1. Satuan Kerja : Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara 2. Kebijakan/Aktifitas/Kegiatan : Pengelolaan Perbenihan Ikan 3. Pagu Anggaran : Rp. 11.076.467.000
4. TA : 2020 Semester 2 Tahun 2020
Uraian
K D K D K D K D K D I II III IV I II III IV K D
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 24 25
2344.002.0 01.
Prod Induk Unggul Di UPT A. Calon Induk
Unggul Ikan Nila Salin
1 Memproduksi calon induk unggul nila salin
1 kematian calon induk
salinitas tinggi saat musim kemarau
tidak tercapainya target produksi calon induk unggul nila salin
UC eksternal pemeliharaan calon induk pada
bak terkontrol 3 4 4 3 4 5 4 5 3.75 4.25 15.94 16
pemeliharaan calon induk pada
bak terkontrol V V V
pemeliharaan calon induk pada bak terkontrol
V V V 3 4
.B. Calon Induk Kepiting/Rajungan.
1 Memproduksi calon induk kepiting/rajunga n.
1 Nutrisi kurang Pakan terbatas Pertumbuhan rendah. C Internal Pengkayaan pakan
4 5 3 5 3 3 4 3 3.5 4 14.00
Pengkayaan pakan
V V V V V V V V 3 4
2 Kanibalisme tinggi.
Padat tebar tinggi Produksi rendah. C Internal Inovasi pemeliharaan dengan
sistem baterai. 3 5 4 5 4 4 4 5 3.75 4.75 17.81 Inovasi pemeliharaan dengan
sistem baterai. V V V V V V V V 3 4
2344.002.0 01.052
Perekayasaan
0 0 0.00
a. Teknik Pembesaran udang putih sistem Filtrasi Biologi
1 Penerapan sistem filtrasi biologi pada budidaya udang putih.
1 Tidak optimalnya fungsi organisme filtrasi selama pemeliharaan
Naiknya bahan organik air dari air sumber
Penurunan kandungan oksigen
C Internal Pemilihan organisme yang mampu optimal dalam menyerap
bahan organik air 3 3 2 4 3 4 3 4 2.75 3.75 10.31 10
Pemilihan organisme yang mampu optimal dalam
menyerap bahan organik air V V
Pemilihan organisme yang mampu optimal dalam menyerap bahan organik air
V V 2 3
1 kurang standartnya konstrusi tambak
Tingginya porositas Fluktuasi volume air petakan
C Internal Perbaikan konstruksi tambak
3 4 3 4 4 4 4 4 3.5 4 14.00 14 Perbaikan konstruksi tambak V Perbaikan konstruksi
tambak V 3 4
2 kurangnya kesuburan alat
tingkat kesuburan dasar tambak rendah
pertumbuhan udang lambat
C Internal Pengadaan pakan buatan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16 Pengadaan pakan buatan V V Pengadaan pakan
buatan V V 4 4
1 Petak pengelolaan limbah tidak optimal
Konstruksi petak pengolah limbah tidak kuat
Limbah tidak terdekomposisi dengan baik
C Internal Perbaikan konstruksi pengolah limbah
4 4 2 3 3 4 3 4 3 3.75 11.25 11
Perbaikan konstruksi pengolah limbah
V
Perbaikan konstruksi pengolah limbah
V 3 3
2 Kultivan pengolah limbah tidak tersedia
Pengaruh musim/kualitas air tidak optimum
Penebaran kultivan pengolah limbah tertunda
C Internal Memanfaatkan berbagai jenis
kultivan pengolah limbah 4 5 3 4 4 4 4 4 3.75 4.25 15.94 16
Memanfaatkan berbagai jenis
kultivan pengolah limbah V V V
Memanfaatkan berbagai jenis kultivan pengolah
limbah V V V 3 4
3 Kultivan sukit tumbuh
Unsur hara tidak. (C/N rasio) imbang
Kuliatas air tidak layak C internal Mengusulkan bahan pupuk 3 4 4 5 4 5 3 4 3.5 4.5 15.75 16 Mengusulkan bahan pupuk V V V Mengusulkan bahan
pupuk V V V 3 4
1. Kualitas air tidak sesuai
Dihasilkan benih kepiting lebih sedikit
C Internal Penggunaan sistem resirkulasi
2 4 3 4 2 3 3 4 2.5 3.75 9.38 9
Menggunakan sistem resirkulasi pada proses pendederan
V V
Menggunakan sistem resirkulasi pada proses pendederan
V V 2 3
2. Jenis substar dasar tidak sesuai
Kanibalisme C Internal Penggunaan substrat yang tepat
3 4 3 3 2 3 3 4 2.75 3.5 9.63 10 Identifikasi dan penerapan
substar dasar yang tepat V V
Identifikasi dan penerapan substar dasar yang tepat
V V 2 3
1 Telur diproduksi tidak optimal,
Kualitas air laut tidak optimal untuk pemijahan induk bandeng.
C Internal Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak
induk bandeng. 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4.5 18.00 18
Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak
induk bandeng. V V
Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak induk bandeng.
V V 4 4
2 Telur yang bisa ditebar kurang berkualitas.
Nutrisi telur belum optimal ditandai dengan nilai FR dan HR belum memenuhi standar SNI
C Internal Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya
pelet dengan Spirulina. 3 4 4 5 4 4 3 4 3.5 4.25 14.88 15
Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya pelet dengan Spirulina.
V V V V
Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya pelet dengan Spirulina.
V V V V 3 4
3 Jumlah Benih yang dihasilkan tidak sesuai espektasi.
SR Benih bandeng masih rendah.
C Internal Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng sesuai
persyaratan. 3 4 4 5 4 5 4 4 3.75 4.5 16.88 17
Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng
sesuai persyaratan. V V V
Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng sesuai persyaratan.
V V V 3 4
4 SR benih dan pertumbuhan menjadi terhambat.
Kultur masal Pakan Alami tidak optimal
C Internal Menambah bak kultur fitoplankton dan bak kultur
rotifer. 2 4 3 3 3 4 3 3 2.75 3.5 9.63 10
Menambah bak kultur fitoplankton dan bak kultur
rotifer. V V
Menambah bak kultur fitoplankton dan bak
kultur rotifer. V V 2 3
1. Intensitas cahaya kurang
Pertumbuhan lambat C Internal / Eksternal
Penambahan sumber cahaya
2 4 3 4 3 4 2 4 2.5 4 10.00 10 Menggunakan sumber cahaya
buatan (lampu) V V V Menggunakan sumber
cahaya buatan (lampu) V V V 2 4
2. Defisiensi nutrien Kepadatan rendah C Internal / Eksternal
Penambaha CO2 dari sumber buatan
3 4 2 5 2 3 3 4 2.5 4 10.00 10 Menggunakan CO2 cair
sebagai sumber nutrien V V V Menggunakan CO2 cair
sebagai sumber nutrien V V V 2 4
Target Produksi benih bandeng tidak tercapai d. Pendederan
Kepiting Muda Sistem Resirkulasi dengan Modifikasi Substrat
Meningkatkan kelangsungan hidup
1 Kelangsungan
hidup rendah 1
e. Peningkatan Produktifitas Induk, Telur dan Benih Bandeng dengan Perbaikan Kualitas Air Laut dan Nutrisi
Meningkatkan produktifitas induk, telur dan benih bandeng.
1
f. Penggunaan Lampu Kedap Air sebagai Sumber Photon serta Injeksi Karbon Dioksida untuk Meningkatkan Produksi Chlorella Skala Massal
Meningkatkan kepadatan sel Chlorella pada kultur massal
1 Kepadatan sel
lebih rendah 1
22 23
FORMULIR PENILAIAN RESIKO BBPBAP JEPARA TAHUN 2020
No Kebijakan/Aktifita
s/Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana
Resiko Residual Nama 1 Nama 2 Nama 3 Nama 4
Uraian
Jadwal (Triwulan) Jadwal (Triwulan)
Persepsi atas Resiko
Rata-rata Level / Tingkat Resiko
PR
Respon terhadap Resiko/Rencana Kegiatan Pengelndalian Realisasi Kegiatan pengendalian
b. Teknik Pembesaran Udang Penaeid Modular dengan Sistem Polikultur
Memperpendek umur pemeliharaan 1
c. Penerapan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) pada Budidaya Udang Penaeid Intensif
Peningkatan kualitas air limbah dari budidaya udang vaname (BO rendah) 1
g. 1 Meningkatkan produksi rumput laut Hasil Kultur Jaringan.
