Pada bulan November 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik 0,73 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada kelompok barang Ekspor sebesar 2,01 persen, utamanya gas alam cair dan minyak bumi, yang memberi andil positif masing- masing sebesar 0,12 dan 0,11 persen. Pada bulan ini IHPB Pertanian, Industri, dan kelompok barang Impor naik masing-masing sebesar 0,64 persen, 0,28 persen, dan 0,77 persen, sedangkan Sektor Pertambangan & Penggalian turun 0,10 persen.
Selama November 2009, komoditas yang harganya naik antara lain: minyak diesel industri (16,28%), minyak bakar industri (10,76%), minyak kelapa sawit ekspor (9,80%), gas alam cair ekspor (6,72%), minyak bumi ekspor (5,17%), dan minyak bumi impor (5,01%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: bijih tembaga ekspor (2,50%), dan batubara ekspor (1,05%).
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2009 naik 0,34 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga hasil kilang minyak lainnya (2,01%), kayu gelondongan (1,31%), batu split (0,56%), aki/accu (0,52%), dan bahan bangunan dari kayu (0,48%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: alat berat dan perlengkapannya (0,40%), barang-barang dari besi dan baja dasar (0,33%), dan barang-barang logam lainnya (0,12%).
No. 05/01/Th. XIII, 4 Januari 2010
P ERKEMBANGAN I NDEKS H ARGA P ERDAGANGAN B ESAR NOVEMBER 2009 HARGA GROSIR NAIK 0,73 PERSEN
Perkembangan Harga Perdagangan Besar/Grosir/Agen
Secara umum, harga grosir berbagai barang pada bulan November 2009 menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada bulan November 2009 IHPB Umum adalah 165,42 atau naik 0,73 persen dari IHPB Oktober 2009 sebesar 164,22. Persentase Perubahan IHPB tahun kalender 2009 adalah 4,30 persen.
Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh sektor dan kelompok barang dalam IHPB, kecuali sektor Pertambangan dan Penggalian. Sektor Pertanian, sektor Industri, kelompok barang Impor dan Ekspor, naik masing-masing sebesar 0,64; 0,28; 0,77 dan 2,01 persen. Sedangkan sektor Pertambangan & Penggalian turun sebesar 0,10 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2009 antara lain minyak diesel industri, minyak bakar industri, gas alam cair ekspor, minyak kelapa sawit ekspor,
BADAN PUSAT STATISTIK
minyak bumi ekspor, minyak bumi impor, dan solar industri. Sedangkan barang yang mengalami penurunan harga antara lain batubara ekspor, dan bijih tembaga ekspor.
Pada bulan November 2009 kelompok barang Ekspor merupakan penyumbang andil terbesar pada inflasi HPB, yaitu sebesar 0,36 persen. Sedangkan sektor Pertanian, Pertambangan & Penggalian, Industri, dan kelompok barang Impor, masing-masing menyumbang andil sebesar 0,11; -0,002; 0,13; dan 0,13 persen pada inflasi HPB bulan ini.
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi yang terdiri dari 5 (lima) kelompok jenis bangunan pada bulan November 2009 secara umum mengalami kenaikan indeks sebesar 0,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan ini seluruh kelompok jenis Bangunan mengalami kenaikan indeks, kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal naik sebesar 0,35 persen; Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum Untuk Pertanian 0,46 persen; Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,29 persen; Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,31 persen; dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,42 persen.
Tabel 1
Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Indonesia dan Andil November 2009 menurut Sektor (2005=100)
Sektor
IHPB Desember
2008
IHPB Oktober
2009
IHPB November
2009
Perubahan IHPB November 2009
thd Okt. 2009 (%)
Andil Inflasi HPB Nov.
2009
Perubahan IHPB Nov. 2009 thd
Des. 2008 (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pertanian 194,76 217,92 219,32 0,64 0,11 12,61
2 Pertambangan & Penggalian 191,14 208,50 208,29 -0,10 -0,002 8,97
3 Industri 163,24 166,53 166,99 0,28 0,13 2,30
4 Impor 148,97 157,66 158,88 0,77 0,13 6,65
5 Ekspor 133,95 131,16 133,80 2,01 0,36 -0,11
Umum 158,60 164,22 165,42 0,73 0,73 4,30
Umum Tanpa Ekspor 165,83 173,92 174,69 0,44 0,37 5,34
Umum Tanpa Ekspor Migas 160,40 166,98 167,86 0,53 0,50 4,65
Umum Tanpa Impor 160,62 165,60 166,80 0,72 0,60 3,85
Umum Tanpa Impor dan Ekspor Migas 162,88 169,08 169,87 0,47 0,37 4,29
Umum Tanpa Impor dan Ekspor 170,71 178,62 179,27 0,36 0,24 5,01
Sektor Pertanian
Sektor Pertanian pada bulan November 2009 mengalami inflasi HPB 0,64 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 217,92 pada Oktober 2009 menjadi 219,32 pada November 2009. Pada bulan ini dari 5 subsektor dalam Sektor Pertanian, hanya Subsektor Perikanan yang mengalami deflasi HPB sebesar 0,85 persen. Inflasi HPB tertinggi terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan sebesar 3,46 persen dan terendah pada Subsektor Tanaman Pangan 0,29 persen. Subsektor Peternakan dan Hasilnya, dan Subsektor Perkayuan dan Hasil-hasil Hutan mengalami inflasi HPB masing-masing sebesar 0,83 dan 0,86 persen.
Sektor Pertanian pada November 2009 memberikan andil positif sebesar 0,11 persen pada inflasi
HPB umum. Jenis barang yang dominan memberikan sumbangan positif pada inflasi HPB umum antara lain karet, ketela pohon, sayur-sayuran, kelapa sawit, dan ayam.
Sektor Pertambangan dan Penggalian
Sektor ini pada November 2009 mengalami deflasi HPB 0,10 persen atau terjadi penurunan indeks dari 208,50 pada Oktober 2009 menjadi 208,29 pada November 2009. Pada bulan ini Subsektor Pertambangan turun 1,62 persen, Penggalian naik 0,39 persen dan Garam tidak mengalami perubahan indeks.
Sektor ini secara keseluruhan pada November 2009 memberikan andil negatif pada inflasi HPB umum sebesar 0,002 persen.
Sektor Industri
Pada November 2009 indeks sektor Industri mengalami kenaikan dari 166,53 pada Oktober 2009 menjadi 166,99 pada bulan ini atau terjadi inflasi HPB sebesar 0,28 persen. Dari 22 subsektor dalam Sektor Industri, 13 subsektor mengalami inflasi HPB dan 9 subsektor mengalami deflasi HPB. Inflasi HPB tertinggi terjadi pada Subsektor Industri Pengilangan Minyak Bumi 1,68 persen dan terendah terjadi pada Subsektor Industri Susu dan Makanan dari Susu 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada Subsektor Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging, Ikan, dan Minyak Makan 0,29 persen, dan terendah terjadi pada Subsektor Industri Logam Dasar 0,01 persen.
Secara keseluruhan Sektor Industri pada November 2009 memberikan andil positif pada inflasi HPB umum sebesar 0,13 persen. Jenis barang yang dominan memberikan sumbangan positif pada inflasi HPB umum antara lain minyak diesel, minyak bakar, solar, SIR dan bahan baku plastik.
Kelompok Barang-barang Impor
Pada November 2009 indeks kelompok barang-barang Impor mengalami kenaikan 0,77 persen dari 157,66 pada Oktober 2009 menjadi 158,88 pada November 2009. Dari 19 subkelompok dalam kelompok Barang-barang Impor, 11 subkelompok mengalami inflasi HPB, 6 subkelompok mengalami deflasi HPB, dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi HPB tertinggi terjadi pada subkelompok hasil pertambangan dan penggalian 4,35 persen dan terendah terjadi pada subkelompok mesin pembangkit, perlengkapan, pengatur listrik dan lainnya 0,05 persen. Sedangkan deflasi HPB tertinggi terjadi pada subkelompok hasil industri barang galian bukan logam 2,14 persen, dan terendah terjadi pada subkelompok alat ukur, fotografi, optik, dsb. 0,01 persen. Subkelompok alat listrik untuk rumahtangga, dan subkelompok hasil industri lainnya, pada bulan ini tidak mengalami perubahan indeks.
Pada November 2009, kelompok barang-barang impor memberikan andil positif sebesar 0,13 persen pada inflasi HPB umum. Jenis barang impor yang dominan memberikan sumbangan positif pada inflasi HPB umum antara lain minyak bumi impor, barang-barang hasil kilang minyak impor, mesin- mesin untuk industri, dan gula pasir.
Kelompok Barang-barang Ekspor
Kelompok barang-barang Ekspor pada November 2009 mengalami inflasi HPB 2,01 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 131,16 pada Oktober 2009 menjadi 133,80 pada November 2009. Dari 22 subkelompok dalam kelompok Barang-barang Ekspor, 10 subkelompok mengalami inflasi HPB, 10 subkelompok mengalami deflasi HPB dan 2 subkelompok tidak mengalami perubahan indeks. Inflasi HPB tertinggi terjadi pada subkelompok hasil industri pengilangan minyak 6,72 persen, dan terendah terjadi pada subkelompok hasil industri alat ukur, fotografi, optik dan lainnya 0,39 persen. Sedangkan deflasi HPB tertinggi terjadi pada subkelompok hasil industri semen 3,48 persen, dan terendah pada subkelompok hasil industri barang-barang dari kayu, bambu, dan rotan 0,21 persen.
Pada November 2009, kelompok barang-barang ekspor memberikan andil positif pada inflasi HPB umum sebesar 0,36 persen. Jenis barang ekspor yang dominan memberikan sumbangan positif pada inflasi HPB umum antara lain gas alam cair, minyak kelapa sawit, kimia dasar kecuali pupuk, pakaian jadi dan karet olahan.
Kelompok Bangunan/Konstruksi
IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada November 2009 mengalami kenaikan dari 187,55 pada Oktober 2009 menjadi 188,19 pada November 2009 atau terjadi inflasi sebesar 0,34 persen.
Dari 5 kelompok bangunan dalam IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi, semua kelompok bangunan memberikan andil positif pada inflasi konstruksi Indonesia. Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal, kelompok Bangunan Pekerjaan Umum Untuk Pertanian, kelompok Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan & Pelabuhan, dan kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi, kelompok Bangunan Lainnya masing-masing menyumbang sebesar 0,18 persen;
0,05 persen; 0,08 persen; 0,01 persen dan 0,02 persen.
Tabel 2
Perubahan dan Andil Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia
Bulan November 2009 menurut Kelompok Jenis Bangunan (2005=100)
Kelompok Bangunan
IHPB Oktober
2009
IHPB November
2009
Perubahan IHPB November 2009
thd Oktober 2009
(%)
Andil Inflasi HPB November 2009
(1) (2) (3) (4) (5)
Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan
Tempat Tinggal 182,25 182,89 0,35 0,18
Bangunan Pekerjaan Umum Untuk
Pertanian 197,55 198,46 0,46 0,05
Pekerjaan Umum Untuk Jalan, Jembatan &
Pelabuhan 195,35 195,91 0,29 0,08
Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air
Minum dan Komunikasi 178,07 178,63 0,31 0,01
Bangunan Lainnya 187,76 188,55 0,42 0,02
Konstruksi Indonesia 187,55 188,19 0,34 0,34
Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada bulan November 2009, antara lain: hasil kilang minyak lainnya 2,01 persen, kayu gelondongan 1,31 persen, batu split 0,56 persen, aki (accu) 0,52 persen, bahan bangunan dari kayu 0,48 persen, dan semen 0,41 persen. Sedangkan kelompok bahan bangunan yang mengalami penurunan harga antara lain: alat berat dan perlengkapannya 0,40 persen, barang dari besi dan baja dasar 0,33 persen, barang-barang logam lainnya 0,12 persen, kayu lapis dan sejenisnya 0,09 persen, dan alat pertukangan dari logam 0,06 persen.
Tabel 3
Perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
Kelompok Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia Bulan November 2009 (2005=100)
Kelompok Bahan Bangunan Okt. 2009 IHPB Nov. 2009 IHPB Perubahan IHPB Nov. 2009 thd Okt. 2009 (%)
(1) (2) (3) (4)
1. Kayu gelondongan 209,11 211,84 1,31
2. Barang galian segala jenis 218,69 219,55 0,39
3. Kayu gergajian dan awetan 285,56 286,29 0,26
4. Kayu lapis dan sejenisnya 148,58 148,45 -0,09
5. Bahan bangunan dari kayu 269,50 270,80 0,48
6. Kertas dan sejenisnya 173,89 174,30 0,24
7. Cat, vernis dan lak 168,90 169,17 0,16
8. Aspal 284,27 284,49 0,08
9. Hasil kilang minyak lainnya 191,60 195,46 2,01
10. Barang-barang dari karet 215,78 215,78 0,00
11. Barang-barang plastik 149,13 149,30 0,11
12. Kaca lembaran 165,66 165,88 0,13
13. Bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 191,91 192,61 0,36
14. Semen 169,15 169,84 0,41
15. Batu split 190,54 191,60 0,56
16. Barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 180,79 180,95 0,09 17. Barang-barang dari besi dan baja dasar 154,91 154,40 -0,33 18. Barang-barang dari logam dasar bukan besi 117,22 117,19 -0,03
19. Alat pertukangan dari logam 178,95 178,85 -0,06
20. Bahan bangunan dari logam 188,94 188,99 0,03
21. Barang-barang logam lainnya 183,87 183,65 -0,12
22. Alat-alat berat dan perlengkapannya 145,27 144,69 -0,40 23. Mesin pembangkit dan motor listrik 120,31 120,28 -0,02
24. Perlengkapan listrik lainnya 179,15 179,40 0,14
25. Aki (accu) 205,80 206,88 0,52
Inflasi Konstruksi Indonesia 187,55 188,19 0,34