Proceeding
Seminar lnternasional
pengembangan peran Bahasa dan sastra Indonesia
untuk Mewuiudkan Generasi Berkarakter
Surakart a, 28.29 September 201 3
Perpustakaan
Nasional :Katalog Dalam Terbitan (KDT)
PROCEEDII{G
SEMTNAR INTERNASIONAL
Pengembangan Peran Bahasa.dan Sastra Indonesia
untuk Mewujudkan
GenerasiBerkarakter
Hak
Cipta@ Kundharu Saddhono, dkk [ed.J201j Editor
Kundharu
Saddhono (Universitas Sebelas Maret, Indonesia) PeterCarey
(University of Oxford, Inggris)Nuraini Yusoff
(Universitu Utara Malaysia, Malaysia)Timothy Mckinnon
(Max Planck Institute, Jerman)Haishima Katsuhiko
(Jakarta Shimbun, Jepang)Penyunting
BahasaNugraheni Fko Wardani; Chafit Ulya;
Andi
WicaksonoPenerbit
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Inrtonesia Fakultas Keguruan dan
Ilmu
PendidikanUniversitas Sebelas Maret
Jl.
Ir.
Sutami 36A Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
57126 Telp.lFaks . 027l-
648939Website : www.bastind. fkip.uns.ac.id Email: [email protected]
Cetakan
l,
September 2013Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
All
Right ReservedtsBN 978602-7561-54-0
Sanksi Pelanggaran Pasal 72
Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002
Perubahan atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 19g7 Perubahan atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 19g2 Tentang Hak Cipta
1.
Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal2 ayat (1) atau Pasal4g 9y,at (1) dan ayq! (2) dipidana dengan pidanJpenjara masinl*nasing pating singkat 1 (satu) bulandan/atau denda paling sedikit np. t.o-oo.obo,o_o
(lattilut" *Ji"ij,'"t"u
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda pating banyar< np. s.oob.oo0doo,0b (tima mitiar rupiah).2.
Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Xatiterfait seOagaimanalimafsuO Oatam ayat (1)' dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ataulenoa patrngbanyak Rp.500.000.000,00 (tima ratus juta rupiah).
Pertemttan llmiah Bahasa dan Sastt'a Indonesia (PiBSl) ){X
'l/
47,
PERPADUAN I.EKSEMANGGOI'A
TTJIJLIHDALAM BAHASA INDONESIA
Farida t"ut'v'antiningsir...
... 29348. MEMPERTAHANKAN BAHASA DAN
SASTRAINDONESIA:
MENGHADAPI
SERANGANBUDAYA GLOBAL
Fatmahwari ...
...29749. KEKI{ASAN GAYA
PEMA}LA,IANBAHASA LTRIK.LIzuK LAGU
POPJA\VA KARYA
KOES PLUSFavorita Kun+'iCaria
...30350. TINJAUAN
SOSIOLTI{GUISTTK TERHADAPRAGAM BAHASA IKLAN ANAK-AI.{AK
DITELEVISI
Fitri
PujiRahmawati
...3095I. SITUASI DIGLOSIA MASYARAKAT JAWA DALAM
ERAGLOBALISASI
Gita Anggria
Resticka
...31552. PEMBELAJARAN
BERBASIS ACTIVELEARNING
SEBUAHUPAYA I{ENGUBAH PAR{DIGMA
TCLT<ESCI PADA PEMBELAJARAN
KETER {NTPILANBERBICARA DI SEKOLAI{ DASAR KELAS AWAL
Hari Wah1,ono...
...32153. PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
BANGSAMELALUI POLA KESANTUNAN
BERBAIiASA INDONESIA DALAM PENULISAN ARTIKEL DI MEDIA MASSA SUM4TEM
EI(SPNTSS54. KARYA
SASTRADAN
SEJARAHHerman
J. Waluyo..
...33355.
PENERAPANMODEL PSIKOKREATIF DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BAGI
SISWA SEKOLAHMENENGAH PERTAMA
Hermanto
...33756. WACANA IKLAN KOMERSIAL DI TELEVISI
Hesti lYidyastuti.
... 343"57.
