• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Sidikalang, 26 Januari 2021 Kepala, Drs. H. Saidup Kudadiri, MM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Sidikalang, 26 Januari 2021 Kepala, Drs. H. Saidup Kudadiri, MM"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan Rahmat dan karunianyaNya, sehingga Laporan Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020 dapat tersusun dan diselesaikan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi, Pemerintah dituntut untuk meningkatkan pola manajemen pelayanan juga dan akuntabilitas sebagai pengendali peleksanaan program pemerintah.

Laporan Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020 disusun sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Keputusan Menteri Agama Nomor 94 Tahun 2021 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Palaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja.

Penyusunan Laporan Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020 ini merupakan wujud pertanggungjawaban atas kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi selama tahun 2020 yang tertuang dalam pelaksanaan program dan kegiatan sebagai upaya pencapaian visi dan misi Kementerian Agama. Penyusunan laporan ini juga merupakan bentuk kegiatan pemantauan perkembangan kinerja secara periodik yang bermanfaat dalam memberikan informasi tentang kesesuaian antara pelaksanaan program dengan rencana strategis yang telah ditetapkan.

Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan laporan ini, semoga Laporan Kinerja Kantor Kementerian Kabupaten Dairi Tahun 2020 ini dapat memberikan gambaran/informasi kepada seluruh pihak yang terkait, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, serta menjadi pemicu peningkatan kinerja organisasi dengan melakukan langkah-langkah perbaikan melalui pelayanan yang lebih profesional dan transparan yang berguna bagi masyarakat.

Sidikalang, 26 Januari 2021 Kepala,

Drs. H. Saidup Kudadiri, MM

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. DASAR HUKUM ... 1

C. KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ... 2

D. STRUKTUR ORGANISASI ... 4

E. PERMASALAHAN UTAMA ... 4

F. FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN ... 5

BAB II RENCANA KERJA ... 7

A. RENCANA STRATEGIS ... 7

1. VISI ... 8

2. MISI ... 8

3. TUJUAN ... 8

4. SASARAN ... 8

B. PERJANJIAN KINERJA ... 18

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 30

A. CAPAIAN KINERJA ... 30

B. REALISASI ANGGARAN ... 63

BAB IV PENUTUP ... 64

A. KESIMPULAN ... 64

B. UPAYA TINDAK LANJUT ... 64

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 ... 19

Tabel 2.2 ... 26

Tabel 3.1 ... 30

Tabel 3.2 ... 38

Tabel 3.3 ... 41

Tabel 3.4 ... 42

Tabel 3.5 ... 43

Tabel 3.6 ... 45

Tabel 3.7 ... 45

Tabel 3.8 ... 46

Tabel 3.9 ... 42

Tabel 3.10 ... 59

Tabel 3.11 ... 59

Tabel 3.12 ... 60

Tabel 3.13 ... 60

Tabel 3.14 ... 61

Tabel 3.15 ... 61

(5)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tantangan utama pembangunan saat ini salah satunya terkait dengan tata kelola yaitu implementasi birokrasi yang efektif dan efisien. Kualitas tata kelola pemerintahan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal untuk mendukung keberhasilan pembangunan dan peningkatan daya saing nasional. Tantangan utama dalam hal ini yaitu meningkatkan integritas, akuntabilitas, efektifitas, dan efisiensi birokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, mempunyai tugas melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam Wilayah Kabupaten berdasarkan kebijakan Menteri Agama dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tugas tersebut mempunyai peran strategis dalam mendukung dan mensinergikan seluruh sistem dan mekanisme kerja yang dibangun untuk mendorong tercapainya target kinerja Kementerian.

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi telah menyusun sasaran program dan kegiatan beserta indikator kinerjanya yang dituangkan ke dalam dokumen Perjanjian Kinerja (Perkin) dan telah disusun sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Keputusan Menteri Agama Nomor 94 Tahun 2021 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja pada Kementerian Agama.

Pada Perjanjian Kinerja (Perkin) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020, terdapat 35 (Tiga Puluh Lima) Sasaran Kegiatan yang dapat diukur dari realisasi 84 (Delapan Puluh Empat) Indikator Kinerja atas target yang telah ditetapkan.

B. DASAR HUKUM

Ketentuan hukum peraturan perundang-undangan penyusunan Laporan

Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020 mengacu kepada:

(6)

2. Undang-undang No.1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-undang No.15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Tanggungjawab dan Pengelolaan Keunagan Negara;

4. Peraturan Pemerintah No.8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja;

5. Peraturan Pemerintah No.39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;

6. Peraturan Pemerintah No.40 tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan;

7. Peraturan Presiden No.29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP);

8. Peraturan Presiden No.29 tahun 2014 tentang Kementerian Agama;

9. Peraturan Menteri PAN dan RB No.09/M.PAN/05 tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan IKU di Lingkungan Instansi Pemerintah;

10. Peraturan Menteri PAN dan RB No.20/M.PAN/11 tahun 2008 tentang Petunjuk Penyusunan IKU;

11. Peraturan Menteri PAN dan RB No.53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

12. KMA No.172 tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kemeneterian Agama;

13. KMA No.1052 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Kementerian Agama;

14. KMA No.94 tahun 2021 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja pada Kementerian Agama.

C. KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Tata Kerja Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara Pasal 472 menyebutkan :” (1) Kementerian Agama berada dibawah dan

bertanggung jawab kepada Presiden, (2) Kementerian Agama dipimpin oleh Menteri Agama”

serta Pasal 473 menyebutkan: “ Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan

urusan di bidang keagamaan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara”.

(7)

Kementerian Agama menyelenggarakan fungsi :

1. Perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dab Khonghucu, Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Pendidikan Agama dan Keagamaan;

2. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi pada Kementerian Agama;

3. Pengelolaan Barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama;

4. Pengawasan atas pelaksanaan tugas pada Kementerian Agama;

5. Pelaksanaan Bimbingan Teknis dan supervise atas pelaksanaan urusan Kementerian Agama di Daerah;

6. Pelaksanaan Kegiatan Teknis dari Pusat sampai ke Daerah;

7. Pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan pengembangan di Bidang Agama dan Keagamaan;

8. Pelaksanaan penyelenggaraan jaminan produk halal;

9. Pelaksanaan Dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi pada Kementerian Agama

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama nomor 13 tahun 2012 pasal 6, 7 dan 8, maka kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut :

a. Kedudukan

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi berkedudukan di kabupaten, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama.

b. Tugas

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi mempunyai tugas melaksanakan tugas dan

fungsi Kementerian Agama dalam wilayah kabupaten berdasarkan kebijakan Kepala

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dan ketentuan peraturan perundang-

undangan.

