ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 29
Indikator :
✓ Menggunakan operator diferensial
✓ Menentukan gradien fungsi skalar dan derivatif arah
✓ Menentukan divergen fungsi vektor
✓ Menentukan curl medan
vektor
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 30
➢ OPERATOR DIFERENSIAL VEKTOR DEL Dituliskan ∇, didefinisikan oleh:
∇≡ 𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ ≡ 𝑖Ԧ 𝜕
𝜕𝑥+ 𝑗Ԧ 𝜕
𝜕𝑦+ 𝑘ሬԦ 𝜕
𝜕𝑧
Operator vektor ini memiliki sifat-sifat yang analog dengan vektor-vektor biasa. Adalah bermanfaat untuk mendefinisikan tiga buah besaran berikut yang muncul dalam pemakaian praktis yang dikenal sebagai gradien, divergensi, dan curl.
Operator ∇ juga dikenal sebagai nabla.
➢ GRADIEN
Misalkan 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) terdefinisikan dan diferensiabel pada tiap-tiap titik (x, y, z) dalam suatu daerah tertentu dari ruang (yakni 𝜙 mendefinisikan sebuah medan scalar diferensiabel). Gradien 𝜙, didefinisikan ∇𝜙 atau grad 𝜙, didefinisikan oleh:
∇𝜙 = (𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ) 𝜙 =𝜕𝜙
𝜕𝑥𝑖Ԧ +𝜕𝜙
𝜕𝑦𝑗Ԧ +𝜕𝜙
𝜕𝑧𝑘ሬԦ Perhatikan bahwa ∇𝜙 mendefinisikan sebuah medan vektor.
Komponen dari ∇𝜙 dalam arah sebuah vektor satuan 𝑎 ሬሬሬԦdiberikan oleh ∆𝜙. 𝑎Ԧ dan disebut turunan arah dari 𝜙 pada arah 𝑎Ԧ. Secara fisis, ini adalah laju perubahan 𝜙 pada (x, y, z) dalam arah 𝑎Ԧ.
BAB IV
Gradien, divergensi, dan curl
MATERI-MATERI
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 31
➢ DIVERGENSI
Misalkan 𝑉ሬԦ(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 𝑉1𝑖Ԧ + 𝑉2𝑗Ԧ + 𝑉3𝑘ሬԦ terdefinisikan dan diferensiabel dalam suatu daerah tertentu dari ruang (yakni, 𝑉ሬԦ mendefinisikan sebuah medan vektor).
Maka divergensi dari 𝑉ሬԦ, dituliskan ∇ ∙ 𝑉ሬԦ atau di 𝑉ሬԦ, didefinisikan oleh:
∇ ∙ 𝑉ሬԦ = (𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ) ∙ (𝑉1𝑖Ԧ + 𝑉2𝑗Ԧ + 𝑉3𝑘ሬԦ)
=𝜕𝑉1
𝜕𝑥 +𝜕𝑉2
𝜕𝑦 +𝜕𝑉3
𝜕𝑧
Perhatikan analoginya dengan 𝐴Ԧ ∙ 𝐵ሬԦ = 𝐴1𝐵1+ 𝐴2𝐵2+ 𝐴3𝐵3. Juga perhatikan bahwa ∇ ∙ 𝑉ሬԦ ≠ 𝑉ሬԦ ∙ ∇.
