P U T U S A N
NO : 379/PID/2015/PT.MDN.-
DEMI KEADILAN
BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
--- PENGADILAN TINGGI DI MEDAN, yang mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa ; ---
Nama lengkap : KOSTER SIMATUPANG.
Tempat Lahir : Perdagangan.
Umur/Tanggal lahir : 56 tahun / 14 Mei 1958. Jenis kelamin : Laki-laki.
Kebangsaan : Indonesia.
Tempat tinggal : Kampung Petani Nagori Huta Parik,
Kec. Ujung Padang, Kab. Simalungun ;
Agama : Kristen Protestan.
Pekerjaan : Bertani.
Pendidikan : SMP.
--- Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh : --- 1. Penyidik sejak tanggal 26 Desember 2014 s/d tanggal 14 Januari 2014 ; --- 2. Diperpanjang oleh Penuntut Umum sejak tanggal 15 Januari 2015 s/d
tanggal 22 Pebruari 2015 ; --- 3. Penuntut Umum sejak tanggal 23 Pebruari 2015 s/d tanggal 14 Maret 2015 ; 4. Majelis Hakim sejak tanggal 03 Maret 2015 s/d tanggal 01 April 2015 ; --- 5. Diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Negeri Simalungun sejak tanggal 02
April s/d tanggal 31 Mei 2015 ; --- 6. Hakim Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 15 Mei 2015 s/d tanggal 13
Juni 2015 ; --- 7. Ketua Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 14 Juni 2015 s/d tanggal 12
Agustus 2015 ; ---
--- Dipersidangan terdakwa didampingi oleh : ANTONIUS SITOHANG, SH Advokat / Penasehat Hukum dari Kantor Hukum Antonius Sitohang, SH & Rekan yang berkantor di Jl. Asahan Km IV Dusun I Bona-bona, Dolok Marlawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, berdasarkan Penunjukan Majelis Hakim No.86/Pen.Pid/2015/PN-Sim ; ---
PENGADILAN TINGGI TERSEBUT
1) Setelah membaca Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 19 Juni 2015 Nomor : 379/PID/2015/PT.MDN. tentang Penunjukan Majelis Hakim untuk Memeriksa dan Mengadili perkara tersebut ; ---
2) Setelah membaca Surat Penetapan Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Medan tanggal 19 Juni 2014 No. 379/PID/2015/PT.MDN.- tentang Penunjukan Panitera Pengganti dalam perkara tersebut ; ---
3) Setelah membaca Surat Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan tanggal 7 Juli 2014 No : 379/PID/2015/PT.MDN.- tentang Hari Sidang Pembacaan Putusan ; ---
4) Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Siantar tertanggal 25 Februari 2015 No. Reg Perk : PDM-39/Siant/N2.24.3/Ep.1/02/2015 yang mendakwa Terdakwa dengan dakwaan : --- PRIMAIR :
Bahwa ia terdakwa KOSTER SIMATUPANG pada hari kamis tanggal 25 Desember 2014 sekira pukul 14.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam Bulan Desember tahun 2014 bertempat di Kampung Petani Nagori Huta Parit Kec. Ujung Padang, Kab. Simalungun atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Simalungun, “Dengan sengaja merampas nyawa orang lain yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG (meninggal dunia)” perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara cara sebagai berikut : ---
Bahwa waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, ketika terdakwa sedang berada dibelakang rumah saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG dan saksi MASNARIA Br. SITOPU (Istri Saksi Korban), terdakwa sedang menggerek buah kelapa yang disaksikan oleh MASNARIA Br. SITOPU pada saat membuka pintu belakang rumah milik saksi MASNARIA Br. SITOPU. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya menutup pintu kemudian mengambil air minum dan berangkat ke Gereja GMI (Gereja Methodis Indonesia) yang terletak di samping rumah saksi MASNARIA Br. SITOPU untuk makan bersama setelah perayaan Hari Raya Natal. Setelah sampai di Gereja, saksi MASNARIA Br. SITOPU
