MAKALAH
SUPERVISI AKADEMIK DAN MANAJERIAL
Diajukan dalam rangka memenuhi tugas kelompok
Mata kuliah Analisis Model dan Pendekatan Supervisi Pengajaran Dosen Pengasuh:Dr. Ahmad Salabi, S.Ag., M.Pd
OLEH:
KELOMPOK 1
SYAMSUDDIN
H. MISTAKHAIR
H. M. SADYI MAS’UN
JAUHARTATI
YUSPERI
PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia yang diberikan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Supervisi Akademik dan Manajerial” ini tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, secara khusus penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1) Bapak Dr. Ahmad Salabi, S.Ag., M.Pd selaku dosen pengasuh mata Analisis Model dan Pendekatan Supervisi Pengajaran.
2) Seluruh rekan-rekan mahasiswa magister manajemen pendidikan kelas Kandangan angkatan 2012 yang selalu memberikan dukungan serta semangat.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Kami berharap dengan adanya makalah ini akan bermanfaat bagi kita semua.
Kandangan, 22 Nopember 2012
Tim Penulis ( Kelompok 1)
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI ...
BAB I PENDAHULUAN ...
1.1 Latar Belakang ...
1.2 Rumusan Masalah ...
1.3 Tujuan Penulisan ...
1.4 Manfaat Penulisan...
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Acuan Supervisi Akademik dan Manajerial ...
2.2 Ruang Lingkup Supervisi Akademik dan Manajerial...
2.3 Tujuan Supervisi Akademik dan Manajerial ...
2.4 Pelaku Supervisi Akademik dan Manajerial ...
2.5 Waktu Supervisi Akademik dan Manajerial...
2.6 Teknik-Teknik Pelaksanaan...
BAB III PENUTUP ...
3.1 Kesimpulan...
3.2 Saran-Saran ...
DAFTAR PUSTAKA ...
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan (pre-service education) maupun program dalam jabatan (incervice education). Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified (well training dan well qualified). Potensi sumber daya guru itu perlu terus- menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Itulah sebabnya ulasan mengenai perlunya supervisi pendidikan, yakni supervisi akademik.
Selanjutnya jika memandang pendidikan sebagai sebuah sistem organisasi maka aspek manajemen memiliki peranan penting. Manajemen pendidikan merupakan suatu proses kerjasama yang sistematik, sistemik dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Selain itu Manajemen pendidikan juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berkenan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Manajemen baik tujuan jangka pendek , menengah dan jangka panjang. Tanpa manajemen tidak mungkin tujuan pendidikan dapat terwujud secara optimal, efektif & efisien. Dalam kerangka inilah akan tumbuh kesadaran akan arti pentingnya Manajemen pendidikan yang memberikan kewenangan sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan & pengajaran, merencanakan, mengorganisasi, mengawasi, memepertanggungjawabkan, mengatur, serta memimpin SDM untuk membantu pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sekolah.
Berbicara mengenai pengeloaan pendidikan di Negara kita, tentu tidak terlepas dari berbagai macam persoalan. Masalah klasik yang timbul diantaranya tata administrasi sekolah yang masih
Berdasarkan kenyataan tersebut maka pembahasan supervisi akademik dan manajerial perlu diulas secara ilmiah dari segi acuan, ruang lingkup, tujuan, pelaku, waktu pelaksanaan dan tekni- teknik pelaksanaan supervisi.
1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini membahas masalah supervisi akademik dan manajerial dalam pendidikan, yang dirumuskan sebagai berikut:
1. Apa acuan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
2. Apa ruang lingkup supervisi akademik dan supervisi manajerial?
3. Apa tujuan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
4. Siapa pelaku supervisi akademik dan supervisi manajerial?
5. Kapan waktu pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
6. Teknik-teknik apa yang digunakan dalam supervisi akademik dan supervisi manajerial?
1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk membahas dan menguraikan segi-segi supervisi akademik dan supervisi manajerial dalam hal:
1. Acuan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
2. Ruang lingkup supervisi akademik dan supervisi manajerial?
3. Tujuan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
4. Pelaku supervisi akademik dan supervisi manajerial?
5. Waktu pelaksanaan supervisi akademik dan supervisi manajerial?
6. Teknik-teknik yang digunakan dalam supervisi akademik dan supervisi manajerial?
1.4 Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat digunakan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas akademik maupun manajerial, serta unsur-unsur yang terlibat dalam dunia pendidikan lainnya. Manfaat yang diharapkan adalah bertambahnya wawasan keilmuan dalam hal supervisi akademik dan supervisi manajerial sehingga pelaksanaan supervisi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Acuan Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi no 21 tahun 2010 Pengawas Sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan dan diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pada pasal 54 ayat 8 juga menyatakan bahwa kegiatan supervisi atau kepengawasan terdiri dari dua macam, yaitu pengawas satuan pendidikan (supervisi manajerial) dan pengawas mata pelajaran/kelompok mata pelajaran (supervisi akademik).
Pengertian acuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cetakan, rujukan, referensi atau pola dasar. Acuan diartikan dengan cetakan, misalnya cetakan kue, peluru, dan sebagainya.
Acuan dapat pula diartikan sebagai rujukan atau referensi. Acuan bisa juga diartikan sebagai pola dasar penafsiran yg ditetapkan terlebih dahulu.
Dengan demikian acuan supervisi dapat diartikan sebagai pola dasar yang bisa dijadikan rujukan atau referensi dalam melaksanakan segenap bantuan yang untuk membina dan memperbaiki aspek-aspek pelaksanaan proses belajar dan mengajar di sekolah.
Acuan pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial tertuang dalam buku Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas yang dikeluarkan tahun 2009 serta Buku Kerja Pengawas Sekolah yang dikeluarkan tahun 2011 oleh Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Supervisi manajerial mengacu pada efisiensi internal dari sistem (pendidikan) dan biasanya menyangkut aspek kuantitatif, memberi jawaban pada pertanyaan mengapa institusi pendidikan harus berjalan dalam cara tertentu, dan menggunakan secara luas sumberdaya yang tersedia. Tipe supervisi ini diusung oleh tingkat manajemen yang lebih tinggi ke tingkat manajemen yang lebih
siswa belajar lebih baik. Dukungan dan evaluasi merupakan dua fungsi utama untuk tipe supervisi ini. Tipe supervisi ini secara eksklusif dilaksanakan oleh staf pengawas lapangan untuk mengevaluasi hasil kerja guru. Jadi tujuan supervisi akademik adalah meningkatkan mutu pembelajaran.
2.2 Ruang Lingkup Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial
Ruang lingkup kepengawasan meliputi supervisi akademik dan manajerial. Supervisi akademik dan manajerial tersebut tercakup dalam kegiatan
(1) penyusunan program supervisi;
(2) pelaksanaan program supervisi;
(3) evaluasi hasil pelaksanaan program supervisi;
(4) membimbing dan melatih profesional guru dan/atau kepala sekolah.
Penyusunan program supervisi difokuskan pada peningkatan pemenuhan standar nasional pendidikan. Pelaksanaan program supervisi meliputi :
(1) melaksanakan pembinaan guru dan atau kepala sekolah, (2) memantau delapan standar nasional pendidikan, dan
(3) melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah.
Evaluasi hasil program supervisi dimulai dari tingkat sekolah binaan dan tingkat kabupaten/kota dan tingkat propinsi untuk pengawas PLB.
A. supervisi Akademik
Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan, penilaian dan pelatihan profesional guru dalam:
(1) merencanakan pembelajaran;
(2) melaksanakan pembelajaran;
(3) menilai hasil pembelajaran;
(4) membimbing dan melatih peserta didik, dan
(5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan Ruang Lingkup supervisi akademik meliputi:
1) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun administrasi perencanaan pembelajaran/program bimbingan.
2) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran/bimbingan
3) Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik.
4) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru menggunakan media dan sumber belajar
5) Memberikan masukan kepada guru dalam memanfaatkan lingkungan dan sumber belajar 6) Memberikan rekomendasi kepada guru mengenai tugas membimbing dan melatih peserta didik.