SASTRA
DAN MEDIA
MASSADI BALI
I
I
KetutSudewa...
...34958.
PENGARUHKONTEKSTUALISASI DAN VISUALISASI NILAI-NILAI CERITA RAKYAT BALI DALAM PELAKSANAAN
PNK TERHADAPPERILAKU ANAK-ANAK BALVIKAS
SSGSIDATAPA, KECAMATAN BANJAR, KABUPATEN BULELENG
I
NyomanYasa...
... -t5559. BAHASA DAN KEBOHONGAN
I.
PraptomoBaryadi
...359SASTRA DAN MEDTA MASSA DI BALI
I Ketut
SudewaFakultas
SastraUniversitas
Udayana [email protected]Abstract
The mass ntedia has the
abiliq' n
effectively disserninate the informationto
the pttblic, including disseminating informalion aboutthe
existenceof a literary work.
Therole of
mass media in disseminating particular literary work or socialize in Bali today is nol marimized. Of variousfurmsof
mass media in Bali, both print and electronic mass media, mass media just wants to provide space and time
to
loador
display literalure.For
example, thefor
literature, both Indonesian literatureor
literary ortaditional
oreas. The same situation also occursin
the electronic mass media like television and radio. Mass media in Bali is more interested in informing matters relating to tourism and other socio-cultural li-fe,both locall1,, nationally, and internationally. This is because the majority of Balinese society more oriented tou,ard material
ltfe
ure pragmaticin
comparisonwith
the non-material such idealistic literalure. Although the Balinese have attention on literature, which consider only local or traditional literature becauseil
deals directly with indigenous upakara activities. This is understandable because the Indonesian literarl, works interest onllt bya
minority of students and students so that the mass mediaore
less interested in publishing it. As a result, Indonesian literature increasingll,difrcult
to develop in Bali.Kqtwords: literature, mass media, role, Indonesian literature, literary or traditional areas.
A. Pendahuluan
Peran dan fungsi media massa bagi kehidupan suatu masyarakat sangatlah besar, lebih-lebih
di
masa globalisasi dan reformasi dewasaini.
Masaini
disebut sebagai era informasi atau era media (Mbete, 2013:1). Keadaanjauh
berbedadi
masa sebelumnya terutamadi
masa Orba.Peran
dan fungsi
media massa sesuai dengan kehendak penguasa Orbadi
bawahkontrol
Departemen Penerangan. Penguasatidak
segan-segan membredel media massa yang berani memberitakan sesuatu yangtidak
sesuai dengan kehendak penguasa. Akibatnya, kebebasan persyang
seharusnya menjadihak
media massa nyaristidak
ada sehingga informasi yangdidapatkan
masyarakat melalui media massa adalah informasi yang sesuai dengan kehendak penguasa.Semua menyadari bahwa
melalui
media massa, masyarakat akan mendapatkan suatuinformasi
yang bergunabagi
kehidupannya,baik
secara langsung maupuntidak
langsung.Tanpa media,
baik
elektronik maupun media cetak sebaran informasi dan konumikasitidak terjadi (Mbete, 2013:l). Dengan demikian, apabila
kebebasanpers tidak terjamin
makainformasi
yang didapatkan masyarakat melalui media massa tidak akurat dan objektif. Media massa sesungguhnyatidak hanya
sekadarberfungsi
sebagai saranauntuk
menyebarkaninformasi, tetapi memiliki fungsi
yangjauh lebih
besar,yaitu
sebagai jendela dunia yangmampu
menerobos sekat-sekatkehidupan
masyarakatdalam dimensi ruang dan
waktu.Bahkan, maju mundurnya suatu masyarakat atau negara akan tampak dari kehidupan media massanya.
