• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan III-2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan III-2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI BANTEN

Ekonomi Banten

Triwulan III-2017

Tumbuh

5,62 Persen

Perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp 143,35 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 104,00 triliun.

Ekonomi Banten triwulan III-2017 tumbuh 5,62 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 9,66 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Total Net Ekspor yang tumbuh sebesar 11,07 persen. Ekonomi Banten triwulan III-2017 meningkat sebesar 2,48 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 7,37 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Total Net Ekspor yang meningkat signifikan sebesar 23,24 persen.

Ekonomi Banten secara kumulatif dari triwulan I-III 2017 (c-to-c) tumbuh 5,66 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali Pertambangan dan Penggalian serta Pengadaan Listrik dan Gas yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,26 persen dan 1,05 persen. Sementara dari sisi pengeluaran terutama didorong oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 9,37 persen.

Struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan III-2017 masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 29,75 persen, kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 25,05 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,09 persen. Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,90 persen.

Pertumbuhan Ekonomi

Banten Triwulan III-2017

(2)

2

A. PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA

1. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2017 Terhadap Triwulan III-2016

(y-on-y)

Ekonomi Banten triwulan III-2017 dibanding triwulan III-2016 (y-on-y) tumbuh

5,62 persen. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali

Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 0,23 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,66

persen; diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 9,56 persen; dan Penyediaan

Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,74 persen.

Struktur PDRB Banten menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada

triwulan III-2017 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Industri Pengolahan;

Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Transportasi

dan Pergudangan masih mendominasi PDRB Banten.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan

III-2017 (y-on-y), Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar

0,88 persen, diikuti Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda

Motor sebesar 0,83 persen; Konstruksi sebesar 0,80 persen; dan Real Estate sebesar

0,67 persen.

9,66 9,56 8,74 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Transportasi dan Pergudangan Informasi dan Komunikasi Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Grafik 1

Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha

Triwulanan III-2017 (y-on-y)

Grafik 2

Sumber Pertumbuhan Beberapa Lapangan

Usaha Triwulanan III-2017 (y-on-y)

2,34 2,26 2,44 0,62 0,63 0,67 0,58 0,58 0,80 0,55 0,69 0,83 1,15 1,30 0,88 5,24 5,46 5,62 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

III-2016 II-2017 III-2017 Lainnya Real Estate Konstruksi Perdagangan Industri Pengolahan LPE

(3)

3

2. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2017 Terhadap Triwulan II-2017

(q-to-q)

Ekonomi Banten triwulan III-2017 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q)

tumbuh sebesar 2,48 persen. Faktor musiman, Peternakan dan Konstruksi mewarnai

pertumbuhan ekonomi. Kekeringan yang terjadi di tahun ini tidak berdampak pada

gagal panen secara meluas. Peternakan dan hasil-hasilnya juga meningkat akibat

tingginya permintaan hewan kurban seiring adanya Hari Raya Idul Adha. Peningkatan

konstruksi karena adanya proyek pembangunan seperti pembangunan PLTU,

Bendungan, Jalan, Perumahan dan Pabrik di beberapa wilayah.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan

III-2017 (q-to-q), Konstruksi memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,68

persen, diikuti Industri Pengolahan sebesar 0,32 persen; Pertanian, kehutanan dan

perikanan sebesar 0,31 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil

dan Sepeda Motor sebesar 0,29 persen.

Grafik 3

Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulanan III-2017 (q-to-q)

3. Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif Triwulan I s.d III-2017 Terhadap

Kumulatif Triwulan I s.d III-2016 (c-to-c)

Ekonomi Banten Triwulan I s.d 2017 dibandingkan dengan triwulan I s.d

III-2016 secara kumulatif tumbuh 5,66 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir

semua lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian serta Pengadaan Listrik

dan Gas yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,26 persen dan 1,05

persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

sebesar 8,88 persen; diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 8,58 persen; dan

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,21 persen.