➢ CURL
Jika 𝑉ሬԦ(𝑥, 𝑦, 𝑧) adalah sebuah medan vektor diferensiabel maka curl atau rotasi dari 𝑉ሬԦ, dituliskan curl 𝑉ሬԦ atau rot 𝑉ሬԦ, didefinisikan oleh:
∇ × 𝑉ሬԦ = (𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ) × (𝑉1𝑖Ԧ + 𝑉2𝑗Ԧ + 𝑉3𝑘ሬԦ)
= ||
𝑖Ԧ 𝑗Ԧ 𝑘ሬԦ
𝜕
𝜕𝑥
𝜕
𝜕𝑦
𝜕
𝜕𝑧 𝑉1 𝑉2 𝑉3
||
= |
𝜕
𝜕𝑦
𝜕
𝜕𝑧 𝑉2 𝑉3
| 𝑖Ԧ − |
𝜕
𝜕𝑥
𝜕 𝑉1 𝜕𝑧𝑉3
| 𝑗Ԧ + |
𝜕
𝜕𝑥
𝜕
𝜕𝑦 𝑉1 𝑉2
| 𝑘ሬԦ
= (𝜕𝑉3
𝜕𝑦 −𝜕𝑉2
𝜕𝑧) 𝑖Ԧ + (𝜕𝑉1
𝜕𝑧 −𝜕𝑉3
𝜕𝑥) 𝑗Ԧ + (𝜕𝑉2
𝜕𝑥 −𝜕𝑉1
𝜕𝑦) 𝑘ሬԦ
Perhatikan bahwa dalam penguraian determinan, operator-operator 𝜕
𝜕𝑥, 𝜕
𝜕𝑦, 𝜕
𝜕𝑧
haruslah mendahului 𝑉1, 𝑉2, 𝑉3
➢ RUMUS-RUMUS YANG MENGANDUNG ∇
Jika 𝐴Ԧ dan 𝐵ሬԦ adalah fungsi-fungsi vektor yang diferensiabel, dan 𝜙 dan 𝜓 fungsi-fungsi skalar dari kedudukan (𝑥, 𝑦, 𝑧) yang diferensiabel, maka:
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 32
1. ∇(𝜙 + 𝜓) = ∇𝜙 + ∇𝜓 atau
grad(𝜙 + 𝜓) = grad 𝜙 + grad 𝜓
2. ∇ ∙ (𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = ∇ ∙ 𝐴Ԧ + ∇ ∙ 𝐵ሬԦ atau
div(𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = div 𝐴Ԧ + div 𝐵ሬԦ
3. ∇ × (𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = ∇ × 𝐴Ԧ + ∇ × 𝐵ሬԦ atau
curl(𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = curl 𝐴Ԧ + curl 𝐵ሬԦ 4. ∇ ∙ (𝜙𝐴) = (∇𝜙) ∙ 𝐴 + 𝜙(∇ ∙ 𝐴) 5. ∇ × (𝜙𝐴) = (∇𝜙) × 𝐴 + 𝜙(∇ × 𝐴) 6. ∇ ∙ (𝐴Ԧ × 𝐵ሬԦ) = 𝐵ሬԦ ∙ (∇ × 𝐴Ԧ) − 𝐴Ԧ ∙ (∇ × 𝐵ሬԦ)
7. ∇ × (𝐴Ԧ × 𝐵ሬԦ) = (𝐵ሬԦ ∙ ∇)𝐴Ԧ − 𝐵ሬԦ(∇ ∙ 𝐴Ԧ) − (𝐴Ԧ ∙ ∇)𝐵ሬԦ − 𝐴Ԧ(∇ ∙ 𝐵ሬԦ) 8. ∇(𝐴Ԧ ∙ 𝐵ሬԦ) = (𝐵ሬԦ ∙ ∇)𝐴Ԧ + (𝐴Ԧ ∙ ∇)𝐵ሬԦ + 𝐵ሬԦ × (∇ × 𝐴Ԧ) + 𝐴Ԧ × (∇ × 𝐵ሬԦ) 9. ∇ ∙ (∇𝜙) ≡ ∇2𝜙 ≡𝜕2𝜙
𝜕𝑥2+𝜕2𝜙
𝜕𝑦2+𝜕2𝜙
𝜕𝑧2
Dimana ∇2≡ 𝜕2
𝜕𝑥2+ 𝜕2
𝜕𝑦2+ 𝜕2
𝜕𝑧2 disebut operator Laplace 10. ∇ × (∇𝜙) = 0. Curl dari gradien 𝜙 adalah nol.
11. ∇ ∙ (∇ × 𝐴Ԧ) = 0. Divergensi dari curl 𝐴Ԧ adalah nol.
12. ∇ × (∇ × 𝐴Ԧ) = ∇(∇ ∙ 𝐴Ԧ) − ∇2𝐴Ԧ
Dari rumus-rumus 9 – 12, dianggap bahwa 𝜙 dan 𝐴Ԧ memiliki turunan-turunan parsial kedua yang kontinu.
➢ INVARIANS
Pandang dua buah system koordinat tegak-lurus atau kerangka-kerangka acuan xyz dan x’y’z’ yang memiliki titik asal 0 yang sama tetapi sumbu-sumbu system koordinat yang satu terotasikan (terputarkan) terhadap yang lainnya.
Sebuah titik P dalam ruang memiliki koordinat-koordinat (x, y, z) atau (x’, y’, z’) relative terhadap sistem-sistem koordinat ini. Persamaan-persamaan transformasi antara koordinat-koordinat atau transformasi koordinat diberikan oleh
𝑥′ = 𝑙11𝑥 + 𝑙12𝑦 + 𝑙13𝑧 𝑦′= 𝑙21𝑥 + 𝑙22𝑦 + 𝑙23𝑧 𝑧′ = 𝑙31𝑥 + 𝑙32𝑦 + 𝑙33𝑧 (1)
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 33 Dimana 𝑙𝑖,𝑗,𝑘− 1,2,3 menyatakan arah-arah cosinus dari sumbu-sumbu x’, y’, z’ terhadap sumbu-sumbu x, y, dan z. dalam hal dimana titik-titik asal dari kedua buah system koordinat tidaklah berimpitan, maka persamaan transformasinya menjadi.
{
𝑥′ = 𝑙11𝑥 + 𝑙12𝑦 + 𝑙13𝑧 + 𝑎1′ 𝑦′= 𝑙21𝑥 + 𝑙22𝑦 + 𝑙23𝑧 + 𝑎2′ 𝑧′= 𝑙31𝑥 + 𝑙32𝑦 + 𝑙33𝑧 + 𝑎3′
Dimana titik asal 0 sistem koordinat x y z berada di (𝑎1′ , 𝑎2′ , 𝑎3′) relative terhadap system koordinat x’y’z’.
Persamaan-persamaan transformasi (1) mendefinisikan suatu rotasi murni sedangkan persamaan-persamaan (2) mendefinisikan suatu rotasi ditambah translasi.
Sebarang benda kaku memiliki efek translasi yang diikuti dengan rotasi. Transformasi (1) juga disebut transformasi orthogonal. Sebuah transformasi koordinat linear disebut suatu transformasi afin (affine transformation).
Secara fisis, sebuah fungsi scalar atau medan scalar 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) yang dihitung pada suatu titik tertentu haruslah tak bergantung pada koordinat-koordinat dari titik tersebut. Jadi temperature pada suatu titik tidaklah bergantung pada apakah koordinat- koordinat (x, y, z) atau (x’, y’, z’) yang dipergunakan. Maka bila 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) adalah temperatur pada titik P dengan koordinat (x, y, z) sedangkan 𝜙′(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′) adalah temperature pada titik P yang sama dengan koordinat-koordinat (x’, y’, z’), haruslah kita peroleh 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 𝜙′(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′). Jika 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 𝜙′(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′) dimana x, y, z dan x’, y’, z’ dihubungkan oleh persamaan-persamaan transformasi (1) atau (2), maka kita menyebut 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) sebuah invariant (invariant) terhadap transformasi ini.
Misalnya, 𝑥2+ 𝑦2+ 𝑧2 invarian dibawah transformasi rotasi (1), karena 𝑥2+ 𝑦2+ 𝑧2 = 𝑥′2+ 𝑦′2+ 𝑧′2.
Begitu pula, sebuah fungsi vektor atau medan vektor 𝑨ሬሬԦ(𝑥, 𝑦, 𝑧) disebut sebuah invariant jika 𝑨ሬሬԦ(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 𝑨′ሬሬሬԦ(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′). Ini akan benar, jika
𝐴1(𝑥, 𝑦, 𝑧)𝑖Ԧ + 𝐴2(𝑥, 𝑦, 𝑧)𝑗Ԧ + 𝐴3(𝑥, 𝑦, 𝑧)𝑘ሬԦ
= 𝐴′1(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′)𝑖Ԧ′ + 𝐴′2(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′)𝑗Ԧ′ + 𝐴′3(𝑥′, 𝑦′, 𝑧′)𝑘ሬԦ′ (2)
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 34 1. Jika 𝐴Ԧ = 2𝑦𝑧 𝑖 − 𝑥2𝑦 𝑗 + 𝑥𝑧3 𝑘 ; 𝐵ሬԦ = 𝑥2𝑖 + 𝑦𝑧 𝑗 − 𝑥𝑦 𝑘 dan 𝜙 = 2𝑥2𝑦𝑧3.
