• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN INSTAGRAM OLEH PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN INSTAGRAM OLEH PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS KALBIS

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Perpustakaan (S.IP)

Oleh:

TRI YOKO AZIS SAPUTRO NIM. 1112025100101

PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440H/2019M

(2)
(3)
(4)

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa :

1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini, telah saya cantumkan pengutipannya dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau memperoleh hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia untuk melakukan proses yang semestinya sesuai dengan sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 18 April 2019

Tri Yoko Azis Saputro

(5)

i ABSTRAK

Tri Yoko Azis Saputro(NIM. 1112025100101).Pemanfaatan Instagram oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis. Skripsi di bawah bimbingan Muhammad Azwar, M.Hum. Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019.

Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan Instagram oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Instagram oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, Untuk mengetahui cara Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis memilih konten yang akan diunggah pada Instagram, dan untuk mengetahui fitur Instagram apa saja yang dimanfaatkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah Kepala Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis dan pengelola Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, sedangkan teknik pengumpulan data adalah wawancara, studi pustaka dan dokumentasi.

Teknik penguji keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas dengan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis telah memanfaatkan Instagram untuk mempromosikan layanan, fasilitas, dan kegiatan yang mereka miliki. Untuk menentukan konten yang akan diunggah pada akun Instagramnya, Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis memiliki kebijakan yang ditentukan pada rapat kerja tahunan, dan untuk mengunggah konten, Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis memiliki alur dalam menentukan tema, pembuatan konten, dan peninjauan konten sebelum diunggah. Fitur-fitur Instagram yang telah dimanfaatkan Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis adalah membagikan foto dan video, cerita, pesan dirrect, jejak pendapat, siaran langsung, dan hashtag. Ada beberapa fitur yang belum dimaksimalkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, yaitu komentar dan akun Bisnis.

Kata Kunci: Instagram, Promosi, Perpustakaan Perguruan Tinggi

(6)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan Syukur Penulis ucapkan hanya kepada Allah SWT, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar sarjana. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kelemahan dan kekurangan.

Sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Penulis mengucapkan terima kasih yang teristimewa dan sebesar- besarnya kepada ayahanda tercinta Alm Paimo, ibunda tercinta ibu Sulinem dan kakanda tersayang Purningsih dan Purwanti yang telah memberikan dukungan kepada penulis hingga sampai menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tentu tidak lepas dari dukungan motivasi dari semua pihak dan dapat diselesaikan. Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Drs. Saiful Umam, M.A., Ph.D, selaku Dekan Fakultas Adab dan

Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak Pungki Purnomo, MLIS, selaku Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan.

3. Bapak Mukmin Suprayogi, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Perpustakaan.

4. Bapak Muhammad Azwar, M. Hum, selaku dosen pembimbing penulis yang telah membantu, mengarahkan, dan menuntun penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.

5. Ibu Alfida, MLIS, selaku dosen pembimbing akademik.

6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen jurusan Ilmu Perpustakaan yang telah mencurahkan ilmunya begitu banyak untuk masa depan penulis.

7. Ibu Anastasya Santi selaku kepala Perpustakaan Institut Teknologi Dan Bisnis Kalbis yang telah menjadi narasumber penelitian penulis.

8. Ibu Dwi Juliyanti selaku Staf Perpustakaan Institut Teknologi Dan Bisnis Kalbis yang telah menjadi narasumber penelitian penulis.

(7)

9. Terima kasih kepada sahabat peneliti Santi Puspita Dewi yang sama-sama berjuang dan saling mengingatkan untuk menyelesaikan skripsi ini.

10. Terima kasih kepada ―741‖ sahabat peneliti Putra Arsyi Anugerah, Nuril Huda S, Ahmad Subhan Fatah M, Abdul Hafiz Dinullah, Abdul Latif Fathoni, Muhammad Nur, Hoerullah, Rahmat Hidayatullah, M. Doni Fadillah, yang selalu membantu dan memberikan semangat sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

11. Terima kasih pula kepada teman-teman penulis Luki Budiawan,Zulfikar Arman,Kibar Sumanja, Febri Nurul Huda, Eko Raharjo,Sobri Yogi Bilowo, Ari Rama, M. Braja Maulana, Ihsan Rolis, Djalinus Ali Rosyidi, Gita Dwi Noviani, Anita Aditya, Vinny Editia, Fifit Fitriani, Henty Lesviani, Siti Sulthonah, Dede Nurfiyani, Annisa Rahmawati, Audina Gita, Faiz Muhammad dan seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Perpustakaan angkatan 2012 terutama kelas C.

12. Terima kasih kepada teman-teman di KKN ETERNAL WINGS 2015 yaitu Athini, Alif, Harjuno, Putri, Amalia, Nurul, Santi, Agi, Agasti, Dimas, Farah, Zahra, Daud, Rara, Minchah yang selalu memberikan yang terbaik.

Dan semua orang yang sudah banyak mendukung dalam menyelesaikan tugas akhir ini, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, Terimakasih untuk segalanya, semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan dan doa yang sudah diberikan kepada penulis, Aamiin.

Jakarta,8 April 2019

Tri Yoko Azis Saputro

(8)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... I KATA PENGANTAR ... II DAFTAR ISI ... IV DAFTAR GAMBAR ... VI DAFTAR TABEL ... VI DAFTAR LAMPIRAN ... VIII

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. Definisi Istilah ... 10

F. Sistematika Penulisan ... 11

BAB II TINJAUAN LITERATUR ... 13

A. Perpustakaan ... 13

1. Pengertian Perpustakaan ... 13

2. Definisi Perpustakaan Perguruan Tinggi... 16

3. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi... 18

4. Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi ... 20

5. Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi ... 21

B. Promosi Perpustakaan ... 23

1. Definisi Promosi Perpustakaan ... 23

2. Tujuan Promosi ... 25

3. Cara – Cara Promosi ... 27

4. Media Promosi Perpustakaan ... 28

C. Jejaring Sosial ... 31

1. Definisi Jejaring Sosial... 31

2. Fungsi Jejaring sosial ... 32

3. Jejaring Sosial dalam Perpustakaan ... 33

4. Manfaat Penggunaan Jejaring Sosial oleh Perpustakaan ... 34

5. Optimalisasi Jejaring Sosial oleh Perpustakaan ... 35

D. Instagram ... 36

1. Pemanfaatan Instagram pada Perpustakaan ... 37

2. Fitur-Fitur Instagram ... 38

E. Penelitian Terdahulu ... 41

BAB IIIMETODE PENELITIAN ... 44

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 44

B. Sumber Data ... 45

(9)

C. Teknik Penentuan Informan ... 46

D. Subjek Penelitian (Informan) ... 47

E. Teknik Pengumpulan Data ... 47

F. Teknik Pengujian Keabsahan Data ... 48

G. Teknik Analisis Data ... 49

H. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 50

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 52

A. Profil Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 52

1. Sejarah Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis... 52

2. Lokasi ... 53

3. Visi Perpustakaan ... 53

4. Misi Perpustakaan ... 53

5. Tujuan Perpustakaan ... 54

6. Struktur Organisasi Perpustakaan ... 55

7. Koleksi Perpustakaan ... 55

8. Aturan Peminjaman ... 55

9. Fasilitas Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 56

10. Program Unggulan Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 62

B. Hasil Penelitian ... 63

1. Pemanfaatan Instagram dalam Promosi Perpustakaan ... 63

2. Cara Pemilihan Konten Instagram Perpustakaan Institut Teknologi Dan Bisnis Kalbis ... 69

3. Fitur Instagram yang dimanfaatkan dalam melakukan promosi ... 73

C. Pembahasan ... 82

1. Pemanfaatan Instagram dalam Promosi Perpustakaan ... 82

2. Cara Menentukan Konten yang Akan Diunggah ada Akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis... 87

3. Fitur Instagram yang Dimanfaatkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 90

BAB V PENUTUP ... 95

A. Kesimpulan ... 95

B. Saran ... 96

DAFTAR PUSTAKA ... 98 LAMPIRAN

BIODATA PENULIS

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1 Koleksi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 55

