BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
I.1 Latar Belakang Mahasi
Mahasiswa swa geologeologi gi dituntdituntut ut untuk dapat untuk dapat mengmengaplikaaplikasikan sikan pengepengetahuantahuannya nya didi lapangan Kegiatan pembelajaran baik di ruang kelas maupun di laboratorium tidaklah cukup, lapangan Kegiatan pembelajaran baik di ruang kelas maupun di laboratorium tidaklah cukup, karena kedaan di lapangan dan di dalam teori tidaklah selalu sama. Mahasiswa geologi harus karena kedaan di lapangan dan di dalam teori tidaklah selalu sama. Mahasiswa geologi harus dapat mengerti dan terbiasa dengan kondisi di lapangan. Pentingnya kegiatan lapangan ini dapat mengerti dan terbiasa dengan kondisi di lapangan. Pentingnya kegiatan lapangan ini adalah untuk melatih mahasiswa geologi dalam mengaplikasikan keseluruhan ilmu – ilmu adalah untuk melatih mahasiswa geologi dalam mengaplikasikan keseluruhan ilmu – ilmu yang telah didapatkanny
yang telah didapatkannya. Kegiatan lapangan juga a. Kegiatan lapangan juga memberi memberi peranan penting bagi peranan penting bagi mahasiswamahasiswa geologi dalam membangun kreativitas, kesigapan, ketelitian, ketepatan dan keahlian sehingga geologi dalam membangun kreativitas, kesigapan, ketelitian, ketepatan dan keahlian sehingga dapat belajar untuk memiliki mental sebagai seorang geologist. Sehingga, kegiatan Fieldtrip dapat belajar untuk memiliki mental sebagai seorang geologist. Sehingga, kegiatan Fieldtrip yan
yang g mermerupaupakan kan bagbagian ian dardari i kulkuliah iah laplapangangan an ini ini diadianggnggap ap perperlu lu ununtuk tuk dildilaksaksanaanakankan.. iharapkan dari kegiatan !ieldtrip ini bisa menambah pengetahuan mahasiswa tentang genesa iharapkan dari kegiatan !ieldtrip ini bisa menambah pengetahuan mahasiswa tentang genesa dari pembentukkan
dari pembentukkan rippleripple Parangkusumo. Parangkusumo. I.2 Maksud dan Tujuan
I.2 Maksud dan Tujuan aa.. MMaakkssuudd""
Mendeskripsi batuan sedimen di lapanganMendeskripsi batuan sedimen di lapangan
MamMampu pu menmengengenali ali strstruktuktur ur sedisedimenmen yanyang g hadhadir ir padpada a batbatuan uan sedsedimeimen n atauatau
endapan #
endapan #recent recent $$
Membuat kolom stratigra!i terukur Membuat kolom stratigra!i terukur b.
b. %ujuan"%ujuan"
Menginterpretasi mekanisme sedimentasiMenginterpretasi mekanisme sedimentasi suatu batuansuatu batuan
Menginterpretasi lingkungan pengendapanMenginterpretasi lingkungan pengendapan suatu batuansuatu batuan I.3
I.3 Lokasi Lokasi dan dan esa!"aianesa!"aian
&aktu dilaksanakan !ieldtrip ini pada tanggal '( )ovember (*'+ dengan S% ' pada &aktu dilaksanakan !ieldtrip ini pada tanggal '( )ovember (*'+ dengan S% ' pada daerah Kedung Pring,
daerah Kedung Pring, -mogiri, antul, /o-mogiri, antul, /ogyakarta dengan koordinat gyakarta dengan koordinat 01+0+2 3 4'(24*+. S%01+0+2 3 4'(24*+. S% (
( berberada ada di di daedaerah rah 5um5umuk uk PasPasir ir ParParangangkukusumsumo, o, KreKretektek, , anantultul, , //oogygyakarakarta ta dendengangan koordinat 0(
koordinat 0(0+(' 3 0+(' 3 4''14''167*67*
Fieldtrip ini dimulai dari perjalanan dari Kampus %eknik 5eologi F% – 85M dengan Fieldtrip ini dimulai dari perjalanan dari Kampus %eknik 5eologi F% – 85M dengan keberangkatan Pukul *6.** &- menuju lokasi Penelitian pertama di daerah Kedung Pring, keberangkatan Pukul *6.** &- menuju lokasi Penelitian pertama di daerah Kedung Pring, -mogiri antul. 9okasi ini ditempuh menggunakan bus, sedangkan menuju lokasi penelitian -mogiri antul. 9okasi ini ditempuh menggunakan bus, sedangkan menuju lokasi penelitian ditempuh dengan berjalan kaki, sekitar 7** m dari ke arah utara jalan raya utama. Sampai ditempuh dengan berjalan kaki, sekitar 7** m dari ke arah utara jalan raya utama. Sampai dilok
dilokasi penelitian pukuasi penelitian pukul *4.** &- dan selesai l *4.** &- dan selesai penelipenelitian pukul '(.1* &-tian pukul '(.1* &-. . SelanjuSelanjutnyatnya lok
lokasi asi kedkedua ua berberada ada di di gumgumuk uk PasPasir ir ParParangangkuskusumoumo, , KreKretektek, , anantultul. . ititempempuh uh dendengangan me
mengnggugunanakakan n bubus s dadan n memenunuju ju lolokakasi si pepengngamamataatan n diditemtempupuh h dedengngan an beberjarjalalan n kakakiki.. Kedatangan di lokasi pukul '0.** &- dan selesai penelitian pukul '+.** &-. Kemudian Kedatangan di lokasi pukul '0.** &- dan selesai penelitian pukul '+.** &-. Kemudian perjalanan pulang ke %
BAB II BAB II DA#A$ TE%$I DA#A$ TE%$I II.1 Pengukuran dan orelasi M#
II.1 Pengukuran dan orelasi M# Pengu
Pengukuran Mkuran MS#MeasS#Measuring Suring Stratigrtratigraphyaphy$ adalah $ adalah suatu ksuatu kegiataegiatan n untuk untuk melakumelakukankan pengukuran pada setiap perlapisan batuan sedimen yang disalin berupa Kolom Stratigra!i pengukuran pada setiap perlapisan batuan sedimen yang disalin berupa Kolom Stratigra!i dengan skala tertentu. imana dalam kolom Stratigra!i tersebut harus meliputi " 8kuran dengan skala tertentu. imana dalam kolom Stratigra!i tersebut harus meliputi " 8kuran perlapisan,
perlapisan, Kemenerusan Kemenerusan suatu suatu lapisan, lapisan, Struktur Struktur sedimen, sedimen, eskripsi eskripsi batuan. batuan. Setelah Setelah ituitu hasi
hasil l kolkolom om MS MS dikdikeloelompompokkakkan n menmenjadi jadi satusatuan an !asi!asies es untuntuk uk memmempermpermudaudah h daldalamam melakukan interpretasi lingkungan pengendapan dan mekanisme
melakukan interpretasi lingkungan pengendapan dan mekanisme pengendapan.pengendapan. :ara Pengukuran "
:ara Pengukuran "
Pada saat melakukan MS, kita wajib menggunaan perlengkapan Standar meliputi Pada saat melakukan MS, kita wajib menggunaan perlengkapan Standar meliputi %o
%ongkngkat at ;aco;acob, oranb, orang g KolKolom MS om MS dlldll. . KemKemudiudian dalam menguan dalam mengukur MS kur MS biasbiasanyanyaa me
mengnggugunanakakan n %%oongngkakat t ;a;acocob b seselalain in ititu u jujuga ga bibisa sa sesebabagagai i pepembmbanandiding ng keketitikaka dokumentasi..
dokumentasi.. Men
Mengguggunaknakan an tontongkagkat t jacojacob b yanyang g panpanjanjangnygnya a ',7 m. ',7 m. imimana Semua ketebana Semua ketebalanalan diu
diukur kur dendengan gan tontongkagkat t tertersebusebut, t, ketketebalebalan an yanyang g diudiukur kur mermerupaupakan kan ketketebaebalan lan yanyangg se
sesusungngguguhnhnyya.a.MeMenunururut t FrFritit< < = = MoMoorore e #'#'42422$2$, , memetotode de inini i papada da hahakekekakatntnyyaa mengkombinasikan e!ekti!itas dan e!isiensi. -lustrasinya sebagi berikut"
mengkombinasikan e!ekti!itas dan e!isiensi. -lustrasinya sebagi berikut"
Kemudian berikut
Kemudian berikut adalah contoh adalah contoh dari borang dari borang Kolom MKolom MS dan S dan ketentuannya .ketentuannya .
1.Mengisi in&or!asi u!u! "ada
1.Mengisi in&or!asi u!u! "ada header header ''
Gambar 2. Cara Penggunaan Gambar 2. Cara Penggunaan Gambar 1. Tongkat
Gambar 1. Tongkat
Gambar 4. Legenda untuk Gambar 4. Legenda untuk Gambar
> Projek > %anggal
> 9okasi #aerah, S%, 9P, 5?$ > :uaca
(.Pen(atatan data sedi!entologi > @byek yang diamati
> 5eologi " kondisi umum mor!ologi, litologi dan geologi struktur
> Kondisi obyek yang diamati
#keberadaan, dimensi, keadaan, litologi penyusun$ > 9itostratigra!i singkapan #deskripsikan litologi secara
umum yang menjadi obyek pengamatan$ 1. Pen(atatan data sedi!entologi )(ont*+
> eskripsi masing>masing litologi a. ;enis butiran penyusun3komposisi b. %ektur butiran, meliputi
c. warna
d. kekerasan dan pelapukan
e. perlapisan" ketebalan, kontak antar lapisan !. 5eometri
g. struktur sedimen
h. kandungan !osil #body !ossil 3 trace !ossil$ i. -n!ormasi pendukung
--.( 9ingkungan Pengendapan dan Fasies
. Fasies atuang Sedimen adalah Suatu tubuh batuan sedimen yang mempunyai geometri, litologi, kandungan !osil, struktur sedimen dan pola arus purba yang dihasilkan dari lingkungan pengendapan tertentu
. 9ingkungan pengendpan adalah Suatu tempat dimana batuan sedimen terbentuk yang mempunyai karakter !isika, kimia dan biologi sehingga dapat dibedakan dengan lingkungan pengendapan yang lain
II.3 Pengukuran Para!eter Ripple Mark
Ripple marks adalah perlapisan sedimen yang membentuk suatu permukaan seperti gelombang yang disebabkan oleh pengerjaan angin dan air. Pada awalnya lapisan ini berstruktur datar, akan tetapi terkena erosi angin dan air sehingga membentuk cekungan>
cekungan.berikut adalah gambarnya "
Gambar 6. Kenampakan
%Co""!n&on and
Thom&on' 1()2*
BAB III
,E%L%,I $E,I%NAL DAE$AH FIELDTRIP III.1 ,eo!or&ologi $egional
Mengacu pada <onasi !isiogra!i Pulau ;awa oleh Aan emmelen #'404$, maka daerah fieldtrip termasuk <ona !isiogra!i Pegunungan Selatan agian arat. Bona Pegunungan Selatan merupakan pegunungan struktural yang memanjang dari barat ke timur #&>C$ searah dengan geometri Pulau ;awa, dan terbagi menjadi Pegunungan Selatan ;awa %imur dan Pegunungan Selatan ;awa arat.
Satuan geomor!ologi Pegunungan Selatan dibagi menjadi empat, yaitu " '. Satuan 5eomor!ologi Perbukitan Karst
Satuan ini terletak pada daerah paling selatan, terdiri>dari bentukan positi! dan negati! yang memanjang dari Parangtritis sampai Pacitan.
(. Satuan 5eomor!ologi Perbukitan 9ipatan
Satuan ini terletak di daerah )gawen dan sekitarnya. entukan yang ada berupa perbukitan yang dibangun oleh struktur homoklin, antiklin, sinklin, dan gawir terjal yang
memanjang dari barat ke timur.
1. Satuan 5eomor!ologi ataran %inggi
Satuan ini menempati bagian tengah daerah Pegunungan Selatan, yaitu daerah 5ading, &onosari, Playen, dan menerus hingga Semanu. Mor!ologi yang ada dibangun oleh batugamping berlapis, batupasir gampingan yang kedudukan perlapisannya relati! hori<ontal.
0. Satuan 5eomor!ologi ataran erteras
Satuan geomor!ologi ini dibangun oleh batuan berumur Kuarter berupa lempung hitam, konglomerat, pasir, dan perulangan tu! dengan pasir kasar hingga halus. Satuan ini berada di sebagian )gawen, Semin, hingga &onogiri bagian selatan.
III.2 #tratigra&i $egional Pegunungan #elatan
aerah fieldtrip termasuk ke dalam <ona Pegunungan Selatan agian arat yang pada umumnya tersusun oleh batuan sedimen volkaniklastik dan batuan karbonat. atuan volkaniklastik sebagian besar terbentuk oleh pengendapan gaya berat # gravity depositional processes$ yang menghasilkan endapan kurang lebih setebal 0*** meter. Dampir keseluruhan batuan sedimen tersebut mempunyai kemiringan ke arah selatan. 8rutan stratigra!i penyusun
Pegunungan Selatan agian arat dari tua ke muda adalah " '. Formasi Kebo – utak
Formasi ini secara umum terdiri>dari konglomerat, batupasir, dan batulempung yang menunjukkan kenampakan pengendapan arus turbid maupun pengendapan gaya berat yang lain. i bagian bawah oleh othe disebut sebagai anggota Kebo # Kebo beds$ yang tersusun antara batupasir, batulanau, dan batulempung yang khas menunjukkan struktur turbidit dengan perselingan batupasir konglomeratan yang mengandung klastika lempung. agian bawah anggota ini diterobos oleh sill batuan beku.
agian atas dari !ormasi ini termasuk anggota utak yang tersusun oleh perulangan batupasir konglomeratan yang bergradasi menjadi lempung atau lanau. Ketebalan rata>rata !ormasi ini kurang lebih 2** meter. 8rutan yang membentuk Formasi Kebo – utak ini dita!sirkan terbentuk pada lingkungan lower submarine fan dengan beberapa interupsi pengandapan tipe mid fan yang terbentuk pada @ligosen khir #)( – )1$.
(. Formasi Semilir
Secara umum !ormasi ini tersusun oleh batupasir dan batulanau yang bersi!at tu!an, ringan, dan kadang>kadang diselingi oleh selaan breksi volkanik. Fragmen yang menyusun breksi maupun batupasir biasanya berupa batuapung yang bersi!at asam. i lapangan biasanya dijumpai perlapisan yang begitu baik, dan struktur yang mencirikan turbidit banyak
dijumpai. 9angkanya kandungan !osil pada !ormasi ini menunjukkan bahwa pengendapan berlangsung secara cepat atau berada pada daerah yang sangat dalam, berada pada daerah
ambang kompensasi karbonat #::$, sehingga !osil gampingan sudah mengalami korosi sebelum mencapai dasar pengendapan. 8mur dari !ormasi ini diduga adalah pada Miosen wal #)0$ berdasar pada keterdapatan Globigerinoides primordius pada daerah yang bersi!at lempungan dari !ormasi ini, yaitu di dekat Piyungan #Aan 5orsel, '426$. Formasi Semilir ini menumpang secara selaras di atas anggota utak dari Formasi Kebo – utak. Formasi ini tersingkap secara baik di wilayahnya, yaitu di tebing gawir aturagung di bawah puncak Semilir.
1. Formasi )glanggeran
Formasi ini berbeda dengan !ormasi>!ormasi sebelumnya, yang dicirikan oleh penyusun utamanya berupa breksi dengan penyusun material volkanik, tidak menunjukkan perlapisan yang baik dengan ketebalan yang cukup besar, bagian yang terkasar dari breksinya hampir seluruhnya tersusun oleh bongkah>bongkah lava andesit, sebagian besar telah mengalami breksiasi.Formasi ini dita!sirkan sebagai pengendapan dari aliran rombakan yang berasal dari gunungapi bawah laut, dalam lingkungan laut, dan proses pengendapan berjalan
cepat, yaitu hanya selama Miosen wal #)0$.
Singkapan utama dari !ormasi ini adalah di 5unung )glanggeran pada Perbukitan aturagung. Kontaknya dengan Formasi Semilir di bawahnya merupakan kontak yang tajam. Dal inilah yang menyebabkan mengapa Formasi )glanggeran dianggap tidak searas di atas Formasi Semilir. )amun perlu diingat bahwa kontak yang tajam itu bisa terjadi karena perbedaan mekanisme pengendapan dari energi sedang atau rendah menjadi energi tinggi
tanpa harus melewati kurun waktu geologi yang cukup lama. Dal ini sangat biasa dalam proses pengendapan akibat gaya berat. Aan 5orsel #'426$ menganggap bahwa pengendapannya diibaratkan proses runtuhnya gunungapi seperti Krakatau yang berada di
lingkungan laut.
Ke arah atas, yaitu ke arah Formasi Sambipitu, Formasi )glanggeran berubah secara bergradasi, seperti yang terlihat pada singkapan di Sungai Putat. 9okasi yang diamati oleh
C5? tahun (**( berada pada sisi lain Sungai Putat dimana kontak kedua !ormasi ini ditunjukkan oleh kontak struktural.
0. Formasi Sambipitu
i atas Formasi )glanggeran kembali terdapat !ormasi batuan yang menunjukkan ciri>ciri turbidit, yaitu Formasi Sambipitu. Formasi ini tersusun oleh batupasir yang bergradasi menjadi batulanau atau batulempung. i bagian bawah, batupasirnya masih menunjukkan si!at volkanik, sedang ke arah atas si!at volkanik ini berubah menjadi batupasir yang bersi!at gampingan. Pada batupasir gampingan ini sering dijumpai !ragmen dari koral dan !oramini!era besar yang berasal dari lingkungan terumbu laut dangkal yang terseret masuk dalam lingkungan yang lebih dalam akibat arus turbid.
Ke arah atas, Formasi Sambipitu berubah secara gradasional menjadi Formasi &onosari #anggota @yo$ seperti singkapan yang terdapat di Sungai &idoro di dekat under. Formasi Sambipitu terbentuk selama <aman Miosen, yaitu kira>kira antara )0 – )2 atau ))( – ))7. 7. Formasi @yo – &onosari
Selaras di atas Formasi Sambipitu terdapat Formasi @yo – &onosari. Formasi ini terutama terdiri>dari batugamping dan napal. Penyebarannya meluas hampir setengah bagian dari Pegunungan Selatan memanjang ke timur, membelok ke arah utara di sebelah Perbukitan Panggung hingga mencapai bagian barat dari daerah depresi &onogiri – aturetno.
agian terbawah dari Formasi @yo – &onosari terutama tersusun dari batugamping berlapis yang menunjukkan gejala turbidit karbonat yang terendapkan pada kondisi laut yang lebih dalam, seperti yang terlihat pada singkapan di daerah di dekat muara Sungai &idoro masuk ke Sungai @yo. i lapangan batugamping ini terlihat sebagai batugamping berlapis, menunjukkan sortasi butir dan pada bagian yang halus banyak dijumpai !osil jejak tipe burial yang terdapat pada bidang permukaaan perlapisan ataupun memotong sejajar perlapisan. atugamping kelompok ini disebut sebagai anggota @yo dari Formasi &onosari.
Ke arah lebih muda, anggota @yo ini bergradasi menjadi dua !asies yang berbeda. i daerah &onosari, semakin ke selatan batugamping semakin berubah menjadi batugamping terumbu yang berupa rudstone, framestone, floatstone, bersi!at lebih keras dan dinamakan sebagai anggota &onosari dari Formasi @yo – &onosari #othe, '4(4$. Sedangkan di bara t daya Kota &onosari batugamping terumbu ini berubah menjadi batugamping berlapis yang bergradasi menjadi napal yang disebut sebagai anggota Kepek dari Formasi &onosari. nggota Kepek ini juga tersingkap di bagian timur, yaitu di daerah depresi &onogiri – aturetno, di bawah endapan kuarter seperti yang terdapat di daerah Cromoko. Secara keseluruhan, !ormasi ini terbentuk selama Miosen khir #)4 – )'2$.
+. Cndapan Kuarter
i atas seri batuan Cndapan %ersier seperti telah tersebut di atas, terdapat suatu kelompok sedimen yang sudah agak mengeras hingga masih lepas. Karena kelompok ini di atas bidang erosi, serta proses pembentukannya masih berlanjut hingga saat ini, maka secara keseluruhan sedimen ini disebut sebagai Cndapan Kuarter. Penyebarannya meluas mulai dari timur laut &onosari hingga daerah depresi &onogiri – aturetno. Singkapan yang baik dari Cndapan Kuarter ini terdapat di daerah Cromoko, sekitar &aduk 5adjah Mungkur.
Secara stratigra!i Cndapan Kuarter di daerah Cromoko, &onogiri terletak tidak selaras di atas Cndapan %ersier yang berupa batugamping berlapis dari Formasi &onosari atau breksi polimik dari Formasi )glanggeran. Ketebalan tersingkap dari Cndapan Kuarter tersebut berkisar antara '* hingga '0 meter. 8mur Cndapan Kuarter tersebut diperkirakan Pliestosen
awah.
Stratigra!i Cndapan Kuarter di daerah Cromoko, &onogiri secara vertikal tesusun dari perulangan tu! halus putih kekuning>kuningan dengan perulangan gradasi batupasir kasar ke batupasir sedang dengan lensa>lensa konglomerat. atupasir tersebut mempunyai struktur
silang siur tipe palung, sedangkan lapisan tu! terdapat di bagian bawah, tengah, dan atas. Pada saat lapisan tu! terbentuk, terjadi juga aktivitas sungai yang menghasilkan konglomerat. III.3 #truktur ,eologi $egional Pegunungan #elatan
Menurut Aan emmelen #'404$ daerah Pegunungan Selatan telah mengalami empat kali pengangkatan. Pola struktur geologi yang ada pada Pegunungan Selatan yaitu "
'. rah )C>S&, umumnya merupakan sesar geser sinistral yang terjadi akibat penunjaman lempeng -ndo>ustralia selama Cosen hingga Miosen %engah. rah ini
ditunjukkan oleh kelurusan sepanjang Sungai @pak dan Sungai engawan Solo.
(. rah )>S, sebagian besar juga merupakan sesar geser sinistral, kecuali pada batas barat Pegunungan Selatan yang merupakan sesar turun.
1. rah )&>SC, umumnya merupakan sesar geser dekstral. Set kedua dan ketiga arah ini tampak sebagai pasangan rekahan yang terbentuk akibat gaya kompresi berarah ))&> SSC yang berkembang pada Pliosen khir.
0. rah C>&, sebagian besar merupakan sesar turun yang terjadi akibat gaya regangan berarah )>S dan berkembang pada Pleistosen wal.
BAB I-I#I I-.1. Penajian Data dan Per/itungan
I-.1.B Data Pengukuran $i""le Mark % PC)58K8?) ?-PP9C - 58M8K PS-? P?)5K8S8M@, -/ Kelompok 2 No L )(!+ H )(!+ Ls )(!+ Ll )(!+ 0( )(!+ d )(!+ L!in )(!+ L!a )(!+ $atarata )(!+ ' 4.* *.7 7.7 0.* +4.* ++.7 2.* ''.* 4.7 ( '1.* *.2 ''.* 1.* +0.* +(.* 6.* '(.* 4.7 1 ''.7 *.6 2.* 1.7 +'.7 7+.* 6.* ''.* 4.* 0 ''.* *.2 6.* 1.* +(.* 74.* 6.* ''.* 4.* 7 '*.* *.6 +.* 0.* 1+.7 17.* +.* '(.* 4.* + ''.* *.+ 2.* 1.* 01.7 0*.* 6.* '+.* ''.7 6 ''.7 *.6 2.* (.7 +1.* +*.* 2.* ''.* 4.7 2 '*.* *.+ 6.* 1.* 7(.7 +1.* +.* '1.* 4.7 4 '*.* *.6 ''.* 1.* 70.* 7'.7 4.* '(.* '*.7 '* ''.* *.+ 2.* 1.* 77.* 71.7 +.* 4.* 6.7 '' 4.* *.7 6.* (.* 12.7 16.* +.* 2.* 6.*
'( ''.* *.+ 2.* 1.* +6.* +(.7 +.* '*.* 2.* '1 ''.* *.6 2.* 1.* 2*.* 6+.* 4.* ''.* '*.* '0 ''.* *.6 2.* 1.* 6(.* +6.7 2.* '1.* '*.7 '7 '7.* *.6 '1.* (.* 62.7 6+.* 2.* ''.* 4.7 '+ '(.* *.6 4.* 1.* 4*.* 2+.0 6.* ''.* 4.* '6 '(.* *.6 2.* 0.* +1.* 74.7 6.* ''.* 4.* '2 '*.* *.+ 2.* (.* 77.* 7'.7 4.* '7.* '(.* '4 ''.* *.+ 4.* 1.* 7'.7 76.7 2.* '*.* 4.* (* '*.* *.6 2.* (.* 7+.* 70.* 4.* '7.* '(.* (' 4.7 *.6 6.7 (.* 60.7 6(.* 6.* ''.* 4.* (( '*.* *.+ 6.* 1.* +4.7 ++.* 6.* 4.* 2.* (1 '(.* *.+ 4.* 1.* 7+.* 71.* +.* 4.* 6.7 (0 4.* *.6 6.* (.* 71.7 7'.7 2.* ''.* 4.7 (7 4.7 *.6 2.* '.7 70.* 7(.* 7.* 2.* +.7 (+ ''.7 *.6 4.* (.7 +7.* +'.* 6.* ''.* 4.* (6 2.* *.2 +.* (.* 74.7 76.* 0.* 4.* +.7 (2 4.* *.6 6.* (.* 71.* 7'.* 7.* 4.* 6.* (4 4.* *.+ 6.* (.* 6(.* 6*.* 6.* '*.* 2.7 1* *.7 *.+ 2.* '.7 +6.* +7.* 6.* 4.* 2.* 1' 4.* *.+ 6.* (.* +'.* +*.* 6.* 4.* 2.* 1( '*.* *.( 6.7 '.7 62.* 60.* 7.* 4.* 6.* 11 ''.* *.1 2.* 1.* 22.* 2+.* 4.* '*.* 4.7 10 2.* *.0 (.7 +.7 02.* 07.* +.* 4.* 6.7 17 '*.* *.7 (.* 2.* 67.* +1.* 2.* '(.* '*.* 1+ '2.* *.7 1.* '7.* 60.* +2.* 2.* 4.* 2.7 16 2.* *.7 +.* (.* 70.* 04.* 7.* 4.* 6.* 12 '(.* *.7 '*.* (.* 06.* 0(.* 2.* '7.* ''.7 14 '(.* *.+ '*.* (.* +*.* 7+.* '*.* '(.* ''.* 0* '(.* *.7 4.7 (.7 72.* 70.* 4.* '0.* ''.7 0' '7.* *.+ '(.7 (.7 42.* 24.* +.7 '*.* 2.1 0( '(.* *.7 '.7 '.7 70.* 7*.* '*.* 6.* 2.7 01 '*.* *.6 6.7 (.7 44.* 47.* 2.* ''.* 4.7 00 4.* *.+ 6.* (.* +'.* 72.* 6.* '(.* 4.7 07 2.7 *.+ +.7 (.* '(*.* '**.* 7.* +.7 7.2 0+ ''.* *.7 '*.* '.7 2*.* 2(.* 2.* 4.* 2.7 06 4.* *.+ 6.* (.* 77.* 71.* +.* 2.* 6.* 02 4.* *.7 +.* 1.* 6(.* +(.* 6.* '*.* 2.7 04 4.7 *.6 6.7 (.* '16.* '(+.* 6.7 4.* 2.1 7* '0.7 *.7 '(.* (.7 72.* 7(.* 0.7 6.* 7.2 7' '*.* *.+ 2.* (.* 41.* 4(.* 4.* ''.* '*.* 7( 6.* *.7 7.7 '.7 12.* 1+.* 7.7 +.* 7.2 71 4.7 *.0 2.* '.7 0*.* 16.* 2.* 2.7 2.1 70 ''.* *.7 4.* (.* 20.* 4'.* 4.* '0.* ''.7 77 ''.* *.7 4.* (.* ++.* +(.* 6.* '(.* 4.7 7+ ''.* *.7 4.* (.* 14.* 1+.* 6.* ''.* 4.* 76 '*.* *.0 2.7 '.7 1+.* 1'.* 2.* 4.* 2.7
72 '0.* *.+ '(.* (.* +7.* +(.* 4.* '1.* ''.* 74 '(.* *.7 '*.7 '.7 60.* +*.* 4.* '1.* ''.* +* '(.1 *.7 1.1 6.1 (6.0 ('.( 6.' '0.' '*.+ +' '*.7 *.7 1.1 6.( (0.4 '+.* 6.1 '(.1 4.2 +( '*.* *.0 1.+ 2.0 1'.7 (+.7 +.( '1.* 4.+ +1 4.1 *.7 1.( 6.* 1(.0 1'.* 6.6 '(.7 '*.' +0 '*.0 *.1 1.( 6.( 10.7 (2.* +.0 '(.4 4.6 +7 '*.( *.7 1.' 6.6 11.* (7.+ 6.( '+.* ''.+ ++ '*.1 *.0 1.+ 6.1 1'.6 (2.* 7.+ '1.1 4.7 +6 '*.1 *.0 7.4 1.+ ('.* '7.( +.+ '*.' 2.0 +2 '*.* *.7 7.+ 1.4 10.7 1(.* 7.6 4.7 6.+ +4 2.* *.+ 0.6 1.1 (4.7 (+.7 +.+ 2.* 6.1 6* 4.( *.+ 7.+ 1.0 (4.* (2.* 7.7 4.* 6.1 6' '*.0 *.7 7.6 1.2 ((.+ (*.6 6.* 4.( 2.' 6( 2.0 *.7 0.4 0.* (4.* (1.7 +.7 4.6 2.' 61 4.1 *.7 7.+ (.1 (6.* (+.* 7.7 6.6 +.+ 60 4.( *.0 0.+ 0.0 (7.( (1.* 7.7 6.6 +.+ 67 '*.0 *.7 7.6 0.* ('.0 '2.0 7.7 '*.( 6.4 6+ '*.* *.0 +.+ 1.4 (1.0 '4.+ 6.6 4.' 2.0 66 4.6 *.0 7.7 0.+ (0.* '6.0 +.( 4.0 6.2 62 4.+ *.7 7.* 1.0 (1.4 '+.0 +.+ '*.( 2.0 64 '*.' *.0 7.7 0.1 1'.* (2.* 6.1 ''.7 4.0 2* '*.1 *.7 1.1 2.* (+.1 (0.+ +.0 '(.0 4.0 2' 2.* *.7 +.* (.* 0(.* 12.* +.* 2.* 6.* 2( 2.7 *.+ +.7 '.7 01.* 0*.* 2.7 '*.* 4.1 21 ''.7 *.0 '*.7 (.* 01.* 0'.* 4.7 ''.* '*.1 20 '*.7 *.0 4.* '.7 70.* 7*.* 4.7 '*.7 '*.* 27 '*.* *.7 2.* (.* 6(.* 67.* 2.* '(.* '*.* 2+ 4.* *.7 6.7 '.7 66.* 6'.* +.* '(.* 4.* 26 '(.* *.+ '*.* (.* '*0.* 20.* 2.* '*.* 4.* 22 '0.7 *.7 '(.* (.7 72.* 7(.* 0.7 6.* 7.2 24 '*.* *.+ 2.* (.* 41.* 4(.* 4.* ''.* '*.* 4* 6.* *.7 7.7 '.7 12.* 1+.* 7.7 +.* 7.2 4' 4.7 *.0 2.* '.7 0*.* 16.* 2.* 2.7 2.1 4( ''.* *.7 4.* (.* 20.* 4'.* 4.* '0.* ''.7 41 ''.* *.7 4.* (.* ++.* +(.* 6.* '(.* 4.7 40 ''.* *.7 4.* (.* 14.* 1+.* 6.* ''.* 4.* 47 '*.* *.0 2.7 '.7 1+.* 1'.* 2.* 4.* 2.7 4+ '0.* *.+ '(.* (.* +7.* +(.* 4.* '1.* ''.* 46 4.+ *.7 7.* 1.0 (1.4 '+.0 +.+ '*.( 2.0 42 '*.' *.0 7.7 0.1 1'.* (2.* 6.1 ''.7 4.0 44 '*.1 *.7 1.1 2.* (+.1 (0.+ +.0 '(.0 4.0 '** 2.* *.7 +.* (.* 0(.* 12.* +.* 2.* 6.*
Perhitungan ?ipple -ndeE, ?ipple Symentri -ndeE, Parallelism -ndeE #'$, Parallelism -ndeE #($, Straightness -ndeE, :ontinuity -ndeE
No $I $#I 0(L!in
L rata2
L!a PI1 PI2 #I 0I
' (*.* '.0 +'.* '*0.7 *.+ *.1 '.* 6.1 ( '+.1 1.6 76.* ''0.* *.7 *.7 '.* +.6 1 '+.0 (.1 70.7 44.* *.+ *.0 '.' +.2 0 '1.2 (.1 77.* 44.* *.+ *.0 '.' +.4 7 '0.1 '.7 1*.7 '*2.* *.1 *.6 '.* 0.' + '2.1 (.6 1+.7 '20.* *.( *.2 '.' 1.2 6 '+.0 1.( 77.* '*0.7 *.7 *.1 '.' +.+ 2 '+.6 (.1 0+.7 '(1.7 *.0 *.6 *.2 7.7 4 '0.1 1.6 07.* '(+.* *.0 *.1 '.* 7.' '* '2.1 (.6 04.* +6.7 *.6 *.0 '.* 6.1 '' '2.* 1.7 1(.7 7+.* *.+ *.1 '.* 7.7 '( '2.1 (.6 +'.* 2*.* *.2 *.7 '.' 2.0 '1 '7.6 (.6 6'.* ''*.* *.+ *.( '.' 2.* '0 '7.6 (.6 +0.* '1+.7 *.7 *.7 '.' +.4 '7 ('.0 +.7 6*.7 '*0.7 *.6 *.1 '.* 2.1 '+ '6.' 1.* 21.* 44.* *.2 *.0 '.* '*.* '6 '6.' (.* 7+.* 44.* *.+ *.0 '.' 6.* '2 '+.6 0.* 0+.* '2*.* *.1 *.7 '.' 0.+ '4 '2.1 1.* 01.7 4*.* *.7 *.( *.4 7.6 (* '0.1 0.* 06.* '2*.* *.1 *.7 '.* 0.6 (' '1.+ 1.2 +6.7 44.* *.6 *.0 '.* 2.1 (( '+.6 (.1 +(.7 6(.* *.4 *.1 '.' 2.6 (1 (*.* 1.* 7*.* +6.7 *.6 *.0 '.' 6.7 (0 '(.4 1.7 07.7 '*0.7 *.0 *.1 '.* 7.+ (7 '1.+ 7.1 04.* 7(.* *.4 *.7 '.* 2.1 (+ '+.0 1.+ 72.* 44.* *.+ *.0 '.' 6.( (6 '*.* 1.* 77.7 72.7 *.4 *.2 '.* 4.( (2 '(.4 1.7 02.* +1.* *.2 *.+ '.* 6.+ (4 '7.* 1.7 +7.* 27.* *.2 *.0 '.* 2.7 1* *.2 7.1 +*.* 6(.* *.2 *.1 '.* 2.0 1' '7.* 1.7 70.* 6(.* *.2 *.1 '.* 6.+ 1( 7*.* 7.* 61.* +1.* '.( *.+ '.' ''.' 11 1+.6 (.6 64.* 47.* *.2 *.' '.* 4.1 10 (*.* *.0 0(.* +6.7 *.+ *.0 '.' +.0 17 (*.* *.1 +6.* '(*.* *.+ *.0 '.( 6.7 1+ 1+.* *.( ++.* 6+.7 *.4 *.' '.' 2.6 16 '+.* 1.* 04.* +1.* *.2 *.+ '.' 6.6 12 (0.* 7.* 14.* '6(.7 *.( *.+ '.' 0.' 14 (*.* 7.* 7*.* '1(.* *.0 *.( '.' 7.7 0* (0.* 1.2 04.* '+'.* *.1 *.0 '.' 7.* 0' (7.* 7.* 4'.7 2(.7 '.' *.0 '.' ''.4
0( (0.* '.* 00.* 74.7 *.6 >*.0 '.' +.0 01 '0.1 1.* 4'.* '*0.7 *.4 *.1 '.* '*.0 00 '7.* 1.7 70.* ''0.* *.7 *.7 '.' +.0 07 '0.( 1.1 ''7.* 16.0 1.' *.1 '.( (*.4 0+ ((.* +.6 6(.* 6+.7 *.4 *.' '.* 4.0 06 '7.* 1.7 04.* 7+.* *.4 *.1 '.* 6.4 02 '2.* (.* +7.* 27.* *.2 *.0 '.( 2.7 04 '1.+ 1.2 '(4.7 60.1 '.6 *.( '.' '+.+ 7* (4.* 0.2 71.7 0*.1 '.1 *.0 '.' '*.' 7' '+.6 0.* 20.* ''*.* *.2 *.( '.* 4.1 7( '0.* 1.6 1(.7 10.7 *.4 *.' '.' +.+ 71 (1.2 7.1 1(.* 6*.' *.7 *.' '.' 0.2 70 ((.* 0.7 67.* '+'.* *.7 *.0 *.4 6.1 77 ((.* 0.7 74.* ''0.* *.7 *.7 '.' +.4 7+ ((.* 0.7 1(.* 44.* *.1 *.0 '.' 0.1 76 (7.* 7.6 (2.* 6+.7 *.0 *.' '.( 0.( 72 (1.1 +.* 7+.* '01.* *.0 *.0 '.* 7.4 74 (0.* 6.* +7.* '01.* *.7 *.0 '.( +.6 +* (0.+ *.7 (*.1 '04.7 *.' *.6 '.1 (.+ +' ('.* *.7 '6.+ '(*.7 *.' *.7 '.+ (.7 +( (7.* *.0 (7.1 '(0.2 *.( *.6 '.( 1.1 +1 '2.+ *.7 (0.6 '(+.1 *.( *.7 '.* 1.( +0 10.6 *.0 (2.' '(0.7 *.( *.6 '.( 1.+ +7 (*.0 *.0 (7.2 '27.+ *.' *.2 '.1 (.2 ++ (7.2 *.7 (+.' '(7.6 *.( *.2 '.' 1.0 +6 (7.2 '.+ '0.0 20.1 *.( *.0 '.0 (.7 +2 (*.* '.0 (2.2 6(.( *.0 *.7 '.' 