercayakan oleh kakak layan, misalnya anak dipercaya menjadi ketua kelas, atau diberi tugas mengabsen temannya dan lain sebagainya.
LANGKAH PENYAJIAN MATERI A. KELAS EKA
1. Mengajak anak teruna berdoa dan membaca perikop hari ini
2. Anak layan diberi tugas, misalnya mengabsen teman-temannya, mengedarkan kantong kolekte, berdoa, dll
3. Anak diajak mendengar isi dari perikop dengan menguraikan dari inti pemahaman teologi dan aplikasi.
4. Menjelaskan kepada anak mengapa mereka diberi tugas melayani saat itu, hal itu bertujuan agar anak layan jadi tahu bahwa dengan bekerja sama tidak ada satu pekerjaan pun yang terlalu sulit diselesaikan.
5. Berikan kesimpulan dari pengajaran hari ini.
B. KELAS DWI
1. Mengajak anak teruna berdoa dan membaca perikop hari ini
2. Anak layan diberi tugas, misalnya mengabsen teman2nya, mengedarkan kantong kolekte, berdoa, dll
3. Anak diajak mendengar isi dari perikop dengan menguraikan dari inti pemahaman teologi dan aplikasi.
4. Menjelaskan kepada anak mengapa mereka diberi tugas melayani saat itu, hal itu bertujuan agar anak layan jadi tahu bahwa dengan bekerja sama tidak ada satu pekerjaan pun yang terlalu sulit diselesaikan.
5. Berikan kesimpulan dari pengajaran hari ini.