• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR EKONOMI & MANAJEMEN 2 Teori Prilaku Konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGANTAR EKONOMI & MANAJEMEN 2 Teori Prilaku Konsumen"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR EKONOMI &

MANAJEMEN 2

Teori Prilaku Konsumen

Pertemuan 4 dan 5

2015

Nur RACHMAD Universitas Gunadarma 4/21/2015

(2)

TEORI PERILAKU KONSUMEN

Pendahuluan

Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa.

Masing-masing konsumen merupakan pribadi unik dimana antara konsumen yang satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang berbeda juga perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dari perbedaan-perbedaan yang unik tersebut ada satu persamaan yakni setiap saat konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada saat mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa. Tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dalam mengkonsumsi barang disebut dengan utilitas.

Dalam perekonomian, konsumen tidak hanya bertindak sebagai pengguna barang dan jasa tapi juga sebagai penyedia faktor-faktor produksi (lihat

Diagram Aliran Barang, Uang dan Pasar pada Bab I). Dengan menggunakan

pokok-pokok dari teori mikro maka perilaku-perilaku konsumen di pasar menjadi lebih mudah dipahami. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga barang tersebut.

Untuk memahami mengenai perilaku konsumen yang dinyatakan pada hukum permintaan, digunakan dua pendekatan , yakni:

1. Pedekatan marginal utility (kardinal) 2. Pendekatan indifference curve (ordinal)

(3)

DEFINISI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk),

evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk

setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin

berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing.

Peran yang dilakukan tersebut adalah:

(1) Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu;

(2) Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak;

(3) Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya;

(4)

(4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.

Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.

Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:

(1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain;

(2) Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung;

(3) Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.

Perilaku Konsumen secara umum dibagi menjadi 2 yaitu Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional dan Irrasional.

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari Perilaku Konsumen yang bersifat Rasional: 1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan

2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen

3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin

4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

(5)

Beberapa ciri-ciri Perilaku Konsumen yang bersifat Irrasional:

1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik

2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas

3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

MANFAAT MEMPELAJARI PERILAKU KONSUMEN

Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.

Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat

Pengertian Prilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Dari pengertian perilaku konsumen pada bahasan sebelumnya, ada dua elemen penting yaitu elemen proses pengambilan keputusan dan elemen kegiatan secara fisik. Kedua elemen tersebut melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan serta menggunakan barang dan jasa. Konsumen membeli barang dan jasa adalah untuk mendapatkan manfaat dari barang dan jasa tersebut. Jadi perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau dikonsumsi oleh konsumen saja, tetapi juga dimana, bagaimana kebiasaan dan dalam kondisi macam apa produk dan jasa yang dibeli.

(6)

2 kerteria konsumen:

1. Personal Consumer adalah konsumen ini membeli atau menggunakan

barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.

2. Organizational Consumer adalah konsumen ini membeli atau

menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996) keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.

· Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen.

Perusahaan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

(7)

· Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peranan dan status sosial konsumen. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung. Definisi kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama. Keluarga dapat pempengaruhi perilaku pembelian. Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan pembelian keluarga, tergantung pada produk, iklan dan situasi. Seseorang umumnya berpartisipasi dalam kelompok selama hidupnya-keluarga, klub, organisasi. Posisi seseorang dalam setiap kelompok dapat diidentifikasikan dalam peran dan status. Setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.

· Faktor Pribadi

Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga. Beberapa penelitian terakhir telah mengidentifikasi tahapan-tahapan dalam siklus hidup psikologis. Orang-orang dewasa biasanya mengalami perubahan atau transformasi tertentu pada saat mereka menjalani hidupnya. Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok-kelompok pekerja yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa tertentu. Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk. Situasi ekonomi seseorang terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan (tingkatnya, stabilitasnya, dan polanya), tabungan dan hartanya (termasuk presentase yang mudah dijadikan uang ). Gaya hidup seseorang adalah pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan “seseorang secara keseluruhan” yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang. Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang berada dari setiap orang yang memandang responnya terhadap lingkungan yang relatif konsisten. Kepribadian dapat merupakan suatu variabel yang sangat berguna dalam menganalisa perilaku konsumen. Bila jenis- jenis kepribadian dapat

(8)

diklasifikasikan dan memiliki korelasi yang kuat antara jenis-jenis kepribadian tersebut dengan berbagai pilihan produk atau merek.