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis... 55

Gambar 4. 2 Visitor Counter ... 57

Gambar 4. 3 Lounge Area ... 57

Gambar 4. 4 Ruang Rekreasi ... 58

Gambar 4. 5 Meja Sirkulasi ... 58

Gambar 4. 6 Ruang Diskusi ... 59

Gambar 4. 7 Ruang Diskusi Lesehan ... 59

Gambar 4. 8 Thesis and E-Journal Area ... 60

Gambar 4. 9 Self-reading Area ... 61

Gambar 4. 10 Area baca dan ruang multifungsi ... 61

Gambar 4. 11 Promosi koleksi baru yang diunggah oleh akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis... 66

Gambar 4. 12 Info Kegiatan Perpustakaan pada akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 66

Gambar 4. 13 Unggahan akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis mengenai fasilitas Perpustakaan ... 67

Gambar 4. 14 Konten literasi informasi yang diunggah oleh akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 67

Gambar 4. 15 Unggahan foto Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis ... 74

Gambar 4. 16 Unggahan Instastory Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 75

Gambar 4. 17 Fitur Polling yang digunakan oleh @kalbislibrary ... 76

Gambar 4. 18 Konten IGTV Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 77

Gambar 4. 19 Hashtag yang digunakan pada konten yang diunggah ... 79

Gambar 4. 20 interaksi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis dengan pengikutnya di Instagram ... 80

Gambar 4. 21 Komentar pada konten yang diunggah ... 81

Gambar 4. 22 Profil @kalbislibrary yang sudah menggunakan akun bisnis ... 82

Gambar 4. 23 Alur Penentuan Konten Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ... 90

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Transkrip Wawancara

Lampiran 2: Surat Tugas Menjadi Pembimbing Lampiran 3: Surat Izin Penelitian

Lampiran 4: Surat Pergantian Judul Skripsi Lampiran 5: Surat Penguji Skripsi

Lampiran 6: Dokumentasi

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbelanja, berkomunikasi, belajar, dan lain-lain merupakan salah satu contoh perubahan gaya hidup masyarakat yang tadinya masih menggunakan cara konvensional (bertemu langsung dengan objek), saat ini beralih menggunakan media yang didukung oleh teknologi informasi. Perubahan tersebut dikarenakan perubahan masyarakat dalam efisiensi kerja.

Di era net generation yang disokong oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan ilmu pengetahuan mendorong perubahan pola hidup manusia. TIK sangat membantu aktivitas manusia sehingga pola hidup manusia cenderung lebih dituntut dengan kecepatan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan informasi.Perkembangan teknologi informasi membantu mempermudah pekerjaan dan untuk menunjang kepentingan manusia. Hal ini tentu dapat memberi dampak positif dan negatif bagi penggunanya, untuk itu perlu selektif dan bijaksana dalam pemakaiannya. Fasilitas dan kemudahan akses informasi yang tersedia di atas, salah satunya dikarenakan adanya jaringan internet yang mendukung.

Dengan adanya internet semua orang dengan sangat leluasa untuk mencari dan menyebarluaskan informasi. Data statistik pengguna internet di Indonesia tahun 2016 menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa

(14)

Internet Indonesia) yaitu sebanyak 132,7 juta jiwa atau sekitar 51,5% dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 256,2 juta jiwa.

Perubahan tersebut pun menjalar pada perpustakaan. Teknologi dan perpustakaan merupakan bagian yang yang tidak terlepaskan. Hal ini sesuai dengan yang diamanahkan dalam Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pada pasal 12 yang berbunyi: koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.1

Seperti yang terdapat di ayat al-Qur‘an surat Ar-Rahman ayat: 33

َمَّسلا ِراَطْقَأ ْهِم اوُذُفْىَت ْنَأ ْمُتْعَطَتْسا ِنِإ ِسْوِ ْلْاَو ِّهِجْلا َزَشْعَم اَي ِتاَوا

ناَطْلُسِب َّلَِإ َنوُذُفْىَت َلَ ۚ اوُذُفْواَف ِضْرَ ْلْاَو

Artinya:“Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.”

Dalam ayat tersebut berisi anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk berusaha mengembangkan kemampuan sejauh-jauhnya sampai-sampai menembus (melintas) penjuru langit dan bumi.Namun al-Qur‘an memberi peringatan agar manusia bersifat realistik, sebab betapapun baiknya rencana, namun bila kelengkapannya tidak dipersiapkan maka kesia-siaan akan dihadapi.

Kelengkapan itu adalah apa yang dimaksud dalam ayat itu dengan istilah sulthan, yang menurut salah satu pendapat berarti kekuasaan,

1Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2007).

(15)

kekuatanyakniilmu pengetahuan dan teknologi.Tanpa penguasaan dibidang ilmu dan teknologi jangan harapkan manusia memperoleh keinginannya untuk menjelajahi luar angkasa. Oleh karena itu, manusia ditantang dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Tafsir Al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab ayat diatas menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindar dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menentang mereka dengan menyatakan: ‖hai kelompok jin dan manusia yang durhaka, jika karena sanggup menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindar dari pertanggungjawaban atau siksa yang menimpakanmu itu, maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak memiliki kekuatan Maka nikmat tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari?‖2.

Dewasa ini internet sudah menjadi teman dekat bagi manusia, hampir tidak ada jarak antara internet dan manusia. Informasi yang mereka butuhkan bisa dengan sangat cepat dicari melalui internet. Kemunculan media sosial pun memberikan andil yang sangat besar dalam penggunaan internet di kehidupan manusia, karena fitur yang ada di media sosial berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia. Menurut data APJII, dari 132,7 juta pengguna internet, 97,4% atau 129,2 juta mengakses media

2M Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah : Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2002), 400–402.

(16)

sosial. Media sosial sendiri banyak dimanfaatkan untuk berbagi informasi, berdagang, hingga mempromosikan website atau layanan dengan cara menghubungkan dengan sumber informasi utamanya.

Dengan internet dan sosial media yang ada saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh perpustakaan sebagai ajang eksistensi dan juga sebagai media untuk memberikan jasanya kepada lingkungan pemakai.

Perpustakaan merupakan penyedia informasi bagi masyarakat yang seharusnya ikut berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat di era net generation saat ini.

Perpustakaan sebagai perpustakaan non profit memanfaaatkan media sosial untuk berkomunikasi bahkan mempromosikan informasi yang mereka miliki kepada masyarakat dimana dengan memanfaatkan media sosial perpustakaan akan lebih dimudahkan dalam melakukan promosi.Dengan memanfaatkan media sosial dalam berbagi informasi yang dimiliki oleh perpustakaan bukan berarti akan mengurangi jumlah kunjungan pemustaka, tetapi seharusnya pemustaka tahu apa saja produk yang dimiliki oleh perpustakaan

Dalam eksistensinya di media sosial, maka perpustakaan dapat memperlihatkan keunggulan dan keunikan perpustakaanya, misalkan koleksi, fasilitas, informasi terbaru, dan lainnya.3 Dengan memperlihatkan keunggulan maka perpustakaan ikut berperan aktif dalam media social

3Endang Fatmawati, ―Dampak Media Sosial terhadap Perpustakaan,‖ Libraria 5, no. 1 (Juni 2017): 12.