(8)

c. Fungsi

Dalam melaksanakan tugasnya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan dan penetapan visi, misi, dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat di kabupaten;

b. Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang haji dan umrah;

c. Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan madrasah, pendidikan agama dan keagamaan;

d. Pembinaan kerukunan umat beragama;

e. Perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi dan informasi;

f. Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi program;

g. Pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas kementerian di kabupaten.

D. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi saat ini adalah sebagai berikut :

E. PERMASALAHAN UTAMA

Permasalahan Utama (Strategic Issued) Tantangan dan permasalahan strategis yang

dihadapi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam menjalankan tugas dan

fungsinya tidak terlepas dari isu-isu yang terjadi di wilayah Kabupaten Dairi. Tantangan

dan permasalahan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor

(9)

1. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya yang tidak merata menghadapi tekanan jumlah penduduk yang semakin tinggi. Tingginya jumlah penduduk dengan persebarannya yang tidak merata mengakibatkan wilayah cakupan pembinaan keagamaan menjadi lebih luas dan kuantitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya;

2. Kualitas dan aksesibilitas pendidikan Persebaran penduduk yang tidak merata antara pusat kabupaten dengan desa-desa yang ada dapat berpengaruh juga pada aksesibilitas masyarakat terhadap pendidikan, hal ini terlihat dari perbandingan APM dan APK setiap jenjang pendidikan. Selain itu, angka putus sekolah pada Kabupaten Dairi juga masih relatif tinggi. Dalam hal ini Kementerian Agama Kabupaten Dairi memiliki tanggung Jawab untuk lebih meningkatkan akses pendidikan masyarakat melalui lembaga- lembaga pendidikan agama dan keagamaan yang dimiliki dengan keterbatasan tenaga pendidik, sarana dan prasarana pendidikan di madrasah pada saat ini;

3. Masih terdapat kesenjangan antara nilai-nilai agama dengan perilaku sosial masyarakat, hal ini menyebabkan tingkat kriminalitas, kasus-kasus asusila dan pelanggaran hukum masih cukup tinggi dan berbagai masalah/konflik sosial yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi harus berupaya meminimalisir permasalahan- permasalahan sosial tersebut dengan pendekatan pelayanan agama atau pendidikan agama dan keagamaan;

F. FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN

Faktor pendukung atau kunci keberhasilan pencapaian tujuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, diantaranya:

1. Keharmonisan dan kerukunan umat beragama ditengah keberagaman agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat di lingkungan Kabupaten Dairi;

2. Tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama;

3. Terbentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama dan banyaknya tokoh-tokoh agama yang memberikan edukasi kepada masyarakat;

4. Optimalisasi struktur Kementerian Agama pada tingkat paling kecil dalam

(10)

5. Berkembangnya lembaga-lembaga keagamaan dan tingginya pastisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan potensi ekonomi keagamaan;

6. Berkembangnya jaringan teknologi informasi yang mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta tingginya peran masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah;

7. Tingginya dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di madrasah serta meningkatnya jumlah madrasah yang dapat bersaing dengan sekolah umum;

8. Adanya perbaikan sistem dan penerapan teknologi informasi di berbagai aspek

dalam peningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.

(11)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS

Dengan mempertimbangkan kondisi, potensi dan permasalahan yang ada dan sinergi dengan visi, misi dan tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan bidang agama. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi telah menetapkan sasaran strategis yang akan dicapai dalam lima tahun kedepan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sasaran strategis Kementerian Agama, untuk dapat menjamin suksesnya pelaksanaan pembangunan jangka menengah yang bersifat menyeluruh, serta untuk memudahkan pengendalian dan pemantauan kinerja organisasi ditingkat kabupaten/kota sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagaimana amana PMA Nomor 13 Tahun 2012 pasal 6,7, dan 8. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Agama 2015-2019 telah dirumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran strategis Kementerian Agama.

1. VISI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN DAIRI

Visi Kementerian Agama yaitu “TERWUJUDNYA MASYARAKAT INDONESIA

YANG TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN DALAM RANGKA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”.

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang diemban oleh Kementerian Agama adalah:

1. Meningkatkan Pemahaman dan Pengalaman Ajaran Agama;

2. Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama;

3. Menyediakan Pelayanan Kehidupan Beragama yang Merata dan Berkualitas;

4. Meningkatkan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Potensi Ekonomi Keagamaan;

5. Mewujudkan Penyelenggaraan Ibadat Haji dan Umrah yang Berkualitas dan Akuntabel;

6. Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Umum Berciri Agama, Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan Umum dan Pendidikan Keagamaan;

7. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Akuntabel dan Terpercaya.

Dalam rangka mendukung visi Kementerian Agama RI Tahun 2015-2019 maka visi

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2015-2019 adalah “TERWUJUDNYA

(12)

MASYARAKAT KABUPATEN DAIRI TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA LAHIR BATIN”

2. MISI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN DAIRI

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang diemban oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi adalah:

1. Meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama;

2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama;

3. Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;

4. Meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji;

5. Meningkatkan tata kelola kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

3. TUJUAN

Kementerian Agama pada Renstra tahun 2020-2024 menetapkan 6 (enam) tujuan, yaitu:

1.

Peningkatan kualitas umat beragama dalam menjalankan ibadah ritual dan sosial;

2.

Penguatan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;

3.

Peningkatan umat beragama yang menerima layanan keagamaan;

4.

Peningkatan peserta didik yang memperoleh layanan pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan berkualitas;

5.

Peningkatan lulusan pendidikan yang produktif dan memiliki daya saing komparatif;

6.

Peningkatan budaya birokrasi pemerintahan yang bersih, melayani dan responsif.

Sementara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Menetapkan tujuan sebagai berikut:

1.

Peningkatan kualitas umat beragama dalam menjalankan ibadah;

2.

Penguatan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;

3.

Peningkatan umat beragama yang menerima layanan keagamaan;

4.

Peningkatan peserta didik yang memperoleh layanan pendidikan berkualitas;

5.

Peningkatan budaya birokrasi kepemerintahan yang bersih, melayani dan responsif.

4. SASARAN

(13)

sasaran program dan sasaran kegiatan. Kementerian Agama menetapkan 13 sasaran strategis dalam rangka mencapai 6 (enam) tujuan. Sedangkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi mendukung 11 Sasaran Strategis dari 5 (lima) tujuan yang dijalankan sesuai tugas dan fungsinya.