· Faktor Psikologis

Pemilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologis, yaitu motivasi, persepsi, pengetahuan serta kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan-kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima.

Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana seseorang memilih,

mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda-beda dari objek yang sama.

Ada tiga proses persepsi:

1. Perhatian yang selektif 2. Gangguan yang selektif

3. Mengingat kembali yang selektif

Pembelajaran menjelaskan perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sedang kepercayaan merupakan suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu.

· Faktor Marketing Strategy

Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah:

(1) Barang, (2) Harga, (3) Periklanan

(4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

(9)

Berdasarkan landasan teori, ada dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

a. Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.

b. Faktor internal

Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu.

TEORI PERILAKU KONSUMEN

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen yang dinyatakan pada hukum permintaan, digunakan 2 (dua pendekatan) , yakni:

1. Pedekatan marginal utility (kardinal)

Beranggapan bahwa kepuasan Konsumen dapat di ukur dengan satu satuan, misalkan uang.

2. Pendekatan indifference curve (ordinal)

Beranggapan bahwa kepuasan konsumen tidak dapat di ukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah.

Asumsi: Konsumen bersikap rasional. Dengan anggaran yang tersedia, konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan totalnya dari barang yang dikonsumsinya.

(10)

Perbedaan antara pendekatan kardinal dengan ordinal

1. Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan dalam bilangan/angka. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan dalam l bilangan/angka.

2. Analisis Kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy (pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama

.

1.

Pendekatan Marginal Utility (Kardinal)

Dalam pendekatan Marginal Utility di gunakan angapan:

1. Utility bisa di ukur dengan uang.

2. Hukum Gossen ( the Law Of Dinishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa “Semakin banyak sesuatu barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang di peroleh dari setiap satuan tambahan yang di konsumsikan akan menurun”.

3. Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.

Total Utility adalah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Marginal Utility adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dan pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu.

(11)
(12)
(13)

Contoh 2 :

Skedul Utiliti Total

Qx TUx MUx 0 0 1 10 10 2 18 8 3 24 6 4 28 4 5 30 2 6 30 0 7 28 -2

(14)

Keseimbangan Konsumen

Keseimbangan konsumen tercapai jika konsumen memperoleh

kepuasan maksimum dari mengkonsumsi suatu barang.Syarat

Keseimbangan:

1.MUx/Px = MUy/Py = ….= MUn/Pn

2.Px Qx + Py QY + ……+ Pn Qn = M

MU = marginal utility

P = harga

M = pendapatan konsumen

Q 1 2 3 4 5 6 7 8 MUx 16 14 12 10 8 6 4 2 MUy 11 10 9 8 7 6 5 4

Diketahui: Px = 2 Py = 1

M = 12

Syarat Equilibrium:

1. MUx / Px = MUy / Py

12 / 2 = 6 / 1

2. Px Qx + Py QY = MPx Qx + Py QY = M

(2) (3) + (1) (6) = 12

Total Utility = MUx QX + MUy QY

= (12) (3) + (6) (6)

(15)

Contoh 3: Utilitas Total dan Utilitas Marginal dari mengkonsumsi

Baju.

(16)

a. Pengertian-pengertian dan Asumsi dasar.

• Barang (Commodities) diasumsikan yang mempunyai sifat makin

banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh (good).

• Utilitas (Utility) manfaat yang diperoleh karena mengkonsumsi

barang.

 Total Utility (TU) manfaat total yang diperoleh

 Marginal Utility(MU) tambahan manfaat yang diperoleh karena

menambah konsumsi sebanyak satu unit barang.

• Hukum Penambahan Manfaat yang makin menurun (The law of

diminishing Marginal Utility) kenapa harga air lebih murah d/p

berlian. Hukum ini dinamakan juga Hukum Gossen.

• Konsistensi preferensi (Transitivity)

 Prefer: lebih suka barang X d/p Y

 Konsistensi preferensi: bila X lebih disukai d/p Y, dan Y lebih

disukai dari Z; maka barang X lebih disukai d/p Z.

 Indifference: X dan Y sama-sama disukai

• Perfect knowledge: konsumen diasumsikan memiliki pengetahuan

yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya.

b. Teori Kardinal

• Kegunaan dapat dihitung secara nominal disebut util.

• Keputusan mengkonsumsi berdasarkan perbandingan harga dengan

manfaat yang diperoleh.

• Total Utility merupakan kegunaan yang diperoleh dari konsumsi,

dan Marginal Utility adalah tambahan kegunaan karena tambahan

konsumsi 1 unit.

• Total uang yang dikeluarkan adalah jumlah unit dikali harga satuan.

• Kepuasan maksimum terjadi saat MUx = Px.

(17)

2.) Pendekatan Ordinal

Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang

digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang

dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran

semacam ini sulit dilakukan.Pendekatan ordinal mengukur kepuasan

konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen

dengan menggunakan kurva indiferens (kurva yg menunjukkan

tingkat

kombinasi

jumlah

barang

yang

dikonsumsi

yang

menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).

Ciri-ciri kurva indiferens:

1.Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi

konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain

yang di konsumsi).

2.Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan

proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi

jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of

substitution).

3.Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang

sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.

Teori Ordinal

• Kegunaan tidak dapat dihitung dan hanya dapat dibandingkan.

• Analisis menggunakan kurva indiferensi dan budget line

Kurva Indiferensi: adalah kurva yang menunjukkan berbagai

kombinasi dari 2 macam barang yang memberi kepuasan yang sama

kepada seorang konsumen. Dengan asumsi:

• Konsumen mempunyai preferensi terhadap barang yang dinyatakan

dalam peta indiferensi.

• Konsumen memiliki uang.

(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)

Kurva Garis Anggaran : adalah kurva yang menunjukkan kombinasi

2 macam barang yang dapat diperoleh dengan pendapatan yang sama.

Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli

konsumen

Keseimbangan Konsumen terjadi pada saat kurva garis anggaran

bersinggungan dengan kurva indiferensi. Atau kepuasan tertinggi

yang dapat dijangkau dengan pendapatan tertentu.

Reaksi terhadap perubahan harga barang

• Price-Consumption Curve (PCC);

• Demand Curve.

• Permintaan Individu dan permintaan pasar.

Reaksi terhadap perubahan Pendapatan Nominal:

• Income Consumption Curve (ICC);

• Engel Curve;

Efek Substitusi dan efek Pendapatan

Jika harga suatu barang turun akan mengakibatkan 2 hal:

1. Konsumen cenderung akan menambah pembeliaan barang yang

harganya murah dan mengurangi barang yang harganya mahal (Efek

substitusi)

2. Pendapatan nyata berubah menyebabkan jumlah permintaan

berubah (efek pendapatan)

Efek substitusi selalu mempunyai hubungan yang terbalik dengan

perubahan harga.

Sedangkan efek pendapatan memiliki kemungkinan:

1. kenaikan pendapatan nyata menaikkan permintaan (+)

Barang

Normal

2. kenaikan pendapatan nyata menurunkan permintaan (-)

Barang

Inferior.

(26)

Macam-macam elastisitas

Asumsi dalam elastisitas adalah perubahan harga akan mempengaruhi

perubahan permintaan. Harga di sini tidak terbatas dengan harga

barang tersebut akan tetapi juga harga barang lainnya. Pada keadaan

normal, apabila harga sebuah mobil merk X turun, maka permintaan

akan kendaraan tersebut akan meningkat. Pada kejadian yang sama

bila harga pesaing mobil merk X naik, maka hal ini dapat

menyebabkan permintaan mobil merk X akan naik. Mobil pesaing ini

disebut barang subtitusi. Di samping itu bila harga barang

pelengkap/komplementer (misalkan bahan bakar) turun maka

permintaan mobil merk X juga akan naik.

Elastistas silang

Elastisitas silang adalah efek atas perubahan permintaan atau

penawaran dari satu barang sebagai akibat dari perubahan dalam

sesuatu yang berkaitan dengan produk lain berapa banyak perubahan

harga satu produk yang akan mengubah volume penjualan lain.

