• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI / halaman 1 - dari 40

Untuk pencapaian visi, misi dan tujuan yang telah mempertimbangkan isu-isu strategis yang merupakan kondisi riil Kobupaten Bondowoso, diperlukan usaha-usaha atau Strategi untuk mewujudkannya.

Adapun strategi pencapaian tujuan dan sasaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program sebagai berikut :

6. 1 Kebijakan Umum

Kebijakan adalah arah/tindakan yang ditetapkan oleh Instansi Pemerintah untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan yang dipergunakan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan tujuan.

Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mewujudkan tujuan yang hendak dicapai lima tahun kedepan adalah:

1. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Bondowoso yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

BAB VI

(2)

BAB VI / halaman 2 - dari 40

1) Mewujudkan siswa-siswi yang berbudi pekerti.

2) Mewujudkan suasana saling toleransi dalam beragama.

3) Mewujudkan pelestarian dan pengembangan budaya-budaya relegius

4) Mewujudkan kepedulian sosial masyarakat sebagai pengamalan agamanya.

2. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan Meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan dalam rangka pemerataan memperoleh pendidikan yang berkualitas 1) Meningkatkan pelayanan pendidikan.

2) Menciptakan pemerataan dan perluasan kesempatan pendidikan serta penuntasan wajib belajar 9 tahun.

3) Mewujudkan peningkatan pendidikan menengah dan luar biasa.

4) Mewujudkan peningkatan mutu tenaga pendidik dan menejemen pendidikan.

5) Mewujudkan peningkatan mutu prasarana pendidikan dan pemenuhan alat bantu pendidikan.

6) Mewujudkan peningkatan pemberdayaan organisasi pemuda dan keolahragaan.

7) Mewujudkan pelestarian dan pengembangan budaya.

3. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan dasar lainnya dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan, kualitas hidup dan kesejahteraan sosial yang tinggi. 1) Mewujudkan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

(3)

BAB VI / halaman 3 - dari 40

2) Mewujudkan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan pemerataan pelayanan melalui pemberian bantuan pelayanan kesehatan bagi warga miskin.

3) Mewujudkan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. 4) Mewujudkan pengendalian pertumbuhan penduduk.

5) Mewujudkan penanggulangan kemiskinan dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

6) Meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

4. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat . 1) Mengembangkan usaha pertanian dengan pendekatan

potensi kewilayahan dan pendekatan konsep pengembangan agribisnis.

2) Meningkatkan pengembangan komoditas unggulan daerah, penerapan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil pertanian.

3) Menyediakan tempat pemasaran hasil pertanian secara terpadu berupa sentra pengembangan agribisnis, kawasan Agropolitan dan Agrowisata.

4) Meningkatnya produksi dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan serta meningkatkan produksi, ketersediaan dan konsumsi pangan sumber karbohidrat non beras dan pangan sumber protein.

5) Mengembangkan komoditas perkebunan, melalui kimbun (kawasan industri masyarakat perkebunan).

6) MeningkatKan produktivitas dan meningkatkan populasi ternak.

(4)

BAB VI / halaman 4 - dari 40

7) Optimalisasi pemanfaatan hutan dan lahan serta pengembangan hutan rakyat .

8) Meningkatkan intensifikasi dan ektensifikasi budidaya perikanan darat.

9) Mengembangkan jenis dan kualitas produk-produk wisata khususnya wisata alam dan agrowisata dengan meningkatkan pengembangan sarana/prasarana obyek dan daya tarik wisata dan efektivitas kelembagaan promosi pariwisata.

10) Mewujudkan optimalisasi penerimaan daerah.

11) Meningkatkan pemberian modal usaha dan memfasilitasi kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan .

12) Meningkatkan dan mengembankan perdagangan dan memberikan perlindungan kepada konsumen ataupun kepada produsen.

5. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan terciptanya iklim investasi yang kondusif untuk untuk mendorong daya tarik investasi dan memperluas kesempatan kerja .

1) Meningkatkan investasi di daerah melalui promosi dan kemudahan perijinan serta perbaikan infrastuktur ekonomi.

2) Meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui perbaikan sistem pelatihan tenaga kerja.

3) Meningkatkan peran lembaga penempatan kerja (UP3) dan penciptaan kegiatan produktif.

4) Peningkatan kesejahteraan tenaga kerja melalui perbaikan syarat-syarat kerja.

(5)

BAB VI / halaman 5 - dari 40

6. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya pemberdayaan koperasi serta usaha kecil dan menengah.