Di
masa sekarang, orang yang mampu mengusai media massa sesungguhrya sudah mengusai dunia. Oleh karenaitu,
media massa menjadi salah satu alat yang ampuh untuk350 Pertemuan llmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBS| XXXV
mencapai suatu tujuan. Misalnya, Apabila sesorang ingin sukses di bidang
politik,
maka orangitu
harus menguasai media massa. Begitu juga, apabiia sastrawaningin
dikenal dan dinikmati karya-karyanyaoleh
masyarakat, maka media massa menjadi wahana yang penting untuk tujuan tersebut, sehinggadi
masa yanglalu di
Indonesia pernah dikenal "sastra koran" yakni karya sastra yang tumbuh dan berkembangdi
media massa berupa koran atau majalah, seperti koran Berita Buwana atau majalah Sastra Horizon yang dikenal dengan "sastra horizon".Media
massa merupakan media yang paling murah danefektif
bagi sastrawan untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada masyarakat. Munculnya karya sastra di media massa secara langsung atautidak
langsung nantinya akan memunculkanpula
parakritikus
sastrayang
akan menjadimotivator
sastrawanuntuk
terus berkarya. Sejarah telah membuktikanbahwa media
massamemiliki
peranpenting
dalam memunculkan sastrawandan kritikus
sastrayang
akhirnya menjadi sastrawan dankritikus
sastra yang terkenal.Hampir
seluruh sastrawan dankritikus
sastradi
Indonesia dibesarkan dan dipopulerkan oletr media massa, misalnyaTaufik
Ismail, Goenawan Mohamad,HB
Jassin dan yang lainnya. Mereka terkenal setelah karya-karyanya dimuatdi
media massa yang bersifatumum
maupun media rnassa khusus tentang sastra, seperti majalah sastraHorizon. Kepedulian
media massa terhadap kehidupankarya
sastra Indonesia seharusnyabisa
dimaksimalkan tanpa merugikan media massa bersangkutan.Media
massa seharusnyatidak
hanya memperhitungkan hal-hal yangbersifat ekonomis
saja,tetapi
tanggungiawabmoral
terhadap perkembangan kebudayaatbangsa khususnya sastra perlu ditingkatkan. Media massa yang seperti ini
dituntut mengedepankan idealisme daripada komersialisme.Di
Indonesiatidak
banyak media massa sepeni iru, lebih banyak bersikap sebaliknya.B.
PembahasanPerkembangan sastra Indonesia
telah mengalami pasang surut. Menurut
Sudewa, dkk.(2008:2-3)
keadaanini
disebabkanoleh
beberapafaktor.
Pertama, keadaan sosialpolitik
masyarakat Indonesia. Keadaan sosialpolitik
sangat mempengaruhi perkembangan sastra Indonesia karena akan menentukan kondusif tidaknya sastrawan atau seniman untuk berkarya.Misalnya, di
masa kekuasaanPartai Komunis
Indonesia denganLekranya, karya
sastra Indonesia dan karya seni pada umumnya mandeg dalam penciptaannya karena para seniman terseret ke dalam duniapolitik
dalam berkarya. Kedua, pandangan kurangpositif
masyarakat terhadap karya sastra. Masyarakat masih menganggap bahwa membaca atau menikmati karya sastratidak bisa
memberikankontribusi
secaramaterial dan cepat
terhadap kebutuhan hidupnya. Ketiga, kebijakan pemerintahdi
bidang pendidikan dalam halini
kurikulum, mulaidari pendidikan
dasar sampaipendidikan
menengah. Padajenjang pendidikan
tersebut presentase pengajaransastra Indonesia sangat minim. Kalaupun ada pelajaran
sastraIndonesia, itu hanya disisipkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia dan
metode pengajarannyapun
kurang tepat. Keempat, pendapatan masyarakat Indonesiayang
masih rendah sehingga masyarakatlebih
mengutamakan kebutuhanlahiriah
yang bersifat primer dibandingkan dengan kebutuhan batiniah yangbersifat
sekunder.Kelima,
mahalnya hargabuku
sehingga masyarakat yangmemiliki
keinginanuntuk memiliki
buku, khususnya buku sastra (karya sastra) tidak mampu menjangkaunya. Keenam, peran media massa yang rnasihsangat minim di dalam
memasyarakatkankarya sastra Indonesia kepada
masyarakat.Tentunya, dalam hal
ini
tidak bisa hanya menyalahkan media saja karena bagaimanapunjuga
media
massa dalam menjaga kelangsungan hidupnya akan mernperhitungkan hal-hal yangPertemuan llntiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) XXXV
bersifat ekonornis. Media massa tentu saja kurang berminat rnenluat atau ll'len!'iaikan sesuatu yang kurang diminati oleh masyarakat pembacanya.