-20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 PDRB Pertanian Konstruksi

(4)

4

Grafik 4

Pertumbuhan Beberapa Lapangan Usaha Triwulanan III-2017 (c-to-c)

B. PDRB MENURUT PENGELUARAN

1. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2017 Terhadap Triwulan III-2016

(y-on-y)

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan III-2017

terhadap triwulan III-2016 (y-on-y) terjadi pada semua komponen pengeluaran.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Total Net Ekspor sebesar 11,07 persen;

diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 8,20 persen; dan

komponen Konsumsi Rumahtangga (KRT) yang tumbuh sebesar 4,05 persen.

Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku

triwulan III-2017 masih didominasi oleh komponen pengeluaran Konsumsi Rumah

Tangga yaitu sebesar 51,40 persen, diikuti komponen PMTB sebesar 29,87 persen, dan

komponen Total Net Ekspor sebesar 14,63 persen terhadap total nilai PDRB Banten.

Struktur PDRB Banten menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada

triwulan III-2017 tidak menunjukan perubahan yang berarti. Aktivitas permintaan

akhir masih didominasi oleh komponen pengeluaran Konsumsi Rumahtangga yang

mencakup lebih dari separuh PDRB Banten atau sebesar 51,40 persen. Komponen

lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berurutan adalah

Komponen PMTB; Total Net Ekspor Barang; dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah

(PKP), sedangkan peranan Komponen Pengeluaran Lembaga Non Profit (PK-LNPRT)

dan Perubahan inventori relatif kecil.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan

III-2017 (y-on-y), komponen pengeluaran PMTB merupakan komponen dengan andil

tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 2,39 persen; diikuti

8,88 8,58 8,21 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Informasi dan Komunikasi Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

(5)

5

Komponen Pengeluaran Rumahtangga sebesar 2,34 persen; dan komponen Total Net

Ekspor yang memberikan andil sebesar 0,97 persen.

2. Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2017 Terhadap Triwulan II-2017

(q-to-q)

Ekonomi Banten triwulan III-2017 terhadap triwulan II-2017 (q-to-q) tumbuh

sebesar 2,48 persen. Pertumbuhan terjadi hampir di seluruh komponen PDB

Pengeluaran kecuali Perubahan Inventori dan Total Impor. Komponen pengeluaran

yang mengalami pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Total Net Ekspor yaitu

sebesar 23,24 persen; diikuti komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 5,08 persen;

dan komponen PMTB sebesar 1,37 persen. Kinerja ekspor luar negeri Banten mulai

tumbuh positif sebesar 5,14 persen selama triwulan III-2017, sementara impor luar

negeri terkontraksi pada level -5,62 persen.

Komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 0,98

persen, sedangkan komponen pengeluaran Lembaga Non Profit (LNPRT) tumbuh

sebesar 0,57 persen. Dampak liburan sekolah tahun ajaran baru dan perayaan hari

raya keagamaan mampu menjaga komponen pengeluaran ini tetap tumbuh positif.

Kinerja ekspor luar negeri yang didominasi oleh produk dari industri alas kaki

pada triwulan ini terkontraksi sebesar -2,70 persen; produk industri kimia organik

tumbuh sebesar 6,12 persen; dan produk industri plastik sebesar 17,31 persen.

Sementara itu, komoditas utama impor luar negeri untuk Banten yang mengalami

penurunan diantaranya Bahan Bakar Mineral yang terkontraksi hingga -33,03 persen,

Bahan Kimia Organik turun sebesar -29,69 persen, dan bahan minuman gula juga

mengalami penurunan sebesar -24,91 persen.

Grafik 1

Pertumbuhan Beberapa Komponen

Triwulanan III-2017 (y-on-y)

Grafik 2

Sumber Pertumbuhan Beberapa Komponen

Triwulanan III-2017 (y-on-y)

11,07 8,20 4,05 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Total Net Ekspor PMTB Konsumsi Rumahtangga 0,14 0,06 0,63 0,10 1,05 0,97 3,00 3,12 2,34 1,52 2,80 2,39 5,24 5,46 5,62 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

III-2016 II-2017 III-2017 PMTB

Konsumsi Rumahtangga Total Net Ekspor Konsumsi Pemerintah

(6)