(17)

guna menyajikan informasi yang sehat bagi warganet. Fungsi/ peran perpustakaan

Media sosial dapat juga dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk mempromosikan apa yang ada di perpustakaan. Dengan promosi melalui media sosial, perpustakaan akan dengan mudah memperlihatkan keunggulan yang mereka miliki dengan efisien. Promosi perpustakaan pada dasarnya merupakan forum pertukaran informasi antara perpustakaan dengan pemustaka dengan tujuan utama memberikan informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh perpustakaan sekaligus membujuk pemustaka untuk memanfaatkan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.4 Menurut Binalay promosi dapat menggiring opini seseorang agar dapat mengenal produk, lalu memahaminya, berubah sikap, menyukai, yakin, kemudian ingin mendapatkannya dan selalu ingat akan produk tersebut.5

Ada beberapa media sosial yang dapat digunakan untuk media promosi perpustakaan seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line dan lain- lain. Media sosial paling aktif yang digunakaan untuk media promosi saat ini adalah Instagram. Saat ini Instagram sedang digandrungi di tengah masyarakat. Pengguna aktif bulanan atau monthly active user (MAU) Instagram menembusangka 1 miliar per juni 2018. Perkembangan Instagram yang begitu pesat tidak lepas dari inovasi-inovasi yang

4Anita Binalay, ―Manfaat Promosi Perpustakaan Pada Mahasiswa Fispol Dalam Meningkatkan Jumlah Pemustaka Di Upt Perpustakaan Universitas Sam Ratulangi,‖

Jurnal Acta Diurna 5, no. 3 (2016): 3.

5Binalay, 4.

(18)

diciptakan oleh Instagram, seperti instastories yang hampir menyerupai Snapchat, bahkan sekarang Instagram telah meluncurkan fitur IGTV, dimana fitur tersebut dapat memuat video berdurasikan satu jam dalam bentuk vertikal. Sehingga media sosial yang berisikan konten utama berupa gambar dan video memberikan kenyamanan bagi penggunanya.6

Dengan pengguna aktif terbanyak, maka pengguna Instagram diproyeksi akan bertambah menjadi 2 miliar dalam lima tahun ke depan.

Salah satu faktornya adalah Instagram sangat popular di kalangan anak- anak muda, bahkan pamornya melebihi Facebook yang mana perkembangan penggunanya lebih lamban dan stagnan.7

Dengan ketenaran Instagram di kalangan anak muda, maka Instagram dapat dimanfaatkan bagi perpustakaan perguruan tinggi untuk mempromosikan perpustakaannya. Menurut Fatmawati, penggunaan media sosial di perpustakaan perguruan tinggi bisa membangun aktivitas berbagi pengetahuan dan meningkatkan komunikasi ilmiah. Dengan memanfaatkan media sosial dalam menyajikan informasi, akan memberikan ruang tersendiri bagi civitas akademik perguruan tinggi dalam saling bertukar informasi, dan berdiskusi.8

6Fatimah Kartini Bohang, ―Juni 2018, Pengguna Aktif Instagram Tembus 1 Miliar - Kompas.com,‖ diakses 21 Mei 2019,

https://amp.kompas.com/tekno/read/2018/06/21/10280037/juni-2018-pengguna-aktif- instagram-tembus-1-miliar.

7Tommy Kurniawan, ―Kian Meroket, Jumlah Pengguna Instagram Ditaksir Capai 2 Miliar,‖ liputan6.com, 26 Juni 2018,

https://www.liputan6.com/tekno/read/3570031/kian-meroket-jumlah-pengguna- instagram-ditaksir-capai-2-miliar.

8Fatmawati, ―Dampak Media Sosial terhadap Perpustakaan,‖ 13.

(19)

Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis merupakan salah satu perpustakaan yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan keunggulan dari perpustakaannya. Dengan visi perguruan tinggi yang mengunggulkan bidang teknologi, maka tak heran jika Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis sangat aktif dalam menggunakan media sosial untuk media promosi. Media sosial yang digunakan PerpustakaanInstitut Teknologi dan Bisnis Kalbis diantaranya adalah Facebook, Instagram, Twitter, dan Line.

Dari beberapa media sosial yang digunakan, Instagram merupakan media sosial yang paling aktif digunakan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis dalam mempromosikan perpustakaannya, hal ini dilihat dari jumlah dan waktu unggahan dengan rata-rata unggahan 3 kali sehari, jumlah follower yang sudah mencapai 1099 follower, serta jumlah like dan komentarInstgram lebih banyak dari media sosial lain yang digunakan. Selain itu, Instagram merupakan media sosial yang saat ini sedang digandrungi anak muda.

Pengamatan penulis pada akun Instagram @kalbislibrary, Konten- konten yang mereka unggah pada akun mereka sangat beragam, mulai dari koleksi perpustakaan, sosialisai penggunaan perpustakaan, hingga kegiatan yang dilaksanakan di perpustakaan. Saat ini konten yang sudah di unggah oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis mencapai lebih dari enam ratus (600) unggahan. Selain itu, Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis juga memanfaatkan fitur Instastory dalam

(20)

berkomunikasi dengan pengikutnya. Dengan keragaman konten yang diunggah pada akun Instagramnya, tetapi respon dari pengikutnya begitu sedikit jika dilihat dari komentar dan suka di setiap unggahan.

Salah satu alasan penulis menjadikan Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis sebagai tempat penelitian yaitu karena keaktifan perpustakaan dalam mempromosikan perpustakaan, selain itu konten yang mereka unggah sangat beragam, dan bukan hanya swafoto dari perpustakaannya, tetapi komentar dan suka dari pengikutnya sangat sedikit. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian mengenai ―Pemanfaatan Instagram oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis”.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Adapun pembatasan dan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Pembatasan Masalah

Agar lebih terarah dan tidak menyebabkan perluasan pembahasan, maka peneliti membatasi masalah kepada:

a. Pemanfaatan Instagram dalam kegiatan promosi di Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

b. Cara pemilihan konten yang akan diunggah pada akun Instagram Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

c. Fitur Instagram yang dimanfaatkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

2. Rumusan Masalah

(21)

Untuk mempermudah mengetahui pemanfaatan Instagram dalam promosi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, maka dituangkanlah rumusan di atas ke dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

a. Bagaimana PerpustakaanInstitut Teknologi Dan Bisnis Kalbis memanfaaatan Instagram dalam kegiatan promosi Perpustakaan?

b. Bagaimana cara Perpustakaan Institut Teknologi Dan Bisnis Kalbismemilih kontenyang akan diunggah pada Instagram?

c. Apa saja fitur Instagram yang dimanfaatkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah penulis ingin mengetahui:

1. Untuk mengetahui pemanfaatan Instagram oleh PerpustakaanInstitut Teknologi dan Bisnis Kalbis dalam promosi perpustakaan.

2. Untuk mengetahui cara Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis memilih konten yang akan diunggah pada Instagram.