Dalam rangka mencapai 5 (lima) tujuan sebagaimana disebutkan diatas, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi menetapkan 35 (tiga puluh lima) Sasaran Kegiatan (SK) yang menggambarkan kondisi yang ingin dicapai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi pada tahun 2020. Adapun Sasaran Kegiatan (SK) yang mendukung dan bersesuaian dengan Tujuan, Sasaran Strategis (SS) dan Sasaran Program (SP) sebagaimana tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan kualitas umat beragama dalam menjalankan ibadah dicapai dengan menetapkan sasaran strategis dan sasaran program sebagai berikut:

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS1 Meningkatnya kualitas Pemahaman

dan Pengamalan ajaran agama

Meningkatnya Kualitas Bimbingan dan Penyuluhan Agama

Sasaran Kegiatan (SK) yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi yaitu :

Meningkatnya kualitas penyuluhan agama dengan indikator kinerja sebagai berikut :

a. Nilai kinerja penyuluh agama;

b. Persentase penyuluh agama yang dibina;

c. Jumlah penyiar agama yang dibina kompetensi;

d. Jumlah kelompok sasaran penyuluh yang diberdayakan;

2.

Penguatan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat beragama dicapai dengan menetapkan sasaran sasaran strategis dan sasaran program sebagai berikut:

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS2 Meningkatnya moderasi

beragama dan kerukunan umat beragama

1.

Menurunnya frekuensi isu-isu

kerukunan umat beragama

(14)

penyelesaian konflik intra umat beragama melalui pendekatan moderasi beragama

3.

Meningkatnya kualitas pembinaan moderasi beragama

4.

Menguatnya sistem pendidikan yang berperspektif moderat

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

a. Menguatnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan indikator kinerja kegiatan, yaitu : persentase Sekber FKUB yang ditingkatkan layanannya melalui BOP.

b. Meningkatnya kualitas pembinaan kerukunan intra umat beragama dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase lembaga agama, organisasi sosial keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat yang dibina kerukunan intra umat beragama;

- Jumlah forum dialog intra umat beragama yang diselenggarakan.

c. Meningkatnya kualitas moderasi beragama penyuluh agama dengan indikator kinerja kegiatan, yaitu : persentase penyuluh agama yang berwawasan moderat.

d. Meningkatnya pengelolaan rumah ibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase rumah ibadah yang ramah;

- Persentase pengelola rumah ibadah yang dibina;

- Jumlah Imam Besar masjid yang ditingkatkan mutunya;

e. Menguatnya muatan moderasi beragama dalam mata pelajaran agama di ruang publik dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase guru di madrasah yang dibina dalam moderasi beragama;

- Persentase guru pendidikan agama di sekolah umum yang dibina

(15)

- Persentase guru di sekolah keagamaan yang dibina dalam moderasi beragama;

- Persentase pengawas pendidikan agama di madrasah yang dibina dalam moderasi beragama;

- Persentase pengawas di sekolah keagamaan yang dibina dalam moderasi beragama;

- Persentase pengawas pendidikan agama di sekolah umum yang dibina dalam moderasi beragama;

f. Jumlah kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah keagamaan yang bermuatan moderasi beragama.

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS3 Meningkatnya keselarasan

relasi agama dan budaya

Menurunnya aksi konfrontatif terhadap tradisi dan ritual budaya dengan mengatasnamakan agama Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, sebagai berikut:

- Meningkatnya penghormatan atas keragaman budaya yang merupakan wujud dari implementasi pengamalan nilai agama dengan indikator kinerja kegiatan yaituJumlah kegiatan ekspresi budaya yang mengandung nilai agama (contoh Pesparawi MTQ, STQ, Ustawa dll);

3.

Peningkatan umat beragama yang menerima layanan keagamaan dicapai dengan menetapkan sasaran strategis dan sasaran program sebagai berikut :

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS4 Meningkatnya kualitas

pelayanan kehidupan beragama

1.

Meningkatnya kualitas layanan administrasi dan literature keagamaan;

2.

Terwujudnya penyelenggaraan Ibadah Haji yang transparan dan akuntabel

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam

sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama

Kabupaten Dairi, sebagai berikut :

(16)

indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut : - Persentase lembaga keagamaan yang difasilitasi;

- Jumlah masjid/mushalla yang terfasilitasi pengukuran arah kiblat.

- Jumlah SDM Ahli Falakiyah yang dibina.

b. Meningkatnya kualitas pelayanan nikah/rujuk (Islam) dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut :

- Jumlah KUA yang direvitalisasi;

- Jumlah remaja usia sekolah yang mendapatkan bimbingan cegah kawin anak dan seks pra nikah;

c. Meningkatnya kualitas pelayanan pendaftaran ibadah haji dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut :

- Persentase pusat layanan haji yang memenuhi standar pelayanan;

d. Meningkatnya kualitas pembinaan jamaah haji dengan indikator kinerja kegiatan, yaitu: Persentase jemaah haji yang mengikuti manasik haji.

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS5 Meningkatnya pemanfaatan

ekonomi keagamaan umat

1.

Persentase partisipasi umat beragama dalam dana sosial keagamaan

2.

Persentase peningkatan wakaf produktif

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, sebagai berikut :

a.

Meningkatnya pengelolaan dan pembinaan pemberdayaan dana zakat dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut :

- Persentase amil yang dibina ;

- Persentase lembaga zakat yang dibina.

b.

Meningkatnya pengelolaan aset wakaf dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut:

- Persentase lembaga wakaf yang dibina

- Persentase akta ikrar wakaf yang diterbitkan

- Persentase tanah wakaf yang bersertifikat

(17)

dicapai dengan menetapkan sasaran strategis dan sasaran program sebagai berikut:

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS6 Meningkatnya kualitas

pembelajaran dan pengajaran

Meningkatnya Kualitas asesmen dan kemampuan berfikit siswa

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

a. Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum;

b. Meningkatnya kualitas penilaian pendidikan dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase guru di madrasah/sekolah keagamaan yang dinilai kinerjanya sebagai dasar penetapan tunjangan;

c. Jumlah penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan pada madrasah/Sekolah Keagamaan;

- Persentase siswa yang mengikuti asesmen kompetensi di madrasah atau sekolah keagamaan.

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS7 Meningkatnya kualitas

Pemerataan akses pendidikan

Meningkatnya partisipasi peserta didik pada satuan pendidikan

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

a.

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut :

- Persentase MIN, MAN, MtsN, SMPTK, SMTK, SMAK yang memenuhi SPM sarana prasarana;

- Persentase Madrasah/Sekolah Keagamaan di daerah 3T yang ditingkatkan mutunya;

b.

Meningkatnya pemberian bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, daerah

(18)

- Jumlah siswa penerima BOS pada Madrasah;

- Jumlah siswa penerima BOS pada Sekolah Keagamaan;

- Persentase siswa penerima PIP pada Madrasah/sekolah Keagamaan;

- Persentase siswa penerima PIP pada Pendidikan Keagamaan;

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS8 Meningkatnya pengelolaan dan

penempatan pendidik 1. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik pada satuan pendidikan 2. Meningkatnya kualitas guru yang

memenuhi SNP

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

a.

Terpenuhinya jumlah guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar minimal dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut:

- Persentase guru di sekolah keagamaan yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal;

- Persentase tenaga kependidikan lainnya di sekolah keagamaan yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal;

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS9 Meningkatnya kualitas penjaminan

mutu pendidikan

Meningkatnya kualitas standar dan sistem penjaminan mutu pendidikan

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

Meningkatnya budaya mutu pendidikan dengan indikator kinerja kegiatan

yaitu : Persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan budaya mutu.

(19)

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS10 Meningkatnya kualitas

mental/karakter siswa

Menguatnya pendidikan karakter siswa

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi, yaitu :

a.

Meningkatnya budaya belajar dan lingkungan madrasah/sekolah yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan dengan indikator kinerja kegiatan, sebagai berikut :

- Persentase MTs/MA/SMPTK/SMTK/SMAK/Pesantren/Pasraman yang mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran;

- Persentase madrasah/sekolah keagamaan yang ramah anak.

b.

Meningkatnya kepeloporan dan kesukarelawanan pemuda dan pengembangan pendidikan kepramukaan dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Jumlah organisasi siswa ekstrakurikuler pada madrasah/Pendidikan keagamaan yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan;

- Jumlah gugus pramuka pada madrasah/Pendidikan keagamaan yang dibina.

5.

Peningkatan budaya birokrasi pemerintahan yang bersih, melayani dan responsif dicapai dengan menetapkan sasaran strategis dan sasaran program sebagai berikut:

Kode Sasaran Strategis Sasaran Program SS11 Meningkatnya kualitas tata kelola

pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel

Meningkatnya tata kelola organisasi Satuan Kerja yang efektif dan akuntabel

Sasaran strategis dan sasaran program pada tabel di atas, dijabarkan dalam

sasaran kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama

(20)

a. Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan pegawai) :

- Persentase dokumen perencanaan ASN yang sesuai kebutuhan satuan kerja;

- Persentase laporan permasalahan kepegawaian di bidang kode etik, disiplin, pemberhentian dan pensiun yang ditandaklanjuti;

- Persentase kesesuaian pemanfaatan hasil assesmen kompetensi dengan jabatan;

- Persentase ASN yang memiliki nilai indeks profesional berkategori sedang (minimum 71);

- Persentase ASN yang memenuhi syarat leveling kompetensi jabatannya;

- Persentase ASN yang diusulkan mutasi tepat waktu;

- Persentase data ASN yang diupdate;

- Persentase layanan administrasi kepegawaian berbasis digital yang mudah diakses.

b. Meningkatnya pengelolaan manajemen keuangan yang tertib sesuai dengan ketentuandengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Jumlah laporan keuangan semester I dan semester II yang sesuai standar dan tepat waktu;

- Persentase satuan kerja yang telah menerapkan Pengendalian Intern Pelaporan Keuangan (PIPK);

- Persentase realisasi pelaksanaan anggaran yang optimal;

- Persentase penyelesaian Kerugian Negara pada Kementerian Agama.

c. Meningkatnya pengelolaan BMN yang akuntabel dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase nilai Barang Milik Negara yang ditetapkan status penggunaan dan pemanfaatannya;

- Persentase tanah yang bersertifikat;

- Persentase nilai Opname Physic (OP)BMN.

d. Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen

(21)

- Persentase satuan organisasi/kerja yang menetapkan dan mengevaluasi standar operasional prosedur berdasarkan peta proses bisnis;

- Persentase laporan kinerja satuan organisasi yang dievaluasi;

- Persentase administrasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti.

e. Meningkatnya kualitas penerapan Reformasi Birokrasidengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase satuan kerja yang telah dilakukan evaluas implementasi Reformasi Birokrasi;

- Jumlah satuan kerja yang dibina dalam peningkatan zona integritas;

- Jumlah agen perubahan yang dibina untuk mengimplementasikan program kerja.

f. Meningkatnya kualitas perencanaan dan anggarandengan indikator kinerja kegiatansebagai berikut :

- Persentase output perencanaan yang berbasis data;

- Persentase keselarasan muatan Renja dengan Renstra;

- Persentase perencanaan kerjasama yang ditindaklanjuti.

g. Meningkatnya kualitas pemantauan dan evaluasi perencanaan dan anggaran dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase laporan capaian kinerja perencanaan dan anggaran yang berkualitas;

- Persentase rekomendasi pemantauan, evaluasi, dan pengendalian rencana pembangunan nasional yang ditindaklanjuti.

h. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kantordengan indikator kinerja kegiatan yaitu : Persentase pemenuhan kebutuhan prasarana kantor sesuai standar;

i. Meningkatnya kualitas pengelolaan tata persuratan, arsip dan layanan pengadaan barang jasadengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Persentase surat masuk yang ditindaklanjuti secara tepat waktu;

- Persentase dokumen yang dikirim secara elektronik;

j. Meningkatnya kualitas pelayanan umum dan rumah tanggadengan indikator

kinerja kegiatan, yakni : Persentase kepuasan pelayanan tamu pimpinan;

(22)

k. Meningkatnya kualitas layanan hubungan masyarakat dan informasi dengan indikator kinerja kegiatan sebagai berikut :

- Jumlah pemberitaan capaian program dan pelaksanaan kegiatan yang dipublikasi;

l. Meningkatnya kualitas administrasi pendidikan keagamaan dengan indikator kinerja kegiatan, yaitu : Jumlah Pengawas, Guru, Pegawai PNS yang memperoleh gaji, tunjangan dan operasional.

B. PERJANIAN KINERJA

Penyusunan Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Menurut Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2021 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja pada Kementerian Agama, Perjanjian kinerja merupakan lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja.

Melalui perjanjian ini maka terwujudlah komitmen dan kesepakatan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sebagai pemberi amanah dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi sebagai penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.

Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, termasuk kinerja outcome yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Tujuan penyusunan perjanjian kinerja adalah sebagai wujud nyata komitmen

antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dan Kepala

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi untuk meningkatkan integritas,

akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur. Selain itu juga menciptakan tolok ukur

(23)

keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi. Selain itu juga, sebagai dasar bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi.

Di dalam perjanjian kinerja menyajikan indikator, Indikator Kinerja Utama yang menggambarkan hasil-hasil yang utama dan konsisi yang seharusnya, tanpa mengesampingkan indikator lain yang relevan. Untuk unit eselon II dan eselon III sasaran yang digunakan menggambarkan outcome dan output pada bidangnya serta menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan indiaktor kinerja lain yang relevan.

Pada tahun 2020 ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi melakukan evaluasi terhadap seluruh dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja termasuk dokumen Perjanjian Kinerja yang telah disahkan. Adapun Perjanjian Kinerja tahun 2020 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target

1 Meningkatnya kualitas bimbingan dan penyuluhan agama

1. Nilai kinerja penyuluh agama 83.3 Nilai

2. Persentase penyuluh agama

yang dibina 75 %

3. Jumlah penyiar agama yang

dibina kompetensi 32 Orang

4. Jumlah kelompok sasaran

penyuluh yang diberdayakan 140 Kelompok 2 Menguatnya peran lembaga

agama, organisasi sosial keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa

1. Jumlah lembaga agama, organisasi sosial keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat yang difasilitasi

30 Lembaga

2. Jumlah forum dialog antar umat beragama yang diselenggarakan

1 Kegiatan

3 Menguatnya Forum

Kerukunan Umat

Beragama (FKUB)

Persentase Sekber FKUB yang ditingkatkan layanannya melalui BOP

75 %

(24)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target 4 Meningkatnya kualitas

moderasi beragama penyuluh agama

Persentase penyuluh agama

yang berwawasan moderat 33 %

5 Meningkatnya pengelolaan rumah ibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran

Jumlah pengelola rumah ibadah

yang dibina Orang

6 Meningkatnya kegiatan penyiaran agama di ruang publik

Jumlah siaran keagamaan yang berwawasan moderat di media

massa dan ruang publik 15 Lokasi

7 Menguatnya muatan moderasi beragama dalam mata pelajaran agama di ruang publik

1. Persentase guru di madrasah yang dibina dalam moderasi

beragama; %

2. Persentase guru pendidikan

agama di sekolah umum yang dibina dalam moderasi beragama;

100 %

3. Persentase guru di sekolah

keagamaan yang dibina dalam

moderasi beragama; 100 %

4. Persentase pengawas

pendidikan agama di madrasah yang dibina dalam moderasi beragama;

%

5. Persentase pengawas di

sekolah keagamaan yang dibina dalam moderasi beragama;

100 %

6. Persentase pengawas

pendidikan agama di sekolah umum yang dibina dalam moderasi beragama;

100 %

7. Jumlah kegiatan

ekstrakurikuler keagamaan di sekolah keagamaan yang bermuatan moderasi beragama

1 Kegiatan

8 Meningkatnya pelestarian dan optimalisasi produk budaya berbasis agama untuk meningkatkan kesejahteraan umat

Jumlah produk budaya berbasis agama yang memberikan manfaat terhadap kesejahteraan umat (Wisata religi, Situs, Artefak)

1 Unit

9 Meningkatnya

penghormatan atas keragaman budaya yang merupakan wujud dari implementasi pengamalan

Jumlah kegiatan ekspresi budaya yang mengandung nilai agama (contoh Pesparawi MTQ,

STQ, Ustawa dll) 1 Kegiatan

(25)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target 10 Meningkatnya kualitas

sarana pendukung pelayanan keagamaan

1. Persentase lembaga

keagamaan yang difasilitasi; 15 %

2. Jumlah masjid/mushalla yang terfasilitasi pengukuran arah kiblat;

Lokasi

3. Jumlah lembaga hisab Rukyat

yang ditingkatkan mutunya Lembaga

11 Meningkatnya kualitas pelayanan nikah/rujuk (Islam)

1. Jumlah KUA yang

direvitalisasi 2 Lokasi

2. Jumlah remaja usia sekolah yang mendapatkan bimbingan cegah kawin anak dan seks pra nikah

Orang

3. Jumlah buku dan kartu nikah

yang disediakan 440 Dokumen

12 Meningkatnya kualitas pelayanan pendaftaran ibadah haji

1. Persentase pusat layanan haji yang memenuhi standar

pelayanan

85.00 %

2. Persentase calon jemaah haji yang batal diberangkatkan pada

tahun bersangkutan 0.00 %

13 Meningkatnya kualitas pelayanan jamaah haji di asrama haji

Persentase pelayanan

transportasi jemaah haji yang tepat waktu

85.00 %

14 Meningkatnya kualitas pembinaan jamaah haji

1. Persentase Pusat Layanan

Haji yang Profesional 75.00 %

2. Persentase jemaah haji yang

mengikuti manasik haji 100.00 %

3. Persentase kasus jemaah haji

yang terselesaikan 85.00 %

4. Persentase pembimbing haji

yang bersertifikat 75.00 %

15 Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif

Persentase sekolah keagamaan yang menerapkan metode pembelajaran inovatif dalam kurikulum

100 %

16 Meningkatnya kualitas penilaian pendidikan

1. Persentase guru di

madrasah/sekolah keagamaan yang dinilai kinerjanya sebagai dasar penetapan tunjangan

%

2. Persentase guru pendidikan

agama yang dinilai kinerjanya

sebagai dasar penetapan 100 %

(26)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target

3. Persentase siswa yang

mengikuti asesmen kompetensi

di madrasah/sekolah keagamaan 100 % 17 Meningkatnya kualitas

sarana dan prasarana pendidikan

1. Persentase

MTs/Wustha/SMPTK/Madyama Widya Pasraman yang

memenuhi SPM sarana prasarana

33 %

2. Persentase

MA/Ulya/SMTK/SMAK/Utama Widya Pasraman yang

memenuhi SPM sarana prasarana

33 %

3. Persentase Madrasah/Sekolah

Keagamaan di daerah 3T yang

ditingkatkan mutunya 33 %

18 Meningkatnya pemberian bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, daerah afirmasi, dan berbakat

1. Jumlah siswa penerima BOS pada Madrasah

2,598 Siswa

2. Jumlah siswa penerima BOS

pada Sekolah Keaagamaan/PDF Muadalah;

225 Siswa

3. Persentase siswa penerima

PIP pada Madrasah/sekolah keagamaan

45 %

4. Persentase siswa penerima

PIP pada Pendidikan

Keaagamaan/PDF Muadalah; 100 %

19 Terpenuhinya jumlah guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar minimal

1. Persentase guru yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal

100 %

2. Persentase tenaga kependidikan lainnya yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal

100 %

20 Meningkatnya budaya mutu pendidikan

1. Persentase madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan

budaya mutu 80 %

(27)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target 2. Persentase siswa/santri

madrasah/pendidikan diniyah/PDF/sekolah keagamaan yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional

10 %

21 Meningkatnya budaya belajar dan lingkungan madrasah/sekolah yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan

1. Persentase MTs/MA/SMPTK/

SMTK/SMAK/ Pesantren/

Pasraman yang

mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran

100 %

2. Persentase madrasah/sekolah

keagamaan yang ramah anak 100 %

22 Meningkatnya kepeloporan dan kesukarelawanan pemuda dan pengembangan pendidikan kepramukaan

1. Jumlah organisasi siswa ekstrakurikuler pada madrasah/Pendidikan keagamaan yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan

3 Organisasi

2. Jumlah gugus pramuka pada madrasah/Pendidikan

keagamaan yang dibina 4 Gugus

23 Meningkatnya kualitas

pengelolaan ASN

(pengadaan, penempatan,

pembinaan dan

pengembangan pegawai)

1. Persentase dokumen perencanaan ASN yang sesuai kebutuhan satuan kerja

90 %

2. Persentase laporan

permasalahan kepegawaian di bidang kode etik, disiplin, pemberhentian dan pensiun yang ditandaklanjuti

80 %

3. Persentase kesesuaian pemanfaatan hasil assesmen

kompetensi dengan jabatan 15 %

4. Persentase ASN yang memiliki nilai indeks

profesional berkategori sedang (minimum 71)

10 %

5. Persentase ASN yang memenuhi syarat leveling kompetensi jabatannya

20 %

6. Persentase ASN yang

diusulkan mutasi tepat waktu 10 %

7. Persentase data ASN yang

85 %

(28)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target 8. Persentase layanan

administrasi kepegawaian berbasis digital yang mudah diakses

5 %

24 Meningkatnya pengelolaan manajemen keuangan yang tertib sesuai dengan ketentuan

1. Jumlah laporan keuangan semester I dan semester II yang sesuai standar dan tepat waktu,

1 Dokumen

2. Persentase satuan kerja yang telah menerapkan Pengendalian Intern Pelaporan Keuangan (PIPK)

85 %

3. Persentase realisasi pelaksanaan anggaran yang optimal

90

%

4. Persentase penyelesaian Kerugian Negara pada Kementerian Agama

20

%

25 Meningkatnya pengelolaan BMN yang akuntabel

1. Persentase nilai Barang Milik Negara yang ditetapkan status penggunaan dan

pemanfaatannya

60 %

2. Persentase tanah yang

bersertifikat 95 %

3. Persentase nilai Opname

Physic (OP)BMN

85 %

26 Meningkatnya kualitas penataan dan penguatan manajemen organisasi

1. Persentase satuan organisasi/kerja yang

menetapkan dan mengevaluasi standar operasional prosedur berdasarkan peta proses bisnis

65 %

2. Persentase laporan kinerja satuan organisasi yang dievaluasi

65 %

3. Persentase administrasi hasil pengawasan yang

ditindaklanjuti

65 %

27 Meningkatnya kualitas penerapan Reformasi Birokrasi

1. Persentase satuan kerja yang telah dilakukan evaluasi

implementasi Reformasi Birokrasi

75 %

2. Jumlah satuan kerja yang dibina dalam peningkatan zona integritas

27 Satker

3. Jumlah agen perubahan yang

dibina untuk 30 Orang

(29)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target kerja

28 Meningkatnya kualitas perencanaan dan anggaran

1. Persentase output

perencanaan yang berbasis data 90 % 2. Persentase keselarasan

muatan Renja dengan Renstra 90 %

3. Persentase perencanaan

kerjasama yang ditindaklanjuti 70 % 29 Meningkatnya kualitas

pemantauan dan evaluasi perencanaan dan anggaran

1. Persentase laporan capaian kinerja perencanaan dan

anggaran yang berkualitas 92.26 %

2. Persentase rekomendasi pemantauan, evaluasi, dan pengendalian rencana pembangunan nasional yang ditindaklanjuti

70 %

30 Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kantor

Persentase pemenuhan kebutuhan prasarana kantor sesuai standar

60 %

31 Meningkatnya kualitas pengelolaan tata persuratan, arsip dan layanan pengadaan barang jasa

1. Persentase surat masuk yang ditindaklanjuti secara tepat waktu

90 %

2. Persentase dokumen yang

dikirim secara elektronik 20 %

32 Meningkatnya kualitas pelayanan umum dan rumah tangga

Persentase kepuasan pelayanan

tamu pimpinan 75 %

33 Meningkatnya kualitas layanan hubungan masyarakat dan informasi

Jumlah pemberitaan capaian program dan pelaksanaan kegiatan yang dipublikasi

405 Kegiatan 34 Meningkatnya kualitas data

dan sistem informasi

Persentase data agama dan pendidikan yang valid, dan reliable

60 %

35 Meningkatnya kualitas administrasi pendidikan keagamaan

Jumlah Pengawas, Guru,

Pegawai PNS yang memperoleh

gaji, tunjangan dan operasional 100 %

Dalam realisasinya pencapaian perjanjian kinerja didukung oleh anggaran yang

direalisasikan kedalam beberapa program, Daftar anggaran sesuai dengan perjanjian

Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi adalah sebagai Berikut:

(30)

Tabel 2.2

Program Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi

No Program Anggaran

1

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama

11.006.527.000

2 Kerukunan Umat Beragama 25.000.000

3 Bimbingan Masyarakat Islam 157.450.0000

4 Pendidikan Islam 12.743.940.000

5 Bimbingan Masyarakat Kristen 15.177.443.000

6 Bimbingan Masyarakat Katolik 5.317.238.000

7 Penyelenggaraan Haji dan Umrah 38.116.000

TOTAL 45.882.764.000

Program – program tersebut diatas pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dapat diuraikan kembali sebagai berikut :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama, khususnya dalam meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi, pembinaan, serta pemberian dukungan manajemen kepada semua unit organisasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi.

Ada 6 kegiatan prioritas yang dilaksankan dalam rangka mencapai sasaran program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama, yaitu:

a. Pembinaan Administrasi Perencanaan;

b. Pembinaan Administrasi Kepegawaian;

c. Pembinaan Administrasi Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN);

d. Pembinaan Adminsitrasi Organisasi dan Tata Laksana;

e. Pembinaan Administrasi Umum; dan

(31)

2. Program Kerukunan Umat Beragama

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan memperkukuh kerukunan hidup umat beragama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu program kerukunan umat beragama juga berperan dalam realisasi kebijakan Kementerian Agama dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, peningkatan pelayanan agama, penguatan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan.

Ada satu kegiatan prioritas yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam rangka mencapai sasaran program kerukunan umat beragam, yaitu: Pembinaan Kerukunan Hidup Umat beragama.

3. Program Pendidikan Islam

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal peningkatan akses mutu pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada kementerian agama, khususnya dalam peningkatan akses, mutu, relevansi dan daya saing serta tata kelola pendidikan umat Islam.

Ada 4 Kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam rangka mencapai sasaran program pendidikan Islam, yaitu:

1. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan agama Islam;

2. Peningkatan Akses, Mutu, dan Relevansi Madrasah;

3. Peningkatan Kompetensi dan Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah.

4. Program Bimbingan Masyarakat Islam

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, peningkatan pelayanan agama dan penguatan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan masyarakat Islam.

Ada 2 kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam rangka mencapai sasaran program bimbingan masyarakat Islam, yaitu:

1. Pengelolaan KUA dan Pembinaan Keluarga Sakinah;

2. Pengelolaan dan Pembinaan Penerangan Agama Islam;

(32)

5. Program Bimbingan Masyarakat Kristen

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, peningkatan pelayanan agama dan penguatan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan, serta peningkatan akses dan mutu pendidikan dan kependidikan keagamaan masyarakat Kristen.

Ada 3 kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam rangka mencapai sasaran program bimbingan masyarakat Kristen, yaitu:

1. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Agama Kristen;

2. Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama Kristen; dan

3. Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Pendidikan Bimas Kristen.

6. Program Bimbingan Masyarakat Katolik

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, peningkatan pelayanan agama dan penguatan pengelolaan potensi ekonomi keagamaan, serta peningkatan akses dan mutu pendidikan dan kependidikan keagamaan masyarakat Katholik.

Ada 4 kegiatan prioritas yang dilaksanakan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dalam rangka mencapai sasaran program bimbingan masyarakat Katholik, yaitu:

1. Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan Agama Katolik;

2. Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama Katolik; dan

3. Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Pendidikan Bimas Katolik

7. Program Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Penyelenggaraan program ini terkait erat dengan kebijakan dalam hal meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas dan kualitas penyelenggaran ibadah haji dan umrah, khususnya dalam meningkatkan kepuasan jamaah, pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jamaah, serta didukung system informasi yang memadai dan tata kelola yang baik dan bersih.

Ada 2 kegiatan prioritas yang dilaksanakan dalam rangka mencapai sasaran

(33)

1. Pelayanan Haji dalam Negeri; dan 2. Pembinaan Haji.

Penyusunan Perjanjian Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi

Tahun 2020 disusun berdasarkan hasil rumusan unit Eselon IV di Lingkungan Kantor

Kementerian Agama Kabupaten Dairi sebagai penanggung jawab target masing-masing

sasaran program.

(34)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Capaian Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi merupakan kinerja secara kolektif dari seluruh unit kerja di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi dengan didasarkan atas Perjanjian Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabuapten Dairi Tahun 2020 telah dilakukan pengukuran dan evaluasi kinerja Kantor Kementerian Agama Kabuapten Dairi. Metode pengukuran capaian kinerja Kantor Kementerian Agama Kabuapten Dairi Tahun 2020 adalah dengan cara membandingkan antara realisasi kinerja dengan target kinerja yang ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Kantor Kementerian Agama Kabuapten Dairi. Capaian Kinerja kantor Kementerian Agama Kabuapten Dairi dapat disampaikan seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.1 Capaian Kinerja

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi Tahun 2020

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target Realisasi Capaian 1 Meningkatnya kualitas

bimbingan dan penyuluhan agama

1. Nilai kinerja penyuluh

agama 83.3 83 100

2. Persentase penyuluh agama

yang dibina 75 75 100

3. Jumlah penyiar agama

yang dibina kompetensi 32 32 100

4. Jumlah kelompok sasaran

penyuluh yang diberdayakan 140 140 100 2 Menguatnya peran

lembaga agama,

organisasi sosial keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa

1. Jumlah lembaga agama, organisasi sosial keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat yang difasilitasi

30 30 100

2. Jumlah forum dialog antar umat beragama yang diselenggarakan

1 0 0

3 Menguatnya Forum

Kerukunan Umat

Beragama (FKUB)

Persentase Sekber FKUB yang ditingkatkan layanannya melalui BOP

75 75 100

(35)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target Realisasi Capaian 4 Meningkatnya kualitas

moderasi beragama penyuluh agama

Persentase penyuluh agama

yang berwawasan moderat 33 33 100

5 Meningkatnya

pengelolaan rumah ibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran

Jumlah pengelola rumah ibadah yang dibina

6 Meningkatnya kegiatan penyiaran agama di ruang publik

Jumlah siaran keagamaan yang berwawasan moderat di

media massa dan ruang publik 15 15 100 7 Menguatnya muatan

moderasi beragama dalam mata pelajaran agama di ruang publik

1. Persentase guru di madrasah yang dibina dalam

moderasi beragama;

2. Persentase guru pendidikan

agama di sekolah umum yang dibina dalam moderasi beragama;

100 100 100

3. Persentase guru di sekolah

keagamaan yang dibina dalam

moderasi beragama; 100 100 100

4. Persentase pengawas

pendidikan agama di madrasah yang dibina dalam moderasi beragama;

5. Persentase pengawas di

sekolah keagamaan yang dibina dalam moderasi beragama;

100 100 100

6. Persentase pengawas

pendidikan agama di sekolah umum yang dibina dalam moderasi beragama;

100 100 100

7. Jumlah kegiatan

ekstrakurikuler keagamaan di sekolah keagamaan yang bermuatan moderasi beragama

1 1 100

8 Meningkatnya pelestarian dan optimalisasi produk budaya berbasis agama untuk meningkatkan kesejahteraan umat

Jumlah produk budaya berbasis agama yang memberikan manfaat terhadap kesejahteraan umat (Wisata religi, Situs, Artefak)