Elastisitas harga silang dari produk A dengan produk B adalah:

(Q

A

/ T

A)

/ (ΔP

B

/ P

B)

dimana

T

A

adalah kuantitas penjualan A

Q

A

adalah perubahan jumlah A dijual

P

B

adalah harga B

ΔP

B

adalah perubahan harga B.

Sebuah elastisitas silang tersebut dapat positif atau negatif.. Jika dua

barang komplementer maka kenaikan harga satu akan mengurangi

permintaan untuk keduanya.. Jika mereka pengganti (misalnya, alam

dan karet sintetis) kenaikan harga satu akan meningkatkan permintaan

untuk yang lain.

(27)

Elastisitas pendapatan

Penghasilan elastisitas mengukur seberapa sensitif penjualan suatu

yang baik untuk perubahan pendapatan konsumen: Hal ini:

(Δ Q / T) / (Δ Y / Y)

Dimana:

Q = adalah kuantitas yang diminta

Y = adalah pendapatan, dan

Δ = memiliki arti yang biasa untuk menunjukkan perubahan.

elastisitas Penghasilan mengarah pada efek pendapatan , dan

klasifikasi barang sebagai inferior atau normal. Pendapatan elastisitas

lebih besar dari satu juga telah digunakan untuk mengklasifikasikan

barang sebagai kemewahan daripada kebutuhan. Alasan di balik

kedua adalah bahwa jika orang tidak dapat mengurangi konsumsi

mereka yang baik sesuai dengan pendapatan mereka, maka harus

(kepada mereka) keharusan.. Perlu diketahui bahwa (seperti teori

ekonomi lebih mirip) hanya penilaian dari jumlah konsumen.. Itulah

sebabnya, dengan kriteria ini, tembakau (atau heroin dalam hal ini)

adalah suatu keharusan: kebenaran ini adalah di luar cakupan

pembahasan kita di sini.

(28)

Surplus Konsumen

Surplus Konsumen adalah kelebihan antara kepuasan yang diperoleh

dari mengkonsumsi barang dengan pembayaran untuk memperoleh

barang tersebut.

(29)
(30)
(31)
(32)

PERILAKU PRODUSEN

Teori Produsen dan Fungsinya

produksi dapat kita lihat dimana saja,Yang dimaksud dengan

teori produksi adalah kegiatan yang membuat barang-barang,produksi

juga sangat berkaitan dengan nilai guna suatu barang.Di dalam

produksi terdapat proses produksi tertentu yang harus dijalani

sehingga bias menghasilkan barang yang berguna,secara sederhana

prose situ digambarkan dibawah ini :

Analisis teori produksi ada 2 hal :

1. Produksi jangka pendek

Dalam membahas teori produksi kita perlu membedakan

pengertian jangka panjang dan jangka pendek.Jangka pendek dan

jangka panjang tidak terkait dengan lamanya waktu yang

digunakan dalam proses produksi.Produksi dalam jangka pendek

bararti terdapat satu factor produksi yang bersifat tetap,sedangkan

factor

produksi

yang

lainnya

bersifat

variable(berubah-ubah).produksi dalam jangka panjang berarti semua factor produksi

yang digunakan bersifat variable(berubah-ubah).

(33)

Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan

teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu

fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis

antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan

jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa

memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi

maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut

dapat dinyatakan:

Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

Dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2,

X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang

digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan

bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi

yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan

kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor

produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif,

fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang

spesifik, seperti misalnya:

a) Y = a + bX ( fungsi linier)

b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)

c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.

Dalam teori ekonomi, fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu

hukum yang disebut :

The Law of Diminishing Returns (Hukum Kenaikan Hasil

Berkurang).

“Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam

input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan

output yang dihasilkan dari setiap tambahansatu unit input yang

(34)

ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya

menurun jika input tersebut terus ditambahkan”

Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas

mempunyai 5 (lima) sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Mula-mula terdapat kenaikan hasil bertambah ( garis OB), di mana

produk marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi dibawah

produk marginal.

2. Pada titik balik (inflection point) B terjadi perubahan dari kenaikan

hasil bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk

marginal mencapai maksimum( titik B’); produk rata-rata masih terus

naik.