3. Untuk mengetahui fitur Instagram apa saja yang dimanfaatkan oleh Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

D. Manfaat Penelitian

Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, di antaranya:

1. Manfaat Teoritis

(22)

Diharapkan penelitian ini mampu menyumbangkan pemikiran dalam ilmu pengetahuan agar mampu mengelola media sosial Instagram menjadi suatu alat bantu promosi tentang aktifitas pada perpustakaan.

2. Manfaat praktis

Melalui kegiatan penelitian ini penulis mampu mengangkat sarana media sosial Instagram pada perpustakaan dan kualitas promosi di Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

E. Definisi Istilah

Instagram adalah sebuah jejaring sosial yang memungkinakan penggunanya berbagi informasi melalui gambar dan video. Instagram berasal dari kata 'instan'. Ini berarti kategori cepat yang fungsinya untuk membuat foto cepat, sedangkan kata ‗gram‘ diambil dari kata ‗telegram‘

yang bermaksud untuk berkirim informasi ke orang lain dengan cepat.9 promosi perpustakaan adalah cara dalam memberikan informasi kepada khalayak atau masyarakat untuk mengenai layanan, fasilitas, produk, kegiatan dan hal lain yang dimiliki Perpustakaan yang diperuntuhkan untuk pemustaka.

perpustakaan, promosi bertujuan unuk memfasilitasi komunikasi antara pihak perpustakaan dan pihak pengguna. Promosi bisa digunakan dalam beberapa cara, cara yang utama promosi dibagi menjadi beberapa

9Muhammad Azwar dan Siti Sulthonah, ―The Utilization of Instagram as a Media Promotion: the Case Study of Library in Indonesia,‖ Insaniyat: Journal of Islam and Humanities 2, no. 2 (2018): 148.

(23)

bentuk, beberapa sistem dalam promosi yaitu, pemakai (audience), saluran (channel), berita atau pesan (message), komunikator.10

Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuan membantu tercapainya tujuan perguruan tinggi, dengan kata lain perpustakaan perguruan tinggi yakni perpustakaan universitas, departemen, jurusan, lembaga lain yang di bawah naungan perguruan tinggi.11

F. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penulis dan demi mencapai pembahasan yang bersifat kronologis sehingga memudahkan proses pemahaman isi, maka penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini menjelaskan latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, definisi istilah dan sistematika penulisan.

BAB II Tinjauan Literatur

Bab ini berisi landasan teori dan tinjauan pustaka yang digunakan dalam kegiatan penelitian. Seperti pengertian perpustakaan khusus, pengertian promosi, tujuan promosi,

10Karmidi Martoatmojo, Manajemen Perpustakaan Khusus (Jakarta: Universitas Terbuka, 1999), 5.

11Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991), 160.

(24)

dan juga membahas tentang jejaring sosial.Pada bab ini juga terdapat penelitian terdahulu.

BAB III Metode Penelitian

Bab ini membahas mengenai metode penelitian yang digunakan yaitu terdiri dari jenis dan pendekatan penelitian, karakteristik informan, teknik pengumpulan data, teknik pengolahan dan analisis data dan jadwal penelitian.

BAB lV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini berisi tentang profil objek penelitian, hasil penelitian dan pembahasan tentang pemanfaatan Instagram dalam kegiatan promosi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis, cara pemilihan konten yang akan diunggah, dan fitur-fitur Instagram yang dimanfaatkan dalam melakukan promosi.

Bab V Penutup

Bab ini merangkum hasil penelitian yang di lengkapi dengan kesimpulan dan saran. Pada bagian akhir terdapat daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang menjelaskan tentang penelitian ini.

(25)

13 BAB II

TINJAUAN LITERATUR

A. Perpustakaan

1. Pengertian Perpustakaan

Istilah perpustakaan pada dasarnya bukan sesuatu yang asing sebab hampir di sebagian masyarakat kita mengenal kata perpustakaan.

Ketika mendengar istilah perpustakaan, langsung terbayang tumpukan buku-buku yang tersusun rapi pada rak dalam suatu ruangan. Secara umum perpustakaan sangat erat hubungannya dengan kumpulan buku- buku tetapi berbeda dengan toko buku.

Dalam bahasa indonesia istilah perpustakaan berasal dari kata

―pustaka‖ yang berarti kita atau buku-buku. Kemudian kata ―pustaka‖

ditambahkan awalan ―per‖ dan akhiran ―an‖, menjadi ―perpustakan‖.

Perpustakan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca. 12 Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemkainya sebagai sumber

12Sutarno-NS, Perpustakaan dan Masyarakat (Jakarta: Yayasann Obor Indonesia, 2003), 7.

(26)

informasi. 13 Dalam pengertian sederhana, perpustakaan diartikan sebagai kumpulan buku, atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai.14

Dari beberapa pengertian diatas, penulis membuat kesimpulan bahwa perpustakaan secara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara koleksi bahan pustaka yang diatur untuk memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam pencarian informasi.

Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis perpustakaan, yaitu:

a. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Merupakan Perpustakaan Nasional yang berkedudukan di Ibu Kota Negara Indonesia yang mempunyai jangkauan dan ruang lingkup secara Nasional dan merupakan salah satu lembaga pemerintah Non departemen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

b. Badan Perpustakaan Daerah

Badan perpustakaan daerah atau lembaga lain yang sejenis adalah yang berkedudukan di tiap provinsi di Indonesia yang mengelola perpustakaan.

13C. Larasati Milburga, Membina perpustakaan sekolah (Yogyakarta: Kanisius, 1991), 17.

14Lasa-Hs, Manajemen perpustakaan sekolah (Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2007), 12.

(27)

c. Perpustakaan Umum

Perpustakaan umum diibaratkan sebagai universitas rakyat, atau universitas masyarakat, maksudnya adalah, perpustakaan umum adalah lembaga pendidikan bagi masyarakat umum.

d. Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan yang berada di perguruan tinggi baik berbentuk Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, maupun Institut. Tugas dan fungsi perpustakaan adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi meliputi, pendidikan, penelitian atau riset dan pengabdian kepada masyarakat.

e. Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah berada di sekolah, dikelola sekolah dan berfungsi untuk sarana kegiatan belajar mengajar, penelitian sederhana, menyediakan bahan bacaan, dan tempat rekreasi bagi siswa.

f. Perpustakaan Khusus

Perpustakaan khusus berada pada lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta. Perpustakaan khusus diadakan sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang berkaitan baik langsung maupun tidak langsung dengan instansi indukny.

(28)

g. Perpustakaan Lemabaga Keagamaan

Merupakan perpustakaan yang dimiliki dan dikelola oleh lembaga-lembaga keagamaan, misalnya perpustakaan masjid dan gereja.15

2. Definisi Perpustakaan Perguruan Tinggi

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 55 menyebutkan bahwa salah satu syarat untuk menyelenggarakan perguruan tinggi harus memiliki Perpustakaan.16 Perpustakaan untuk perguruan tinggi merupakan sumber informasi dalam menunjang sistem perkuliahan, perpustakaan perguruan tinggi juga harus berkembang secara dinamis, sehingga dapat mengikuti perubahan teknologi dan selalu dapat menyesuaikan perkembangan teknologi yang terus berkembang.

Terkait dengan perpustakaan perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 24, bahwa setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan. Perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat satu memiliki koleksi, baik jumlah judul maupun jumlah eksemplarnya, yang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian

15Sutarno-NS, Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik (Jakarta:

Samitra Media Utama, 2004), 30–31.