1 Kerusakan pada planlet kultur jaringan.
Kualitas air tidak optimal.
Penyediaan bahan Kultur Jaringan Rumput Laut
3 3 4 4 4 4 3 4 3.5 3.75 13.13
Penyediaan bahan Kultur Jaringan Rumput Laut
v v 3 3
2 Pertumbuhan terhambat
Kekurangan nutrisi tertentu.
Penyediaan bahan fermentasi
dan bioflock 3 4 4 4 4 4 4 4 3.75 4 15.00
Penyediaan bahan fermentasi
dan bioflock v v v 3 4
h Penggunaan solar sel dalam pengembangan sistem RAS pada Budidaya Ikan Nila Skala Model
1 Mengurangi ketergantungan sumber daya energi dalam budidaya ikan nila
1 Keterbatasan sinar matahari di musim hujan dan malam hari
Tidak cukup menangkap foton cahaya
Sistem tidak berjalan. UC Eksternal Mengadakan unit panel surya dan penyimpan energi (ACCU).
3 4 3 4 3 4 4 5 3.25 4.25 13.81
Mengadakan unit panel surya dan penyimpan energi (ACCU).
V V
Mengadakan unit panel surya dan penyimpan energi (ACCU).
V V 3 4
i. Pengembangan model Budidaya Spirulina sistem Race Way dan Solar dryer unit pengering alga.
1 Meningkatkan efisiensi produksi.
1 Produksi rendah di musim penghujan.
Keterbatasan temperatur dan cahaya.
Spirulina tidak bisa kering.
C Internal Pengadaan unit Race Way dan solar Dryer.
4 5 3 4 4 5 3 4 3.5 4.5 15.75
Pengadaan unit Race Way dan solar Dryer.
V V
Pengadaan unit Race Way dan solar Dryer.
V V 3 4
2344.002.
U06.
Calon induk Unggul udang Mergueiensis
051.Produksi Menghasilkan calon induk udang merguiensis sebanyak 35.000 ekor
Tidak tercapainya produksi calon induk udang merguiensis
Pertumbuhan lambat Ukuran berat calon induk tidak tercapai
C/U C
Internal Penjarangan padat tebar dan perbaikan teknologi budidaya
3 4 4 5 3 4 4 5 3.5 4.5 15.75 16
Penjarangan padat tebar dan perbaikan teknologi budidaya
V V
Penjarangan padat tebar dan perbaikan teknologi
budidaya V V 3 4
Serangan penyakit (virus) karena rentannya biosecurity
Kematian C/U
C
Eksternal Perbaikan fasilitas / wadah
pembesaran calon induk 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 20.00 20
Perbaikan fasilitas / wadah
pembesaran calon induk V V
Perbaikan fasilitas / wadah pembesaran calon induk
V V 4 5
1 Tidak mendapatkan informasi
Kurang koordinasi dengan dinas terkait dan unit pembenihannya.
C / UC
Internal / Eksternal
3 3 4 3 3 4 2 4 3 3.5 10.50 11 3 3
2 Unit pembenihan menolak bantuan induk udang mergueiensis
Tidak ada sarana, modal dan SDM
UC Eksternal
(Pembenih) 4 5 2 3 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13 3 4
3 Adanya program bantuan calon induk yang sama pada PEMDA.
Kurang koordinasi dengan dinas terkait dan unit pembenihannya.
UC / C
Eksternal (Dinas) / Internal
2. Memberikan bantuan sarana
dan prasarana pembenihan. 3 3 2 3 3 4 2 4 2.5 3.5 8.75 9 2. Memberikan bantuan sarana
dan prasarana pembenihan. V
2. Memberikan bantuan sarana dan prasarana pembenihan.
V 2 3
4 Tidak didapatkan unit pembenihan untuk bantuan induk
Unit pembenihan tidak memenuhi persyaratan.
UC Eksternal 3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang (Juknis)
4 5 2 3 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13
3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang (Juknis)
V V V
3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang
(Juknis) V V V 3 4
1 Kematian pada proses transportasi
Waktu dan jarak tempuh transportasi lama.
C Internal Melakukan kegiatan perekayasaan untuk transportasi
induk udang. 4 4 4 4 4 4 3 4 3.75 4 15.00 15
Melakukan kegiatan perekayasaan untuk
transportasi induk udang. V V
Melakukan kegiatan perekayasaan untuk transportasi induk udang.
V V 3 4
2 Kendala dalam proses transportasi.
Banjir, kecelakaan di jalan.
UC Eksternal Pengaturan waktu pengiriman /
transportasi. 3 4 3 4 4 4 4 4 3.5 4 14.00 14
Pengaturan waktu pengiriman /
transportasi. V V
Pengaturan waktu pengiriman / transportasi.
V V 3 4
2344.002.
U08.
Calon induk unggul udang Vaname
1 Kematian Masal. Adanya serangan penyakit.
1. Pengumupulan data dan informasi, Memyusun rumusan kegiatan, Persiapan wadah, pembenahan pagar biosekurity, Penyiapan air steril dan pengolahan air berbasis probiotik dan plankton
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16
Pengumupulan data dan informasi, Memyusun rumusan kegiatan, Persiapan wadah, pembenahan pagar biosekurity, Penyiapan air steril dan pengolahan air berbasis probiotik dan plankton
V
Pengumupulan data dan informasi, Memyusun rumusan kegiatan, Persiapan wadah, pembenahan pagar biosekurity, Penyiapan air steril dan pengolahan air berbasis probiotik dan plankton
V 4 4
2 Pertumbuhan lambat
Kualitas Lingkungan tidak optimal.
2. Penggunaan benih SPF, Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, percepatan pertumbuhan sistem cutoff
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16
Penggunaan benih SPF, Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, percepatan pertumbuhan sistem cutoff
V V
Penggunaan benih SPF, Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, percepatan pertumbuhan sistem cutoff
V V 4 4
3 Angka kehidupan rendah
Pengelolaan tidak
optimal sesuai standar 3. Penggunaan benih SPF,
Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, seleksi calon induk, pemeliharaan modular
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16
Penggunaan benih SPF, Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, seleksi calon induk, pemeliharaan modular
V
Penggunaan benih SPF, Pengelolaan pakan yang efektif, pengelolaan air, record parameter air harian dan mingguan, seleksi calon induk, pemeliharaan modular
V 4 4
052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
Untuk mendapatkan informasi unit pembenihan udang mergueiensis yang membutuhkan induk 1
053. Distribusi Benih
Tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
1
1
V V
Tidak tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
Tujuan tidak tercapai C Produksi induk yang di hasilkan tidak terserap.
1. Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
1. Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V
Internal Peningkatan
Pertumbuhan Rumput Laut Hasil Kultur Jaringan Menggunakan Metode Bioflok dan Fermentasi
051.Produksi Menyiapkan calon induk unggul udang vaname
Kematian kultivan kuljar secara bertahap.
C Internal
1. Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V V V
1 Tidak mendapatkan informasi
Kurang koordinasi dengan dinas terkait dan unit pembenihannya.
C / UC
Internal / Eksternal
3 3 4 3 3 4 2 4 3 3.5 10.50 11 3 3
2 Unit pembenihan menolak bantuan induk udang vaname.
Tidak ada sarana, modal dan SDM
UC Eksternal (Pembenih)
4 5 2 3 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13 3 4
3 Adanya program bantuan calon induk yang sama pada PEMDA.
Kurang koordinasi dengan dinas terkait dan unit pembenihannya.
UC / C
Eksternal (Dinas) / Internal
2. Memberikan bantuan sarana
dan prasarana pembenihan. 3 3 2 3 3 4 2 4 2.5 3.5 8.75 9 Memberikan bantuan sarana
dan prasarana pembenihan. V
Memberikan bantuan sarana dan prasarana pembenihan.
V 2 3
4 Tidak didapatkan unit pembenihan untuk bantuan induk
Unit pembenihan tidak memenuhi persyaratan.
UC Eksternal 3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang (Juknis)
4 5 2 3 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13
3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang (Juknis)
V V V
3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang
(Juknis) V V V 3 4
1 Kematian pada proses transportasi
Waktu dan jarak tempuh transportasi lama.
C Internal Melakukan kegiatan perekayasaan untuk transportasi
induk udang. 4 4 4 4 4 4 3 4 3.75 4 15.00 15
Melakukan kegiatan perekayasaan untuk
transportasi induk udang. V V
Melakukan kegiatan perekayasaan untuk transportasi induk udang.
V V 3 4
2 Kendala dalam proses transportasi.
Banjir, kecelakaan di jalan.
UC Eksternal Pengaturan waktu pengiriman /
transportasi. 3 4 3 4 4 4 4 4 3.5 4 14.00 14
Pengaturan waktu pengiriman /
transportasi. V V
Pengaturan waktu pengiriman /
transportasi. V V 3 4
2344.002.
U013.
Calon induk unggul ikan Bandeng.
051.Produksi 1 Memproduksi calon induk ikan bandeng ukuran 300 gram.
1. Mortalitas pada pendederan ukuran 3-5 cm
ketersediaan pakan alami (klekap) kurang memadai
SR (tingkat kehidupan) ikan rendah
C pakan alami di tambak pendederan tidak tumbuh
pemupukan tanah dasar tambak
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 9.00 9 Pemupukan tanah dasar tambak V V Pemupukan tanah dasar
tambak V V 3 3
salinitas media pemeliharaan sangat rendah (intensitas air hujan tinggi)
SR (tingkat kehidupan)
ikan rendah UC
pendederan dilaksanakan pada saat musim hujan
penggantian air media
pemeliharaan ikan 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3.25 9.75 10
Penggantian air media
pemeliharaan ikan V V V V
Penggantian air media
pemeliharaan ikan V V V V 3 3
2 Variasi ukuran calon induk ikan bandeng
tingkat pertumbuhan ikan bandeng tidak sama
produksi calon induk ikan bandeng tidak optimal
C benih yang ditebar ukuran tidak seragam
penyeragaman ukuran benih
ikan bandeng yang ditebar 2 3 2 3 3 3 3 3 2.5 3 7.50 8
Penyeragaman ukuran benih
ikan bandeng yang ditebar V V
Penyeragaman ukuran benih ikan bandeng
yang ditebar V V 2 3
3 Mortalitas pada pemeliharaan calon induk ikan bandeng
adanya hama pemangsa/predator
populasi ikan bandeng
turun C
masuk dari air sumber /tandon yang kurang ditreatment
pemasangan saringan
air/biosecurity lebih ketat 3 4 2 3 3 3 3 3 2.75 3.25 8.94 9
pemasangan saringan
air/biosecurity lebih ketat V V V V
3
V V V V 2 3
kondisi lingkungan pemeliharaan (air media) yang tidak stabil
kematian ikan bandeng karena tidak bisa beradaptasi
C pergantian musim/perubahan suhu yang ekstrim
penggantian air media
pemeliharaan ikan 2 3 2 3 3 3 3 3 2.5 3 7.50 8
penggantian air media
pemeliharaan ikan V V V V
3
V V V V 2 3
1 Unit pembenihan menolak bantuan induk ikan bandeng.
Tidak ada sarana, modal dan SDM
Produksi induk yang di hasilkan tidak terserap.
UC Eksternal (Pembenih)
1. Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media
yang ada. 3 3 4 3 3 4 2 4 3 3.5 10.50 11
Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V V V
Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V V V 3 3
Adanya program bantuan calon induk yang sama pada PEMDA.
Kurang koordinasi dengan dinas terkait dan unit pembenihannya.
UC / C
Eksternal (Dinas) / Internal
2. Memberikan bantuan sarana dan prasarana pembenihan.
4 5 2 3 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13 Memberikan bantuan sarana
dan prasarana pembenihan. V
Memberikan bantuan sarana dan prasarana pembenihan.
V 3 4
Tidak didapatkan unit pembenihan untuk bantuan induk
Unit pembenihan tidak memenuhi persyaratan.
UC Eksternal 3. Sosialisasi peraturan bantuan
induk Udang (Juknis) 3 3 2 3 3 4 2 4 2.5 3.5 8.75 9
3. Sosialisasi peraturan
bantuan induk Udang (Juknis) V V V
3. Sosialisasi peraturan bantuan induk Udang
(Juknis) V V V 2 3
053. Distribusi Induk
1 Tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
1 Induk belum siap sesuai ukurannya.
Umur pemeliharaan belum tercapai (4 Tahun).
Tidak tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
C Internal Melanjutkan pemeliharaan
sehingga tercapai ukuran. 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3.5 10.50 11
Melanjutkan pemeliharaan
sehingga tercapai ukuran. V V V V
Melanjutkan pemeliharaan sehingga
tercapai ukuran. V V V V 3 3
2344.015 Unit Pembenihan Ikan yang Direvitalisasi 051. Pembangunan sarana prasarana UPR di Lokasi Kegiatan Prioritas
1 Pembangunan sarana prasarana UPR tidak terlaksana atau tidak sesuai jadwal
administrasi/pengadaan terlambat dan atau adanya bencana alam
UPR tidak bisa operasional
UC/
C
internal/eksternal Penjadwalan pelaksanaan yang ketat dan disiplin
3 4 3 4 4 4 4 4 3.5 4 14.00 Identifikasi, verifikasi dan
rasionalisasi V V Identifikasi, verifikasi
dan rasionalisasi V V 3 4
2 Sarana prasarana UPR tidak lengkap/terbatas
Harga barang mahal dan Biaya operasional tinggi
UPR tidak bisa operasional
UC/C Eksternal Pengadaan Sarpras sesuai kebutuhan UPR
4 4 4 4 4 4 3 4
3.75 4 15.00
Pengadaan Sarpras sesuai
kebutuhan UPR V V
Pengadaan Sarpras
sesuai kebutuhan UPR V V 3 4
2344.018 Benih bermutu Ikan Air Payau yang di distribusikan ke Masyarakat
U01 Benih udang Mergueiensis (putih)
Untuk mendapatkan informasi unit pembenihan ikan bandeng yang membutuhkan induk.
1 052. Identifikasi, Monev dan koordinasi 052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
Produksi induk yang di hasilkan tidak terserap.
1. Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V V V
Tidak tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
Untuk mendapatkan informasi unit pembenihan udang vaname yang membutuhkan induk 1
053. Distribusi induk
1 Tercapainya distribusi induk ke unit pembenihan.
Untuk peningkatan produksi benih ikan/udang guna memenuhi kebutuhan benih dikawasan revitalisasi UPR
Lebih proaktif koordinasi dengan pihak terkait menggunakan semua media yang ada.
V V V V
051.Produksi 1 Menghasilkan stock replacement untuk Parenth Stock
Jarak genetik dekat Efek heterosis tidak muncul
C/U C
Eksternal Mengadakan SDG dengan jarak genetik berbeda
4 5 5 4 4 4 5 4 4.5 4.25 19.13 19
Mengadakan SDG dengan jarak genetik berbeda
V
Mengadakan SDG dengan jarak genetik
berbeda V 4 4
1. Sosialisasi budidaya udang mergueiensis.
1. Sosialisasi budidaya udang
mergueiensis. V V
1. Sosialisasi budidaya
udang mergueiensis. V V 3 4
2. Pembuatan unit pendederan benih udang mergueienis (outlet).
2. Pembuatan unit pendederan benih udang mergueienis
(outlet). V V
2. Pembuatan unit pendederan benih udang
mergueienis (outlet). V V 3 4
1. Melakukan sosialisasi dan temu lapang.
1. Melakukan sosialisasi dan temu lapang.
V V
1. Melakukan sosialisasi dan temu
lapang. V V 3 3
2. Memberikan bantuan sarana 2. Memberikan bantuan sarana
V 2. Memberikan bantuan
sarana V 3 3
053. Distribusi Benih
1 Benih terdistribusi
1 Ketidaksiapan tambak pembudidaya.
Kurang koordinasi antar tim bantuan dan pokdakan
Hasil produksi budidaya tidak optimal.
C Internal / Eksternal
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4.25 17.00 17
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. V V V V
Mengintensifkan koordinasi dengan pembudidaya.
V V V V 4 4
U02 Benih udang Windu
1 Kematian benih tinggi paska transportasi
Waktu transportasi lebih dari 20 jam, jarak tempuh jauh dan biaya transportasi mahal.
