7. DESAIN AKHIR. Gambar 7.1. Desain akhir
Teks penuh
(2) 7.1.2. Pola Lantai Lantai menggunakan bahan-bahan yang aman dan tidak mudah berdebu bagi anak. Lantai banyak menggunakan vinyl , marmer, keramik, dan karpet. Penggunaan karpet ada di ruangan multimedia, rapat, dan kantor. Keramik digunakan di kamar mandi. Marmer digunakan di main entrance, lobby, kantin, dan sepanjang lorong. Vinyl digunakan di area toko, ruang belajar, ruang perpustakaan, ruang bermain, ruang dokter dan psikolog, dan ruang tidur anak. Yang berubah dari transformasi desain ke desain akhir adalah lantai di kamar mandi anak, ruang makan, ruang tidur, ruang membuat susu, dan ruang multimedia.. Gambar 7.3. Rencana lantai 7.1.3. Plafon Plafon menggunakan bahan-bahan lambersering dan gypsum board. Pada bagian atas kolom, plafon didesain supaya menyerupai bentuk pohon-pohonan. Untuk bagian tengah ruangan ada drop ceiling bewarna hijau berbahan gypsum board.. 102 Universitas Kristen Petra.
(3) Gambar 7.4. Rencana plafon. 7.1.4. Rencana Mekanikal Elektrikal Rencana mekanikal elektrikal dibuat menyesuaikan dengan rencana plafon. Mekanikal elektrikal yang ada meliputi general lightning, accent lightning, saklar, stop kontak, sistem keamanan, sistem kebakaran, sistem utilitas, dan finger print.. Gambar 7.5. Rencana mekanikal elektrikal. 7.1.5. Potongan Bangunan yang ada dipotong untuk melihat detail-detailnya. Pada desain akhir kali ini, bangunan dipotong menjadi 4 potongan :. 103 Universitas Kristen Petra.
(4) a.. Potongan A-A. Gambar 7.6. Potongan A-A. b.. Potongan B-B. Gambar 7.7. Potongan B-B. c.. Potongan C-C. Gambar 7.8. Potongan C-C. d.. Potongan D-D. 104 Universitas Kristen Petra.
(5) Gambar 7.9. Potongan D-D. 7.1.6. Main entrance Main entrance merupakan bagian depan bangunan yang memberikan kesan pertama bagi pengunjung yang akan masuk. Kesan yang ditimbulkan haruslah kesan yang fun, oleh karena itu dibagian depannya diberikan warna warni seperti merah, kuning, dan biru. Area ruang yang terlihat di main entrance adalah area lobby dan area toko. Tangga main entrance diolah dengan memberikan warna pada bagian vertical nya. Pada bagian depan main entrance terdapat sofa,yang bisa menjadi tempat dudukan bagi pengunjung yang menunggu jemputan.. Gambar 7.10. Main Entrance. 7.1.7. Detail Interior Elemen interior pada setiap ruangannya di desain sesuai dengan konsep yang diambil. Elemen interior didesain supaya menaikkan estetis ruangan. Selain. 105 Universitas Kristen Petra.
(6) menambah bagus ruangan, detail interior juga harus aman untuk digunakan. Berikut adalah beberapa detail bagian interior : a. Kolom Kolom didesain agar menyerupai pohon. Kolom dicat menggunakan cat dinding coklat , sedangkan untuk bagian di plafonnya menggunakan bahan multipleks. Multipleks dicat menggunakan cat dinding bewarna hijau dengan gradasi 4 warna.. Gambar 7.11. Detail plafon kolom. b. Dinding dekoratif 1 dan 2 Dinding dekoratif 1 terletak di bagian ruang bermain dan ruang belajar. Dinding ini merupakan dinding yang edukatif. Dinding ini dikatakan edukatif karena bisa membantu kegiatan belajar menghitung dan menghafalkan abjad untuk anakanak. Dinding ini menggunakan bahan Magnetic Laminate Board. Dinding dekoratif 2 terletak di bagian lorong ke arah kamar mandi orang dewasa (dekat lobby). Dinding ini menggunakan bahan utama berupa kayu meranti 6/8. Di tengah-tengah kayu ada bentuk trapesium. Bagian trapesium ini merupakan bagian dinding yang difinishing dengan HPL.. 106 Universitas Kristen Petra.
(7) Gambar 7.12. Detail dinding dekoratif. c. Dinding dekoratif 3 Dinding dekoratif 3 terletak di bagian lobby, depan pintu masuk. Dinding ini menggunakan bahan multipleks untuk bagian pelanginya. Bagian pelangi diberi 3 warna yaitu merah, kuning, dan biru. Warna ini mewakili warna dari bambini. Untuk signage nya sendiri menggunakan bahan acrylic hitam.. Gambar 7.13. Detail dinding dekoratif. d. Drop ceiling Drop ceiling dibentuk lingkaran dengan 3 level ketinggian. Drop ceiling ini diberi warna hijau dengan 3 gradasi warna. 107 Universitas Kristen Petra.
(8) Gambar 7.14. Detail drop ceiling. 7.1.8. Detail Furniture Furniture pada setiap ruangannya di desain sesuai dengan konsep yang diambil. Furniture didesain sesuai dengan ergonomi pengguna. Faktor ergonomi penting untuk diperhatikan untuk kenyamanan dan keamanan pengguna. Berikut adalah beberapa detail Furniture yang dibuat : a.. Meja resepsionis Meja resepsionis terletak di lobby. Meja ini menggunakan bahan-bahan berupa multipleks, marmer, dan kayu kaso. Meja resepsionis difinishing menggunakan HPL.. Gambar 7.15. Detail meja resepsionis 108 Universitas Kristen Petra.
(9) b.. Tangga + storage Tangga dan storage ini terletak di ruang belajar. Tangga ini bisa difungsikan juga sebagai tempat duduk. Bahan utama dari tangga ini adalah multipleks, dengan finishing cat nippon tipe bee brand junior dan cat Furniture warna merah, biru, dan kuning. Gambar 7.16. Detail tangga + storage. c.. Meja belajar Meja belajar memiliki bentuk trapesium, dengan motif jamur diatas mejanya. Meja ini menggunakan bahan utama multipleks dengan finishing cat Furniture merah dan putih. Meja ini bisa disusun membentuk segi 6(untuk 6 orang anak). Meja ini juga bisa disusun agar bentuknya jajar genjang. Meja menggunakan finishing cat nippon tipe bee brand junior yang mudah dibersihkan.. Gambar 7.17. Detail meja belajar 109 Universitas Kristen Petra.
(10) 7.1.9. Perspektif Perspektif merupakan pengimajinasian dari gambar kerja. Perspektif digambarkan sesuai dengan rencana yang telah dirancang. Perspektif harus bisa mewakilkan gambar kerja yang ada. Perspektif yang dibuat pada tahap desain akhir meliputi : a. Lobby Lobby didesain dengan warna-warna yang ceria, di mix dengan warna coklat dan putih. Resepsionis diletakkan di bagian ujung lobby. Di belakang lobby terdapat ruang bermain. Antara ruang bermain dan lobby hanya dibatasi oleh partisi berupa dinding bata. Lobby didesain supaya anak-anak ketika berada di ruangan bermain tidak melihat orang tua yang menjenguknya (request dari pihak Bambini).. Gambar 7.18. Perspektif lobby. b. Toko. 110 Universitas Kristen Petra.
(11) Toko terletak di area lobby. Toko menjual barang-barang seperti mainan, makanan, dan alat-alat tulis bagi anak.. Gambar 7.19. Perspektif toko. c. Ruang belajar Ruang belajar didesain dengan warna-warna yang fun. Alasan menggunakan warna dominan hijau pada ruangannya agar anak-anak merasa fresh didalam ruangan.. Gambar 7.20. Perspektif ruang belajar. 111 Universitas Kristen Petra.
(12) d. Perpustakaan mini Perpustakaan mini terletak di sebelah ruang belajar persis. Ruangan perpustakaan mini dan ruang belajar terhubung melalui lorong. Perputakaan ini ditujukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang ada.. Gambar 7.21. Perspektif perpustakaan. e. Ruang bermain Ruang bermain terletak tepat dibelakang lobby. Ruang bermain berisi fasilitas bermain berupa slide, mainan panjat-panjatan, mobil-mobilan, mandi bola, meja menggambar, dan playpen. Ruangan ini bersebelahan dengan ruangan kantor. Hal ini memudahkan sistem pengawasan untuk anak-anak. Gambar 7.22. Perspektif ruang bermain. f. Ruang tidur preschool + toddler. 112 Universitas Kristen Petra.
(13) Ruang tidur didesain menggunakan warna-warna pastel dan natural.. Gambar 7.23. Perspektif ruang tidur. g. Ruang tidur infants + ruang membuat susu Ruang tidur didesain menggunakan warna-warna pastel dan natural. Ditengahtengah ruangan ada space untuk mengganti diaper.. Gambar 7.24. Perspektif ruang tidur + ruang membuat susu. h. Ruang makan. 113 Universitas Kristen Petra.
(14) Ruang makan didesain untuk ±60 orang anak. Ruang makan yang ada memiliki view ke taman belakang day care. Area makan dibelakang wastafel digunakan khusus untuk anak-anak saja.. Gambar 7.25. Perspektif ruang makan. i. Ruang multimedia Ruang multimedia digunakan untuk menonton film. Ruangan ini memiliki leveling lantai di dalamnya.. Gambar 7.26. Perspektif ruang multimedia. 114 Universitas Kristen Petra.
(15) j. Lorong Lorong didesain supaya tidak membosankan bagi anak-anak. Pada bagian lantai diberi sticker permainan hopskotch.. Gambar 7.27. Perspektif lorong. k. Ruang dokter + psikolog Ruang dokter dan psikolog didesain dengan warna-warna pasterl dan natural, serta diberikan kesan fun supaya anak-anak tidak takut ketika masuk didalamnya.. Gambar 7.28. Perspektif ruang dokter + psikolog. l. Meeting room meeting room digunakan untuk rapat antara kepala sekolah dengan guru maupun kepala sekolah dengan orang tua murid.. 115 Universitas Kristen Petra.
(16) Gambar 7.29. Perspektif meeting room. m. Kantor Kantor terletak bersebelahan persis dengan ruang bermain anak. Hal ini memudahkan staff yang bertugas dikantor untuk mengawasi anak-anak saat bermain di ruang bermain.. Gambar 7.30. Perspektif kantor. 116 Universitas Kristen Petra.
(17)
Gambar
Dokumen terkait
Oleh karena itu, agar warga miskin yang ada di Kabupaten Sragen dapat menjadi peserta program jaminan sosial maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen membayarkan
Agar lebih memahami tentang penjumlahan bilangan bulat dengan garis bilangan, kerjakanlah penjumlahan bilangan bulat berikut dengan menggunakan alat
Pokja Pengadaan Barang Kelompok I yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Kabupaten Muara Enim Nomor
(Untuk b = 2 digitnya sering disebut bit, singkatan binary digit atau digit biner. Untuk basis selain 2, digitnya biasa disebut angka, seperti angka desimal untuk basis 10.)
a) Manajemen hendaknya selalu mempertimbangkan aspek kinerja non keuangan. b) Manajemen hendaknya harus memperbaiki ROI dan Profitabilitas pelanggan, karena pada
PERUBAHAN JADWAL LINGKUNGAN BISNIS T.A... PERUBAHAN JADWAL LINGKUNGAN
Ini menunjukkan bahawa, jika kutipan zakat mahu ditingkatkan dari semasa ke semasa, maka pejabat zakat perlu menyusun strategi yang mendorong peniaga untuk
Pengaplikasian aspek peran dapat dipelajari dan menimbulkan perubahan pelaku atau fungsi dalam yayasan adalah seiring berkembangnya yayasan dari waktu ke waktu