1) Membangun koperasi dengan membenahi dan memperkuat tatanan kelembagaan dan organisasi koperasi.

2) Menyelenggarakan pengembangan kewirausahaan.

3) Memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usaha. 4) Mengembangkan industri kecil dan UMKM yang dapat

memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.

7. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kapasitas dan kualitas infrastruktur publik dalam rangka pemerataan pembangunan wilayah yang berwawasan lingkungan.

1) Meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur yang mendukung perekonomian daerah.

2) Menyediakan sarana pendukung sistem transportasi.

3) Melaksanankan konservasi dan pelestarian lingkungan hidup. 4) Meningkatkan pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya

air secara optimal.

5) Meningkatkan infrastruktur di Pedesaan.

8. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan peningkatan pemberdayaan masyarakat desa.

1) Meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa.

(6)

BAB VI / halaman 6 - dari 40

9. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya profesionalisme aparatur pemerintah dan manajemen pemerintahan daerah yang efektif, produktif dan efisien.

1) Meningkatkan profesionalisme kinerja aparatur.

2) Mewujudkan pemantapan perencanaan, pengendalian dan pengawasan pembangunan.

3) Mewujudkan penataan dan Pengendalian Tata Ruang. 4) Meningkatkan pengelolaan keuangan daerah.

5) Meningkatkan fungsi pengawasan internal untuk menunjang pelaksanaan pemerintahan.

6) Mewujudkan pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan.

7) Mewujudkan peningkatan informasi dan komunikasi kepada masyarakat.

8) Mewujudkan peningkatan administrasi sistem kependudukan dan pelayanan Catatan Sipil.

9) Meningkatkan fungsi kemitraan eksekutif dengan Legislatif dan peran DPRD sebagai wakil rakyat.

10) Mewujudkan peningkatan manajemen kearsipan daerah.

10. Kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan meningkatnya ketenteraman dan ketertiban umum menuju masyarakat yang aman dan damai .

1) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat.

2) Mewujudkan penegakan supremasi hukum dan kantrantibmas.

(7)

BAB VI / halaman 7 - dari 40

6. 2 Program Pembangunan Daerah Berdasarkan Urusan

Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. Program pembangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mewujudkan sasaran dan tujuan yang hendak dicapai lima tahun ke depan, dikelompokkan berdasarkan urusan wajib dan urusan pilihan sebagai berikut:

2.1 Urusan wajib

Urusan wajib, diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Program pembangunan urusan pemerintahan wajib adalah sebagai berikut:

1. Urusan Pendidikan

Tujuan dan sasaran Program urusan pendidikan adalah untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas.

(8)

BAB VI / halaman 8 - dari 40

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengembangan Budi Pekerti Luhur dan Akhlak Mulia

2) Program Pendidikan Anak Usia Dini

3) Program Pendidikan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun

4) Program Pendidikan Menengah 5) Program Pendidikan Non Formal 6) Program Pendidikan Luar Biasa

7) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

8) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan

9) Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Perpustakaan.

2. Urusan Kesehatan

Tujuan dan sasaran Program urusan pendidikan adalah untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan yang terjangkau.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengawasan Obat dan Makanan

2) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat

(9)

BAB VI / halaman 9 - dari 40

4) Program Pengembangan Lingkungan Sehat

5) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

6) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

7) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya

8) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

9) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 10) Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan

dan Anak

11) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 12) Program Upaya Kesehatan Masyarakat 13) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 14) Program Pemberdayaan Kader Kesehatan

15) Program Peningkatan Pelayanan Kasus Dampak Zat Berbahaya Yang Terkandung Dalam asap Rokok

16) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

17) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

18) Program Pelayanan Masyarakat Miskin

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan RSUD H. Koesnadi Bondowoso.

(10)

BAB VI / halaman 10 - dari 40

3. Urusan Pekerjaan Umum

Tujuan dan sasaran Program urusan Pekerjaan Umum adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset prasarana jalan yang ada dan meningkatkan pengelolaan jaringan irigasi dan pengendalian banjir.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

2) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

3) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Talud/Bronjong 4) Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan

5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan

6) Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

7) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Munum dan Air Limbah

8) Program Pengendalian Banjir

9) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

10) Program Penyediaan dan Pengolahan Air Baku

11) Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Bendungan, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya

12) Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, dan Dinas Pengairan.

(11)

BAB VI / halaman 11 - dari 40

4. Urusan Perumahan

Tujuan dan sasaran Program urusan Perumahan adalah peningkatan kualitas permukiman dan meningkatkan sarana dan prasarana dasar permukiman.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Lingkungan Sehat Perumahan 2) Program Pengembangan Perumahan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.

5. Urusan Penataan Ruang

Program pembangunan pada urusan penataan ruang untuk meningkatkan dan mengefektifkan pengendalian tata ruang daerah.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Perencanaan Tata Ruang 2) Program Pemanfaatan Ruang

3) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Bappeda dan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.

6. Urusan Perencanaan Pembangunan

Program pembangunan pada urusan perencanaan pembangunan adalan untuk meningkatkan penelitian atas isu-isu strategis, melakukan perencanaan

(12)

BAB VI / halaman 12 - dari 40

pembangunan yang partisipatif dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan daerah.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

2) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah

3) Program Perencanaan Pembangunan Daerah 4) Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi 5) Program Perencanaan Sosial Budaya

6) Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam

7) Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

7. Urusan Perhubungan

Program pembangunan pada urusan bertujuan untuk peningkatan pelayanan perhubungan daerah yang aman, lancar dan terjangkau.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan

2) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ

(13)

BAB VI / halaman 13 - dari 40

3) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

4) Program Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas 5) Program Pembangunan Sarana dan Prasarana

Perhubungan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan dan informatika.

8. Urusan Lingkungan Hidup

Program pembangunan pada urusan lingkungan hidup adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mencegah perusakan dan pencemaran lingkungan hidup.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan

2) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup

3) Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam

4) Program Peningkatan Kualitas dan akses informasi Sumberdaya Alam dan Lingkungan

5) Program Peningkatan Pengendalian Polusi 6) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup.

(14)

BAB VI / halaman 14 - dari 40

9. Urusan Pertanahan

Program pembangunan pada urusan pertanahan adalah bertujuan untuk penataan, pengelolaan tanah yang merupakan aset pemda.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah Program Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah.

Program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Setda (Bagian Perlengkapan) dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset.

10. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil

Program pembangunan pada urusan kependudukan dan catatan sipil adalah bertujuan untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan terjangkau serta mendorong tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat menuju tertib administrasi kependudukan.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah Program Penataan Administrasi Kependudukan.

Program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

11. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Program pembangunan pada urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah bertujuan untuk meningkatkan perlindungan kepada perempuan

(15)

BAB VI / halaman 15 - dari 40

dan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak

2) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan

3) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

12. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Program pembangunan pada urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera adalah bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan KB dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Keluarga Berencana

2) Program Kesehatan Reproduksi Remaja 3) Program Pelayanan Kontrasepsi

4) Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR yang Mandiri

5) Program Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PADU

(16)

BAB VI / halaman 16 - dari 40

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

13. Urusan Sosial

Program pembangunan pada urusan sosial adalah bertujuan untuk memberikan pelayanan dan melakukan rehabilitasi kesejahteraan sosial.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya

2) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

3) Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma

4) Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya)

5) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial

6) Program Pemberdayaan Lembaga Keagamaan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat.

(17)

BAB VI / halaman 17 - dari 40

14. Urusan Ketenagakerjaan

Program pembangunan pada urusan ketenagakerjaan bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja untuk menjamin hak-haknya.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja

3) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi.

15. Urusan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Program pembangunan pada urusan koperasi usaha kecil dan menengah adalah bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan UKM agar mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dan mandiri.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program penciptaan iklim Usaha Kecil Menengah yang kondusif

2) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah

3) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

(18)

BAB VI / halaman 18 - dari 40

4) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan.

16. Urusan Penanaman Modal

Program pembangunan pada urusan penanaman modal bertujuan untuk meningkatkan investasi di daerah.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Investasi 2) Program Peningkatan Iklim Investasi Dan Realisasi

Investasi

3) Program Penyiapan Potensi Sumberdaya, Sarana Dan Prasarana Daerah

4) Program Penyediaan Layanan Perijinan

5) Program Peningkatan, Pembinaan dan Sosialisasi Perijinan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Bappeda dan Kantor Perijinan Terpadu.

17. Urusan Kebudayaan

Program pembangunan pada urusan kebudayaan adalah bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan keragaman kekayaan budaya.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

(19)

BAB VI / halaman 19 - dari 40

2) Program Pengembangan Nilai Budaya

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah Raga.