Mortalitas tinggi , benih lemah
C Internal Observasi atau uji transportasi benih untuk jarak jauh
4 5 3 4 3 4 4 5 3.5 4.5 15.75 16 Kerekayasaan transportasi
benih V V Kerekayasaan
transportasi benih V V 3 4
2 Salinitas rendah Limpasan air tawar yang berlebih dari sungai
Kualitas produk tidak optimal
C Internal Observasi atau uji penambahan
garam pada media pemeliharaan 4 4 3 4 2 4 3 4 3 4 12.00 12 Kerekayasaan pemeliharaan
larva V V Kerekayasaan
pemeliharaan larva V V 3 4
1 Frekuensi identifikasi, monev dan koordinasi rendah.
Jarak tempuh jauh dan biaya transportasi mahal.
C Internal
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16
2 Waktu Monev terbatas
Keterbatasan alokasi anggaran monev.
C Internal 3 4 3 4 3 4 4 4 3.25 4 13.00 13
1 Ketidaksiapan tambak pembudidaya.
Kurang koordinasi antar tim bantuan dan pokdakan
C Internal / Eksternal
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. 4 4 3 3 4 5 4 5 3.75 4.25 15.94 16
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. V V
Mengintensifkan koordinasi dengan pembudidaya.
V V 3 4
2 Kematian benih tinggi
Jarak transportasi lama dan sulit.
UC Eksternal Membuat unit pendederan
(outlet) in-situ. 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4.5 18.00 18
Membuat unit pendederan
(outlet) in-situ. V
Membuat unit pendederan (outlet) in- situ.
V 4 4
U03 Benh udang Vaname
1 Kematian benih tinggi paska transportasi
Waktu transportasi lebih dari 20 jam, jarak tempuh jauh dan biaya transportasi mahal.
Mortalitas tinggi , benih lemah
C Internal Observasi atau uji transportasi benih untuk jarak jauh
4 5 3 4 3 4 4 5 3.5 4.5 15.75 16 Kerekayasaan transportasi
benih V Kerekayasaan
transportasi benih V 3 4
2 Salinitas rendah Limpasan air tawar yang berlebih dari sungai
Kualitas produk tidak optimal
C Internal Observasi atau uji penambahan
garam pada media pemeliharaan 4 4 3 4 2 4 3 4 3 4 12.00 12 Kerekayasaan pemeliharaan
larva V Kerekayasaan
pemeliharaan larva V 3 4
1. Sosialisasi budidaya udang vaname N-1.
1. Sosialisasi budidaya udang
vaname N-1. V V
1. Sosialisasi budidaya
udang vaname N-1. V V 3 4
2. Pembuatan unit pendederan benih udang Vaname N-1 (outlet).
2. Pembuatan unit pendederan benih udang Vaname N-1
(outlet). V
2. Pembuatan unit pendederan benih udang
Vaname N-1 (outlet). V 3 4
1. Melakukan sosialisasi dan temu lapang.
1. Melakukan sosialisasi dan
temu lapang. V
1. Melakukan sosialisasi dan temu
lapang. V 3 3
2. Memberikan bantuan sarana 2. Memberikan bantuan sarana
V 2. Memberikan bantuan
sarana V 3 3
053. Distribusi Benih
1 Benih terdistribusi
1 Ketidaksiapan tambak pembudidaya.
Kurang koordinasi antar tim bantuan dan pokdakan
Hasil produksi budidaya tidak optimal.
C Internal / Eksternal
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4.25 17.00 17
Mengintensifkan koordinasi
dengan pembudidaya. V V
Mengintensifkan koordinasi dengan pembudidaya.
V V 4 4
U04 Benih Ikan Bandeng
1 Menghasilkan benih bantuan
1 Telur diproduksi tidak optimal,
Kualitas air laut tidak optimal untuk pemijahan induk bandeng.
C Internal Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak induk bandeng.
4 5 4 4 4 5 4 4 4 4.5 18.00 18
Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak induk bandeng.
V V
Pemindahan bak tandon pengendapan dan perubahan jaringan air laut untuk bak induk bandeng.
V V 4 4
2 Telur yang bisa ditebar kurang berkualitas.
Nutrisi telur belum optimal ditandai dengan nilai FR dan HR belum memenuhi standar SNI
C Internal Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya
pelet dengan Spirulina. 3 4 4 5 4 4 3 4 3.5 4.25 14.88 15
Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya pelet dengan Spirulina.
V V V V
Meningkatkan nutrisi induk untuk menghasilkan telur berkualitas dengan memperkaya pelet dengan Spirulina.
V V V V 3 4
3 Jumlah Benih yang dihasilkan tidak sesuai espektasi.
SR Benih bandeng masih rendah.
C Internal Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng sesuai
persyaratan. 3 4 4 5 4 5 4 4 3.75 4.5 16.88 17
Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng
sesuai persyaratan. V V V
Menerapkan SOP pemeliharaan benih bandeng sesuai persyaratan.
V V V 3 4
3.25 4 13.00
2
4 4 4 3 3
051.Produksi
Menghasilkan benih dijual 2
Target Produksi benih bandeng tidak tercapai
4 4 4 3
Komoditas baru bagi pembudidaya.
Tidak ada sarana, modal dan SDM
C Internal
UCEksternal 052. Identifikasi,
Monev dan koordinasi
1 Terlaksananya identifikasi, monev dan koordinasi.
Respon pembudidaya rendah 1
Pembudidaya menolak bantuan benih udang mergueiensis.
4 4
053. Distribusi Benih
Benih terdistribusi 1
Re-alokasi anggaran. V
Hasil produksi budidaya tidak optimal.
052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
Terlaksananya identifikasi, monev dan koordinasi.
1
4 4 4 3 4 3.25 4 13.00 13
C Internal
4
13.13 13
4 4 3 3.75 3.5
Program bantuan benih udang vaname N-1 tidak terlaksana.
3 4 3 4 13
3 4 4 3
Program bantuan benih mergueiensis tidak terlaksana.
4 3
4 4
UC Eksternal Respon seleksi rendah
3
Informasi dan data terbatas.
Re-alokasi anggaran. Re-alokasi anggaran. V
3.75 3.5 13.13 13
3
051.Produksi Menghasilkan benih untuk bantuan sebanyak 9.000.000 ekor 1 052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
1 Terlaksananya identifikasi, monev dan koordinasi.
051.Produksi Menghasilkan benih untuk bantuan sebanyak 20.7050.600 ekor 1
Komoditas baru bagi pembudidaya.
Respon pembudidaya rendah
Pembudidaya menolak bantuan benih udang mergueiensis.
Tidak ada sarana, modal dan SDM 1
2
4 SR benih dan pertumbuhan menjadi terhambat.
Kultur masal Pakan Alami tidak optimal
C Internal Menambah bak kultur fitoplankton dan bak kultur
rotifer. 2 4 3 3 3 4 3 3 2.75 3.5 9.63 10
Menambah bak kultur fitoplankton dan bak kultur
rotifer. V V
Menambah bak kultur fitoplankton dan bak
kultur rotifer. V V 2 3
052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
1 Identifikasi dan koordinasi pada 7 lokasi
1 Respon pembudidaya rendah
Ketidaksesuaian ukuran yang diminta pembudidaya.
Jumlah lokasi terbatas C External Sosialisasi dan kordinasi secara
intensif 3 4 3 4 3 4 4 4 3.25 4 13.00 13
Sosialisasi dan kordinasi
secara intensif V V
Sosialisasi dan
kordinasi secara intensif V V 3 4
1. Meningkatkan produksi benih bandeng.
1. Meningkatkan produksi benih bandeng.
V V V V
1. Meningkatkan produksi benih
bandeng. V V V V 3 3
2. Pengaturan jadwal tebar pembudidaya.
2. Pengaturan jadwal tebar
pembudidaya. V V V V 2. Pengaturan jadwal
tebar pembudidaya. V V V V 3 3
U05 Benih Ikan Nila Salin
1. pembuatan bak pendederan semi permanen
1. pembuatan bak pendederan semi permanen
V V
1. pembuatan bak pendederan semi
permanen V V 4 5
2. Pengadaan induk baru 2. Pengadaan induk baru V V V 2. Pengadaan induk
baru V V V 4 5
052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
1 Teridentifikasi, monev dan koordinasi pada bantuan benih nila salin
1 Terbatasnya persebaran wilayah budidaya untuk nila salin.
Wilayah lain masih mengutamakan untuk budidaya udang dan bandeng.