6

Grafik 3

Pertumbuhan Beberapa Komponen Triwulanan III-2017 (q-to-q)

3. Pertumbuhan Ekonomi Kumulatif Triwulan I s.d III-2017 Terhadap

Kumulatif Triwulan I s.d III-2016 (c-to-c)

Ekonomi Banten Triwulan I s.d 2017 dibandingkan dengan triwulan I s.d

III-2016 secara kumulatif tumbuh 5,66 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada

hampir semua komponen pengeluaran, kecuali komponen Total Net Ekspor yang

mengalami penurunan sebesar -0,36 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 9,37 persen; diikuti

Konsumsi Rumahtangga (KRT) sebesar 4,93 persen; Konsumsi Lembaga Non Profit

(LNPRT) sebesar 3,18 persen; dan Konsumsi Pemerintah sebesar 2,60 persen.

Grafik 4

Pertumbuhan Kumulatif Beberapa Komponen Triwulanan III-2017 (c-to-c)

-10 -8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 PDRB Konsumsi Rumahtangga PMTB 9,37 4,93 3,18 2,60 (0,36) (1) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(7)

7

C. STRUKTUR PDRB PROVINSI SE-JAWA

Struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan III-2017 masih didominasi oleh Provinsi DKI

Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 29,75

persen, kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 25,05 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,09

persen. Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,90 persen.

Grafik 5

Peranan PDRB Provinsi se-Jawa Triwulanan III-2017 (%)

Tabel 1

PDRB Provinsi Banten Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Triliun Rp)

Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 8,76 8,61 9,14 6,03 5,94 6,25 B. Pertambangan dan Penggalian 1,04 1,01 1,05 0,73 0,70 0,72 C. Industri Pengolahan 43,75 44,43 45,10 35,45 35,69 36,02 D. Pengadaan Listrik dan Gas 2,96 3,10 3,09 1,00 1,04 1,05 E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 0,11 0,11 0,11 0,10 0,10 0,10

F. Konstruksi 13,11 13,93 15,10 8,96 9,41 10,10

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi

Mobil dan Sepeda Motor 16,28 16,93 17,36 13,20 13,53 13,83 H. Transportasi dan Pergudangan 13,90 14,79 15,46 6,44 6,73 6,95 I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,26 3,37 3,43 2,39 2,47 2,51 J. Informasi dan Komunikasi 4,89 5,18 5,39 5,56 5,83 6,05 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 4,11 4,19 4,29 2,93 2,97 3,01

L. Real Estate 9,80 10,39 10,71 8,17 8,48 8,71

M,N. Jasa Perusahaan 1,47 1,51 1,56 1,01 1,04 1,06

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan

dan Jaminan Sosial Wajib 2,70 2,87 2,90 1,72 1,79 1,80

P. Jasa Pendidikan 4,28 4,51 4,72 2,92 3,05 3,07

Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,57 1,62 1,68 1,18 1,21 1,23

R,S,T,U. Jasa lainnya 2,17 2,24 2,29 1,46 1,50 1,53

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 134,14 138,78 143,35 99,26 101,48 104,00 29,7% 22,1% 14,7% 1,5% 25,1% 6,9% DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten

(8)

8

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Banten Menurut Lapangan Usaha (Persen)

Lapangan Usaha Triw II-2017 terhadap Triw I-2017 Triw III-2017 terhadap Triw II-2017 Triw II-2017 terhadap Triw II-2016 Triw III-2017 terhadap Triw III-2016 Kumulatif Triw III-2017 terhadap Triw III-2016 Sumber Pertumbuhan Triw III-2017 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,45) 5,21 6,61 5,06 8,88 0,31

B. Pertambangan dan Penggalian (4,40) 3,04 (2,92) (0,23) (0,26) (0,00)

C. Industri Pengolahan 0,68 0,91 3,63 2,46 3,53 0,88

D. Pengadaan Listrik dan Gas 3,38 1,48 (2,94) 5,23 (1,05) 0,05

E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 3,47 2,09 6,43 8,24 6,93 0,01

