BAB IV
PEMECAHAN MASALAH
4.1. Konsep Umum 4.1.1. Bentuk
Sebuah kampanye promosional dengan aplikasi utama pada livery, yang berorientasi pada peningkatan citra perusahaan. Spesifiknya lagi dengan pesan yang mengangkat nilai historis dan kepemimpinan Garuda. Pada akhirnya akan berujung pada perubahan cara pandang para konsumen, mitra dan staf ke arah yang lebih positif.
Dalam kampanye ini ada tiga prinsip utama yakni target dapat mengenal sejarah panjang Garuda Indonesia, mencermati/mempertahankan kondisi terkini dan menanam optimisme untuk masa depan. Caranya adalah dengan mengedukasi berbagai pihak yaitu konsumen dan staf sendiri untuk
mengetahui latar belakang dari perjalanan mereka selama ini dengan nada yang optimis. Pesan ini disampaikan melalui aplikasi visual livery dan aplikasi pendukung lainnya.
4.1.2. Tujuan
Sebagai maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia ingin
menanamkan rasa memiliki dan rasa cinta terhadap maskapai kepada warga negara Indonesia yang ada di mana saja. Pada akhirnya selain perubahan cara pandang yang lebih positif, diharapkan calon konsumen semakin yakin memilih Garuda Indonesia yang berujung pada peningkatan profit, yang pada akhirnya menguntungkan maskapai dan negara Indonesia sendiri.
4.1.3. Sasaran
- Konsumen loyal (anggota Garuda Frequent Flyer) - Konsumen potensial:
o Usia:
20 – 55 o Kelamin:
Pria dan wanita
o Ekonomi:
Menengah ke atas (berpenghasilan per bulan Rp5.000.000,- ke atas)
o Status pernikahan:
Semua o Domisili:
Kota-kota utama Indonesia dan internasional, terutama yang dihubungkan oleh jaringan Garuda Indonesia
o Pekerjaan:
Pembuat keputusan, eksekutif/pelaksana o Pendidikan:
Sarjana 1 ke atas - Psikografis:
o Proaktif
o Pembuat keputusan o Berpikiran terbuka o Perencana
- Sosiokultural:
Warga negara Indonesia, baik domisili dalam maupun luar negeri.
Memiliki pergaulan yang cukup luas, berkeluarga, mapan. Apresiasi tinggi terhadap keselamatan, kualitas dan tanggungjawab, tidak mempermasalahkan harga jika memang pantas/sesuai dengan layanan yang ditawarkan. Percaya proses dan petuah “biar lambat/mahal asal selamat”.
4.1.4. Reaksi yang diharapkan
Setelah melihat kampanye promosional ini, target diharapkan dapat meningkatkan kecintaan pada maskapai nasional, dalam bentuk:
- beranggapan positif terhadap semangat baru yang diusung oleh Garuda Indonesia
- mengerti nilai historis dan kepemimpinan Garuda Indonesia - memilih Garuda Indonesia sebagai maskapai kepercayaan bilamana
memungkinkan
4.1.5. Pesan
Garuda Indonesia adalah maskapai yang sejak masa kemerdekaan sudah
berjasa kepada negara dan bangsa dan selalu membuktikan komitmennya.
kultural dan geografis, serta menjadi agen pembangunan bangsa dan duta di luar negeri.
4.1.6. Nada
Berwawasan, optimis
4.1.7. Strategi dan Perencanaan Media
1. Livery
Mengambil dua unit armada sebagai armada ikonik yang membawa livery khusus. Kedua unit armada tersebut bertipe Airbus A330-300, atas pertimbangan armada ini armada besar yang memiliki rute dan jadwal terbang domestik dan internasional paling banyak
8. Selain itu pemilihan satu line armada memungkinkan desain dan eksekusi yang lebih konsisten dan sistematik.
2. Lingkungan Bandara, Awak Kabin dan Interior Pesawat - Lencana/pin untuk pramugara/i
- Pameran portabel (dengan panel pop-up dan komputer layar sentuh)
- Banner gantung
3. Desain Web
Microsite yang dihubungkan melalui situs resmi Garuda Indonesia, berisi sejarah maskapai melalui timeline interaktif.