16Diknas Republik Indonesia, Perpustakaan Perguruan Tinggi (Dirjen Pendidikan Tinggi RI, 2004), 16.

(29)

kepada masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Setiap perguruan tinggi mengalokasikan dana untuk pengembangan perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan guna memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan Standar Nasional Perpustakaan.17

Sulistyo Basuki berpendapat bahwa Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuan membantu tercapainya tujuan perguruan tinggi, dengan kata lain perpustakaan perguruan tinggi yakni perpustakaan universitas, departemen, jurusan, lembaga lain yang di bawah naungan perguruan tinggi.18

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. yang dirumuskan BAB IV pasal 12 ayat 1 tentang koleksi perpustakaan. Dengan penjelasan bahwa Koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.19

Terkait penjelasan di atas, maka perpustakaan perguruan tinggi merupakan suatu unit kerja yang membantu kebutuhan informasi yang dibutuhkan bagi seluruh kegiatan pendidikan perguruan tinggi, mulai

17Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, 8.

18Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, 160.

19Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan, 9.

(30)

dari kegiatan perkuliahan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat. perpustakaan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan cara menyesuaikan visi dan misi dari perguruan tinggi, agar dapat memaksimalkan bahan koleksi yang ada di perpustakaan dalam menunjang seluruh sistem perkuliahan.

3. Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi

Setiap perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing dalam menjalankan visi dan misi perpustakaan, adapun fungsi perpustakaan perguruan tinggi menurut Siti Nurrochmah yang dikutip oleh Wishnu Hardi, perpustakaan perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh lembaga induknya untuk mendukung kegiatan riset dan akademik.20

Sejalan dengan pengertian di atas, buku pedoman perpustakaan perguruan tinggi, sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam menselaraskan dengan visi dan misi perguruan tinggi, maka perpustakaan perguruan tinggi memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi Edukasi

Perpustakaan merupakan sumber belajar para civitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah yang

20Wishnu Hardi, ―Conspectus: Sebuah Metode Analisis Koleksi untuk Pembentukan Jaringan Perpustakaan Perguruan Tinggi,‖ Jurnal Visi Pustaka 7, no. 2 (2005): 54.

(31)

mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelakasanaan evaluasi pembelajaran.

b. Fungsi Informasi

Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.

c. Fungsi Riset

Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan skunder yang paling mutakhir, sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu perpustakaan, teknologi dan seni. Koleksi pendukung penelitian di perpustakaan perguruan tinggi mutlak harus dimiliki, karena tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan karya-karya penelitian dapat diaplikasikan untuk kepentingan pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang.

d. Fungsi Rekreasi

Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.

e. Fungsi Publikasi

Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni civitas akademika dan staf non-akademik.

(32)

f. Fungsi Deposit

Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.

g. Fungsi Interpretasi

Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.21

4. Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi

Menurut pawit ―secara umum perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tugas mengelola sumber-sumber informasi yang mampu mendukung pelaksanaan kurikulum perguruan tinggi yang bersangkutan, dan semua sumber informasi dimaksud dapat memanfaatkan secara bersama oleh seluruh civitas akademiknya, maka dikatakan juga bahwa perpustakaan perguruan tinggi sebagai pusat sumber informasi‖.22

Selain itu Abdul Rahman, berpendapat bahwa tugas perguruan tinggi sebagai berikut :

a. Menyediakan dan mengelola bahan pustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat perguruan tinggi, seperti

21Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman Dikjen-Dikti (Jakarta: Depdiknas, 2004), 3.

22Pawit M. Yusup dan Subekti Priyo, Teori Praktik Penelusuran Informasi : Information Retrieval (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), 21.

(33)

mahasiswa, staf pengajar, dan mungkin juga pegawai perguruan tinggi lainnya.

b. Memberikan layanan dan pendayagunaan bahan pustaka bagi masyarakat perguruan tinggi.

c. Menyediakan bahan pustaka dan layanan referensi pada semua mahasiswa pascasarjana, bahkan pada staf pengajar.

d. Menyediakan ruang belajar untuk pemakai perpustakaan.

e. Menyediakan jasa peminjaman bagi seluruh pemakai perpustakaan (anggota).

f. Menyediakan jasa informasi aktif baik kepada pemakai di lingkungan perguruan tinggi maupun kepada masyarakat di luar perguruan tinggi seperi kepada masyarakat industri dan lain-lain.23

5. Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi

Menurut Purwono tujuan perpustakaan perguruan tinggi yaitu untuk memenuhi keperluan informasi pengajar dan mahasiswa, menyediakan bahan pustaka rujukan pada semua tingkat akademis, menyediakan ruangan untuk pemakai, menyediakan jasa peminjaman serta menyediakan jasa informasi aktif bagi pemakai.24

Selain itu Noerhayati berpendapat bahwa tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk mendukung, mempelancar serta mempertinggi kualitas pelaksanaan program kegiatan perguruan

23Abdul Rahman, Manajemem Perpustakaan Perguruan Tinggi (Jakarta:

Univesitas Terbuka, 1995), 18.

24Purwono, Profesi Pustakawan menghadapi tantangan perubahan, Ed.1, Cet. 1 (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), 19.

(34)

tinggimelalui pelayanan informasi yang meliputi aspek-aspek seperti pengumpulan informasi, pengelolaan informasi, pemanfaatan informasi dan penyebarluasan informasi. Tujuan tersebut akan dapat terlaksana sebagaimana mestinya apabila terjalin hubungan kerja sama yang humonis antara perpustakaan dengan dosen atau asisten, diketahui tujuan instruksional dari mata kuliah yang di asuh oleh dosen atau asisten yang bersangkutan, diketahui secara pasti strategi mengajar, kebutuhan perkuliahan dan penelitian para dosen/ asisten dan terjalin hubungan kerja sama antara perpustakaan dengan mahasiswa dan masing-masing bidang studi dengan menetapkan kebutuhan umum maupun individu sebagai persiapan tugas-tugas kelas atau penelitian lainnya.25

Oleh karena itu perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu sarana yang harus dinamis dan harus selalu sejalan dengan visi dan misi perguruan tinggi yang menaungi perpustakaan tersebut.

Dengan perkembangan teknologi, perpustakaan dapat menyediakan dan menyesuaikan bahan koleksi untuk kegiatan perkuliahan, tujuannya agar memudahkan kebutuhan informasi bagi mahasiswa, dosen, dan staf yang ada di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi, baik untuk kegiatan perkuliahan maupun untuk membantu referensi dalam kegiatan penelitian.

25Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung: Alumni, 1987), 2.

(35)

B. Promosi Perpustakaan

1. Definisi Promosi Perpustakaan

Suatu perpustaakan banyak kegiatan yang dilakukan, tidak hanya pengolahan dan sirkulasi, tetapi banyak kegiatan yang berkaitan satu dengan lainya, salah satunya adalah promosi perpustakaan, promosi adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan produk, layanan atau ide dengan saluran distribusi.26

Promosi merupakan salah satu hal yang penting dilakukan dalam sebuah perpustakaan, promosi bertujuan unuk memfasilitasi komunikasi antara pihak perpustakaan dan pihak pengguna. Promosi bisa digunakan dalam beberapa cara, cara yang utama promosi dibagi menjadi beberapa bentuk, beberapa sistem dalam promosi yaitu, pemakai (audience), saluran (channel), berita atau pesan (message), komunikator.27

Di dalam perpustakaan, promosi menjadi kegiatan yang sangat penting, di karenakan salah satu indikator perpustakaan berhasil atau tidaknya dilihat dari jumlah pengunjung. Promosi seharusnya termasuk dalam perencanaan anggaran perpustakaan dan terintegrasi dalam proses perencanaan perpustakaan, tujuanya adalah supaya masyarakat tahu keberadaan perpustakaan, dan mengetahui tentang jasa dan layanan yang ada di perpustakaan sehingga mereka mau membaca atau

26Badollahi Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 1993), 3.