melihat suami saksi yaitu saksi HOTMA NELSON SIMATUPANG berdiri di samping pagar Gereja yang bersebelahan dengan dapur rumah milik saksi sambil menyaksikan terdakwa sedang menggerek buah Kelapa. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG selanjutnya mengatakan kepada terdakwa” Kamu selama ini selalu mengambil buah kelapa itu, nanti kau bersihkan itu, jangan sampai rusak tanamanku disitu” yang kemudian dijawab oleh terdakwa “Jangan merepet aja muncungmu itu, kau sudah bercucu”. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG selanjuntnya membalas kembali ucapan terdakwa dengan mengatakan “Bukan hartamu pun, bukan punyamu pun, kamu kuasai semua”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU yang menyaksikan hal tersebut dari dalam Gereja, selanjutnya keluar dari Gereja dan mendatangi suami saksi yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG dan terdakwa yang merupakan kakak beradik untuk melerai dan memisahkan pertengkaran diantara keduanya. Ketika saksi MASNARIA Br. SITOPU sampai ditempat kejadian tepatnya di belakang rumah saksi korban, saksi MASNARIA Br. SITOPU sudah melihat pipi sebelah kanan suami saksi MASNARIA Br. SITOPU yaitu saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG mengalami luka memar dan bengkak. Saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG pada saat itu sudah mendekatkan badan dan kepalanya ke arah terdakwa sambil mengatakan “Udah Matikan aku, matikan aku”. Saksi korban selanjutnya berusaha menarik tangan suami saksi yaitu saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG agar tidak bertikai dengan terdakwa dan mengajak saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG untuk makan di Gereja. Selanjutnya pada saat saksi MASNARIA Br. SITOPU berjalan ke arah gereja, melihat istri terdakwa yaitu LESTRI Br. SIREGAR dan anak perempuannya keluar dari rumahnya dan berdiri didepan teras rumah miliknya sambil mengatakan “Parbadanya kau, lok pamate mai, matikan itu”, Saksi korban yang merasa tidak terima dengan ucapan istri terdakwa kembali membalas ucapan istri terdakwa dengan mengatakan “Kau jangan ikut campur, kau gak kukenal kau”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya membela suami saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG dengan mengatakan “ Kau jangan gitu kau, kau adu dombakan abang beradik itu” kepada LESTI Br. SIREGAR, dan dijawab kembali oleh saksi LESTI Br. SIREGAR “Kecillah mendamaikan itu, kaupun terus terus pergi ke Raya berdukun”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU tidak terima dengan ucapan Saksi LESTI Br. SIREGAR dan
mendekati Saksi LESTI Br. SIREGAR dengan megatakan “bertanggung jawabnya itu, kau mengatakan itu, betul betulnya kau orang parbonda bosi”. Saksi LESTI Br. SIREGAR selanjutnya mengambil kaleng susu dan melemparkan nya ke arah saksi MASNARIA Br. SITOPU tapi tidak mengenai saksi MASNARIA Br. SITOPU. Dengan tiba-tiba terdakwa medatangi saksi MASNARIA Br. SITOPU dan memukul mulut saksi MASNARIA Br. SITOPU. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG mendatangi terdakwa sambil mengatakan “Udahlah aku aja matikan”. Terdakwa selanjutnya memukul bagian mata saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG dan menendang tubuh saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG hingga terjatuh kesebelah kanan. Terdakwa kemudian mendatagi saksi korban yang sudah terjatuh dengan posisi membungkuk hingga mencekik leher saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG, sementara istri saksi Korban yaitu saksi MASNARIA Br. SITOPU yang berusaha melerai terdakwa dengan menarik baju terdakwa tidak dihiraukan oleh terdakwa. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya meninggalkan tempat tersebut dan lari ke Gereja untuk meminta pertolongan dari jemaat Gereja, dan setelah kembali lagi kembali lagi kerumah, Saksi MASNARIA Br. SITOPU melihat suami saksi Korban yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi tubuh, mata kanan, dan telinga bagian sebelah kanan sudah mengeluarkan darah, sementara terdakwa duduk tenang di bangku teras rumahnya. Selanjutnya Petugas Kepolisian mendatangi rumah saksi korban dan membawa saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG ke RS Djasaman Saragih Pematang Siantar untuk dilakukan pemeriksaan ; --