4. Visualisasi Produk a. Cinderamata
Cinderamata diberikan untuk anggota Garuda Frequent Flyer (GFF) dan dijual di Duty Free. Barang-barang berikut juga dapat diberikan sebagai cinderamata resmi
perusahaan.
8 Berdasarkan data rute dan fleet yang diperoleh dari PT. Garuda Indonesia, untuk penjadwalan 2007.
• T-shirt/Polo shirt
• Mousepad
• Magnet kulkas, pin/lencana
• Tas jinjing
• Kalender meja
• Pulpen
• Payung
b. Barang cetak
Amplop tiket
Boarding pass
Poster
4.1.8. Mandatori
Eksekusi harus memuat dan/atau tunduk pada sistem identitas visual Garuda Indonesia, baik secara konkrit (secara teknis dan peraturan) maupun tidak (melalui aura, ‘feeling’, kesan) yang telah ditetapkan.
4.2. Konsep Khusus 4.2.1. Strategi Verbal
4.2.1.1. Positioning
Dalam kampanye ini akan digunakan verbal yang mendukung nada bicara kampanye yakni berwawasan dan optimis. Sudut pandang eksekusi verbal akan berorientasi pada konsumen (afektif – posesif).
4.2.1.2. Slogan
“Satu Garudaku, Satukan Indonesiaku”
4.2.1.3. Kata Kunci
Bersejarah, Pemersatu, Pemimpin, Tumpuan, Harapan
4.2.2. Strategi Visual
Ada beberapa pertimbangan untuk visualisasi. Visualisasi hendaklah mendukung:
- nada berwawasan dan optimis
- mengkomunikasikan perjalanan perusahaan yang mencerminkan kepemimpinan dan keteladanan, sekaligus menempatkan masyarakat Indonesia sebagai subjek
- universalisme dan keterbukaan dalam memaknai representasi keIndonesiaan
- identitas visual Garuda Indonesia
Melengkapi faktor-faktor di atas, eksekusi visual tidak akan menampilkan elemen tradisional dengan mentah atau gamblang. Eksekusi akan
menyesuaikan zaman yang serba segar dan modern. Garis besarnya adalah visualisasi kontemporer yang berbaur dengan elemen lokal yang diambil intisarinya. Warna-warna yang digunakan juga akan sesuai dengan spektrum warna masyarakat dan geografis Indonesia, yang sesuai jika disandingkan dengan standar Garuda Indonesia.
Livery adalah muara dari seluruh konsep desain. Khusus untuk livery, dua unit armada akan menampilkan dua desain yang berbeda namun dengan sistem yang berhubungan satu sama lain. Desain-desain ini akan
menampilkan dua tema besar antara lain:
Alam
Aplikasi ini akan menampilkan elemen-elemen yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia
Manusia dan Budaya
Aplikasi ini akan menampilkan elemen-elemen yang berhubungan dengan kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia
Untuk media aplikasi lain, kecenderungannya akan sama, dan bahkan akan menggunakan ilustrasi yang sama dengan yang ada pada livery, namun tentu disesuaikan dengan sifat dan tujuan dari aplikasi-aplikasi tersebut.
Pada intinya, setiap aplikasi akan mengkomunikasikan setidaknya satu dari
tiga hal: penyatuan budaya, penyatuan wilayah dan penyatuan historis.