27Martoatmojo, Manajemen Perpustakaan Khusus, 5.

(36)

memanfaatkan infrmasi yang ada di perpustakaan. Karena tanpa adanya kegiatan promosi di perpustakaan, perpustakaan tidak akan mampu menunjukan eksistensinya dan perpustakaan tidak akan diketahui dan terasa tidak berguna nantinya. Menurut Jullie Nicholas, promosi pada prinsipnya memberitahukan pemustaka apa yang anda kerjakan dan apa yang anda bisa lakukan untuk pemustaka.28

Sedangkan menurut Buchori dalam tulisanya mengatakan, untuk mewujudkan sinergi yang maksimal antara perpustakaan dan masyarakat, perlu diadakan pemasyarakatan gerakan minat baca dan sekaligus membuatkan promosi perpustakaan agar menumbuhkan rasa cinta masyrakat terhadap perpustakaan.29

Jadi menurut penulis, promosi perpustakaan adalah cara dalam memberikan informasi kepada khalayak atau masyarakat untuk mengenai layanan, fasilitas, produk, kegiatan dan hal lain yang dimiliki Perpustakaan yang diperuntuhkan untuk pemustaka.

Berbeda jenis perpustakaan maka berbeda pula strategi promosi yang dilakukan, perpustakaan perguruan tinggi seharusnya lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan promosi untuk meningkatkan minat civitas akademikanya dalam memanfaatkan informasi yang ada di perpustakaan, karena perpustakaan perguruan tinggi merupakanjantung pendidikan dalam sebuah institusi pendidikan.

28Tulus Wulan Juni, ―Strategi Promosi Gemar membaca dan Gemar Ke Perpustakaan,‖

2013 20, no. 3 (2013): 36.

29Juni, 36.

(37)

2. Tujuan Promosi

Menurut Stanley tujuan promosi adalah mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku penerima, dan membujuk mereka untuk menerima konsep, pelayanan, ide, atau barang yang dipromosikan. 30 Dengan adanya kegiatan promosi, diharapkan masyarakat atau pemustaka mengetahui pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan. Sehingga dapat membuat mereka tertarik mengunjungi perpustakaan dan memanfaatkan perpustakaan.

Promosi perpustakaan adalah upaya untuk mengenalkan seluruh aktifitas yang ada di perpustakaan agar diketahui oleh masyarakat.

Promosi perpustakaan mempunyai tujuan utama menginformasikan brand atau jasa yang diberikan oleh perpustakaan, sekaligus membujuk pengguna untuk breaksi terhadap produk atau jasa yang diberikan oleh perpustakaan. Adapun beberapa tujuan promosi menurut buchori ialah,

a. Untuk menginformasikan pemustaka tentang layanan dang program kegiatan yang ada di perpustakaan.

b. Untuk membangkitkan minat dan keinginan pemustaka terhadap perpustakaan dan layananya.

c. Untuk memelihara kesadaran masyarakat terhadap perpustakaan dan layananya.

d. Untuk meningkatkan pengunaan perpustakaan oleh masyarakat.

30Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan, 21.

(38)

Promosi perpustakaan dapat dilakukan dengan mengadakan kegiatan dimana kegiatan tersebut melibatkan antara staf perpustakaan dan masyarakat umum. Dalam pelaksanaan kegiatan yang bertujuan untuk promosi tersebut perpustakaan harus mempunyai kebijakan tertulis menyangkut promosi ini dan merinci berbagai sasaran serta strategis yang akan digunakan. Kebijakan tersebut harusdikerjakan bersama-sama dengan manajemen perpustakaan.

Menurut Nancy Rossiter, Kegiatan promosi perpustakaan harus mulai berkembang, maka dari itu Rossiter menggagas promotional mix untuk memperbahrui kegiatan promosi. Keberhasilan kegiatan promosi tergantung pada akronim AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Attention (Perhatian) Berarti menarik menarik perhatian pengguna yang juga merupakan langkah pertama untuk kegiatan promosi.

Interest (Ketertarikan) yaitu apabila perpustakaan telah mendapatkan perhatian dari pengguna pada layanan yang diberikan. Desire (Keinginan), apabila pustakawan telah membangkitkan perhatian dan ketertarikan pengguna maka pustakawan harus memberikan layanan yang diinginkan, kegiatan ini dapat berhasil apabila dapat menciptakan keinginan pengguna untuk menggunakan layanan perpustakan.

Langkah terakhir yaitu Action (tindakan),

(39)

misalnya menginginkan timbal balik dari pengguna dengan mengajak pengguna untuk mengunjungi perpustakaan dan ikut serta dalam kegiatan perpustakaan.31

3. Cara – Cara Promosi

Dalam kegiatan promosi, pustakawan atau staf yang berwenang atas perpustakaan merupakan suatu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Pengunjung perpustakaan akan merasa puas atau nyaman dengan layanan petugas perustakaan. Biasanya bila pengunjung perpustakaan akan menceritakan kepada orang lain tentang perpustakaan, baik keadaan perpustakaan, koleksi perpustakaan, fasilitas yang diberikan oleh perpustakaan maupun petugas perpustakaan sehingga lama kelamaan pengunjung perpustakaan akan terus bertambah.

Menurut Usherwood dalam melakukan kegiatan promosi, pustakawan harus mengetahui tentang prasangka masyarakat dan pelayanan perpustakaan. Ia mengungkapkan bahwa sesungguhnya ada enam potensi daya tarik yang dapat dimanfaatkan dalam rangka melakukan kegiatan promosi masyarakat, antara lain :

a. Daya tarik sosial yaitu, semua orang butuh dan perlu menggunakan perpustakaan.

b. Daya tarik prestise yaitu, semua orang yang terbaik pasti menggunakan perpustakaan.

31Nancy Rossiter, Marketing the Best Deal in Town: Your Library, Where is your people Owl (Oxford: Chandos Publishing, 2008).

(40)

c. Daya tarik pertahanan hidup yaitu, tidak ada orang yang dapat bertahan hidup di era modern tanpa bantuan perpustakaan.

d. Daya tarik kesenangan yaitu, perpustakaan itu untuk kesenangan dan mengisi waktu senggang.

e. Daya tarik egomaniak, yaitu pengetahuan adalah kekuatan .

f. Daya tarik yang mengikuti yaitu, jika tidak menggunakan perpustakaan akan sulit dalam pekerjaan dan pergaulan.

Begitulah daya tarik yang harus diketahui, oleh pustakawan untuk memaksimalkan kegiatan promosi diperpustakaan. Beberapa bentuk media untuk promosi yang biasa digunakan oleh organiasasi antara lain yaitu, publikasi, iklan, kontak perorangan, insentif, dan pencipta suasana lingkungan.32

Pemasaran atau promosi adalah hal yang penting dilakukan dalam institusi pendidikan. Hal yang penting dalam promosi adalah dukungan dari manajemen perpustakaan tersebut, karena promosi mestinya termasuk dalam anggaran perpustakaan dan terintegrasi ke dalam proses perencanaan perpustakaan.