Karya
sastra yang telahdiciptakan oleh
pengarang diharapkan bisadinikmati
oleh pembaca dan mernberi kontribusipositif
dalam kehidupan pembaca. Ir,{elalui karya sastralah pengarang berkomunikasi dengan pembaca.Oleh
karenaitu,
komunikasi antara pengarang,karya
sastra, dan pembaca harus tetap terjaga denganbaik
agar apa yang dikomunikasikan bisa berjalan dengan baik. Peran ketiga komponen tersebut sama pentingnya untuk menjaga kehidupan karya sastra.Untuk
memperlancar komunikasiketiga
komponen tersebut. maka peran media massa dan penerbituntuk
memperkenalkan karya sastra yang tclah diciptakanoleh
pengarang menjadi sangatpenting.
Seperti dikatakanoleh
Teeurv (1984:191) bahu,a karya satra adalah sebuah benda mati, baru mempunyai makna dan rnenjadi objek estetikbila diberi arti oleh
pembacamelalui proses
pembacaan.Dalam proses
pembacaaninilah
terjadinya komunikasi secara tidak langsung antara pengarang dengan pembaca.Dalam fulisan
ini,
dibahas peran media massa dalam memperlancar komunikasi antara pengarang,karya
sastra, dan pembacayang
adadi Bali. Media
massa adalah sarana dan saluranyang resmi
sebagaialat
komunikasiuntuk
menyebarkanberita
dan pesan kepada masyarakat luas(KBBI,
1994:640). Sebagai sarana dan saluran resmi dalam konteks tulisanini,
dibahas peran media massa sebagai sarana atau saluran resmi untuk mengembangkan dan memasyarakatkan karya sastra Indonesia kepada masyarakat, khrrsu5nya di Provinsi Bali.Seperti diketahui bersama, ada dua bentuk media massa. vaitu media massa
ceak
danmedia
massaelektronik.
Keduamedia
massaini memiliki
karaktervang berbeda
tetapimemiliki peran yang sama, yaitu
sebagaimedia komunikasi, termasuk di
dalamnya mengkomunikasikan karya-karya seniman (pengarang) kepada masyarakat pembaca atau penikmat.Hal ini
setidaknya teiahdiakui
oleh Ajidarma (1997:16) yang mengatakan bahwa sastra khususnya cerita pendek memang telah terbiasaditerbitkan
setiaphari Minggu
olehkoran
atau majalah tertentu, sedangkan majalah khusus yang memuat tentang karya sastra perkembangannya sangat memprihatinkan. Sampai saatini,
hanya majalah Sastra Horizon yang masih konsisten memuat karya sastra atau tulisan yang berhubungan dengan karya sastraatau karya seni pada umumnya. Akan tetapi, majalah sastra ini tidak
mengalami perkembangan seperti yang diharapkan karena pembacanya yang sangat terbatas. Dewasaini
gaung majalah Sastra Horizon kurang bergema terutama
di
daerah,tidak
seperti yang pernahterjadi di
tahun 70-an sampai 80-an yang banyak melahirkan pengarang dankritikus
sastra yang sangat mumpuni dan terkenal yang sesungguhnya berasaldari
luar kota Jakarta. Harusdiakui,
bahwa seorang seniman atau sastrawan akan bisa terkenal secara nasional apabila bisa"menundukkan" Jakarta sebagai pusat informasi dan media massa
di
Indonesia.Kedaan media massa
di Bali
mungkin tidakjauh
berbeda dengan daerah lainnyadi
Indonesia. Media massadi Bali
lebih tertarik menyiarkan atau memuat berita yang berkaitan dengan pariwisata,politik
atau kehidupan adat budaya masyarakat. Hanya sebagiankecil
sajayang tertarik
dengankarya
sastra, khususnya sastra Indonesia.Informasi yang
berkaitan dengan pariwisata dan adat budayaBali
yang ingin didapatkan oleh masyarakatBali
melalui media massa. Keadaanini
dapat dipahami karena kehidupan pariwisata yang didukung oleh adat budayamenjadi
sumber kehidupan sebagian besar masyarakatBali. Oleh
karenaitu,
kehidupan sastra Indonesia kalah populer dengan kehidupan sastra tradisonaldi Bali. Hal ini
dikarenakan sastra tradisional berkaitan dengan kegiatan adat budaya masyarakat yang selalu berlangsung setiap hari di Bali, walaupun peminatnya juga sangat terbatas.35
t
352 Pertemuan llmiah Bahasa dan Sastra Indonesia
ef
BS0 XWVJumlah media
massayang
adadi Bali
menurut datayang
didapatkandari
BadanInformasi dan
TelernatikaProvinsi Bali tahun 2007
terdapat29 radio
swastadan milik
pemerintah,23
media massa cetak, dan3
buahtelevisi lokai
dan satu buah televisi nasionalmilik
pemerintah(2007:4-13).
Jumlah media massasecara
keseluruhanrji provinsi
Bali,baik
media massa cetak maupunelektronik
sebanyak56
buah. Menurut penelitian Sudewa (2008), dari 29 radio swasta danmilik
pemerintah yang adadi Bali
hanyarini
o"npusar ),ang menyediakanwakfu
khususuntuk
menyiarkan sastra-tnoonesiamelalui
..prog.um Budaya,, yang berisi kegiatan baca puisi dan cerpen yang disiarkan duakali
seminggu, yaltu setiap hari Selasa dan Jumat.Di
sarnpingitu,
ada acara "Programasatu"
yang menyiarkan sandiwara raclio yang disiarkan setiap hari Jumat. Bahkan,nnt olnusar
juga rienyiarkan secara khusus acara yangle-rkaital
dengan sastra tradisional,yaitu "Gegirani'isecara rutin.
Radiomilik
swasta malahtidak
ada menyiarkan acara yang berkaitan dengan-sastra Indonesia karena kurang peminat.Kalaupun ada,
itu
hanya insedental saja, misalny-a membacl g-u11i alau cerpen pacla saat ulang tahunradio
bersangkutan. Sebenamya, menurut Achwandi (zorr
321),-"ali
massa seperti radio bisa merumuskan metode pubtikasi karya sastra,t..o-u
sastralokal
dengan cara:(l)
mengoptimalkan siaran radio sebagai lembaga siaran yang berbudaya; (2) mendesain program siaran
radio yang
berbasis kesusastraanlokal sebalai inedia intlraksi
masyarakat dengan dunia sastradi
daerah; (3) mendesain program siaraniastra roturJuiu*;il;
mengenalkan, melestarikan,dan
mengembangkandunia
kesusastraandi
daerah;(a) *Jna.ruin
progmmsiaran sastra radio y,ang mengedepankan aspek edukasi bagi niasyarakat.
Dari
23 media massa cetak yang adadi Bali, hanyi
group media massaBaii
post sajayang
masih konsisten memberi ruang danwaktu, yaitu seiiap'hari r"ringgulntuk
memuattulisan yang
berkaitan dengan sastra Indonesia. Bahkan, secararutin
mengadakan lomba penulisanpuisi
dan ce{pen- Itupun hanya dilakukan oleh koranBali
postdarikoran Denpost saja' Telah banyak sastrawan dilahirkan oleh koranBali
post,misalnyaoka
Rusmini, Tusti Edy, Cok Sawitri,I
Wayan Sunarta, dan yang lainnya.Media massa elektronik berupa televisi
tidak
ada yang menyiarkan acara khusus yang berkaitan dengan sastra Indonesia' Kalaupun ada, yang disiarkan adalah acara yang berkaitandengan
sastratradisional, misalnya berupa
acara .?esantian,,. Menurut -pi'mpinan Denpasar, tidak adanya acata yang berkaitan dengan,urt*.Irdonesia
karena:(l)
terbatasnyaTVRI siaran atau waktu untuk ac*i yung
bersifat-lokal; (2)
terbatasnyaurrgg*un
untuk mengembangkan program acara;(3)
secara nasional sudah ada acarauntut menyiaran sastra Indonesianelalui
acara Binar (berbahasa Indonesia yang baik dan benar)a* t+l
belum adakerjasama dengan intsansi atau lembaga lainnya,
,"p"rti
Euiui bahasa atau perguruan Tinggi.Berangkat dari data
di
atas, tampak bahwai.*o
media massa dalamf"hidupu,
sastra Indonesiadi Bali
sangatlahminirn. liari
wawancara terhadap beberapa pengelola media massadi Bali untuk
mendapatkan informasi tentang perannya dalam pengembangan sastra Indonesia' ada beberapa kelompok (1) ada media-uJ.iyung
secara konsisten selalu memberikolom