0.7 +4 '1.1 '.0 ((.4 72.0 *.0 *.( '.' 0.* 6* '7.1 '.+ (1.7 +7.1 *.0 *.7 '.* 0.* 6' (*.2 '.7 '7.+ 60.7 *.( *.1 '.' (.2 6( '+.2 '.( ((.7 62.+ *.1 *.0 '.( 1.+ 61 '2.+ (.0 ('.7 7*.2 *.0 *.1 '.* 0.' 60 (1.* '.* '4.6 7*.2 *.0 *.1 '.' 1.2 67 (*.2 '.0 '7.4 2*.' *.( *.+ '.( (.6 6+ (7.* '.6 '7.6 6+.0 *.( *.( '.( (.2 66 (0.1 '.( '6.2 61.1 *.( *.0 '.0 1.' 62 '4.( '.7 '6.1 27.6 *.( *.0 '.7 (.2 64 (7.1 '.1 (1.6 '*2.' *.( *.0 '.' 1.1 2* (*.+ *.0 '4.4 ''+.+ *.( *.+ '.' (.2 2' '+.* 1.* 1+.* 7+.* *.+ *.1 '.' +.* 2( '0.( 0.1 10.7 4(.7 *.0 *.( '.' 0.+ 21 (2.2 7.1 11.7 ''(.2 *.1 *.' '.* 0.( 20 (+.1 +.* 00.7 '*7.* *.0 *.' '.' 7.0 27 (*.* 0.* +0.* '(*.* *.7 *.0 '.* 6.( 2+ '2.* 7.* 6'.* '*2.* *.6 *.6 '.' 2.+ 26 (*.* 7.* 4+.* 4*.* '.' *.( '.( ''.+
22 (4.* 0.2 71.7 0*.1 '.1 *.0 '.' '*.' 24 '+.6 0.* 20.* ''*.* *.2 *.( '.* 4.1 4* '0.* 1.6 1(.7 10.7 *.4 *.' '.' +.+ 4' (1.2 7.1 1(.* 6*.' *.7 *.' '.' 0.2 4( ((.* 0.7 67.* '+'.* *.7 *.0 *.4 6.1 41 ((.* 0.7 74.* ''0.* *.7 *.7 '.' +.4 40 ((.* 0.7 1(.* 44.* *.1 *.0 '.' 0.1 47 (7.* 7.6 (2.* 6+.7 *.0 *.' '.( 0.( 4+ (1.1 +.* 7+.* '01.* *.0 *.0 '.* 7.4 46 '4.( '.7 '6.1 27.6 *.( *.0 '.7 (.2 42 (7.1 '.1 (1.6 '*2.' *.( *.0 '.' 1.1 44 (*.+ *.0 '4.4 ''+.+ *.( *.+ '.' (.2 '** '+.* 1.* 1+.* 7+.* *.+ *.1 '.' +.* ?ata> rata '4.4 1.' 02.* 4+.6 *.+ *.0 '.' +.0
ata '** ripple diolah menggunakan rumus>rumus berikut "
ari pengolahan '** data ripple gumuk pasir parangkusumo, -/ diperoleh nilai rata> rata dari masing>masing parameter adalah sebagai berikut "
• ?ipple -ndeE '4,4
• ?ipple Symentri -ndeE 1,' • Parallelism -ndeE #'$ *,+ • Parallelism -ndeE #($ *,0 • Straightness -ndeE ',' • :ontinuity -ndeE +,0
ilihat dari parameter ripple menurut :ollinson and %hompson, '42(. ?ipple di gumuk pasir parangkusumo, -/ merupaka hasil akti!itas "
• ?ipple -ndeE '4,4 #rus$ • ?ipple Symentri -ndeE 1,' #rus$ • Parallelism -ndeE #'$ *,+ #rus$
• Parallelism -ndeE #($ *,0 #5elombang$ • Straightness -ndeE ',' #rus$
• :ontinuity -ndeE +,0 #rus$
I-.2 Pe!a/asan dan Inter"retasi I-.2.A Pengukuran M#
a. asar Penentuan dan eskripsi Fasies a. Fasies
Fasies reksi Aulkanik
atuan berwarna abu>abu kecoklatan, struktur gradasi terbalik, sortasi buruk, kemas terbuka, komposisi litik tu!! 17G, Pumice '7G, litik batuan beku (*G material berukuran pasir kasar 1*G
Fasies batupasir tu!an
atuan berwarna kuning kecoklatan, struktur perlapisan, sortasi baik, kemas tertutup, komposisi " litik tu!! 1*G, pumice '7G, litik batuan beku 7G, material sedimen berukuran pasir sedang
Fasies perselingan sandy breccia dengan litik wacke
> atuan berwarna abu>abu, struktur gradasi terbalik, sortasi buruk, kemas terbuka, komposisi pumice, tu!!, material vulkanik berukuran ash
> atuan berwarna abu>abu, ukuran '>(mm, sortasi baik, kemas tertutup, pumice, komposisi material berukuran ash
b. -nterpetasi Proses dan 9ingkungan Pengendapan #disertai dengan ilustrasi akan lebih dihargai$
Pada mulanya terjadi letusan 5unungapi purba secara eksposi! sehingga material yang dilontarkan akan berukuran beragam dari ukuran bomb, lapili, dan ash. Material ini tertransport secara gravity flow menuruni lereng dari gunungapi purba tersebut. pabila melihat secara keseluruhan memiliki trend menghalus keatas, sehingga ada mekanisme arus turbid yang bekerja. Struktur pada !asies breksi pumice bergradasi terbalik ini diakibatkan adanya !ragmen pumice yang si!atnya ringan sehingga semakin keatas akan semakin kasar. Selanjutnya tanpa jeda pengendapan terjadi suplai dari material vulkanik secara jatuhan. %erjadi transgresi sehingga material tersebut diendapkan material yang lebih halus. Pada bagian sebelah barat diendapkan breksi pasiran dengan ukuran yang halus dan menunjukkan gradasi terbalik yang ditunjukkan oleh !ragmen pumice yang berada diatas pada !asies ini. Selanjutnya ada letusan gunungapi lagi dengan suplai yang tidak sebanyak pada breksi pumice. Sehingga akan ada perselingan antara litik wacke dengan breksi pasiran. Kemudian selain !aktor suplai ada pengaruh dari transgresi yang akan mengakibatkan mor!ologi menghalus keatas dari breksi pasiran menuju litik wacke. an setelah itu terjadi regresi dan diendapkan kembali breksi pasiran. Material ini diendapkan di lingkungan subaqueous slope dengan mekanisme arus turbid
I-.3.B Pengukuran $i""le
erdasarkan hasil pengolahan data ?ipple mark dari '** data,, didapatkan bahwa Ripple index berdasarkan hasil perhitungan dipengaruhi oleh arus. Dal ini berdasar rata>rata tiap ripple yang menunjukkan kecenderungan tertransport oleh arus. Kemudian ripple symetry index akan menunjukkan perbandingan panjang sisi depan dan sisi belakang gelembur gelombang. )ilai ripple symetry index adalah 1,' cm. Parralelism index terjadi anomali dimana terbentuk oleh gelombang. 5elombang akan menggambarkan tingkat kesimetrian yang sejajar. Pada umumnya ripple mark ditandai tidak simetri. Selanjutnya nilai straigthness index adalah ',' cm menggambarkan !aktor dominan adalah arus serta nilai continuity index +,0 cm.
ari pembahasan diatas dapat dinterpretasikan bahwa !aktor pembentuk ripple adalah arus hal ini karena ripple berada di gumuk pasir parabolic yang dibawa oleh angin. )amun gumuk ini sudah mengalami perubahan mor!ologi hal ini dikarenakan adanya vegetasi penghalang yang akan mengakibatkan suplai sedimen tertahan sehingga bentukan dari parabolic dunes akan sulit terbentuk. rah arus dominan berasal dari tenggara menuju barat laut. Kemudian terjadi anomali pada parallelism index dimana menunjukkan dominasi gelombang. Dal ini dipengaruhi oleh barrier berupa tumpukan karung berisi pasir. Sehingga penyebaran angin akan menjadi seragam dan membentuk ripple yang simetri. Selanjutnya pada bagian stross side dan lee side ada perbedaan warna dimana warna pada stross side lebih gelap. Dal ini dipengaruhi oleh mineral berat yaitu magnetit. Magnetit merupakan mineral stabil yang memiliki densitas tinggi. Saat tertransport dan terjadi migrasi ripple maka energi untuk menggerakkan cukup tinggi dan kita ketahui untuk transport media angin energinya tidak cukup kuat sehingga akan terendapkan pada bagian stross side. Saat menuruni lee side ada eddy current yang akan menyebabkan peningkatan energi dan akan menggerakkan ripple sehingga terjadi migrasi. Material sedimen ini berasal dari 5unungapi Merapi kemudian akan tertransport melalui Kali @pak. Pada muara Kali @pak terdapat spit yang memanjang timur> barat. Spit ini dikontrol oleh arus sepanjang pantai yang arahnya tergantung pada pergantian
musim. rus sepanjang pantai ini akan membawa material sedimen bergerak ke arah timur kemudian gelombang yang menghantam akan membawa material sedimen tersebut bergerak ke darat. Saat energi telah tidak cukup kuat untuk membawa maka angin akan mentransport
material tersebut dan dapat terendapkan dan menjadi sumber materi untuk ripple. 5umuk pasir Parangkusumo ini memiliki potensi sebagai geowisata.
BAB -PENUTUP -.1. esi!"ulan
1. Sekuen batuan pada Formasi Semilir terbentuk pada Miosen awal
2. Mekanisme transportasi yang mengendapkan material adalah arus turbidite 3. 9ingkungan pengendapan pada daerah pengamatan adalah subaqueous slope 4. Secara umum Ripple terbentuk oleh arus angin
Da&tar Pustaka
emmelen, ?.&., Aan..'404. %he 5eology o! -ndonesia, msterdam, %he Dague oggs. Sam ;r, (**+, Principles o! Sedimentology and Stratigraphy, )ew /ork,
Pearson Prentice Dall
ronto, Sutikno, dkk. (**4. &aduk Parangjoho dan Songputri" lternati! Sumber
Crupsi Formasi Semilir di daerah Cromoko, Kabupaten &onogiri, ;awa %engah . ;urnal. ;urnal 5eologi -ndonesia, Aol.0 )o.(. %eknik 5eologi S%%)S, /ogyakarta )ichols, 5ray, (**6, Sedimentology and Stratigraphy, (nd Cd., @E!ord, &iley>blackwell