1 1 100

(36)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target Realisasi Capaian 9 Meningkatnya

penghormatan atas keragaman budaya yang merupakan wujud dari implementasi pengamalan nilai agama

Jumlah kegiatan ekspresi budaya yang mengandung nilai agama (contoh Pesparawi

MTQ, STQ, Ustawa dll) 1 1 100

10 Meningkatnya kualitas sarana pendukung pelayanan keagamaan

1. Persentase lembaga

keagamaan yang difasilitasi; 15 15 100 2. Jumlah masjid/mushalla

yang terfasilitasi pengukuran arah kiblat;

3. Jumlah lembaga hisab Rukyat yang ditingkatkan mutunya

11 Meningkatnya kualitas pelayanan nikah/rujuk (Islam)

1. Jumlah KUA yang

direvitalisasi 2 2 100

2. Jumlah remaja usia sekolah yang mendapatkan bimbingan cegah kawin anak dan seks pra nikah

100

3. Jumlah buku dan kartu

nikah yang disediakan 440 440 100

12 Meningkatnya kualitas pelayanan pendaftaran ibadah haji

1. Persentase pusat layanan haji yang memenuhi standar pelayanan

85.00 85 100

2. Persentase calon jemaah haji yang batal diberangkatkan

pada tahun bersangkutan 0.00 100 0

13 Meningkatnya kualitas pelayanan jamaah haji di asrama haji

Persentase pelayanan

transportasi jemaah haji yang tepat waktu

85.00 0 0

14 Meningkatnya kualitas pembinaan jamaah haji

1. Persentase Pusat Layanan

Haji yang Profesional 75.00 75 100

2. Persentase jemaah haji yang

mengikuti manasik haji 100.00 0 0

3. Persentase kasus jemaah

haji yang terselesaikan 85.00 85 100

4. Persentase pembimbing haji

yang bersertifikat 75.00 35 47

15 Meningkatnya kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran

Persentase sekolah

keagamaan yang menerapkan

metode pembelajaran inovatif 100 100 100

(37)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target Realisasi Capaian 16 Meningkatnya kualitas

penilaian pendidikan

1. Persentase guru di

madrasah/sekolah keagamaan yang dinilai kinerjanya sebagai dasar penetapan tunjangan

2. Persentase guru pendidikan

agama yang dinilai kinerjanya sebagai dasar penetapan tunjangan

100 100 100

3. Persentase siswa yang

mengikuti asesmen kompetensi di

madrasah/sekolah keagamaan

100 100 100

17 Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan

1. Persentase

MTs/Wustha/SMPTK/Madya ma Widya Pasraman yang memenuhi SPM sarana prasarana

33 33 100

2. Persentase

MA/Ulya/SMTK/SMAK/Uta ma Widya Pasraman yang memenuhi SPM sarana prasarana

33 33 100

3. Persentase

Madrasah/Sekolah

Keagamaan di daerah 3T yang ditingkatkan mutunya

33 33 100

18 Meningkatnya pemberian bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, daerah afirmasi, dan berbakat

1. Jumlah siswa penerima BOS pada Madrasah

2,598 2598 100

2. Jumlah siswa penerima

BOS pada Sekolah

Keaagamaan/PDF Muadalah;

225 225 100

3. Persentase siswa penerima

PIP pada Madrasah/sekolah keagamaan

45 45 100

4. Persentase siswa penerima

PIP pada Pendidikan

Keaagamaan/PDF Muadalah; 100 100 100

19 Terpenuhinya jumlah guru dan tenaga kependidikan sesuai

1. Persentase guru yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal

100 100 100

(38)

No. Sasaran Kegiatan IKSK Target Realisasi Capaian dengan standar minimal 2. Persentase tenaga

kependidikan lainnya yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi minimal

100 100 100

20 Meningkatnya budaya mutu pendidikan

1. Persentase

madrasah/sekolah keagamaan yang menerapkan budaya mutu

80 80 100

2. Persentase siswa/santri madrasah/pendidikan diniyah/PDF/sekolah keagamaan yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional

10 0 0

21 Meningkatnya budaya belajar dan lingkungan madrasah/sekolah yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan

1. Persentase MTs/MA/SMPTK/

SMTK/SMAK/ Pesantren/

Pasraman yang

mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran

100 100 100

2. Persentase

madrasah/sekolah keagamaan yang ramah anak

100 100 100

22 Meningkatnya

kepeloporan dan kesukarelawanan pemuda dan pengembangan pendidikan kepramukaan

1. Jumlah organisasi siswa ekstrakurikuler pada madrasah/Pendidikan keagamaan yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan

3 2 66.6

2. Jumlah gugus pramuka pada madrasah/Pendidikan

keagamaan yang dibina 4 4 100

23 Meningkatnya kualitas pengelolaan ASN (pengadaan, penempatan,

pembinaan dan

pengembangan pegawai)

1. Persentase dokumen perencanaan ASN yang sesuai kebutuhan satuan kerja

90 90 100

2. Persentase laporan

permasalahan kepegawaian di bidang kode etik, disiplin, pemberhentian dan pensiun yang ditandaklanjuti

80 80 100

3. Persentase kesesuaian pemanfaatan hasil assesmen kompetensi dengan jabatan

15 15 100

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penulisan daftar gambar sebagai judul halaman ditulis dengan menggunakan huruf kapital semuanya pada setiap huruf, berikut nomor urut gambar yang disusun satu per

Selain itu, dampak positif authoritative parenting practices yang dilakukan orangtua pada proses pencapaian prestasi belajarnya sesuai dengan hasil penelitian

3) Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian. Dalam upaya mendukung program pembangunan pertanian di Indonesia, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I

Kegiatan praktik mengajar dilaksanakan mulai dari tanggal 19 Agustus 2015. Praktik mengajar dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan mahasiswa dan pihak sekolah

mentalitas, kokoh sipritualitas, kuat kompetensi, menjadi motivator, dinamisator dan pengerak terdepan dalam perubahan menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Pemuda santri

Laporan mengenai penjualan, meliputi jenis barang yang paling banyak dijual, barang yang paling banyak dijual, toko yang paling banyak melakukan transaksi, member

Deskripsi : Pada aplikasi pencarian sekolah, pengguna dapat langsung melihat daftar nama-nama sekolah di dalam halaman TK.. Ketika pengguna ingin mengetahui

Kelomok diskusi terarah akan dilakukan kepada OMS yang bergerak dalam bidang HIV dan AIDS (baik yang berbasis ICT maupun tradisional) di masing-masing kota