4.3. Konsep Media
4.3.1. Proses Kerja
Proses kerja dibagi dalam tiga tahap, yakni pengumpulan data, pengolahan data dan visualisasi. Penjelasan per tahap sebagai berikut:
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari sampai Maret akhir, dengan narasumber utama PT. Garuda Indonesia yang berlokasi di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Unit-unit yang dikunjungi antara lain Komunikasi Perusahaan, Promosi dan Biro Umum. Dari ketiga biro ini, penulis
mendapatkan beragam data primer dan sekunder, seperti antara lain data statistik, materi cetak, foto-foto dan manual visual identitas. Selain itu juga penulis berkesempatan mewawancara beberapa narasumber yang berhubungan dengan komunikasi visual perusahaan.
Pengumpulan data selain dilakukan dengan tatap muka juga melalui korespondensi email dengan staf perusahaan, lalu penulis juga melakukan konsultasi dengan pihak luar seperti para pakar dan profil konsumen. Data tentang Garuda Indonesia dan hal-hal yang berkaitan dengan topik
(branding, budaya, masyarakat Indonesia, supergrafis) juga didapatkan dari data sekunder yang tersebar di Internet, media massa dan bahan cetak lain yang relevan.
Pengolahan Data
Setelah terkumpul, data-data tersebut diolah dengan cara mensortir mana yang paling dibutuhkan/penting, terutama berkaitan dengan rancangan livery dan materi-materi yang berhubungan dengan profil dan sejarah Garuda Indonesia, karena topik inilah yang diangkat menjadi visualisasi.
Penulisan laporan dimulai terlebih dahulu sebelum masuk dalam visualisasi agar konsepnya kuat dan jelas.
Visualisasi
Dari hasil sortiran data tersebut, data-data yang berkaitan dengan
branding, budaya, Indonesia dan supergrafis digunakan untuk mulai
membuat sketsa desain livery yang bertemakan budaya dan alam, seperti
tampak dalam sketsa.
Setelah desain livery selesai, tahap selanjutnya adalah membuat aplikasi besar lainnya seperti situs web dan pameran, yang lebih banyak
menggunakan materi-materi yang berhubungan dengan sejarah perusahaan.
Ketika pekerjaan-pekerjaan mayor telah diselesaikan minimal 80 – 90%,
pekerjaan dilanjutkan dengan merancang karya-karya yang sifatnya minor
seperti gimik, poster dan lain-lainnya.
Seluruh proses melalui beberapa tahap Preview (1, 2 dan 3), yang juga melalui bimbingan oleh pembimbing dan terus mengalami penyempurnaan.
Masukan dari pihak-pihak lain juga dipertimbangkan. Ketika Preview 3 yang juga kelayakan untuk Judicium, karya sudah 80 – 90% terselesaikan dan tinggal mengalami penyempurnaan.
4.3.2. Contoh Hasil Karya
Berikut adalah beberapa contoh karya dan penjelasan per media. Visual karya yang lebih lengkap ada dalam CD-ROM yang terlampir.
Identitas
Logo & Warna
Visual:
Konsep logo ini adalah burung Garuda (yang diadopsi dari logo Garuda Indonesia) yang terbang dan membawa bendera merah putih. Bentuk bendera merah putih yang bentuknya menyerupai sayap burung yang membentang juga dapat diartikan sebagai satunya atau menjiwanya semangat keIndonesiaan di burung Garuda tersebut. Arah ke kanan adalah lambang optimisme. Tampilan modern, optimis dan ringkas. Logo dilengkapi dengan logotype “Satu Garudaku Satukan Indonesiaku” yang dicetak dalam huruf besar. Konfigurasinya ada dua, yakni normal dan memanjang
horizontal. Konsep warna yang digunakan adalah turunan dari sistem identitas Garuda Indonesia ditambah warna pelengkap merah dan beberapa gradasi coklat yang diambil dari susunan warna seragam pramugara dan pramugari Garuda Indonesia. Namun dalam aplikasi lainnya, warna-warna lain seperti biru Garuda tetap digunakan sebagai variasi.
Tipografi
Visual:
Salah satu jenis huruf yang menjadi bagian identitas visual resmi Garuda
Indonesia hari ini adalah Rotis dengan variasi-variasinya. Khusus untuk
promosi ini dipilih Rotis Sans Serif. Huruf ini dipilih juga karena sifatnya
yang elegan, modern dan sederhana, sesuai dengan jiwa Garuda Indonesia
itu sendiri. Sebagai pelengkap, dipilih jenis huruf Snell Roundhand Regular
untuk melengkapi aplikasi pada situs web dan pameran portabel, dengan tujuan menyiratkan kesan klasik dan historis.
Livery
Tema Budaya
Tema Alam
Visual:
Ada dua rancangan yakni yang bertema budaya dan bertama alam
nusantara. Keduanya memiliki sistem/benang merah dan gaya ilustrasi yang
sama, yakni ilustrasi kontemporer berbasis vektor yang mengambil intisari
budaya dan alam Indonesia. Warna-warna yang digunakan sama antara dua
desain hanya dibedakan dari warna tertentu yang ditonjolkan. Bentuk
visualisasi juga mengadopsi identitas kampanye. Khusus untuk tailfin, atau
ekor, identitas Garuda Indonesia sengaja dihilangkan untuk memberikan
efek yang berbeda dan mengejutkan, selain juga menunjukkan ikon lain
dari kampanye ini yakni burung Garuda dalam bentuk wayang. Hal ini tidak
bermasalah karena tidak dilarang dalam buku manual identitas visual Garuda Indonesia.
Teknis: Cat
Situs Web
Visual:
Format situs web sendiri adalah sebuah mikrositus (microsite), yakni situs yang bersarang di dalam situs lain, dalam hal ini dalam situs web Garuda Indonesia yang sudah ada. Pengunjung akan meng-klik sebuah grafis/tombol yang akan membawa mereka ke sebuah jendela pop-up, dengan ukuran yang sudah fixed. Setelah itu akan ditampilkan timeline (kronologis) sejarah Garuda Indonesia yang dinamakan “Museum Garuda”. Bentuknya memanjang horizontal, pengunjung tinggal meng-klik tombol “Geser ke kanan” yang sudah disediakan untuk mempelajari sejarah Garuda secara interaktif. Selain itu juga ada menu “Download” di mana pengunjung dapat memperoleh beberapa benda gratis seperti wallpaper, screensaver dan iklan-iklan Garuda Indonesia.
Teknis: Flash, xHTML. Dimensi jendela pop-up 1000px x 500px.
Pameran Portabel
Visual:
Tidak jauh berbeda dengan situs web, hanya dengan modifikasi sesuai ukuran dan keperluan.
Teknis: Ada dua jenis pameran portabel yakni yang besar (menggunakan tiga buah popup panel dan satu komputer) dan yang kecil (menggunakan satu buah popup panel dan dua komputer). Penggunaannya disesuaikan dengan ukuran space yang tersedia. Ukuran 3,365m x 2,220m. Jenis bahan FlexyFace Frontlit, cetak digital.
Poster
Visual:
Eksekusi pada poster, yang sekaligus bisa menjadi iklan cetak di koran atau majalah ini, cenderung fokus pada citra foto untuk memperkuat realitas, mengejar kesan berwibawa dan berwawasan, terus terang dan menghindari kerumitan yang bisa terjadi jika menggunakan ilustrasi lain yang ada. Ada tiga jenis poster yakni yang bertema historis, kepemimpinan dan budaya.
Teknis: Ukuran 35cm x 54cm. Jenis kertas art paper, 220 gram, cetak
separasi.
Boarding Pass
Visual:
Ilustrasi berbasis livery.
Teknis:
Bahan standar boarding pass. Cetak separasi.
Kalender Meja
Visual:
Ilustrasi berbasis livery dan foto-foto dokumentasi sejarah Garuda Indonesia.
Teknis:
Kertas art paper 220 gram. Cetak Separasi.
Amplop Tiket
Visual:
Ilustrasi berbasis livery.
Teknis:
Matte paper 100 gram. Cetak separasi.
Banner Gantung (pelengkap pameran)