• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT ACE HARDWARE INDONESIA TBK PERIODE OLEH: ANNISA WAHYUNI P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS AKHIR ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT ACE HARDWARE INDONESIA TBK PERIODE OLEH: ANNISA WAHYUNI P"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT ACE HARDWARE INDONESIA TBK PERIODE 2015-2017

OLEH:

ANNISA WAHYUNI P 152101037

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, Karunia dan Kasih-SayangNya, yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga peneliti dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dengan judul “Analisis Rasio Keuangan Pada PT Ace Hardware Indonesia Tbk Periode 2015–2017”. Tujuan penelitian ini guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III (DIII) Jurusan Keuangan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, peneliti banyak mendapat bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sehingga pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ramli SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si, selaku Ketua Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar, SP., MBA., selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan sebagai Dosen Penguji Tugas Akhir.

4. Bapak Drs. Syahyunan, M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang selalu memberikan saran-saran serta petunjuk dan bimbingan kepada peneliti.

(4)

5. Seluruh Dosen Pengajar dan Pegawai di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

6. Teristimewa kepada kedua orang tua peneliti, yaitu Ayahanda Abdul Aziz Parinduri dan Ibunda Nila Wati, SH serta Abang tercinta Achmad Azhari Parinduri yang telah memberikan segenap kasih sayang, doa, dukungan dan semangat, sehingga peneliti dapat menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7. Kepada teman-teman seperjuangan yang selalu membantu saya dalam penyelesaian Tugas Akhir ini: Nepa, Nia, Liza, Ziah, Fika, Supriadi, Danu, Rizky, Ardiansyah dan teman-teman keuangan angkatan 2015 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

8. Kepada teman-teman terbaikku Yuniar, Icak, Widya, Fida, Listya yang selalu memberikan harapan dan dukungan selama penyelesaian Tugas Akhir ini.

Atas bantuan dan dorongan tersebut, peneliti hanya bisa berdoa semoga amal baik yang telah diberikan kiranya dibalas oleh Allah SWT, dan peneliti berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi semua pihak.

Medan, Agustus 2018

Peneliti

Annisa Wahyuni P

152101037

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 3

1.3. Tujuan Penelitian ... 3

1.4. Manfaat Penelitian ... 4

1.5. Jadwal Kegiatan ... 4

1.6. Sistematika Penulisan ... 5

BAB II ... PROFIL PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat ... 6

2.2. Visi dan Misi Perusahaan ... 8

2.3. Struktur Organisasi ... 9

2.4. Job Description ... 10

2.5. Jaringan Usaha Kegiatan ... 13

2.6. Kinerja Usaha Terkini ... 14

2.7. Rencana Kegiatan ... 15

BAB III ... PEMBAHASAN 3.1. Laporan Keuangan Perusahaan ... 16

3.2. Tujuan Laporan Keuangan ... 17

3.3. Keterbatasan Laporan Keuangan ... 17

3.4. Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan ... 19

3.5. Jenis Laporan Keuangan ... 22

3.6. Analisis Rasio Keuangan... 23

3.7. Jenis-jenis Rasio Keuangan ... 23

3.8. Laporan Keuangan Perusahaan ... 24

3.9. Analisis Rasio Keuangan Perusahaan ... 29

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan ... 42

4.2. Saran ... 43 DAFTAR PUSTAKA

(6)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1 Ikhtisar Data Keuangan Perusahaan ... 2

1.2 Jadwal Kegiatan Observasi Tugas Akhir ... 4

2.1 Jaringan Usaha Kegiatan PT Ace Hardware Indonesia Tbk ... 13

3.1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ... 24

3.2 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) ... 25

3.3 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Lanjutan) ... 26

3.4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif Kosolidasian ... 27

3.5 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif (Lanjutan) ... 28

3.6 Perhitungan Current Ratio ... 29

3.7 Perhitungan Quick Ratio ... 31

3.8 Perhitungan Cash Ratio ... 32

3.9 Perhitungan Debt Ratio ... 33

3.10Perhitungan Debt to Equity Ratio ... 34

3.11 Perhitungan Total Assets Turnover ... 35

3.12 Perhitungan Fixed Assets Turnover ... 36

3.13Perhitungan Inventory Turnover ... 37

3.14Perhitungan Gross Profit Margin ... 38

3.15 Perhitungan Net Profit Margin ... 39

3.16 Perhitungan Return on Investment ... 40

3.17 Perhitungan Return on Equity ... 41

(7)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1 Struktur Organisasi PT Ace Hardware Indonesia Tbk ... 9 2.2 Jaringan Usaha Kegiatan PT Ace Hardware Indonesia Tbk ... 13

(8)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PT. Ace Hardware Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang perlengkapan rumah dan produk gaya hidup yang kini telah berkembang menjadi korporasi yang mendunia. Dimana awalnya dimulai dengan sebuah toko kecil di Chicago, kini Ace Hardware telah merambah kebanyak negara termasuk ke Indonesia. Selain di Indonesia Ace Hardware sudah merambah di lebih dari 60 negara. Mulai dari Asia Tengah sampai Inggris, dan dari Indonesia sampai Meksiko dengan total lebih dari 5.000 toko di seluruh dunia. Dalam kegiatannya, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk perlu menganalisis laporan keuangan untuk memudahkannya dalam menyusun perencanaan dan pengembangan perusahaan.

Laporan keuangan umumnya disajikan untuk memberi informasi mengenai posisi-posisi keuangan, kinerja dan arus kas suatu perusahaan dalam periode tertentu. Laporan keuangan dasar yang bisa digunakan dalam melakukan analisis adalah neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Laporan keuangan juga ditujukanuntuk menilai prestasi perusahaan, mengetahui sampai dimana keberhasilan perkembangan perusahaan, serta peningkatan atau penurunan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Sebagai sumber informasi, laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

(9)

Salah satu cara untuk mengetahui kinerja keuangan PT Ace Hardware dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangannya.

Tabel 1.1

Ikhtisar Data Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk.

Tahun 2015-2017 (Rp. Jutaan)

Tahun

Total Aset Lancar

Total Aset Tidak Lancar

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas Jangka Panjang

Ekuitas Laba Bersih 2015 2.467.394 800.156 412.288 226,436 2.628,825 591.827 2016 2.822.070 909.032 388.652 293,720 3.048.728 682.765 2017 3.358.272 1.070.568 478.210 440.210 3.510.421 741.797

Sumber: ACES Annual Report http://www.idx.co.id (2018)

Tabel 1.1, berisikan ikhtisar data keuangan tahun 2015 - 2017 yang memberikan gambaran perubahan posisi keuangan PT Ace Hardware Indonesia pada tahun-tahun tersebut. Setiap tahun terlihat peningkatan jumlah baik total asset lancar, asset tidak lancar, hutang jangka panjang maupun ekuitas perusahaan. Hal ini juga dibarengi dengan terus meningkatnya laba perusahaan yang terus menerus menunjukkan angka yang semakin besar. Liabilitas jangka pendek perusahaan sempat mengalami penurunan pada tahun 2016, namun tetap tidak mempengaruhi perolehan laba perusahaan. Perubahan posisi keuangan tersebut belum cukup untuk menjelaskan perubahan kinerja perusahaan disetiap tahunnya. Diperlukan analisis yang lebih spesifik untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang peningkatan maupun penurunan kinerja perusahaan disetiap tahunnya.

Untuk hal ini digunakan suatu standar pembanding rasioyang disebut dengan rasio keuangan.Analisis rasio keuangan merupakan cara penting untuk

(10)

menyatakan hubungan-hubungan yang bermakna diantara komponen-komponen dari laporan keuangan. Analisis rasio menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah lain, dan dengan menggunakan alat analisis rasio akan menjelaskan atau menggambarkan kepada penganalisa baik atau buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan. Ada empat rasio yang dipakai dalam penelitian yaitu rasiolikuiditas,leverage, aktivitas, dan profitabilitas.

Hasil analisis rasio keuangan ini akan sangat bermanfaat bagi pihak-pihak tertentu. Adapun pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan tersebut adalah Manager/Pimpinan perusahaan, pemilik perusahaan/pemegang saham, investor, kreditor dan pemerintah.

Berdasarkan uraian di latar belakang, maka peneliti tertarik untuk melakukan peneilitian dengan judul ”Analisis Rasio Keuangan Pada PT Ace Hardware Indonesia Tbk Periode 2015 - 2017”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah penelitian adalah bagaimana kondisi keuangan PT. Ace

Hardware Indonesia Tbk bila dilihat dari analisis rasio-rasio keuangan (likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas) untuk periode 2015 – 2017?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi keuangan PT.

Ace Hardware Indonesia Tbk yang dilihat dari rasio-rasio keuangan (likuiditas, leverage, aktivitas dan profitabilitas) untuk periode 2015 – 2017.

(11)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian diharapkan tidak hanya bagi peneliti, namun juga bagi perusahaan dan pihak lainnya :

1. Bagi PT. Ace Hardware Indonesia

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi PT. Ace Hardware Indonesia Tbk dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan tersebut pada masa yang akan datang.

2. Bagi Peneliti

Untuk menambah dan memperluas wawasan dalam bidang keuangan khususnya mengenai analisis rasio suatu perusahaan.

3. Bagi Pihak Lain

Penelitian berharap hasil penilitian ini dapat menambah pengatahuan, wawasan, dan sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut.

1.5. Jadwal Kegiatan

Penelitian ini dilakukan oleh penulis pada PT. Ace Hardware Indonesia Tbk. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 1 Maret 2018 sampai 31 Mei 2018.

Dapat dilihat dari tabel 1.2 berikut:

Tabel 1.2.

Jadwal Kegiatan Observasi Tugas Akhir No Kegiatan

Maret April Mei

Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke I II III IV I II III IV I II III IV 1 Persiapan 2

Pengumpulan

Data

3 Penulisan

(12)

1.6. Sistematika Penulisan

Tugas akhir ini dibagi atas 4 (empat) bab dan setiap babnya dibagi atas beberapa sub bab antara lain:

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam Bab ini, penulis menjelaskan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian, jadwal penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : PROFIL PERUSAHAAN

Dalam Bab ini, menjelaskan mengenai sejarah ringkas PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, struktur organisasi, job description, jenis kegiatan, kinerja usaha terkini, dan rencana kegiatan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk.

BAB III : PEMBAHASAN

Dalam Bab ini, menjelaskan mengenai teori dan pembahasan penelitian sesuai dengan topik yang diambil.

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam Bab ini, penulis akan mengambil kesimpulan dari penelitian yang dilakukan pada PT. Ace Hardware Indonesia Tbk dan beberapa saran yang mungkin akan bermanfaat bagi PT. Ace Hardware Indonesia Tbk.

(13)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk

Salah satu perusahaan yang berfokus untuk memenuhi kebutuhan produk rumah tangga dan perkakas yang berkualitas tinggi PT. Ace Hardware Indonesia memiliki banyak pesaing, beberapa pesaing PT.Ace Hardware antara lain Kawan Lama, Mitra dan Homesmart. Bermula dari Mr. Richard Hesse mengambil alih sebuah usaha toko perkakas kecil tahun 1920 di Chicago, Illionis, Amerika Serikat. Pada tahun 1922, MR.Hesse mengumpulkan beberapa pemilik toko perkakas dan mengusulkan untuk menggabungkan toko mereka menjadi suatu koperasi yang menjual alat-alat kebutuhan rumah tangga yang memiliki posisi lebih kuat dan berpengaruh terhadap para produsen barang, khususnya dalam hal penentuan harga.

Pada tahun 1924, Mr. Hesse bertemu dengan Mr. Frank Burke dari Waukagen, Illionis yang juga memiliki ide yang sama tentang pembentukan koperasi, sehingga pada tahun itu juga, mereka resmi menggabungkan kedua perusahaan tersebut. Pada tahun 1928, secara resmi The ACE Company didirikan.Pada tahun 1930, Amerika Serikat mengalami depresi ekonomi yang berkepanjangan, tetapi Ace Hardware tetap tumbuh berkembang dengan ditandai semakin bertambahnya anggota yang bergabung, jenis produk yang dijual dan pembukaan cabang-cabang baru di seluruh Amerika.Pada tahun 1931, kantor pusatAce hardware pindah dari Chicago ke Winconsin dan kemudian berkembang pesat ke area Midwest sampai dengan pertengahan tahun 1940. Pada tahun 1950,

(14)

Ace Hardware mulai melakukan standarisasi penampilan toko dan aspek-aspek operasionalnya.Pada tahun 1974, Mr. Hesse, pendiri Ace Hardware, menjual seluruh sahamnya kepada para dealer. Semenjak itu Ace Hardware berkembang menjadi koperasi terbesar di Amerika Serikat. Hingga saat ini Ace Hardware telah memiliki pabrik sendiri yang memproduksi produk-produknya dengan jumlah produk mencapai 7000 jenis barang. Perusahaan Ace Hardware telah berkembang menjadi sebuah korporasi yang mendunia. Di mulai dengan sebuah toko kecil di Chicago, kini Ace Hardware telah merambah ke banyak negara termasuk Indonesia.

PT.Ace Hardware Indonesia Tbk adalah termasuk perusahaan ritel terbaik di Indonesia yang beroperasi sebagai perusahaan dengan pusat perlengkapan rumah & gaya hidup terlengkap.PT.Ace Hardware Indonesia Tbk awalnya didirikan dengan nama PT. Kawan Lama pada tanggal 3 Februari 1995 oleh Kuncoro Wibowo. Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama perusahaan berubah menjadi PT. Ace Indoritel Perkakas dan kemudian pada tanggal 28 Agustus 2001 nama perusahaan selanjutnya diubah menjadi PT. Ace Hardware Indonesia. Ace Hardware hadir di Indonesia pada tahun 1995 dengan nama PT. Ace Indoritel Perkakas namun pada tahun 2001 berganti nama menjadi PT. Ace Hardware Indonesia Tbk.

Toko Ace Hardware Indonesia pertama dibuka di Supermal Karawaci, Tangerang, pada tahun yang sama, diikuti rentetan toko lain di berbagai wilayah secara cepat. Pertumbuhan pesat ini ditunjang penuh oleh berbagai gudang logistik di titik-titik sentral, sistem distribusi modern yang terintegrasi, beserta

(15)

para staf profesional yang kemampuannya senantiasa ditingkatkan via berbagai training, seminar, dan sistem peningkatan keterampilan.

Kini Ace Hardware Indonesia menjadipusat perlengkapan rumah & gaya hidup terlengkap, dengan 99 toko di beraneka pusat keramaian pada kota-kota besar di Indonesia. Toko Ace Hardware Indonesia terbesar, yang sekaligus paling besar di Dunia, terletak di Alam Sutera, Serpong - Tangerang. Ace Alam Sutera ialah Flagship dari Toko Ace di negeri ini, yang memiliki luas 15.000 meter persegi, dan menyediakan lebih dari 75.000 tipe produk berkualitas dalam kategori lengkap. Terobosan dalam hal menyediakan banyak macam produk di bawah satu atap membuat Ace menjadi destinasi utama dalam mencari solusi perlengkapan rumah dan gaya hidup keluarga modern Indonesia.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan

2.2.1 Visi PT.Ace Hardware Indonesia

Visi PT. Ace Hardware Indonesia adalah “Kami berusaha menjadi pusat ritel perlengkapan rumah dan gaya hidup yang terdepan di Indonesia”.

2.2.2Misi PT.Ace Hardware Indonesia

Misi PT. Ace Hardware Indonesia adalah “Kami bertujuan memberikan pilihan lengkap untuk produk berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, ditunjang pelayanan pelanggan oleh tim profesional”.

(16)

2.3 Struktur Organisasi PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

Untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh PT.

Ace Hardware Indonesia Tbk maka disusun struktur organisasi yang tujuannya memberikan gambaran mengenai tugas dan wewenang dari masing-masing karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Sumber:http://www.acehardware.co.id/id/about/page/organization-structure/403/,2018

Gambar 2.1

Struktur Organisasi PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

(17)

2.4 Job Description

Terkait dengan Struktur Organisasi Perusahaan,dapat dijelaskan tugas dari setiap bagian sebagai berikut :

1. Dewan komisaris

Tugas dewan komisaris adalah sebagai berikut:

1. Memberikan pengarahan dan nasehat kepada Direksi dalam menjalankan tugasnya.

2. Melakukan pengawasan atas kebijakan Direksi dalam menjalankan Perusahaan.

3. Mengevaluasi rencana kerja dan anggaran Perusahaan serta mengikuti perkembangan Perusahaan apabila terdapat gejala yang menunjukkan perusahaan sedang dalam masalah.

2. Komite Audit

Tugas komite audit adalah sebagia berikut :

1. Melakukan penelahan atas informasi keuangan yang dikeluarkan Perusahaan seperti laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya.

2. Memberi rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian interen serta pelaksanaannya.

3. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk mengambil kekputusan yang bersifat material.

3. Direksi

Tugas direksi adalah sebagai berikut:

(18)

1. Membuat daftar pemegang saham daftar khusus,risalah RUPS dan risalah rapat direksi.

2. Membuat laporan tahunan dokumen keuangan Perseroan.

3. Memelihara seluruh daftar risalah dan dokumen keuangan Perseroan.

4. Sekretaris Perusahaan

Tugas sekretaris perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Meyiapkan agenda rapat pimpinan.

2. Menerima telepon untuk pimpinan.

3. Membuat janji dengan klien.

4. Menjadi notulen rapat.

5. Human Capital

Tugas human capital adalah sebagai berikut:

1. Memberikan arahan strategi dibidang sumber daya manusia, membuat kebijakan umum dibidang sumber daya manusia termasuk perubahan- perubahannya.

2. Melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab lain yang mungkin diberikan oleh Direksi kepada Komite Human Capital.

3. Melaporkan hasil rapat kepada Direksi.

6. Controller & Support

Tugas controller & support adalah sebagai berikut :

1. Memilih dan menentukan metode akuntasi yang digunakan.

2. Monitoring.

3. Mengawasi proses pelaksanaan akuntasi keuangan.

(19)

4. Mengawasi proses pelaksanaan akuntasi manajemen.

7. Bisnis Development

Tugas bisnis development adalah sebagai berikut:

1. Melihat dan menganalisa potensi pasar dan trend belanja customer.

2. Mereposisi produk yang sudah ada, melaluli analisis swot.

8. Marketing Communication

Tugas marketing communication adalah sebagai berikut:

1. Melakukan promosi.

2. Melakukan iklan.

3. Melakukan pemasaran langsung . 4. Melakukan penjualan pribadi.

9. Merchandiser

Tugas merchandiser adalah sebagai berikut:

1. Memajang, mendisplay, merapikan dan menata produk.

2. Menjaga kebersihan produk.

3. Menjalankan semua program promosi perusahaan.

4. Membantu menjaga stok produk dan memperlebar shelving di etalase toko modern market / tradisional market.

5. Membuat hasil laporan yang ditentukan oleh perusahaan.

10. Operation

Tugas operation adalah sebagai berikut :

1. Mengelola dan meningkatkan efektivitas dan efesiensi operasi perusahaan.

(20)

2. Memagkas habis biaya-biaya operasi yang sama sekali tidak menguntungkan perusahaan.

3. Meneliti teknologi baru dan metode alternatif efesiensi.

4. Mengawasi persediaan, distribusi barang dan tata letak fasilitas operasional.

5. Mengawasi produksi barang.

2.5 Jaringan Perusahaan

Berikut ini gambaran mengenai jaringan perusahaan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk yang tersebar di Indonesia.

Sumber: http://www.acehardware.co.id(2018)

Gambar: 2.2

Jaringan Usaha Kegiatan PT Ace Hardware Indonesia Yang Terdiri Dari 127 Gerai Di 33 Kota Dengan 75.000 Jenis Produk

Keunikan gerai, kelengkapan produk berkualitas, serta layanan yang terus ditingkatkan menjadi keunggulan gerai Ace Hardware Indonesia, yang mendorong peningkatan kunjungan pelanggan setia maupun pelanggan baru.

Berikut ini jaringan usaha PT. Ace Hardware Indonesia.

(21)

Tabel 2.1

Jumlah Gerai PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, di Indonesia

No Provinsi Jumlah Gerai

1 Jakarta Utara 19 gerai

2 Jakarta Timur 22 gerai

3 Jakarta Barat 17 gerai

4 Jawa Barat 14 gerai

5 Jawa Timur 12 gerai

6 Jawa tengah 8 gerai

7 Kalimantan Timur 3 gerai

8 Kalimantan Selatan 2 gerai

9 Kalimantan Barat 1 gerai

10 Sulawesi Selatan 4 gerai

11 Sulawesi Utara 1 gerai

12 Sumatera 23 gerai

Sumber: : http://www.acehardware.co.id (2018)

2.6 Kinerja Usaha Terkini

Di lihat dari perilaku masyarakat dalam berbelanja kini semakin beragam di tambah dengan kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi yang pesat turut berperan dalam menciptakan fenomena baru cara belanja yang lebih praktis,cepat, dan aman. Impian akan The Omnichannel experience, pelayanan terpadu yang dapat membedakan dari situs e-commerce lainnya menjadi sebuah rencana bisnis yang siap untuk diluncurkan untuk diperkenalkan kepada pasar.Inilah mengapa Kawan Lama Group meluncurkan sebuah situs belanja online dengan nama ruparupa pada 25 April 2016.

Menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berbelanja produk Ace Hardware, Informa Furnishings, Toys Kingdom, Ofice 1, dan produk Group lainnya. Kehadiran gerai online ini diharapkan akan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berbelanja produk Ace Hardware.Ruparupa.com

(22)

memungkinkan pelanggan untuk memesan produk secara online dan mengambilnya di toko, menikmati penawaran promosi online yang sama dengan toko fisik, namun tak menutup kemungkinan adanya penawaran spesial berupa promo retail untuk produk-produk tertentu, serta mendapatkan pelayanan yang sama.

2.7 Rencana Kegiatan

PT.Ace Hardware Indonesia Tbk, masih berniat ekspansi gerai pada tahun 2018.Perusahaan akan fokus menambah gerai di luar pulau jawa untuk memertakan peta pertokoan milik perseroan di Indonesia dan memudahkan akses konsumen pada produk Ace Hardware. Ace Hardware tetap akan menjaga kualitas produk dan kenyamanan pelanggannya saat di gerai dengan pelayanan yang baik oleh tim profesional.

Tanzil, sekretaris perusahaan Ace Hardware menyampaikan tahun 2018 ini PT.Ace Hardware Indonesia Tbk merencanakan pembukaan gerai sebanyak 10-15 toko. Target pembukannya akan dibagi rata pada semester pertama dan kedua tahun 2018. Menurutnya, pasar luar jawa bakal semakin diintensifkan lantaran mencatat pertumbuhan penjualan setiap gerai atau Same Store Sales Growth (SSSG) yang lebih baik dari pada gerai di pulau jawa.

(23)

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Laporan Keuangan

Menurut Deanta (2015:1) laporan keuangan sebagai alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang dibuat sesuai dengan aturan atau standar yang berlaku. Sehingga mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh pihak pengguna laporan keuangan perusahaan. Hal ini untuk mengetahui kondisi dan posisi keuangan perusahaan terkini. Laporan keuangan berisi hasil akhir dari proses pencatatan keuangan untuk mengetahui gambaran perkembangan kinerja keuangan atau keadaan keuangan perusahaan yang menghubungkan dengan pos- pos laporan neraca dan laporan laba rugi.

Menurut Syahyunan (2013:28) laporan keuangan adalah produk dari manajemen dalam rangka mempertanggung jawabkan (stewardship) penggunaan sumber daya dan sumber dana yang dipercayakan kepadanya.Secara umum laporan ini menyediakan informasi tentang posisi keuangan pada saat tertentu, kinerja dan arus kas dalam suatu periode yang ditujukan bagi penggunaan laporan keuangan diluar perusahaan untuk menilai dan mengambil keputusan yang bersangkutan dengan perusahaan.Sebagai sumber informasi,laporan keuangan harus disajikan secara wajar, transparan, mudah dipahami dan dapat diperbandingkan dengan tahun sebelumnya ataupun antara perusahaan sejenis.

Menurut Sirait, Pirmatua (2014:45) laporan keuangan yaitu laporan yang menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha yang digunakan oleh pihak- pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan

(24)

keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan dari perusahaan. Laporan keuangan yang merupakan hasil dari kegiatan operasi normal perusahaan akan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi entitas-entitas di dalam perusahaan itu sendiri maupun di luar perusahaan.

Menurut Samryn (2014:30) laporan keuangan meliputi ikhtisar-ikhtisar yang menggambarkan posisi keuangan, hasilusaha dan arus kas serta perubahan ekuitas sebagai organisasi dalam satu periode waktu tertentu.

Meurut Harahap, S.S (2013:105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Bagi para analis, Laporan keuangan merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan.

3.2 Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Kasmir (2016 : 11) tujuan laporan keuangan adalah :

1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.

4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

(25)

6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.

7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.

8. Informasi keuangan lainnya

3.3 Keterbatasan Laporan Keuangan

Menurut Sunyoto, Danang (2013 : 54) sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Oleh karena itu, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan bersifat umum, disajikan untuk semua pemakai bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu saja.

3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material.

5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian, bila terdapat berbagai kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.

6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).

(26)

7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan keuangan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.

8. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomi dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.

9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikualifikasikan umumnya diabaikan.

3.4 Pihak-pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan

Pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan menurut Syahyunan (2013 : 38) adalah :

1. Pemilik Perusahaan (Pemegang Saham)

Bagi pemilik/pemegang saham perusahaan laporan keuangan dimaksudkan untuk:

a. Menilai prestasi atau hasil yang diperoleh manajemen.

b. Mengetahi hasil deviden yang akan diterima.

c. Menilai posisi keuangan perusahaan dan pertumbuhannya.

d. Mengetahui nilai saham dan laba per lembar saham.

2. Manajemen Perusahaan

Bagi manajemen perusahaan laporan keuangan digunakan untuk:

a. Alat untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada pemilik atau pemegang saham.

(27)

b. Mengukur tingkat biaya dari setiap kegiatan operasi perusahaan, devisi, bagian, atau segmen tertentu.

c. Mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, devisi, bagian atau segmen tertentu.

3. Investor

Bagi investor laporan keuangan dimaksud untuk:

a. Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.

b. Menilai kemungkinan menanamkan dana dalam perusahaan.

c. Menilai kemungkinan menarik dana/investasi (divestasi) dari perusahaan.

4. Kreditur

Bagi kreditur laporan keuangan digunakan untuk:

a. Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

b. Menilai kualitas jaminan kreditur/investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan.

c. Melihat dan memprediksi prospek keuangan yang mungkin diperoleh dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan.

d. Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit.

5. Pemerintah dan Regulator

Bagi pemerintah atau regulator laporan keuangan dimaksudkan untuk:

a. Menghitung dan menetapkan jumlah pajak yang harus dibayar.

(28)

b. Sebagai dasar dalam penetapan-penetapan kebijakan baru.

c. Menilai apakah perusahaan memerlukan bantuan dan tindakan lain.

6. Analis Pasar Modal

Analis pasar modal selalu melakukan analisis yang tajam dan lengkap terhadap laporan keuangan perusahaan yang go public maupun yang berpotensi masuk pasar modal. Analisis ini ingin mengetahui nilai perusahaan, kekuatan dan posisi keuangan perusahaan. Apakah layak disarankan untuk dibeli sahamnya, dijual atau dipertahankan. Informasi ini akan disampaikan kepada investor baik individu maupun lembaga.

7. Peneliti/Akademisi/Lembaga Peringkat

Bagi peneliti maupun akademis laporan keuangan sangat penting sebagai data primer dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan laporan keuangan atau perusahaan. Laporan keuangan menjadi bahan dasar yang diolah untuk mengambil kesimpulan dari suatu hipotesis atau penelitian yang dilakukan.

3.5 Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan sebenarnya banyak namun laporan keuangan utama menurut syahrial hanya 3 (tiga), yaitu:

1. Neraca

Neraca menggambarkan posisi keuangan yang berupa aset, kewajiban, dan ekuitas suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Aset disajikan dalam kriteria lancar dan tidak lancar. Kewajiban disajikan sebagai kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Ekuitas dalah hak residual atas aset perusahaan setelah

(29)

dikurangi dengan seluruh kewajiban perusahaan. Dalam perseroan terbatas (PT), ekuitas dapat diklasifikasikan sebagai setoran modal oleh pemegang saham, penyisihan/pencadangan laba dan saldo laba yang tidak dicadangkan serta selisih penilaian.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah ringkasan mengenai pendapatan dan beban (biaya) serta laba atau rugi yang di peroleh perusahaan selama periode tertentu.

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan dana tersebut, yang diklasifikasikan sebagai aktivitas, operasi, investasi dan pendanaan.

3.6 Analisis Rasio Keuangan

Menurut Kasmir (2014:104) rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lain.

3.7 Jenis-jenis Rasio Keuangan

Menurut Nuruwael (2013 :96) jenis rasio keuangan dapat dikelompokkan menjadi rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio profitabilitas.

a. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.

(30)

b. Rasio Leverage

Rasio leverage digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh utang-utangnya atau dengan kata lain rasio ini dapat pula digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai kegiatan usahannya apakah lebih banyak menggunakan utang atau ekuitas.

c. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas digunakan untuk mengetahui seberapa efektif manajemen perusahaan menggunakan aktivitas yang dimilkinnya dalam melaksanakan kegiatan perusahaan.

d. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau seberapa efektif pengelolaan perusahaan oleh manajemen.

(31)

3.8 Laporan Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk

Berikut ini laporan keuangan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk untuk periode 2015 – 2017:

Tabel 3.1

PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Entitas Anak Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Per 31 Desember 2015 - 2017 (Dalam jutaan rupiah)

2015 2016 2017

Rp Rp Rp

ASET Aset Lancar

Kas dan Setara Kas 621,846 703,935 902,228

Piutang Usaha

Pihak Berelasi 4,998 4,470 47,137

Pihak Ketiga 11,148 23,673 42,700

Aset Keuangan Lancar

Lainnya 1,614 3,157 9,887

Persediaan 1,522,348 1,590,127 1,849,189

Pajak Dibayar di Muka 31,493 18,327 10,401

Biaya Dibayar di Muka 164,515 164,817 177,990

Uang Muka 109,432 313,564 318,740

Total Aset Lancar 2,467,394 2,822,070 3,358,272

Aset Tidak Lancar

Piutang Pihak Berelasi 27,746 6,389 10,435

Biaya Dibayar di Muka

Jangka Panjang 112,169 95,541 98,580

Properti Investasi -- -- 346,147

Aset Tetap 457,127 588,765 359,229

Aset Keuangan Tidak

Lancar Lainnya 44,707 47,711 51,153

Aset Non-Keuangan Tidak

Lancar Lainnya 83,738 75,638 79,976

Investasi Saham -- 1,617 -

Aset Pajak Tangguhan 74,669 93,371 125,048

Total Aset Tidak Lancar 800,156 909,032 1,070,568

TOTAL ASET 3,267,550 3,731,102 4,428,840

Sumber: www.idx.co.id (2018)

Berdasarkan Tabel 3.1, Laporan Posisi Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia dapat dilihat total aset pada tahun 2015 sebesar 3.267.550, 2016 sebesar 3.731.102 dan pada tahun 2017 sebesar 4.428.840.

(32)

Tabel 3.2

PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Entitas Anak Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian(Lanjutan)

Per 31 Desember 2015 - 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

2015 2016 2017

Rp Rp Rp

LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek

Utang Bank 22,497 5,340 -

Utang Usaha

Pihak Berelasi 31,745 2,480 43,497

Pihak Ketiga 95,622 105,041 125,213

Uang Muka Pelanggan 60,418 60,814 58,397

Liabilitas Keuangan Jangka

Pendek Lainnya 21,369 32,184 35,234

Utang Pihak Berelasi 10,062 14,615 2,869

Beban Akrual 27,661 24,476 32,276

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka

Pendek 350 424 808

Pendapatan Ditangguhkan 101,325 113,816 122,729

Utang Pajak 40,684 29,462 57,187

Bagian Utang Bank Jangka Panjang yang

Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 555 -- -

Total Liabilitas Jangka Pendek 412,288 388,652 478,210 Liabilitas Jangka Panjang

Utang Bank Jangka Panjang setelah Dikurangi

Bagian Jatuh Tempo dalam Satu

Tahun -- --

Liabilitas Keuangan Jangka

Panjang Lainnya 4,944 6,531 20,628

Liabilitas Imbalan Pascakerja

Jangka Panjang 221,492 287,189 419,582

Total Liabilitas Jangka Panjang 226,436 293,720 440,210

Total Liabilitas 638,724 682,372 918,420

Sumber: www.idx.co.id (2018)

Berdasarkan Tabel 3.2, Laporan Posisi Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia. Total liabilitas pada tahun 2015 sebesar 638.724, 2016 sebesar 682.372 dan pada tahun 2017 sebesar 918.420.

(33)

Tabel 3.3

PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Entitas Anak Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian(Lanjutan)

Per 31 Desember 2015 - 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

2015 2016 2017

Rp Rp Rp

EKUITAS

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk:

Modal Saham -

Nilai Nominal Rp10 per Saham

Modal Dasar -

48.000.000.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh -

17.150.000.000 Saham

171,500 171,500 171,500

Tambahan Modal Disetor –

Bersih 368,122 368,122 369,147

Saham Treasuri (54,086) (54,086) (54,086)

Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas

Entitas Anak 240 240 240

Saldo Laba Telah Ditentukan

Penggunaannya 227,995 285,995 356,595

Belum Ditentukan

Penggunaannya 1,914,274 2,281,851 2,669,380

Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan

kepada Pemilik Entitas Induk

2,628,045 3,053,622 3,512,776

Kepentingan Non-Pengendali 780 (4,894) (2,355)

Total Ekuitas 2,628,825 3,048,728 3,510,421 TOTAL LIABILITAS

DAN EKUITAS 3,267,549 3,731,100 4,428,841

Sumber: www.idx.co.id (2018)

Berdasarkan Tabel 3.3, Laporan Posisi Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia. Total ekuitas tahun 2015 sebesar 2.628.825, 2016 sebesar 3.048.728 dan tahun 2016 sebesar 3.510.421 dan total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2015 sebesar 3.267.549, 2016 sebesar 3.731.100 dan tahun 2017 sebesar 4.428.841.

(34)

Tabel 3.4

PT Ace Hardware Indonesia Tbk Dan Entitas Anak

Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komperhensif Lain Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada

31 Desember 2015 - 2017 (Dalam Jutaan Rupiah)

2015 2016 2017

Rp Rp Rp

PENJUALAN 4,694,947 4,884,064 5,877,967

PENJUALAN KONSINYASI – BERSIH

47,579 51,838 60,610

PENJUALAN BERSIH 4,742,526 4,935,902 5,938,577 BEBAN POKOK

PENJUALAN 2,488,809 2,584,146 3,103,860

LABA KOTOR 2,253,717 2,351,756 2,834,717

Beban Usaha (1,576,320) (1,621,838) (1,965,432)

Pendapatan Lain-lain 92,838 163,580 111,282

Beban Lain-lain (1,308) (12,909) (12,208)

LABA USAHA 768,927 880,589 968,359

Bagian atas Rugi Entitas

Asosiasi -- (2,883) (3,376)

Beban Keuangan –

Bersih (32,316) (14,579) (5,001)

LABA SEBELUM PAJAK

PENGHASILAN

736,611 863,127 959,982

MANFAAT (BEBAN) PAJAK

PENGHASILAN

Pajak Kini (158,563) (167,885) (198,006)

Pajak Tangguhan 6,825 10,907 18,712

Total Beban Pajak

Penghasilan – Bersih (151,738) (156,978) (179,294)

LABA TAHUN

BERJALAN 584,873 706,150 780,688

Sumber: www.idx.co.id (2018)

Berdasarkan Tabel 3.4, Laporan Laba Rugi PT. Ace Hardware Indonesia.

Total laba tahun berjalan pada tahun 2015 sebsesar 584.873, 2016 sebesar 706.150 dan tahun 2017 sebesar 780.688.

(35)

Tabel 3.5

PT Ace Hardware Indonesia Tbk dan Entitas Anak

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif Lain Konsolidasian (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2015 - 2017

(Dalam Jutaan Rupiah)

2015 2016 2017

Rp Rp Rp

Penghasilan Komprehensif Lain Pos yang Tidak akan Direklasifikasikan ke Laba Rugi

Pengukuran Kembali atas

Program Imbalan Kerja 9,272 (31,181) (51,855)

Pajak Penghasilan atas Pengukuran

Kembali atas Program Imbalan Kerja

(2,318) 7,795 12,964

Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Pajak

6,954 (23,385) (38,891)

TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN

591,827 682,765 741,797

Total Laba Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:

Pemilik Entitas Induk 588,325 710,580 777,727

Kepentingan Non

Pengendali (3,451) (4,430) 2,960

Total 584,874 706,150 780,687

Total Laba Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan Kepada:

Pemilik Entitas Induk 595,064 688,439 739,256

Kepentingan Non

Pengendali (3,237) (5,674) 2,539

Total 591,827 682,765 741,795

Sumber: www.idx.co.id (2018)

Berdasarkan Tabel 3.5, Laporan Laba Rugi PT. Ace Hardware Indonesia.

Total laba komprehensif pada tahun 2015 sebesar 591.827, 2016 sebesar 682.765

(36)

3.9 Analisis Rasio Keuangan PT. Ace Hardware Indonesia Tbk 1. Rasio Likuiditas

a. Current Ratio (Rasio Lancar)

Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segerajatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Menurut Kasmir (2014 : 135) rumus menghitung current ratio adalah sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan current ratio PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut ini:

Tabel 3.6

Perhitungan Current Ratio Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Current Ratio (rasio lancar)

2015 2.467.394 412.288 598%

2016 2.822.070 388.652 726%

2017 3.358.272 478.210 702%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.6 perhitungan current ratio (rasio lancar), PT. Ace Hadware Indonesia Tbk, Pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 128%, dari tahun sebelumnya, dan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 24%

dari tahun sebelumnya. Selama tahun 2015 – 2017 menunjukkan pergerakan yang meningkat dari 598% menjadi 702% berarti pada tahun 2015, perusahaan mampu menjamin setiap hutang lancar dengan 598% aktiva lancar, artinya perusahaan mampu membayar setiap Rp 1 hutang lancar dengan Rp 5,98 aktiva lancar, pada

(37)

tahun 2016 perusahaan mampu menjamin setiap hutang lancar dengan 726%

aktiva lancar, artinya perusahaan mampu membayar setiap Rp 1 hutang lancar dengan Rp 7,26 aktiva lancar dan pada tahun 2017 perusahaan mampu menjamin setiap hutang lancar dengan 702% aktiva lancar, artinya perusahaan mampu membayar setiap Rp 1 hutang lancar dengan Rp 7,02 aktiva lancar. Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya cukup baik karena nilai rasio yang berada diatas 100%. Kenaikan rasio dari 2015-2017 dikarenakan aktiva lancar perusahaan yang masih lebih tinggi dibandingkan hutang lancarnya.

b. Quick Ratio (Rasio Cepat)

Quick ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan.Menurut Kasmir (2014 : 137) untuk menghitung qiuck ratio digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan quick ratio PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut ini:

(38)

Tabel 3.7

Perhitungan Quick Ratio Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Aktiva Lancar

Persediaan+Pajak Dibayar di Muka+Biaya Dibayar di Muka + Uang Muka

Hutang

Lancar Rasio Cepat

2015 2.467.395 1.827.788 412.289 155%

2016 2.822.096 2.086.835 388.653 189%

2017 3.358.272 2.356.320 478.209 210%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.7 perhitungan quick ratio (rasio cepat), PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, selama tahun 2015 – 2017 menunjukkan pergerakan yang cenderung meningkat dari 155% menjadi 210%. Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan tingkat persediannya cukup baik karena nilai rasio perusahaan berada diatas 100%. Tingkatquick ratio tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 210% . Hal ini terjadi karena pada tahun tersebut perusahaan dapat meningkatkan tingkat aktiva lancarnya menjadi Rp 3.358.272.

Berdasarkan perhitungan rasio cepat pada tahun 2015 perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp1,55 aktiva lancar, pada tahun 2016 perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp 1,89 aktiva lancar dan pada tahun 2017 perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp. 2,10 aktiva lancar.

c. Cash Ratio (Rasio Kas)

Cash ratio atau rasio kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang.Menurut Kasmir (2014 : 139 ) untuk menghitung cash ratio digunakan rumus sebagai berikut:

(39)

Berikut ini disajikan hasil perhitungan cash ratio PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.8 berikut ini:

Tabel 3.8

Perhitungan Cash Ratio Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp) Tahun kas dan setara

kas Hutang Lancar Cash Ratio (rasio kas)

2015 621.846 412.288 151%

2016 703.935 388.652 181%

2017 902.228 478.210 189%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.8 perhitungan cash ratio, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk selama tahun 2015- 2017 menunjukkan pergerakan yang cukup meningkat dari 151% menjadi 189% berarti pada tahun 2015 kemampuan perusahaan menjamin setiap hutang lancar 151%, artinya perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp 1,51 kas, pada 2016 kemampuan perusahaan dalam menjamin setiap hutang lancar menjadi 181%, artinya perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp 1,81 kas dan pada 2017 kemampuan perusaan dalam menjamin setiap hutang lancar menjadi 189%, artinya perusahaan dapat membayar Rp 1 hutang lancar dengan Rp 1,89 kas.

Kondisi ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan kas semakin baik karena nilai rasio perusahaan berada diatas 100%. Kenaikan rasio perusahaan dari tahun 2015 – 2017 dikarenakan kas dan setara kas perusahaan yang masih lebih besar dibandingkan hutang lancarnya.

(40)

2. Leverage Ratio a. Debt Ratio

Debt ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang denga total aktiva. Menurut Kasmir (2014 : 156) untuk menghitung debt ratio digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan debt ratio PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.9 berikut ini:

Tabel 3.9

Perhitungan Debt Ratio Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Total Liabilitas Total Aktiva Debt Ratio

2015 638.724 3.267.550 20%

2016 682.372 3.731.102 18%

2017 918.420 4.428.840 21%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.9 perhitungan debt ratio, PT. Ace Hadware Indonesia Tbk dapat dilihat bahwa sekitar 20% pendanaan perusahaan dibiayai dengan utang (liabilitas) untuk tahun 2015. Artinya setiap Rp.100,00 pendanaan perusahaan, Rp20,00 dibiayain oleh utang (liabilitas) dan Rp.80,00 disediakan oleh pemegang saham (ekuitas), pada tahun 2016 setiap Rp.100,00 pendanaan perusahaan, Rp.18,00 dibiayai oleh utang (liabilitas) dan Rp. 82,00 disediakan oleh pemegang saham (ekuitas), dan pada tahun 2017 setiap Rp.100,00 pendanaan perusahaan, Rp. 21,00 di biayai oleh utang (liabilitas) dan Rp. 79,00 disediakan oleh pemegang saham (ekuitas).

(41)

b. Debt to Equity Rasio

Debt to equity rasio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas.Menurut Kasmir (2014 : 159) untuk menghitung debt to equity digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan debt to equity PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.10 berikut ini:

Tabel 3.10

Perhitungan Debt to Equity Ratio Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Total Liabilitas Total Ekuitas Debt to Equity Ratio

2015 638.724 2.628.825 24%

2016 682.372 3.048.728 22%

2017 918.420 3.510.41 26%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.10 perhitungan debt to equity, PT. Ace Hadware Indonesia Tbk, bahwa pada tahun 2015 perusahaan dibiayai oleh utang sebanyak 24%, pada tahun 2016 perusahaan dibiayai oleh utang sebanyak 22% dan pada tahun 2017 perusahaan dibiayai oleh utang sebanyak 26% selama tahun 2015 – 2017 menunjukkan pergerakan yang cenderung meningkat dan peningkatan rasio juga masih relatif aman. Rasio ini menunjukkan jumlah modal sendiri yang jauh lebih besar sehingga mampu memenuhi seluruh kewajibannya.

(42)

3. Rasio Aktivitas a. Total Assets Turnover

Total assets turnover adalah merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Menurut Kasmir (2014 : 156) untuk menghitung total assest turnover digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan total assets turnover PT.

AceHardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.11 berikut ini:

Tabel 3.11

Perhitungan Total Assets Turnover Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Penjualan Total Aktiva Total Assets Turnover

2015 4.742.526 3.267.550 1,44 Kali

2016 4.935.902 3.731.102 1,31 Kali

2017 5.938.577 4.428.840 1,33 Kali

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.11 perhitungan rasio total assets turnover, PT. Ace Hardware Indonesia mengalami perputaran aktiva tahun 2015 sebanyak 1,44 kali artinya setiap Rp1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan 1,44 penjualan pada tahun 2016 perputaran aktiva sebanyak 1,31 kali artinya setiap Rp1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan 1,31 penjualan dan pada tahun 2017 perputaran aktiva sebanyak 1,33 kali artinya setiap Rp 1,00 aktiva tetap dapat menghasilkan 1,33 penjualan.

Kondisi ini menunjukkan keadaan perusahaan yang kurang baik karena terjadinya

(43)

penurunan rasio dari tahun 2015 ke tahun 2017 kemudian, jika dibandingkan dengan rata-rata industri untuk total assets turnover yaitu 2 kali, berarti perusahaan belum mampu memaksimalkan aktiva yang dimiliki. Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan lagi penjualannya.

b. Fixed Assets Turnover

Fixed assets turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanaman dalam aktiva tetap berputar dalam suatu periode.

Menurut Kasmir (2014 : 184) untuk menghitung fixed assets turnover digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan fixed assets turnover PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.12 berikut ini:

Tabel 3.12

Perhitungan Fixed Assets Turnover Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Penjualan Total Aset Tetap Fixed Assets Turnover

2015 4.742.526 457.127 10,3 Kali

2016 4.935.902 588.765 8,3 Kali

2017 5.938.577 359.229 16,4 Kali

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.12 perhitungan rasio fixed assets turnover, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, pada tahun 2015 dana yang tertanam pada aktiva tetap berputar sebanyak 10,3 kali artinya setiap Rp1- aktiva tetap dapat menghasilkan Rp 10,3 penjualan, pada tahun 2016 dana yang tertanam pada aktiva tetap berputar sebanyak 8,3 kali artinya setiap Rp1- aktiva tetap dapat menghasilkan Rp

(44)

8,3 penjualan, pada tahun 2017 dana yang tertanam pada aktiva tetap berputar sebanyak 16,4 kali artinya setiap Rp1- aktiva tetap dapat menghasilkan Rp 16,4 penjualan. Kondisi perusahaan sangat baik karena total turnover menunjukkan nilai diatas rata-rata industri yaitu 5 kali.

c. Inventory Turnover

Inventory turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam persediaan ini berputar dalam satu periode.Menurut Kasmir (2014 : 180) untuk menghitung inventory turnover digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan inventory turnover PT.

AceHardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.13 berikut ini:

Tabel 3.13

Perhitungan Inventory Turn Over Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Penjualan Persediaan Inventory Turnover

2015 4.742.526 1.522.348 3,10 Kali

2016 4.935.903 1.590.127 3,10 Kali

2017 5.938.576 1.849.189 3,20 Kali

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.13 perhitungan rasio inventory turnover, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, pada tahun 2015 - 2016 dana yang ditanam dalam persediaan berputar sebanyak 3,10 kali dalam satu periode, dan pada tahun 2017 dana yang ditanamkan dalam persediaan berputar sebanyak 3,20 kali. Dari nilai perputaran persediaan setiap tahunnya tidak menunjukkan dalam keadaan yang

(45)

baik, dikarenakan nilai perputaran yang tidak mencapai nilai rata-rata industri untuk inventory turnover yaitu 20 kali.

4. Rasio Profitabilitas a. Gross Profit Margin

Gross profit margin atau margin laba atas penjualan merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. Menurut Kasmir (2014 : 199) untuk menghitung gross profit margin digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan gross profit margin PT.

AceHardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.14 berikut ini:

Tabel 3.14

Perhitungan Gross Profit Margin Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Laba Kotor Penjualan Gross Profit Margin

2015 2.253.717 4.742.526 48%

2016 2.351.756 4.935.902 48%

2017 2.834.717 5.938.577 48%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.14 perhitungan rasio gross profit margin, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, dengan nilai rasio yang di hasilkan dari perusahaan tersebut dapat dikatakan perusahaan masih dalam keadaan yang sehat karena jika standar industri rata-rata gross profit margin adalah 30% maka perusahaan dalam keadaan yang baik atau efisien dalam pengendalian harga pokok yang terkait dengan produksi perusahaan.

(46)

b. Net Profit Margin

Net profit margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan volume penjualan. Menurut Kasmir (2014 : 200) untuk menghitung net profit margin digunakan rumus sebagai berikut:

Berikut ini disajikan hasil perhitungan net profit margin PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.15 berikut ini:

Tabel 3.15

Perhitungan Net Profit Margin Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Laba Bersih Penjualan Net Profit Margin

2015 591.827 4.742.526 12%

2016 682.765 4.935.902 14%

2017 741.797 5.938.577 12%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.15 perhitungan rasio net profit margin, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, selama tahun 2015 – 2017 menunjukkan pergerakan yang stabil namun perusahaan masuk kedalam kategori kurang baik karena standar industri untuk rasio ini adalah sebesar 20%.

c. Return on Investment

Return on investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Menurut Kasmir (2014 : 202) untuk menghitung return on investment digunakan rumus sebagai berikut:

(47)

Berikut ini disajikan hasil perhitungan return on investment PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk tahun 2015 hingga 2017 yang dapat dilihat pada Tabel 3.16 berikut ini:

Tabel 3.16

Perhitungan Return on Investment Tahun 2015 – 2017 (dalam juta Rp)

Tahun Laba Bersih Total Aktiva Return on Investment

2015 591.827 3.267.550 18%

2016 682.765 3.731.102 18%

2017 741.797 4.428.840 17%

Sumber: Data Diolah (2018)

Berdasarkan Tabel 3.16 perhitungan rasio return on investment, PT. Ace Hardware Indonesia Tbk, dapat dilihat bahwa pada tahun 2015 menunjukkan tingkat pengembalian investasi yang diperolehnya sebesar 18%, pada tahun 2016 pengembalian investasi sebesar 18% dan pada tahun 2017 pengembalian investasinya sebesar 17% mengalami penurunan sebesar 1% dari tahun sebelumnya namun keadaan perusahaan masih kurang baik karena berada dibawah rata-rata industri. Rendahnya rasio ini disebabkan rendahnya margin laba karena perputaran aktiva.

d. Return on Equity

Return on equity merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Menurut Kasmir ( 2014 : 204) untuk menghitung return on equity digunakan rumus sebagai berikut:

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Islam Tuhan (baca: Allah SWT) adalah pemilik tunggal alam semesta, dimana manusia termasuk didalamnya. Namun begitu manusia mempunyai kedudukan yang sangat unik

Faktor penyesuaian kecepatan arus bebas untuk jalan enam lajur dapat ditentukan dengan menggunakan nilai FFV SF untuk jalan yang diberikan dalam Tabel 3.10 atau Tabel

Ganbaran di atas bisa untuk percobaan bagaimana untuk memilih wallpaper dengan harga yang di jual meteran karena jika di padukan dengan wrna yang mempunyai corak extrim maka

Hipotesis ketiga dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan volume perdagangan saham yang signifikan pada periode sebelum dan selama Ramadhan tetapi

Setelah selesei install , (alankan command seperti gambar di bawah ini untuk di bawah ini untuk memastikan phpunit sudah bisa kita gunakan. +pabila keluaran dari command

Bagi Anda yang memeluk agama yang berbeda atau tidak memeluk agama tertentu, Anda tetap harus menempatkan diri Anda dalam kerangka pikir yang bajik, yaitu untuk

Bagi perusahaan yang terdaftar di bursa atau pasr modal, kemakmuran para pemegang saham diperlihatkan dalam wujud semakin tingginya harga saham, yang merupakan

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, maka Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Ketenagakerjaan (Lembaran Daerah