18. Urusan Kepemudaan dan Olah Raga

Program pembangunan pada urusan kepemudaan dan olah raga adalah bertujuan untuk :

- meningkatkan kualitas pemuda sebagai pelopor penggerak pembangunan dan sumber daya manusia yang berperan dalam pembangunan

- meningkatkan upaya pemanduan bakat dan pembinaan olahraga serta mendukung pencapaian prestasi olahraga setinggi-tingginya.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 2) Program Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olahraga 3) Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana

Olahraga

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olah Raga.

19. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

Program pembangunan pada urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri adalah bertujuan untuk mengembangkan budaya masyarakat yang tertib dan patuh terhadap peraturan, meningkatkan rasa aman dan

(20)

BAB VI / halaman 20 - dari 40

nyaman dalam kehidupan bermasyarakat dan kerukunan hidup antar umat beragama.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Keamanan Dan Kenyamanan Lingkungan

2) Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan 3) Program Kemitraan Pengembangan Wawasan

Kebangsaan

4) Program Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

5) Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban Dan Keamanan

6) Program Pendidikan Politik Masyarakat

7) Program Pencegahan Dini Dan Penanggulangan Korban Bencana Alam

8) Program Pemeliharaan Kamtramtibmas Dan Pencegahan Tindak Kriminal

9) Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat)

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, dan Perlindungan Masyarakat dan Satuan Polisi Pamong Praja.

(21)

BAB VI / halaman 21 - dari 40

20. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, kepegawaian dan persandian

Program pembangunan pada urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian adalah bertujuan:

a. Peningkatan sumberdaya aparatur b. Peningkatan kapasitas kelembagaan c. Peningkatan fungsi legislatif

d. Pengelolaan keuangan dan aset daerah e. Pengelolaan administrasi pemerintahan desa f. Pembangunan partisipatif

g. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat h. Efektivitas Pengawasan pembangunan i. Peningkatan pendapatan daerah j. Pelayanan perijinan

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah.

2) Program Pendidikan Kedinasan

3) Program Pembinaan Dan Pengembangan Aparatur 4) Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya

Aparatur

5) Program Peningkatan Kinerja Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

6) Program Pembinaan Dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten

(22)

BAB VI / halaman 22 - dari 40

7) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH.

8) Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat

9) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa Dan Aparatur Pengawasan.

10) Program Penataan Dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem Dan Prosedur Pengawasan.

11) Program Peningkatan Dan Pengembangan Kualitas Pelayanan Publik

12) Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan. 13) Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi

Informasi

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian, Sekretariat Daerah, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Daerah, Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kantor Pelayanan perijinan Terpadu, Inspektorat dan Sekretariat Dewan.

21. Urusan Ketahanan Pangan

Program pembangunan pada urusan ketahanan pangan bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan dan keberlanjutan ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan

(23)

BAB VI / halaman 23 - dari 40

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Urusan Ketahanan Pangan.

22. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Program pembangunan pada urusan pemberdayaan masyarakat dan desa bertujuan:

a. Pemberdayaan Masyarakat desa

Program ini bertujuan untuk membangun kawasan perdesaan melalui peningkatan keberdayaan masyarakat di perdesaan.

b. Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah desa dalam melayani masyarakat,

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan

2. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan

3. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat.

23. Urusan Statistik

Program pembangunan pada urusan statistik bertujuan untuk mendokumentasikan, hasil pembangunan.

(24)

BAB VI / halaman 24 - dari 40

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1. Program pengembangan data/informasi/statistik

2. Program Pembangunan Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan

3. Program pengembangan data/informasi/statistik daerah

4. Program Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Bappeda dan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya.

24. Urusan Kearsipan

Program pembangunan pada urusan kearsipan bertujuan untuk mengembangkan sistem administrasi pemerintahan dan pengelolaan arsip daerah.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan

2) Program Penyelamatan Dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah

3) Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana Dan Prasarana Kearsipan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip.

(25)

BAB VI / halaman 25 - dari 40

25. Urusan Komunikasi dan Informatika

Program pembangunan pada urusan komunikasi dan informatika bertujuan untuk meningkatkan sistem komunikasi, informasi dan media masa.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengembangan Komunikasi, Informasi Dan Media Massa

2) Program Kerjasama Informasi Dengan Mass Media Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika dan Sekretariat Daerah.