3. Setelah titik B, terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di

mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar

kemudian mencapai maksimum pada titik C’ , di mana pada titik ini

produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C’

4. Pada titik M tercapai tingkat produksi maksimum, di mana produk

marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap

positif.

5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk

marginal juga negatif produk rata-rata tetap positif.

(35)

Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi

seperti yang dinyatakan dalam The Law of Diminishing Returns dapat

dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :

a. produksi total dengan increasing returns,

b. produksi total dengan decreasing returns, dan

c. produksi total yang semakin menurun.

(36)

Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan

antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu

proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis

matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :

Y = 12X2 – 0,2 X3,

dimana :

Y = produk

X = faktor produksi.

Least cost combination

Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input

mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang

ingin dihasilkan telah ditentukan.

Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk

menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau

disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau

yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka

penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.

• Model Produksi dengan satu faktor produksi variabel

o Produksi Total

o Produksi marjinal

o Produksi rata-rata

o Tiga tahap produksi

• Model Produksi dengan dua faktor produksi variabel

o Isokuan

o Isocost (Kurva anggaran Produksi)

o Pola jalur ekspansi

(37)

Produksi merupakan konsep arus (flow concept), bahwa kegiatan

produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan

dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau

jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Tujuan Perusahaan

• Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)

• Maksimisasi Output (Penjualan)

• Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)

Kategori Kegiatan Produksi:

• Produksi sesuai pesanan (custom-order production)

• Produksi massal yang kaku (rigid mass production)

• Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production

• Proses atau aliran produksi (process or flow production)

Model Produksi dengan satu faktor produksi variable

• Fungsi Produksi Total (Total Product): TP

o TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja; K = Modal

• Produksi rata-rata (Average Product): AP

o APL = TP/L atau APK = TP/K

• Produksi Marjinal (Marginal Product): MP

o MPL = ΔTP/ΔL atau MPK = ΔTP/ΔK

(38)

The Law of Diminishing Return

Hukum yang menyatakan berkurangnya tambahan output dari

penambahan satu unit input variabel, terjadi pada saat output telah

mencapai maksimum.

• Asumsi yang berlaku:

1. Hanya ada satu unit input variabel, input yang lain tetap.

2. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi tidak berubah.

3. Sifat koefisien produksi adalah berubah-ubah.

(39)
(40)

Model Produksi dengan dua faktor produksi variable

Kurva Isoquant: adalah Kurva yang menghubungkan titik-titik

kombinasi input yang menghasilkan tingkat output yang sama.

(41)

Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)

• Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar

tingkat output yang dihasilkan tidak berubah.

• Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil

sepanjang pergerakan kebawah kurva isoquant.

Kendala Anggaran Produsen (Kurva Isocost)

Isocost adalah anggaran tertinggi yang mampu disediakan produsen

untuk membeli input yang digunakan dalam proses produksi

dihubungkan dengan harga input.

(42)
(43)

Secara matematis:

MRTSLK = - MPL/MPK

Kondisi penggunaan input variabel yang dapat meminimumkan biaya:

MRTSLK = - MPL/MPK = dK/dL

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran sipat datar/waterpass memanjang adalah suatu metode pengukuran untuk menentukan beda tinggi antara dua buah titik di permukaan bumi yang letaknya

Tujuan Penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Untuk Mendeskripsikan Tindakan Penelitian dalam Penerapan Layanan Informasi dengan Metode Mendongeng di TK

Dalam Argumentasi ini, suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk

Menurut pendapat anda apakah RSUD Parapat merupakan sarana kesehatan yang tepat dalam menangani masalah penyakit yang anda

Apabila suatu kata memiliki makna yang hampir sama (mirip) dengan satu atau lebih kata yang lain, maka dapat dikatakan bahwa kata-kata tersebut memiliki hubungan atau relasi

Saran bagi peneliti selanjutnya penelitian ini belum komprehensif karena hanya melihat rekam medis dari ibu hamil primigravida yang melakukan senam hamil dan

Layanan Konseling Kecakapan Wdup (Life Skiffs) bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Pengertian Konseling Kecakapsn Hidup

Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang