• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh NUR ISNAH. Nomor Induk Mahasiswa :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI. Oleh NUR ISNAH. Nomor Induk Mahasiswa :"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI

KANTOR DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK KABUPATEN ENREKANG

Oleh NUR ISNAH

Nomor Induk Mahasiswa : 10561 11071 16

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTASILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020

(2)

ii

SKRIPSI

PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI

KANTOR DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK KABUPATEN ENREKANG

Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi dan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Disusun dan Diajukan Oleh:

NUR ISNAH

Nomor Stambuk: 10561 11071 16

Kepada

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2020

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

ABSTRAK

Nur Isnah, Muhammad Isa Ansari dan Hafiz Elfiansya Parawu . Pengaruh penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian terhadap produktivitas kerja pegawai di kantor Dinas Komunikasi, informatika, statistik Kabupaten Enrekang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meneliti ada tidaknya pengaruh penerapan SIMPEG terhadap produltivitas kerja pegawai di kantor Dinas Komunikasi, informatika, statistik Kabupaten Enrekang dengan menggunakan teori Musanef (2017). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskripsitf, data penelitian dikumpul dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk ceklist ,observasi dan dokumentasi. data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan rumus regresi linear sederhana, data dijelaskan dalam bentuk tabel, frekuensi, narasi hasil olahan data dengan bantuan SPSS 16. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMPEG sudah berjalan dengan baik namun masih ada kendala-kendala dalam penerapannya seperti Sarana dan prasarana yang belum memadai Kurangnya keterampilan dari pegawai yang belum mengerti secara jelas cara menggunakan aplikasi SIMPEG ini,harus adanya acc Sistem dari pengolah data yang dapat menghambat pekerjaan, karena masih harus menunggu untuk di acc.

Ditinjau dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMPEG dan produktivitas kerja pegawai sudah berjalan dengan baik dan memiliki pengaruh secara parsial terhadap produktivitas kerja terdapat satu indikator yang memiliki pengaruh paling besar terhadap produktivitas kerja yakni penyampaian informasi. Hal ini dilihat dari hasil uji regresi linear secara parsial yakni Pengumpulan data(X1) sebesar 0,056, Pengolahan data(X2) Sebesar 0,158, penyimpanan data(X3) Sebesar 0,165, dan penyampaian informasi (X4) Sebesar 0,319 dan dari hasil uji regresi linear secara simultan memiliki pengaruh sebesar 0,464 atau sebesar 46,4% berpengaruh terhadap produktivitas kerja sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti oleh peneliti.

Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian, Produktivitas kerja

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan hidayah-nya, shalawat serta salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah SAW, Beserta para keluarganya, sahabat dan pengikutnya.Merupakan salah satu nikmat yang tiada ternilai sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul“Pengaruh Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian terhadap produktivitas kerja pegawai kantor Dinas komunikasi, informatika dan statistik Kab. Enrekang”

Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam

memperoleh gelar sarjana ilmu administrasi negara pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terimah kkasih untuk kedua orang tua saya Bapak Kariawan Dan Ibu Nureni yang senantiasa memberi dukungan, perhatian , kasih sayang dan doa tulus tanpa pamrih.Adik – adikku yang snenatiasa membantu dan mendoakan hingga akhir studi ini , dan juga seluruh Keluarga Besar Saleh atas segala pengorbanan dan do`a restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu, semoga apa yang telah diberikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan dunia dan akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimah kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar

2. Ibu Dr.Hj.Ihyani Malik, S.sos., M.si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Nasrul Haq, S.Sos., MPA selaku Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar

(8)

viii

4. Bapak Dr. Muh. Isa Ansari, M.Si selaku Pembimbing I dan Bapak Dr. Hafiz Elfiansya Parawu, S.T.,M.Si selaku Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Bapak dan Ibu Dosen Ilmu Administrasi Negara yang telah menyumbangakan ilmunya kepada penulis selama mengenyam pendidikan dibangku perkuliahan dan seluruh staff Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar

6. Pemerintah Kabupaten Enrekang,Dinas komunikasi, informasi, dan ststitik terimah kasih atas segala kerjasama dan bantuan yang telah diberikan selama penulis melaksanakan penelitian.

7. Keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar Angkatan 2016 (Federasi), terkhusus teman-teman seperjuangan kelas IAN B terima kasih atas segala do’a baik dan kebersamaannya selama ini

8. Andi Ratu dan Nur lina yang selalu memotivasi saya dan menyemangati saya untuk selalu maju sekalipun ketika saya sedang jatuh, terimah kasih selalu jadi pendengar dan pendukung terbaik.

9. Semua orang yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu, tapi mengambil andil dalam membantu penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

Terimah kasih banyak-banyak.

10. Teman-teman Kuliah Kerja Profesi (KKP) terkhusus Santi, Sulastri, Eko, Ani, Devi, dan Indah terimah kasih atas kerja sama, kebersamaan dan pelajaran yang sangat berarti selama pengabdian di Desa Tompo, Kecamatan Barru selama kurang lebih 2 bulan.

11. Dan terakhir terimah kasih paling banyak kepada my boys BTS (Bangtan

Sonyeondan ) Kim Nam-joon, Kim Seokjin, Min Yoongi, Jung Hoseok, Park

Jimin, Kim Taehyung, dan Jeon Jungkook. Terimah kasih karena sudah

memberikan kebahagiaan yang paling sederhana dan memberikan semangat

yang sangat berarti bagi penulis dalam melewati proses hidup yang cukup

(9)

ix

melelahkan ini. Terimah Kasih buat karya-karya yang selalu berhasil membuat penulis sejenak lupa akan beban 6-Sks ini.

Diakhir tulisan ini penulis memohon maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan dan kekhilafan, disadari maupun yang tidak disadari.Demi kesempurnaan skripsi ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.Semoga karya skripsi ini bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Makassar, 04 Desember 2020

Nur Isnah

(10)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENERIMAAN TIM ... iv

HALAMAN PERNYATAAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 10

C. Tujuan Penelitian... 10

D. Manfaat Penelitian ... 11

BAB II . TINJAUAN PUSTAKA ... 12

A. Penelitian Terdahulu ... 12

B .Konsep Good Governance ... 15

C. Konsep E-Government ... 16

D. Konsep Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ... 17

E. Konsep Produktivitas Kerja ... 22

F. Kerangka Pikir ... 24

G. Hipotesis Penelitian ... 28

H. Defenisi Operasional ... 28

BAB III. METODE PENELITIAN ... 31

A. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 31

B. Jenis dan Tipe Penelitian ... 31

C. Populasi dan Sampel ... 31

D. Teknik Pengumpulan Data ... 32

E. Teknik Pengabsahan Data ... 33

F. Teknik Analisis Data ... 35

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 39

A. Deskripsi Lokasi Penelitian ... 39

B. Hasil Penelitian ... 46

C. Pembahasan Penelitian ... 98

(11)

xi

BAB V. PENUTUP... 108

A. Kesimpulan ... 108

B. Saran ... 110

DAFTAR PUSTAKA ... 112

LAMPIRAN ... 114

RIWAYAT HIDUP ... 136

(12)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Matriks penelitian terdahulu ... 12

Tabel 2.2 : Matriks defenisi opersional variabel X... 29

Tabel 2.3 : Matriks defenisi operasional variabel Y ... 30

Tabel 3.1 : kriteria jawaban responden ... 37

Tabel 4.1 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin... 47

Tabel 4.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Usia ... 47

Tabel 4.3 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 48

Tabel 4.4 : Dasar Perhitungan r Tabel Product Moment ... 49

Tabel 4.5 : Hasil Uji Validitas Variabel Penerapan SIMPEG ... 50

Tabel 4.6 : Hasil Uji Validitas Variabel Produktivitas Kerja Pegawai ... 51

Tabel 4.7 : Hasil Uji Reliabilitas Penerapan SIMPEG ... 52

Tabel 4.8 : Hasil Uji Reliabilitas Produktivitas kerja ... 53

Tabel 4.9 : Kecepatan pengumpulan data ... 54

Tabel 4.10 : Penyelesaian masalah saat pengumpulan data ... 55

Tabel 4.11 : Respon pegawai saat pengumpulan data ... 56

Tabel 4.12 : Rekapitulasi apek pengumpulan data(X1) ... 57

Tabel 4.13 : Pengerjaan pengolahan data ... 58

Tabel 4.14 : Penyatuan data dari berbagai sumber ... 59

Tabel 4.15 : Penggunaan komputer dalam pekerjaan ... 60

Tabel 4.16 : Rekapitulasi aspek pengolahan data (X2)... 61

Tabel 4.17 : Penambahan data baru ... 62

Tabel 4.18 : Sistem penyimpanan data ... 63

Tabel 4.19 : Rekapitulasi aspek penyimpanan data(X3)... 64

Tabel 4.20 : Pemanfaatan data oleh pengguna informasi ... 65

Tabel 4.21 : Penyajian informasi melalui sistem ... 66

Tabel 4.22 : Penggunaan data oleh pimpinan... 67

Tabel 4.23 : Rekapitulasi aspek penyampaian informasi(X4) ... 68

Tabel 4.24 : Kejelasan data saat pengumpulan data ... 72

(13)

xiii

Tabel 4.25 : SOP yang dijalankan mudah ... 73

Tabel 4.26 : Penyelesaian masalah dalam pengumpulan data... 74

Tabel 4.27 : Rekapitulasi aspek kualitas kerja ... 75

Tanel 4.28 : Banyakanya data yang diperoleh... 76

Tabel 4.29 : Banyaknya data olahan setiap periode ... 77

Tabel 4.30 : Fasilitas kantor sangat mendukung ... 78

Tabel 4.31 : Rekapitulasi aspek kualitas ... 79

Tabel 4.32 : Pengolahan data tepat waktu ... 80

Tabel 4.33 : Pemberian jangka waktu SIMPEG perperiode ... 81

Tabel 4.34 : Rekapitulasi Aspek ketepatan waktu ... 82

Tabel 4.35 : Rekapitulasi uji regresi linear sederhana secara parsial ... 95

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Kerangka pikir penelitian ... 27

Gambar 4.1 : Struktur Organisasi Diskominfo ... 45

Gambar 4.2 : Hasil analisis variabel SIMPEG ... 70

Gambar 4.3 : Hasil analisis variabel Produktivitas kerja ... 83

(15)
(16)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Perkembangan informasi pada saat ini sudah semakin berkembang.

yang mana informasi adalah sumber daya yang sangat berperan penting didalam kehidupan manusia sekarang ini. Penggunaan Informasi mempunyai potensi yang begitu luas bahkan dapat juga kita katakan bahwa informasi pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Hal ini bersangkutan dengan seberapa cepat dan akuratnya informasi yang kita terima dan kemudian dikelola agar dapat digunakan secara menyeluruh.

Ciri masyarakat modern saat ini adalah semakin meningkatnya kebutuhan akan jenis dan jumlah informasi yang diperlukan untuk berbagai kepentingan. Hal demikian dihadapi pula oleh semua jenis organisasi. Baik itu organisasi besar maupun organisasi kecil. Sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin maju, maka informasi sangat dibutuhkan dan sangat perlu oleh manusia dalam sarana untuk membantu meningkatkan kreatifitas dan aktifitas dalam suatu pekerjaan. Mengingat pentingnya informasi sebagai salah satu unsur sumber daya, maka sudah seharusnya segala yang berhubungan dengan informasi hendaknya dirancang dan disusun sedemikian rupa sehingga menjadi suatu sistem informasi yang berguna untuk kepentingan pengelola organisasi.

Penggunaan informasi dalam suatu organisasi berfungsi sebagai suatu

pertimbangan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang

(17)

kemudian diterapkan dalam bentuk pelayanan. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan manusia yang tidak dapat memprediksi dampak dari suatu keputusan yang diambil. Oleh karena itu salah satu fungsi informasi adalah mengurangi ketidakpastian yang ada. Sesuai perkembangan zaman yang pesat tatacara penanganan suatu informasi menggunakan alat- alat bantu yang canggih seperti komputer dan alat pendukung lainnya, sehingga mempermudah proses penanganan informasi yang digunakan dalam kegiatan manajerial.

Meningkatnya penggunaan teknologi informasi, khususnya penggunaan internet telah membawa setiap individu dapat melaksanakan berbagai aktivitas dengan lebih akurat, berkualitas, dan tepat waktu. Setiap organisasi dapat memanfaatkan internet dan jaringan teknologi informasi dengan menjalankan berbagai aktivitasnya secara elektronik. Sehingga dalam kehidupan organisasi dituntut ketersediaan suatu sistem informasi dengan dukungan dari fasilitas komputer, data atau informasi, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dan mampu sebagai hal utama dalam penerapan manajemen modern.

Adanya peningkatan beban kegiatan dan kebutuhan akan informasi

yang tepat waktu, cepat dan akurat, terpadu dan handal untuk seluruh tingkat

manajemen di lingkungan organisasi yang bersangkutan serta untuk

pertukaran informasi lintas sektoral dari dan ke instansi maupun instansi yang

ada, apabila tidak didukung Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang handal

(18)

dengan menggunakan teknologi yang tepat guna, maka kebutuhan akan informasi yang akurat tersebut dapat dipenuhi sebagaimana mestinya.

Dalam menghadapi pertumbuhan dan pembangunan suatu organisasi yang sudah demikian kompleksnya dibutuhkan tersedianya suatu sistem informasi manajemen yang mampu untuk membantu penyediaan data dan informasi sebagai bahan penentuan kebijaksanaan dan strategi pembangunan maupun bagi tersedianya data dan informasi operasional.

Berdasarkan Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, dijelaskan bahwa pengembangan E-Government merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan E-Government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalisasikan penggunaan teknologi informasi.

Salah satu perwujudan dari

E-Government

adalah dengan

mengembangkan sebuah Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian

(SIMPEG) sebagai implementasi pengggunaan teknologi informasi dan

komunikasi dalam pemerintahan. Pemberlakukan otonomi daerah menuntut

setiap daerah lebih mandiri dalam mengurus rumah tangganya serta

mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah pusat, proses pemandirian

ini sekaligus merupakan pemberdayaan bagi sumber daya manusia di daerah.

(19)

Berdasarkan UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- Pokok Kepegawaian, khususnya Pasal 34(ayat 2), yakni perlu diselenggarakan dan dipelihara sistem informasi yang dikembangkan dan dioperasikan melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian(SIMPEG) dengan tujuan agar suatu instansi dapat memiliki kemampuan mengelola serta memberikan berbagai informasi tentang Pegawai Negeri Sipil yang mencakup perencanaan, pengembangan kualitas sumber daya Pegawai Negeri Sipil dan administrasi kepegawaian, pengawasan dan pengendalian, penyelenggaraan dan pemeliharaan informasi kepegawaian, serta mendukung perumusan kebijaksanaan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil.

Penyelenggaraan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian lebih lanjut diatur dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2000 tentang Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah pasal 3(ayat 3) bahwa SIMPEG Kabupaten/

kota berkedudukan di Kabupaten/ Kota , yang pengelolanya secara fungsional dilaksanakan oleh bagian Kepegawaian Kabupaten/ Kota.

Secara umum , SIMPEG dapat meningkatkan kualitas SDM dengan

penyediaan informasi yang akurat dan efisien sehingga pengambilan

keputusan dapat secara obyektif dilakukan. Secara strategis, aplikasi SIMPEG

merupakan salah satu sistem yang bergerak dibidang kepegawaian dan

mampu menumbuhkan pengetahuan memelihara, memperkaya, dan

menyediakan pengetahuan dibidang kepegawaian kepada pihak- pihak yang

(20)

membutuhkan sebagai basis pengambilan keputusan yang akurat pada saat yang tepat.

Dengan SIMPEG dimaksudkan terciptanya sistem informasi yang terpadu guna meningkatkan kegiatan adminstrasi kepegawaian yang tertib, teratur, berdaya guna, dan berhasil serta menentukan arah kebijakan tentang mekanisme, koordinasi, komunikasi aliran data dan informasi melalui teknologi informasi. Pengelolaan SIMPEG dikatakan cepat, tepat dan sesuai waktu apabila dalam prosedur kerja berjalan sebagaimana yang telah ditentukan, yaitu cepat pada saat pengumpulan, pengolahan, dan pendistribusian data atau informasi kepegawaian, dan dikatakan tepat apabila dalam pengisian formolir tidak terdapat kesalahan sesuai format yang disediakan sehingga setiap kebutuhan yang diperlukan menghasilkan data atau informasi yang benar dan tepat. Sedangkan sesuai waktu apabila ada permintaan data atau informasi kepegawaian baik dalam lingkup unit kerja maupun diluar unit kerja tersebut data atau informasi selalu tersedia dan siap sesuai kebutuhan dan waktu pemakaiannya.

Sebagai unit pelayanan informasi, maka SIMPEG yang handal adalah kebutuhan demi peningkatan kualitas informasi yang dihasilkan. Untuk itu akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem dalam mengelola input kemudian diproses lalu menjadi output yang berupa informasi yang berkualitas.

Penelitian Saiful Bahri(2015) mengatakan bahwa Sistem Informasi

Manajemen masih kurang efektif karena belum kurangnya kualitas sumber

(21)

daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya koordinasi antar pegawai, data-data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tahapan process yang belum didukung dengan teknologi yang memadai sehingga output berupa informasi yang dihasilkan menjadi lambat, tidak akurat dan belum mampu mencakup secara menyeluruh informasinya.

Berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri N0.17 tahun 2000 yang dinyatakan bahwa: “Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) ialah suatu totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah yang meliputi pengumpulan prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak, dan beberapa perangkat penyimpanan yang meliputi pusat data dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, saling ketergantungan dan juga saling menentukan dalam rangka menyediakan berbagai informasi di bidang kepegawaian”.

Penelitian Laurenius.J.Pasanda(2016) menunjukan bahwa dalam pelaksanaan SIMPEG pada kantor BKD Kota Palopo didukung oleh komponen-komponen ppendukung sistem yang terdiri SDM, software, hardware, database dan ajringan. ada beberapa yang menjadi gangguan kemanan informasi SIMPEG BKD Kota Palopo yaitu human error, keruskaan software dan hardware serta ancaman virus.

Pada Kantor Diskominfo-statistik Enrekang mempunyai permasalahan

kegiatan yang kompleks seperti input pegawai masih manual melalui media

kertas. dalam menginput data pegawai memerlukan waktu sekitar 10 hingga

15 menit. penumpukan data pegawai dalam berkas kertas tidaklah efisien jika

(22)

petugas melalukan pengolahan data tersebut. proses pencarian juga memerlukan waktu yang relatif lama. jika data pegawai mengalami kerusakan, maka kantor ini akan mengamalami kehilangan data para pegawai.

oleh karena itu

Oleh k

arena itu, Diskominfo-statistik Enrekang sangat membutuhkan sistem informasi manajemen kepegawaian yang mampu menangani permasalahan kompleks tersebut. Hal tersebut dikarenakan, kominfo merupakan sebuah instansi pemerintahan yang menangani administrasi kepegawaian pemerintah dimana data kepegawaian dalam satu instansi skalanya besar. Jika tidak ditangani secara komputerisasi dalam bentuk data digital, maka data-data tersebut akan menumpuk dan bisa terjadi banyak kesalahan didalamnya seperti susahnya proses manipulasi (insert, update, delete) dan pencarian data yang memakan waktu yang cukup banyak sehingga dapat menghambat kegiatan yang lain. Permasalahan-permasalahan diatas dapat diatasi dengan adanya pemanfaatan dan penerapan TIK yaitu dengan melakukan pembuatan Sistem Informasi Kepegawaian(SIMPEG) pada Diskominfo-statistik Enrekang.

SIMPEG sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada seluruh

personalia yang ada karena pegawai merupakan aset penting dalam

penyelenggaraan organisasi yang perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan

pegawai yang baik dalam lingkup kecil akan meningkatkan kinerja pegawai

dan dalam lingkup yang lebih besar dan akan membawa perbaikan kinerja

pemerintah secara keseluruhan. Mengingat pentingnya pengelolaan data

pegawai tersebut, maka peningkatan kualitas pengelolaan kepegawaian

(23)

melalui implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian merupakan salah satu prioritas dalam tahapan pengembangan e-government .

Dalam pelaksanaan pengolahan dan pembinaan kepegawaian pada organisasi akan semakin meningkat dan kompleks dengan sistem pengelolaan yang lebih baik dan tertib, untuk itu perlu tersedianya data dan informasi yang akurat dan up to date guna penetapan keputusan yang sesuai dengan operasional. Oleh karena itu peningkatan dan pemantapan pengelolaan sistem informasi manajemen kepegawaian merupakan sarana dalam penyajian data dan informasi kepegawaian sehubungan dengan semakin berkembangnya ruang lingkup serta beraneka ragamnya pengelolaan kepegawaian sesuai dengan tingkat perkembangan organisasi yang bersangkutan.

Diskominfo-statistik Kabupaten Enrekang merupakan instansi yang memiliki tugas pokok melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah bidang Kepegawaian, telah membuat dan mengembangkan website Masyarakat maupun pegawai dapat mengakses alamat website tersebut melalui beberapa fasilitas yang disediakan Diskominfo-statistik Enrekang. salah satunya yaitu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian(SIMPEG). Pemberdayaan komputer perangkat keras/ lunak khusus untuk Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) berbasis internet merupakan salah satu program strategis dari Diskominfo-statistik Enrekang.

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian telah diterapkan pada

Diskominfo-statistik Enrekang dalam pengelolaan data dan informasi

(24)

kepegawaian namun belum bisa dikatakan efektif karena masih ada beberapa masalah dalam penerapannya yaitu masih belum maksimalnya penggunaan sarana dan prasarana sehingga proses pendistribusian hasil olahan SIMPEG masih harus dilakukan secara manual dan kurangnya sumber daya manusia yang ahli dalam pengelolaan data dan informasi kepegawaian dengan memanfaatkan SIMPEG. Dengan adanya masalah tersebut maka pelaksanaan SIMPEG belum terlaksana secara efektif sebagaimana yang diharapkan.

Untuk itu diperlukan, peningkatan dan pemantapan pengelolaan sistem informasi manajemen kepegawaian(SIMPEG) merupakan sarana dalam penyajian data dan informasi kepegawaian sehubungan dengan semakin berkembangnya ruang lingkup serta beraneka ragamnya pengelolaan kepegawaian sesuai dengan tingkat perkembangan organisasi yang bersangkutan.

Berdasarkan latar belakang dan pandangan atas kebutuhan suatu

lembaga dalam menjalankan sistem informasi yang terpadu, maka penulis

tertarik untuk melakukan kajian mendalam atas fenomena tersebut. Penelitian

akan pentingnya komponen dalam sebuah Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian penulis lakukan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika

Kab.Enrekang dengan judul ” Pengaruh Penerapan Sistem Informasi

Manajamen Kepegawaian terhadap produktivitas kerja Pegawai

Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Satistik Kab. Enrekang ”

(25)

B. Rumusan masalah

Berdasarkan uraian masalah yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Seberapa Baik Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dan Produktivitas kerja pegawai di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika- Statistik Kabupaten Enrekang?

2. Seberapa Baik Produktivitas kerja pegawai di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika - Statistik Kabupaten Enrekang?

3. Seberapa Besar Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen terhadap Produktivitas Kerja Pegawai secara parsial dan simultan di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika- statistik Kabupaten Enrekang ? C. Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini :

1. Untuk mengetahui Seberapa Baik Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian di Kantor Dinas komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang.

2. Untuk mengetahui Seberapa Baik Produktivitas kerja pegawai di Kantor Dinas komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang.

3. Untuk mengetahui Seberapa Besar pengaruh penerapan SIMPEG terhadap

produktivitas Kerja Pegawai di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan

Statistik Kabupaten Enrekang.

(26)

D. Manfaat penelitian.

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan, maka manfaat penelitian ini, adalah:

1. Manfaat teoritis

Sebagai bahan pembandingan antara teori dengan aplikasi dari ilmu pengetahuan yang diteliti khususnya manajemen publik, kegiatan penelitian diharapkan akan dapat memperkuat kebenaran dari suatu teori dengan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut sehingga akan menjadi lebih lengkap.

2. Manfaat praktis.

Bagi instansi atau organisasi,diharapkan dapat digunakan sebagai masukan

bagi pihak manajemen perusahaan sebagai bahan evaluasi kebijakan-

kebijakan tentang manajemen sumber daya manusia dimasa yang akan

datang dan sebagai dasar pertimbangan atau informasi dalam hal sistem

informasi manajemen untuk meningkatkan produktivitas kerja.

(27)

12

(28)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Berikut ini merupakan matriks tentang penelitian terdahulu:

Tabel 2.1

Matriks Penelitian Terdahulu No Nama, Tahun,

Judul Penelitian

Fokus penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian 1. Saiful Bahri

(2015), pengaruh penerapan SIM terhadap produktivitas kerja

Bagaiamana penerapan SIM dan produktivita s kerja pegawai

Metode kuantitatif dengan pendekata n

deskriptif

menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan SIM terhadap produktivitas kerja pegawai di kantor Diskominfo Kota Banten, hasil perhitungan menyatakan bahwa angka thitung > t tabel = (5,497 > 2,021 ) maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis awal ditolak (H1 diterima dan H0 ditolak ).

hal ini dikatakan bahwa penerapan sistem informasi manajemen yang diterapkan oleh kantor Diskominfo Kota serang telah berjalan dengan baik, maka hal itu dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai.

2. Sulistiyani Komalasari(20 15).aplikasi program sistem informasi

Faktor- faktor pendukung pelaksanaan Administras i

Metode kualitatif dengan pendekata n

deskriptif

Hasil penelitian ini

memaparkan bahwa

pelaksanaan SIMPEG

terlebih dahulu dilakukan

sosialisasi dan pelatihan

bimbingan teknis bagi

(29)

manajemen kepegawaian (SIMPEG)di kantor BKD kota malang

kepegawaia n dan sistem informasi manajemen kepegawaia n

pegawai karena hal ini termasuk baru bagi pegawai agar memahami prosedur penggunaan simpeg yang berbasis web.

3. Laurensius.J.P asanda(2016).

pengaruh penerapan SIMPEG terhadap kinerja pegawai

Faktor- faktor yang mempengar uhi kinerja pegawai

Kuantitatif dengan metode asosiatif

bahwa pengaruh

penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian terhadap Kinerja Pegawai Negeri di Kantor BKD Kota Palopo masuk pada kategori “kuat”

(berdasarkan pedoman interpretasi korelasi oleh Sugiyono) yaitu 39,7%.

selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain yang bukan SIMPEG.

4. Ridzuan bin Rusman

(2017)”efektivi tas penerapan sistem

manajemen mutu

Penerapan sistem manajemen

Metode kuantitatif dengan pendekata n

deskriptif

dalam pelyanan publik PT.PLN (persero) area Makasar Selatan Rayon Mattoangin secara umum di kategorikan sangat tinggi. indikator yang dikategorikan sangat

tinggi antara

lain,indikator fokus pada pelanggan, indikator keterlibatan karyawan, pendekatan proses, pendekatan pada sistem manajemen perbaikan

terus menerus,

pendekatan faktual pada pengambilan keputusan, hubungan yang saling menguntukan dengan pemasok. hanya satu kategori tinggi, yaitu kepemimpinan.

5. Arif

Jurachman(201 8) penerapan SIMPEG di

Sistem informasi manajemen

Metode kuantitatif dengan pendekata

SIMPEG Kab.Sidoarjo

memiliki beberapa vitur

yang terdiri atas

pemberkasan, verifikasi

(30)

Badan

Kepegawaian Daerah Kab.Sidoarjo

n

deskriptif

berkas, input data informasi kepegawaian, keberadaan SIMPEG dapat membuat kinerja pegawai pemerintah kabupaten sidoarjo semakin efektif dan efisien dalam kinerjanya sehari-hari

6. Edwin

Riswandi.(201 8) inovasi pelayanan administrasi berbasis e- government melalui program sistem pelayanan administrasi kependudukan keluarahan Dinoyo Kota Malang

Inovasi dan e-

government

Metode kualitatif dengan pendekata n

deskriptif

Inovasi melalui aplikasi sakdino masih banyak memiliki beberapa kendala baik dari belum adanya dukungan regulasi khusus dari pemerintah kota malang, kurangnya respon masyarakat, dan masih terbatasnya produk layanan administrasi kependudukan dalam aplikasi tersebut, dari segi e-government aplikasi sakdino menunjukan adanya relasi baru antara

masyarakat dan

kelurahan serta berupaya untuk meningkatkan kemudahan akses pelayanan publik

Berdasarkan tabel diatas maka dapat dijelaskan bahwa ada beberapa

penelitian terdahulu yang memiliki korelasi dengan penelitian ini, baik dari

aspek e-government maupun aspek Sistem Informasi Manajemen

Kepegawaian. namun tentunya tetap memiliki beberapa perbedaan baik dari

aspek teori atau konseptual, metode penelitian maupun objek penelitian

secara khusus, oleh karena itu berikut ini mengenai perbedaan antara

penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti

(31)

saat ini.

Penelitian ini lebih menekankan pada penerapan SIMPEG di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang dengan mengaitkannya pada regulasi dari Keputusan Menteri dalam Negeri No.17 tahun 2000 tentang SIMPEG Departemen dalam negeri dan pemerintah Daerah pasal 3(ayat3), bahwa SIMPEG Kabupaten/Kota yang pengelolannya secara fungsional dilaksanakan oleh bagaian kepegawaian.

Penelitian ini akan melakukan kajian pada SIMPEG yang berbasis teknologi komputer.

B. Konsep Good Governance

Good governance ialah salah satu prasyarat utama dalam

mewujudkan aspirasi masyarakat untuk mencapai suatu tujuan, cita-cita

bangsa dan Negara. Dalam rangka hal tersebut, dibutuhkan suatu

pengembangan dan penerapan sistem per-tanggungjawaban yang tepat, jelas

serta nyata sehingga dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung

dengan baik, guna bertanggung jawab serta bebas dari KKN. Konsep good

gov-ernanceini diselenggarkan dalam setiap kehidupan berbangsa dan

bernegara dan juga dilatar belakangi oleh beberapa faktor. Namun demikian

terdapat salah satu faktor yang terbesar yaitu ketidakberdayaan pemerintah

negara berkembang dalam menghadapi era globalisasi yang penuh persaingan

kompetensi yang berstandar tinggi. bukan lagi pemerintah yang menjadi

peran utama tetapi mengharapkan peran yang lebih besar dari sektor swasta

dan masyarakat sipil.

(32)

Sedarmayanti(2012) menjelaskan good governance merupakan proses di selenggarakannya suatu kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan publik good and service disebut governance(pemerintah atau kepemerintahan), sedangkan praktik yang terbaik disebut good governance (kepemerintahan yang baik). Seiring berjalannya waktu dengan hal tersebut governance sering diartikan sebagai kepemerintahan yang baik. World Bank menyimpulkan bahwa good governance sebagai suatu penyeleng-garaan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab dan sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif dalam menjalankan sikap disiplin anggaran bagi tumbuhnya aktivitas usaha (Mardiasmo, 2010).

Good governance adalah cita–cita yang menjadi misi setiap penyeleng-garaan suatu negara, termasuk Indonesia. good governance dapat disimpulkan sebagai prinsip dalam mengatur suatu tatana pemerintahan yang memungkinkan layanan publiknya dapat berjalan dengan efisien, sistem pengadilannya bisa diandalkan dan administrasinya bertanggung jawab pada publik. (Santoso, 2010).

C. Konsep E-Government

Pemerintah pada saat ini membutuhkan media komunikasi antara

masyarakat dan pemerintah untuk memenuhi semua kebutuhan dan

kepentingan masyarakat. dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi

(33)

(TIK) tersebut yang dimanfaatkan mampu menjadi media komunikasi tersebut dengan cepat.

E-Government

adalah penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi di lingkungan pemerintah. Pada umumnya digunakan untuk administrasi pemerintahan agar lebih efektif dan efisien, serta memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat (Ahmad, 2013).

D. Konsep Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan

sistem informasi yang dibangun untuk mewujudkan suatu layanan

kepegawaian yang cepat, efektif, efisien, dan akurat dengan memanfaatkan

teknologi komunikasi dan informasi. Pemanfaatan sistem informasi

kepegawaian dalam mengelola data kepegawaian untuk mendukung proses

administrasi yang lengkap, cepat dan akurat. Sistem informasi tersebut

merupakan sistem yang terpadu dimana didalam sistem tersebut meliputi

pendataan, pengolahan, prosedur, sumber daya manusia,dan teknologi

informasi seperti yang dikemukakan oleh Nugroho (2008) dalam bukunya

mengatakan bahwa Sistem informasi manajemen kepegawaian berguna dalam

pengolahan data kepegawaian, didefinisikan sebagai Sistem Informasi yang

terpadu, meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja,

sumber daya manusia dan teknologi informasi untukmenghasilkan informasi

yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi

kepegawaian.

(34)

Dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri N0.17 tahun 2000 disebutkan bahwa: “Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian merupakan suatu totalitas terpadu yang terdiri dari perangkat pengolah meliputi pengumpul prosedur, tenaga pengolah dan perangkat lunak, perangkat penyimpanan meliputi pusat data dan bank data serta perangkat komunikasi yang saling berkaitan, saling ketergantungan dan saling menentukan dalam rangka penyediaan informasi di bidang kepegawaian ”.

Henry Simamora (2017:90) mengemukakan bahwa Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas- aktivitas personalia, karekteristik-karakteristik unit-unit organisasi.

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) adalah suatu tatanan bagi proses pengumpulan data kepegawaian, pengolahan data kepegawaian ,penyimpanan data kepegawaian, pelaporan data kepegawaian yang telah menjadi informasi baru penyajian data dan informasi yang diperlukan untuk menunjang administrasi dan manajemen yang berkaitan dengan pegawai (Musanef, 2017: 341)

Berdasarkan pandangan-pandangan di atas tempat sistem informasi

manajemen kepegawaian, maka dapat disimpulkan bahwa suatu sistem yang

terpadu yakni terkait proses pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan

penyampaian hasil informasi tentang data kepegawaian yang dapat

bermanfaat dalam proses manajerial organisasi.

(35)

Pemerintah dalam menerapkan sistem informasi manajemen membuat regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Apartur Sipil Negara pada pasal 1 ayat 6 Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara(ASN) adalah rangkaian informasi dan data mengenai Pegawai ASN yang disusun secara sistematis, menyeluruh, dan terintegrasi dengan berbasis teknologi.

Musthopadijaya(2003), mengatakan bahwa, Sistem Informasi Menajamen Kepegawaian(SIMPEG) mempunyai tugas antara lain;

a. Mencapai tujuan dan manfaat sistem informasi kepegawaian;

b. Sebagai pelaporan mutasi pegawai;

c. Sebagai sistem penyimpanan data kepegawaian;

d. Sebagai sistem penyajian data kepegawaian.

Sistem informasi manajemen kepegawaian sangat bergantung

terhadap ketersediaan komputerisasi dalam menunjang kinerja dan juga untuk

memudahkan pengolahan data serta memproses berbagai data masukan untuk

disajikan sebagai informasi bagi pimpinan dan juga untuk pengguna

informasi tersebut. Selain ketersediaan komputer sebagai penunjang kinerja,

juga dibutuhkan sumber daya manusia yang juga memiliki kemampuan dalam

menyusun serta mengelola data kepegawaian. Jika fasilitas pendukung dan

sumber daya manusia telah tersedia dengan matang, maka sistem informasi

manajemen kepegawaian dapat dilaksankan dengan baik, sesuai dengan

harapan dan tujuan dari setiap lembaga pemerintahan.

(36)

Utami(2017:11) mengungkapkan tentang tujuan utama sistem informasi manajemen kepegawaian ialah membantu proses manajemen dalam suatu organisasi. manajemen meliputi seluruh hierarki kepengurusan dalam suatu organisasi, dimulai dari hierarki manajemen puncak yang bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan organisasi secara keseluruhan hingga pada hierarki manajemen bawah yang hanya bertanggungjawab atas operasi sehari-hari dari departemen tertentu saja. pada umunya SIMPEG mencakup proses yang berkaitan dengan perencanaan pegawai, administrasi pegawai, evaluasi kinerja pegawai, pendidikan dan pelatihan, dan pensiun. Perencanaan pegawai merupakan suatu proses analisis dan simulasi kebutuhan pegawai yang dimiliki organisasi dikaitkan dengan pengembangan kegiatan dimasa mendatang yang berkaitan dengan pengadaan dan penempatan pegawai.

proses perencanaan pegawai mencakup antara lain pembuatan rekapitulasi untuk analisis dan simulasi yang diolah dari data kepegawaian untuk memperoleh gambaran kekuatan sumber daya manusia yang dimilki, proses pengadaan pegawai atau rekruitmen yang pada dasarnya merupakan pengumpulan biodata dan proses alokasi yaitu dengan data yang dimiliki dapat dilakukan analisis kebutuhan penempatan pegawai ke posisi yang lebih tepat.

Utami(2017:22) menjelaskan manfaat dari penerapan sistem informasi manajemen kepegawaian, antara lain:

1. Mendapatkan informasi tentang keadaan pegawai(Profil kepegawaian)

yang cepat dan akurat.

(37)

2. Pembuatan laporan dapat mudah dikerjakan.

3. Mengetahui pegawai yang akan naik pangkat dan yang akan mendapat kenaikan gaji berkala.

4. Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian seperti angka kredit pegawai.

5. Dapat merencanakan penyebaran (mutasi) pegawai sesuai pendidikan dan kompetisinya.

6. Merencanakan kebutuhan pegawai.

7. Memudahkan pemantauan jatah cuti.

8. Memudahkan dalam pengelolaan beban kerja kepada pegawai.

9. Memudahkan dalam perekrutan pegawai

Adapun fungsi sistem informasi manajemen kepegawaian antara lain:

1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat.

2. Mewujudkan data kepegawaian yang mutakhir dan terintegrasi.

3. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan SDM.

4. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

5. Memperbaiki produktivitas SDM dalam instansi.

6. Menyediakan informasi pegawai yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan, kesejehteraan dan pengendalian pegawai.

7. Membantu kelancaran pekerjaan dibidang kepegawaian, terutama

dalam pembuatan laporan.

(38)

Dengan demikian sangat jelas bahwa penerapan SIMPEG berbasis komputer mempunyai peranan penting dalam upaya mendukung dan menunjang kebutuhan informasi serta memenuhi kebutuhan pengambil keputusan disemua jajaran instansi atau perusahaan. kemudian ditambahkan pula bahwa otomasi atau pengolahan data dnegan komputer terbukti memang lebih efisien apabila perangkat pendukung yang lain juga memadai seperti sumber daya manusia atau staffnya, sistem dan prosedur serta pengolahan data mentah yang sudah baik dari tingkat unit terkecil.

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia disektor publik akan sangat mendukung efisiensi di bidang admnistrasi kepegawaian, khususnya SIMPEG berbasis komputer dalam pengelolaan administrasi kepegawaian.

E. Konsep Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja ialah bentuk tindakan atau perbuatan yang mempunyai maksud tertentu sebagai suatu bentuk pernyataan disiplin yang timbul akibat terpenuhinya kepuasan terhadap instansi karena pada umumnya suatu pekrjaan yang dapat dikatakan berhasil apabila pekerjaan itu dapat memberi hasil positif atau mencapai hasil kerja yang baik.

Paul Mall “ produktivitas adalah bagaimana cara untuk menghasilkan

atau meningkatkan hasil barang dan jasa sebaik dan setinggi mungkin dengan

memanfaatkan sumber daya secara efisien(Sedarmayanti : 2001 :57-58) oleh

karena itu, produktivitas biasa diartikan sebagai perbandingan antara

keluaran maupun masukan dalam satuan tertentu. produktivitas kerja

(39)

seseorang akan dilihat dari sumber daya yang digunakan baik itu kemampuan pengetahuan maupun keterampilan.

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja adalah kemampuan memperoleh manfaat yang sebesar- besarnya dari sarana dan prasarana dengan memiliki sikap mental yang mempunyai pandangan bahwa metode kerja hari ini harus lebih baik dari metode kerja hari kemarin dan hasil yang dapat diraih esok harus lebih baik atau lebih bermutu dari pada hasil yang diraih hari ini.

Simamora (2004) faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktivitas kerja meliputi :

1. Kuantitas Kerja yaitu merupakan suatu hasil yang dicapai oleh keryawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar yang ada atau ditetapkan oleh perusahaan.

2. Kualitas Kerja, yaitu merupakan suatu tandar hasil yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.

3. Ketepatan Waktu, yaitu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan

pada awal waktu yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan

hasol output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas

lain. ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu

aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output

(40)

Berdasarkan faktor-faktor di atas dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor dari produktivitas kerja adalah sikap dalam bekerja, keterampilan yang dimiliki, adanya etos kerja, sikap hidup disiplin terhadap waktu dan diri sendiri, pendidikan, kedisiplinan, motivasi dan orientasi kemasa depan yang lebih baik, dan kebiasaan. Faktor-faktor yang digunakan penulis berdasarkan pada Saksono(2008) yang di dalamnya terdapat faktor adanya etos kerja yang ciri-cirinya adalah mampu bekerjasama dengan sesama manusia.

F. Kerangka Pikir

Kerangka pikir dalam penelitian ini merupakan suatu gambaran alur pikiran peneliti mengenai fokus penelitian yang akan dilaksanakan yaitu Penerapan SIMPEG di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang. Selama melakukan penelitian melalui observasi awal dan pembagian kuesioner kepada pegawai dikantor tersebut, peneliti menemukan data informasi apa yang sebenarnya terjadi dalam penerapan SIMPEG di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang. Peneliti melihat masih ada beberapa masalah terkait dengan penerapan SIMPEG tersebut antara lain kurangnya sarana dan prasarana, belum optimalnya potensi aplikasi simpeg, masih sering terjadi system yang error dan kurangnya Sumber Daya Manusia.

Penelitian mengenai dalam Penerapan Sstem Informasi Manajemen

Kepegawaian di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik

Kabupaten Enrekang ini menggunakan teori SIMPEG Menurut Musanef

(2017) Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) adalah suatu

(41)

tatanan bagi beberapa proses yaitu :

a. Proses Pengumpulan Data Kepegawaian,

Dalam suatu instansi terdapat Administrasi pegawai yaitu proses pengumpulan data yang berkaitan dengan kepegawaian yang mencakup berbagai proses perekaman data kepegawaian yang meliputi antara lain, biodata para pegawai, riwayat kepangkatan pegawai, jabatan pegawai, pendidikan, penjenjangan, keahlian, pelatihan apa yang pernah diikuti daftar keluarga dll yang bersangkutana dengan identitas pegawai.

b. Pengolahan Data Kepegawaian

Dalam pengolahan data kepegawaian terdapat sebuah aplikasi sistem pengolahan data ialah sebuah aplikasi komputer yang memiliki fungsi untuk mengolah data kepegawaian dengan metode modern, dan juga dengan adanya sistem aplikasi komputer itu dapat mempercepat penyelesaian suatu pekerjaan karena tidak lagi tidak menggunakan sistem manual, sehingga data-data yang akan diolah dapat dengan mudah untuk teritegrasi satu sama lain.

c. Penyimpanan Data Kepegawaian.

Penataan dokumen kepegawaian PNS baik dokumen fisik maupun image dokumen disimpan dalam media yang telah ditentukan dan digunakan kembali sewaktu-waktu diperlukan.

d. Pelaporan Data Kepegawaian yang telah ada menjadi informasi baru

penyajian data dan informasi yang diperlukan untuk kepentingan suatu

administrasi dan manajemen yang berkaitan dengan pegawai. Proses

(42)

pencatatan dan pengolahan data serta mampu memberikan informasi kepegawaian kapan pun, sehingga informasi yang diperlukan diperoleh tepat waktu, tepat sasaran , dan akurat

Dari uraian diatas, peneliti menggunakan teori tersebut karena indikator

dari teori tersebur sesuai dengan penelitian ini, dengan adanya Sistem Informasi

Manajemen Kepegawaian yang menjadi teori pendukung, peneliti ingin

menggunakannya sebagai pengukuran penerapan SIMPEG terhadap

produktivitas kerja secara keseluruhan, apakah berjalan dengan baik, efektif,

ditentukan dengan bagaimana proses untuk mencapai suatu produktivitas kerja di

Kantor Dinas Komunikasi,Informatika dan statistik Kab. Enrekang.

(43)

Gambar 2.1

Kerangka Pikir Penelitian Kantor Dinas

Komunikasi,Informatika dan statistik Kab. Enrekang

Penerapan SIMPEG (Variabel X) 1. Pengumpulan data

kepegawaian 2. Pengolahan data

kepegawaian 3. Penyimpanan data

kepegawaian

4. Penyampaian informasi

(Musanef, 2017)

Produktivitas kerja Pegawai (Variabel Y) 1. Kuantitas

( Menghasilkan sesuai jumlah )

2. Kualitas

( Menghasilkan sesuai standar)

3. Ketepatan Waktu ( Menyelesaikan tepat waktu )

(Simamora:2004)

Produktivitas Kerja di Kantor Dinas Komunikasi,Informatika dan Statistik

Kabupaten Enrekang

(44)

G. Hipotesis Penelitian 1. Hipotesis Nol (H0) :

Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara sistem informasi manajemen kepegawaian terhadap peningkatan produktivitas kerja pegawai pada Dinas perhubungan, komunikasi, Informatika, dan Statistik Kab. Enrekang.

2. Hipotesis Alternatif (Ha) :

Terdapat pengaruh yang signifikan antara sistem informasi manajemen kepegawaian terhadap peningkatan produktivitas kerja pegawai pada Dinas perhubungan, komunikasi, informatika dan statistik Kab. Enrekang.

H. Defenisi Operasional

Defenisi opersional variabel adalah pengertian variabel variabel( yang diungkap dalam defenisi konsep) tersebut, secara praktik, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

a. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi,yang menyebabkan timbulnya atau berubahnya variabel terikat. variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian(SIMPEG).

b. Variabel terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya

variabel bebas. variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini

(45)

adalah produktivitas kerja.

Defenisi operasional variabel merupakan penjelasan dari masing- masing variabel yang digunakan dalam penelitian terhadap indikator- indikator yang membentuknya. defenisi opersional penelitian ini dapat dilihat dari tabel berikut ini :

Tabel 2.2

Matriks Defenisi Opersional Variabel Bebas (X)

Variabel Dimensi Indikator Skala

Variabel X1

Pengumpulan Data

1.Seberapa cepat pengumpulan data dilakukan dilapangan.

2.Seberapa cepat penyelesaian masalah saat pengumpulan data.

3.Respon pegawai saat pengumpulan data.

Likert

Variabel X2

Pengolahan Data

1.Seberapa cepat pengerjaan pengolahan data dilakukan

2.Seberapa cepat penyatuan data dari berbagai sumber

3.Penggunaan komputer dalam pengolahan data pegawai dan file arsip lainnya.

Likert

Variabel X3

Penyimpanan Data

1. Bagaimana penambahan data baru 2.Bagaimana sistem penyimpanan

data dilakukan. Likert

Variabel X4

Penyampaian Informasi

1. Seberapa akurat data yang ada dapat dianalisis oleh pengguna informasi.

2. Bagaimana penyajian informasi melalui sistem yang ada.

3. Penggunaan data oleh pimpinan ketika proses pengambilan keputusan dilakukan secara mendadak.

Likert

(46)

Tabel 2.3

Matriks Defenisi Operasional Variabel Terikat (Y)

Variabel Dimensi Indikator Skala

Produktiv -itas kerja

(Y)

Kuantitas Kerja

1. Kejelasan data saat pengumpulan data

2. SOP yang dijalankan sangat mudah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat

3. Seberapa akurat penyelesaian masalah dalam proses penyimpanan data

Likert .

Kualitas Kerja

1. Banyaknya data yang diperoleh 2. Banyaknyan data olahan setiap periode

3. Fasilitas kantor mendukung suatu penyelesaian masalah.

Likert

Ketepatan Waktu

1. Penyelesaian pengolahan sata tepat waktu

2. Pemberian jangka waktu pelaksanaan SIMPEG perperiode

Likert

(47)

20

(48)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini selama 2 Bulan dari tanggal 12 juni sampai dengan 12 agustus 2020. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Enrekang berada di Jl.Jenderal Sudirman, Leoran, Kec. Enrekang peneliti adanya permasalahan Sistem Informasi yang dapat menghambat Kinerja Pegawai.

B. Jenis dan Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif tipe deskriptif dan asosiatif untuk mendapatkan penggambaran tabel, untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel penerapan sistem informasai manajemen terhadap variabel produktivitas kerja pegawai di kantor Dinas komunikasi, informatika dan stsatistik kabupaten Enrekang.

C. Populasi dan Sampel

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian (populasi) yaitu seluruh orang yang terlibat dalam proses penyelesanggaraan sistem informasi manajemen kepegawain dikantor Dinas komunikasi, informatika dan stsatistik kabupaten Enrekang. dari jumlah pegawai yang ada dikantor Dinas komunikasi, informatika dan stsatistik kabupaten Enrekang. Berdasarkan jumlah pegawai yang terlibat dalam proses penerapan SIMPEG yaitu sebanyak 50 orang.

Populasi ini akan dijadikan sampel untuk memberikan masukan dan

pendapat mereka serta dapat memenuhi kriteria untuk menunjukkan pengaruh

(49)

keberadaan SIMPEG terhadap produktivitas kerja pegawai.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan informasi dari para responden yang ada, maka strategi/metode yang dilakukan guna pengumpulan data yakni dengan:

1. Kuesioner

Yaitu pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.

kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuseioner terstruktur dimana pertanyaan dan jawaban sudah tertulis didalmnya, jawaban responden terdiri dari lima pilihan dengan pembobotan tertinggi adalah lima kemudian untuk nilai terendah diberi nilai satu. dalam pemberian skor ini digunakan skala likert yang merupakan salah satu cara untuk menentukan skor. kriteria penilaian ini digolongkan dalam 5 tingkatan dalam pemberian skor ini digunakan skala likert yang merupakan salah satu cara untuk menentukan skor.

kriteria penilaian ini digolongkan dalam 5 tingkatan dengan penilaian sebagai berikut :

jawaban a, diberi skor 5

jawaban b, diberi skor 4

jawaban c, diberi skor 3

jawaban d, diberi skor 2

jawaban e, diberi skor 1

(50)

2

. Observasi

Dalam metode ini, penulis mengamati bagaimana proses kerja yang dilakukan oleh para pegawai dan menyimpulkan kendala yang mereka alami dalam pekerjaan mereka dengan adanya SIMPEG yang berdampak pada produktivitas kerja mereka.

3. Studi Dokumen

Dalam metode ini, penulis mempelajari beberapa dokumen, jurnal atau karya tulis lainnya yang terkait dengan bahan penelitian untuk menambah informasi yang dilakukan dengan metode-metode lainnya. Dari metode-metode tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sumber data yang menjadi pokok utama dalam proses penelitian ini, yakni:

- Data sekunder

Data sekunder adalah data yang penulis peroleh dari beberapa model pengumpulan data seperti kuesioner, observasi dan studi atas dokumen- dokumen yang diarsipkan di Kantor Dinas Komunikasi ,Informatika dan statistik Kab. Enrekang .Kuesioner penelitian yang dibuat oleh peneliti akan diuji validitas dan reabilitasnya sebelum dan sesudah penelitian.

E. Teknik pengabsahan data

Selanjutnya dalam pengumpulan data dilakukan uji instrumen dengan

melakukan dua model pengujian yakni uji validitas dan uji realibilitas. Langkah-

langkah pengujian ini adalah dengan metode sebagai berikut:

(51)

a. Uji validitas

Uji Validitas data dengan rumus pearson SPSS dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. Validitas suatu instrument akan menggambarkan tingkat kemampuan alat ukur yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang menjadi sasaran pokok pengukuran. dikatakan valid jika dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat, data yang valid dapat dilihat jika :

1. Jika nilai signifikan < 0,05 = valid 2. Jika nilai signifikan > 0,05 = tidak valid b. Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana instrumen yang digunakan memberikan hasil yang relatif tidak berbeda jika dilakukan kembali pada objek yang sama. Dalam hal ini uji reliabilitas yang digunakan adalah koefisien reliabilitas internal dari alpha. Uji coba yang dilakukan untuk menghitung koefisien alpha hanya dilakukan sekali saja pada sekelompok responden, tanpa dilakukan pengulangan, oleh karena itu hasil uji coba yang akan dianalisis harus dibelah menjadi dua bagian, ganjil dan genap.

Untuk keperluan analisis tersebut, maka rumus alpha yang digunakan untuk menghitung reliabilitas instrumen dinyatakan sebagai berikut:

ket :

(52)

α = tingkat reliabitas yang dicari = varian dari skor belahan pertama = varian dari skor belahan kedua = varian dari skor keseluruhan

Untuk bisa menghasilkan hipotesis yang valid dan reliabel maka kita harus mengukur dengan instrumen yang valid dan reliabel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, maka sebelum data yang terkumpul dianalisis harus dibuktikan terlebih dahulu bahwa kuesioner tersebut telah valid dan reliabel, sehingga dalam analisisnya nanti menghasilkan hipotesis yang valid juga. Untuk mempermudah dalam analisis data, uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan alat bantu SPSS version 16.0

F. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu:

1. Teknik Analisis Statistik Deskriptif

Teknik analisis statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden pada kantor Dinas komunikasi ,informatika dan statistik sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi). Dalam metode ini penyajian data dapat berupa tabel, grafik, diagram, persentase dan frekuensi.

Tujuan dari analisis data ini adalah:

(53)

Pertama, untuk mendeskripsikan data dalam bentuk frekuensi maupun

tabel sehingga karakteristik datanya muda dipahami, Kedua, untuk menarik kesimpulan tentang masalah yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini penarikan kesimpulan dilakukan melalui pengujian hipotesis

.

Teknik analisis statistik deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa table, modus, mean, perhitungan median (pengukuran tendensi sentral).

Perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variasi menggunaka rumus perhitungan persentase.

% = × 100%

Keterangan:

n = skor yang diperoleh N = skor ideal

% = persentase

Data yang sudah dipersentase lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kuantitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan pada tabel 3.1.

Tabel 3.1.

Kriteria Jawaban Responden

Persentase Jawaban Tafsiran Kuantitatif 80%- 100%

60%- 79%

40%- 59%

20%- 39%

0%- 19%

Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik

sumber : sugiono(2010)

(54)

2. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel (X) dengan variabel lainnya (Y) yang dalam penelitian ini adalah variabel Penerapan SIMPEG (X) dan Produktivitas kerja Pegawai Negeri (Y). Dalam analisis ini yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui arah hubungan antar variabel independen (Penerapan SIMPEG) dan variabel dependen (Produktivitas kerja Pegawai Negeri) apakah menunjukkan angka positif ataukah negatif. Selain itu, melalui melalui analisis ini pula dapat diprediksi nilai variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan ataupun penurunan. Data yang biasanya digunakan adalah berskala interval atau rasio. Dalam menentukan regresi linear sederhana dapat digunakan rumus sebagai berikut:

Y = a + bX Ket:

Y = Variabel Dependen (Nilai Yang Diprediksikan) X = Variabel Independen

a = Konstanta (nilai Y apabila X=0)

b = Koefisien Regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)

Dalam menentukan nilai a dan b maka dapat digunakan rumus berikut:

a= b=

Ket :

a = Konstanta

b = Koefisien regresi

(55)

X = Penerapan SIMPEG (variabel X) Y = Kinerja Pegawai Negeri (variabel Y) a. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial ( Uji t )

Uji t digunakan untiuk mengetahui pengaruh variabel secara parsial terhadap variabel dependen berdasarkan nilai signifikansi 0,05 jika signifikansi kurang < 0,05 maka Ho ditolak dan jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima .Dalam hal ini peneliti akan menguji variabel Penerapan SIMPEG (X) terhadap Produktivitas kerja pegawai (Y).

b. Uji Koerfisien Regresi Secara Simultan ( uji F )

Uji f digunakan untuk mengetahui apakah variabel indpenedent secara

bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent. berdasarkan

nilai signifikansi 0,05 jika signifikansi kurang <0.05 maka Ho hitolak dan jika

signifikansi > 0,05 maka Ho diterima .Dalam hal ini peneliti akan menguji

variabel Penerapan SIMPEG (X) terhadap Produktivitas kerja pegawai (Y).

Referensi

Dokumen terkait

Spesies nyamuk Anopheles dapat ditetapkan sebagai vektor malaria apabila memenuhi beberapa persyaratan diantaranya umur nyamuk cukup panjang, mempunyai kepadatan tinggi

Data radar utamanya digunakan untuk ekstraksi unsur hipsografi, seperti masspoint, garis punggung bukit, atau sungai, sedangkan citra optis digunakan untuk membantu

Penggunaan teknologi AR dalam hal ini adalah untuk menerjemahkan surah-surah pada juz 30 dan menampilkan objek 3 dimensi dari terjemahan surah-surah tersebut serta

Sejalan dengan penelitian di Kecamatan Biau, dimana pakaian pelindung diri yang paling banyak digunakan oleh petugas pengelola sampah yaitu pelindung kaki/sepetu

Berdasarkan uraian pada latar belakang terdapat beberapa permasalahan dalam penelitian ini yaitu selama ini sebagian besar keuntungan dari transaksi valuta asing masih di

89,33% responden setuju aplikasi ini membantu dalam melakukan perjalanan ibadah haji, 85,33% responden setuju aplikasi ini mudah digunakan, 84% responden setuju

Secara umum, proses penguraian dependensi dilakukan dengan cara memeriksa hubungan ketergantungan antara dua buah kata. Jika ada hubungan ketergantungan antara keduanya,

Tuhan Yang Maha Esa, untuk setiap bimbingan, penyertaan, hikmat dan kekuatan dalam proses menyelesaikan skripsi ini.. Almarhum papa dan mama, untuk setiap kasih sayang, dukungan