4. Media Promosi Perpustakaan

Promosi perpustakaan menggunakan sejumlah metode seperti, iklan di surat kabar, poster, penawaran produk, dan jasa perpustakaan serta kontak pribadi dengan pemakai individu dan kelompok. Secara umum

32Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan, 27.

(41)

media promosi terbagi menjadi dua yaitu, media tercetak dan media non tercetak.Media Tercetak

Media dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti alat atau sarana komunikasi, seperti koran, majalah, poster, radio, televisi dan spanduk.

Ada beberapa jenis media massa yang dapat mendukung kegiatan promosi perpustakaan.33 Salah satu contoh media cetak yang dapat di gunakan untuk promosi perpustakaan antara lain:

1) Brosur

Brosur adalah salah satu bentuk promosi yang berupa kertas cetakan atau lembaran yang isinya mencakup petunjuk umum tentang perpustakaan, beserta koleksi dan layananya.34 Salah satu cara yang dianggap paling mudah dan praktis dalam promosi perpustaaan adalah menyebar brosur perpustakaan kepada masyarakat. Brosur bisa lebih banyak menyebarkan informasi mengenai kegiatan perpustakaan dan fasilitas yang dimiliki perpustakaan, bahkan dengan brosur pihak perpustakaan dapat menyebarluaskan informasi bersifat teknis, seperti bagaimana menggunakan katalog perpustakaan untukmendapatkan bahan pustaka tertentu di dalam koleksi perpustakaan.35

2) Poster

Poster merupakan salah satu media promosi yang biasanya menggunakan kertas berukuran A3 atau A2, isinya selain ada tulisan

33Juni, ―Strategi Promosi Gemar membaca dan Gemar Ke Perpustakaan,‖ 37.

34Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan, 72.

35Mustafa, 73.

(42)

juga ada gambar poster ini dibuat bertujuan untuk mencuri perhatian sekilas dari masyarakat yang lewat disekitar perpustakaan yang dipasangi poster. Poster yang paling efektif adalah poster yang dirancang untuk sekilas menarik perhatian atau mencuri pandangan yang lewat di depan poster tersebut, dan cocok dipasang di tempat- tempat umum.36 Serta banyak lagi seperti news letter, pembaras buku dan terbitan khusus.

a. Media Non Cetak

Pada saat ini berkembangnya teknologi, dan pemanfataan internet secara meluas, serta beberapa jejaring sosial dan tumbuh berkembang dalam masyarakat bisa dimanfaatkan oleh perpustakaan seagai media promosi. Selain promosi beberapa media juga memberika fasilitas iklan gratis, seperti, facebook, twitter, instagram, blog, dan lain-lain.

b. Promosi dalam bentuk kegiatan

Selain adanya promosi melalui media, promosi juga bisa dilakukan dalam bentuk sebuah kegiatan, dalam bentuk kegiatan ini promosi juga terasa lebih efektif, dikarenakan pustakawan terlibat konunikasi langsung dengan pengguna. Target kegiatan dalam hal ini bisa secara menyeluruh dan juga bisa bersifat khusus dengan target pengguna khusus, bisa juga dalam bentuk acara formal, maupun non formal.

Namun yang perlu diperhatikan adalah tujuan yang akan dicapai, setelah mengetahui tujuan yang akan dicapai barulah dibuatkan acara

36Juni, ―Strategi Promosi Gemar membaca dan Gemar Ke Perpustakaan,‖ 37.

(43)

kombinasi namun dalam suatu bentuk kegiatan.37 Bentuk kegiatan yang dimaksud bisa berupa pameran perpustakaan, bazar buku, dan ceramah.

C. Jejaring Sosial

1. Definisi Jejaring Sosial

Jejaring sosial (social network) adalah bentuk struktur sosial yang terdiri dari simpul-simpul yang saling terkait dan terikat oleh satu atau lebih tipe hubungan yang spesifik. Simpul-simpul yang dimaksudkan disini dapat berupa individu maupun organisasi. Istilah jejaring sosial pertama kali diperkenalkan oleh Professor J.A Barnespada tahun 1954. Jejaring sosial merupakan sebuah sistem struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individu atau organisasi. Jejaring sosial ini akan membuat mereka yang memiliki kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang telah dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga bisa saling berhubungan.

Jejaring sosial saat ini telah menguasai kehidupan para pengguna Internet. Layanan yang dihadirkan oleh masing-masing situs jejaring sosial berbeda-beda. Hal inilah yang merupakan ciri khas dan juga keunggulan masing-masing situs jejaring sosial. Tetapi umumnya layanan yang ada pada jejaring sosial adalah chating, email, berbagi pesan, berbagi video atau foto, forum diskusi, blog, dan lain-lain.

Pemanfaatan situs jejaring sosial atau social networking telah menjadi

37Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan, 109.

(44)

trend atau gaya hidup bagi sebagian masyarakat. Buktinya situs jejaring sosial Facebook berada pada peringkat pertama website yang paling banyak diakses di Indonesia.38

2. Fungsi Jejaring sosial

Jejaring sosial umumnya memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna dalam hal:

a. Memperluas interaksi bedasarkan kesamaan nilai yang dimilki masing – masing individu, kesamaan karakteristik tertentu, ataupun pernah berinteraksi dalam kurun waktu tertentu, sehingga melahirkan nostalgia yang dapat dirasakan bersama.

b. Menambah wawasan atau pengetahuan dengan sarana Information Sharing dan Comment.

c. Pencitraan atau memasarkan diri dalam arti positif, dalam hal ini juga berkaitan dengan prestige dan kemauan untuk update teknologi informasi.

d. Media transaksi dan pemikiran dalam hal perdagangan, politik, budaya, bahkan dimungkinkan juga di bidang pendidikan.

e. Dalam eskalasi lebih lanjut bisa juga sarana ini sebagai media intelejen, pengungkapan berbagai kejahatan hukum, media pertolongan dan sarana Citizen Journalism. Selanjutnya mungkin adalah sebagai media rekreatif atau cuci mata setelah ditempa oleh

38―Pengertian Jejaring Sosial (Social Network),‖ Pengertian Ahli, 10 Januari 2014, https://pengertianahli.id/2014/01/pengertian-jejaring-sosial-social-network.html.

(45)

beratnya beban pemikiran, misalnya melihat film lucu, penemuan baru, permainan game dan lain sebagainya.

3. Jejaring Sosial dalam Perpustakaan

Dengan majunya perkembangan teknologi dan meluasnya penggunaan internet dan penggunanya, jejaring sosial bisa menjadi pilihan efektif dalam rangka melakukan kegiatan promosi di perpustakaan. Peralihan gaya hidup masyarakat ke dalam dunia maya menjadi pasar tersendiri bagi individu dan kelompok masyarakat untuk berkomunikasi dan memberikan produknya, contoh saja saat ini banyak sekali bermunculan portal berita online, toko online, hingga selebritis yang menunjukan eksistensinya pada jejaring sosial.