Tentukanlah:
a. (𝐵ሬԦ ∙ ∇)𝐴Ԧ b. (𝐴Ԧ × ∇)𝜙 Jawab:
a. (𝐵ሬԦ ∙ ∇)𝐴Ԧ
= [(𝑥2 𝑖Ԧ + 𝑦𝑧 𝑗Ԧ − 𝑥𝑦 𝑘ሬԦ) ∙ (𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ)] 𝐴Ԧ
= (𝑥2 𝜕
𝜕𝑥+ 𝑦𝑧 𝜕
𝜕𝑦− 𝑥𝑦 𝜕
𝜕𝑧) 𝐴Ԧ
= 𝑥2 𝜕𝐴Ԧ
𝜕𝑥+ 𝑦𝑧𝜕𝐴Ԧ
𝜕𝑦− 𝑥𝑦𝜕𝐴Ԧ
𝜕𝑧
= 𝑥2(−2𝑥𝑦 𝑗Ԧ + 𝑧2 𝑘ሬሬሬԦ) + 𝑦𝑧(2𝑧 𝑖Ԧ − 𝑥2 𝑗ሬሬԦ) − 𝑥𝑦(2𝑦𝑖Ԧ + 2𝑥𝑧 𝑘ሬԦ)
= (2𝑦𝑧2− 2𝑥𝑦2)𝑖Ԧ − (2𝑥3+ 𝑥2𝑦𝑧)𝑗Ԧ + (𝑥2𝑧2− 2𝑥2𝑦𝑧)𝑘ሬԦ b. (𝐴Ԧ × ∇)𝜙
= [(2𝑦𝑧 𝑖Ԧ − 𝑥2𝑦 𝑗Ԧ + 𝑥𝑧2𝑘ሬԦ) × (𝜕
𝜕𝑥𝑖Ԧ + 𝜕
𝜕𝑦𝑗Ԧ + 𝜕
𝜕𝑧𝑘ሬԦ)] 𝜙
= [
𝑖Ԧ 𝑗Ԧ 𝑘ሬԦ
2𝑦𝑧 −𝑥2𝑦 𝑥𝑧2
𝜕
𝜕𝑥
𝜕
𝜕𝑦
𝜕
𝜕𝑧
] 𝜙
= − (𝑥2𝑦𝜕𝜙𝜕𝑧+ 𝑥𝑧2 𝜕𝜙𝜕𝑦) 𝑖Ԧ + (𝑥𝑧2 𝜕𝜙𝜕𝑥− 2𝑦𝑧𝜕𝜙𝜕𝑧) 𝑗Ԧ + (2𝑦𝑧𝜕𝜙𝜕𝑦+ 𝑥2𝑦𝜕𝜙𝜕𝑥) 𝑘ሬԦ
= −(6𝑥4𝑦2𝑧2+ 2𝑥3𝑧5)𝑖Ԧ + (4𝑥2𝑦𝑧5− 12𝑥2𝑦2𝑧3)𝑗Ԧ + (4𝑥2𝑦𝑧4+ 4𝑥3𝑦2𝑧3)𝑘ሬԦ
2. Selesaikanlah!
a. Tentukanlah vektor satuan yang menyinggung lengkung 𝑥 = 𝑡2+ 1 , 𝑦 = 4𝑡 − 3 , 𝑧 = 2𝑡2− 6𝑡 di sebarang titik.
b. Tentukanlah vektor satuan yang menyinggung lengkung titik t = 2 Jawab:
CONTOH SOAL
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 35 a. 𝑑𝑟Ԧ
𝑑𝑡 = 𝑑
𝑑𝑡{(𝑡2+ 1)𝑖Ԧ + (4𝑡 − 3)𝑗Ԧ + (2𝑡2− 6𝑡)𝑘ሬԦ}
= 2𝑡 𝑖Ԧ + 4𝑗Ԧ + (4𝑡 − 6)𝑘ሬԦ
Besarnya = |𝑑𝑟Ԧ𝑑𝑡| = √(2𝑡)2+ (4)2+ (4𝑡 − 6)2 Maka unit tangent vektor yang diminta adalah:
𝑇ሬԦ = 2𝑡 𝑖Ԧ + 4 𝑗Ԧ + (4𝑡 − 6)𝑘ሬԦ
√(2𝑡)2+ (4)2+ (4𝑡 − 6)2 b. Di t = 2, unit tangent vektor
𝑇ሬԦ = 4 𝑖Ԧ + 4 𝑗Ԧ + 2 𝑘ሬԦ
√(4)2+ (4)2+ (2)2 𝑇ሬԦ =2
3𝑖Ԧ +2 3𝑗Ԧ +1
3𝑘ሬԦ
1. Diketahui 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 3𝑥2𝑦 − 𝑦3𝑧2. Tentukan ∇𝜙 pada titik (1, −2, −1).
2. Buktikan bahwa ∇(𝐹 + 𝐺) = ∇𝐹 + ∇𝐺 dan ∇(𝐹𝐺) = 𝐹∇𝐺 + 𝐺∇𝐹 dimana 𝐹 dan 𝐺 adalah fungsi-fungsi skalar dari 𝑥, 𝑦 dan 𝑧 yang diferensiabel.
3. Tentukan ∇𝜙 jika a. 𝜙 = ln|𝑟|
b. 𝜙 =1𝑟
4. Tunjukkan bahwa ∇𝑟𝑛= 𝑛𝑟𝑛−2𝑟Ԧ
5. Tunjukkan bahwa ∇𝜙 adalah sebuah vektor yang tegak lurus pada permukaan 𝜙(𝑥, 𝑦, 𝑧) = 𝑐 dimana nerupakan konstanta.
6. Tentukan normal satuan terhadap permukaan 𝑥2𝑦 + 2𝑥𝑧 = 4 pada titik (2, −2,3).
7. Tentukan persamaan untuk bidang singgung terhadap permukaan 2𝑥𝑧2− 3𝑥𝑦 − 4𝑥 = 7 pada titik (1, −1,2).
8. Tentukan turunan berarah dari 𝜙 = 𝑥2𝑦𝑧 + 4𝑥𝑧2 pada (1, −2, −1) pada arah 2𝑖Ԧ − 𝑗Ԧ − 2𝑘ሬԦ.
LATIHAN SOAL
ANALISIS VEKTOR untuk Pendidikan Matematika | 36 9. Jika 𝐴Ԧ = 𝑥2𝑧𝑖Ԧ − 2𝑦3𝑧2𝑗Ԧ + 𝑥𝑦2𝑧𝑘ሬԦ maka tentukan ∇ ∙ 𝐴Ԧ (atau div 𝐴Ԧ) pada titik
(1, −1,1).
10. Diketahui 𝜙 = 2𝑥3𝑦2𝑧4.
a. Tentukan ∇ ∙ ∇𝜙 (atau div grad 𝜙)
b. Tunjukkan bahwa ∇ ∙ ∇𝜙 = ∇2𝜙, dimana ∇2=𝜕𝑥𝜕22+𝜕𝑦𝜕22+𝜕𝑧𝜕22 menyatakan operator Laplacian.
11. Buktikan bahwa ∇2(1
𝑟) = 0 12. Buktikan bahwa
a. ∇ ∙ (𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = ∇ ∙ 𝐴Ԧ + ∇ ∙ 𝐵ሬԦ b. ∇ ∙ (𝜙𝐴Ԧ) = (∇𝜙) ∙ 𝐴Ԧ + 𝜙(∇ ∙ 𝐴Ԧ)
13. Jika 𝐴Ԧ = 𝑥𝑧3𝑖Ԧ − 2𝑥2𝑦𝑧𝑗Ԧ + 2𝑦𝑧4𝑘ሬԦ maka tentukan ∇ × 𝐴Ԧ (atau curl 𝐴Ԧ) pada titik (1, −1,1).
14. Jika 𝐴Ԧ = 𝑥2𝑦𝑖Ԧ − 2𝑥𝑧𝑗Ԧ + 2𝑦𝑧𝑘ሬԦ maka tentukan curl curl 𝐴Ԧ.
15. Buktikan bahwa:
a. ∇ × (𝐴Ԧ + 𝐵ሬԦ) = ∇ × 𝐴Ԧ + ∇ × 𝐵ሬԦ b. ∇ × (𝜙𝐴Ԧ) = (∇𝜙) × 𝐴Ԧ + 𝜙(∇ × 𝐴Ԧ)