7) Memberi bimbingan kepada guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran
8) Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil penilaian untuk perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran/pembimbingan.
9) Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya.
B. Kepengawasan Manajerial
Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumber daya tenaga pendidik dan kependidikan. Dalam melaksanakan fungsi manajerial, pengawas sekolah berperan sebagai:
(1) fasilitator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan manajemen sekolah, (2) asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta menganalisis potensi sekolah, (3) informan pengembangan mutu sekolah, dan
(4) evaluator terhadap hasil pengawasan.
1. Pembinaan:
a. Tujuan:
Tujuan pembinaan kepala sekolah yaitu peningkatan pemahaman dan pengimplementasian kompetensi yang dimilik oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sehari- hari untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan ( SNP )
b. Ruang Lingkup:
1) Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program sekolah berdasarkan SNP, baik rencana kerja tahunan maupun rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan evaluasi internal, kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM).
2) Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya
5) Melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi sekolah (supervisi manajerial), yang meliputi:
a) Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah
b) Melakukan pendampingan dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.
c) Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya.
2.3 Tujuan Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial
Menurut Cogan (1973), supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan, pengembangan, interaksi, penyelesaian masalah dan komitmen untuk membangun kapasitas guru.
Sedangkan Glickman, dkk (2007) menyatakan bahwa supervisi akademik bertujuan untuk pengambangan profesionalisme guru dengan cara membantu guru meningkatkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum dan membimbing penelitian tindakan kelas.
Tujuan supervisi akademik adalah membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang dicanangkan bagi murid-muridnya (Glickman, 1981). Melalui supervisi akademik diharapkan kualitas akademik yang dilakukan oleh guru semakin meningkat (Neagley, 1980). Pengembangan kemampuan dalam konteks ini janganlah ditafsirkan secara sempit, semata-mata ditekankan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar guru, melainkan juga pada peningkatan komitmen (commitmen) atau kemauan (willingness) atau motivasi (motivation) guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas pembelajaran akan meningkat. Sedangkang menurut Sergiovanni (1987) ada tiga tujuan supervisi akademik, yaitu:
1. Supervisi akademik diselenggarakan dengan maksud membantu guru mengembangkan kemampuannya profesionalnnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu.
2. Supervisi akademik diselenggarakan dengan maksud untuk memonitor kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dila-kukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas- kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian murid-muridnya.
3. Supervisi akademik diselenggarakan untuk mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya.
Sedangkan Supervisi Manajerial bertujuan untuk membantu meningkatkan mutu pengelolaan sekolah dalam hal Managemen kurikulum dan pembelajaran, Kesiswaan, Sarana prasana, Ketenagaan, keuangan, Hubungan sekolah dengan masyarakat (adanya komite sekolah), layanan khusus.
Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2009: 20) dinyatakan bahwa supervisi manajerial adalah supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan Sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas Sekolah yang mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) kependidikan dan sumberdaya lainnya. Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial, pengawas Sekolah/madrasah berperan sebagai: (1) kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan manajemen Sekolah, (2) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi Sekolah, (3) pusat informasi pengembangan mutu Sekolah, dan (4) evaluator terhadap pemaknaan hasil pengawasan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan supervisi manajerial adalah usaha meningkatkan mutu sekolah pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pembelajaran. Sementara supervisi akademik bertujuan untuk membantu guru dalam hal meningkatkan mutu kegiatan akademik, berupa pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
2.4 Pelaku Supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial
Berdasarkan ruang lingkup dan tujuan supervisi akademik dan supervisi manajerial yang sudah dibahas di atas maka pelaku dari kedua macam supervisi ini adalah:
Jenis Supervisi Supervisor Yang Disupervisi
Supervisi Akademik
Pengawas Mata Pelajaran, Kepala Sekolah,
Wakasek Kurikulum
Guru
Supervisi Manajerial Pengawas Satuan Pendidikan
Kepala Sekolah Tata Usaha
Wakasek Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, Humas, Bimbingan Konseling, Komite Sekolah.
Tabel 1. Pelaku Supervisi