Fakta bahwa media sosial digunakan oleh perusahaan adalah penting karena, dengan cara ini, media sosial juga dapat digunakan oleh perpustakaan. Karena media sosial adalah media untuk berinteraksi dengan pelanggan dalam rangka mempromosikan brand dan layanan mereka, demikian juga dapat digunakan oleh perpustakaan sebagai media untuk berinteraksi dengan penggunanya. Kemajuan teknologi seperti media sosial dapat bermanfaat bagi perpustakaan dan siswa, karena dengan menggunakannya, perpustakaan akan dapat menarik pengguna dengan lebih mudah dan akan membuat mereka mendapat informasi tentang sumber daya akademik, seminar,

(46)

pengaturan baru dan informasi atau layanan lain yang mereka miliki dan pemustaka akan memiliki akses mudah ke pengetahuan.39

Hal semacam ini pula lah yang menjadi peluang untuk meningkatkan eksistensi perpustakaan, serta meningkatkan citra perpustakaan di masyarakat, salah satunya dengan promosi perpustakaan melalui jejaring sosial. Jejaring sosial dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk menjangkau masyarakat dimanapun dan kapanpun tidak terbatas jarak ataupun ruang.

4. Manfaat Penggunaan Jejaring Sosial oleh Perpustakaan

Manfaat penggunaan jejaring sosial oleh perpustakaan antara lain : a. Dapat meraih target audien yang lebih luas dengan biaya yang

murah.

b. Meningkatkan interaksi dengan masyarakat.

c. Dapat meningkatkan pengguna perpustakaan melalui kegiatan promosi di media sosial.

d. Dapat meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga layanan perpustakaan dapatlebih kuat.

e. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun perpustakaan yang lebih baik.

f. Menghemat waktu dan biaya penyebaran informasi.

g. Memberikan akses layanan perpustakaan yang lebih luas dan cepat.

39Athanasia Ntaka, ―The Use of Social Media Sites by University Library Staff to Facilitate Undergraduate Students,‖ 2017.

(47)

h. Mendapatkan umpan balik secara langsung lebih cepat.Membantu dalam meningkatkan citra perpustakaan atau menjaga reputasi perpustakaan.

5. Optimalisasi Jejaring Sosial oleh Perpustakaan

Untuk mengoptimalkan penggunaan jejaring sosial oleh perpustakaan, perlu dilakukanlangkah-langkah sebagai berikut.40

a. Dukungan manajemen

Perlu ada komitmen dari lembaga, terutama manajemen dalam mendukung perubahan pola komunikasi dan budaya organisasi yang sesuai dengan karakteristik dunia maya terutama di jejaring sosial. Ketika perpustakaan memutuskan untuk bergabung di jejaring sosial, perlu dipahami ada pergeseran pola komunikasi.

Komunikasi lebih terbuka secara horizontal. Kemudian budaya organisasi seperti jam layanan perpustakaan yang lebih fleksibel untuk layanan di jejaring sosial.

b. Kualifikasi Pustakawan

Pemberian layanan melalui jejaring sosial memerlukan kemampuan khusus dari pustakawan, antara lain kemampuan memposting sebuah informasi sesuai dengan karakter jejaring sosial yang dipilih, berkomunikasi secara interaktif dengan followers, meyakinkan followers atas segala informasi yang dibagikan melalui media sosial, menjaga reputasi perpustakaan,

40Nuning Kurniasih, ―Optimalisasi Penggunaan Media Sosial untuk Perpustakaan,‖ 20 Mei 2019, https://doi.org/10.31227/osf.io/aj2z9.

(48)

pemahaman pada hak cipta, dan lain-lain. Perlu diberikan pelatihan kepada pustakawan yang diberikan tugas mengurus jejaring sosial.

c. Orientasi Pengguna

Perpustakaan perlu memahami harapan pengguna ketika pengguna bergabung dengan akun jejaring sosial perpustakaan.

Harapan tersebut antara lain adalah bahwa pengguna dapat lebih kritis, perpustakaan lebih terbuka dan memberikan respon lebih cepat daripada layanan offline.

d. Sumber Informasi

Jejaring sosial mempermudah perpustakaan menyebarkan informasi.Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan etika penyebaran informasi antara lain berkaitan dengan privacy dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI)atau hak cipta.

e. Aktivitas di Media Sosial

Banyak perpustakaan memiliki akun jejraing sosial dan banyak juga yang telah memposting informasi secara rutin, namun apakah posting-an tersebut dibaca atau mendapat respon dari follower?

Diperlukan strategi agar setiap informasi yang diposting dapat dipahami dan mendapat perhatian dari followers.

D. Instagram

Instagram berasal dari kata 'instan'. Ini berarti kategori cepat yang fungsinya untuk membuat foto cepat, sedangkan kata ‗gram‘ diambil dari

(49)

kata ‗telegram‘ yang bermaksud untuk berkirim informasi ke orang lain dengan cepat.41

1. Pemanfaatan Instagram pada Perpustakaan

Fitur yang ada pada Instagram dalam berbagi informasi melalui gambar, foto, video, siaran langsung,dan Instastory dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi mengenai layanan, fasilitas, dan aktifitas perpustakaan.Menurut Putranto fitur yang ada pada Instagram juga dapat dimaksimalkan untuk berbagi informasi, seperti koleksi dan aktivitas pemustaka.42

Augustyniak dan Orzechowski dalam Putranto juga menuturkan bahwa dengan berbagi koleksi perpustakaan pada media sosial adalah cara yang efektif untuk membeeritahukan pemustaka tentang profil perpustakaan. Layanan digital pada media sosial dapat menyediakan akses koleksi bagi pemustaka sehingga akan memiliki penilaian lebih dalam mempromosikan perpustakaan.43 Aspek segmentasi yang luas pada media sosial akan memberikan ruang yang lebih luas bagi perpustakaan dalam mengenalkan kelebihan yang mereka miliki dan ikut berkontribusi dalam memberikan pendidikan yang berkualitas pada dunia maya.

41Azwar dan Sulthonah, ―The Utilization of Instagram as a Media Promotion: the Case Study of Library in Indonesia,‖ 148.

42Widiatmoko Adi Putranto dan Ashry Noviana Fajry, ―Content Marketing Strategies via Instagram for Indonesian Libraries,‖ IFLA WLIC 2018, 2017, 1.

43Chern Li Liew, ―Online cultural heritage exhibitions: a survey of information retrieval features,‖ Program 39, no. 1 (1 Maret 2005): 4, https://doi.org/10.1108/00330330510578778.

Gambar

Tabel 4. 1 Koleksi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis ...........................
Tabel 3. 1 Daftar Informan
Tabel 3. 2 Jadwal Penelitian  No  Kegiatan  Tahun 2016-2019 April-Mei   Juni-Desember   Januari-Agustus  September-Oktober  November -Desember   Januari-Februari   Maret-November  April  2016  2017  2018  2019  1
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis  Kalbis
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

In this research, we implemented the framework, especially connectedness dimension in teaching the subject of Differential Calculus, topics Absolute Value, Range

Pada Praktek Pengalaman Lapangan ini, mahasisiwa dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas yang dilakukan oleh tenaga pendidik seperti, kegiatan praktek mengajar, menyusun

Pokja Pengadaan Barang IV Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2015 akan melaksanakan pelelangan

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia barang/jasa yang memenuhi persyaratan memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) dan Sertifikat Badan Usaha (SBU)

Pokja Pengadaan Barang I Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2016 akan melaksanakan pelelangan umum

Derajat korelasi yang rendah dan tidak nyata antara KD dan beberapa sifat mekanika (LS-MOE, TSS, kekerasan, dan keteguhan belah) ini diartikan bila dalam pohon jati yang masih muda

[r]

Pokja Pengadaan Barang I Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Denpasar akan melaksanakan pelelangan sederhana dengan pascakualifikasi untuk