F. Konstruksi 4,98 7,37 6,32 8,45 7,12 0,80

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi

Mobil dan Sepeda Motor 2,47 2,20 5,15 6,30 5,82 0,83

H. Transportasi dan Pergudangan 4,45 3,23 7,84 9,66 7,98 0,62

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,14 1,45 8,60 8,74 8,21 0,20

J. Informasi dan Komunikasi 4,87 3,84 8,75 9,56 8,58 0,54

K. Jasa Keuangan dan Asuransi 1,59 1,34 3,82 2,90 3,54 0,09

L. Real Estate 3,81 2,69 7,76 8,18 7,36 0,67

M,N. Jasa Perusahaan 2,78 1,63 8,10 8,34 7,62 0,08

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan

dan Jaminan Sosial Wajib 3,85 0,47 4,74 4,96 4,32 0,09

P. Jasa Pendidikan 4,43 0,73 8,02 8,22 7,10 0,24

Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2,76 1,80 8,04 8,53 7,63 0,10

R,S,T,U. Jasa lainnya 2,81 2,36 8,12 8,49 7,88 0,12

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2,23 2,48 5,46 5,62 5,66 5,62

Tabel 3

Struktur PDRB Provinsi Banten Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan I-III Tahun 2016 dan 2017 (Persen)

Lapangan Usaha 2016 2017

Tri I-2016 Tri II-2016 Tri III-2016 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,95 6,19 6,47 6,53 6,20 6,38 B. Pertambangan dan Penggalian 0,81 0,80 0,78 0,78 0,73 0,73 C. Industri Pengolahan 33,05 32,67 32,40 32,61 32,02 31,46 D. Pengadaan Listrik dan Gas 2,64 2,55 2,21 2,21 2,23 2,15 E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

Limbah dan Daur Ulang 0,08 0,08 0,08 0,08 0,08 0,08

F. Konstruksi 9,65 9,91 10,16 9,77 10,04 10,53

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi

Mobil dan Sepeda Motor 11,98 12,07 11,90 12,14 12,20 12,11 H. Transportasi dan Pergudangan 10,57 10,50 10,88 10,36 10,66 10,79 I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2,41 2,39 2,36 2,43 2,43 2,39 J. Informasi dan Komunikasi 3,55 3,58 3,60 3,65 3,73 3,76 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 3,05 3,04 3,05 3,06 3,02 2,99

L. Real Estate 7,19 7,22 7,22 7,31 7,48 7,47

M,N. Jasa Perusahaan 1,07 1,05 1,05 1,09 1,09 1,09

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan

dan Jaminan Sosial Wajib 2,05 2,08 2,03 2,01 2,07 2,02

P. Jasa Pendidikan 3,21 3,18 3,14 3,19 3,25 3,29

Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,16 1,14 1,13 1,17 1,17 1,17

R,S,T,U. Jasa lainnya 1,58 1,56 1,55 1,62 1,61 1,60

(9)

9

Tabel 4

PDRB Provinsi Banten Menurut Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 (Triliun Rp)

Komponen Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Konsumsi Rumahtangga 70,88 72,85 73,68 57,47 58,54 59,11

2. Konsumsi LNPRT 0,61 0,63 0,64 0,49 0,50 0,50

3. Konsumsi Pemerintah 4,47 5,28 5,56 3,21 3,79 3,98 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 40,46 41,76 42,83 30,00 30,68 31,09 5. Perubahan Inventori 0,12 0,14 (0,32) 0,18 0,15 (0,34)

6. Total Net Ekspor 17,60 18,12 20,97 7,91 7,83 9,65 6.a. Total Ekspor 103,58 103,31 106,28 83,95 82,55 82,56 6.b. Total Impor 85,97 85,20 85,31 76,03 74,73 71,91 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 134,14 138,78 143,35 99,26 101,48 104,00

Tabel 5

Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi Banten Menurut Pengeluaran (Persen)