Berita Acara Visum Et Repertum Nomor : 102 / IV / UPM / I / 2015 Yang ditandatangani oleh dr. Reinhard J.D. Hutahaean, SH,Spf tanggal 06 Januari 2015 pada Rumah Sakit Umum Djasaman Saragih Pematang Siantar , Perihal : Hasil Pemeriksaan Mayat Atas Nama :HOTMA NELSON SIMATUPANG, Dengan Pemeriksaan Bagian Dalam Tubuh : Pemeriksaan dalam tidak dilakukan sesuai dengan Surat permintaan V. E. R dari Polisi dengan Nomor : B / 201 / XII / 2014, tertanggal 25 Desember 2014 ; ---
Pemeriksaan Bagian Luar Tubuh : --- Dijumpai lebam mayat yang tidak hilang pada penekanan ;
Dijumpai kedua kelopak mata bagian dalam pucat dan tampak bintik-bintik pendarahan ; --- Dijumpai luka memar pada kepala dan Kelopak mata ; --- Dijumpai luka lecet pada kelopak mata, leher dan kaki ; --- Dijumpai luka robek pada tangan ; --- Dijumpai ujung-ujung jari tangan dan kaki sianosis ; --- Dengan Kesimpulan : --- Telah diperiksa sesosok mayat seorang laki-laki, dikenal umur 59 tahun, panjang badan 165 cm, perawakan sedang, warna kulit sawo matang, bangsa Indonesia, rambut lurus, warna hitam, sebagian beruban ; ---
Dari hasil pemeriksaan luar diambil kesimpulan bahwa pada tubuh korban dijumpai tanda-tanda umum mati lemas dengan mekanisme yang tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Korban mengalami luka memar pada kepala dan kelopak mata, juga mengalami luka lecet pada kelopak mata, leher dan kaki serta mengalami luka robek di tangan yang keseluruhannya disebabkan ruda paksa (trauma) tumpul. Penyebab kematian tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam ; ---
--- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana ; ---
SUBSIDAIR :
Bahwa ia terdakwa KOSTER SIMATUPANG pada hari kamis tanggal 25 Desember 2014 sekira pukul 14.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam Bulan Desember tahun 2014 bertempat di Kampung Petani Nagori Huta Parit Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Simalungun, “Penganiayaan jika mengakibatkan mati yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG (Meninggal dunia)” perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara cara sebagai berikut : ---
Bahwa waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, ketika terdakwa sedang berada dibelakang rumah saksi korban HOTMA NELSON
SIMATUPANG dan saksi MASNARIA Br. SITOPU (Istri Saksi Korban), terdakwa sedang menggerek buah kelapa yang disaksikan oleh MASNARIA Br. SITOPU pada saat membuka pintu belakang rumah milik saksi MASNARIA Br. SITOPU. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya menutup pintu kemudian mengambil air minum dan berangkat ke Gereja GMI (Gereja Methodis Indonesia) yang terletak di samping rumah saksi MASNARIA Br. SITOPU untuk makan bersama setelah perayaan Hari Raya Natal. Setelah sampai di Gereja, saksi MASNARIA Br. SITOPU melihat suami saksi yaitu saksi HOTMA NELSON SIMATUPANG berdiri di samping pagar Gereja yang bersebelahan dengan dapur rumah milik saksi sambil menyaksikan terdakwa sedang menggerek buah Kelapa. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG selanjutnya mengatakan kepada terdakwa” Kamu selama ini selalu mengambil buah kelapa itu, nanti kau bersihkan itu, jangan sampai rusak tanamanku disitu” yang kemudian dijawab oleh terdakwa “Jangan merepet aja muncungmu itu, kau sudah bercucu”. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG selanjuntnya membalas kembali ucapan terdakwa dengan mengatakan “Bukan hartamu pun, bukan punyamu pun, kamu kuasai semua”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU yang menyaksikan hal tersebut dari dalam Gereja, selanjutnya keluar dari Gereja dan mendatangi suami saksi yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG dan terdakwa yang merupakan kakak beradik untuk melerai dan memisahkan pertengkaran diantara keduanya. Ketika saksi MASNARIA Br. SITOPU sampai ditempat kejadian tepatnya di belakang rumah saksi korban, saksi MASNARIA Br. SITOPU sudah melihat pipi sebelah kanan suami saksi MASNARIA Br. SITOPU yaitu saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG mengalami luka memar dan bengkak. Saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG pada saat itu sudah mendekatkan badan dan kepalanya ke arah terdakwa sambil mengatakan “Udah Matikan aku, matikan aku”. Saksi korban selanjutnya berusaha menarik tangan suami saksi yaitu saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG agar tidak bertikai dengan terdakwa dan mengajak saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG untuk makan di Gereja. Selanjutnya pada saat saksi MASNARIA Br. SITOPU berjalan ke arah gereja, melihat istri terdakwa yaitu LESTRI Br. SIREGAR dan anak perempuannya keluar dari rumahnya dan berdiri didepan teras rumah miliknya sambil mengatakan “Parbadanya kau, lok pamate mai, matikan itu”, Saksi korban yang merasa tidak terima dengan ucapan istri terdakwa
kembali membalas ucapan istri terdakwa dengan mengatakan “Kau jangan ikut campur, kau gak kukenal kau”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya membela suami saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG dengan mengatakan “ Kau jangan gitu kau, kau adu dombakan abang beradik itu” kepada LESTI Br. SIREGAR, dan dijawab kembali oleh saksi LESTI Br. SIREGAR “Kecillah mendamaikan itu, kaupun terus terus pergi ke Raya berdukun”. Saksi MASNARIA Br. SITOPU tidak terima dengan ucapan Saksi LESTI Br. SIREGAR dan mendekati Saksi LESTI Br. SIREGAR dengan megatakan “bertanggung jawabnya itu, kau mengatakan itu, betul betulnya kau orang parbonda bosi”. Saksi LESTI Br. SIREGAR selanjutnya mengambil kaleng susu dan melemparkan nya ke arah saksi MASNARIA Br. SITOPU tapi tidak mengenai saksi MASNARIA Br. SITOPU. Dengan tiba-tiba terdakwa medatangi saksi MASNARIA Br. SITOPU dan memukul mulut saksi MASNARIA Br. SITOPU. Saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG mendatangi terdakwa sambil mengatakan “Udahlah aku aja matikan”. Terdakwa selanjutnya memukul bagian mata saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG dan menendang tubuh saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG hingga terjatuh kesebelah kanan. Terdakwa kemudian mendatagi saksi korban yang sudah terjatuh dengan posisi membungkuk hingga mencekik leher saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG, sementara istri saksi Korban yaitu saksi MASNARIA Br. SITOPU yang berusaha melerai terdakwa dengan menarik baju terdakwa tidak dihiraukan oleh terdakwa. Saksi MASNARIA Br. SITOPU selanjutnya meninggalkan tempat tersebut dan lari ke Gereja untuk meminta pertolongan dari jemaat Gereja, dan setelah kembali lagi kembali lagi kerumah, Saksi MASNARIA Br. SITOPU melihat suami saksi Korban yaitu HOTMA NELSON SIMATUPANG sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi tubuh, mata kanan, dan telinga bagian sebelah kanan sudah mengeluarkan darah, sementara terdakwa duduk tenang di bangku teras rumahnya. Selanjutnya Petugas Kepolisian mendatangi rumah saksi korban dan membawa saksi Korban HOTMA NELSON SIMATUPANG ke RS Djasaman Saragih Pematang Siantar untuk dilakukan pemeriksaan ; -
Berita Acara Visum Et Repertum Nomor : 102 / IV / UPM / I / 2015 Yang ditandatangani oleh dr. Reinhard J.D. Hutahaean, SH,Spf tanggal 06 Januari 2015 pada Rumah Sakit Umum Djasaman Saragih Pematang