Sebaran benih bantuan hanya pada satu wilayah.
C internal dan eksternal.
Memperluas wilayah sebaran bantuan benih.
3 3 3 3 3 3 3 4 3 3.25 9.75 10
Memperluas wilayah sebaran bantuan benih.
V V
Memperluas wilayah sebaran bantuan benih.
V V 3 3
053. Distribusi Benih
1 Distribusi benih tecapai.
1 Permintaan terhadap benih tinggi
Pembudidaya udang beralih ke budidaya nila salin.
Kebutuhan benih tidak terlayani tepat waktu.
C internal Optimalisasi UPR
4 4 3 4 4 4 4 4 3.75 4 15.00 15
Optimalisasi UPR
V V
Optimalisasi UPR
V V 3 4
U06 Benih Kepiting
1. Inovasi nutrisi pakan
19
1. Inovasi nutrisi pakan
V V V
1. Inovasi nutrisi pakan
V V V 4 4
2.. Membuat bioreaktor produksi pakan alami
2.. Membuat bioreaktor
produksi pakan alami V V V 2.. Membuat bioreaktor
produksi pakan alami V V V 4 4
2 Kanibalisme tinggi
C Internal 3. Inovasi teknik pemelliharaan
benih. 4 4 3 4 3 4 4 4 3.5 4 14.00 14 3. Inovasi teknik pemelliharaan
benih. V V V V 3. Inovasi teknik
pemelliharaan benih. V V V V 3 4
3 Infeksi jamur Kualitas air pasok C Internal 4. Membuat RAS 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 12.00 12 4. Membuat RAS V V 4. Membuat RAS V V 3 4
3 4
1 Permintaan benih terbatas.
Teknologi masih coba- coba
C Internal Sosialisasi, koordinasi dan
promosi ke pembudidaya. 4 5 4 4 4 4 3 4 3.75 4.25 15.94 16
Sosialisasi, koordinasi dan
promosi ke pembudidaya. V V
Sosialisasi, koordinasi dan promosi ke
pembudidaya. V V 3 4
2 Teknologi pembesaran terbatas.
Teknologi pembesaran kepiting belum dikuasai.
C Internal Inovasi teknologi pembesaran
kepiting. 4 5 4 5 5 5 3 4 4 4.75 19.00 19
Inovasi teknologi pembesaran
kepiting. V V V V
Inovasi teknologi
pembesaran kepiting. V V V V 4 4
053. Distribusi Benih
Benih terdistribusi ke pembudidaya
1 Produksi benih tidak sesuai permintaan.
Produksi benih rendah.
Penebaran pada pembudidaya bertahap.
C Internal Meningkatkan produksi benih.
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16
Meningkatkan produksi benih.
V V V V
Meningkatkan produksi
benih. V V V V 4 4
Kebun Bibit Rumput Laut Gracilaria sp
1 Menghasilkan Bibit Rumput Laut Gracilaria sp
serangan hama lumut, hama ikan, hama teritip
rusaknya bibit C Lingkungan Perawatan rutin, penebaran gelondongan ikan bandeng, perawatan saringan air masuk
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16Perawatan rutin, penebaran
gelondongan ikan bandeng
V V
Perawatan rutin, penebaran gelondongan
ikan bandeng V V 4 4
Musim Rusaknya bibit uc LINGKUNGAN Pemeliharaan pada kondisi
lingkungan optimal (menyediakan stock indoor)
3 3 4 4 4 4 5 4 4 3.75 15.00 15Perawatan saringan air masuk
V V V
Perawatan saringan air
masuk V V V 4 3
1 Menghasilkan bibit Kappaphycus alvarezi
1 Kerusakan bibit serangan hama lumut, hama ikan, hama teritip
rusaknya bibit C Lingkungan Perawatan rutin, penebaran gelondongan ikan bandeng, perawatan saringan air masuk
Perawatan rutin (pembersihan
jaring dan bibit) V V V
Perawatan rutin (pembersihan jaring dan
bibit) V V V 2 3
Musim Rusaknya bibit uc LINGKUNGAN Pemeliharaan pada kondisi lingkungan optimal (menyediakan stock indoor)
Pola tanam dan perbanyakan
wadah kultur v v v
Pola tanam dan perbanyakan wadah kultur
v v v 2 3
Perbanyakan Bibit Kappaphycus alvarezi di Laboratorium Kultur Jaringan
1 Menghasilkan bibit siap aklimatisasi
Kerusakan Mikropropagul
Kualitas air yang kurang stabil dan optimal
Plantlet tidak berkembang
C Sumber air Penyediaan reservoir dan treatment air
4 4 4 3 5 4 5 5 4.5 4 18.00 18 Menampung air untuk
persiapan cuaca ekstrim
v v
Menampung air untuk persiapan cuaca ekstrim
v v 4 4
1 Memproduksi rumput laut Gracilaria sp dan Caulerpa sp
serangan hama lumut, ikan, teritip
rusaknya rumput laut C Lingkungan Perawatan rutin, penebaran gelondongan ikan bandeng, perawatan saringan air masuk
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16 Perawatan rutin, penebaran
gelondongan ikan bandeng
v v
Perawatan rutin, penebaran gelondongan
ikan bandeng v v 4 4
musim rusaknya rumput laut C Lingkungan Pemeliharaan pada kondisi lingkungan optimal (menyediakan stock indoor)
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 16.00 16 Perawatan saringan air masuk
v v
Perawatan saringan air
masuk v v 4 4
Jepara, 4 Januari 2021
Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara
Sugeng Raharjo, A.Pi NIP. 19620118 198902 1 001 19.00
052. Identifikasi, Monev dan koordinasi
1 Teridentifikasi, monev dan koordinasi pada bantuan benih
5 20.00
051.Produksi
Target produksi tidak optimal.
C Internal
4 4 5 4 5 4 5 4 4.75
5 5 4 5 4
3.75 11
051.Produksi Tercapainya produksi benih nila salin untuk bantuan masyarakat
1 Produksi benih
terbatas.
1 kekurangan bak
pendederan dan kurangnya pasokan air tawar.
tidak tercapainya target bantuan benih.
C internal
5 4 5
3 4 3 4 3
Permintaan terhadap benih bersamaan
Musim tebar bersamaan dan ketersediaan stock
benih tidak mencukupi. Penebaran tidak optimal.
C Internal 053. Distribusi
Benih
1 Mendistribusika n benih sesuai jumlah
1
11.25 051.Produksi
Menghasilkan benih dijual 2
Target Produksi benih bandeng tidak tercapai
4 Memproduksi
benih untuk bantuan 1
Kawasan bantuan benih terbatas.
Manajemen pakan alami dan buatan
3 3 3 4
20 3
7
2 4 2 3 2 4 2 3 2 3.5 7.00
2344.002.0 24
Kerusakan bibit 1
Kebun Bibit Kappaphycus alvarezi hasil Kuljar
Sistem Pengembangan Produksi rumput Laut di Tambak
Kerusakan rumput laut
Kematian tinggi pada pergantian stadia.
1
1. Satuan Kerja : Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara 2. Kebijakan/Aktifitas/Kegiatan : Pengelolaan Kawasan dan Kesehatan Ikan 3. Pagu Anggaran : Rp. 7.889.719.000
4. TA : 2020
Uraian
K D K D K D K D K D I II III IV I II III IV K D
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20.00 21 24 25
2345.019 1 Menekan insiden
serangan penyakit
1 Terjadi serangan penyakit
Infeksi virus,bakteri dan parasit
Kegagalan kegiatan budidaya
C Kualitas lingkungan menurun, keberadaan pathogen
Peningkatan frekuensi monitoring, pengambilan dan pengujian sampel
5 5 4 4 4 5 4 5 4.25 4.75 20.19
Peningkatan frekuensi monitoring, pengambilan dan pengujian sampel
v v v v
Peningkatan frekuensi monitoring, pengambilan dan
pengujian sampel v v v v 4 4
2 Tecapainya target layanan laboratorium
1Jumlah sampel eksternal yang masuk ke laboratorium sedikit.
