PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG PIHAK PELAPOR DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Teks penuh
Dokumen terkait
Dengan membatasi transaksi keuangan tunai upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dapat dilakukan sebagai sarana pencegahan ( Preventif ) sebelum
PPATK dalam menjalankan tugasnya bekerjasama dengan penyedia jasa keuangan bank sebagai salah pihak pelapor, laporan dari penyedia jasa keuangan bank akan dianalisa
Lembaga Pengawas dan Pengatur wajib memberitahukan kepada PPATK setiap kegiatan atau Transaksi Pihak Pelapor yang diketahuinya atau patut diduganya dilakukan baik langsung
d) Pihak Pelapor meragukan kebenaran informasi yang dilaporkan Pengguna Jasa. Dalam pelaksanaan PMPJ yang dilakukan oleh Profesi terhadap Pengguna Jasa, Profesi wajib
Pengkategorian Notaris dan PPAT sebagai pihak pelapor ini memberikan manfaat yang besar kepada negara dan masyarakat, Selain itu manfaat yang secara nyata dirasakan
Jika nasabah terbukti aman, atau terbebas dari transaksi keuangan mencurigakan, maka PPATK akan meminta pihak bank untuk melanjutkan transaksi yang ingin dilakukan nasabah,
Analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi Transaksi Keuangan yang berindikasi tindak pidana Pencucian Uang dan/atau tindak pidana lain sebagaimana dimaksud
Judul Tesis : Peranan Laporan Hasil Analisis Pusat pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang..