31
Universitas Kristen Petra
3. METODE PENELITIAN
3.1 Definisi Konseptual 3.1.1 Sikap
Sikap adalah suatu predisposisi (keadaan mudah terpengaruh) terhadap seseorang, ide, atau objek yang berisi komponen kognitif, afektif dan behavioral”
(Ahmadi, 2002, p.163). Endorser Dalam penelitian ini, yang akan diteliti adalah iklan Masuk Angin dengan menggunakan endorser “Jokowi” dimana terdapat dua komponen dalam endorser, yaitu daya tarik dan kredibilitas”.
3.1.2 Endorser
Endorser menurut Terence A. Shimp (1993:329) adalah pendukung iklan atau yang dikenal juga sebagai bintang iklan dalam mendukung iklan produknya.
Ada perbedaan antara kedua jenis pendukung dalam iklan, yaitu selebritis dan bukan selebritis. Keduanya memiliki perbedaan dan memiliki mekanisme yang berbeda untuk mempengaruhi sikap konsumen dan perilaku. Atribut (Performance) endorser menurut Terence A. Shimp (2003:468) terjemahan Revyani Sjahrial yaitu :
1. Komponen daya tarik :
a. Persamaan (similarity) (demografis, gaya hidup, kepribadian)
b. Pengenalan (familiarity) (dinilai berdasarkan keakraban dengan sosok yang ditampilkan, karena sering dijumpai di televisi)
c. Penyukaan (liking) (ekspresi wajah, gerakan tubuh, isyarat tangan, nada suara, pakaian)
2. Komponen kredibilitas :
a. Keahlian (expertise) (pengetahuam terhadap produk yang diiklankan, pengalaman yang terkait dengan produk yang diiklankan, ketrampilan yang berhubungan dengan topik lain)
b. Layak dipercaya (Trustworthiness) (dapat dipercaya, jujur, dan dapat diandalkan)
32
Universitas Kristen Petra
3.2 Definisi Operasional
Dalam penelitian ini hanya ada satu variabel yang akan dibahas, yaitu variabel sikap. Sikap memiliki tiga buah elemen pembentuk, yaitu : kognitif, afektif, dan konatif. Objek dari sikap dari penelitian ini adalah endorser Jokowi dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin, berdasarkan elemen daya tarik dan kredibilitas. Indikator sikap yang akan diuraikan dalam penelitian ini adalah : a. Komponen Kognitif
Endorser Jokowi Kw 2 dapat menggunakan bahasa Jawa khas Solo yang sama dengan Jokowi di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesederhanaan yang sama dengan Jokowi (yang ditampilkan di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin)
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kepribadian yang bersih, jujur dan ojok
“dumeh” yang sama dengan Jokowi dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki keakraban dengan sosok yang ditampilkan yaitu Jokowi
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki senyum tulus yang sama dengan Jokowi
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki gerakan tubuh dan bentuk tubuh kurus yang sama dengan Jokowi
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki gerakan tangan yang sama dengan Jokowi (Jari tangan membentuk angka 2)
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki nada suara rendah dan “logat” yang sama dengan Jokowi
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan berpakaian dengan Jokowi (baju kotak-kotak)
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki perilaku baik yang sama dengan Jokowi (blusukan dengan rakyat kecil)
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin berasal dari herbal
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dapat mengusir Masuk Angin
33
Universitas Kristen Petra
Endorser Jokowi Kw 2 sama dengan Jokowi, tidak memiliki pengalaman dalam mengkonsumsi produk Bintang Toedjoe Masuk Angin (karena latar belakang Jokowi bukan berasal dari dunia medis)
Endorser Jokowi Kw 2 sama dengan Jokowi, yaitu dapat menarik perhatian masyarakat kecil
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, untuk dipercaya dalam menyampaikan iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sebenarnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin
Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sejujurnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dan dapat dipercaya sebagai tokoh iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
b. Komponen Afektif
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena dapat menggunakan bahasa Jawa khas Solo yang sama dengan Jokowi di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki kesederhanaan yang sama dengan Jokowi (yang ditampilkan di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin)
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki kepribadian yang bersih, jujur dan ojok “dumeh” yang sama dengan Jokowi dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki keakraban dengan sosok yang ditampilkan yaitu Jokowi
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki senyum tulus yang sama dengan Jokowi
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki gerakan tubuh dan bentuk tubuh kurus yang sama dengan Jokowi
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki gerakan tangan yang sama dengan Jokowi (Jari tangan membentuk angka 2)
34
Universitas Kristen Petra
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki nada suara rendah dan “logat” yang sama dengan Jokowi
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki kesamaan berpakaian dengan Jokowi (baju kotak-kotak)
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki perilaku baik yang sama dengan Jokowi (blusukan dengan rakyat kecil)
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin berasal dari herbal
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2, karena memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dapat mengusir Masuk Angin
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2 karena sama dengan Jokowi, tidak memiliki pengalaman dalam mengkonsumsi produk Bintang Toedjoe Masuk Angin (karena latar belakang Jokowi bukan berasal dari dunia medis)
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2 karena sama dengan Jokowi, yaitu dapat menarik perhatian masyarakat kecil
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2 karena memiliki kesamaan dengan Jokowi, untuk dipercaya dalam menyampaikan iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2 karena memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sebenarnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda menyukai Endorser Jokowi Kw 2 karena memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sejujurnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dan dapat dipercaya sebagai tokoh iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
35
Universitas Kristen Petra
c. Komponen behavioral
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 dapat menggunakan bahasa Jawa khas Solo yang sama dengan Jokowi di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesederhanaan yang sama dengan Jokowi (yang ditampilkan di dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin)
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kepribadian yang bersih, jujur dan ojok “dumeh” yang sama dengan Jokowi dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki keakraban dengan sosok yang ditampilkan yaitu Jokowi
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki senyum tulus yang sama dengan Jokowi
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki gerakan tubuh dan bentuk tubuh kurus yang sama dengan Jokowi
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki gerakan tangan yang sama dengan Jokowi (Jari tangan membentuk angka 2)
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki nada suara rendah dan “logat” yang sama dengan Jokowi
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan berpakaian dengan Jokowi (baju kotak-kotak)
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki perilaku baik yang sama dengan Jokowi (blusukan dengan rakyat kecil)
36
Universitas Kristen Petra
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin berasal dari herbal
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, mengetahui bahwa produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dapat mengusir Masuk Angin
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 sama dengan Jokowi, tidak memiliki pengalaman dalam mengkonsumsi produk Bintang Toedjoe Masuk Angin (karena latar belakang Jokowi bukan berasal dari dunia medis)
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 sama dengan Jokowi, yaitu dapat menarik perhatian masyarakat kecil
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi, untuk dipercaya dalam menyampaikan iklan
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sebenarnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin
Anda cenderung ingin mengkonsumsi Bintang Toedjoe Masuk Angin, karena Endorser Jokowi Kw 2 memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu mengatakan sejujurnya mengenai produk Bintang Toedjoe Masuk Angin dan dapat dipercaya sebagai tokoh iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin.
3.3 Jenis Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kuantitaf dengan jenis penelitian deskriptif. Kuantitaf deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan secara ringkas kondisi yang terjadi di dalam masyarakat yang menjadi objek penelitian (Bungin, 2001).
37
Universitas Kristen Petra
Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Penelitian deskriptif ditunjukan untuk : mengumpulkan informasi secara actual serta rincian yang melukiskan gejala yang ada, mengindentifikasikan masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi, dan menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang (Rakhmat, 1999). Penelitian kuantitatif digunakan karena untuk mengetahui sikap masyarakat Surabaya pada endorser Jokowi KW 2.
3.4 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Survei adalah penyelidikan yang akan diadakan untuk memperoleh fakta- fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode survei membedah serta mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung (Nazir, 2005).
3.5 Subjek dan objek penelitian
Dalam penelitian ini, subjek penelitian yang difokuskan adalah masyarakat Surabaya yang melihat iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin versi Jokowi KW2.
Sedangkan, objek penelitian ini di fokuskan pada typical person endorser Jokowi KW2.
3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2002, p.55).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah penduduk kota Surabaya yang
38
Universitas Kristen Petra
berusia 18-72 tahun sebanyak 1.303.753 (Badan Pusat Statistik Kota Surabaya, 2012).
3.6.2 Sampel
Dalam menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini, peneliti berpedoman pada pendapat Fraenkel dan Wallen (1993, p.92) menyarankan bahwa besar sampel penelitian deskriptif sebanyak 100 (Sigit, 1999, p.70).
Sehingga, pada penelitian ini jumlah sampel berjumlah 100 orang responden dari populasi yang pernah melihat iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin versi Jokowi KW2. Peneliti akan memilih sampel yang representatif untuk mewakili populasi yang ada.
Mengingat populasi yang terlalu besar, maka peneliti akan menetapkan sampel yang dianggap telah mewakili populasi dengan jumlah yang lebih kecil dan dianggap representatif. Melalui pendekatan statistik, menurut Slovin, yang dikutip oleh Umar (Ruslan, 2004, p.150), dengan rumus sebagai berikut:
n = 2
1 Ne N
; Keterangan:
N = Jumlah Populasi n = Jumlah Sampel
e = Persen kelonggaran ketidaktelitian 10%
n = 1 (1.303.753 (0,1 )) 1.303.753
2
n = 99,99233
Berdasarkan hasil rumus slovin diatas diperoleh sampel sebesar 99,99233 yang dibulatkan menjadi 100 sampel. Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.
39
Universitas Kristen Petra
3.6.3 Teknik Sampling
Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk penarikan sampel adalah teknik non probability sampling, yaitu purposive sampling, yaitu semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel, disebabkan pertimbangan-pertimbangan tertentu oleh peneliti (Kriyantono, 2009, p.156).
Purposive sampling adalah teknik untuk mencakup orang-orang yang telah diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat periset berdasarkan tujuan riset. Sedangkan, orang-orang dalam populasi yang tidak sesuai dengan kriteria tersebut tidak dijadikan sampel. Pada penelitian ini, 100 responden yang menjadi sampel juga harus memenuhi kriteria-kriteria yang dibuat oleh peneliti, yaitu : 1. Responden berusia 18 hingga 72 tahun.
2. Responden pernah melihat iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin versi Jokowi KW2.
3.7 Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara dalam mengumpulkan data-data dari lapangan untuk digeneralisasi dan dianalisis. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara observasi, penyebaran kuesioner dan pengumpulan data-data sekunder (Rakmat, 2001, p.96).
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Data primer
Data yang diambil dari sumber data primer atau sumber pertama dimana sebuah data dihasilkan di lapangan (Umar, 2000, p.130)
2. Data sekunder
Data yang diperoleh dari sumber kedua sesudah data primer (Umar, 2000, p.130).
Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Jumlah kuesioner yang akan dibagikan adalah berjumlah 100 kuesioner, yang akan dibagikan kepada 100 orang. Dimana, setiap responden yang memenuhi kriteria boleh mengisi satu kuesioner. Selanjutnya, adapun tahapan dalam pembagian kuesioner yang dilakukan peneliti, yaitu :
40
Universitas Kristen Petra
1. Peneliti mencari responden sesuai dengan yang ditemui di lapangan, kemudian peneliti menentukan calon responden yang sesuai, berdasarkan karakteristik responden.
2. Apabila sesuai, maka calon responden berhak mengisi kuesioner.
3.8 Teknik Pengukuran Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 3 teknik pengukuran data yaitu observasi, survey dan Wawancara.
Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala ini memungkinkan responden untuk mengeskpresikan intensitas perasaan mereka (Sekaran, 2006, p.31-32). Skala likert ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial (Ridwan, 2003, p.12).
Cara pengukurannya dengan menghadapkan seseorang responden pada sebuah pertanyaan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban. Pilihan jawaban pertanyaan digolongkan menjadi lima kategori, yaitu : Sangat Suka (SS), Suka (S), Netral (N), Tidak Suka (TS), dan Sangat Tidak Suka (STS).
Dalam penelitian ini kriteria sangat positif hingga sangat negatif nantinya akan diberi bobot dan dianalisa sebagai mana dicatat di bawah ini : (Hadi, 2002, p.20)
- Sangat Suka (SS) : 5
- Suka (S) : 4
- Netral (N) : 3
- Tidak Suka (TS) : 2
- Sangat Tidak suka (STS) : 1
- Untuk mengkategorikan rata-rata tanggapan responden digunakan interval kelas yang dicari dengan rumus sebagai berikut:
33 , 3 1
1 5 Kelas
Jumlah
Terendah Nilai
Tertinggi Nilai
Kelas
Interval
Dengan interval kelas 1,33 kemudian disusun kriteria rata-rata tanggapan responden yang disajikan pada tabel di bawah ini:
41
Universitas Kristen Petra
Tabel 3.1
Kategori Rata-Rata Tanggapan Responden
Interval Kategori
1,00 – 2,33 Negatif
2,34 – 3,67 Netral
3,68 – 5,00 Positif
Sumber : Simamora, 2004
Azwar mengatakan orang yang setuju, mendukung atau memihak terhadap suatu objek berarti memiliki sikap yang arahnya positif sebaliknya mereka yang tidak setuju atau tidak mendukung dikatakan sebagai memiliki sikap yang arahnya negatif (Azwar, 2007, p.88). Sedangkan sikap netral diartikan sebagai sikap tidak memihak. Sikap yang tidak memihak atau netral tetap disebut sikap juga walaupun arahnyatidak positif dan tidak negatif. Orang dapat saja bersikap netral secara konsisten.
Interval kelas digunakan untuk mengkategorikan mean jawaban responden. 5 berasal dari komponen jawaban responden yaitu (Sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, sangat tidak setuju). Jumlah kelas yaitu ada 3 karena ada yaitu positif, netral dan negatif (Simamora, 2002, p.203).
3.9. Uji Validitas dan Reliabilitas 1.9.1 Uji Validitas
Sebelum melakukan analisa, harus diuji dulu apakah pertanyaan- pertanyaan pada kuesioner ini reliable dan valid. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid apabila pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Dalam penelitian ini, uji validitas akan dilihat dari hasil corrected item total correlation dengan ketentuan bahwa variabel yang diteliti dinyatakan valid apabila nilai corrected item total correlation adalah lebih besar bila dibandingkan dengan r tabel (Santoso&Ashari, 2005)
42
Universitas Kristen Petra
3.9.2 Uji Reliabilitas
Menurut Simamora (2002, p.63), “reliabilitas adalah tingkat keandalan kuesioner yang merupakan indikator dari variabel”. Kuesioner yang reliable adalah kuesioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama.
Pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one shot (pengukuran sekali) melalui pengukuran korelasi antara pernyataan. “Uji realibilitas akan dilakukan dengan uji statistik alpha cronbach adalah diatas 0,6”
(Santoso&Ashari, 2005, p.251).
3.9.3 Deskriptif Frekuensi
Deskriptif frekuensi bertujuan untuk menampilkan dan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terdiri atas satu variabel saja. Perhitungan datanya dapat dilakukan dengan menghitung frekuensi data tersebut kemudian dipresentasekan (Bungin, 2007, p.171). Tabel frekuensi ini nantinya akan menggambarkan penyebaran data yang berasal dari kuesioner.
3.10 Teknik Analisis Data
Dalam menganalisis data dalam penelitian mengenai sikap masyarakat Surabaya pada endorser Jokowi KW2 dalam iklan Bintang Toedjoe Masuk Angin, teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah “statistik yang digunakan untuk memberikan informasi kepada peneliti mengenai karakteristik variabel yang digunakan dalam penelitian ini”
(Silalahi, 2003, p.82).
Dalam program SPSS For Windows version 13.0, metode statistik deskriptif dapat digunakan untuk menghasilkan gambaran data berupa tabel frekuensi dan tabulasi silang (crosstab). Tabel frekuensi digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk satu variabel saja dan tabulasi silang (crosstab) digunakan untuk menampilkan data dalam kolom dan baris.