Siantar, Perihal : Hasil Pemeriksaan Mayat Atas Nama :HOTMA NELSON SIMATUPANG, Dengan Pemeriksaan Bagian Dalam Tubuh : Pemeriksaan dalam tidak dilakukan sesuai dengan Surat permintaan V. E. R dari Polisi dengan Nomor : B / 201 / XII / 2014, tertanggal 25 Desember 2014 ; ---
Pemeriksaan Bagian Luar Tubuh : --- Dijumpai lebam mayat yang tidak hilang pada penekanan ;
Dijumpai kaku mayat yang sulit dilawan ; --- Dijumpai kedua kelopak mata bagian dalam pucat dan tampak bintik-bintik pendarahan ; --- Dijumpai luka memar pada kepala dan Kelopak mata ; --- Dijumpai luka lecet pada kelopak mata, leher dan kaki ; --- Dijumpai luka robek pada tangan ; --- Dijumpai ujung-ujung jari tangan dan kaki sianosis ; --- Dengan Kesimpulan : --- Telah diperiksa sesosok mayat seorang laki-laki, dikenal umur 59 tahun, panjang badan 165 cm, perawakan sedang, warna kulit sawo matang, bangsa Indonesia, rambut lurus, warna hitam, sebagian beruban ; ---
Dari hasil pemeriksaan luar diambil kesimpulan bahwa pada tubuh korban dijumpai tanda-tanda umum mati lemas dengan mekanisme yang tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam. Korban mengalami luka memar pada kepala dan kelopak mata, juga mengalami luka lecet pada kelopak mata, leher dan kaki serta mengalami luka robek di tangan yang keseluruhannya disebabkan ruda paksa (trauma) tumpul. Penyebab kematian tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam ; ---
--- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (3) KUHP ; ---
5) Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simalungun tanggal 6 April 2015 Nomor Register Perkara : PDM-39/Siant/N2.24.3/Ep.1/02/2015 yang menuntut Terdakwa dengan tuntutan sebagai berikut ; ---
1. Menyatakan terdakwa KOSTER SIMATUPANG telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja merampas nyawa orang lain", sebagaimana dakwaan Primair melanggar Pasal 338 KUHPidana ; --- 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa KOSTER SIMATUPANG dengan pidana penjara selama 13 (Tiga Belas) tahun dikurangi selama masa penahanan dan penangkapan yang telah dijalani, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan ; --- 3. Menyatakan barang bukti berupa : --- 1 (Satu) helai baju Kemeja lengan panjang warna putih liris ungu ; -- dikembalikan kepada keluarga saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG ; --- 4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.3.000,- (tiga ribu rupiah) ; --- 6) Putusan Pengadilan Negeri Simalungun tanggal 11 Mei 2015 Nomor : 86/Pid.B/2015/PN-SIM yang amarnya berbunyi sebagai berikut ; --- 1. Menyatakan Terdakwa KOSTER SIMATUPANG telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Pembunuhan", sebagaimana dakwaan Primair Melanggar pasal 338 KUHPidana ; --- 2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa KOSTER SIMATUPANG oleh karena itu dengan pidana penjara selama : 12 ( dua belas ) tahun ; --- 3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; ---- 4. Memerintahkan terdakwa tetap ditahan ; --- 5. Menyatakan barang bukti berupa : --- 1 (Satu) Helai Baju Kemeja lengan Panjang warna putih liris ungu ; dikembalikan kepada keluarga saksi korban HOTMA NELSON SIMATUPANG ; --- 6. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.3.000,-
7) Akta Permintaan Banding yang dibuat Panitera Pengadilan Negeri Simalungun Nomor : 86/Akta Pid/2015/PN.Sim. tanggal 15 Mei 2015 yang menerangkan bahwa Terdakwa mengajukan permintaan banding terhadap Putusan Pengadilan Negeri Simalungun tanggal 11 Mei 2015 Nomor : 86/Pid.B/2015/PN-SIM dan permintaan banding tersebut telah dengan sempurna diberitahukan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simalungun pada tanggal 18 Mei 2015 ; --- 8) Surat memori Banding dari Penasehat Hukum Terdakwa yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Simalungun pada tanggal 1 Juni 2015 yang salinannya telah diberitahukan dan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simalungun pada tanggal 3 Juni 2015 ; ---
1) Surat pemberitahuan untuk mempelajari berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Simalungun dan Terdakwa yang menerangkan telah diberikan kesempatan untuk memeriksa dan mempelajari Putusan Pengadilan Negeri Simalungun tanggal 11 Mei 2015 Nomor : 86/Pid.B/2015/PN-SIM dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal 26 Mei 2015 ; ---
---Menimbang, bahwa permintaan banding Terdakwa yang diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta syarat-syarat yang ditentukan dalam Undang-undang, oleh karena itu permintaan banding tersebut dapat diterima ; ---
---Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi membaca dan meneliti keseluruhan berkas perkara yang meliputi Surat Dakwaan, Berita Acara Persidangan, salinan resmi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun tanggal 11 Mei 2015 Nomor : 86/Pid.B/2015/PN-SIM dan semua bukti serta Memori Banding dari Penasehat Hukum Terdakwa, YANG PADA INTINYA MERASA SANGAT KEBERATAN ATAS PUTUSAN Majelis Hakim Tingkat Pertama, Pengadilan Tinggi pada dasarnya sependapat dengan fakta-fakta pokok yang dinilai Hakim Tingkat Pertama yang berkesimpulan bahwa Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 338 KUHPidana yang didakwakan kepada terdakwa ; ---
---Menimbang, bahwa oleh karena pertimbangan hukum Hakim Tingkat Pertama dinilai telah tepat dan benar, maka pertimbangan tersebut diambil alih sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi dalam memutus perkara ini ditingkat banding, sehingga putusan dibawah ini dapat dipertahankan untuk dikuatkan ; --
---Menimbang, bahwa oleh karena penangkapan dan penahanan yang dijalani Terdakwa adalah sah, maka masa penangkapan dan penahanan ini harus dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa ; ---
---Menimbang, bahwa oleh karena dikhawatirkan Terdakwa akan melarikan diri atau menghindari pelaksanaan putusan ini, maka terdakwa tetap ditahan di Rumah Tahanan Negara Pematang Siantar ; ---
---Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan bersalah, maka Terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebagaimana akan disebutkan dalam amar putusan dibawah ini ; ---
--- Mengingat pasal pasal 338 KUHPidana, jo. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP, serta Peraturan Perundang - Undangan lain yang bersangkutan ; ---
MENGADILI
---
Menerima permohonan banding dari Penasehat Hukum
Terdakwa ; ---
---
Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Simalungun
tanggal 11 Mei 2015 Nomor : 86/Pid.B/2015/PN-SIM yang
dimintakan banding tersebut ; ---
--- Menetapkan lamanya terdakwa berada didalam tahanan
sementara dikurangi seluruhnya dari pidana yang
dijatuhkan ; ---
--- Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan ; ---
---
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa pada
kedua tingkat peradilan, yang pada tingkat banding
sejumlah Rp. 2.500.- (dua ribu lima ratus rupiah) ; ---
---Demikianlah diputus dalam Sidang Permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan pada hari Selasa tanggal 7 Juli 2015 oleh kami BANTU GINTING, SH. Hakim Pengadilan Tinggi Medan sebagai Hakim Ketua Sidang, JANNES ARITONANG, SH.MH. dan RIDWAN RAMLI, SH.MH. sebagai
Hakim Anggota yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut dalam peradilan tingkat banding berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 19 Juni 2015 Nomor : 379/PID/2015/ PT.MDN dan putusan tersebut diucapkan pada hari Senin tanggal 27 Juli 2015 dalam persidangan yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis dengan dihadiri oleh Hakim Anggota tersebut serta dibantu oleh MARTHIN A.P. SINAGA, SH. Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa ; ---
Hakim Anggota ; Hakim Ketua ;
Ttd Ttd
JANNES ARITONANG, SH.MH. BANTU GINTING, SH.
Ttd
RIDWAN RAMLI, SH.MH.
Panitera Pengganti ; Ttd