atau waktuhr:$ untui
kegiatan sastra Indonesia, misalnya koranBali
postdan RRIDenpasar;
(2)
ada media m3sla yang sebe-lumnyap*uh
menyediakankolom
sastra tetapi dihapuskan kerena berbagaialasan;1:) uou..iiu-.ursa
sejak awal memang ddak pernah menyediakaukolom
atauwaktu
khusus tentang sastraIndonesia
karenati&k hyak
jual.Kelompok ketiga inilah yang paling banyak
terjaii
puau*"Jiu
massa yang ada di Bali.Peran mediamassa khususnya teievisi aun
,.dio
terhaoapkehiiupin ,urt*,
khususnya sastra tradisionaldi
Bali, di satu sisi sangat mendukung tetapidi
sisi lain juga menghilangkanPertemuan llmiah Bahasa dan Sqstra Indonesia (PIBSI) XXXV 353
satu
tradisi yang
sudah tumbuh kembang sejak dahuluyaitu tradisi
mendongeng. Padahali*jiri iri *.*IHn nilai-nilai sosilogis, firosofis, dan edukatif yang
sangattinggi.
Tarooo17:2\
mensakui bahwa keunggulantradisi lisan,
seperti mendongeng adalah informasiXi,iiil;;'J*urirtun
dalam suasana arau situasi yangkomunikatif
antara penutur dan r,.,envimak.Antara
penutur dan penyimakterjadi
hubungantimbal balik,
tatap muka dalamI;#;; l*kruu.n iu"
tentu saja penyampaian frasa, kalirnat dan trcapan berlangsung nyatadan
sempurnu.f.r,utuunrryu,-
puautuui ini
masyarakatBali tidak lagi memiliki
tradisimendongeng karena kesibukan mencari nafkah sedangkan anak-anali yang
biasa..ra""E ** aorg.ng
sudah mendapatpelgglnli hiburan berupa televisi, radio,
dan;;;ffi .oa"r.n"iui"nnyu. Hat ini oiltcui
orehMbcte
(2013:5)yang
mengaukan bahwa media elektronikp"r" y..g
menyingkirkan kebiasaan mendongeng sebelumtidur Hal
yang,u*u:ugo diakui oi.fr'SuuItiga QOll:Z)
yang mengatakan sejalan dengan perubahan jaman'ii.ggi- ti"i tradisi
pembacaansatue (dongeng) dan
peribahasahampir hilang
dengan*uJ,i.tyuteknologi TV
dan elektroniklainnya' .
"Dewasa ini ada usaha pemerintair Bati untuk
menghidupkankembali
tradisi mendongeng aengan adanyalomta
mendongeng setiap diadakannya Pesta KesenianBali
ffi; titrunl *"" Lt
pi,'dongeng harus dikemaske
dalambent'k
seni pertunjukan yang melibatkan seni lainnyuii .u*ping
pemain,yaitu
panggung' penonton termasuk tata rias' dekorasi,tata
Uusana,dan
lainnyu(Suat*u, ZOtftS). Artinya, tradisi
mendongeng telah ditransforrrasikanke
dalam seni pertunjukan. Tuntutan dunia paraiu'isata membuat irampir semuaseri
tradisonaldi Bali ditemas
dalam benruk seni pernrnjukan agarbisa
ditonton iurrgtottg oleh wisatawan untuk menghasilkan uang dengan cepat'Ada kelebihan dan kekurangan apabila sastra lisan seperti d91SqS ditransformasikan ke dalam
*rri p.rtorriutun. Kelebifinnya
antaralain:
(1) dongeng bisakembali
dikenal dandicintai
oleh masyarakat, khususnyageoaasi
muda;(2)
bisa.mgnumbutrkan pikiran-pikiraolreatif
dalam mengemas-dongengmeijadi
cetuah seni pernrnjukan yang menarik Penontoo' Kekurangurnyuuf,uUt nilailnilai y*g to.,ngguhnya
tertanam'di
dalam sebuah dongengmisalnya akan tertitis karena
"auiy" manipulasi demi kebutuhan skenario
sebuah pertunjukm.C.
