• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal PEPADU e-issn: Online Vol. 1 No. 4, Oktober 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal PEPADU e-issn: Online Vol. 1 No. 4, Oktober 2020"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

468

Diseminasi Budidaya Kacang Tanah Dengan Inokulasi

Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) Dan Masukan Pupuk Urea

Sebagai Stater Pertumbuhan Tanaman Di Kecamatan Kediri Lombok

Barat

I Putu Silawibawa, Ni Wyn Dwiani Dulur, R. Sutriono

Program Studi Ilmu Tanah Faperta Unram

Abstrak Kata Kunci: kacang tanah, cendawan mikoriza arbuskular, dan pupuk urea

Abstrak: Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat, namun produksinya masih sangatlah rendah, sehingga memicu tingginya harga komoditas ini di pasaran. Rendahnya produksi kacang tanah disebabkan karena kurangnya penerapam teknik budidaya dan kurangnya pemakaian pupuk. Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi kacang tanah dengan penerapan teknik budidaya yang tepat dan inokulasi cendawan mikoriza serta memberi pemahaman kepada petani tentang pentingnya pemupukan pada kacang tanah. Pengabdian Pada Masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2019, melalui dua kegiatan yaitu penyuluhan (tutorial) dan demonstrasi plot (Denplot). Denplot dilaksanakan pada lahan sawah milik petani dengan perlakuan cendawan mikoriza arbuskular dan masukan pupuk urea sebagai stater pertumbuhan.

Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan diseminasi budidaya kacang tanah dengan inokulasi cendawan mikoriza arbuscular dan masukan pupuk urea sebagai stater pertumbuhan tanaman di Kecamatan Kediri Lombok Barat, dinilai berasil. Hal ini dapat dilihat dari respon petani dalam mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik dalam diskusi maupun dalam memperhatikan kegiatan demontrasi plot dilapangan

Korespondensi: [email protected]

PENDAHULUAN

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas penting setelah padi, jagung, dan kedelai di Indonesia. Kacang tanah mempunyai peranan besar dalam mencukupi kebutuhan bahan pangan jenis kacang-kacangan. Menurut Suwardjono (2004) bahwa kandungan protein sebesar 25% - 30%, lemak 40% - 50%, karbohidrat 12%, serta vitamin B1, menempatkan kacang tanah dalam hal pemenuhan gizi setelah tanaman kedelai. Manfaat kacang tanah pada bidang industri yaitu untuk pembuatan margarine, minyak goreng, ataupun dikonsumsi langsung.

Sebagai tanaman budidaya, kacang tanah terutama dipanen bijinya yang kaya protein dan lemak. Biji ini dapat dimakan mentah, direbus (di dalam polongnya), digoreng, atau disangrai. Di Amerika Serikat, biji kacang tanah diproses menjadi semacam selai dan merupakan industri pangan yang menguntungkan. Produksi minyak kacang tanah mencapai sekitar 10 % pasaran minyak masak dunia pada tahun 2003 menurut FAO. Selain dipanen biji

(2)

469 atau polongnya, kacang tanah juga dipanen hijauannya (daun dan batang) untuk makanan ternak atau merupakan pupuk hijau. Kacang tanah budidaya dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe tegak dan tipe menjalar. Tipe menjalar lebih disukai karena memiliki potensi hasil lebih tinggi (Soemarno, 2000).

Sebagai salah satu tanaman legum, kacang tanah selama pertumbuhan vegetatifnya mengadakan simbiose mutualisme dengan bakteri Rhizobium sp dalam proses penambatan (fiksasi) nitrogen dari atmosfer. Disatu sisi tanaman kacang tanah menyumbangkan fotosintat sebagai sumber karbon bagi Rhizobium untuk menjalankan kehidupan dan fungsinya, sementara bakteri penbambat nitrogen ini memberikan ammonium kepada tanaman inangnya dengan bantuan biokatalisator, yaitu enzim nitrogenase yang merupakan pelaksana fungsi genetik yang ditugaskan oleh gen spesifik penambatan nitrogen, yaitu gen nif (Kilham, 1990). Dilihat dari segi produktivitasnya, kacang tanah di Indonesia khususnya di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai masih rendah. Badan Pusat Statistik NTB menyatakan pada tahun 2014 produksi kacang tanah di NTB mengalami penurunan jika dibandingkan produksi kacang tanah tahun 2013 yaitu dari 41.889 ton biji kering menjadi 34.284 ton biji kering. Penurunan ini terjadi karena menurunnya luas panen dan produktivitas kacang tanah. Luas panen kacang tanah turun dari 30.772 hektar menjadi 26.458 hektar pada tahun 2014 (BPS NTB, 2015).

Kebutuhan kacang tanah domestik belum bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri. Pada saat ini Indonesia masih memerlukan substitusi impor dari luar negeri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka produksi kacang tanah nasional harus ditingkatkan (Pitojo, 2005). Untuk meningkatkan produksi kacang tanah, penambahan hara ke tanah melalui pemupukan perlu dilakukan. Pupuk kimia banyak digunakan petani karena mudah diperoleh dan praktis penggunaannya. Namun disadari bahwa penggunaan bahan kimia terus menerus akan berdampak negatif pada kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya yang diharapkan dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang tanah dengan luas lahan yang semakin berkurang adalah dengan inokulasi cendawan mikoriza arbuskular

Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan cendawan. Asosiasi antar akar tanaman dengan cendawan ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang (Sutriono, dkk., 2018). Endomikoriza adalah cendawan yang hifanya dapat menembus akar sampai korteks. Endomikorisa penting untuk beberapa jenis tanaman polongan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar (Pujianto, 2001).

Tanaman yang bermikoriza pertumbuhannya lebih baik dari tanaman yang tidak bermikoriza. Penyebab utama adalah mikoriza secara efektif dapat meningkatkan penyerapan unsur hara makro maupun mikro, selain itu akar bermikoriza dapat menyerap unsur hara dalam bentuk terikat yang tidak tersedia bagi tanaman (Silawibawa, dkk., 2016).

Pemanfaatan pupuk hayati saja, sampai saat ini belum sepenuhnya mampu menyediaakan hara bagi tanaman, sehingga masih perlu penyediaan hara melalui pupuk-pupuk anorganik yang mengandung kadar hara yang tinggi seperti pupuk urea. Penambahan nitrogen pada tanaman kacang tanah dibutuhkan pada saat awal pertumbuhan, karena bakteri Rhizobium yang berososiasi simbiosis dengan tanaman kacang tanah belum melakukan fiksasi nitrogen dari udara. Fiksasi nitrogen oleh bakteri Rhizobium umumnya dilakukan setelah masa aktif perkembangan bakteri pada bintil akar berakhir, yang diperkirakan pada saat tanaman berumur

(3)

470 dua sampai tiga minggu. Dengan demikian, pemberian pupuk pengandung nitrogen (urea) di awal pertumbuhan masih sangat perlu dilakukan.

Petani pada umumnya dan Kelompok Tani Pade Angen di kecamatan Kediri pada khususnya dalam mengusahakan tanaman kacang tanah, sebagian besar tidak menerapkan teknik budidaya yang benar seperti: tidak melakukan pemupukan baik pupuk organik maupun pupuk anorganik, tidak melakukan penyiangan dan juga tidak melakukan pengendalian hama penyakit.

Bertolak dari uraian di atas, maka dalam upaya meningkatkan pemahaman petani tentang teknik budidaya kacang tanah dan meningkatkan produksi kacang tanah di tingkat petani, maka dilakukan “Diseminasi budidaya kacang tanah dengan inokulasi cendawan mikoriza arbuskular dan masukan pupuk urea sebagai stater pertumbuhan di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat”

METODE KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan di tanah milik petani di Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat pada bulan Mei sampai Agustus 2019

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan melalui : Penyuluhan /tutorial dan demontrasi plot penanaman kacang tanah yang diinokulasi dengan cendawan mikoriza arbuscular dan pupuk urea. Pada kesempatan ini juga para anggota kelompok tani dilibatkan dalam tahapan-tahapan kegiatan dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama penyakit, penyiangan sampai panen.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pengabdian pada masyarakat mengenai partisipasi kelompok menunjukkan hasil yang menggembirakan karena anggota kelompok tani terlibat secara aktif dan penuh antusiasme. Keingin tahuan para anggota kelompok tani sangat tinggi yang ditandai dengan kehadiran pada kegiatan penyampaian materi penyuluhan dan juga pada setiap tahapan pelaksanaan kegiatan demontrasi plot dilapangan, yang disertai dengan penyampaian berbagai pertanyaan-pertanyaan. Adapun berbagai kegiatan pelaksanaan pengabdian dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2

Gambar 1. Demontrasi Plot (a) Penanaman, (b) Tanaman umur 2 minggu dan (c) tanaman umur 10 minggu

(4)

471 Selama demontrasi plot berlangsung, berbagai kegiatan dalam bercocok tanam kacang tanah, selalu melibatkan beberapa anggota kelompok tani, seperti misalnya pada gambar penanaman diatas. Dengan demikian para anggota kelompok tani akan berpraktek langsung bagaimana cara menaman dengan jarak tanam yang benar sehingga pemahaman akan pentingnya pengaturan jarak tanam, dalam budidaya pertanian kacang tanah menjadi kebiasaan bagi para petani pada umumnya. Begitu pula kegiatan-kegiatan yang lain, seperti pemupukan dasar, pengairan, pengendalian hama penyakit, penyiangan selalu melibatkan petani disekitar denplot yang disertai dengan diskusi-diskusi. Dalam diskusi tersebut sering juga muncul pertanyaan-pertanyaan, yang Tim penyuluh rangkum pada bagian-bagian berikutnya. Kegiatan penyuluhan dan panen disajikan pada beberapa Gambar 2.

Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan, dilanjutkan Panen dan Memisahkan Polong dari Tanaman disertai Diskusi.

Respon petani dinilai cukup baik, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan petani pada saat diskusi baik selama penyuluhan berlangsung maupun pada saat kegiatan lain selama kegiatan demonstrasi plot dilaksanakan. Beberapa pertanyaan yang diajukan petani peserta penyuluhan adalah sebagai berikut:

Penanya. 1. Musdah : Pada tanah yang bagaimana kacang tanah cocok ditanam? Jawab: Pada prinsipnya tanaman kacang tanah dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, dan berbagai keadaan tanah, baik tanah ringan maupun tanah berat, asal tanah jangan terlalu miskin dan padat. Namun untuk pertumbuhan yang baik kacang tanah memerlukan tanah yang gembur agar perkembangan akar dapat berjalan dengan baik dan masuknya ginofora lebih mudah. Kemasaman tanah yang dikehendaki adalah 6,0-6,5 dan cukup unsur hara terutama Ca, N, P, dan K

Penanya 2. A. Satar : Apa manfat yang diperoleh dengan menanam kacang tanah dengan jarak yang teratur?

Jawab: penanaman dengan jarak tanam yang teratur mempunyai makna bahwa tanaman dalam pertumbuhannya mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh unsur hara dan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud disini adalah kesempatan memperoleh sinar matahari yang sama, peredaran udara disekitar tanaman berjalan lancar sehingga dapat mengurangi serangan berbagai jamur, karena apabila kelembaban disekitar tanaman tinggi akan menciptakan suasana yang nyaman bagi perkembangan jamur penyebab penyakit.

(5)

472 Penanaya 3. Jayadi : kenapa melakukan pupuk urea pada tanaman kacang tanah ? Jawab : Tanaman kacang tanah diketahui dalam pertumbuhannya mampu berasosiasi dengan bakteri Rhizobium untuk menambat nitrogen dari udara. Namun perlu diketahui bahwa penambatan nitrogen oleh bakteri Rhizobium baru bisa terjadi setelah bakteri tersebut berkembang sempuran, dan ini baru terjadi setelah tanaman kacang tanah berumur kurang lebih 21 hari setelah tanam. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen pada awal pertumbuhan perlu dilakukan pemupukan urea sebagai pupuk dasar.

Penanya 4. Sahrun : Mengapa pemberian pupuk SP-36 dan KCl dilakukan sebelum tanam ?

Jawab : pupuk-pupuk yang diberikan sebelum tanam disebut pupuk dasar, karena pupuk-pupuk tersebut kelarutannya relative rendah, atau dengan kata lain ketersediaan unsur yang dikandungnya tersedia secara perlahan-lahan. Lain halnya seperti pupuk Urea yang kelarutannya cepat, sehingga biasanya diberikan ke tanaman pada saat-saat tanaman membutuhkan dalam jumlah banyak, seperti misalnya untuk tanaman padi, pemakaian pupuk urea bisa sampai empat kali. Disamping itu juga untuk menghindari hilangnya nitrogen yang terkandung pada pupuk urea, nitrogen merupakan unsur yang sangat mobil di dalam tanah.

Penanya 5. Samsudin : Perlukah memberikan pupuk organik di lahan pertanian ? Jawab : Pupuk organik ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Pupuk organik mampu menciptakan suasana yang lebih baik di dalam tanah yang meliputi kesuburan fisik, kesuburan kimia dan kesuburan biologi. Dengan demikian tidak saja meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman juga mampu memperbaiki daerah perakaran tanaman menjadi lebih baik sehingga akar lebih sehat, dan pada akhirnya mampu menyerap unsur hara. Pupuk organik juga meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah menyerap dan mempertahankan kandungan air di dalam tanah. Aktivitas mikroorganisme tanah akan meningkat dengan adanya peningkatan bahan organik tanah. Aktivitas mikroorganisme ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroorganisme juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.

Penanya 6. Musanip : Apa itu mikoriza dan apa perlunya menambahkan mikoriza kedalam tanah ?

Jawab: Mikoriza adalah asosiasi mutualistik antara fungi dan akar tanaman yang membentuk struktur simbiotik. Melalui simbiosis dengan tanaman, mikoriza berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, perlindungan terhadap penyakit, dan peningkatan kualitas tanah. Simbiosis antara tanaman inang dengan mikoriza terjadi dengan adanya pemberian karbohidrat dari tanaman kepada mikoriza dan pemberian unsur hara tanah dari mikoriza kepada tanaman. Mikoriza merupakan jenis mikroba tanah yang mempunyai kontribusi penting dalam kesuburan tanah dengan jalan meningkatkan kemampuan tanaman dalam penyerapan unsur hara, seperti fosfat (P), kalsium (Ca), nitrogen (N), mangan (Mn), kalium (K), magnesium (Mg), tembaga (Cu), dan air. Hal ini disebabkan karena kolonisasi mikoriza pada akar tanaman dapat memperluas bidang penyerapan akar dengan adanya hifa eksternal yang tumbuh dan berkembang melalui bulu-bulu akar tanaman. Keuntungan lain dari pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati adalah meningkatkan penyerapan air dan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan keracunan logam, melindungi tanaman dari serangan patogen akar, memperbaiki struktur tanah dan tidak mencemari lingkungan, serta aplikasinya cukup

(6)

473 dilakukan sekali seumur tanaman. Penggunaan mikoriza merupakan kebutuhan ekologi, aman dipakai (bukan patogen), tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, berperan aktif dalam siklus hara, dan dapat memperbaiki status kesuburan tanah dengan kemampuannya mengekstraksi unsur-unsur hara yang terlibat (Anonim, 2008).

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat, maka dapat disimpulkan bahwa, kegiatan diseminasi teknik budidaya kacang tanah dengan inokulasi mikoriza arbuskular dan pupuk urea sebagai starter pertumbuhan di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, dinilai berasil. Hal ini dapat dilihat dari respon petani dalam mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik dalam diskusi maupun dalam memperhatikan kegiatan demontrasi plot dilapangan

Memperhatikan respon masyarakat dalam pengabdian pada masyarakat ini perlu dilakukan pengabdian-pengabdian yang lain berkaitan dengan peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok barat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Tim Pengabdian pada Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dekan Fakultas Pertanian, Bapak Ketua LPPM dan Bapak Rektor Universitas Mataram atas dukungan dana PNBP Universitas Mataram dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Kegiatan No.2186/UN18/LPPM/2019. Terima kasih pula disampaikan kepada fungsionaris dan anggota kelompok Tani Pade Angen Desa Ombe Baru Kecamatan Kediri atas kerjasamanya.

DAFTAR PUSTAKA

BPS. NTB. 2015. Angka Tetap Tahun 2014 Dan Angka Ramalan II Tahun 2015 Produksi Padi Dan Palawija Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kent, K., 2000. Nitrogen Fixation. Academik Press. San Diego. United State of America Pitojo, S. 2005. Benih Kacang Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 75 hal.

Pujiyanto. 2001. Pemanfaatan Jasad Mikro, Jamu Mikoriza dan Bakteri Dalam Sistem

Pertanian Berkelanjutan Di Indonesia: Tinjauan Dari Perspektif Falsafah Sains.

Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Silawibawa I P., Dwiani D.N.W., Sutriono, R. 2016. Kajian Pengaruh Asupan Bahan Organik, Gypsum dan Cendawan Mikoriza Arbuskular terhadap Perrtumbuhan dan Produksi Kacang Tanah di Kecamatan Kediri. Laporan Penelitian, Universitas Mataram.

Soemarno, 2000. Budidaya Kacang Tanah. Malang Malang Univercity Press

Sutriono R, Silawibawa I P., Dwiani D.N.W. 2018. Meningkatkan Potensi lahan kering melalui Asupan Bahan Organik dan inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) pada Tanaman Jagung di Lahan Sawah Tadah Hujan Desa Ombe Baru Kediri Lombok Barat.

Laporan Penelitian Universitas Mataram.

Suwardjono. 2004. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan

Produksi Kacang Tanah. Http// www. ut. ac. id/ jmst/ jurnal/ suwardjono/

Gambar

Gambar 1. Demontrasi Plot (a) Penanaman, (b) Tanaman umur 2 minggu dan (c) tanaman  umur 10 minggu
Gambar 2. Kegiatan Penyuluhan,  dilanjutkan  Panen dan Memisahkan Polong dari Tanaman  disertai Diskusi

Referensi

Dokumen terkait

Nilai kepadatan stok famili ikan yang bernilai ekonomis pada tiap lokasi di perairan Tambelan, November 2010 (dalam ton/km 2 ).. Kon- disi ini menjadi gambaran bahwa stasiun lima

IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (16/03), menyusul akumaulasi dari katalis positif bagi pasar BEI sebagai berikut : 1) Neraca perdagangan

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya yang luar biasa kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya

Keempat, setelah tercapainya kondusiitas dan harmonisasi umat beragama, tahapan selanjutnya ialah kelangsungan akan kebutuhan manusia terhadap agama, mengharuskan terjadinya

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode Activity Based Costing System memberikan hasil yang

Terdiri dari pekerjaan penimbunan, perataan, pembentukan, dan penebaran tanah pucuk diatas disposal overburden yang telah di backfilling, agar daerah bekas

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis kapasitas asimilasi beban pencemar limbah cair tahu-tempe dan pengaruhnya pada makroavertebrata benthik di Sungai Ancar Nusa

Karyawan yang merasa bahagia di tempat kerja akan memberikan dampak positif, sedangkan sebaliknya, karyawan dengan kepuasan kerja rendah akan merasa tidak nyaman