2.2 Urusan pilihan

Pembangunan Daerah berdasarkan urusan pilihan adalah sebagai berikut:

1. Urusan Pertanian

Program pembangunan pada urusan pertanian adalah: a. Peningkatan produksi pertanian

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan holtikultura, mengembangkan usaha agribisnis dan agrowisata, serta peningkatan pendapatan petani tanaman pangan dan hortikultura.

b. Peningkatan Produksi Perkebunan

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan rakyat serta peningkatan pendapatan petani perkebunan.

(26)

BAB VI / halaman 26 - dari 40

c. Peningkatan Produksi Peternakan

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan populasi dan produktivitas peternakan bagi peternak serta peningkatan pendapatan peternak.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

2) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan

3) Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian /Perkebunan Lapangan

4) Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan

5) Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 6) Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit

Ternak

7) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

8) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan

9) Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat Veteriner

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Urusan Pertanian.

2. Urusan Kehutanan

Program pembangunan pada urusan kehutanan adalah bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan produksi hasil hutan dengan memperhatikan pelestarian hutan, sebagai

(27)

BAB VI / halaman 27 - dari 40

upaya meningkatkan kesejahteraan/kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (RHL)

2) Program Perlindungan Dan Konservasi Sumber Daya Hutan

3) Program Perencanaan Dan Pengembangan Hutan Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

3. Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral

Program pembangunan pada urusan Energi dan Sumberdaya Mineral bertujuan untuk mengatur seluruh kegiatan eksplorasi pertambangan dan energi serta ikut melaksanakan konservasi, pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan

2) Program Pembinaan Dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Bagian Perekonomian (Setda).

(28)

BAB VI / halaman 28 - dari 40

4. Urusan Pariwisata

Program pembangunan pada urusan pariwisata adalah bertujuan untuk mengembangkan jenis dan kualitas produk wisata, khususnya wisata alam dan agrowisata dengan meningkatkan efektivitas kelembagaan jaringan promosi pariwisata.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 2) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 3) Program Pengembangan Kemitraan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya, Pemuda dan Olah Raga.

5. Urusan Kelautan dan Perikanan

Program pembangunan pada urusan kelautan dan perikanan bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan produksi perikanan kolam dan perikanan darat yang pada dasarnya merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan petani perikanan, menambah lapangan kerja, dan penggalian potensi sumber daya alam.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Optimalisasi Pengelolaan Dan Pemasaran Produksi Perikanan

2) Program Pengembangan Kawasan Budidaya Air Payau Dan Air Tawar

(29)

BAB VI / halaman 29 - dari 40

4) Program Peningkatan Kesadaran dan Penegakan Hukum Dalam Pendayagunaan Sumberdaya laut Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan.

6. Urusan Perdagangan

Program pembangunan pada urusan Perdagangan bertujuan untuk mendorong, meningkatkan dan mengembangkan perdagangan serta memberikan perlindungan kepada konsumen maupun kepada produsen.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah :

1) Program Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor 2) Program Perlindungan Konsumen Dan Pengamanan

Perdagangan

3) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri

4) Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Asongan

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

7. Urusan Industri

Program pembangunan pada urusan Industri bertujuan untuk memberdayakan industri kecil dan UMKM,

(30)

BAB VI / halaman 30 - dari 40

mengembangkan iklim kewirausahaan, meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usaha yang dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi 2) Program Pengembangan Industri Kecil Dan

Menengah

3) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 4) Program Penataan Struktur Industri

5) Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.

8. Urusan Ketransmigrasian

Program pembangunan pada urusan ketransmigrasian bertujuan untuk mempersiapkan pemberangkatan calon transmigran yang sudah dilatih dan meningkatkan kerjasama antar daerah tujuan transmigrasi dalam rangka penyebaran penduduk.

Implementasi/penjabarannya dalam program Satuan Kerja Perangkat Daerah, adalah:

1) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 2) Program Transmigrasi Regional

(31)

BAB VI / halaman 31 - dari 40

Program-program Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut di atas, dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

6. 3 Program Pembangunan Daerah Berdasarkan Prioritas

Sesuai Visi dan Misi, Kondisi Umum, serta isu-isu strategis Kabupaten Bondowoso, berikut program-program prioritas lima tahun RPJM (2009-2013):

1. Pembangunan Kualitas Keagamaan dengan program sebagai berikut:

a. Program Pengembangan Budi Pekerti Luhur Dan Akhlak Mulia.

b. Program Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

c. Program Pemberdayaan Lembaga Keagamaan.

2. Pembangunan Kualitas dan Cakupan Pendidikan dengan program sebagai berikut:

a. Pendidikan Anak Usia Dini.

b. Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. c. Pendidikan Menengah.

d. Pendidikan Luar Biasa.

e. Peningkatan Mutu Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan. f. Manajemen Pelayanan Pendidikan.

(32)

BAB VI / halaman 32 - dari 40

3. Peningkatan derajad kesehatan masyarakat dengan program sebagai berikut:

a. Upaya Kesehatan Masyarakat.

b. Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat. c. Pengawasan Obat Dan Makanan.

d. Lingkungan Sehat Perumahan.

e. Peningkatan Pelayanan kasus Dampak Zat Berbahaya Yang Terkandung Dalam Asap Rokok.

f. Pengadaan, Peningkatan Dan Perbaikan Sarana Dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu Dan Jaringannya.

g. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia. h. Standarisasi Pelayanan Kesehatan.

i. Pengadaan, Peningkatan Dan Perbaikan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit.

j. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit. k. Pemberdayaan Kader Kesehatan.

l. Obat Dan Perbekalan Kesehatan. m. Keluarga Berencana.

n. Kesehatan Reproduksi Remaja. o. Pelayanan Kontrasepsi.

p. Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan Kb/Kr Yang Mandiri.

q. Pengembangan Model Operasional Bkb-Posyandu-Padu. r. Program Perbaikan Gizi Masyarakat.

s. Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Menular.

t. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin.

(33)

BAB VI / halaman 33 - dari 40

v. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan Dan Anak.

4. Pengentasan Kemiskinan melalui pembangunan ekonomi Rakyat dengan program sebagai berikut:

a. Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya.

b. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial. c. Transmigrasi Regional.

d. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan. e. Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan. f. Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Investasi. g. Peningkatan Iklim Investasi Dan Realisasi Investasi. h. Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor.

i. Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri. j. Pembinaan Pedagang Kaki Lima Dan Asongan. k. Peningkatan Kesempatan Kerja.

l. Pengembangan Kewirausahaan Dan Keunggulan Kompetitif UKM.

m. Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM. n. Penciptaan Iklim Usaha UKM Yang Kondusif.

o. Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah. p. Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial. q. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata. r. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata. s. Program Pengembangan Budidaya Perikanan

(34)

BAB VI / halaman 34 - dari 40

u. Pengendalian Pencemaran Dan Perusakan Lingkungan Hidup.

v. Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya.

5. Pembangunan Infrastuktur Sarana dan Prasarana Wilayah dengan program sebagai berikut:

a. Program Perencanaan Tata Ruang. b. Pengembangan Perumahan.

c. Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa.

d. Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong. e. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan. f. Rehabilitasi/Pemeliharaan Talud/Bronjong.

g. Pembangunan Jalan Dan Jembatan. h. Pembangunan Infrastruktur Pedesaan.

i. Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah.

j. Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Bendungan, danau dan Sumber Daya Air Lainnya.

6. Pembangunan Sektor Pertanian dengan program sebagai berikut:

a. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani.

b. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan.

c. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan.

(35)

BAB VI / halaman 35 - dari 40

d. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan.

e. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan. f. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan

Lapangan.

g. Program Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Ternak.

h. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan.

i. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan.

j. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan k. Program Pengembangan Budidaya Perikanan.

l. Program Perencanaan Dan Pengembangan Hutan. m. Program Rehabilitasi Hutan Dan Lahan (Rhl).

7. Peningkatan peran perempuan dalam pembangunan daerah a. Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender

Dan Anak.

b. Peningkatan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan.

c. Peningkatan Peran Serta Dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan.

8. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan perwujudan supremasi hukum.

a. Program Peningkatan Keamanan Dan Kenyamanan Lingkungan.

b. Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban Dan Keamanan.

(36)

BAB VI / halaman 36 - dari 40

c. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan. d. Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan.

9. Peningkatan Pelayanan pelayanan publik kepada masyarakat.

a. Program Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah.

b. Program Pembinaan Dan Pengembangan Aparatur. c. Program Penyediaan Layanan Perijinan.

d. Program Perencanaan Pembangunan Daerah.

e. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi. f. ringan pe

an lainnya.Program Pem Program

6. 4 Program Pembangunan Kewilayahan Pem

Program dan Kegiatan Pembangunan Kabupaten Bondowoso selama kurun waktu 2009 – 2013 dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keterpaduan, baik antar sektor maupun secara kewilayahan (spasial). Program-progran pembangunan kewilayahan merupakan integrasi program dan kegiatan sektoral dengan menfokuskan pada kawasan atau area tertentu yang menjadi sasaran pembangunan dengan isu dan permasalahan tertentu.

Berdasarkan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bondowoso, pembangunan kewilayahan hingga tahun 2026 diarahkan pada penanganan beberapa kawasan strategis atau kawasan prioritas sebagai berikut:

(37)

BAB VI / halaman 37 - dari 40

a. Kawasan Agropolitan Sumbergading di Kecamatan Sumberwringin dengan wilayah pendukung Kecamatan Tlogosari, Sukosari, Sumberwringin dan Sempol, merupakan Kawasan Strategis yang akan mendukung Kawasan Terpadu Ijen Segitiga Emas (Bondowoso-Situbondo-Banyuwangi). Kawasan Agropolitan Sumbergading dikembangkan sebagai simpul koleksi, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan, kehutanan dan pertanian tanaman pangan, serta perikanan air tawar, yang terpadu dengan pengembangan Kawasan Wisata Ijen. Guna mendukung pengembangan kawasan ini, pelaksanaan program kegiatan sektor lingkungan hidup, kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan air tawar, peternakan, perindustrian, perdagangan dan pariwisata dilakukan secara sinergis.

b. Kawasan Perkotaan Bondowoso merupakan salah satu kawasan prioritas yang meliputi Wilayah Kecamatan Bondowoso, Tegalampel, Tenggarang dan Curahdami. Kawasan ini menjadi prioritas mengingat fungsi strategisnya sebagai simpul utama pertumbuhan ekonomi wilayah kabupaten, dengan arahan pengembagan sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, industri kecil dan menengah, pelayanan pariwisata dan permukiman. Untuk mengantisipasi perkembangan kawasan Perkotaan Bondowoso ini dilaksanakan program peningkatan kualitas permukiman, penataan PKL dalam kota, pengembangan jalan lingkar kota, peninjauan kembali lokasi pasar induk dan pasar hewan, penataan sistem transportasi dan terminal.

c. Kawasan strategis pengembangan industri dan pergudangan mencakup Kawasan Maesan-Grujugan dan Kawasan Prajekan. Kawasan Industri dan Pergudangan Grujugan-Maesan di

(38)

BAB VI / halaman 38 - dari 40

Kecamatan Grujugan dan Maesan. Kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan industri mebel, pengolahan hasil pertanian dan sebagainya serta pergudangan. Kawasan Industri dan Pergudangan Prajekan di Kecamatan Prajekan, Klabang dan Cermee. Kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan industri kimia, pengolahan logam dan sebagainya serta pergudangan sesuai kelayakan dan daya dukung lingkungan. Pada kedua kawasan (zona) industri tersebut direncanakan pengembangan kawasan industri (industrial estate). Program penunjang pengembangan kawasan ini meliputi pengendalian pemanfaatan ruang kawasan, penataan lingkungan, penyiapan masyarakat dan studi penetapan kawasan industrial estate.

d. Kawasan Perkotaan Tamanan sebagai kota kedua (secondary city) merupakan simpul kedua (secondary city) pertumbuhan wilayah kabupaten dengan kegiatan yang dikembangkan perdagangan dan jasa, industri kecil dan menengah, kesehatan, pendidikan dan permukiman. Program yang diarahkan pada kawasan ini antara lain revitalisasi pusat Kota Tamanan, pengembangan sentra industri tahu dan industri kecil lainnya. e. Kawasan Daerah Terpencil/Tertinggal yang membentuk cluster

adalah Kawasan Tertinggal Pakem (meliputi wilayah Kecamatan Pakem, Wringin, Binakal dan Tegalampel), Kawasan Tertinggal Taman Krocok (meliputi wilayah Kecamatan Taman Krocok, Tegalampel, Klabang bagian utara, dan Prajekan bagian utara), serta Kawasan Tertinggal Botolinggo (meliputi Kecamatan Botolinggo, Cermee bagian selatan, Prajekan bagian selatan, Tapen dan Wonosari). Penanganan Kawasan Daerah Terpencil/Tertinggal dikembangkan dengan kegiatan kehutanan, perkebunan, pertanian dan sektor usaha lainnya yang didukung

(39)

BAB VI / halaman 39 - dari 40

penyediaan infrastruktur yang memadai guna menumbuhkan perekonomian masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Program-program penanganan daerah tertinggal yang berbasis pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses wilayah diprioritaskan pada kawasan ini.

f. Kawasan Perbatasan meliputi kawasan di sekitar perbatasan dengan Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember dan Kabupaten Probolinggo. Meliputi wilayah Kecamatan Wringin, Taman Krocok, Prajekan, Cermee, Sempol, Tlogosari, Jambesari Darus Sholah, Tamanan, Maesan, dan Pakem. Kawasan Perbatasan dikelola dengan pengembangan kerjasama penataan ruang, pengelolaan sarana dan prasarana serta kegiatan sektoral lainnya yang mengarah pada pemanfaatan ruang bersama bagi kesejahteraan masyarakat. Kebutuhan penanganan mendesak adalah penetapan kesepakatan garis perbatasan antar kabupaten.

g. Kawasan Pengendalian Ketat meliputi wilayah aliran sungai, sumber air dan sempadannya, kawasan pelestarian lingkungan, kawasan resapan air, kawasan konservasi hutan, jalur rel kereta api, jaringan SUTT/SUTET, TPA, kawasan rawan bencana, kawasan konservasi alam dan budaya yang bersifat unik dan khas. Kawasan Pengendalian Ketat dikelola dengan pengembangan mekanisme pembinaan, pengawasan dan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku sehingga kawasan dan obyek di dalamnya tetap terjaga fungsinya.

h. Kawasan strategis lainnya yang bersifat lindung dan khusus adalah Kawasan Lindung dan Kawasan Khusus Militer.

(40)

BAB VI / halaman 40 - dari 40

- Kawasan lindung meliputi hutan lindung di Pegunungan Hyang (yang juga berfungsi sebagai Suaka Alam dan Suaka Marga Satwa di lereng Gunung Argopuro), hutan lindung di Pegunungan Ijen-Raung, hutan lindung di Gunung Bendusa (Wonoboyo), kawasan sempadan sungai dan sempadan mata air, serta lokasi-lokasi dengan kelerengan curam (lebih dari 45%) dan rawan bencana longsor. Penanganan kawasan ini adalah mengendalikan/menekan pemanfaatan budidaya yang masih ada dan mencegah penggunaan lebih luas, diupayakan pengembalian fungsi lindung serta pengembangan penghijauan pada kawasan penyangga di bawah kawasan lindung.

- Kawasan Khusus Militer meliputi Batalyon 514 dan Gudang Mesiu di Kecamatan Bondowoso dan Curahdami. Penanganan Kawasan Khusus Militer ini diarahkan upaya penataan kawasan dan pengelolaannya sehingga terdapat kejelasan pola pemanfaatan kawasan militer dan sekitarnya yang memenuhi syarat-syarat keamanan bagi permukiman yang berdampingan dengan kawasan militer.

Pembangunan daerah dengan pendekatan pengelolaan kawasan secara terpadu pada kurun waktu 2009 – 2013 diprioritaskan pada penanganan Kawasan Perkotaan Bondowoso dan Kawasan Agropolitan. Sedangkan Kawasan Industri, Kawasan Perkotaan Tamanan, Kawasan Daerah Terpencil dan Tertinggal tetap dikembangkan secara simultan untuk mendukung potensi ekonomi yang telah ada.

nan Daerah Program Pembangunan Dae222 Upaya Kesehatan Masyarakat

Referensi

Dokumen terkait

Kadar Logam Impregnasi 0% Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa variasi waktu reaksi dapat mempengaruhi perolehan yield biodiesel yang dihasilkan pada reaksi

Pedoman akuntansi pesantren mengatur laporan keuangan minimal yang harus dimiliki oleh yayasan pondok pesantren adalah (1) laporan posisi keuangan atau neraca, yang

Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengelola UPT Pengelola TK dan SD Wilayah Timur untuk menjaga kepuasan masyarakat dalam hal ini guru yang diketahui

Indonesia perlu meningkatkan pengeluaran pemerintah pusat untuk infrastruktur sebesar 10 kali lipat, sehingga menjadi 6,5 persen dari PDB yang lebih besar untuk mengurangi biaya

2002 ) hal.100.. Strategi merupakan komponen yang penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembinaan kerena dengan adanya strategi guru

PROGRAM STUDI MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. MEDAN

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan metode pemberian reward and punishment dalam pembelajaran

standard, naturalized species – exotic species that have adapted and grow and multiply as if they are native – are also considered as native if it is proven that they do not