Lapangan Usaha Triw II-2017 terhadap Triw I-2017 Triw III-2017 terhadap Triw II-2017 Triw II-2017 terhadap Triw II-2016 Triw III-2017 terhadap Triw III-2016 Kumulatif Triw III-2017 terhadap Triw III-2016 Sumber Pertumbuhan Triw III-2017 (y-on-y) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Konsumsi Rumahtangga 1,86 0,98 5,40 4,05 4,93 2,34 2. Konsumsi LNPRT 2,43 0,57 3,84 1,92 3,18 0,01 3. Konsumsi Pemerintah 18,03 5,08 3,73 2,63 2,60 0,10

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 2,26 1,37 9,65 8,20 9,37 2,39 5. Perubahan Inventori (17,42) (324,86) (189,81) 142,11 (70,59) (0,20)

6. Total Net Ekspor (1,11) 23,24 (10,46) 11,07 (0,36) 0,97

6.a. Total Ekspor (1,66) 0,01 7,79 10,64 10,61 8,06

6.b. Total Impor (1,72) (2,43) 10,15 10,58 12,01 7,09

(10)

10

Tabel 6

Struktur PDRB Provinsi Banten Menurut Pengeluaran

Atas Dasar Harga Berlaku Triwulan I-III Tahun 2016 dan 2017 (Persen)

Lapangan Usaha 2016 2017

Tri I-2016 Tri II-2016 Tri III-2016 Tri I-2017 Tri II-2017 Tri III-2017

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Konsumsi Rumahtangga 52,83 52,70 52,62 52,84 52,50 51,40

2. Konsumsi LNPRT 0,45 0,46 0,46 0,46 0,45 0,44

3. Konsumsi Pemerintah 3,43 3,92 4,14 3,33 3,80 3,88

4. Pembentukan Modal Tetap Bruto 28,80 28,96 29,10 30,16 30,09 29,87 5. Perubahan Inventori 0,12 (0,07) (0,06) 0,09 0,10 (0,22)

6. Total Net Ekspor: 14,36 14,03 13,73 13,12 13,05 14,63 6.a. Total Ekspor 73,67 74,45 71,09 77,22 74,44 74,14 6.b. Total Impor 59,32 60,42 57,36 64,09 61,39 59,51 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Tabel 7

Laju Pertumbuhan PDRB Provinsi se-Jawa

Triwulan III-2017 (Persen)

Provinsi

LPE Triw III-2017

Q to Q

Y on Y

C to C

(1)

(2)

(3)

(4)

DKI Jakarta

2,55

6,29

6,24

Jawa Barat

1,80

5,19

5,27

Jawa Tengah

2,63

5,13

5,20

DI Yogyakarta

5,55

5,41

5,23

Jawa Timur

3,74

5,16

5,21

Banten

2,48

5,62

5,66

Pulau Jawa

2,73

5,51

5,54

Diterbitkan oleh:

Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh Undang-Undang, hak cipta melekat pada Badan

Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,

mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Provinsi Banten

Jl. Syech Nawawi Al Bantani Kav H1-2, KP3B, Serang, Banten 42171

Ir. Agoes Soebeno, M.Si.

Kepala BPS Provinsi Banten Telepon: (0254)267027, E-mail: [email protected] Website: http://[email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini membuktikan bahwa T- RFLP untuk mencapai hasil analisis yang dapat diamati, sebaiknya dilakukan analisis dengan kondisi siklus PCR sebanyak ±25 kali,

WT Strategi: UKM Kerupuk Kulit dapat meningkatkan kualitas produk seperti merek, perijinan, BPOM pegemasan.Berdasarkan hasil obsevasi dan pengamatan produk kerupuk

Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa program pendidikan bahasa arab semester 7 (tujuh) UPI mampu mengetahui, memahami hadits-hadits nabi tentang tujuan pendidikan3.

Elita Dewi, M.SP , selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara dan sekaligus sebagai dosen pembimbing

Pada tabel 4.5 dari keempat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, variabel yang signifikan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Ang katan

Menurut Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyatakan pengertian Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang

Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah mengetahui potensi keberhasilan seorang calon nasabah kredit menggunakan algoritma klasifikasi berbasis rough set

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesikan skripsi yang berjudul “Pengawasan