PenutupPeran media massa
di Bali
dalam menjembatani dialog antara pengarang (seniman) dengan pembaca mngat minirn. Halini
disebabkan masyarakalp-embaca yang menyukai sastra'baik
sastra Indmesia*uupu"
rustra tradisional sangat kecil.Bagi
media*rP
keadaanini tidak
menguntungk"".
;ililhkan
pengelola media massa yang idealis.untuk berpartisipasi dalam memasyarakatkan karya-karya sastra'melalui media massa yang dikelolanya' Media massadi
bawahgrnry n"ii-iit dan-Rg
saja yang masih konsistenmemtxri **g
dan waktu yaugtetap
unfi*
memuat dan menyiarkan[aty.-t"tya
sasfia, baik karya sastra Indonesia maupun sastra tradfuional. .q.tun tetapi,di
sisitain
media massa, khususnya televisi dan radiojustru telah meqtrilangkan
suatu 'tradisi yang scsungguhnya sudahbeialar
-di {alam
masyarakatBali, yalci tradisi
mendongeng yangriemiliki-nilai
sosiologis,filosofrl *t
edukatif yangtinggi bagi kehidupun *u'ryo:otat.-;Wahupun Fm9.1tah Provinsi Bali telah
berusahamenghidrrykan
kembali tradisi
mendongengdatim
kehidupan masyarakatmelalui
lomba mendongcng,,.irpi-J"ng"ng telah'airisformasikan ke dalam.seni
pertunjukan'Artinyq dongeng&lat "aifertorui
urituk kepgntingan sebuah skenario seni pertunjukan'%i
i
i
Pertemuan llmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (Pf BS0 XXW
Daftar
PustakaAchwandi, Ribut. (2011). "Pemanfaatan Radio Sebagai Media Konservasi Sastra Indonesia".
Dalam Proshiding Bahasa
&
Sastra Indonesia Konservasi don Pendidikan Karakter.Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Ajidarma, Gumira Seno. (1997). Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Horus
Bicara.Yogyakarta: Bentang Budaya.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1994). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Mbete,
Aron
Meko. (2013)."Media
Sebagai Sarana Pengembangan dan Pembinaan Bahasa".Dalam Dinamika Bahasa
Media
televisi, Internet dan SuratKabar. Editor: I
Wayan Pastika. Denpasar: Udayana University Press.Pemerintah Provinsi. (2007). Buku Media Massa, Ekonomi, Sosial
Budaya,Politik, Pertahanandan
Keamanandi Bali.
Denpasar: Badan Informatikadan
Telematika DaerahBali
Suastika,
I
Made. (2013)."Tradisi
Sastra Lisan (Masatua) dan Model Pelestariannyadi Bali".
Makalah
dalam Seminar NasionalTradisi Lisan
dalam Pendidikan. Tabanan:IKIP
Saraswati.
Sudewa,
I
Ketut. (2013). '"Transformasi Sastra Lisan Ke Dalam Seni Pertunjukan: PerspektifPendidikan". Makalah dalam
SeminarNasional Tradisi Lisan dalam
Pendidikan.Tabanan:
IKIP
Saraswati.Sudewa,I
Ketut. dkk. (2008). "Peran Media Massa dalam Pengembangan Sastra lndonesia di ProvinsiBali".
Laporan hasil penelitian.Dibiayai
oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.Taro,I Made. (2013). "ltdsnggairahkan Tradisi Lisan
Melalui
Mendongeng Sambil Bermain".Makalah
dalam Seminar NasionalTradisi Lisan
dalam Fendidikan. Tabanan:IKIP
Saraswati.
Teeuw,