Kurangnya info kepada pengguna jasa
Tidak tercapainya target jumlah sampel
UC Ekternal, pelanggan eksternal
Melakukan promosi
3 4 3 4 3 4 3 3 3 3.75 11.25
Melakukan promosi
v v v v
Melakukan promosi
v v v v 3 3
2 Sampel tidak dapat dilakukan pengujian
Kekurangan bahan/reagent untuk analisa
Target tidak tercapai C Internal, keterlambatan datangnya bahan uji
Mengusahakan pengadaan bahan lebih awal,menyediakan bahan cadangan
4 5 4 4 3 5 4 4 3.75 4.5 16.88
Mengusahakan pengadaan bahan lebih awal,menyediak an bahan cadangan
v v
Mengusahakan pengadaan bahan lebih awal,menyediakan bahan cadangan
v v 3 4
U01. Sampel Obat dan Residu
1 Tecapainya target layanan laboratorium
1 Kerusakan alat Tegangan listrik tidak stabil
Analisa tidak terlaksana/terganggu
UC eksternal Pengadaan UPS
2 5 2 5 3 5 3 4 2.5 4.75 11.88 12 Pengadaan UPS v Pengadaan UPS v 2 4
Beban kerja alat tinggi Analisa tidak terlaksana/terganggu
C Internal Perawatan dari
suplier 2 4 3 4 2 4 3 4 2.5 4 10.00 10 Perawatan alat v Perawatan alat v 2 4
Operator kurang handal Analisa tidak terlaksana/terganggu
C internal Pelatihan
2 4 2 3 2 4 2 3 2 3.5 7.00 7 Pelatihan v Pelatihan v 2 3
2 Bahan belum tersedia
Proses lelang dan indent
Analisa tertunda C Internal Percepatan penga daan barang melalui
PL 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3.75 11.25 11
Percepatan pengadaan bahan melalui PL
v Percepatan pengadaan
bahan melalui PL v 3 3
2 Kepuasan pengguna jasa layanan uji laboratorium
3 Ketidakpuasan pelanggan/penguna jasa
1. Hasil uji tidak sesuai dengan keinginan pelangan
pelanggan kecewa C Internal, Sampel tidak memenuhi standar pengujian
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
2 3 3 3 2 2 2 3 2.25 2.75 6.19 6
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v 2 2
2.waktu uji lama Hasil tidak dapat digunakan untuk penyelesaian masalah dengan cepat
C Internal, Metode pengujian untuk beberapa parameter uji membutuhkan waktu lama
Peningkatan SDM Laboratorium
dengan pelatihan 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 6.00 6
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v 2 3
3. Keterlambatan penyampaian hasil
Kerugian pelanggan/pengguna jasa
C Internal, jaringan internet lambat, kerusakan alat pengolah data
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat
pengolah data 1 4 1 3 2 2 1 4 1.25 3.25 4.06 4
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v 1 3
4. Parameter uji kurang lengkap
Tidak bisa memenuhi permintaan uji
C Internaal, Metode pengujian belum tersedia
Menambah metode
uji yang dibutuhkan 2 3 1 3 3 3 3 2 2.25 2.75 6.19 6
Menambah metode uji yang dibutuhkan
v v Menambah metode
uji yang dibutuhkan v v 2 2
U02 Sampel Kualitas Air
Tecapainya target layanan laboratorium
Kerusakan alat Tegangan listrik tidak stabil
Analisa tidak terlaksana/terganggu
UC eksternal Pengadaan UPS
1 4 2 3 2 3 2 4 1.75 3.5 6.13 6 Pengadaan UPS v Pengadaan UPS v 1 3
Beban kerja alat tinggi Analisa tidak terlaksana/terganggu
C Internal Perawatan dari
suplier 2 3 2 4 2 4 2 3 2 3.5 7.00 7 Perawatan alat v Perawatan alat v 2 3
Operator kurang handal Analisa tidak terlaksana/terganggu
C internal Pelatihan 2 3 2 3 2 4 2 3 2 3.25 6.50 7 Pelatihan v Pelatihan v 2 3
Bahan belum tersedia
Proses lelang dan indent
Analisa tertunda C Internal Percepatan penga daan barang melalui
PL 1 3 2 4 1 4 1 4 1.25 3.75 4.69 5
Percepatan pengadaan bahan melalui PL
v Percepatan pengadaan
bahan melalui PL v 1 3
Kepuasan pengguna jasa layanan uji laboratorium
Ketidakpuasan pelanggan/penguna jasa
1. Hasil uji tidak sesuai dengan keinginan pelangan
pelanggan kecewa C Internal, Sampel tidak memenuhi standar pengujian
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
1 3 1 3 1 2 1 3 1 2.75 2.75 3
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v 3 1
2.waktu uji lama Hasil tidak dapat digunakan untuk penyelesaian masalah dengan cepat
C Internal, Metode pengujian untuk beberapa parameter uji membutuhkan waktu lama
Peningkatan SDM Laboratorium
dengan pelatihan 2 3 2 3 1 2 2 2 1.75 2.5 4.38 4
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v 1 2
3. Keterlambatan penyampaian hasil
Kerugian pelanggan/pengguna jasa
C Internal, jaringan internet lambat, kerusakan alat pengolah data
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat
pengolah data 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 3.00 3
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v 1 3
4. Parameter uji kurang lengkap
Tidak bisa memenuhi permintaan uji
C Internaal, Metode pengujian belum tersedia
Menambah metode
uji yang dibutuhkan 2 3 1 3 2 3 2 3 1.75 3 5.25 5
Menambah metode uji yang dibutuhkan
v v Menambah metode
uji yang dibutuhkan v v 1 3
22 23
Uraian
Jadwal (Triwulan) Jadwal (Triwulan)
Persepsi atas Resiko
Rata-rata Level / Tingkat Resiko
PR
Respon terhadap Resiko/Rencana Kegiatan Pengelndalian Realisasi Kegiatan pengendalian
Sampel yang diuji dalam rangka pelayanan laboratorium kesehatan dan lingkungan
FORMULIR PENILAIAN RESIKO BBPBAP JEPARA TAHUN 2020
No Kebijakan/Aktifitas
/Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana
Resiko Residual Nama 1 Nama 2 Nama 3 Nama 4
U03 Sampel Patologi 1 Melakukan diagnosa penyakit secara histopatologi
1 sampel jaringan yang masuk lab.
dalam kondisi rusak
Kesalahan dalam melakukan preparasi sampel
Sampel tidak dapat dilakukan analisa
C Eksternal : kurangnya informasi tentang teknik preparasi dan pengiriman sampel untuk analisa histopatologi
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
4 5 4 4 4 5 4 4 4 4.5 18.00 18
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v v
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel
kepada pelanggan v v v v 4 4
1 Terjadi kontaminasi sampel uji
1. wadah sampel tidak steril
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
4 5 4 4 4 5 4 4 4 4.5 18.00 18
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v v
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel
kepada pelanggan v v v v 4 4
1. Lama waktu pengiriman sampel 2. Kesalahan dalam pengemasan dan pengiriman sampel
U05 Sampel Nutrisi Pakan
Tecapainya target layanan laboratorium
Kerusakan alat Tegangan listrik tidak stabil
Analisa tidak terlaksana/terganggu
UC eksternal Pengadaan UPS
1 4 1 4 1 4 1 4 1 4 4.00 4 Pengadaan UPS v Pengadaan UPS v 1 4
Beban kerja alat tinggi Analisa tidak terlaksana/terganggu
C Internal Perawatan dari
suplier 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 12.00 12 Perawatan alat v Perawatan alat v 3 4
Operator kurang handal Analisa tidak terlaksana/terganggu
C internal Pelatihan
2 3 2 3 1 4 2 3 1.75 3.25 5.69 6 Pelatihan v Pelatihan v 1 3
Bahan belum tersedia
Proses lelang dan indent
Analisa tertunda C Internal Percepatan penga daan barang melalui
PL 1 3 1 4 1 4 1 4 1 3.75 3.75 4
Percepatan pengadaan bahan melalui PL
v Percepatan pengadaan
bahan melalui PL v 1 3
Kepuasan pengguna jasa layanan uji laboratorium
Ketidakpuasan pelanggan/penguna jasa
1. Hasil uji tidak sesuai dengan keinginan pelangan
pelanggan kecewa C Internal, Sampel tidak memenuhi standar pengujian
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
1 3 1 3 1 2 1 3 1 2.75 2.75 3
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v
Sosialisasi SOP pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
v v v 1 2
2.waktu uji lama Hasil tidak dapat digunakan untuk penyelesaian masalah dengan cepat
C Internal, Metode pengujian untuk beberapa parameter uji membutuhkan waktu lama
Peningkatan SDM Laboratorium
dengan pelatihan 2 3 2 3 1 2 2 2 1.75 2.5 4.38 4
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v
Peningkatan SDM Laboratorium dengan pelatihan
v 1 2
3. Keterlambatan penyampaian hasil
Kerugian pelanggan/pengguna jasa
C Internal, jaringan internet lambat, kerusakan alat pengolah data
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat
pengolah data 1 3 1 3 1 3 1 3 1 3 3.00 3
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
v 1 3
4. Parameter uji kurang lengkap
Tidak bisa memenuhi permintaan uji
C Internaal, Metode pengujian belum tersedia
Menambah metode
uji yang dibutuhkan 2 3 1 3 2 3 2 3 1.75 3 5.25 5
Menambah metode uji yang dibutuhkan
v v Menambah metode
uji yang dibutuhkan v v 1 3
2345.020.0 04
Standarisasi, akreditasi, dan pengadaan peralatan laboratorium dan lingkungan UPT
1 Memberikan pelayanan prima pada pelanggan/pengg una jasa
1 ketidakpuasan pengguna jasa
1. Keterlambatan penyampaian hasil analisa
Kerugian pelanggan/pengguna jasa
C Internal, jaringan internet lambat, kerusakan alat pengolah data
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat
pengolah data 2 4 3 5 3 4 2 4 2.50 4.25 10.63 11
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat pengolah data
V
Perbaikan jaringan internet, pengadaan cadangan alat
pengolah data V 2 4
2. waktu uji lama Hasil tidak dapat digunakan untuk penyelesaian masalah dengan cepat
UC Internal : Metode pengujian untuk beberapa parameter uji membutuhkan waktu lama
1. Mencari metode baru yang waktu pengujian lebih pendek
1. Mencari metode baru yang waktu pengujian lebih pendek
V V V V
1. Mencari metode baru yang waktu pengujian lebih
pendek V V V V 4 4
2. Melakukan validasi metode utk pengemnbangan metode
2. Melakukan validasi metode utk pengemnbangan metode
V
2. Melakukan validasi metode utk pengemnbangan metode
V 4 4
3. Biaya analisa sampel mahal
Berkurangnya pengguna jasa eksternal, terutama pembudidaya tradisional
UC Biaya analisa sesuai dengan PP No. 75 tahun 2015
Sosialisasi PP No.
75 tahun 2015
4 3 4 4 3 3 4 4 3.75 3.50 13.13 13
Sosialisasi PP No. 75 tahun
2015 V V V V
Sosialisasi PP No. 75 tahun 2015
V V V V 3 3
2 Memberikan jaminan mutu terhadap hasil pengujian
1 Pengaduan/complai n dari pelanggan terhadap hasil pengujian
1. Hasil pengujian tidak sesuai dengan permintaan pelanggan
pelanggan kecewa C Eksternal : Sampel tidak memenuhi standar pengujian
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
3 5 2 5 3 4 3 4 2.75 4.5 12.38 12
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
V V V
Sosialisasi SNI pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
V V V 2 4
Internal : kemungkinan terjadi error pada alat uji
1. Melakukan pengecekan antara pada alat sebelum melakukan kalibrasi Eksternal
V V V V V V V V 2 4
2. Melakukan kalibrasi peralatan eksternal tepat waktu
V V 2 4
Jepara, 4 Januari 2021
Sugeng Raharjo, A.Pi NIP. 19620118 198902 1 001
10.69 11
4 3 5 2.25 4.75
2 5 2 5 2
4
3 4 5 5 4 4 4 5 4.00 4.50 18.00 18
4 Sosialisasi SNI teknik
pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
4 4.5 18.00 18
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada
4 4 5 4 4
Sampel Mikrobiologi U04
C
Eksternal : kurangnya informasi tentang teknik preparasi dan pengiriman sampel untuk analisa histopatologi
Sosialisasi SNI teknik pengambilan dan pengiriman sampel kepada pelanggan
Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara sampel tidak dapat
dianalisa sesuai dengan kondisi yang sebenarnya Kerusakan sampel
uji 2 Melakukan diagnosa penyakit secara bakteriologi dan biologi molekuler 1
4 5 4
1. Satuan Kerja : Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara 2. Kebijakan/Aktifitas/Kegiatan :Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya DJPB 3. Pagu Anggaran : Rp. 29.374.507.000
4. TA : 2020
Uraian
K D K D K D K D K D I II III IV I II III IV K D
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20.00 21 24 25
2348.950.0 01
Layanan SDM Aparatur dan Organisasi 52 Tata Usaha SDM
Aparatur
ULP Terpenuhinya
salah satu persyaratan dokumen pengadaan barang dan jasa
HPS yang tidak valid dan salah memilih calon penyedia
Pelaksanaan survei HPS yang tidak valid dan ketidakcermatan verifikasi calon penyedia
Tidak mendapatkan kualitas barang dan jasa yang berkualitas
C Internal Peningkatan
kompetensi Pokja ULP
3 3 4 4 2 2 4 4 3.25 3.25 10.56 11
Diklat pengadaan barang/jasa
√ √ √ √ Diklat pengadaan
barang/jasa √ √ √ √ 1 2
Subbag.
Kepegawaian Peningkatan kualitas DUPAK
Masih terdapat kesalahan dan kekurangan penyusunan DUPAK
Masih terdapat pejabat fungsional yang belum memahami penyusunan DUPAK
Tertundanya PAK (Penetapan Angka Kredit)
C Internal Peningkatan
kompetensi jabfung
4 4 3 3 1 1 3 3 2.75 2.75 7.56 8
Diklat dasar dan penjenjangan jabatan fungsional
√ √ √ √
Diklat dasar dan penjenjangan jabatan fungsional
√ √ √ √ 2 2
Terpenuhinya administrasi penilaian angka kredit sebagai syarat kenaikan pangkat/jabatan Pejabat Fungsional
Terjadinya revisi anggaran
Kebijakan efisiensi anggaran dari pusat
Tertundanya proses kenaikan pangkat/jabatan pejabat fungsional
C Eksternal Menyiapkan revisi anggaran dari Program/Kegiatan yang lain
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4.00 4
Menyiapkan alokasi anggaran pada Program/Kegiata n yang dimungkinkan dapat digunakan untuk menanggulangi resiko
√ √
Menyiapkan alokasi anggaran pada Program/Kegiatan yang dimungkinkan dapat digunakan untuk menanggulangi resiko
√ √ 2 2
54 Nilai Kompetensi dan Integritas DJPB Subbag Kepegawaian
Terlaksananya peningkatan kompetensi SDM Pembangunan Zona Integritas
Penerapan zona integritas yang belum optimal
SDM yang kurang memiliki kompetensi penarapan zona integritas
Tidak terlaksananya peningkatan kompetensi penerapan zona integritas
C Internal Melaksanakan
rencana pemilihan SDM yang akan ditingkatkan kompetensinya dan penerapan standar sistem manajemen mutu
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4.00
Mengusulkan peningkatan kompetensi SDM penerapan
zona integritas √ √
Mengusulkan peningkatan kompetensi SDM penerapan zona
integritas √ √ 2 2
Bidang UTAMA 1 Kelancaran pelaksanaan kegiatan di bidang Utama
1 Kegiatan review SOP belum optimal
Kurangnya pemahaman metode penyusunan SOP
Update SOP terlambat dilaksanakan
C Internal Koordinasi
ditingkatkan 4 4 4 5 4 4 5 3 4.25 4 17.00 17 Peningkatan
koordinasi V Peningkatan
koordinasi V 4 4
2 Layanan informasi kurang optimal
Sarana penyebaran informasi melalui pameran belum ada
Tidak mengikuti pameran
C Internal Pengadaan sarana
pameran 3 4 4 4 3 2 3 3 3.25 3.25 10.56 11
Mengusulkan anggaran bahan pameran
V
Mengusulkan anggaran bahan pameran
V 3 3
3 Kegiatan sertifikasi belum optimal
Penambahan ruang lingkup Lab. Uji
Layanan jasa lab. Uji belum optimal
C Internal Jasa surveilance
3 2 3 3 3 3 4 3 3.25 2.75 8.94 9
Mengusulkan anggaran surveilance
V Mengusulkan
anggaran surveilance V 2 2
Optimalisasi kegiatan sertifikasi kompetensi
Layanan sertifikasi kompetensi belum optimal
C Internal Administrasi
sertifikasi dan
koordinasi ke pusat 3 3 4 3 3 4 4 4 3.5 3.5 12.25 12
Mengusulkan anggaran untuk koordinasi dengan LSP-KP dan BNSP
V
Mengusulkan anggaran untuk koordinasi dengan LSP-KP dan BNSP
V 2 2
4 Kegiatan produksi induk unggul kurang optimal
Kurangnya pengetahuan tentang pemuliaan udang
Produksitifitas induk udang kurang
C Internal Koordinasi
ditingkatkan secara
periodik 4 5 4 5 5 4 4 5 4.25 4.75 20.19 20
Mengusulkan anggaran untuk nara sumber pemuliaan udang
V V V V
Mengusulkan anggaran untuk nara sumber pemuliaan udang
V V V V 2 2
2348.950.0 02
Layanan Hukum, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat 51 Layanan Hubungan
Masyarakat
1 Kelancaran pelaksanaan kegiatan di bidang Utama
1. Layanan informasi kurang optimal
Optimalisasi pengumpulan informasi hasil kegiatan balai
Informasi kepada stakeholder kurang
C Internal SDM lebih pro aktif
4 4 3 4 3 5 4 4 3.5 4.25 14.88 15
SDM lebih proaktif mencari bahan informasi
V V V V
SDM lebih proaktif mencari bahan informasi
V V V V 3 4
2 Layanan Perpustakaan kurang optimal
Penambahan koleksi bahan informasi belum optimal
Tidak ada penambahan koleksi bahan informasi
C Internal Penyusunan bahan
informasi (buletin,
prosiding, dll) 4 3 3 3 3 3 3 4 3.25 3.25 10.56 11
Mengusulkan anggaran untuk pencetakan bahan publikasi
V V V
Mengusulkan anggaran untuk pencetakan bahan publikasi
V V V 3 3
2348.950.0 04
Layanan Keuangan dan Umum
Pembayaran belanja pegawai
1. Keterlambatan pembayaran belanja pegawai selain gaji
Kurangnya integrasi pekerjaan antara Sub.bag kepegawaian dan Sub.Bag. Keuangan
Output yang dihasilkan kurang memenuhi kepuasan para pegawai
C SDM dan SOP Dibuat SOP untuk pembayaran belanja pegawai selain gaji
3 3 3 4 2 3 2 3 2.50 3.25 8.13 8
Membuat SOP untuk pekerjaan yang terintegrasi dengan bagian terkait
V V
Membuat SOP untuk pekerjaan yang terintegrasi dengan bagian terkait
V V 2 3
2. Fasilitas kerja tidak memadai
Jaringan internet yang kurang optimal
Menjadikan keterlambatan dalam entry data belanja pegawai
C Komputer dan jaringan internet
Penambahan sinyal
jaringan 3 2 2 3 3 3 2 2 2.50 2.50 6.25 6
Sinyal jaringan disesuaikan dengan kebutuhan
V V
Sinyal jaringan disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya
V V 2 2
22 23
Jadwal (Triwulan) Jadwal (Triwulan)
Persepsi atas Resiko
Rata-rata Level / Tingkat Resiko
PR
Respon terhadap Resiko/Rencana Kegiatan Pengelndalian Realisasi Kegiatan pengendalian FORMULIR PENILAIAN RESIKO BBPBAP JEPARA TAHUN 2020
No Kebijakan/Aktifitas
/Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana Nama 1 Nama 2 Nama 3 Nama 4 Uraian Resiko Residual
2348.994.0 01
Gaji dan Tunjangan Kinerja
1. Tidak sinkronnya data rekap kepegawaian.
Kurang koordinasi antar unit kepegawaian dan unit keuangan
Keterlambatan pembayaran
C Kepegawaian Meningkatkan
koordinasi antar
subbagian. 2 3 2 4 2 4 2 3 2.00 3.50 7.00 7
Meningkatkan koordinasi antar
subbagian. V V V V
Meningkatkan koordinasi antar
subbagian. V V V V 2 3
2. Perubahan secara cepat sistem aplikasi penggajian
Ketidaktahuan operator. Keterlambatan pembayaran
C Keuangan Meningkatkan
pengetahuan operator terhadap perubahan yang terjadi.
1 3 2 4 2 4 2 4 1.75 3.75 6.56 7
Meningkatkan pengetahuan operator terhadap perubahan yang terjadi.
V V V V
Meningkatkan pengetahuan operator terhadap perubahan
yang terjadi. V V V V 2 2
Jepara, 4 Januari 2021
Sugeng Raharjo, A.Pi NIP. 19620118 198902 1 001 Pembayaran gaji
dan tunjangan tepat waktu
Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara
1. Satuan Kerja : Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara 2. Kebijakan/Aktifitas/Kegiatan : Pengelolaan Pakan dan Obat Ikan 3. Pagu Anggaran : Rp. 1.838.400.000
4. TA : 2020
Uraian
K D K D K D K D K D I II III IV I II III IV K D
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20.00 21 24 25
5747.017Produksi Pakan Mandiri untuk Bantuan dan Operasional Budidaya UPT
C/U C
Internal / Eksternal
5747.017.
U05
Pakan Apung 1 Memproduksi pakan apung untuk ikan
1 Keterlambatan bahan baku
Sistem pengadaan bahan baku
Keterlambatan dalam produksi.
C Internal Proses pengadaan
lebih awal.
3 3 3 2 3 3 3 3 3 2.75 8.25
Proses pengadaan lebih
awal. V V
Proses pengadaan lebih awal.
V V 1 1
2 Kualitas bahan baku tidak sesuai standar.
Tidak berasal dari satu produsen.
Penurunan kualitas produk pakan.
C Internal Survey pemeriksaan
bahan baku 3 3 3 4 2 4 3 4 2.75 3.75 10.31
Survey pemeriksaan bahan baku
V V
Survey pemeriksaan
bahan baku V V 2 2
3 Kerusakan mesin produksi.
Beban kerja mesin tinggi.
Produksi pakan terganggu.
C Internal Pengadaan suku
cadang mesin. 3 5 4 4 3 5 3 5 3.25 4.75 15.44
Pengadaan suku
cadang mesin. V V
Pengadaan suku
cadang mesin. V V 3 4
U06 Pakan Tenggelam 1 Memproduksi pakan tenggelam untuk ikan dan udang.
1 Keterlambatan bahan baku
Sistem pengadaan bahan baku
Keterlambatan dalam produksi.
C Internal Proses pengadaan
lebih awal.
3 3 3 2 3 3 3 3 3 2.75 8.25
Proses pengadaan lebih
awal. V V
Proses pengadaan lebih awal.
V V 2 2
2 Kualitas bahan baku tidak sesuai standar.
Tidak berasal dari satu produsen.
Penurunan kualitas produk pakan.
C Internal Survey pemeriksaan
bahan baku 3 3 3 4 2 4 3 4 2.75 3.75 10.31
Survey pemeriksaan bahan baku
V V
Survey pemeriksaan
bahan baku V V 2 3
3 Kerusakan mesin produksi.
Beban kerja mesin tinggi.
Produksi pakan terganggu.
C Internal Pengadaan suku
cadang mesin. 3 5 4 4 3 5 3 5 3.25 4.75 15.44 Pengadaan suku
cadang mesin. V V Pengadaan suku
cadang mesin. V V 3 4
Jepara, 4 Januari 2021
Sugeng Raharjo, A.Pi NIP. 19620118 198902 1 001
22 23
Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara
Jadwal (Triwulan) Jadwal (Triwulan)
Persepsi atas Resiko
Rata-rata Level / Tingkat Resiko
PR
Respon terhadap Resiko/Rencana Kegiatan Pengelndalian Realisasi Kegiatan pengendalian FORMULIR PENILAIAN RESIKO BBPBAP JEPARA TAHUN 2020
No Kebijakan/Aktifitas
/Kegiatan Tujuan Faktor Risiko Sebab Dampak Sifat Sumber Rencana Nama 1 Nama 2 Nama 3 Nama 4 Uraian Resiko Residual