• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. pandangan dari masyarakat, wisatawan, dan pemirintah tentang persepsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. pandangan dari masyarakat, wisatawan, dan pemirintah tentang persepsi"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

27 3.1 Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi potensi ekowisata yang ada di Desa Aik Berik yang meliputi potensi ekowisata. Kemudian, potensi ekowisata harus mendapatkan pandangan dari masyarakat, wisatawan, dan pemirintah tentang persepsi pengembangan potensi ekowisata di Desa Aik Berik. Selanjutnya, potensi dan persepsi yang dihasilkan dari observasi serta wawancara dari narasumber sehingga potensi ekowisata dikelola dengan perencanaan yang berkelanjutan.

Penelitian ini digambarkan dengan deskriftif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian ini menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat, pertentangan 2 keadaan / lebih, hubungan antarvariabel, perbedaan antar fakta, pengaruh terhadap suatu kondisi, dan lain-lain.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Aik Berik Kecamatan Batu Keliang Utara. Desa Aik Berik terletak di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Teratak yang

(2)

wilayahnya terdiri dari delapan dusun kemudian di mekarkan menjadi 13 dusun yaitu Dusun Aik Berik Timur, Dusun Aik Berik Barat, Dusun Ranjok, Dusun Rembang Burung, Dusun Rembang Baru, Dusun Selak Aik Bawah, Dusun Selak Aik Atas, Dusun Gunung Jae, Dusun Pemotoh Barat, Dusun Pemotoh Gedang, Dusun Pemotoh Tengah, Dusun Pemotoh Timur, Dusun Pemotoh Seganteng.

Desa Aik Berik mempunyai luas wilayah 82.26 km 2 dengan batas-batas wilayah Desa Aik Berik adalah sebagai berikut : sebelah utara berbatasan dengan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebelah selatan berbatasan dengan Desa Teratak, sebelah timur berbatasan dengan Desa Setiling dan Desa Aik Bukak serta sebelah barat berbatasan dengan Desa Lantan. Kondisi geografis dibeberapa desa ini memiliki karakter yang sama.

Dari luas wilayah tersebut proporsi terbesar dari pola pemanfaatan lahan di Desa Aik Berik adalah perkebunan, hutan dan pertanian tanaman pangan, luas kawasan hutan Desa Aik Berik 3,482,5 Ha dengan luas lahan kering sebanyak 3.839 Ha, sedangkan untuk penggunaan lahan pertanian dan perkebunan atau ladang masing-masing seluas 347 Ha dan 316 Ha bangunan atau pemukiman di Desa Aik Berik mengambil porsi lahan hanya seluas 32 Ha lainnya hanya 9 Ha (Lombok Tengah dalam Angka 2012). Berikut ini Peta Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah :

(3)

Gambar 3.1 Peta Desa Aik Berik 3.3 Jenis dan Sumber Data

3.3.1 Jenis data 1. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang tidak berwujud angka-angka, melainkan berbentuk suatu penjelasan yang mengambarkan keadaan, proses atau

Lokasi Desa Aik Berik

(4)

peristiwa (Kriyanto : 2010). Data kualitatif dalam penelitian ini deskripsi potensi-potensi daya tarik wisata Desa Aik Berik, persepsi masyarakat dan wisatawan Desa Aik Berik, kondisi geografis, lingkungan alam, keadaan masyarakat, keingginan masyarakat, serta partisipasi masyarakat yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuisioner untuk persepsi masyarakat dan wisatawan.

2. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka (Kriyanto :2010).

Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah jumlah kunjungan wisatawan di Desa Aik Berik, jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah Dusun Desa Aik Berik.

3.3.2 Sumber Data 1. Sumber Data Primer

Sumber data primer yang dimaksud dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari masyarakat Desa Aik Berik dan dari beberapa informan kunci, baik itu pemerintah kabupaten Lombok Tengah maupun praktisi pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Data yang diperoleh tersebut berupa penjelasan mengenai data potensi fisik (sarana dan prasarana) serta data mengenai non fisik (cara hidup masyarakat, kepercayaan masyarakat, strategi pengembangan) dan bagaimana kesiapan masyarakat lokal di dalam menerima kunjungan wisatawan di daerahnya (Kriyanto : 2010).

(5)

2. Sumber Data Skunder

Sumber data skunder dalam penelitian ini adalah data yang dari instansi- instansi terkait seperti : Dinas Pariwisata, kantor Desa Aik Berik. Data juga bersal dari berbagai literatur atau daftar pustaka seperti: buku-buku penelitian, majalah, jurnal ilmiah, koran, dan sumber-sumber lainya yang terkait dengan masalah yang yang diajukan dalam penelitian (Kriyanto : 2010).

Tabel 1 : Jenis data kuantitatif & kualitatif

Jenis Data I. Potensi Ekowisata

II. Persepsi masyarakat dan

Wisatawan

III. Pegemban gan Ekowisata Data

Kualitatif

- Dilakukan observasi

lapangan untuk menentukan potensi - Kondisi

monografi/

kondisi wilayah Desa Aik Berik - Potensi Fisik

(keadaan

geografi, sarana dan prasarana pariwisata), kondisi non fisik (atraksi wisata, adat istiadat, aktifitas

masyarrakat, kesenian dan mata

pencaharian)

- Pendapat

masyarakat dan wisatawan

mengenai pengembangan ekowisata - Partisipasi

masyarakat untuk kemajuan Desa Aik Berik - Keinginan

masyarakat untuk kemajuan Desa Aik Berik - Motivasi

Wisatawan untuk berkunjung ke Desa Aik Berik

- Pendapat dari para pelaku

pariwisata tentang pengembang an kegiatan ekowisata - Pendapat

pemerintah kuhususnya Disbudpar Lombok Tengah

Data Kuantitatif

- - -

Sumber Data : Diolah dari hasil Obserasi (2014)

(6)

Tabel 2 : Sumber data primer dan sumber data skunder

Jenis data I. Potensi Ekowisata di Desa Aik Berik

II. Persepsi Masyarakat &

Wisatawan

III. Pengembangan Ekowisata Sumber

Data Primer

- Dilakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi Potensi

- Kepala Desa Aik Berik

- Masyarakat Desa Aik Berik

- Wisatawan - Stakeholder

- Masyarakat Desa Aik Berik - Wisatawan

- Stakeholder - Pihak Akademisi - Tokoh

Masyarakat

Sumber Data Skunder

- - -

Sumber Data : Diolah dari hasil Obserasi (2014)

3.4 Instrumen Penelitian

Untuk membantu untuk mendapatkan data yang akurat, dan mampu menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka diperlukan alat bantu seperti kamera (digital) untuk mendokumentasikan potensi yang dimiliki oleh Desa Aik Berik. Untuk mendapatkan data yang valid dan reliable dalam penelitian ini dugunakan beberapa instrument penelitian seperti pedoman wawancara untuk wawancara mendalam kepada masyarakat, pemerintah terkait, pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Barat, kemudian didukung oleh alat bantu seperti kamera, pedoman wawancara, dan buku catatan untuk observasi, serta angket untuk mengetahui persepsi masyarakat dan wisatawan.

(7)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 3.5.1 Observasi

Observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi atau keadaan Desa Aik Berik. Observasi dilakukan dengan pengamatan potensi Alam dan Budaya, sarana & prasarana wisata serta pengelolaan pariwisata seperti potensi ekowisata perkebunan, persawahan, air terjun, kondisi masyarakat, kondisi hutan, dan fasilitas-fasilitas umum di daya tarik ekowisata Desa Aik Berik.

1). Observasi sistematis dilakukan saat studi pendahuluan untuk mengetahui permasalahan dilokasi penelitian dengan data dan refrensi yang tersedia. Tahapan ini dilakukan sesuai dengan pendapat Brannen (1997) yaitu mengamati lebih dekat kondisi lapangan dengan melakukan pegataman biasa, dilakukan pencataatan sperlunya untuk menyusun instrument penelitian serta informan yang dihubungi saat penelitian selanjutnya (Kriyanto : 2010).

2). Observasi Partisipatoris, observasi ini diarahkan pada kegiatan wisata di Desa Aik Berik dengan cara mengamati dan mengikuti aktifitas tersebut, dibantu dengan menggunakan instrumen kamera dan tape recorder. Fokus pengamatan meliputi : aktifitas pertanian perkebunan

(8)

dan ekowasata lainya, aktifitas budaya, aktifitas wisatawan, pelaku wisata dan wisatawan (Kriyanto : 2010).

3.5.2 Wawancara mendalam (In-depth Interview)

Pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung untuk mengetahui data yang berhubungan dengan gejala sosial, budaya maupun ekonomi yang sifatnya kompleks. Metode penentuan informan menggunakan purposif sampling dengan menentukan kunci akan menunjukan informan kunci yaitu pihak yang dianggap berkompeten memberikan gambaran dan informasi yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini. Data yang tidak bisa diperoleh dengan data observasi diatasi melalui wawancara mendalam dengan informan informan seperti Kepala Desa Aik Berik, tokoh masyarakat, tokoh keamanan, tokoh agama, masyarakat dan pengelola pariwisata. Disamping itu juga, seorang pewawancara harus mengetahui karakter, dan latar belakang narasumber yang akan diwawancara sehingga informasi yang diinginkan oleh pewawancara (Kriyantono : 2010:107).

3.5.3 Penyebaran Angket (Kuisioner)

Penyebaran angket/kuisioner dilakukan untuk mengetahui persepsi wisatawan dan masyarakat. Tehnik ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat dan wisatawan terhadap potensi- potensi serta pengembagan Desa Aik Berik yang akan dikembangkan sebagai ekowisata yang berkelanjutan. Teknik penentuan responden

(9)

menggunakan sampel kebetulan (accidental sampling) yaitu memilih siapa saja wisatawan atau masyarakat yang dijumpai untuk dijadikan sampel Kriyantono (2010 : 161).

3.5.4 Studi Pustaka

Penelusuran dengan mengkaji teori, konsep dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini baik yang bersumber dari buku, jurnal, maupun dokumen-dokumen penting lainya dan dilakukan secara mendalam untuk memperkaya teori penelitian, penguatan konsep penelitian dan merekontruksikanya dengan fakta dalam penelitan khususnya yang terkait dengan penelitian pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.

3.5.5 Dokumetasi

Seluruh hasil pengumpulan data akan didokumentasikan baik dalam bentuk hard file maupun soft file untuk memperoleh tabulasi, interpretasi, dan analisis data lebih lanjut seperti gambar lingkungan Desa Aik Berik, kondisi perkampungan, data yang terkait dengan pembangunan sarana dan prasarana daya tarik ekowisata.

3.6 Tehnik Analisis Data

3.6.1 Analisis Deskriptif Kualitatif

Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriftif kaulitatif yang diaplikasikan pada setiap analisis permasalahan yang ada yaitu dengan menjelaskan atau menggunakan rincian penjelasan-penjelasan yang diperoleh dari responden dan narasumber. Data yang berupa angka-angka

(10)

seperti jumlah kunjungan wisatawan dan masyakat juga mendukung dalam proses analisis deskriftif kualitatif. Analisis ini memberikan gambaran yang jelas dan objektif mengenai fakta yang ada dilapangan yang dilakukaan dengan pendekatan analisa SWOT terhadap potensi Desa Aik Berik. Mengkaji kekuatan, kelamahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Desa Aik Berik sebagai daya tarik ekowisata.

3.6.2 Metode analisis SWOT

Analisis SWOT yaitu hasil analisis yang diperoleh pada tahun ini tidak sama dengan analisis yang dilakukan pada tahun yang akan datang. Karena hasil analisis sangat tergantung pada faktor-faktor seperti pengembangan ekonomi, stabilitas keamanan, dan keadaaan sosial yang melatar belakanginya. Untuk lebih jelasnya dapat dirinci sebagai berikut:

1. Strengths (kekuatan), dalam penelitian ini adalah hal-hal yang merupakan kelebihan yang dimiliki Desa Aik Berik (potensi fisik &

non fisik) yang layak dikembangkan menjadi ekowisata

2. Weakness (kelemahan), dalam penelitian ini adalah hal-hal yang merupakan kendala dan penghambat dalam pengembangan Desa Aik Berik sebagai kegiatan ekowisata yang ditangani dan merupakan pertimbangan pembangunan.

3. Opportunitiess (peluang), keadaan yang mendatagkan keuntungan bila dapat memanfaatkanya. Peluang tersebut dapat disebabkan oleh kondisi permintaan yang meningkat dan adanya kebijakan pemerintah.

(11)

Contohnya penambahan fasilitas dan memperluas kesempatan kerja serta pelestarian lingkungan

4. Threats (ancaman) keadaan apabila dibiarkan akan memberikan faktor yang berpengaruh terhadap ketidakberhasilan yang harus diwaspadai.

Tabel 3.1

Matriks Analisis SWOT IFAS

EFAS

○ Strengths (S)

Tentukan 5-10 faktor kekuatan internal

○ Weaknesses (W)

Tentukan 5-10 faktor kelemahan internal

○ Opportunities (O) Tentukan 5-10

faktor peluang eksternal

○ Strategi S-O

Ciptakan strategi yang menggunakan

kekuatan untuk memanfaatkan

peluang

○ Strategi W-O

Ciptakan strategi yang meminimalkan

kelemahan untuk memanfaatkan

peluang

○ Threats (T)

Tentukan 5-10 faktor

ancaman eksternal

○ Strategi S-T

Ciptakan strategi yang menggunakan

kekuatan untuk mengatasi ancaman

○ Strategi W-T

Ciptakan strategi meminimalkan

kelemahan dan menghindari ancaman Sumber: Rangkuti, 2002

Gambar

Gambar 3.1 Peta Desa Aik Berik   3.3 Jenis dan Sumber Data
Tabel 1 : Jenis data kuantitatif & kualitatif
Tabel 2 : Sumber data primer  dan sumber data skunder

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian im dimaksudkan untuk melihat persepsi wisatawan mancanegara terhadap kualitas objek dan daya tarik wisata Sumatera Utara.. Kajian ini diharapkan dapat memperluas

ABSTRAK PENGARUH E-WoM DAN DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNG WISATAWAN BERDASARKAN PERSEPSI DAYA TARIK WISATA MENURUT KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS Studi pada Taman Wisata

Pengaruh Daya Tarik Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Di De’ranch , Lembang Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. A.

Potensi Aktivitas Arkeologi Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus Untuk Meningkatkan Kualitas Pengalaman Wisatawan di Kawasan Prambanan. Kawasan Prambanan Potensi

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG WISATAWAN REMAJA PADA WISATA GRAMA TIRTA JATILUHUR (Studi Deskriptif di Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur Kabupaten

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “ Persepsi Wisatawan Mancanegara Terhadap Kualitas Pelayanan Pemandu Wisata Di Desa Wisata Pinge, Kecamatan Marga,

menyatakan setuju sebesar 36.66 %, Maka dari hal tersebut dapat dilihat bahwa secara umum kemananan perlu ditingkatkan supaya kegiatan wisata dan aktifitas masyarakat di Desa

Maka berdasarkan total 100 responden yang mengunjungi Embung Kledung tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi wisatawan terhadap variabel Ancillary Service di daya tarik wisata Embung